Tag Archive | Ricky

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-Hyo Jin side(Part 6)^^

Tittle  :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Author         : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght : Chapter

Ratt   : G-Semi M

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Disini mualai ada pergeseran ratting yh~ hhe..

Sedikit ada NC- Author gak tahan kalau gak ada NC, eh?-

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

Aku benci Eun Hye eonni.

.

Chapter 6 : ‘Our’ private show-2-

.

.

Seperti biasa kami pergi ke Cafe Spicywings. Cafe langganan kami.

Yoon Hee langsung duduk, begitu juga Hwayeon yang biasanya duduk disamping Yoon Hee.

“Hwayeon, bisa pindah?” pintaku sebelum aku duduk.

“Wae?!” tanya Hwayeon tak suka. Ya! Berisik sekali maknae ini. Tak tau kah aku sedang dalam keadaan emosi? Jinjja.

“Aku lebih tua darimu. Sudah, turuti saja.”

Hwayeon yang sudah duduk kini berdiri dengan malas. Dia pindah ke bangku diamana seharusnya aku duduk. Dan yang pasti itu bersebelahan dengan Eun Hye eonni.

“Biasa.” ucap kami berempat kompak.

Tak lama, pesanan yang biasa kami pesan sudah ada dimeja kami.

“Kalian semua kenapa?” tanya Hwayeon memecah keheningan.

Kalau kalian bisa melihat ekspresi di wajah kami kalian akan ketakutan. Ekspresu kami berbeda-beda namun itulah yang membuat klaian ketakutan.

Wajah Hwayeon mulai berubah menjadi pucat. Akhir-akhir ini dia seperti itu terus. Entah kenapa.

Eunhye? Well, wajahnya terlihat seperti orang yang hilang harapan. Apa dia habis dibuang oleh Ricky? Atau oleh namja satunya lagi? Ternyata ia bisa sedih juga? Semakin memikirkan itu aku semakin tak bisa mengendalikan emosiku.

Yoon Hee? Matanya sangat sembab. Sepertinya ia habis menangis. Mungkin pasiennya terjadi sesuatu. Aku tak peduli.

“Aku pulang. Ada yang menjemputku diluar.” Hwayeon meninggalkan kami.

“Oh hp kalian harus standby ya. Mungkin aku harus menghubungi kalian untuk mengatakan sesuatu. Arraseo? Annyeong” Hwayeon memberikan pengumuman sebelum akhirnya benar-benar keluar.

“Aku juga mau pulang, moodku sedang tidak bagus.” Aku ikut-ikutan keluar. Berada disini bisa membuat emosiku memuncak.

Aku kembali ke apartementku. Kurasa Cuma tempat itulah yang paling cocok untuk menenangkan pikiranku.

Drttt..drrt..

Ricky-evil-pabbo is calling

Aish, maunya apa sih?

Tak kuhiraukan panggilan darinya. Apa aku salah? Terlalu kejam? Ya! Siapa yang menjadi korban,eoh?

Tok tok tok

Aish, siapa lagi coba?

Dengan langkah kesal aku membuka pintu dan untuk kesekian kalinya aku menyesal.

Ia Ricky.

“Tunggu. Apa yang membuatmu menjauhiku?” tanyanya pelan.

“Kau pikirkan saja sendiri!”

Saat hendak menutup pintu, Ricky menahannya. Ia masuk dan mengunci apartementku.Ia menatapku marah.

“Kau selalu seperti ini! Seakan semua salahku!” ia mulai meninggikan nada bicaranya.

“Tidak! Ini bukan salahmu! Ini salahku!!”

Aku menangis. Mungkin ini sedikit berlebihan. Namun, kalian pasti akan melakukan hal yang sama jika namja yang kalian sukai hanya memanfaatkan kalian kan?

“Hyo Jin, tatap aku.” Aku masih menunduk. Enggan melihatnya.

“Hyo Jin, tatap aku sekarang!” ia mulai berteriak padaku. Tapi aku masih tak mengangkat wajahku.

“Cho Hyo Jin!!!”

“Wae?? Kau ingin memarahiku lagi? Silahkan!!! Aku benci kau!! Pergi!! Jangan pernah mencariku lagi!!” Aku menatapnya tajam. Kulihat ia sedikit terhentak saat aku berteriak padanya.

“Hyo Jin, apa ini karna Eun Hye?” tanyanya pelan sambil menahan wajahku agar terus menatapnya.

“Kalau iya kenapa? Kalau bukan kenapa?”

“Jawab aku Cho Hyo Jin!”

“Iya!!! Ini semua karna perlakuan khususmu pada Eun Hye eonni! Kau memeluknya! Kau memberinya sebucket bunga mawar! Sedangkan aku? Aku hanya dapat satu tangkai! Daebak! Dan apa itu EunEun pabbo dan ChangChang sunbae? Imut sekali,eoh!”

Grep

“Jadi kau cemburu?” Tiga kata itu sangan menancap dihatiku.

“Kalau iya kenapa?” aku mengalihkan pandanganku.

“Tatap aku.”

Tidak! Jangan suara itu! Suara lembut itu masuk ke telingaku. Perlahan aku menatap kembali matanya. Ia menatap dengan lembut. Aku terhisap dalam keindahan matanya.

“Itulah yang kutunggu selama ini.” Ia tersenyum lalu menarik tengkukku sehingga wajahku semakin dekat dengannya.

CUP

Ia menciumku sangat lembut. Tak ada nafsu yang terasa. Hanya luapan kasih sayang yang terasa. Tak mau munafik aku mengalungkan tanganku di lehernya. Makin lama ciuman kami semakin panas. Aku mendorong dadanya karna pasokan udaraku sudah menipis. Akhirnya ia melepaskan ciumannya. Kami saling menatap satu sama lain sambil mengatur nafas kami. Udara disekitar kami sudah terasa sangat panas. Hanya satu yang ada dipikiranku..

Apa kita akan melakukan ‘itu’?

“Hyo Jin, mianhae sudah membuatmu cemburu. Tapi sungguh. Eun Hye itu hanya hoobaeku saja. Kami sudah seperti oppa dan yedongsaeng saja. Tidak lebih. Sungguh.”  Ricky mengatakan itu sambil memelukku erat.

“Baiklah aku percaya itu. Tapi aku ini siapa?” aku mempoutkan bibirku.

“Kau adalah milikku.”

Setelah itu ia kembali mempersatukan bibirnya dengan bibirku. Sedikit berbeda kanra sedikit menuntut. Aku memperdalam ciuman kami. Rasanya aku tidak ingin terlepas dari bibir itu.

“eummhhhh” desahku tertahan saat Ricky mulai memasukan lidahnya kedalam mulutku. Lidahnya bergerak lincah di dalam. Aku terbuai oleh permainan lidahnya tanpa kau sadari bajuku sudah terjatuh dilantai. Entah kapan ia melepasnya. Yang pasti sekarang aku merasa malu. Aku melepas ciumanku dan menutupi dadaku dengan kedua tanganku.

“Kau tidak usah malu, chagi~  Aku janji aku tidak akan menyakitimu.” Ricky menurunkan kedua tanganku.

“A-aku malu, Ricky-ah.” Kuyakin wajahku pasti sudah sangat merah. Aish, molla~

“Tenang saja. Kau sangat cantik.” Ia mulai menjilat leherku sesekali menghisap dan menggigitnya,

“Aahh, hahh, hahh.. Jangan terlalu banyak, Ricky-ah” aku berkata sambil berusaha menahan desahanku.

“Jangan ditahan sayang.”

“Aahh, hahh.. Ini terlalu nikmat!” Aku tak dapat menahan desahanku saat Ricky mulai memainkan tangan dan mulutnya di kedua dadaku.

“Shall we?” tanyanya sambil mengangkat alisnya sebelah.

“Sudah basah kenapa tidak mandi saja sekalian?” aku menyeringai. Ricky menggendongku ala bride menuju kamarku. Kalian pasti tau kan kelanjutannya?

Tidak? Astaga. Baiklah aku akan mendeskripsikannya sedikit saja..

  • Hubungan antara namja dan yeoja
  • Tanpa pakaian
  • Saling menghangatkan
  • Memasuki dan dimasuki
  • Kasur
  • Desahan
  • Bergesekan

Sudah tau kan? Yasudah jangan diganggu dulu yah.. Lagi sibuk ^^

TBC-

Bagaimana? GJ yah? Mianhae yah~~

Author lagi gak punya ide banget..

