Tag Archive | Sungmin

My Lovely Boyfriend

Title: My Lovely Boyfriend

Author: Kim Hwayeon

Genre: Romance

Rating: NC-21

Cast:

Kim Hwayeon | Cho Kyuhyun

Other:

Others suju member.

 

Warning:

Bagi yang otaknya masih polos dianjurkan untuk tidak membacanya.Typo bertebaran.

Disclaimer:

Kyuhyun milik Sparkyu, Suju, SME, ELF, orangtuanya, dan Tuhan YME. Saya hanya pinjam nama. Engga juga deng, Kyuhyun milik saya. Hehehe >.<

FF ini mutlak milik saya, semuanya berasal dari otak saya. Jadi dilarang copy paste kalo masih mau hidup. Arrachi? *nyengir setan*

Note:

Okeh, ini dia… berhubung author lagi sedih banget, jadi author menghibur kalian dengan FF ini aja oke? Jangan marah kali jelek yah… mood author lagi kacau balau nih.. hiks hiks, author sedih chinguya T_T

Jangan bosen yah… selamat menikmati.

Bagi yang ga kuat baca ff NC, langsung tekan tombol back saja wokeh. Happy reading ^^

.

.

-o0o-

.

.

Mata Hwayeon terus terpaku pada sebuah benda kotak berwarna hitam. Kerap kali yeoja itu mencebik bibirnya kesal dan menggerutu pelan. Sepertinya gadis itu sedang kesal. “Cih, namja sialan itu berani menggantungkanku seperti ini selama 1 bulan heh? Namja itu cari mati rupanya. Lihat saja, aku tidak akan memberinya jatah lagi selamanya.”

Gadis itu terus menggerutu tanpa mengindahkan tatapan aneh para pengunjung café yang tertuju padanya. “Kenapa dia mau-mau saja sih digandeng seperti itu oleh yeoja jadi-jadian itu? Aish, menyebalkan sekali. Aaah eotteokhae. Aku merindukannya hiks.” Gadis itu kemudian mulai terisak kecil. Hidungnya sudah memerah, begitu juga dengan matanya.

Beberapa namja yang berada di café itu hanya bisa menelan saliva mereka dengan kelu. Kenapa? Oh oh. Lihat saja Hwayeon yang sedari tadi terus mengeluarkan aegyonya. Dan lagi, sekarang bibirnya mengerucut imut dengan pipi menggembung, ck.

Gadis itu terus terpaku pada kegiatannya menatap benda kotak berwarna hitam yang sudah dia pandangi dari tadi, tanpa menyadari seorang namja dengan hoodie hitam menghampirinya dengan tergesa-gesa.

Namja itu berbadan kurus, well…sedikit berisi. Rambutnya yang berwarna coklat hazel ditutupi oleh topi hitam, dan jangan lupa. Nama itu juga memakai masker. Namja itu terus berjalan lurus kearah Hwayeon lalu tiba-tiba menarik hwayeon kedalam pelukannya.

Hwayeon yang kaget tentu saja berontak. “Yah ahjussi! Jangan macam-macam ya! Lepas!!” pekik Hwayeon takut.Namja itu tidak bergeming, namja itu malah semakin mengeratkan pelukannya dan melesakkan kepalanya kedalam ceruk leher Hwayeon yang ketakutan. “Ya Tuhan, aku benar-benar merindukanmu.” Ujar namja itu lirih dengan suara parau.

Hwayeon terdiam. Sekarang ia tau dengan jelas siapa yang tngah memeluknya dan mengagetkannya tadi, karena ia mengenali suaranya. Suara orang yang begitu dicintainya, suara kekasih hatinya, Cho Kyuhyun.

Pasrah, akhirnya Hwayeon melingkarkan tangannya melingkari pinggang Kyuhyun, kemudian ia menyenderkan tubuhnya pada namja itu tanpa memperdulikan tatapan aneh para pengunjung yang tertuju pada mereka berdua.

Seakan mengerti keadaan sekitar, Kyuhyun melepaskan pelukannya dari tubuh Hwayeon, lalu membawa Hwayeon keluar dari café itu dengan cepat. “Ahjumma, aku bawa gadis ini pulang oke. Gomawoyo.”ujar Kyuhyun sambil lalu.

