Tag Archive | Teentop

Chewing Gum Part 2~

Title: Chewing Gum

 

Cast:

Song Min Ji (OC)

Lee Min Hyung (Mark NCT)

Other:

Lee Byung Hyun (L.Joe Teentop)

Cho Hyo Jin(OC)

Jisung NCT

Genre: romance, drama, schoollife

Leght: Chapter

Rat: G

Author 2 is back!!!

Makasih udah nungguin Author 2*geer*

Di chapter 2 ini Mark POV semua yah..

Udah ah basa basi nya. Langsung ke cerita nya aja yaaaa..

Happy reading!!

Chapter 2

“I Want to Know All About You”

“Jadi kau tidak takut dengan fans ku?”

Hah! Sampai kapan aku harus menjadi orang  yang dicampakan oleh mereka? Dan apa itu maksudnya Min Ji sering mengelus rambut Jisung? Entah kenapa aku mulai kesal mendengarnya.

Well, aku baru mengenal Min Ji tadi pagi karna kejadian tadi. Aku tertarik dengannya. Bukan nya aku menyukainya, tapi aku hanya  terarik dengan nya. Dia berbeda dengan yeoja lain yang berisik seperti sahabatnya itu.  Memang aku kesal dengan nya tadi pagi tapi wajah marahnya terlihat lucu dan imut sekali.

Tidak! Aku tidak menyukainya. Aku hanya tertarik dengan nya. Ingat itu!

Kulihat wajahnya menegang. Lucu sekali wajahnya. Aku hampir tertawa melihatnya. Ternyata menyenangkan menjahili yeoja ini.

“Emm.. bukan begitu maksudku Mark. Aku pun takut pada fansmu.” Min Ji menundukan kepalanya. Apa dia takut?

“ Ada apa ini, hyung?” Tanya Jisung sok polos. Aku hanya menatapnya seolah berkata’Jangan berpura-pura . Kau tau semuanya ,bocah’

“Tak ada apa-apa Jisung. Bagaimana kalau noona mentraktirmu makan hari ini? Ayo kita pergi!” terimakasih pada Hyo Jin karna telah menarik Jisung bersamanya dan meninggalkan aku dan Min Ji. Suasana semakin awkward.

“Aku kan sudah meminta maaf padamu. Aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu.” Ucapnya dengan imutnya.

“Bertanggung jawab? Apa kau yakin?Lihat, kukira hanya kakiku yang memar ternyata tanganku juga memar.  Kalau kau bersedia aku akan menerima tawaranmu.” Ucapku nakal. Hey, tidak ada salahnya menjahili nya kan? Sejujurnya memar yang kurasa sudah tidak terlalu sakit. Tapi siapa tau ini kesempatan yang bagus untuk dekat dengannya.

Apa? Kalian bilang aku menyukai nya? Tidak. Aku hanya ingin tau lebih dalam tentang dia. Sepertinya ini akan menyenangkan. Itu saja.

“Iya. Aku akan bertanggung jawab. Jadilah assisten pribadiku di sekolah.” Ucapku sambil memasang tampang serius.

“Assisten?Bagaimana bisa? Kita berbeda kelas dan aku tak tau jadwalmu. Aku bahkan tidak tau kau tau namaku atau tidak.” Jawabnya. Astaga Song Min Ji! Kau ini kenapa bisa lucu sekali! Dia menanyakan apakah aku tau namanya atau tidak? Demi temannya, Hyo Jin yang sangat berisik itu! Sudah jelas saat tadi pagi Hyo Jin memanggil namanya dan bahkan tadi Jisung pun memanggilnya.

“ Saat istirahat kau harus mengikutiku. Dan saat pagi hari kau harus sudah ada di sekolah untuk membawakan barang-barangku. Dan untuk masalah jadwal, aku akan mengirimkannya lewat line. Jadi berikan id line mu sekarang juga!” Ia hanya terdiam dengan mata membesar. Kenapa dia bisa selucu ini?

“Apa kau baru saja meminta id lineku?” tanyanya masih dengan ekspresi yang sama.

“Iya. Cepat! Hari ini sekolah meliburkan sekolah karna ada rapat mendadak. Aku ingin pulang dan istirahat.” Min Ji langsung mengeluarkan Handphonenya. Kami bertukar id line dan aku mencoba meng- call Min Ji. Segera aku mengambil Handphone Min Ji dan mengganti username ku dari “Mark Lee” menjadi “My Man,The Handsome Lee”

“Ya! Kenapa  kau mengganti username nya dengan itu?” ia telihat kesal melihat usernameku.

“Memang nya aku salah? Aku sangat tampan.” Ucapku percaya diri. Banyak orang bilang aku sangat judes dan cuek. Sesungguhnya aku tak seperti itu. Aku hanya menunjukan sifat asliku pada orang yang memang dekat denganku. Bahkan dengan member lain pun aku tidak menunjukan sifat asli ku sepenuhnya. Aku yang sebenarnya adalah namja yang sedikit jahil dan terlalu percaya diri.

“Oke. Untuk itu terserah saja padamu. Tapi,apa apaan itu ‘My Man’? Kau kan bukan namjachingu ku.” Wajahnya memerah! Apa dia suka padaku? Menggemaskan sekali dia.

“ Kau ingin aku menjadi namjachingu mu?” godaku. Ternyata ini memang menyenangkan.

KRINGGGG

“Angkat lah. Siapa tau penting.” Kata Min Ji. Aku mengeluarkan Handphone yang tadi nya sudah kumasukan ke saku.

L.Joe Hyung

Aish, L.Joe menggangguku saja. Biarkan saja lah. Mungkin dia sudah sampai depan sekolah untuk menjemputku.

“Hey,kenapa kau tidak menjawabnya?” Tanya Min Ji.

“ Tak penting. L.Joe hyung hanya memberitahuku kalau dia sudah sampai di sekolah untuk menjemputku.” Jawabku santai. Kulihat matanya membesar dan tangannya menutup mulutnya. Seperti orang yang terkejut.

“Kau adiknya L.Joe Oppa? L.Joe TeenTop?”

Jangan bilang dia adalah ANGEL(fans TeenTop). Jika benar aku akan mendiamkan L.Joe hyung saat dijalan.

“Iya. Aku dongsaeng nya L.Joe Teentop. Wae?” Kumohon jangan bilang kau adalah ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau adalah ANG…

“Aku adalah ANGEL!! Astaga, kenapa aku tidak melihat info kalau kau adalah adik nya L.Joe Oppa?” Ah sudah selesai. Dia tertarik dengan L.Joe hyung. Aku sedikit membencimu hyung.

“ Well, aku dan hyung merahasiakannya. Aku tidak ingin dikenal sebagai adik dari L.Joe Teentop. Kau harus merahasiakannya! By the way, kau suka siapa di TeenTop?”aku mencoba untuk tenang agar nanti jika Min Ji menjawab dia menyukai L.Joe hyung , aku tidak akan langsung memukuli hyungku itu.

“ Hmm.. aku suka semua tapi aku paling suka Ricky Oppa.”jawabnya sambil tersenyum.  Manisnya. Aku sedikit lega karna jawabannya bukan L.Joe hyung.

“Tapi kau harus tau kalau aku dulu lebih suka L.Joe Oppa daripada Ricky Oppa karna dulu L.Joe Oppa itu tipeku.”

BOOOM

Seperti terkena bom hatiku hancur mendengarnya. L.Joe hyung adalah tipenya? Aku bersaing dengan hyungku sendiri? BERSAING? Ah, aku sudah tidak peduli. Terserah kalian ingin mengatakan jika aku menyukai Min Ji.

“Tapi sekarang banyak yang menyukai L.Joe Oppa. Jadi aku tertarik dengan Ricky Oppa. Dan akhir-akhir ini TeenTop semakin terkenal dan semakin banyak yeoja cantik yang menyukai mereka. Aku tak mungkin bisa menandingi yeoja -yeoja cantik itu. Jadi aku sedang  mencari idol yang fans nya sedikit.” Katanya.

“Jadi kau tidak suka idol yang banyak fans? Kau unik dan berbeda.” Jawabku. Ia tersenyum  ke arahku.

“ Begitulah aku. Aku adalah yeoja yang berbeda dari yeoja lain nya.” Senyuman manis nya terlihat lagi. Aku bisa diabetes kalau begini ceritanya.

“Apa aku harus tidak terkenal agar kau menyukaiku?”godaku lagi. Kulihat ia kaget dan sedikit tertawa.

“Bagaimana caranya kau jadi tidak terkenal jika kau sudah debut di dua sub-unit dan memiliki ketampanan seperti itu? Haha..” Ia tertawa lepas. Waw! Dia bilang aku tampan! Rasanya sangat aneh. Banyak orang bilang aku tampan tapi rasanya berbeda saat Min Ji yang mengatakannya padaku. Aku memutuskan untuk diam dan melihatnya tertawa sepuasnya.

“Jadi kapan kita akan pulang nae namdongsaeng ??”

“Ah! Hyung! Kau mengagetkanku!” Ternyata L.Joe hyung datang mencariku. Ia seperti bertanya-tanya siapa yeoja yang ada di sebelahku. Sedangkan aku melihat raut Min Ji yang berubah menjadi malu-malu dan itu sangat manis. Aku mendadak kesal karna wajah manis itu ditunjukan bukan untukku.

“ Hmm.. Anyeong, yeppeun yeoja! Aku hyung nya Mark. L. Joe imnida.” Sapa hyung pada Min Ji. Min Ji sepertinya tak tau harus bagaimana karna ia lebih memilih untuk tersenyum malu pada hyung.

“Ah, Aku Min Ji. Song  Min Ji imnida. Dan aku seorang ANGEL.” Aku muak dengan ini. Kenapa yeoja ini harus suka pada hyung.

“Aigoo… Kau manis sekali! Karna kau dekat dengan Mark, aku akan memberikanmu pelukan khusus untuk ANGEL” hyung memeluk dan membelai rambut Min Ji dan Min Ji terlihat senang. Ah, aku semakin muak disini.

“Hey! Hentikan hyung! Dia sekarang punyaku! Jangan ambil punyaku. Cari saja yang lain.” Aku melepaskan tangan L.Joe hyung dari Min Ji. Hyung tertawa melihatnya.

“Apa salahku? Dia ini fansku. Jadi terserah hyung dong.” Aish, aku tak pernah menang dari hyung ini. Lebih baik aku membawa hyung pergi sebelum rasa suka Min Ji   kembali.

“Sudahlah hyung. Ayo kita pulang! Aku lelah! Dan kau jangan lupa buatkan kau sarapan dan makan siang untukku. Bye .” Aku meninggalkan Min Ji yang masih diam. Lucu sekali dia.

“Hey, dia itu siapa?” Tanya hyung padaku. Aku hanya tersenyum.

“Seseorang yang penting. Jangan ambil dia hyung!”

“Kita liat saja nanti.” Hyung ku ini sedikit lebih nakal daripada ku. Huh! Aku tak pernah menang melawannya.

“Mark? Kau adiknya L.Joe?!” Oh tidak! Ini akan menjadi bencana!