Tapi Author masih mengharapkan comment buat Author introspeksi gitu^^

Likenya juga boleh kok..

Silent reader? Author gak larang tapi kalau bisa tinggalkan jejak yh~~

Gomawo yang udah mau baca..

~Cho Hyo Jin

Advertisements

The Art of Love #100thDayOurBlog -Eunhye Side- (Part 6)

THE ART OF LOVE

Author: Park Eunhye

Cast:

  • Park Eun Hye
  • Kim Tae Hyung a.k.a   V

Other:

  • Kim Hwa Yeon
  • Jung Yoon Hee
  • Cho Hyo Jin
  • Yoo Chang Hyun a.k.a  Ricky
  • Cho Kyu Hyun
  • Park Ji Min

Rating:  G

Genre:  Hurt, Comedy, Romance, Friendship

Length : Chapter

Annyeong readers^^

Berjumpa lagi di part 6!! Mian yaa.. author ngepostnya telat (lagi)

Jeongmal miahae nae readers!

Gimana? Suka ga sama FF nya? ini dalam rangka 100 hari Spicy Wings’ House.. dan ini murni hasil pemikiran kami berempat.

Semoga kalian suka ya..

Makasih buat yang udah like dan baca FF kami… #terharu

Hati-hati ada typo, guys..

No plagiat..

No bash..

But, like and comment ya…

Oke?

Happy Reading^^

 

Akhirnya. Kami berada di pesawat. Seoul… aku merindukanmu!!

Kuputuskan untuk kembali ke Seoul menggunakan pesawat bersama Hyojin, dan pasangan iblis ini.

Aku tidak kembali bersama Taehyung karena kalian juga tahu masalahnya bukan? Aku tidak ingin terlarut dalam kesedihan.

 

Meski tidak ingin sedih, tapi sepertinya wajahku menunjukan bahwa aku sungguh sangat sengsara ya? Apa seperti itu? Apa separah itu sampai-sampai penumpang lain menatapku ngeri??

 

Ah, Hyojin…. dia juga menekuk wajahnya.. ada apa ya? Perihal managernya lagi? Kenapa dia tidak cerita? Mungkin ia masih kesal..

 

Sepertinya.. sedari tadi aku bertanya dan menjawabnya sendiri… mungkin aku mengalami tekanan batin sekarang…

 

“HwaYeon!” Seru Yoonhee saat kami sampai di bandara.

Ah, sudah sampai ya? Apa boleh kucium tanah ini? Aku merindukan tanah ini….

 

Hwayeon menoleh dan melambaikan tangannya.

 

“Kajja eonni.” Ajak Hwayeon kemudian berlari mendahului kami. Aku dan Hyojin.

 

Tumben sekali Hyojin tidak berbicara padaku.. padahal ia adalah orang yang paling sering berbicara denganku entah apapun topiknya.

 

Hyojin..

 

Kau ini kenapa?

 

 

Aku berjalan gontai menyusul Hwayeon yang kini tengah berbincang dengan Yoonhee. Hyojin? Dia berada di belakangku, entah sedang apa..

Kami kini berada di dalam mobil milik Yoonhee.

Apakah sesibuk itu menjadi seorang dokter? Lihat saja wajahnya… nampak begitu lelah. Mungkinkah ia kurang tidur? Ingin sekali aku bertanya tapi.. sudahlah.. perasaanku masih bercampur aduk.

Setelah beberapa menit berkendara menggunakan mobil milik Yoonhee, kini kami telah sampai disebuah café. Spicy Wings café. Aku sengguh merindukan café ini, senyaman-nyamannya café lain tapi café ini sudah mengerti diriku. Apa aku melantur?

Kami berempat duduk di tempat biasa kami. Formasinya selalu sama. Hwayeon-Yoonhee-Aku-Hyojin. Namun..

“Hwayeon, bisa pindah?” pinta Hyojin pada Hwayeon sebelum ia benar-benar duduk.

Hah? Mengapa ia pindah? Biasanya juga ia berada di sisiku. Tapi… ini….

“Wae?!” gerutu Hwayeon.

“Aku lebih tua darimu. Sudah, turuti saja.” Balas Hyojin. Mengapa ia begitu tiba-tiba berubah? Hey! Setidaknya jika ia memang sedang ada masalah, bukankah lebih baik ia bercerita atau berterus terang pada kami? Kami ini temannya…

Hyojin pun duduk di tempat dimana Hwayeon berada.

“Biasa.” Ucap kami berempat kompak. Kami semua sehati rupanya. Itu berarti tidak ada masalah di antara kami berempat bukan?

Tak lama, pesanan kami berempat pun sudah terhidang di atas meja kami. Hmmm…. aku sungguh lapar. Semalaman aku tidak makan, dan hanya menangis meratapi nasibku yang menyedihkan ini.

“Kalian semua kenapa?” tanya Hwayeon memecah keheningan. Yah.. suasana ini memang sungguh hening. Tidak biasanya kami begini.

Kami semua hening. Tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan Hwayeon tadi. Aku hanya diam dan terus menatap makananku yang pada akhirnya tidak ingin ku makan. Entahlah, hanya saja aku mendadak jadi malas makan dan hanya memasukan beberapa suap saja ke dalam mulutku.

“Aku pulang. Ada yang menjemputku diluar.” Ucap Hwayeon kemudian pergi meninggalkan kami. Haa~ pasti Kyuhyun. Andai saja Taehyung bisa setia seperti Kyuhyun.

“Oh! HP kalian harus standby ya. Mungkin aku harus menghubungi kalian untuk mengatakan sesuatu. Arraseo? Annyeong.” Jelas Hwayeon kemudian segera bergegas keluar.

Aish…. dia main pergi saja..

“Aku juga mau pulang, moodku sedang tidak bagus.” Ucap Hyojin tiba-tiba kemudian segera pergi. Bagaimana dia bisa… ahh, sudahlah.

“Eonni. Apa kau ingin pulang juga?” tanya Yoonhee padaku. Yaah, kini memang hanya tersisa aku dan Yoonhee disini.

“Mungkin.” Jawabku.

“Biar aku antar.” Tawarnya.

Kami segera meninggalkan café dan menuju ke mobil milik Yoonhee. Entah karena ada perasaan apa, aku tiba-tiba saja mendadak canggung. Perasaanku tidak enak. Sungguh.

“Eonn… oh tunggu sebentar.” Ucapan Yoonhee terpotong oleh dering ponsel miliknya.

Yoonhee pun mengangkat ponselnya yang sedari tadi berbunyi.

“Taengi oppa.” Ucapnya.

Apa aku tidak salah dengar? Ta-Taengi? Panggilan yang manis…. Eo? Yoonhee sudah punya namjachingu? Tapi.. Taengi itu siapa? Namja seperti apa dia itu?

“……”

“Ne. tiga kali tetapi kau tidak menjawab semuanya.”

“……”

“Gwaenchanha. Telepon aku saat kau tidak sibuk .”

“…….”

“Annyeong Taengi oppa.”

Yoonhee mematikan ponselnya.

“Siapa dia?” tanyaku dingin.

“Taehyung oppa.”  Tuturnya. Tae-Taehyung? Apa dia itu Taehyung namjachinguku? Tu-tunggu, jika begitu berarti.. dia..

“Namjachingumu?”

“Ani.” Jawabnya setelah terdengar kikikan kecil dari mulutnya itu.

“Tunangan.”

“Aish… ani eonni.” Bantahnya.

Apa Yoonhee menyembunyikannya? Menyembunyikan sesuatu dariku? Mungkin dia bukanlah tunangan namja bernama Taehyung itu. Tapi, Taehyung itu ada banyak. Jika Taehyung yang di maksudnya adalah Kim Taehyung, jangan-jangan dia adalah Yoonie yang dimaksud Taehyung selama ini??

Yoonhee adalah yeoja yang selalu bertelepon dengan Taehyung? Berarti.. mantan Taehyung bukanlah yeoja bernama Yoonie……..

………..

Tega sekali kau…..

………..

Yoonhee…..

“Ohh, aku ingin turun disini.” Pintaku pada Yoonhee.

“Wae? Dari sini kerumahmu cukup jauh.”

“Aku ada keperluan.” Elakku dari keadaan sesungguhnya.

Keadaan sebenarnya adalah aku mencurigainya memiliki hubungan dengan Taehyung. Jika sampai benar ia berhubungan dengan TaeTaeku, aku tidak akan memaafkannya. Tapi, apa untungnya? Toh Taehyung juga tidak merasa bersalah padaku atas kejadian semalam. Namjachingu macam apa dia itu?