Hwayeon mengikuti Kyuhyun keluar café dalam diam. Ia sama sekali tidak protes karena pada kenyataannya, ia begitu merindukan namja yang saat ini tengah menyeretnya kedalam mobil-ah ani, van miliknya.

Hwayeon masuk kedalam van dengan patuh, dan betapa terkejutnya ia saat melihat ada beberapa member suju disana. “Huaaaa, bogoshipo chagiya.” Hwayeon tiba-tiba saja sudah berada di dalam pelukan Kangin, Leeteuk dan Heechul. Kyuhyun mendesis geram, tidak suka melihat kekasih tercintanya dipeluk-peluk oleh orang lain. Walaupun ia tau, mereka adalah bagian dari keluarganya sendiri.

“Uaaaa, nado bogoshipoyo oppadeul. Kalian menghilang tanpa kabar selama sebulan.”ujar Hwayeon sambil menekankan kata ‘sebulan’, bermaksud menyindir seseorang.

Kyuhyun meringis saat merasa dialah yang dimaksud Hwayeon. Member lain hanya cengengesan tak jelas membuat Hwayeon jengkel. “Ah baby, malam ini kau menginap di dorm kan? Oppa merindukanmu. Tidur bersama oppa ne malam ini?” ujar Heechul memecah keheningan.

Kyuhyun yang mendengar ucapan Heechul sontak menoleh jengkel. “Apa maksudmu hyung? Tentu saja Hwayeon akan tidur denganku.” Bantah Kyuhyun tak terima.

Heechul menatap Kyuhyun datar, Kyuhyun balas menatap Heechul tak kalah datar. Member lain melihat kelakuan mereka dengan salah satu alis terangkat. “Dari pada kalian rebutan, lebih baik Hwayeon tidur bersamaku saja dirumahku, Bagaimana? Setuju kan?” Celetuk Siwon tak tau diri.

Tak tanggung-tanggung. Kini semua yang ada di dalam van menyipitkan matanya sambil menatap Siwon dengan pandangan mematikan. Siwon yang merasa tercancam hanya bisa mengerjap gugup. “Ohehehehe, a-aku kan hanya bercanda. Jangan menatapku seperti itu. Aku tidak mungkin tidur bersama Hwayeon kok, itu kan dosa…blablabla”

Setelah hampir setengah jam mereka mendengar ocehan Siwon tentang dosa dan lainnya, mereka akhirnya sampai di dorm. Mereka bergegas keluar dari van kemudian masuk kedalam apartemen.

Dengan sigap mereka masuk kedalm lift, sebelum mereka dikenali para ELF, dan membuat geger apartemen. Leeteuk selaku yang paling tua, dengan tau diri menyentuh tombol lantai 11. Hwayeon yang melihatnya memandang Leeteuk bingung. “Kenapa oppa tidak memencet tombol lantai 12? Kamar oppa kan disana.” Tanya Hwayeon bingung tanpa memperdulikan tangan Kyuhyun yang mulai melingkari pinggangnya.

“Ah aniya, Wookie sudah memasak untuk kita semua bersama Sungmin. Mereka mau menyambutmu, yah kau tau lah.” Hwayeon mengangguk maklum. Seluruh member Super Junior begitu menyayanginya, ia diperlakukan bak ratu jika berada di tengah-tengah mereka.

Tiing!

Mereka ber6 keluar dari dalam lift, lalu melangkah menuju ke saah satu pintu. Leeteuk mengangkat jempolnya, finger scan seperti biasa, dan tadaaaa… pintu terbuka.

Cklek!

Srettt!!!

Brukk!

Baru saja Hwayeon masuk satu langkah kedalam dorm, tiba-tiba gadis itu diterjang dari depan sehingga mereka berdua limbung dan saling tindih dilantai. Sang pelaku sendiri hanya diam sambil menyeringai mesum, tidak berniat mengubah posisi mereka.