-TBC-

 

Haiiiiiii….

Gimana part 2 nya ?? Maaf yah kalau kurang rame. Oh iya , FF ini gak bilang kalo Teentop itu gak terkenal tapi Teentop lebih terkenal akhir-akhir ini daripada dulu. Jadi gak bermaksud bash Teentop loh. Kan Author Angel juga ^^

Anggap saja L.Joe Teentop itu  hyung nya Mark yah . Author gak tau lagi mau siapa yang jadi hyung nya Mark. Dan nanti kira-kira da tiga couple dalam cerita ini. Masih rencana loh ini.

Nah untuk mencari satu couple lagi kalian boleh request siapa yang mau dimasukin kedalam cerita ini.

Dan kalau bisa masih ada hubungannya sama cast nya yah^^ Ditunggu respon nya chingu!!!

Mian kalau masih banyak typo ,seperti yang Author bilang, readers pasti bisa ngerti apa yang Author maksud^^

Anyeong~~

 

 

 

 

 

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-Hyo Jin side(Part 6)^^

Tittle  :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Author         : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght : Chapter

Ratt   : G-Semi M

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Disini mualai ada pergeseran ratting yh~ hhe..

Sedikit ada NC- Author gak tahan kalau gak ada NC, eh?-

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

Aku benci Eun Hye eonni.

.

Chapter 6 : ‘Our’ private show-2-

.

.

Seperti biasa kami pergi ke Cafe Spicywings. Cafe langganan kami.

Yoon Hee langsung duduk, begitu juga Hwayeon yang biasanya duduk disamping Yoon Hee.

“Hwayeon, bisa pindah?” pintaku sebelum aku duduk.

“Wae?!” tanya Hwayeon tak suka. Ya! Berisik sekali maknae ini. Tak tau kah aku sedang dalam keadaan emosi? Jinjja.

“Aku lebih tua darimu. Sudah, turuti saja.”

Hwayeon yang sudah duduk kini berdiri dengan malas. Dia pindah ke bangku diamana seharusnya aku duduk. Dan yang pasti itu bersebelahan dengan Eun Hye eonni.

“Biasa.” ucap kami berempat kompak.

Tak lama, pesanan yang biasa kami pesan sudah ada dimeja kami.

“Kalian semua kenapa?” tanya Hwayeon memecah keheningan.

Kalau kalian bisa melihat ekspresi di wajah kami kalian akan ketakutan. Ekspresu kami berbeda-beda namun itulah yang membuat klaian ketakutan.

Wajah Hwayeon mulai berubah menjadi pucat. Akhir-akhir ini dia seperti itu terus. Entah kenapa.

Eunhye? Well, wajahnya terlihat seperti orang yang hilang harapan. Apa dia habis dibuang oleh Ricky? Atau oleh namja satunya lagi? Ternyata ia bisa sedih juga? Semakin memikirkan itu aku semakin tak bisa mengendalikan emosiku.

Yoon Hee? Matanya sangat sembab. Sepertinya ia habis menangis. Mungkin pasiennya terjadi sesuatu. Aku tak peduli.

“Aku pulang. Ada yang menjemputku diluar.” Hwayeon meninggalkan kami.

“Oh hp kalian harus standby ya. Mungkin aku harus menghubungi kalian untuk mengatakan sesuatu. Arraseo? Annyeong” Hwayeon memberikan pengumuman sebelum akhirnya benar-benar keluar.

“Aku juga mau pulang, moodku sedang tidak bagus.” Aku ikut-ikutan keluar. Berada disini bisa membuat emosiku memuncak.

Aku kembali ke apartementku. Kurasa Cuma tempat itulah yang paling cocok untuk menenangkan pikiranku.

Drttt..drrt..

Ricky-evil-pabbo is calling

Aish, maunya apa sih?

Tak kuhiraukan panggilan darinya. Apa aku salah? Terlalu kejam? Ya! Siapa yang menjadi korban,eoh?

Tok tok tok

Aish, siapa lagi coba?

Dengan langkah kesal aku membuka pintu dan untuk kesekian kalinya aku menyesal.

Ia Ricky.

“Tunggu. Apa yang membuatmu menjauhiku?” tanyanya pelan.

“Kau pikirkan saja sendiri!”

Saat hendak menutup pintu, Ricky menahannya. Ia masuk dan mengunci apartementku.Ia menatapku marah.

“Kau selalu seperti ini! Seakan semua salahku!” ia mulai meninggikan nada bicaranya.

“Tidak! Ini bukan salahmu! Ini salahku!!”

Aku menangis. Mungkin ini sedikit berlebihan. Namun, kalian pasti akan melakukan hal yang sama jika namja yang kalian sukai hanya memanfaatkan kalian kan?

“Hyo Jin, tatap aku.” Aku masih menunduk. Enggan melihatnya.

“Hyo Jin, tatap aku sekarang!” ia mulai berteriak padaku. Tapi aku masih tak mengangkat wajahku.

“Cho Hyo Jin!!!”

“Wae?? Kau ingin memarahiku lagi? Silahkan!!! Aku benci kau!! Pergi!! Jangan pernah mencariku lagi!!” Aku menatapnya tajam. Kulihat ia sedikit terhentak saat aku berteriak padanya.

“Hyo Jin, apa ini karna Eun Hye?” tanyanya pelan sambil menahan wajahku agar terus menatapnya.

“Kalau iya kenapa? Kalau bukan kenapa?”

“Jawab aku Cho Hyo Jin!”

“Iya!!! Ini semua karna perlakuan khususmu pada Eun Hye eonni! Kau memeluknya! Kau memberinya sebucket bunga mawar! Sedangkan aku? Aku hanya dapat satu tangkai! Daebak! Dan apa itu EunEun pabbo dan ChangChang sunbae? Imut sekali,eoh!”

Grep

“Jadi kau cemburu?” Tiga kata itu sangan menancap dihatiku.

“Kalau iya kenapa?” aku mengalihkan pandanganku.

“Tatap aku.”

Tidak! Jangan suara itu! Suara lembut itu masuk ke telingaku. Perlahan aku menatap kembali matanya. Ia menatap dengan lembut. Aku terhisap dalam keindahan matanya.

“Itulah yang kutunggu selama ini.” Ia tersenyum lalu menarik tengkukku sehingga wajahku semakin dekat dengannya.

CUP

Ia menciumku sangat lembut. Tak ada nafsu yang terasa. Hanya luapan kasih sayang yang terasa. Tak mau munafik aku mengalungkan tanganku di lehernya. Makin lama ciuman kami semakin panas. Aku mendorong dadanya karna pasokan udaraku sudah menipis. Akhirnya ia melepaskan ciumannya. Kami saling menatap satu sama lain sambil mengatur nafas kami. Udara disekitar kami sudah terasa sangat panas. Hanya satu yang ada dipikiranku..

Apa kita akan melakukan ‘itu’?

“Hyo Jin, mianhae sudah membuatmu cemburu. Tapi sungguh. Eun Hye itu hanya hoobaeku saja. Kami sudah seperti oppa dan yedongsaeng saja. Tidak lebih. Sungguh.”  Ricky mengatakan itu sambil memelukku erat.

“Baiklah aku percaya itu. Tapi aku ini siapa?” aku mempoutkan bibirku.

“Kau adalah milikku.”

Setelah itu ia kembali mempersatukan bibirnya dengan bibirku. Sedikit berbeda kanra sedikit menuntut. Aku memperdalam ciuman kami. Rasanya aku tidak ingin terlepas dari bibir itu.

“eummhhhh” desahku tertahan saat Ricky mulai memasukan lidahnya kedalam mulutku. Lidahnya bergerak lincah di dalam. Aku terbuai oleh permainan lidahnya tanpa kau sadari bajuku sudah terjatuh dilantai. Entah kapan ia melepasnya. Yang pasti sekarang aku merasa malu. Aku melepas ciumanku dan menutupi dadaku dengan kedua tanganku.

“Kau tidak usah malu, chagi~  Aku janji aku tidak akan menyakitimu.” Ricky menurunkan kedua tanganku.

“A-aku malu, Ricky-ah.” Kuyakin wajahku pasti sudah sangat merah. Aish, molla~

“Tenang saja. Kau sangat cantik.” Ia mulai menjilat leherku sesekali menghisap dan menggigitnya,

“Aahh, hahh, hahh.. Jangan terlalu banyak, Ricky-ah” aku berkata sambil berusaha menahan desahanku.

“Jangan ditahan sayang.”

“Aahh, hahh.. Ini terlalu nikmat!” Aku tak dapat menahan desahanku saat Ricky mulai memainkan tangan dan mulutnya di kedua dadaku.

“Shall we?” tanyanya sambil mengangkat alisnya sebelah.

“Sudah basah kenapa tidak mandi saja sekalian?” aku menyeringai. Ricky menggendongku ala bride menuju kamarku. Kalian pasti tau kan kelanjutannya?

Tidak? Astaga. Baiklah aku akan mendeskripsikannya sedikit saja..

  • Hubungan antara namja dan yeoja
  • Tanpa pakaian
  • Saling menghangatkan
  • Memasuki dan dimasuki
  • Kasur
  • Desahan
  • Bergesekan

Sudah tau kan? Yasudah jangan diganggu dulu yah.. Lagi sibuk ^^

TBC-

Bagaimana? GJ yah? Mianhae yah~~

Author lagi gak punya ide banget..

Tapi Author masih mengharapkan comment buat Author introspeksi gitu^^

Likenya juga boleh kok..

Silent reader? Author gak larang tapi kalau bisa tinggalkan jejak yh~~

Gomawo yang udah mau baca..

~Cho Hyo Jin

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-HYo Jin side (Part 5)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Min Sunghyun (OC)

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G-Semi M

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Disini ada pergeseran ratting yh~ hhe..

Sedikit ada NC- Author gak tahan kalau gak ada NC, eh?-

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Berarti kita impas.” Kataku sambil tersenyum lebar. Kulihat Ricky hanya mengerutkan dahinya dan menatapku bingung. Kubiarkan saja ia penasaran. Hha..

Lebih baik aku kembali ke hotel untuk istirahat. Besok adalah hari penting. Aku tak boleh menggagalkannya. Fighting!

.

Chapter 5: ‘Our’-private- show~

.

.

Pagi cerah telah tiba..

Yah, aku harus bersiap-siap. Malam ini bukanlah malam yang biasa. Malam ini aku  akan tampil bersama namja yang telah mengisi hatiku. Mungkin malam ini hubungan kami akan mendapat perkembangan. Boleh kah aku berharap?

Aku memasang earphone,u unutk berlatih lagu yang akan kami tampilkan nanti. Yah, Love Song- Adele. Keren kan?

Berhubung aku sedang malas keluar kamar jadi kuputuskan untuk diam di dalam kamar.

.

.

.

Sudah malam? Daebak!!! Tak terasa sama sekali. Untung saja aku sudah mandi dan sekarang tubuhku sudah dibalut gaun merah tanpa lengan selutut yang kuberi saat menemani Hwa Yeon membeli gaun. Dan ini sangat bagus. Hae Won-ssi memang hebat.