Yoonhee segera menepikan mobilnya.

“Gomawo Yoonhee.” Ucapku sambil bersiap-siap turun.

Aku berjalan gontai menyusuri jalan. Dari sini memang masih sangat jauh dari rumahku. Sungguh.  Ini jauh sekali. Tapi, aku tidak ingin pulang. Dirumah begitu sendiri, aku takut jika aku menjadi depresi. Beban pikiranku sudah berada di ambang batas dan rasa sakit di hatiku sudah tidak bisa dihilangkan lagi sepertinya. Ini sudah keterlaluan! Hidupku sudah tak ada gunanya lagi.

Aku kini berada di dalam bus. Bus yang akan membawaku menuju rumah sejatiku. Rumah tempat Eomma, Appa dan Jimin oppa berada. Lebih baik aku menemui mereka sebelum aku menjadi gila.

Aku turun di sebuah halte bus. Haa~ aku sudah lama sekali tidak kemari. Aku malas berjalan kaki sebenarnya.. tapi rumahku jauh dari halte bus. Aku menyusuri jalan yang sepi. Sejak dulu sampai sekarang  jalan ini masih saja sepi.

Aku melewati sebuah jembatan. Sebenarnya ada 2 jalan untuk menuju rumahku, melewati rumah-rumah dan melewati jembatan dan aku memilih untuk melewati jembatan dari pada melewati rumah-rumah. Memang mungkin bodohku ini akut, aku justru memilih rute yang jauh.  Tapi tidak apa-apa.. aku butuh waktu untuk menenangkan pikiranku dari Tae-

Tiba-tiba saja bayangan ketika Taehyung mencium yeoja itu kembali terbesit di benakku. Mengapa hal menyakitkan itu kembali muncul? Aku sudah berusaha menghilangkannya.. aku bahkan sudah berkeinginan untuk melupakannya.

Tae…

Mengapa kau selalu ada dalam benakku?

Mengapa bayangan menyedihkan itu muncul kembali saat aku mengingatmu?

Apa karena aku merindukanmu saat ini?

Benarkah aku merindukanmu yang sudah menghancurkan hidupku?

Mengapa harus kau yang sungguh-sungguh ku cintai?

Mengapa ?

Mengapa rasanya sungguh sakit?

Mengapa kau mempermainkanku?

Aku….. membencimu……

Haruskah ku akhiri saja hidup menyedihkanku ini?

Sungguh aku tak kuasa menahan sakit ini seorang diri.

Apalah artinya hidupku ini tanpamu..

Tae…

Jika kau bisa meninggalkanku demi keluarga kecilmu itu….

Aku pun juga bisa…

…. meninggalkanmu untuk selamanya.

Aku berdiri.

Bersiap-siap untuk merasakan sakit sesaat ketika ragaku menghantam benda-benda yang ada di bawah sana.

Bersiap-siap untuk melihat dunia yang belum pernah dilihat Eomma, Appa, dan Jimin oppa sebelumnya.

Bersiap-siap untuk kehilangan kesempatan kembali bersenda gurau dengan keluargaku.

Bersiap-siap untuk tidak akan pernah melihat teman-temanku lagi.

Bersiap-siap untuk menghapus semua memori tentang TaeTae kesayanganku secara instan.

“Tae… aku sungguh menc-“

“Hentikan!!!” seru seorang namja kemudian menarikku dari ujung jembatan tempat aku berdiri kemudian memelukku erat.

Kami terjatuh ke tengah jembatan. Aku berusaha berlari kembali menuju tepian jembatan namun lengan namja itu menahanku. Menahanku dengan sangat kuat.

“Eunhye! Sadarlah! Apa yang kau lakukan?! Bodoh!” Seru namja yang tak lain adalah oppaku sendiri. Park Jimin.

“Lepaskan aku, oppa! Aku ingin mati saja… dia sudah menghancurkan hidupku! Untuk apa aku ada disini jika aku hidup tanpanya?!” rontaku. Tapi Jimin oppa makin mengeratkan pelukannya hingga aku terdiam.

“Sadarlah!!! Tenanglah… tenanglah…. ada oppa disini.. kau bisa menceritakan segalanya pada oppa.” Bujuknya.

Kakiku terkulai lemas. Perlahan-lahan tubuhku mulai jatuh terduduk. Untungnya lengan Jimin oppa memelukku erat. Aku hanya bisa menangis tersedu-sedu dalam pelukannya. Ia menenangkanku, mengusap lembut kepalaku..

“Sudah.. sudah… kau bisa cerita padaku. Untung saja aku lewat daerah sini. Feelingku berkata untuk melalui jalan ini. Feelingku benar kan, kau akan melakukan bunuh diri disini. Awalnya aku malas.. tapi jika aku tidak jadi lewat sini, kau pasti sudah lewat dari dunia ini kau tahu?!” omel Jimin oppa.  Hiish.. aku ini sedang sedih, sekarang aku malah diomeli.

“Oppa……” lirihku.

“Ah, mianhae… aku malah mengomelimu. Kajja pulang. Eomma dan Appa pasti senang melihatmu. Kau sudah lama tidak pulang.”

Aku menggeleng. Aku tidak ingin eomma dan appaku khawatir melihat kondisi putrinya yang sekarat dan hilang harapan ini.

Untuk sekarang ini.. kurasa… TIDAK. Meskipun aku rindu mereka.

“Wae?” tanyanya.

“Tak apa. Aku tak ingin Eomma dan Appa tahu apa yang sudah terjadi pada putrinya ini.” jelasku.

“Geurom… jika eomma dan appa tak boleh tahu, aku harus tahu apa yang terjadi padamu. Kau wajib menceritakannya padaku!”

Haiish.. kenapa aku memiliki oppa yang begitu penasaran dengan hidupku sih? Dia saja tidak pernah bercerita tentang kehidupannya. Siapa yeojachingunya, berapa mantannya, apa yang ia lakukan sekarang.. dasar oppa menyebalkan!

“Baiklah. Akan kuceritakan padamu.”

“Haa! Itu baru namanya dongsaeng yang baik!” ucapnya sambil mengacak-acak rambutku.”

“Hiyaaa!! Kau malah memporak-porandakan rambutku sekarang. Apa kau tidak tahu kalau menyisir rambut ini memelukan waktu yang lama? Sudah-sudah.. aku ingin pulang.”

“Yak! Pulang? Kau baru saja pulang..”

“Pulang ke rumahku. Bukan ke rumah kita, oppa.”

“Wae?? Kau tega ya.. paling tidak bertemu dulu dengan eomma dan appa.. nanti aku antar kau pulang.”

“Andwae. Nanti mereka khawatir. Jebal oppa.. aku ingin pulang sekarang.”

Jimin oppa mengantarku pulang menggunakan mobilnya. Selama di dalam mobil, aku menceritakan semuanya. Bagaimana awal bertemunya aku dengan Taehyung sampai dengan apa yang aku alami baru-baru ini. Termasuk juga dengan kecurigaanku terhadap Yoonhee.

Kalian tahu yang dikatakan Jimin oppa padaku?

“Jika ia memang mencintaimu, ia pasti akan kembali. Ia diam mungkin karena ia ingin memberikanmu waktu untuk sendiri, atau ia ingin mempersiapkan kejutan untukmu sebagai permintaan maafnya.”

Kira-kira, itu yang dikatakannya. Benar juga. Aku tak perlu terlarut dalam kesedihan. Kejutan? Aku memang menyukainya. Tapi, kejutan terakhir dari Taehyung membuatku sedikit membenci kejutan.

Oh iya! Buku sketsaku! Buku sketsa itu tertinggal di rumah Taehyung. Haruskah aku ke sana untuk mengambilnya kembali? Ah, tidak.. tidak usah. Aku masih terlalu canggung jika harus bertemu dengannya. Aku masih belum siap. Tapi, aku harus apa tanpa buku sketsa itu? Setidaknya aku masih bisa menyelesaikan sketsa design rumah Taehyung. Baiklah….

Aku akan mengambilnya.

“Oppa, turunkan aku disini saja.”

“Wae? Rumahmu kan masih jauh.”

“Tak apa, aku ada perlu sebentar.” Aku merasa sepertinya pernah mengalami kejadian seperti ini. Dimana ya?

“Perlu apa? Oppa antar saja. Kau mau ke mana?”