Kyuhyun yang melihat kekasihnya tengah ditindih namja lain langsung mendidih. “Yak Lee Hyukjae! Dasar monyet mesum! Cepat minggir! Kau membuat dia sakit badan bodoh!” Kyuhyun mencengkram baju belakang Eunhyuk lalu melemparnya kea rah lain tanpa perasaan.

Bugh!

“Aahhh, appo. Dasar magnae tak tau diri.” Gerutu Eunhyuk kesal. Hwayeon sendiri meringis kemudian duduk sambil mengusap punggungnya. “Hihihihi.” Tiba-tiba Eunhyuk terkikik sendri seperti orang gila, membuat perhatian semua member tertuju padanya.

Bahkan Hwayeon seakan melupakan rasa sakitnya, malah beralih menatap Eunhyuk dengan pandangan bingung. “Oppa kenapa?” tanya Hwayeon bingung. Bukannya menjawab, Eunhyuk malah semakin terkikik dengan wajah memerah. Tangannya ia letakkan dipipi sambil tersenyum mesum.

Member lain menatap kelakuan Eunhyuk dengan bingung. “Dadamu empuk sekali chagiya.” Ujar Eunhyuk tiba-tiba. Member lain terperangah, Hwayeon apalagi. Mulutnya menganga syok dengan wajah merah padam. “O-oppa…” cicit Hwayeon malu.

Berbeda dengan Hwayeon, beda lagi dengan para member. Mereka semua menatap Eunhyuk dengan mata menyalang tajam, terlebih Kangin, Kyuhyun, dan Heechul.

Eunhyuk sepertinya menyadari akibat perkataannya, karena tiba-tiba saja namja itu bangun dan berlari kearah dapur. Kangin, Kyuhyun, dan Heechul sontak mengejarnya, meninggalkan Hwayeon yang masih terduduk di lantai dengan wajah merah padam.

Sungmin tersenyum maklum, namja itu kemudian menghampiri Hwayeon, dan menyodorkan tangannya. “Ayo bangun, kita makan saja. Biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri.” Ujar Sungmin lembut. Hwayeon mengangguk kaku kemudian menyambut uluran tangan Sungmin dan bangkit berdiri.

Mereka berjalan menuju ruang tengah sambil sesekali berbincang kecil. Ryeowook dan Yesung sudah duduk manis di ruang tengah dengan cengiran lebar. Para member mulai mengumpul, dan akhirnya seluruh member sudah duduk manis di tempatnya masing-masing.

Yesung dan Ryeowook yang sedari tadi duduk menunggu mereka memandang Eunhyuk dengan bingung. “Kau kenapa Hyukkie-ya? Telingamu merah sekali, tanganmu juga, errr…hidungmu juga.” Tanya Yesung bingung.

Eunhyuk hanya mengeruhkan wajahnya, tanpa memperdulikan tawa duo setan a.k.a Heechul dan Kyuhyun. “Aniya, gwaenchana.” Jawab eunhyuk datar. Leeteuk terkekeh geli. “Dia habis dihajar oleh duo setan kita Yesungie, dia tadi mengatakan ‘Dadamu empuk sekali chagiya.’ Pada Hwayeon setelah dia membuat Hwayeon terjatuh dan jatuh menindih Hwayeon.” Ujar Leeteuk diiringi kekehan member lain.

Yesung dan Ryeowook melebarkan mata mereka kaget. “MWOYA?!” pekik mereka marah sambil menatap Eunhyuk marah. Eunhyuk semakin mengkeret takut di tempat duduknya. “Jangan menghukumku lagi, aish! Duo setan itu sudah menghajarku habis-habisan!” keluh Eunhyuk memelas.Yesung berdecak malas sedangkan Ryeowook terus menatap Eunhyuk dengan pandangan mematikan.

“Jja, sudahlah. Ayo kita makan dulu. Selamat makan semuanyaaaaaa!!!!” ujar Shindong dan dengan cepat mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Semuanya sibuk mengambil makanan untuk diri mereka masing-masing, kecuali Kyuhyun. Namja itu tetap bersedekap manis dalam duduknya dan membiarkan Hwayeon mengambilkan dirinya makanan.