Tok tok tok

Aish, siapa itu? Mengganggu saja. Tidak taukah ia kalau aku sedang sibuk(baca: mengaca)? Aku berjalan malas menuju pintu dan membukanya. Sungguh aku sanagt menyesal saat melihat sang pelaku..

“Anyeong, HyoHyo yedongsaeng tercantikku!!!” siapa lagi kalau bukan EvilKyu oppa. Aku hanya memutar mataku malas.

“Apa maumu? Kau ini mengganggu saja, oppa. Oh ya, apa yeoja yang waktu itu kau ceritakan adalah Hwa Yeon?” tanyaku heran.

“Yup. Tepat sekali! Aku pun kaget saat mengetahui kalau Hwa Yeon-ku itu sahabatmu. Kenapa kau tidak pernah mengenalkannya padaku? “ ia menatapku dengan pandangan meremehkan.

“Tak perlu kukenalkan kau pasti akan mencarinya. Eh, tadi kau bilang apa? Hwa Yeon ku?” heol, hebat sekali dia sudah meng-klaim Hwa Yeon miliknya. Jangnan aniya.

“Iya. Hari ini aku kan mengenalkannya pada Eomma dan Appa.” Kata Kyuhyun sambil duduk di kasurku. Dasar tak sopan.

“Oh ya, Eomma dan Appa ingin bertemu denganmu. Jadi mereka menyuruhku untuk datang bersamamu.”tambahnya sambil merebahkan badannya dikasur. Sia-sia tuxedo hitam itu ia pake jika hanya untuk tidur. Dasar kebo.

“Mwo? Ajhuma dan Ajusshi datang? Aku kangen sekali~ Baiklah, kajja. Aku tak sabar bertemu dengannya.” Aku menarik tangannya.

“Ya! Cho Hyo Jin!!” ia berteriak karna hampir jatuh saat aku menariknya. Setelah mengunci pintu aku berjalan bersama Kyuhyun. Tiba-tiba ia menarik tanganku dan menggandeng tanganku.

“Sudah lama kita tak seperti ini. Terakhir saat kita masih di SMP. Kapan lagi kita punya moment saat kita akrab? Haha..” Kyuhyun terkekeh. Aku tersenyum  dan menyandarkan kepalaku pada pundaknya.

Well, memang kami jarang sekali akur. Jadi lebih baik kita gunakan moment ini untuk akrab. Haha..

Saat sampai di ballroom aku terkagum-kagum menatap sekitar. Ini hebat sekali! Megah dan luas!!! Aku merasa sangat beruntung disini. Ini semua pasti kerjaan Eun Hye eonni. Dia memang perfectionis. Dasar yeoja golongan darah A~

“Omona! Ini hebat sekali! Eun Hye eonni sangat hebat! Eh? Itu Hwa Yeon. Sana, dekati dia.” Ujarku. Kyuhyun menggeleng.

“Hey, aku bisa bersama dia nanti. Kita kan sedang dalam acara ‘mari-kita-berbaikan-‘,ingat?” aku terkekeh mendengarnya. Kami kembali tertawa tapi aku merasa sedikit aneh saat melihat Hwa Yeon. Apa dia cemburu? Jangan-jangan ia belum tau kalau aku dan Kyuhyun itu sepupu? Ah, tak mungkin. Pasti ia tau.

Aku mendatangi Tan Ajusshi dan Ajjuma. Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka. Kami sekedar membagi cerita setelah lama tidak bertemu.

Selama acara ini aku selalu bersama Kyuhyun oppa. Ia selalu menggandeng tanganku. Banyak yang mengira kami adalah pasangan kekasih. Tapi Kyuhyun oppa akan mengatakan,

“Bukan. Ia hanya sepupuku. Yeojachinggu ku adalah penyelenggara acara ini.” Ujarnya mantap. Wah, aku iri padamu Hwa Yeon. Kapan aku mendapat orang seperti Kyu oppa? Mungkin nanti.

Eh? Hwa Yeon kok seperti ingin menangis? Apa karna kami bersama?

“Hwa Yeon? Kenapa ia selalu melihat kepada kita?” tanyaku penasaran. Kyuhyun melirik sekilas.

“Entah, mungkin ia sedang melamun. Ia kan suka melamun.” Kyuhyun menaggapinya dengan santai.

Kulihat Hwa Yeon pergi keluar ruangan. Sambil menangis?

Hwa Yeon memang suka melamun. Tapi ia tidak pernah melamun sambil menangis. Apa jangan-jangan..

“Oppa, apa kau sudah bilang pada Hwa Yeon kalau kita sepupu?” Kyuhyun terkaget dan baru menyadari sesuatu.

“Aish, aku lupa mengatakannya. Pantas saja ia melihat kearah kita. Lho? Kemana dia? “ Kyuhyun panik.

“Ia keluar dari ruangan tadi. Sepertinya ia cemburu dan salah sangka. Cepatlah kejar dia oppa.” Aku mendorong Kyuhyun untuk keluar ruangan. Dasar couple rusuh.

Tapi aku juga tidak melihat Ricky. Dia kemana? Ah! Itu dia! Eun Hye eonni lagi? Aigo, dia benar-benar. Tapi Eun Hye eonni itu sedang bersama namja lain kan? Hebat sekali eonni tertua ini. Ia punya dua namja .

Prok prok prok

Aku bertepuk tangan pelan. Aku sudah membulatkan pilihanku. Aku membenci Eun Hye eonni.

Saat semua orang berdansa dengan romantis termasuk couple rusuh-Kyuhyun&Hwa Yeon- Hebat sekali mereka sudah berbaikan. Aku hanya bisa diam dan duduk, Ricky tidak ada niatan untuk mengajakku berdansa? Ah, aku lupa. Kan masih ada Eun Hye eonni.

Entah berapa lama aku melamun, tiba-tiba mc acara tersebut berkata,

“ Ayo ayo, sekarang semua yeoja berbaris menyamping disebelah kananku, dan para namja berhadapan dengan para yeoja disamping kiriku. Ayo ayo.” Dengan langkah gontai aku menuju kesana. Mungkin akan sedikit membantu menenangkan pikiranku.

“Oke, sekarang kita akn bermain game!!! Kiss Competion. Oke, jadi nanti, lampu akan dimatikan, dan semua orang wajib mencari seorang pasangan klaian masing-masing untuk dicium dalam keadaan gelap gulita. Oke? mengerti semuanya? Pada aba-aba ke-3. 1…2…3…

Cleck

Mwo? Ini kiss competion? Aku harus apa? Ini gelap sekali! Eomma! Aku takut! Ricky!!

“Apa kau Hyo Jin?” aku kenal suara itu. Itu Ricky!

“Ricky?”

“Ternyata memang kau.”

Cup.

Ia menciumku dengan lembut. Astaga, ia menciumku setelah berselingkuh didepan mataku? Kau harus sadar, Hyo Jin.

Saat aku memberontak, aku menyesalinya. Karna semakin aku memberontak, ciuman itu semakin dalam. Ah, aku menyerah. Ricky tetap menciumku dengan lembut tak ada kesan nafsu dalam ciumannya.

Cleck

Ricky melepaskan ciumannya dan menatapku lekat. Aku hanya bisa menundukan kepalaku. Ia menagngkat daguku lalu mendekatkan mulutnya ke telingaku.

“Ayo siap-siap. Sebentar lagi kita tampil.”

What the?! Kupikir dia akan mengatakan hal romantis! Ternyata … yah, aku sweatdrop seketika.

Akhirnya aku tampil bersama Ricky. Yah, aku tak dapat melihat wajah Ricky lagi. Setiap menatap matanya aku merasa tatapannya seakan menyelami pikiranku. Selama aku menyanyi aku hanya fokus pada lagu.

“Kau mengagumkan tadi” katanya.

“Gomawo.”

“Kau masih marah?”

“Ani”

“Baiklah kalau kau masih marah. ini untukmu”

Ricky memberikan setangkai mawar merah padaku. Ini romantis.

“Goma- eh?”

Saat hendak mengucapkan terimakasih . Ricky sudah menghilang.

Saat cari, aku menemukannya bersama Eun Hye eonni lagi. Lagi? Dan apa itu? Sebucket mawar kuning? Astaga, aku satu tangkai dan dia sebuket? Luar biasa.

Aku benci Eun Hye eonni.

.

.

.

“Hwa Yeon!” teriak Yoon Hee. Well, aku memutuskan untuk pulang bersama Hwa Yeon dan Eun Hye eonni. Walaupun suasana sedikit-sangat- canggung saat bersama Eun Hye eonni.

“Kajja eonni.” Hwa Yeon meninggalkan kami berdua. Kulihat Hwa Yeon sibuk dengan Yoon Hee. Dan aku hanya bisa diam tanpa menganggap ada nya Eun Hye eonni.

Sudah kubilangkan? Aku benci Eun Hye eonni.

­-TBC-

Wah, ini sangat aneh T_T

Maaf yah kalau geje..

Author 2 memang belum berbakat~

Jadi minta commentnya yah^^

Gomawo yang mau baca~

~Cho Hyo Jin

Romantic Waltz~#100DayOurBLog-Hyo Jin side (part 4)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Min Sunghyun (OC)

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Sorry bisa post sekarang, kemarin koneksi internetnya hilang hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Kau tidak apa-apa?” kurasa aku mengenal suara itu. Dimana yah? Kulirik sedikit dari sela-sela jariku.

“Omo! Hyo Jin? Kenapa kau ada disini?”

Dan ternyata dia adalah…

.

Chapter 4 : Revenge

.

.

“ Sunghyun? Kenapa kau ada disini?” kataku pelan. Ia mengangguk pelan lalu duduk didekatku.

“Itu tidak terlalu penting. Jadi, apa yang terjadi? Ceritalah. Kau tau kan kita sudah bersahabat sejak dulu. Kau bisa bercerita padaku.” ia mengalihkan pandangannya padaku.

Ah, aku ingin kalian berkenalan dengannya. Ia adalah Min Sunghyun. Dia adalah sahabatku sejak kecil. Sebelum bertemu anggota gank Scipy aku sudah bersahabat dengannya. Dulu kami terpisah karna Sunghyun harus pindah ke luar kota. Dan kami bertemu di Jeju!!

“Well, sekarang ada seorang namja yang sedang menarik perhatianku akhir-akhir ini. Ia adalah pianis muda yang tampan. Walaupun baru beberapa hari bersamanya, tapi kami memiliki moment yang tak terlupakan. Tapi ternyata bukan hanya aku saja yang merasakannya..” aku menekuk lututku lagi dan menenggelamkan wajahku.

“Maksudmu? Ada orang ketiga?Bagaimana kalau kau labrak saja dia? Kau kan Cho Hyo  Jin! Haha..”  Sunghyun mengelus punggungku lembut. Ia masih sama seperti dulu.