“Eumm…. aku… mau…. akuu…”

“Ke rumah Taehyung? Ada yang tertinggal? Sekaligus meminta maaf?” terkanya. Well, aku memiliki oppa yang sok tahu. Tapi kali ini ia menebak dengan tepat.

Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya.

“Arraseo. Oppa akan turunkan kau disini. Semoga beruntung. Fighting!” serunya.

Setelah Jimin oppa menurunkan aku disini, ia segera berlalu. Aku masih berdiri di tempatku sampai aku melihat mobilnya menghilang dari pandanganku.

Aku melanjutkan perjalananku menuju rumah Taehyung.

TaeTae.. aku akan menemuimu…

Aku merindukanmu..

Apa kau juga merasakan hal yang sama?

Ini dia. Ini rumah TaeTae kesayanganku.

Aku akan segera masuk..

Tae, aku tak sabar ingin melihatmu dan meme…….luk…..mu…..

Langkahku terhenti. Nafasku tercekat. Apa-apaan ini?! Kejadian macam apa lagi yang aku lihat sekarang ini? TaeTaeku… memeluk… yeoja lain? Lagi?! Berapa banyak yeojachingunya sih? Apa aku sudah termasuk yang kesekian untuknya? Padahal.. dia… yang pertama untukku. Tunggu… bukankah itu Yoonhee? Rupanya… dugaanku ini benar…

Taehyung nampak begitu menyayanginya. Dia bahkan mengusap-usap punggung Yoonhee? Berani-beraninya dia…. ah, sudahlah.. percuma aku terus berada di sini. Ekor mataku menangkap sesuatu yang berada di meja dekat pintu. Buku sketsaku! Segera saja ku raih buku itu kemudian segera pergi.

Aku segera keluar dari rumah Taehyung dan pergi ke tempat yang jauh dari kata ramai. Rumahku. Rumahku yang tenang dan damai. Tahanlah tangisanmu, Eunhye. Di rumah kau bisa menangis sepuas yang kau mau..

-***-

Kau..

Jahat,

Tae…

Padahal aku datang untuk memperbaiki hubungan kita.. tapi kau nampak sama sekali tidak peduli dengan kelanjutan hubungan kita dan memilih bersama yeoja lain. Ia bahkan temanku sendiri. Aku tahu aku ini masih jauh dari kata ‘sempurna’ tapi.. aku memiliki cinta yang sempurna untukmu.

Tidakkah kau tahu akan hal itu, Tae?

Tidakkah kau menyadari hal itu?

Tanpa sadar, aku mulai bernyanyi dengan bersimbah air mata..

Aku bernyanyi untukmu, Tae..

Meskipun aku tahu kau tak dapat mendengarnya..

Tapi ku harap, kau dapat merasakannya..

Geu gin bami neol ttara heulleoman ganeun geot gata

(The long night is following you as it flows)
I sigani neol ttara heuryeojineun geot gata
(Time follows you and fades)
Wae meoreojyeo ga wae dahji anheul mankeum gaseo..

(Why are you getting farther away? So far that I can’t reach you?)

Tell me why meoreojyeo ga why
(Tell me why, you’re so far away, why)
Ni nunen deo isang naega boiji anhni uh

(Can’t you see me in your eyes anymore?)

Sarangiran apeugo apeun geot yeah
(Love is so painful)
Ibyeoriran apeugo deo apeun geot gatae
(Goodbyes are even more painful)

Niga eopseumyeon nan andoel geot gata
(I can’t go on if you’re not here)

Saranghaejwo saranghaejwo
(Love me, love me)
Dasi nae pumeuro wajwo

(Come back to my arms)
Sarangiran apeugo apeun geot yeah
(Love is so painful)
Ibyeoriran apeugo deo apeun geot gatae
(Goodbyes are even more painful)

Niga eopseumyeon nan andoel geot gata
(I can’t go on if you’re not here)

Saranghaejwo saranghaejwo
(Love me, love me)
Dasi nae pumeuro wajwo

(Come back to my arms)
Love is not over, over, over
Love is not over, over, over
Love is not over, over, over
Love is not over, over, over

Sarangiran apeugo apeun geot yeah
(Love is so painful)
Ibyeoriran apeugo deo apeun geot gatae

(Goodbyes are even more painful)

~BTS – Love is Not Over~

Kau tahu? Hubungan kita ini begitu rumit. Sama seperti seni yang rumit. Tapi aku harap hubungan kita ini berakhir dengan indah, sama seperti seni yang berakhir dengan sebuah karya yang indah..

Drrtt… Drrtt..

Ku abaikan ponselku untuk sementara waktu. Mencoba untuk menstabilkan suaraku yang serak akibat menangis.

Satu kali.. dua kali.. tiga kali…

Ponselku terus berdering.

Pada dering ke empat aku menjawabnya tanpa melihat nama yang tertera pada layar ponselku.

“Yeoboseyo..”

“Yak! Mengapa tak kau angkat?” Itu… Taehyung…

“……..”

“HyeHye? Kau baik-baik saja?”

“Tidak sampai kau bisa menjelaskan semua yang sudah kau lakukan..”

“Ini tidak seperti yang.. tunggu, kau.. habis  menangis ya? Suaramu serak..”

“Sudah lah… mungkin ini keputusan yang terbaik..”

“Apa maksudmu? Keputusan apa?”

“Kita berpisah saja Tae…”

“HyeHye… dengarkan dulu. Aku menyayangimu. Sungguh. Yang kau lihat hanya kecelakaan. Itu semua diluar dugaanku. Percayalah.”

“Baik.. aku mengerti kalau itu hanya kecelakaan.. tapi apa pantas itu disebut kecelakaan? Kau mencium mantanmu. Mantan istrimu.”

“Mwo?! Dia bukan mantan istriku. Dia memang mantanku tapi dia bukan mantan istriku. Ia memintaku kembali untuk menikahinya. Anak itu bukan anakku. Dia ditinggal kekasihnya. Jadi-“

-Tut!-

Aku memutuskan sambungan telepon itu..

Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Memaafkannya? Atau apa?

Aku benar-benar bingung..

Drrt.. Drrtt..

Taehyung..

Ia kembali meneleponku.

Aku akan mengangkatnya… baik, akan ku angkat.. apa yang ingin kau jelaskan lagi sebenarnya huh?

“Jangan tutup dulu!”

“…….”

“Aku minta maaf. Semua ini hanya salah paham. Aku menyayangimu lebih dari yang kau tahu. Aku tahu hubungan kita begitu rumit. Tapi aku harap hubungan kita akan berakhir indah seperti layaknya sebuah karya seni. Kau tahu kan? Aku sungguh berharap itu terjadi.”

“…….”

“HyeHye… bicaralah sesuatu.. aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan saat ini. bicaralah.. katakan sesuatu.. apa saja..”

“Apa saja?”

“Apapun… katakanlah… biarkan aku tahu isi hatimu.”

“Berhenti…”

“Mwo?”

“Berhenti menghubungiku mulai sekarang. Aku tak ingin mendengar suaramu.”

“Hye-“

-Tut!-

Mianhae Tae.. aku hanya butuh waktu sendiri.. ku harap kau mengerti.

Mianhae… aku membencimu…

Saranghae….

Setelah puas menangis akhrinya aku pun tertidur. Hahh.. sudah kusut wajahku ini, ditambah lagi dengan mataku yang sembab. Bagus. Wajahku sekarang sudah sesuram perasaanku. Selamat Eunhye.. wajahmu kini tidak lebih seram dari arwah-arwah yang penasaran.

Ohh! Hari ini ya?! Hwayeon mengajak kami semua pergi berlayar. Aku harus segera bersiap-siap! Omona! Aku belum berkemas sama sekali.. eotteokhae?? Hwayeon pasti sudah menungguku. Hyojin juga ikut kan? Yoonhee… aish! Bertemu dengannya lagi?! Sudah lah… aku tidak akan banyak bicara padanya. Lebih baik ku simpan saja perasaan ini seorang diri. Cukup masalah ini hanya aku dan Taehyung yang menyelesaikannya.

“Eonni… apa mobil yang menjemputmu sudah sampai? Jika sudah segeralah naik. Aku menunggumu di sini.”

Itu adalah isi dari pesan suara yang diberikan Hwayeon padaku sejak……. 1 jam yang lalu?! Haiishh… aku ini tidur macam apa sampai-sampai tidak menyadari ponselku berbunyi.

Aku segera membereskan semua keperluanku. Benar-benar sungguh sibuk. Pagi-pagi sudah sesibuk ini… haiish.. lelahnya.