Hwayeon mengambil piring Kyuhyun lalu mengambilkan Kyuhyun makanan untuk namja itu. Setelah sudah selesai, ia langsung menyendokkan makanan dari piring itu dan menyuapinya kedalam mulut Kyuhyun. Sesekali gadis itu juga menyuapkan makanan tersebut kedalam mulutnya.

Member lain menatap Kyuhyun dengan pandangan iri, sedangkan Kyuhyun tetap duduk manis sambil memberikan senyum innocentnya. Hwayeon menambahkan nasi dipiringnya dn beberapa lauk, dia juga menambahkan sedikit sayur kedalam piringnya.

Hwayeon menyendokkan sayur tersebut dan berniat menyuapkannya ke Kyuhyun. Dan tentu saja Kyuhyun menolak. “Ayolah, sedikit saja eoh?” rayu Hwayeon sambil tetap berusaha menyuapkan sayur itu kedalam mulut Kyuhyun. Kyuhyun juga dengan keras kepala mengatupkan bibirnya dan menggeleng keras.

Sreeet

“Mwoy-“

Cup

Mata Hwayeon membulat lebar. Kyuhyun tadi tiba-tiba saja merebut sendoknya dan tiba-tiba menyuapkan sayur tadi kedalam mulut Hwayeon dan mengunci bibir Hwayeon dengan ciuman basah.

Member lain hanya berusaha menulikan pendengaran mereka saat mendengarkan kecipak kecipak suara ciuman mereka. “Anghhh…emmm…opph..aahhh…hhh..” Hwayeon menjambak rambut Kyuhyun lembut saat meraskan paru-parunya mengempis dan dadanya sesak.

Srettt

Kyuhyun menjauhkan wajahnya dan menatap wajah memerah Hwayeon dengan senang. Keduanya terengah, berusaha meraup oksigen sebanyak mungkin. Hwayeon mendelik sebal kearah Kyuhyun saat ia sudah bisa menetralkan deru nafasnya.

Kyuhyun menatap Hwayeon yang tengah mendelik padanya dengan raut lapar. Aku tidak tahan lagi jerit Kyuhyun dalam hati. “Shit!” umpatnya pelan saat ia malah merasakan celananya menyempit.

Kyuhyun tiba-tiba mengangkat Hwayeon dan berlari membawa gadis itu menuju kamar.

Srreettt

Greep!

“OMO! APA YANG OPPA LAKUKAN?!” jerit Hwayeon kaget. Kyuhyun tidak mengindahkan jeritan Hwayeon dan terus mempercepat larinya menuju kamar.

Cklek!

Brak!

Para member yang tadi melihat kelakuan Kyuhyu melongo. Kemudian mereka tersenyum mesum pada satu sama lain. “Ada yang tidak sabar sepertinya, ihihihi.” Ujar Ryeowook pelan diiringi seringaian member lain

Meanwhile,

Didalam kamar…

Cklek!

Brak!

Sreeet!

Kyuhyun dengan cepat membawa Hwayeon karah kasur, lalu dengan cepat menindih Hwayeon dengan tubuhnya.

Cup!

Hwayeon melongo kaget saat mendapati Kyuhyun yang tiba-tiba saja menciuminya dengan liar. Gadis itu berusaha merilekskan tubuhnya dan mengikuti permainan Kyuhyun.

Dengan cepat ia melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun, dan sesekali menjambak rambut Kyuhyun dengan lembut saat Kyuhyun menghisap kedua belah bibirnya dengan bringas.

Suara kecipak-kecipak mendominasi ruangan tersebut. “Angghhh…emmhh…hhhh” desahan Hwayeon terus mengalun lembut mengiringi perminan mereka.

Kyuhyun menggeram samar ditengah ciuman mereka saat bagian selatan dalam tubuhnya semakin mengeras sampai terasa begitu menyakitkan. “Aku menginkanmuhh…hh…” ujar Kyuhyun tepat ditelinga Hwayeon setelah ia melepaskan ciuman mereka tadi.

Hwayeon memandang Kyuhyun yang berada diatasnya dengan lekat, kemudian ia mengangguk. Kyuhyun yang merasa sudah mendapat lampu hijau akhirnya kembali melumat bibir Hwayeon.