“Yeah, awalnya aku juga mengatakan hal yang sama. Tapi apa yang bisa aku lakukan jika orang itu adalah sahabatku? Kau tau kan aku tidak bisa membuat sahabatku menangis?” aku menghela nafas sambil menghapus jejak air mata yang kembali terukir dipipiku.

“Jadi dia sahabatmu? Kau belum berubah ternyata. Masih saja memendam semuanya sendiri tak peduli kau akan terluka atau tidak. Karna itulah kau gampang tersakiti. Kau terlalu baik pada semuanya sehingga mereka tidak tau kalau kau menderita.” Sunghyun mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata yang turun dari mataku.

“Kau itu tidak pernah memahami perasaanmu sendiri. Selalu menunjukan wajah bahagia walaupun itu sangat menyakitkan bagimu. Menganggap dirinya tidak akan pernah bersedih.”

Pluk

“Aw!! Appo!! Kau jahat sekali padaku!!” Aku memukul lengannya keras karna ia memukul kepalaku keras sekali. Ia tertawa.

“Tapi itulah daya tarikmu. Semua orang tidak tau kau selalu bekerja keras demi mereka. kau lelah demi menyenangkan mereka. Kau tidak pernah menunjukan wajah lelahmu karna akan membuat mereka khawatir. Kau itu yeoja hebat.” Sunghyun mengusap kepalaku pelan.

Aku memeluk Sunghyun erat. Hanya ia yang sangat memahamiku. Hanya ia yang tau lebih banyak dari sahabat-sahabatku yang lain. Hanya dia yang bisa menenangkan aku. Hanya dia..

“Ya! Hyo Jin! Siapa namja yang membuat sahabatku menangis separah ini, eoh? Biar kupukul perutnya sampai ususnya keluar.” Ia membalas pelukanku. Aku tersenyum.

“Gomawo, Sunghyun-ah.”

“Itulah gunanya sahabat.” Jawabnya mantap.

Kami masih berpelukan erat. Untung saja daerah sini sangat sepi. Mungkin karna belum ada yang kesini.Aku melepaskan pelukanku. Kami saling menatap dan tersenyum. Rasa pedih kini sudah musnah.

Oh ya, kenapa Sunghyun bisa berada disini?

“Kenapa kau bisa disini?” tanyaku sambil merebahkan tubuhku dipasir. Ia mengikutiku.

“Aku? Aku sedang melakukan penelitian. Aku kaget melihat seorang yeoja sedang berlari sambil menagis di daerah sini. Karna daerah ini memang belum pernah dikunjungi orang lain. jadi tempat yang cocok untuk penelitian. Kau?” ia memejamkan matanya.

“Aku akan mengisi sebuah acara pelanuchingan hotel di dekat sini. Nah, namja yang kumaksud tadi adalah namja yang akan mengiringiku saat nanti. Bagaimana kalau kau datang kesana? Aku bisa memasukan namamu kedalam list tamu khusus. Datang ya?” Aku menggunakan puppy eyesku supaya ia ikut. Ia terkekeh.

“Entahlah. Aku tidak tau bisa datang atau tidak. Akan kuusahakan. “ Ia kembali mengusap kepalaku.

Sepertinya tidak rugi jika aku menghabiskan hari ini dengannya. Yah, hitung-hitung menghilangkan stressku. Kenapa tidak?

“Apa kau kosong hari ini?” tanyaku.

“Tentu. Itulah alasan aku bisa bersamamu sekarang. Wae?”

“Mau kah kau menemaniku? Hitung-hitung nostalgia masa kecil? Hehe..”

“Tentu saja. Dengan senang hati.”

Memangnya hanya Ricky yang bisa bersama orang lain? Aku pun bisa. Maafkan aku Sunghyun-ah.

*Hyo Jin Pov end*

*Ricky POV*

Aigo, yeoja itu kemana sih? Ice cream ini mengganggu saja! Kubuang ice cream itu dan kembali mencari Hyo Jin.

Untuk apa tadi aku berhenti mengejarnya coba? Dasar pabbo.

Mungkin aku harus bertanya pada Eun Eun pabbo. Ini semua salahnya! Kenapa ia memelukku coba? Aish..

“Yeoboseyo?” ucapku.

“Yeoboseyo.”

“Hiiyaaa!! EunEun! Eotteohke?!”

“Mwo?”

“Dia marah…”

“Nugu? Artis itu?”

“Ne..”

“Haish! Kau apakan dia?! Akh, dasar pabbo! Sunbae pabbo!”

“Bagus ya! Terus saja mengataiku bodoh! kau lebih bodoh tahu!”

“Yak! Sunbae ini menyebalkan! Sudahlah urus saja masalahmu sendiri!”

-Tut!-

Aish, bisa-bisanya ia menutup telpon dariku! Kutelpon saja lagi.

Drrtt..Drrtt..

“Sekarang apa?!” tanyanya ketus.

“Jebal! Bantulah sunbaemu yang handsome ini!”

“Mwo?! Sudah jangan ganggu aku lagi!!”

“Yak! EunEun pabbo!”

Dasar tidak membantu! Baiklah aku akan mencarinya lagi.

*Ricky POV End*

*Hyo Jin POV*

Seperti yang sudah disepakati, kami pergi ke tempat-tempat yang menarik di daerah ini.

“Hyunie, kau tau kan kalau aku ingin wisata kuliner disini? Kau tau tempat makan yang enak?” tanyaku dengan mata berbinar-binar.

“Aigo, kau masih Hyo Jin yang rakus! Tapi kenapa badanmu bisa seperti ini? Kau kan makannya banyak.” Ia mengatakan itu dengan wajah datarnya.

“Ya! Sekarangkan aku sudah menjadi public figure! Sudah pasti aku harus menjaga penampilanku! Apalagi aku sedang dalam puncak ketenaranku! Hha..”

“Baiklah, Nona Cho. Sekarang berhentiah berkicau karna kita akan pergi sekarang.” Katanya. Ia menunjukan sebuah mobil sport yang –sangat-keren. Dan warnanya biru!! Warna kesukaanku!

“Apa ini punyamu? Kau sudah sukses! Daebak! Aku bangga menjadi sahabatmu!!” aku memberikan kedua jempolku. Ia terkekeh.

“Tentu saja. Apa kau tidak pernah mendengar Prof. Min yang baru saja meneliti tentang keajaiban laut?”

“Jinjja?! Itu kau? Kenapa kau baru bilang,eoh? Mianhae, Prof. Min. Haha..” aku tertawa. Yah, beginilah kami dulu. Saling menyemangati, selalu tertawa.

“Apa kau punya yeojachinggu?”

“Sudah. Bahkan ia sudah berganti status menjadi istriku.”

MWO!!!!!

“Kau sudah menikah? Kenapa tidak mengundangku?!! Lalu dimana istrimu? Aku ingin melihatnya!” kataku antusias.

“Benarkah? Baiklah. Kita ke rumahku. Semoga saja SungHee sudah pulang sekolah.”

“SungHee?”

“Ia anakku.”

WHAT THE?

“Teganya kau!! Tidak mengundangku! Dan sekarang kau sudah punya anak?! Daebak!” aku memukul kepalanya.

“Aish, sudahlah. Mari masuk. Aku sudah kangen dengan My Baby.” Katanya sambil menggunakan aegyo yang jijik dimataku.

-skip time-

“Kita sudah sampai!”

Rumahnya sederhana namun elegant. Dia memang sudah sukses.

“Yeobo? Dia Hyo Jin?” terdengar suara yeoja yang menyambut kami di ruang tamu. Aku tersenyum ramah.

“Omo!!! Cho Hyo Jin sedang berada di rumahku!!! Aku harus apa? Hyo Jin, aku fans beratmu!!!” ternyata istrinya merupakan Jinieus juga. Aku terharu.

“Chagi-a, sebenarnya Hyo Jin itu adalah sahabatku sejak lama.” Jelas Sunghyun.

“Kenapa kau tidak bilang kalau sahabatmu itu Hyo Jin? Jadi suamiku adalah sahabat Hyo Jin? Ah, beruntung sekali aku menikah denganmu!!” ia menciumi pipi Sunghyun yang tertawa melihat istrinya seperti itu.

“Jadi begini, bolehkan kalau Hyo Jin menghabiskan hari ini di rumah? Tapi ia ingin mencoba makanan khas sini. Kau bisa kan?” Sunghyun berkata dengan santai pada istrinya.

“Tentu saja! Demi Hyo Jin!!” Dia memang hardfans-ku. Aku terharu mendengarnya..

Yah, hari ini mungkin akan menyenangkan!

-skip time-

Waktu menjelang sore. Sebaiknya aku pulangke hotel. Untung Sunghyuhn mau mengantarku. Yah, Kurasa Ricky sudah mencariku dari tadi.

“Kajja.” Ajak Sunghyun.

“Ne. “

Setelah sampai di  hotel kulihat Ricky sedang duduk tak tenang di lobby. Aku menghampirinya.

“Hey, apa yang kau lakukan?”

Ia menegokan kepalanya dan langsung memelukku erat.

“Mianhae.. mianhae.. walau aku tak tau apa yang membuatmu marah. Kumohon maafkan aku.” Aku memeluknya erat juga. Ternyata itu menyakiti hatinya. Kami hanya diam menikmati pelukan kami. Tiba-tiba..

“Jinie, kau melupakan ini.” Seru seseorang. Ricky melepaskan pelukannya dan menatap namja itu lekat.

“Ah, Hyunie. Gomawo. By the way, terimakasih untuk hari ini. Lain kali kita jalan bersama lagi yah..” ucapku sambil tersenyum. Aku memeluk Sunghyun lagi ia membalasnya tak kalah hangat. Tapi pelukan kami tiba-tiba terpisah oleh Ricky.

“Jangan lama-lama. “ Ricky menarik tanganku keras sehingga tangaku terasa sakit. Kulihat Sunghyun hanya terkekeh dan membalikan badannya untuk pulang ke rumah. Tega sekali dia.

“Kenapa kau menarik tanganku?”

“Kenapa kau pergi bersama namja itu?”

“Kau cemburu?”

“Tidak. Aku hanya mengkhawatirkanmu.”

“Bohong”

“Tidak”

“Bohong”

“Baiklah. Aku cemburu!”

Apa tadi yang dia katakan? Ia cemburu? Artinya ia suka padaku? Kenapa hati ini bahagia sekali? Entahlah..

“Berarti kita impas.” Kataku sambil tersenyum lebar. Kulihat Ricky hanya mengerutkan dahinya dan menatapku bingung. Kubiarkan saja ia penasaran. Hha..

Lebih baik aku kembali ke hotel untuk istirahat. Besok adalah hari penting. Aku tak boleh menggagalkannya. Fighting!

-TBC-

Gimana? Masih gak rame yah?

Maaf yah kalau gak rame^^

Tapi Author masih nunggu comment dari kalian buat introspeksi diri…

Gomawo yang udah mau baca..

Sampai ketemu di chapter selanjutnya~~

~Cho Hyo Jin

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-Hyo Jin side^^(Part 3)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Kim Hwa Yeon

Author : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author yang part 1dan 2 yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Baiklah. Kita sudah sampai di studioku.” Ia membukakan pintu mobil untukku. Sungguh manis.