Aku membawa semua barang-barangku ke bawah. Memang sudah ada mobil yang berada di depan gerbang rumahku. Tapi ya sudah lah…

Aku memberikan barang-barangku pada seorang namja yang sudah berdiri di luar mobil.

Aku lelah. Aku mengantuk. Sungguh.. aku akan segera tidur sa-

Aku yakin aku tidak akan bisa tidur begitu aku melihat namja yang ada di dalam mobil itu.

Kim Taehyung?!

“HyeHye..” panggilnya lirih. Aku tak menjawabnya.

Segera saja aku masuk ke dalam mobil dan segera mencari posisi ternyaman untuk tidur. Sialnya, tidak ada satupun posisi yang nyaman. Mungkin satu-satunya tempat ternyaman adalah dengan bersandar pada bahu Taehyung. Tapi tak mungkin kulakukan bukan?

Aku memejamkan mataku.. berusaha untuk masuk ke alam mimpi.. tapi aku tetap saja tidak bisa. Jadi kubiarkan diriku tersadar walau mataku ini terpejam.

“HyeHye…” panggil Taehyung lagi. Aku diam, meneruskan aktingku untuk berpura-pura tidur. “Kau lelah ya? Wajahmu begitu pucat. Matamu bahkan sembab. Apa semalaman kau menangisiku? Kau tak perlu menangis, HyeHye. Aku tahu aku salah. Aku banyak bersalah padamu. Aku tahu kau tidak akan mendengarnya. Tapi aku akan tetap mencurahkan semua isi hatiku padamu.” Lanjutnya.

Siapa yang bilang aku tidak mendengarmu? Aku mendengarnya. Mendengar semua yang kau ucapkan. Aku ini memang munafik. Aku tak ingin melihatmu, mendengar suaramu, berdekatan denganmu. Tapi itu salah, hatiku berkata bahwa aku merindukanmu, aku ingin mendengar suaramu, aku ingin berada di dekatmu. Berada bersamamu saat ini membuatku sungguh senang. Meskipun aku harus berpura-pura tidur agar bisa dekat denganmu.. tapi itu tak masalah.

Taehyung memindahkan kepalaku ke bahunya.

Ini memang yang kuinginkan.. bersandar pada bahumu. Ini adalah psisi ternyaman. Sungguh, rasanya aku ingin menangis saat ini. aku merindukan saat-saat kita bersama..

“HyeHye.. “ Taehyung mengusap kepalaku lembut. Belaian ini yang sungguh ku rindukan. Taehyung mengecup keningku sekilas. Jika boleh, jika aku bisa, aku akan menangis dalam pelukannya sekarang. Sesegera mungkin.

Ojik neo hanaman boyeo

(I can only see you)
Na ojik neo bakken anboyeo

(I can only see you alone)
Bwa gongjeonghaji gongpyeonghaji neohante ppaegon da ijen dan harudo neo eopsineun Please
(Look, I’m fair with everyone else but you Now I can’t live a day without you, please)

Kkwak jabajwo nal anajwo

(Hold me tight, hug me)
Can you trust me, can you trust me, can you trust me
Kkwak kkeureoanajwo

(Pull me in tight)
Kkwak jabajwo nal anajwo
(Hold me tight, hug me)
Can you trust me, can you trust me
Jebal jebal jebal kkeureoanajwo

(Please, please, please pull me in and hug me)

~BTS – Hold Me Tight~                                         “
Selama bernyanyi ia terus mengusap kepalaku. Ia mengusap kepalaku lembut.

Aku berusaha mati-matian untuk menahan air mataku agar tidak terjatuh.

Oh Tuhan, bagaimana ini? Apa aku harus memaafkannya? Apa yang harus aku lakukan.

Tiba-tiba saja pipi kananku terasa basah. Seperti ada tetesan air yang mengenai permukaan kulitku. Jangan-jangan..

“Mianhae, HyeHye.. aku tak seharusnya begini. Aku memang cengeng. Aku bukanlah namja yang kau harapkan. Tak seharusnya aku menangis seperti ini. Tapi hal yang kurindukan belakangan ini telah mendominasi perasaanku. Aku ingin menghabiskan seluruh waktuku bersamamu. Hanya bersamamu. Bukannya berjauhan seperti ini. Andai kau mendengarnya..” ucapnya lirih.

Sungguh aku tidak tahan lagi..

Segera kuangkat kepalaku kemudian mengecup pipi kanannya.

“Aku mendengarnya.. aku mendengar semuanya. Aku juga merasakan hal yang sama. Aku merindukanmu.” Ucapku.

“Mianhae… jeongmal saranghae.” Ucapnya kemudian memelukku.

Aku menangis. Menangis bahagia. Menumpahkan seluruh kerinduanku padanya. Aroma tubuh Taehyung yang sudah lama tak ku hirup kini kembali menyeruak di indera penciumanku. Aku merindukan aroma ini. Aku membenamkan wajahku pada dada bidangnya. Memeluknya erat. Aku tak ingin kehilangannya untuk yang kesekian kalinya.

“Hey, HyeHye… sudah jangan menangis.. ssshhh.. uljima… kalau kau menangis lagi, wajahmu jadi tambah bengkak tahu.” Ejeknya.

Hiiyaa!! Namja ini benar-benar.. baru saja kita berdamai…

Tapi aku tahu maksudnya adalah untuk menghiburku.

Aku merindukanmu..

Kini sampailah aku di dermaga. Kulihat pasangan iblis Hwayeon dan Kyuhyun, Hyojin dan juga… ChangChang sunbae!! Huwaa! Ia disini?! Ini pasti menyenangkan. Oh iya.. Yoonhee dimana ya?

Kami turun dari mobil dan menghampiri mereka. Taehyung merengkuh pundakku. Benar-benar nyaman rasanya..

Tak lama, sebuah mobil pun tiba dan lihatlah siapa yang turun dari mobil itu..

Yoonhee dan…. eo? Nugu? Namja? Namjachingunya? Tunangannya? Atau apa? Sudahlah, aku malas membahas urusan yang bukan urusanku. Meskipun aku memang ingin tahu sih..

-Hug-

Omo! Apa-apaan ini?!

Yoonhee memeluk Taehyung?!

Aish!! Jinjja!

Mereka berbisik-bisik?!

……………………..

Tae..

Kita baru saja berbaikan….

-TBC-

The Art of Love #100thDayOurBlog -Eunhye Side- (Part 5)

THE ART OF LOVE

Author: Park Eunhye

Cast:

  • Park Eun Hye
  • Kim Tae Hyung a.k.a   V

Other:

  • Kim Hwa Yeon
  • Jung Yoon Hee
  • Cho Hyo Jin
  • Yoo Chang Hyun a.k.a  Ricky
  • Cho Kyu Hyun
  • Kim Taehyung’s ex girlfriend
  • Unknown little girl

Rating:  G

Genre:  Hurt, Comedy, Romance, Friendship

Length : Chapter

Annyeong readers^^

Berjumpa lagi di part 5!! Mian yaa.. author ngepostnya telat (lagi)

Jeongmal miahae nae readers!

Kondisi author lagi kurang enak sekarang, tapi author tetep berusaha yang terbaik buat readers..

Gimana? Suka ga sama FF nya? ini dalam rangka 100 hari Spicy Wings’ House.. dan ini murni hasil pemikiran kami berempat.

Semoga kalian suka ya..

Makasih buat yang udah like dan baca FF kami… #terharu

Hati-hati ada typo, guys..

No plagiat..

No bash..

But, like and comment ya…

Oke?

Happy Reading^^

Besok adalah acara launching SJ hotel dan magnae pabbo itu malah pergi jalan-jalan dengan namjachingunya, Kyuhyun. Bukan namjachingu sih, calon (?) habis mereka cocok. Kurestui mereka..

Aku pun ingin jalan-jalan juga sebenarnya… tapi aku masih memikirkan TaeTae. Akhir-akhir ini masa lalunya membuat kepala sekaligus dadaku sakit. Apa mungkin aku sudah terlalu jauh masuk kedalam kehidupan lamamu? Atau masa lalumu yang terus mengejarmu? Entahlah, aku tak tahu.

Kuputuskan untuk mengunjungi tempat spa yang juga berada di hotel ini. Kepala sakit, badan pegal, lelah, kurang tidur, kini bisa ku kurangi dengan treatment-treatment disini.

Tubuhku memang perlu refreshing…

2 jam kemudian treatmentku pun selesai. Sengja kupilih treatment yang paling lengkap agar tubuhku bisa rileks dengan maksimal.