Berbeda dengan cumbuannya yang pertama, sekarang Kyuhyun mencumbu Hwayeon dengan sangat lembut. Membuat Hwayeon terhanyut dan terlena. Kyuhyun menyeringai saat ia merasa Hwayeon sudah terjatuh kedalam permainannya.

Dan tanpa Hwayeon sadari, Kyuhyun mulai melepaskan satu persatu kain yang membalut tubuh mereka, hingga mereka berdua telanjang bulat.

Kyuhyun memandang Hwayeon yang terengah dibawahnya dengan penuh kasih sayang. Hwayeonpun ikut memandang Kyuhyun dengan pandangan memuja. “Aku mencintaimu” ujar Kyuhyun lembut sambil mengecup dahi Hwayeon. Hwayeon tersenyum manis, “Aku juga mencintaimu oppa.”

Kyuhyun tersenyum tulus. Kemudian dengan lembut ia mulai mencium Hwayeon kembali, menggetarkan Hwayeon dengan cumbuannya. “Hiiiah…uuuughhh, j-jangan disa-na ahhh…” Hwayeon menggigit bibirnya kuat-kuat saat Kyuhyun tiba-tiba saja menggoda leher dan telinganya. Tidak, bukannya ia tidak suka. Ia sangat menyukainya malah, hanya saja itu terlalu…sensitive.

Hwayeon menggigil didalam lautan kenikmatannya saat penjelajahan Kyuhyun berhenti di bagian dadanya. Hwayeon melenguh pelan saat Kyuhyun menjilat ringan puncak dadanya yang mengeras. “Shhh…jangan menggodaku!” ujar Hwayeon sambil memejamkan matanya frustasi.

Kyuhyun akhirnya menyudahi godaannya, dan mulai mengulum puncak payudara Hwayeon. Hwayeon tersentak dan lenguhan mulai terdengar dari bibirnya yang membengkak. Kyuhyun terus menggoda bagian itu sampai akhirnya tubuh Hwayeon menegang diiringi pekikan gadis itu. Kyuhyun diam-diam menyeringai. “Ku suka emm…?” tanya Kyuhyun lembut.

Hwayeon memejamkan matanya, kemudian mengangguk pelan. Kyuhyun kemudian merendahkan tubuhnya, ia membuka paha Hwayeon dengan lebar. Hwayeon membuka matanya dan menatap Kyuhyun bingung.

Dan seketika mata Hwayeon membelalak histeris saat Kyuhyun mulai menciumi dan melumat daerah pribadinya. Tubuhnya tersentak cepat. Ia berusaha berontak, dan melepaskan cumbuan Kyuhyun di daerah pribadinya. “T-tidak! Jangan! Ahhh…shhh… je-jeballhh… uggghhh” pungguh Hwayeon melengkung saat Kyuhyun mengisap daerah pribadinya dengan cepat dan keras.

Hwayeon menggeleng-gelengkan kepalanya panic. Tidak, ia tidak suka jika Kyuhyun mencumbu daerah pribadinya seperti ini. Ia tidak kuat, Itu terlalu intens baginya. “S-stophh!!! Uuughh…pleaseee…arnnghh…o-oop…ah…aaahhhhh.” Pandangan Hwayeon mulai mengabur, kepalanya terasa pening, airmatapun mulai mengalir dari sudut matanya.

Kyuhyun mencengkram paha Hwayeon dengan erat, dan terus melanjutkan kegiatannya. Sampai akhirnya tubuh Hwayeon kembali bergetar kencang dalam kungkukngannya. “O-Oppahhh!!!!uuugh” Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan saat mendengar pekikan Hwayeon, lalu mengecup bibir Hwayeon ringan.

Nafas Hwayeon masih memburu.

Greepp!!

Hwayeon meraih tubuh Kyuhyun lalu memeluknya erat. “Jangan lakukan itu lagihh.. hah… itu terlalu intens…aku tidak bisa.” Ujar Hwayeon lemah. Kyuhyun menggeleng tegas. “tidak. Aku akan terus melakukannya setiap kali kita bercinta. Itu memang sangat intens, dan itulah yang aku inginkan.” Jawab Kyuhyun lembut sambil mengusap bagian pribadi hwayeon dengan jarinya.