“Hai Ricky! Darimana saja kau? Aku mencar-Eh? Kau Cho Hyo Jin kan?” tanya seorang namja yang keluar dari gedung itu.

.

Chapter 3 : Jealous?

.

.

“Eh? Iya. Aku Cho Hyo Jin. Salam kenal.” Aku tersenyum padanya dan ia mengeluarkan sikap anehnya.

“Omona! Aku bertemu Cho Hyo Jin!! Kau tau, aku fansmu. Aku seorang Jinieus-nama fandom Hyo Jin-*ngarep*. Suaru kehormatan bisa bertemu denganmu. Kenalkan, aku Choi Jonghyun. Tapi kau bisa memanggilku Changjo.”

“Ya! Sampai kapan kau memegang tanganya terus?” Ricky mengeluarkan aura dinginnya lagi. Ia cemburu? Aku merasa senang mendengarnya.

“Kapan lagi aku bisa memegang tangan orang cantik seperti Hyo Jin?”

“Kau bilang dia cantik? Dia sangat jelek!”

Heol. Beberapa menit yang lalu ia berperilaku manis dan bahkan mengambil ciuman pertamaku. Dan sekarang? Ia menjelek-jelekan diriku? Daebak.

“Ya! Memangnya kau tampan? tidak! Bahkan ikan koiku lebih tampan darimu!” aku berteriak padanya.

“Apa kalian selalu seperti ini?” tanya Changjo.

“Iya! Yeoja ini yang selalu membuatku marah. Aku jadi bingung kenapa kau bisa menyukainya.” Ricky memulai adu perang lagi.

“Itu karna kau sangat menyebalkan. Sudahlah kalau kau mengajakku hanya untuk beradu mulut lebih baik aku pulang!” Aku berjalan tanapa menghiraukan mereka. walaupun aku tak tau ini dimana tapi aku yakin pasti ada namja baik yang akan mengantarku pulang.

GREP

Aku membalikan wajahku dan yang memegang tanganku adalah Ricky. Ia menarik tanganku sehingga aku masuk dalam pelukannya.

“Mianhae. Aku membuatmu kesal lagi.” Ia mengusap kepalaku. Hei, kemana sifat menyebalkannya yang tadi? Kurasa ia mempunyai kepribadian ganda. Alter ego nya adalah Ricky yang romantis dan manis.

“Kau sangat menyebalkan. Aku sedang ingin beradu mulut. Sejak pagi kau membuat mood ku jatuh.” Aku membalas pelukannnya. Yah, aku sudah membuang akal sehatku sejak tadi.

“Sudahlah. Ayo kita masuk. Kita harus mengurusi lagu kita.” Ia masih merangkulku dan membawaku masuk ke dalam gedung itu.

Teryata ini bukan gedung maupun studio! Ini rumah pribadinya!!!

“Ya, anggap saja rumahmu sendiri.hehe..” ia tersenyum manis(lagi)

“Wah, rumahmu bagus sekali ditambah pemandangan laut yang indah. Aku ingin tinggal disini!” aku mengatakannya sambil menatap keluar jendela.

“Kau ingin tinggal disini?”

DEG

Kenapa suaranya kembali seperti itu? Suara lembut itu dapat membuat jantungku berdetak tidak normal.

“E-eh? M-maksudku aku mungkin akan membuat rumah di daerah laut. Begitu.” Aku memalingkan pandanganku. Entah kenapa ia bertanya seperti sedang menawariku untuk tinggal disini dengannya.

‘Aish, jangan percaya diri,Hyo Jin! Dia hanya menggodamu.’  Pikirku.

“Kau bisa main alat musik apa?” tanyanya.

“Aku? Aku tak bisa main alat musik apapun.” Jawabku santai.

“Mwoya? Kau ini seorang composser kan? Harusnya kau bisa bermain alat musik?”

“Hei, kau memulainya lagi. “ aku melipat tanganku didada.

“Ah, maafkan aku. Tapi ini aneh. Jadi kau ingin konsep yang seperti apa? “

“Aku ingin sedikit megah. Mungkin lagu yang cocok seperti love song?”

“Bisa juga. Jadi mungkin kita bisa memulainya sekarang.”

“Dari D please. Hehe..”

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am home again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am whole again

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am fun again

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am clean again

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you
I will always love you
‘Cause I love you

(Adele- Love Song)

“Tak kusangka suaramu itu sangat bagus.”

“Kau sedang memuji atau mengejekku? Aku tidak dapat membedakannya. Haha..” kami tertawa bersama.

“Apa kau sengaja menyanyikan lagu ini untukku?” tanyanya sambil memainkan alisnya.

“Atas dasar apa kau berfikiran seperti itu, Yang Mulia Changhyun?”

“Entahlah. Aku hanya merasa kau seperti sedang mengungkapkan perasaanmu padaku. Selama kau bernyanyi, kau selalu menatapku. Sudahlah, mengaku saja.”

JLEB

Aku sudah terpojok. Tidak mungkinkan aku tiba-tiba berkata’ kau peka sekali!! Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu. Bagaimana kalau kita jadian?’

BIG NO!!!! Aku harus menutupi ini.

“A-ani! Aku hanya takut kau salah menekan tuts piano. Kan kalau kau salah aku bisa terganggu konsentrasinya.”

Demi Teentop boyband kesukaan Author, alasan ini sangat tidak logis! Kenapa kau bisa berfikir seperti itu Hyo Jin pabbo?

Mungkin panggilan dari maknae itu ada benarnya juga. Hyo Jin eonni pabbo.

Ia tertawa mendengar alasanku. Wajar saja sih.

Tak terasa hari sudah sore.

Drrtt..drrttt

“Chakaman.” Ia mengangkat telepon. Wajahnya terlihat sangat bahagia. apa itu dari ibunya? Ah, tak mungkin. Apa jangan-jangan dari yeojachinggunya?

“Yeoboseo?”

“…”

“Tak apa, EunEun pabbo. Kau sedang apa?”

“…”

“Kau pergi meninggalkanku tanpa berpamitan? Tega kau pada namja tampanmu ini?Oppa? Oppa sedang bersama yeoja yang kemarin aku ceritakan. ”

Mwo-ya!! Bisa-bisanya ia terang-terangan bermesraan dengan yeoja lain di depanku? Eh? Tapi aku ini siapa? Yeojachingu? Bukan. Aish, kenapa aku sakit hati mendengarnya?

“…”

“Acaranya? Entahlah. Belum ada kabar dari pemilik hotel tersebut.  Tak apa, tak usah dipaksakan. Sudah dulu yah. ChangChang sunbae harus bekerja. Anyeong.”

Ige mwoya?! ChangChang Sunbae? Omona! Itu panggilan sayang untuknya? Untak apa dia menciumku jika ia memiliki yeojachingu?

“Hyo Jin-ah, wae geurae?”

“Ani. Nan Gwaenchana.”

“Jinjja?”

“Ne!”

Aku memunggungi Ricky. Yah, bisa dibilang aku kesal. Bagaimana tidak kesal jika namja yang telah menciummu itu sudah punya kekasih? Jadi aku merupakan cadangannya saja? Heol. Sayangnya ini bukan permainan sepakbola yang butuh pemain cadangan.

Moodku sudah sangat rusak. Suasanapun semakin canggung. Aku tak berani membalikan punggungku. Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Itu dari PD Kim

From: PD Kim-cerewet

Ya! Kau dimana,eoh? Sekarang juga kau pergi ke Jeju bersama partnermu! Kalau tidak akan kuambil semua gajimu!

P.S. Tiket sudah diusrus tinggal kau berangkat saja. Ohya, kau dan partnermu tidak perlu membawa apapun. Baju sudah disiapkan.  Cepat berangkat! Pesawatmu berangkat jam 5 sore.

“Ricky, sepertinya kita harus berangkat sekarang. Ani, maksudku kita harus berangkat sekarang juga. Kita harus ke Jeju. Tidak perlu bawa apapun. Semuanya sudah disiapkan. Kajja.” Aku menariknya tanpa mendengarkan keluhan darinya.

“Ya! Sebentar! Aku ingin membawa tasku dulu. Dasar yeoja gila!” Ia meneriakkiku lagi.

“Kau mulai lagi ,Tuan Yoo Changhyun,”

“Nde. Arraseo. Mianhae.”

Astaga, kenapa ada orang yang seperti dia? Setelah menghinaku pasti dia akan meminta maaf dan kerennya ia terlihat sangat menyesal. Kepribadian yang sedikit unik.

-Skip Time-

Akhirnya kami sampai di Jeju!!! Yeay!! Ini akan menjadi liburan terbaik! Aku kesini tanpa mengeluarkan uang, menikmati pulau Jeju, dan aku dibayar!! Haha…

Kupalingkan wajahku pada Ricky. Dia masih menatapku aneh. Aku biarkan saja. Toh, dia pasti akan mengejekku sebentar lagi.

“Kau ini seperti belum pernah liburan sama sekali.”

Nah, sudah kuduga..

“Bisakah kau tidak membuat moodku jatuh di pagi yang cerah ini?” aku melipat kedua tanganku didepan dada. Dan tak lama ia tertawa keras.

“Hahahaha… Ternyata memang menjahilimu itu sangat menyenangkan! Haha..” ia masih tertawa. Aku membalikan badanku dan berjalan terus kedepan.

“Huh! Dasar namja menyebalkan!”

Grep

“Bercanda. Kau tau? Wajahmu saat sedang kesal itu sangat cantik. Apalagi jika kau menggembungkan pipimu. Itu sangat manis.” Ricky memelukku dari belakan atau istilah kerennya ‘BackHug’.

“Baiklah. Kali ini aku akan memaafkanmu. Awas saja kalau kau sampai membuat moodku jatuh di pagi hari ini!” ancamku.

“Ah, kita sudah sampai  di Jeju yah? Sebentar.” Ia mengambil handphonenya dan mulai mencari sesuatu. Tak lama ia menempelkan handphone itu ke telinganya. Ia sedikit menghindar dariku. Astaga, apa dia kan melaporkan pada yeoja-yang entah siapa- itu?

*Hyo Jin POV End*

*Ricky POV*

Well, sudah lama aku tidak bertemu dengan hoobaeku yang satu itu. Ia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri.

Dan tentang nama panggilan, itu kami buat saat pesta natal di tempat kami bersekolah. Manis kan? Banyak yang bilang kami cocok, tapi aku hanya mengganggapnya adik tak lebih. Begitupun dia.

“Yeoboseyo?” Jawabnya.

“EunEun pabbo! Kau pasti baru bangun ya?”

“Eoh? Nuguseyo?”Sepertinya pertanyaanku yang tadi sudah terjawab.

“Haish! Rupanya nyawamu pun belum sepenuhnya kembali pada tubuhmu ya? Ini aku. Ricky!”

“Oh.. ChangChang sunbae! Wae geurae?”

“Aku sudah sampai!”

“Eodi?”

“Di Jeju!”

“Mwo?! Kau di Jeju?!”