Sungguh segar sekali rasanya! Spa tadi benar-benar luar biasa…

Kuraih ponselku dari dalam tas dan terkejut melihat ponselku penuh pemberitahuan..

5 missed call from TaeTae Alien

 

5 unread messages from TaeTae Alien

 

7 unread chats from TaeTae Alien

 

3 unread chats from Jimin oppa

Hiyaa! Ponselku banjir notifikasi!!

Kulihat satu persatu notifikasi yang ada.

Pesan-pesan yang dikirim oleh Taehyung berisi..

‘HyeHye… kau dimana?’

 

‘HyeHye?? Kau marah?’

 

‘Jawab telponku, HyeHye..’

 

‘Kau sedang buang air ya? Cepatlah! Balas pesanku sesegera mungkin ya kalau sudah..’

 

‘Kau masih tidur? Kalau iya, cepatlah bangun. Aku menunggumu di depan pintu kamarmu.’

 

‘Kau kencan dengan sunbae kesayanganmu itu ya?! Cepatlah kembali! Aku cemburu!’

‘Kau dimanaaa?? Aku sungguh merindukanmu! Kau tahu? Aku sakit sekarang. Aku terkena HyeHye sick. Cepatlah tunjukan wajahmu, HyeHye..’

 

Isi pesannya bodoh… haha.. tapi baru kutinggal beberapa jam saja kau sudah sebegitu rindunya ya? Baiklah.. aku akan segera menemuimu.. dasar bodoh..

Sekarang, pesan dari Jimin oppa..

‘Eunhye, kalau kau pulang,, bawakan aku oleh-oleh dari Jeju ya!’

 

‘Omong-omong, mawar di rumah sudah mekar! Bagus sekali! Sayang kau tidak ada disini.. mau ku kirimkan satu? Haha..’

 

‘pulanglah jika ada waktu ya, aku punya hadiah untukmu..’

Isi pesanku dengan Jimin oppa seperti layaknya oppa dan dongsaeng.. saling memberi kabar, saling memberi informasi, dan saling merindukan satu sama lain. Tidak ada yang spesial sebenarnya..

Aku akan kembali ke hotel dan menemui TaeTae , tapi aku masih harus menyelesaikan urusanku sedikit.

Hari sudah sore. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat..

Kini aku menyusuri lorong hotel tempat dimana kamarku berada.

TaeTae?? Dia… masih disana. Menungguku.

Aku menghampirinya yang tertidur sambil bersandar pada pintu kamarku. Aku duduk di sebelahnya. Kupandangi wajahnya yang begitu damai..

Saat bangun saja tampan, apalagi kalau tidur? Wajahnya bagaikan malaikat.

Ku sisir poni Taehyung yang sedikit menutupi wajahnya menggunakan jemariku lalu ku usap lembut pipinya.

“Aku menyayangimu, Tae…” lirihku.

Kudekatkan wajahku pada pipi Taehyung yang mudah ku jangkau..

Aku,ingin sekali mengecup pipimu…

Bolehkah?

Sudah sedikit lagi jarak dari permukaan bibirku menyentuh pipinya. Tapi tiba-tiba..

-Chu-

Yang ku kecup adalah… bibirnya…

Sebenarnya… aku belum menyentuh apapun.. tapi sepasang benda lembut milik Taehyung itu yang lebih dulu menghampiri milikku.

Kulihat ia terkikik geli melihat ekspresi wajahku yang tidak karuan..

“Hey, kau dari mana saja?? Aku menunggumu sejak pagi.” Tanya Taehyung kemudian mengusap pipiku lembut.

“Aku tadi.. aku pergi Spa tadi pagi,, lalu aku menyelesaikan beberapa urusanku. Tidak lama kok, setelah itu aku kembali. Mianhae membuatmu menunggu sampai tertidur disini.” Sesalku.

“Tidak lama? Dari terakhir kali aku meneleponmu, ini sudah sekitar 5 jam. 5 jam itu lama, HyeHye.”

“Selama itu kah? Huwaa! Maafkan aku…”

“Sudah, tidak apa-apa. Sekarang, apa yang mau kau lakukan?”

“Entahlah.. kau?”

“Rencanaku… aku ingin menemanimu kemanapun.”

“Kau ini bisa saja… “ ucapku malu-malu

“Appa! “ jerit seorang anak kecil kemudian berlari dan memeluk Taehyung.

Appa? Anak ini memanggil Taehyung dengan sebutan ‘Appa’? Aku salah dengar kan?

Kulihat Taehyung tidak terkejut sama sekali. Apa dia mengenal anak ini?

Jangan-jangan….

“Hey,, kau ini anak siapa?? Kau datang dari mana?” Tanya Taehyung.

“Appa….” rengek anak itu. Aku hanya memandangi mereka berdua heran.

Mungkin kalau orang lain melihat ini, mereka pasti akan mengira kami adalah sebuah keluarga yang bahagia.

…Mungkin…..

“Aku ini bukanlah appamu, anak manis. Sudah, kembali pada eommamu…” ucap Taehyung lembut. Anak itu tersenyum kemudian segera berlari meninggalkan kami berdua.

Kini aku terus menatap Taehyung yang tengah tersenyum manis.

Tae..

Kau menyukai anak-anak ya?

Aku senang kau menyukai anak-anak…

Karena kau mungkin akan menyayangi anak kita nanti…

“HyeHye….” panggil Taehyung. Aku tersentak kaget dan hanya menatapnya.

“Aku ingin….” ia menggantungkan kalimatnya kemudian ia meraih tanganku.

Kulihat ia menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan..

“……. ingin berdiri. Bantu aku berdiri.. jebal.. punggungku sakit karena dari tadi tertidur disini.” Lanjutnya. Huh! Kukira ada apa..

Aku membantunya berdiri kemudian membantunya berjalan menuju kamarnya.

Ohhh benar! Aku harus segera membereskan dekorasi ballroom, membuat pidato sambutan, dan yang penting,, Mandi!

Setelah membantu Taehyung duduk di atas kasurnya, aku segera berpamitan dan meninggalkan kamarnya kemudian mandi.

-***-

“Ya, letakan karpetnya disini.. iya, benar disitu. Bunganya pindahkan ke sana.. warnanya tidak sesuai, cepat pindahkan! Apa berat? Mari kubantu…. Tunggu! Letakkan podiumnya disana. Tidak, kurang ke tengah, pindahkan sedikit ke kanan.. ya, bagus!”

Aku membantu pekerja untuk mendekorasi ballroom. Taehyung? Dia ingin membantu sebenarnya, hanya saja kularang sampai sakit di punggungnya membaik. Untungnya Harim membantuku juga.

Lukisan-lukisan ini bagus ya? Tentu saja, itu semua dibuat oleh Taehyung. Dia memang hebat!

Tak terasa aku mendekorasi hingga malam.. cukup larut, hanya sampai pukul 10 malam. Tapi tidak sepenuhnya mendekorasi karena sisa waktunya kugunakan untuk menyusun pidato. Gara-gara menjadi tamu resmi, aku jadi harus membuat pidato. Aku ini tak pandai berkata-kata.. tapi tak apa, setidaknya namaku bisa menjadi lebih terkenal.. sedikit..

“HyeHye! Buka mulutmu.. Aaaa~” perintah Taehyung tiba-tiba ketika aku sedang sibuk menulis pidato. Ia memasukan sesendok nasi beserta lauk-pauk kedalam mulutku. Aku hanya melongo menatapnya.

“Kau sejak tadi belum makan. Ini sudah larut, besok ada acara penting dan kau tidak boleh sakit.” Tegurnya.

Benar juga, sedari tadi aku hanya sibuk bekerja sampai lupa untuk makan. Ternyata dia perhatian.. sungguh perhatian. Tapi, bukankah dia dari tadi di kamarnya?”

“Sudah? Ayo Aaa~” perintah Taehyung lagi.

“Aaah.. sudah letakkan, aku bisa makan sendiri Tae. Lebih baik kau kembali ke kamarmu dan beristirahatlah.”

“ANDWAE! Aku yakin kau tidak akan melanjutkan makanmu. Itu membuatku tidak bisa beristirahat karena terus khawatir akan dirimu. Sudah, lanjutkan pekerjaanmu.. aku suapi saja..”

“Tapi Tae..”

“Uh-uh! Jangan protes! Aaa~”

Dia.. cukup keras kepala juga.. mau bagaimana lagi.. meskipun sedikit malu karena disuapi TaeTae di tempat umum begini, tapi aku senang karena ia peduli dan sayang padaku.