Hwayeon melenguh dan dengan cepat meraih tangan Kyuhyun dan menghentikan gerakan tangan Kyuhyun. “J-jangan…masih terlalu sensitive.” Cicit Hwayeon dengan wajah merah padam.

Kyuhyun tersenyum geli kemudian mencium Hwayeon dan mulai menggerakkan jarinya lagi. Hwayeon akhirnya pasrah, membiarkan Kyuhyun berbuat sesukanya pada tubuhnya.

Tubuh Hwayeon terus bergetar pelan seiring usapan Kyuhyun di daerah pribadinya. “Aku tidak tahan lagi, aku akan melakukannya dengan lembut. Aku berjanji.” Bisik Kyuhyun lembut.

Hwayeon memejamkan matanya, menyerapi seluruh perlakuan Kyuhyun atas tubuhnya. Sampai akhirnya ia merasakan sesuatu yang besar mulai mendesak masuk kedalam dirinya.

Hwayeon merasakan usapan Kyuhyun di pipinya, ia membuka matanya dan menatap Kyuhyun dengan mata sayunya. “Tatap aku setiap kali aku menyetubuhimu. Arrachi? Aku ingin melihat gairah yang terpancar dari dalam matamu saat ita melakukannya.”

Kyuhyun mengangguk dengan mata terpaku dengan mata Kyuhyun. Perlahan tapi pasti, Kyuhyun mulai mendesakkan dirinya kedalam tubuh Hwayeon. Hwayeon meremas erat seprai dibawahnya dan melenguh saat perlahan lahan Kyuhyun mulai memenuhi dirinya.

Kyuhyun terus memaku mata Hwayeon tanpa menghentikan pergerakan tubuhnya. Pinggulnya mulai bergerak dengan irama pelan, mengirimkan getar kenikmatan untuk sang kekasih. Tidak tahan melihat bibir Hwayeon yang menganggur dan hanya mengeluarkan desahan desahan erotis yang meningkatkan birahinya, Kyuhyun akhirnya menyambar bibir Hwayeon cepat, memagutnya dengan lembut, mengimbangi permainannya.

Hwayeon memejamkan matanya, mengalungkan tangannya keleher Kyuhyun dan meremas lembut surai coklat Kyuhyun. Kyuhyun menggeram. “shhhh…bukah mata-muhh sayanghhh…hhh…” Hwayeon membuka matanya, dan langsung dihadapkan dengan manic mata Kyuhyun yang menyorot tajam penuh gairah, dan tepat pada saat itu juga. Tubuh Hwayeon menegang, sesuatu berontak untuk keluar dari dalam perutnya melalui pusat tubuhnya.

Kyuhyun semakin mempercepat irama hentakannya, membiarkan sang ekasih mencapai kenikmatannya sendirian. “uuughhh…o-oopahhh…hhh…HIAHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!” tubuh Hwayeon bergetar hebat, punggungnya melengkung keatas disertai desisan dari bibirnya. Kyuhyun menyeringai senang, ia menyaksikan keindahan Hwayeon saat gadisnya mendapatkan kepuasannya dengan mata menyalang senang tanpa menghentikan gerakan pinggulanya.

Tubuh Hwayeon yang awalnya menegang, mulai berangsur-angsur rileks. Desahan terus melantun tanpa henti dari bibirnya, membuat gairah Kyuhyun terus terpacu. Hwayeon melenguh frustasi saat Kyuhyun terus menerus menumbuk titik terdalam tubuhnya. “uuughhh oppahhhh….” HWayeon mencengkram punggung Kyuhyun erat, melampiaskan rasa frustasinya saat Kyuhyun semakin memperlambat gerak pinggulnya.

Kyuhyun menyeringai ditengah kegiatannya. “Kenapahh sayangg… mhhh” Hwayeon memejamkan matanya saat Kyuhyun kembai menumbuk dan menekan bagian terdalam tubuhnya. “lebihh cepatthhh…nghhh”

“shhh…memohonlah sayang“ Hwayeon melenguh frustasi, kepalanya menggeleng kuat saat Kyuhyun lagi lagi menekan kuat bagian terdalam tubuhnya. “annghhh..oppaaahhh…j-jebaaalhhhh…uuughhh…l-lebiih ce-ah-pathhhh…nnghhh” Kyuhyun menyeringai senang, dengan sigap ia kembali menaikkan tempo hentakannya, berhenti menggoda sang kekasih yang sudah terlihat lemas.