“Ne. Tempatku berkolaborasi dengan pujaan hatiku kan disini.” Aku sedikit menoleh pada Hyo Jin yang masih menatapku garang. Dia cemburu? Omo! Manis sekali!

“Jinjja?! Wah, semoga kita bisa bertemu ya? Aku ingin melihatmu bagaimana.”

“Hm. Ketika acaranya selesai, aku akan menghubungimu.”

“Arra. Annyeong.”

“Annyeong.”

Kututup telponnya dan kembali ke Hyo Jin. Apa benar tadi dia cemburu? Kalau dia cemburu berarti dia….

Suka padaku?

Semoga saja iya..

*Ricky POV end*

*Hyo Jin POV*

“Sudah selesai pacarannya?” tanyaku ketus. Entah kenapa aku sakit hati melihatnya berbicara mesra dengan orang lain selain aku.

“Kau cemburu?”

DEG

“A-ani! Untuk apa? Sudahlah, ayo kita pergi.” Aku langsung berjalan tanpa memedulikannya.

“Ayo!!!!” ia memberi hormat padaku lalu menarik tanganku sambil berlari kencang. Karna kau belum siap sehingga aku terkaget dan hampir jatuh.

“YA!!! RICKY-AH!!!!!” Aku mulai mengejarnya lagi. Ia masih tertawa dan berlari sekuat tenaganya. Dan bodohnya, aku sedang menggunakan sepatu hak tinggi!!!! Dan flatshoesku sudah kuganti sebelum berangkat ke Jeju.

Aku berhenti sejenak untuk melemaskan otot kakiku. Dan keputusanku untuk berhenti itu sangat salah! Ricky sudah tidak terlihat dimana-mana.

“Aish, dasar namja sialan!”

Aku memutuskan untuk berjalan saja. Setauku di daerah ini banyak toko-toko, mungkin aku bisa berbelanja.

“Heol, ini baru yang namanya pusat perbelanjaan!” gumamku kagum. Kiri dan kanan penuh dengan toko yang menjual banyak barang. Mulai dari oleh-oleh, pakaian, café, dan masih banyak lagi.

“Uangku bisa habis jika aku seharian disini.” Aku mulai berjalan pelan. Wajahku masih menunjukan kekaguman. Ini pulau yang sangat indah!!!

“ Hey,kau bisa dibilang gila jika kau berjalan seperti itu.” Bisik seseorang ditelingaku.

“Ya! Kau mengagetkanku saja.” Aku memukul lengan Ricky. Hebat sekali dia bisa berlari secepat itu. Daebak.

“Aku mencarimu kemana-mana. Dan saat lewat sini aku melihat seorang yeoja yang sedang mengagumi jalan ini.” Ia berucap lengkap dengan wajah datarnya. Aish, dia melanggar perjanjian!!

“Kau melanggar perjanjian!” Aku mulai berjalan meninggalkannya. Kulihat ia  mulai mengejarku. Taoi kuacuhkan saja. Ini akan menjadi hukuman baginya.

“Ya! Cho Hyo Jin! Jangan marah. Aku kan hanya bercanda.” Aku membalikan badanku lalu tertawa keras.

“Hahaha… harusnya kau lihat ekspresimu tadi!! Hha..” aku membungkukkan badanku saking gelinya. Wajahnya kembali santai.

“Kau ingin balas dendam,eoh? Yeoja nakal.” Kami kembai tertawa.

“Bagaimana kalau kita pergi ke pantai saja?” ajakku. Tak seru jika kau ke Jeju tapi tidak pergi menuju pantai.

“Baiklah. Mari kuantar ke mobil, Tuan putri.” Ia membungkukan badannya layaknya seorang butler yang melayani nona besarnya.

“Terima kasih pelayan Yoo. Haha..” Kami berjalan berdampingan, tak lupa tangan kami saling bertautan.

-skip time-

“Laut!!!” pekikku bahagia. yah, walaupun kemarin aku baru saja dari laut. Sudah kubilangkan kalau aku suka laut kan? Jadi wajar saja.

“Apa kau ingin ice cream?” tanyanya. Sudah pasti aku sangat ingin.

“Tentu saja. Apalagi rasa greentea!!! Cepat belikan!!” aku mendorongnya .

“Ne, arraseo! Tunggu disini  yah.” Ia berlari menuju kedai ice cream terdekat. Kualihkan pandanganku. Eh? Itu Hwa Yeon? Eun Hye eonni? Kyuhyun?! Jangan bilang kalau Kyuhyun adalah rekan Hwa Yeon? Jinjja! Impianku tercapai.

“Oh? Hwayeon-ah! Eunhye eooni!” mereka menoleh saat mendengar suaraku

“Eonni? Kau sendirian ke sini?” tanya Hwa Yeon spontan saat aku sudah tiba dihadapannya. Kyuhyun oppa hanya memandangku sambil menaik turukan alisnya. Oh, jadi ternyata Hwa Yeon yang menjadi rekan Kyuhyun oppa. Tuhan mendengarkan doaku ternyata.

Tapi sebentar, kalau rekan bisnis kenapa ia memeluk Hwa Yeon? Dan apa itu? Mencuim leher? Ricky saja belum pernah begitu padaku.

Eh? Tidak tidak. Aku gagal fokus.

“Aniya, aku datang bersama pianis itu loh, yang kuceritakan kemarin.”

“Aah, changyun? Changyun itu ya?”

“Changhyun.” Gumamku membenarkan. Kebiasaan. Memang maknae ini gampang sekali pikun. Poor Kyuhyun oppa.

Ia  hanya mengangguk tak peduli.

“Lalu kenapa kau sendirian?” tanyanya bingung.

“Ah, tadi dia sedang membelikanku ice cream. Dimana ya dia sekarang lama seka-li.” Aku menolehkan kepalaku ke kanan dan kiri. Kurasa Hwa Yeon juga mengikutiku.

Ah! Itu dia! Eh? Eun Hye eonni? Apa yang mereka lakukan? Mereka berpelukan? Apa jangan-jangan yang dimaksud dari ‘EunEun pabbo’ itu Eun Hye eonni?

Kenapa ini sangat sakit? Lebih sakit dari tadi. Apa karna yeoja itu adalah sahabatku sendiri sehingga ini begitu sakit? Rasanya jantung ini diremas kuat. Sakit.

“Waeyo eonni?” tanya Hwa Yeon . Aku  langsung kembali memandangnya .

“Aniya, gwaencahana. Aku pergi dulu ne? Annyeong.” Tanpa mendengar jawabannya, aku  langsung pergi dari hadapannya.

Aish, ini menyedihkan! Aku tidak mau ia melihatku menagis. Dan untuk apa kau menangis? Hyo Jin pabbo!

“Ya! Hyo Jin-ah! Kenapa kau berlari? Ini ice creammu.”

“Sudah pergi saja kau!” aku berlari makin kencang. Entah tujuan akhirku dimana. Kulihat Ricky tidak mengejarku.

“Sebegitu cintanya kau dengan Eun Hye eonni? Apa aku saja tidak cukup?!” Aku berteriak saat sampai di laut.

Aku terduduk dan menangis kencang. Ini begitu memilukan. Sakit. Sungguh sakit! Aku menyembunyikan wajahku dengan kedua tanganku.

“Kau tidak apa-apa?” kurasa aku mengenal suara itu. Dimana yah? Kulirik sedikit dari sela-sela jariku.

“Omo! Hyo Jin? Kenapa kau ada disini?”

Dan ternyata dia adalah…

-TBC-

Ah, Author tau ini tidak rame sama sekali..

Tapi tolong commentnya yh^^

Tunggu lanjutan cerita ini yh~~

Gomawo yang udah baca^^

~Cho Hyo Jin

Romantic Waltz~ #100DayOurBlog- Hyo Jin side ^^(Part 2)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Choi Jonghyun (Changjo Teentop)

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author yang part 1 yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Tak kusangka yeoja sepertimu dapat bersiap-siap dalam jangka waktu yang cukup cepat.”

Sepertinya aku mengenali suara itu. Kuputar badanku ke arah sumber suara. Dan dia adalah..

.

Chapter 2: Fall in Love?~

.

.

Ricky!!! Dia tersenyum sambil melangkah menghampiriku. Dan astaga, kenapa ia terlihat sangat tampan dengan balutan kemeja birunya itu?

“Terpukau akan pesonaku?” Ricky menaikan satu alisnya sambil mendekatkan wajahnya padaku.

“T-tidak! Tentu saja tidak! Untuk apa aku terpukau dengan paras seorang Ricky? “ aku mengalihkan wajahku. Wajahku memerah hanya karna berdekatan dengannya? Alasan yang konyol.

“Baiklah kalau kau tidak mau jujur. Hmm… ternyata kau berdandan juga hari ini. Dan dress itu sangat cocok untukmu. Apa itu khusus untuk hari ini? “godanya dengan suara lembutnya.

Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Kenapa suaranya begitu lembut dan merdu ditelingaku? Tidak! Aku tidakboleh menyukainya. Yah, aku akui aku tertarik. Tapi tidak! Aku tidak boleh menyukainya.

“Kurasa bajumu cocok untuk kegiatan hari ini.”

“Maksudmu?”

“Aku berbohong tentang cafe tapi aku tidak berbohong tentang pertemuan kita. Aku hanya berfikir bagaimana kalau kita memikirkan kosep kita sambil berjalan-jalan di taman yang berada di dekat sini? Otte?” Ia tersenyum simpul padaku. Senyuman yang indah~ Tidak! Ia hanya sedang mempermainkanmu. Sadarlah Hyo Jin!

“Baiklah, lagipula aku  bosan” aku mengiyakan tawaran tersebut. Yah, taman bukan tempat yang buruk. Mungkin ini bisa meringankan pusing di kepalaku.

“Kajja. Motorku sudah siap.” astaga, hari ini juga aku akan menetapkan kalau hari ini menjadi hari kesabaran sedunia.

“Ya! Pabbo! Aku menggunakan dress dan kau menyuruhku naik motor? tidak, terima kasih. Kita undur saja.” Ujarku sambil memutar balik badanku. Tapi tangannya menahan tanganku.

“Aku bercanda. Tentu saja kita naik mobil. Aku tidak ingin paha mulusmu terlihat oleh orang lain.” Ricky memberikan smirk yang sejenis dengan punya Kyuhyun.

Bisakah aku hidup sehari tanpa manusia pervert di sekitarku? Yeah, kupikir sudah menjadi takdirku hidup diantara manusia pervert.

-Skip time-

“Kita mau kemana? Ini di dimana? Katamu kita akan ke taman dekat apartementku? Ah!Jangan-jangan kau mau menculikku yah? Aku tau aku sedang naik daun sehingga jika menculikku kau akan dapat uang kan? Astaga, kau itu sangat keterla-“

“Hei, jangan terlalu percaya diri! Bahkan sebelum bertemu denganmu aku tidak mengenalmu! Jadi untuk apa aku menculikmu. Tidak ada gunanya. Sudahlah, lebih baik kau diam saja. Sebentar lagi kita sampai.” Ricky menjawab dengan nada datarnya. Aku sedikit tersentak. Wajahnya menunjukan bahwa ia sedang benar-benar marah. Akhirnya aku hanya bisa mengalah dan duduk diam.