Kami berjalan menyusuri koridor hotel. Kira-kira sekarang sudah pukul 11 malam. Sudah terlalu larut.

“Selamat malam HyeHye.. semoga tidurmu nyenyak malam ini..” ucap TaeTae sebelum akhirnya kami berpisah menuju kamar masing-masing.

“Ne. kau juga..”

“Mimpikan aku ya? Saranghae..”

“You too.. Saranghae..”

-***-

Huaahh… lelahnya!!! Tidur larut membuatku bangun terlambat saking pulasnya aku tidur.

Drrtt…Drrttt…

Ah, ChangChang sunbae..

“Yeobo-“

“EunEun pabbo! Bersabarlah,, kau akan melihat dia!”

“Nugu?”

“Pujaan hatiku!”

“Oooh.. artis itu?”

“Yak! Berhentilah memanggilnya ‘artis itu’ dia juga mempunyai nama!”

“Eoh? Kalau begitu kenapa kau tidak pernah memberi tahuku namanya?”

“Itu karena kau tidak pernah bertanya.. pabbo!”

“Iya juga… kalau begitu, beritahu aku siapa nama yeoja itu…”

“Baiklah… apa kau penasaran?”

“Ne.”

“Apa kau ingin tahu?”

“Ne!”

“Apa kau sungguh ingin tahu?”

“Ne!!”

“Benarkah?”

“Yaish!! Jinjja!!! Cepat beritahu aku!! Kau ingin menguji kesabaranku, sunbae?!”

“Ahaha!! Arraseo.. kau ini galak sekali..”

“………”

“iya.. iyaaaa! Aku beritahu.. namanya ada-“

“Oh, sunbae.. nanti kutelepon lagi.. Annyeong.”

-Tut!-

Sebenarnya aku sengaja menghentikan pembicaraanku dengan ChangChang sunbae. Tidak akan seru jika aku tahu sekarang.. lebih baik aku cari tahu sendiri siapa yeoja itu. Lag pula mereka akan berduet kan? Pasti mudah mengenali yeoja itu.. Haaa! Kau sekarang tidak pabbo lagi Eunhye! Kau cerdas!

-Knock Knock-

Pintu kamarku ku ketuk. Siapa ya yang mengetuk pintu?

Ku lihat keluar melalui lubang yang berada pada badan pintu dan yang kulihat adalah….

..NOTHING!

Tidak ada apapun  atau siapapun di luar sana. Akh, mungkin orang iseng..

-Knock Knock-

Lagi-lagi pintu kamarku diketuk.. siapa sih? Kurang kerjaan sekali dia.. tanpa melihat lebih dulu, aku segera membuka pintu dan yang sejak tadi mengetuk pintu adalah…

“Ahjumma!”

Anak kecil yang kemarin?! Mau apa dia kemari???

“Uh.. eum… a-ada apa anak manis?” tanyaku canggung.

“Appa!”

“Appa?”

“Appa dimana??”

“Appamu? Aku tidak tahu…. kau kan anaknya..”

“Huaaaa!!!!!! Appa!!! Aku ingin Appa!!” tangis anak itupun pecah seketika.

Hiyaaa!!! Apa-apaan anak ini?? Aku memang tidak tahu dimana Appanya… haduh..

“Ssst… uljima.. uljima ne? Jangan menangis lagi.. sudah yaa…. Ahjumma belikan es krim nanti.. sudah yaa… uljima….” bujukku. Anak itu tetap saja menangis. Aku harus bagaimana?

-Kreek-

Pintu kamar di sebelahku dibuka.. dan yang terjadi adalah..

Anak itu berhenti menangis setelah melihat siapa yang membuka pintu.

“Appa!” Jerit anak itu.

“Eoh? Annyeong..” sapa Taehyung kemudian mengelus kepala anak itu.

Aku heran, mengapa anak itu senang sekali mengecap TaeTaeku ini sebagai appanya.. dia itu belum memiliki momongan tahu! Seenaknya saja.. ini salah satu alasan mengapa aku membenci anak kecil.

“HyeHye… mengapa dia menangis tadi?”

“Molla. Tiba-tiba saja dia begitu.”

Taehyung menggendong anak itu kemudian tersenyum padanya. Sungguh kelakuan ini tidak bisa dibiarkan! Berbagai macam pemikiran muncul dalam benakku tapi yang paling mendominasi adalah…

Bagaimana kalau itu memang anak dari Taehyung?

“Mengapa kau menangis?” tanya Taehyung pada anak itu.

“Aku mencari appa. Tapi ahjumma ini tidak mau memberi tahu.” anak itu menunjukku lalu mengeratkan pelukannya pada Taehyung.

Sungguh anak ini menyebalkan sekali.. masih kecil saja sudah menyebalkan bagamana kalau dewasa nanti? Dia pasti akan menjadi yeoja murahan..

“Aku memang tidak tahu dimana appanya..” Aku membela diri.

“Bohong! Ahjumma itu bohong buktinya, ahjumma itu menyembunyikan appa dikamar sebelahnya.” Bantah gadis kecil itu.

Hiiyyaaaa!!! Anak ini ingin sekali kubunuh!!!

“Kau tidak boleh begitu…. itu tidak sopan. Jadi maksudmu, aku ini appamu?”

Gadis itu mengangguk.

“Kalau begitu, jika aku appamu maka dia adalah eommamu.”

“Eomma?”

“Ne. Ayo minta maaf dulu pada eomma karena sudah tidak sopan tadi.” Perintah Taehyung.

Tae… kau ternyata masih sempat memikirkan aku ya?? Aku sungguh terharu kau memintanya memanggilku dengan sebutan eomma.. tapi sayangnya aku tidak sudi dipanggil begitu oleh gadis kecil yang genit seperti dia. Lagi pula, ia mana mau memanggilku begitu.

Gadis itu sempat terdiam sesaat lau ia mulai membuka mulutnya..

“Eo..eo…eom…eommm…eomm..ahjumma mianhamnida!” ucapnya cepat. Benar kan dia tidak akan mau memanggilku begitu. Baguslah.

“Kau harus memanggil-“

“Tidak apa-apa, Tae.. aku memang bukan eommanya. Sudahlah Tae, turunkan dia mungkin sudah saatnya dia kembali pada orang tuanya.” Ucapku.

Taehyung mengangguk kemudian menurunkan anak itu.. anak itu segera berlari menjauh kemudian menghilang dari pandangan kami. Huft, hampir saja aku kehilangan kesabaran..

“Tae, kau bersiap-siaplah.. acara launching dimulai 8 jam lagi. Aku ingin kau terlihat keren, jadi bersiaplah.” Saranku lalu segera berbalik masuk kedalam kamarku.

Tapi sebelum aku benar-benar masuk ke dalam kamar, Taehyung menarikku lalu mendekapku erat. Kemudian ia mengecupi leherku tanpa berhenti. Setelah bosan dengan tempat itu dia ganti mengecupi permukaan bibirku. Awalnya hanya mengecup, lama-lama ia menjilati permukaan bibirku dan menyesapnya sesekali. Ini menjadi ciuman yang basah. Aku tidak mengerti mengapa kelakuannya seperti ini.. ini terkesan…. agresif?

Tiba-tiba Taehyung menghentikan aksinya. Kemudian ia segera memalingkan wajahnya dariku.

“Mianhae aku tidak bermaksud.. aku.. ini diluar kendaliku.. untung saja belum jauh.. masuklah, persiapkan dirimu. Aku akan menunjukan sesuatu padamu ketika pesta persahabatan. Siapkan dirimu dan juga mentalmu.” Ucapnya kemudian masuk ke kamarnya.

Mengapa… dia jadi aneh?

Mempersiapkan diri itu oke, tapi mempersiapkan mental? Untuk apa?  Memangnya kejutan darinya sebegitu luar biasa? Hm.. aku jadi ingin tahu.. mungkinkah itu satu truk mawar putih? Kuharap iya.. hihi..

Aku tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara formal itu. Launching SJ Hotel yang ku design kan. Aku sugguh gugup karena aku akan berpidato. Ini bukanlah sembarang berpidato. Bukan juga seperti berpidato di depan teman-teman ketika masa sekolah. Ini adalah acara penting. Aku harus berpidato dihadapan ratusan tamu undangan, para pimpinan perusahaan, dan juga orang-orang penting lainnya… sungguh, ini luar biasa!