Desahan keduanya terus beriringan tanpa memperdulikan makhluk lain yang tinggal bersama mereka yang tampak frustasi saat terus-terusan mendapatkan pendengaran aneh dari kegiatan mereka sejak tadi.

Kyuhyun terus menumbuk titik kenikmatan Hwayeon tanpa henti, gerakannya semakin cepat setiap saat. Hwayeon melenguh pasrah, tubuhnya sudah terasa lelah dan tidak bertenaga…tapi apa daya, kekasih mesumnya ini bahkan belum mendapatkan kenikmatannya.

Kyuhyun menatap Hwayeon yang terlihat kelelahan, lalu memaku bibirnya. Membawanya kedalam ciuman penuh hasrat. Hwayeon melenguh ditengah ciuman mereka saa merasakan tubuh Kyuhyun yang berada di dalam dirinya semakin membesar, membuatnya semakin sesak. Hwayeon juga merasakan sesuatu akan kembali eluar dari pusat tubuhnya.

Hwayeon akhirnya mengeratkan pelukannya pada tubuh Kyuhyun dan melenguh tertahan saat dirinya kembali mendapatkan pelepasan, dan disaat bersamaan…Kyuhyun menghentakkan tubuhnya dalam-dalam dan ikut melenguh dengan suara rendah. Hwayeon kembali tersenyum ditengah pagutan mereka saat merasakan sesuatu yang hangat mulai membanjiri rahimnya.

Kyuhyun ambruk diatas tubuh Hwayeon seketika sambil memeluk gadis itu. Hwayeon tidak protes, ia malah menggerakkan tangannya untuk mengelus surai lembut Kyuhyun. Kyuhyun terengah diatas Hwayeon, sama sekali tidak berniat beranjak bangun dari sana apa lagi saat Hwayeon mulai mengelus rembut surai kecoklatan miliknya.

Suasana ruangan itu akhinya hening, hanya ada suara deru nafas tidak teratur yang mendominasi. “aku merindukanmu…” ujar Kyuhyun memecah keheningan. Hwayeon tersenyum dalam diam, tapi kemudian ia teringat dengan sesuatu yang membuatnya kesal. “Ah jinja?” tanya Hwayeon datar.

Kyuhyun sepertinya menyadari perubahan Hwayeon, namja itu langsung mengangkat tubuhnya dan langsung dihadapkan dengan wajah sebal Hwayeon. “waeyo chagi?” tanya Kyuhyun bingung.

Hwayeon mendengus. “Aku melihatmu tadi pagi di tv.” Ujar Hwayeon pelan. Kyuhyun sendiri mengerutkan keningnya bingung. “Lalu kenapa? Aku kan memang pasti akan selalu muncul di tv. Itu profesi ku sayang. Lalu apa yang salah emmm?

Hwayeon mengerucutkan bibirnya. “Tapi tanganmu digandeng oleh yeoja jadi-jadian itu!!!” pekik Hwayeon tak suka. Kyuhyun tersenyum simpul mendengarnya. “Arraseo, mianhae…aku tidak akan membiarkan yeoja itu menyentuh tanganku lagi, eotte?” Hwayeon mengerjapkan matanya, kemudian mengerucutkan bibirnya kembali dengan pose berfikir. Kyuhyun menelan salivanya susah payah. Cobaan yang tidak bisa dihindari batin Kyuhyun pasrah.

Hwayeon menganggukkan kepalanya tanpa merubah posenya, sama sekali tidak sadar kalau aka nada bahaya mendekat. Hwayeon mengerjapkan matanya sambil mengerutkan kening saat ia merasa tubuh Kyuhyun yang berada di dalam tubuhnya kembali mengeras dan membesar.