*Hyo JinPOV End*

*Ricky POV *

“Kita mau kemana? Ini di dimana? Katamu kita akan ke taman dekat apartementku? Ah!Jangan-jangan kau mau menculikku yah? Aku tau aku sedang naik daun sehingga jika menculikku kau akan dapat uang kan? Astaga, kau itu sangat keterla-“

Astaga, yeoja ini sangat menarik. Beberapa menit yang lalu ia tampak anggun dan cantik dimataku. Dan sekarang, lihatlah. Ia mulai menyebalkan.

“Hei, jangan terlalu percaya diri! Bahkan sebelum bertemu denganmu aku tidak mengenalmu! Jadi untuk apa aku menculikmu. Tidak ada gunanya. Sudahlah, lebih baik kau diam saja. Sebentar lagi kita sampai.” Aku menjawabnya dengan nada yang sedikit dingin-menurutku-.

Setelah mengatakan itu ku sedikit melihat kearahnya dengan ekor mataku hanya untuk memastikan apakah dia akan kembali memarahiku dan nyatanya ia hanya duduk diam sambil mengarahkan pandangannya keluar jendela. Sungguh bukan perilaku yang biasa ia tunjukan. Aku sedikit merasa bersalah.

Well, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk memarahinya. Aku hanya tidak ingin berdebat hari ini. Aku ingin memiliki moment yang indah saja dengan dia sebagai partnerku.

Lima menit sudah berjalan dan ia sama sekali tidak membuka mulutnya. Keadaan ini sungguh aneh. Dan aku tidak bisa berada dalam keadaan seperti ini.

“Hyo Jin..” kupanggil namanya pelan. Ia tidak merespon.

“Hey,yeoja pabbo.” Ia masih tidak merespon. Dan yang tambah parah ia menutup telinganya.

Aku mulai emosi. Aku bukanlah namja yang tahan jika diacuhkan. Kuberhentikan mobilku mendadak. Kulihat ekspresi terkejut yang keluar dari wajahnya.

“Hey, kalau kupanggil harusnya kau menengok. Kau harus menatap orang yang sedang mengajakmu bicara. Kau tidak seharusnya mengacuh-“

“Mianhae.”

“Apa?”

“Mianhae kalau aku mengganggumu.”

Astaga!! Kau membuatnya menangis Yoo Changhyun!!

“Tidak. Aku tidak bermaksud memarahimu tadi. Sungguh.” Wajahnya merah menahan tangis-yah, walaupun sudah banyak air mata yang turun dari matanya-

“Tapi kau sangat menakutkan. Aku pikir kau benar-benar marah padaku dan kau akan menurunkanku ditengah jalan. Aku tidak tau daerah ini.” Ucapnya sambil menangis. Kupikir dia adalah yeoja sombong yang angkuh. Ternyata sebenarnya ia yeoja manis dan manja. Entah dorongan apa yang membuatku ingin melindunginya.

“Sudahlah. Kau ini terlalu sering menonton drama. Aku tidak mungkin tega meninggalkan seorang penyanyi terkenal yang sedang naik daun dipinggir jalan. Aku tidak sebejat itu.” Aku membawanya pada pelukanku. Aku sudah membuang rasa kesalku tadi.

“Jadi kau tidak marah?” tanyanya menyakinkan.

“Tentu saja tidak. Sekarang kita akan pergi ke suatu tempat. Ini adalah surprise untukmu.” Ucapku sambil tersenyum. Kulihat ia menunjukan wajah bahagianya. Dan ia kembali menjadi Cho Hyo Jin yang aku kenal. Ceria dan manis.

Apa? Manis? Hah, baiklah. Aku mengakuinya. Aku jatuh cinta padanya.

*Ricky POV end*

*Hyo Jin  POV*

Waw!!! Ini sangat indah!!

“Kau menyukainya?” tanyanya padaku.

“Tentu saja! Aku sangat suka laut!! Karna itulah aku menyukai warna biru!” aku melepas flatsheosku dan mulai berlari menuju pasir. Kulihat Ricky hanya tersenyum melihatku. Senyumnya sangatlah manis. Aku melambaikan tanganku pada Ricky. Ia membalasnya tetap dengan senyum manisnya itu.

“Hyo Jin!! Lihat sini!” teriaknya. Aku melihatnya sudah memegang sebuah kamera putih ditangannya. Aku berpose secantik mungkin.

KLIK

“Tak kusangka kau sangat sadar kamera. Awalnya aku hanya ingin mengambil fotot jelekmu saja lalu aku sebarkan di internet.” Ucapnya sambil tersenyum miring.

“Ya! Tuan Yoo Changhyun!!!!” Aku berlari mengejarnya yang sudah melarikan diri. Kami tertawa sambil tetap mengejar satu sama lain. Hingga akhirnya aku tertangkap olehnya..

“Kena kau! Ternyata lelah juga. Padahalkan kau kakinya pendek tapi larimu cepat” Ia memeluk pinggangku erat. Aku hanya bisa pasrah dan mengatur nafasku. Aku memutar kepalaku kebelakang untuk melihat wajahnya.

“Ya! Apa maksudmu mengatai kakiku pen-“

Mata kami bertemu untuk beberapa saat. Saling menyelami pikiran satu sama lain. entah bagaimana caranya bibirku sudah berada dibibirnya. Mata kami saling terpejam menikmati ciuman manis ini.

Ia melepaskan ciumannya dan mentap mataku dalam.

“Mianhae. Aku kelepasan.” Ia menggaruk tengkuknya dan terjadilah suasana canggung diantara kami.

“Ehem.. Sebenarnya masih ada yang ingin kuperlihatkan padamu. Kajja. Tidak jauh kok tempatnya.” Kini ia menggandeng tanganku dan menggenggamnya erat.

BLUSH

Aku yakin bahwa wajahku kini sudah sangat merah. Aku hanya bisa menundukan kepalaku. Kami terlihat seperti sepasang kekasih. Hanya terlihat…

Keadaan semakin aneh di dalam mobil. Hanya terdengar suara deburan ombak dan suara mesin mobil. Daerah ini cukup sepi. Kurasa ini pantai pribadi miliknya. Dan ternyata itu benar. Sebuah papan bertuliskan

“YOO Beach” aku menggumamkannya pelan. Ternyata orang ini sangat hebat!

Dia orang kaya *abaikan*

“Baiklah. Kita sudah sampai di studioku.” Ia membukakan pintu mobil untukku. Sungguh manis.

“Hai Ricky! Darimana saja kau? Aku mencar-Eh? Kau Cho Hyo Jin kan?” tanya seorang namja yang keluar dari gedung itu.

­-TBC-

Jangan bunuh Author dong~~

Author tau ini FF yang sangat anehT_T

Tapi makasih yang mau baca FF ini..

Gomawo~~

~Cho Hyo Jin

 

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-Hyo Jin side(Part 1)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Choi Jonghyun (Changjo Teentop)

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Mr.Lee(OC)

Author : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author yang prolog yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Aish, setampan apa sih namja itu sehingga PD Kim seperti itu? “ omelku pada diri sendiri. Aku berhenti sejenak untuk membeli ice cream. Sepertinya ice cream greentea sangat enak untuk dimakan.

Setelah aku membeli, aku kembali berjalan. Saat sedang berada di persimpangan jalan aku berjalan sambil menjilat ice creamku.

Tiba-tiba seorang namja menabrakku dari belakang sehingga ice creamku jatuh. Yah, jatuh ketanah .

“Ah, ice creamku!” teriakku. Aku pun memberi deathglare padanya.

.

Chapter 1 : Meet Him~

.

.

*Author POV*

“Ya! Apa kau punya mata,eoh? Jelas-jelas aku sedang berjalan kenapa kau menabrakku? Dasar!” Aku berteriak padanya.

“Ya! Kau yang menabrakku! Harusnya aku yang bertanya begitu! Kau punya mata tidak?!” Namja berambut hitam itu memarahi Hyo Jin dengan sangar.

“Ya!! Apa? Kau bilang apa aku punya mata? Bisakah kau melihatnya?! Kalau kau tak melihatnya berarti kau yang buta, namja galak!” Hyo Jin tak mau kalah. Sang namja hanya bisa menggeram kesal.

“Kalau saja aku tidak dalam keadaan sibuk, akan kuhabisi yeoja bermulut pedas! Kalau kita bertemu lagi kau akan habis!” namja itu pergi dengan wajah kesal. Sedangkan Hyo Jin hanya bisa menggerutu kecil sambil melanjutkan langkahnya menuju kantor management nya.

-Spicywings Ent-

“Anyeong, Hyo Jin-ah” sapa Lee Sajangnim. Hyo Jin membungkukan badannya hormat pada Lee Sajangnim.

“Mungkin kau sudah tau kalau kau akan tampil pada lauching hotel itu. Aku hanya ingin kau berkenalan dengan pianis yang akan mengiringimu. Tunggulah sebentar. Dia sedang keluar sebentar. Silahkan duduk.” Lee Sajangnim menyuruh Hyo Jin unutk duduk.

Sekitar 5 menit kemuadian, pintu diketuk oleh seseorang. Lee sajangnim menyuruhnya unutk masuk. Dan ternyata…

“Ya! Kau yeoja yang tadi menabrakku kan?” namja itu terkejut dengan keberadaan Hyo Jin. Dan Hyo Jin pun merasakan hal yang sama.

“Ya! Namja pabbo! Sedang apa kau disini,eoh? Disini bukan tempat yang cocok untukmu!” Hyo Jin semakin meninggikan nada bicaranya setiap kata yang keluar dari mulutnya.

“Ya! Memangnya kau cocok ? Dari wajahmu saja tidak terlihat!” Namja itu menunjuk wajah Hyo Jin. Hyo Jin tersinggung dan langsung berdiri.

“Kau tak tau kalau aku adalah penyanyi yang sedang naik daun? Aku Cho Hyo Jin!!!”ucap Hyo Jin emosi. Sedangkan namja itu terkaget.

Hening.

“Jadi kau yang akan menjadi patnerku?”

Hening. Mereka berdua menengok kepada Lee sajangnim dan langsung diangguki olehnya.

“Mwo?!!!!” teriak mereka berdua.

.

.

*Ricky POV*

Aish, mimpi apa aku semalam? Kupikir yeoja yang akan tampil bersamaku adalah yeoja yang cantik seperti UEE After School. Kenyataannya dia sama sekali tidak mirip!! Dia sangat jelek!

Ah, dia cantik sih sebenarnya. Dia manis. Dia terlihat manis dengan bajunya itu. Dia… mendekati sempurna. Dia tipeku.

Aish! Aku jadi memikirkan yeoja itu.

“Tidak, Changhyun. Kau tidak sedang terkena virus love at the first sight lagi. Dia hanya menarik… sedikit. Iya, sedikit saja.” Aku meyakinkan diriku.