Wajah Hwayeon otomatis meona dan menatap Kyuhyun penuh tanya. “Jangan salahkan aku, salahmu sendiri kenapa menampilkan posisi menggemaskan seperti itu. Kau membangkitkan serigala lapar chagi.” Bisik Kyuhyun dengan suara rendah nan sexy. “t-tapi a-aku lelah.” Cicit Hwayeon pelan. Kyuhyun menyeringai setan. Ia mencium sekilas bibir Hwayeon, lalu kembali menumpu tubuhnya untuk berada diatas Hwayeon.

“Aku akan bermain cepat, aku janji.” Hwayeon mengangguk pasrah, membiarkan kyuhyun memonopoli tubuhnya sepuasnya. Kyuhyun tersenyum saat melihat tingkah pasrah Hwayeon. Ia kemudian mulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan.

Hwayeon memejamkan matanya, mencoba kembali menikmati pemainan Kyuhyun dari atas tubuhnya. Kyuhyun mulai kembali mengeksplorasi bibir Hwayeon, perlahan lahan turun keleher, kembali membuat tanda kepemilikannya disana tanpa memperdulikan betapa banyak tanda yang sudah ia buat sejak awal kegiatan mereka awal tadi.

“Ahhh…opppahhh…nghhh…” Hwayeon memejamkan matanya saat penjelajahan Kyuhyun kembali terhenti di bagian dadanya. Kyuhyun mengecup kedua puncak dadanya, kemudian mulai mengecap dan menghisapnya dengan bringas membuat Hwayeon kewalahan. Sementara bibir dan lidah Kyuhyun bekerja di salah satu puncak dada Hwayeon, tangannya yang satu lagi pun ikut mengeksplorasi bagian yang satunya.

Kyuhyun memijat kemudian memelintir puncah dada Hwayeon dengan sedikit kasar membuat tubuh Hwayeon berulang kali tersentak dan bergetar. Kyuhyun menghisap puncah dada Hwayeon bergantian kanan kiri dengan bringas tanpa menghentikan kegiatannya didalam pusat tubuh Hwayeon.

Hwayeon kembali memejamkan matanya saat merasakan desakan di pusat tubuhnya. Kyuhyunpun ikut menggeram saat merasakan dinding kewanitaan Hwayeon terus menjepit erat miliknya.

Merasa geram, Kyuhyun mempercepat gerakannya sampi kecepatan maksimal. Tubuh Hwayeon terhentak hentak seiring gerakan Kyuhyun dan ranjang yang mereka pakai terus berdecit mengiringi pergerakan mereka.

“o-omo…o-opahh!!! Uuughh!! Ahhh!!!”

“uuughh…chagi!!!!!!”

Teriakan mereka saling tumpah tindih karena mereka sampai disaat bersamaan. Hwayeo memejamkan matanya erat-erat, merasa tidak memiliki tenaga yang tersisa bahkan hanya untuk membuka matanya.

Kyuhyun tersenyum maklum, dengan tau diri ia beranjak dari atas tubuh Hwayeon dan membaringkan tubuhnya disamping Hwayeon tanpa melepaskan tubuhnya dari dalam tubuh Hwayeon.

Kyuhyun memeluk Hwayeon lalu berusaha meraih selimut dengan kakinya dengan susah payah. Saat sudah mendapat selimutnya itu, ia menyelimuti tubuh mereka berdua. “Jalja…saranghae.” Gumam Kyuhyun lembut lalu tak lama kemudian, menyusul Hwayeon kealam mimpi.

Sementara itu….

Diluar kamar mereka…

Para member menatap pintu kamar Kyuhyun dengan wajah merah padam, bagian selatan tubuh mereka menggembung, menandakan kalau mereka semua sedang berada dalam mode ‘on’

“Magnae sialan, selalu membuat iri. Lihat sekarang…kita yang tersiksa.” Ujar Eunhyuk nelangsa. “sudahlah, sama kalian pergi tidur. Besok jadwal kita kosong, jadi kita bisa bebas. Jja, tidurlah. Annyeong.” Ujar Leeteuk, sang leader sambil lalu.

“Lalu bagaimana dengan Eunhyuk junior?” tanya Eunhyuk memelas. “Bukan urusanku.” Jawab yang lain sambil lalu.

“TIDAKKKKK”

FIN

Advertisements