“Ya! Ricky-ah. Apa yang kau lakukan? Kau terlihat seperti orang gila.” Tanya Changjo-managerku-

“Kau harus tau tentang kejadian ini. Aku rela membatalkan rencana tour besarku demi bertemu dengan yeoja menyebalkan seperti dia! Memang setenar apa sih seorang Cho Hyo Jin? “aku  menatap Changjo. Changjo membuka mata dan mulutnya lebar.

“Kau sungguh tidak mengenal Hyo Jin? Kadang aku sedikit sedih terhadapmu. Inilah akibat dari kegiatan wajibmu itu. Kau terlalu fokus pada piano dan tourmu itu sampai kau tidak tau siapa Hyo Jin. “ Changjo menasihatiku dengan wajahnya yang sok bijak.

“Sudahlah jangan menceramahiku lagi. Sekarang cukup jelaskan siapa itu Cho Hyo Jin.” Aku  mulai menyamankan posisi dudukku untuk mendengarkan cerita yang aku yakini panjang-wel, itu karna Changjo selalu becerita dengan menggunakan banyak kata alias panjang lebar-

“Baiklah. Cho Hyo Jin. Ia seorang penyanyi solo sekaligus composser lagu yang sedang naik daun. Ia debut dengan lagunya yang berjudul ‘That’s Me’ (ngarang)akhir maret ini. Ia berada dalam naungan Spicywings Ent. Ia lahir pada tanggal 4 maret 1999 dan merupakan anak bungsu. Ia yeoja yang sekarang menjadi incaran semua namja. Dan apa kau tak tau kalau dia itu masih single? Menarik bukan?”Changjo mengakhiri ceritannya yang panjang-sesuai dugaanku-

“Jadi dia lebih muda 4 tahun dariku? Sungguh tidak sopan. Tapi aku heran kenapa ia tidak mengenaliku? Aku ini terkenal. “  aku mulai bertanya-tanya. Kenapa ia tak mengenaliku? Aku cukup terkenal. Buktinya aku sedang mengadakan tour yang penontonnya tak pernah sedikit.

“Well, aku tak tau. Mungkin dia sama ‘sibuk’nya denganmu. Sudahlah, aku akan pergi. Sana kembali pada kegiatanmu yang biasa.” Changjo meninggalkanku yang menganga melihat tingkah Changjo. Wajar dia masih labil.

*Ricky POV end*

*Hyo Jin POV*

Astaga, maknae itu benar-benar membuatku kelelahan dan aku bersumpah ini sangat melelahkan. Dan namja bernama Ricky itu telah membuat stok marahku hari ini habis. Aku ingin sekali tidur.

Dan untungnya sekarang aku sedang berada di depan apartementku. Kutekan password apartementku dengan sisa tenaga yang kumiliki.

Gelap.

Sepi.

Itulah yang dapat kukatakan untuk mendeskripsikan keadaan apartementku. Tapi yah aku sudah terlalu lelah untuk mempermasalahkan itu. Aku ingin sekali tidut nyenyak.

Kulangkahkan kakiku menuju kamarku yang terletak tak jauh dari ruang tamu. Kubuka pintu itu pelan dan langsung merebahkan badanku dikasur empukku.

“Aish, kenapa bisa sedingin ini sih?” kutarik selimutku dan mulai menggulungkan badanku didalam selimut. Saat aku ingin memutar badanku, kurasakan deru nafas di tengkukku. Oh tidak! Aku masih belum sanggup bertemu dengan hantu! Sungguh ini sangat menyeramkan!!

Aku mulai memberanikan diriku untuk menengok dan ternyata itu adalah…..

“Boo!!!” sosok itu berteriak.

“Aaaaa!!!!!!!” teriakku tak kalah kerasnya.

“Hahaha… Kau lucu sekali. Harusnya kau lihat ekspresimu tadi! Haha..”

“Ya! Kyuhyun oppa!! Jangan suka mengagetkanku! Kau tau kan kalau aku sangat ketakutan? Nappeun namja!” Aku memukulnya dengan sangat keras.

Yah, dia adalah sepupuku. Cho Kyuhyun. Namja pervert yang kaya luar biasa ini adalah sepupu yang paling dekat denganku. Aku bahkan sudah menganggapnya sebagai oppaku sendiri. Yah, seperti yang kalian lihat. Kami tinggal berdua. Tapi itu kadang-kadang karna kami sibuk dengan kesibukan masing-masing.

“Sudah kubilang jangan masuk kamarku tanpa izin. Utung saja tadi aku langsung tidur. Coba kalau tadi aku ganti baju dulu.” Aku masih memukul lengannya.

“Aw! Ne ne.. Aku lelah sekali hari ini. Aku bertemu yeoja yang sedikit aneh. Dan anehnya ia menjadai partnerku. Sungguh hari yang melelahkan. Lagipula kau tidak perlu malu. Kita kan sering mandi bersama waktu dulu.” Kyuhyun memunculkan seringainya.

“Kau tidak berubah! Kau pervert!!!” aku meninggalkan Kyuhyun pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju dan mencuci wajahku.

“Apa kau mendapat hari yang indah, wahai dongsaeng yang kusayangi?” teriak Kyuhyun dari luar.

“Aku mendapatkan hari yang taka kalah melelahkan denganmu! Aku bertemu dengan namja yang sanagt menyebalkan. Ia yang akan menjadi namja yang mengiringiku pada pesta persahabatan kantor chinguku..”  Kataku sambil berteriak juga. Yah itulah satu-satunya cara supaya aku dan dia dapat saling berkomunikasi.

“Benarkah? Jadi ia seorang gitaris ?atau bassist? atau drummer?” tanya Kyuhyun padaku lagi.

KRIEK

“Dia seorang pianis –katanya-terkenal. Apa kau tau Yoo Changhyun alias Ricky?” tanyaku.

“Mwo? Kau akan tampil bersama Yoo Changhyun?! Jangan bercanda! Dia kan sedang mengadakan tour di luar negri. Lagipula siapa kau sampai bisa tampil bersama pianis terkenal seperti dia,eoh?”

Oh Tuhan!!! Mulut namja ini sama pedasnya dengan maknae itu! Rasanya aku ingin menjodohkan mereka berdua. Sepertinya akan menarik.

“Ya! Kau sedang berbicara dengan penyanyi yang sedang naik daun! Seharusnya kau bangga mempunyai sepupu yang terkenal sepertiku. Aku sedang tidak ingin berdebat. Aku lelah. Tidurlah dikamarmu.”  Aku sudah tidak punya sisa tenaga untuk meladeninya berdebat.

“Shireo! Aku tidur dikamarmu yah? Aku sudah nyaman disini. Dan aku ingin berlama-lama denganmu. Karna 3 hari ini aku akan ke Jeju dengan rekan kerjaku yang aneh itu. Boleh yah?” Aish, namja ini selalu curang. Ia pasti menggunakan puppy eyesnya.

“Kuharap rekan kerjamu adalah Hwa Yeon sehingga hidupmu semakin menderita” lirihku.

“Mwo? Kau bilang apa? Hwa Yeon?”

Astaga ternyata lirihanku terdengar olehnya. Dasar pabbo.

Lho? Kok aku panik? Ia kan tak tau Hwa Yeon.

“Tidak. Aku hanya teringat chinguku yang bernama Hwa Yeon. Kau tidak mengenal nya. Sudahlah aku ingin tidur” aku langsung tertidur nyenyak.

“Nama itu tidak asing ditelingaku.” Kuyakin Kyuhyun pasti mulai kambuh sok taunya. Biarlah, lebih baik aku tidur.

-skip time-

“Malaikat kecilku. Jangan rindukan oppamu yang tampan ini, ne? Aku akan kembali kok. Jangan bersedih.” Kyuhyun mengusap airmata yang turun dari matanya. Dan ini adalah pemandangan yang sangat menyedihkan. Ia pamit pada Jacob-ikan koi kesayanganku- dengan berlinang air mata. Well, yang membuat ini menyedihkan-bagiku- adalah ia membuat suasana menjadi akward.

Ah.. Aku tak tau harus bagaimana. Perutku terasa mual mendengarnya berkata seperti itu. Ditambah ucapan konyol yang ia lontarkan seperti,

‘Jangan bersedih. Kau harus menjaga Hyo Jin untukku.’

‘Jangan menangis. Ini akan menyakiti hatiku. Aku tak akan membuatmu terluka’

Ia benar-benar drama king! Dan yang perlu kalian tau Jacob itu namja-terlihat dari nama- dan untuk ucapan konyol yang kedua terdengar sedikit aneh. Yah, aku sudah tidak ingin memikirkan namja bodoh yang kenyataannya adalah sepupuku sendiri.

“Bagaimana kalau kau cepat pergi? Kehadiranmu membuat mood ku hancur. Cepat pergi!” Aku mendorongnya dang langsung menutup pintu apartementku.

Akhirnya aku be-

Drrr..drrr

From: Ricky ‘evil’

Kutunggu kau di cafe Teentop jam 10. Kita harus membicarakan lagu dan kosep dari lagu yang akan kita tampilkan nanti. Aku tau kau sudah sangat tak sabar ingin bertemu denganku. Jadi dandan yang cantik yh^^

P.S  Ah, kau sudah cantik tanpa dandan~

-bas

Oke, aku tarik kembali ucapanku. Hari ini akan menjadi hari yang lebih melelahkan dari kemarin. Dan sekarang adalah pukul 9 pagi. Jadi 1 jam lagi..

“Mwo!!!! ! Satu jam lagi? Dasar namja brengsek!” Aku berteriak frustasi sambil berlari menuju lemari bajuku. Untung saja aku sudah mandi jadi tinggal mengganti pakaian saja.

Aku panik! Aku harus pakai baju apa?! Aku harus dandan seperti apa? Sepatu apa yang harus aku pa-

Eh? Kenapa aku jadi ribet sendiri? Ini hanya pertemuan biasa.

Jadi dandan yang cantik yh^^

Astaga, wajahku memerah hanya karna mengingat pesan darinya. Tidak, tidak. Aku tidak mungkin menyukai namja seperti dia.

Lagipula aku bukan tipe orang yang bisa jatuh cinta pada pandangan pertama. Love at the first sight? Itu adalah lelucon yang paling tidak lucu karna terdengar aneh ditelingku. Aku tak mempercayainya. Jadi tidak mungkin aku merasakannya.

Ah, sudahlah.. akhirnya aku menggunakan dress simple berwarna peach dan flat shoes putihku. Cukup santai namun resmi. Oke, aku siap.

Aku pun keluar dari apartementku. Dan kini aku sudah di lobby apartmentku.

“Tak kusangka yeoja sepertimu dapat bersiap-siap dalam jangka waktu yang cukup cepat.”

Sepertinya aku mengenali suara itu. Kuputar badanku ke arah sumber suara. Dan dia adalah..

-TBC-

Astaga, Author memang sangat tidak berbakat membuat chapter T-T

Jangan bunuh Author sekarang yh~~

Sampai ketemu di chapter selanjutnya^^

~Cho Hyo Jin