Aku mengenakan dress putih selutut tanpa lengan, lalu kupakai lagi blezzer hitam untuk menambah kesan formal. Untuk rambutku, ku ikat ekor kuda. Aku hanya berusaha tidak menghilangkan kesan formal dalam penampilanku mengingat aku harus berpidato di hadapan kalangan atas.

Sekarang sudah pukul 6 malam. 1 jam lagi acara akan dimulai.

Kulangkahkan kakiku menuju lift. Sungguh, aku gugup sekali karena aku berpidato tidak lama setelah acara dimulai.

“Waeyo? Kau terlihat sangat gugup.” Tanya Taehyung yang sejak tadi mengikutiku dari belakang.

“Hmm.. Aku gugup sekali Tae… detak jantungku begitu abnormal… bagaimana kalau aku salah kata? Bagaimana kalau aku lupa materi pidatoku? Bagaimana kalau melakukan hal yang konyol? Bagaimana kal-“

-Chu-

Taehyung mengecup bibirku sekilas dan itu membuatku terdiam seketika. Namja itu kini malah tersenyum. Apa mungkin ini yang ingin dia tunjukan?

“Bukan ini yang akan kutunjukan.” Ucapnya santai.

“Eh?” ucapannya menjawab pertanyaan di benakku. Chemistry kita cukup kuat rupanya..

“Aku hanya ingin tahu apa detak jantungmu juga akan abnormal ketika kucium..”

Benar-benar datar… ekspresinya sungguh datar!

“Mwo?”

“Lagipula kau ini berisik sekali. Tindakan ku tadi hanya untuk mengurangi kegugupanmu.”

Apa yang dia bilang? Justru tindakannya membuatku akan mati seketika. Bagaimana jika jantungku meledak akibat berdetak terlalu kencang? Itu mati konyol namanya. Mati hanya karena dicum oleh namjachingunya sendiri. Benar-benar konyol!

Sampailah kami di ballroom. Ketika kami hendak memasuki ballroom, tiba-tiba seorang namja meneriaki namaku dan juga Taehyung..

“Neo! Pabbo dan V!” kami menoleh ke sumber suara dan yang kami dapati adalah..

“ChangChang sunbae!” seruku.

“Annyeong.. kalian serasi… hahah..”

“Kau juga nampak hebat, Ricky-ssi.” Sahut Taehyung.

“Aigoo.. uri EunEun cantik sekali hari ini… kemari, sunbae peluk dulu.”

Tiba-tiba Taehyung memeluku..

“Tidak akan ku biarkan itu terjadi Ricky-ssi.”

“Aku.. tahu. Aku hanya bercanda.. kajja. Aku sudah tidak sabar ingin sekali berkolaborasi bersamanya… hiyaa! Palli!”

Kami bertiga memasuki ballroom. Kata-kata yang pertama kali kami lontarkan adalah.. ‘WHOA’

Sungguh ini merupakan pesta high class.. mewah dan sungguh luar biasa. Aku tidak menyangka hasil dekorasiku dibantu pekerja lainnya bisa nampak semewah ini.. aku tak percaya.. tolong siapapun cubit aku..

Hwayeon ada dimana ya? Hyojin juga tidak terlihat sama sekali. Aku harus menjari mereka dimana?? Melihat jalan saja tidak bisa karena tempat ini penuh dengan tamu-tamu undangan.

Yaiishh! Mereka ada dimana sih??

Aku, Taehyung dan juga ChangChang sunbae menoleh ke arah pintu ballroom. Keributan apa yang tercipta disana? Meskipun tidak dapat melihat dengan jelas, aku masih bisa mendengar keributan yang terjadi di sana..

“Eo?” Akhirnya aku menemukan Hwayeon tengah duduk sendiri.. Ada apa dengannya kali ini?

Aku hendak menghampiri Hwayeon, namun ia pergi… sepertinya untuk melaksanakan acara serah terima..

Aigoo! Sudah acara serah terima lagi?! Itu berarti aku harus bersiap-siap!

“Hadirin sekalian, sekarang mari kita dengarkan pidato sambutan dari designer hotel ini, Park Eunhye! Untuk nona Park, saya persilahkan waktu dan tempatnya..”

Sambut sang event oranizer. Aku pun melangkah naik ke atas panggung.. ku tatap wajah-wajah pemilik dompet tebal di seluruh penjuru ruangan ini dan akhirnya aku terfokus menatap 1 namja. Namja yang kucintai, Kim Taehyung. Namja itu sekarang tengah memberikan sebuah senyuman semangat untukku.

Ini aneh, rasanya semua ketakutanku senantiasa sirna tatkala memandangnya…

“Annyeong haseyo, hadirin semua……….”

*Skip Time*

“……. Kamshahamnida.”

Riuh tepuk tangan tamu undangan memenuhi ballroom ini. Aku jadi lega sekarang. Ketakutanku berhasil kulalui.. ini berkat dia..

“HyeHye!! Kau hebat! Pidatomu bagus dan juga lancar!” Puji Taehyung saat aku sudah kembali menemuinya.

“Tidak juga.. sebenarnya aku sungguh gugup tadi. Tapi entah mengapa tiba-tiba semuanya itu hilang ketika aku berada di depan sana dan menatap…..”

“Benar kan? Kalau sudah menatap banyak orang, kau pasti akan lebih baik.” Potong Taehyung cepat. Aish! Namja ini bodoh atau apa sih?

“Justru itu membuatku tambah gugup! Aku belum selesai bicara, kau sudah memotongnya…yang aku tatap sedari tadi itu adalah KAU!”

Dia hanya melongo. Kemudian..

-Chu-

Dia mengecup keningku…

Tunggu, dia mengecupku?! Ditengah kerumunan orang banyak?! Omona! Aku malu sekali.. kerasakan wajahku kini memanas. Pasti wajahku sudah merah, semerah kuah Tom Yum Gong..

“Persiapkan dirimu, ne? Aku punya kejutan luar biasa untukmu.” Ucapnya.

Apa kejutannya ya? Aku penasaran..

Acara berlangsung sukses! Kini saatnya Pesta Persahabatan dimulai! Aku sungguh menantikan saat-saat ini begitupun juga dengan Taehyung.

“Ayo ayo, sekarang semua yeoja berbaris menyamping disebelah kananku, dan para namja berbaris berhadapan dengan para yeoja di samping kiriku. Ayo ayo.”

Ucap MC tiba-tiba..

Aku berada di seberang Taehyung sekarang. Di kiri ku ada Hwayeon dan disebelahnya ada Hyojin. Hyojin dengan siapa ya? Aku tidak bisa melihatnya karena terhalang tubuh Kyuhyun. Haish..

“Oke, sekarang kita akan bermain game!!! kiss competition. Oke, jadi nanti, lampu akan dimatikan, dan semua orang wajib mencari seorang pasangan kalian masing-masing untuk dicium dalam keadaan gelap gulita. Oke? Mengerti semuanya? Pada aba-aba ke-3. 1…2…3…“ seru MC itu.

Dan dalam sekejap suasana menjadi gelap gulita. Aku tak bisa melihat apapun. Hanya jeritan-jeritan yang kudengar..

“Kau dimana?!” Itu… Suara Taehyung!

“Disini!” Seruku.

“Gotcha!” desis seorang namja setelah berhasil meraih tanganku. Aku tak tahu dia siapa, tapi kuharap itu TaeTae.

Namun tiba-tiba saja seseorang menabrak kami dan membuat kami terlepas. Ha~ jika tadi gagal, berarti dia bukan Taehyung. Taehyung pasti akan menggenggamku erat.

Lampu telah menyala kembali. Aku melihat para namja yang tengah mencium pasangannya.. tapi aku? Aku hanya memandangi mereka..

Aku melihat Hwayeon dengan Kyuhyun. Dasar pasangan iblis..

Aku melihat Hyojin dengan namjanya yang tidak ku ketahui..

Lalu aku melihat pasangan yang seharusnya tidak terdaftar…

….Kim Taehyung dengan yeoja lain….

Dan aku melihat namjachinguku berciuman dengan yeoja lain tepat di hadapanku. Sungguh… ini benar-benar terjadi di depan kedua mataku. Mereka bahkan terlihat begitu mesra.

Taehyung melepas ciumannya dengan yeoja itu..

MWO?!

Yeoja itu adalah yeoja yang dipantai waktu itu.. mantan Taehyung.

Yeoja murahan yang tidak tahu diri!

Hooh… sekarang bisa ku simpulkan..

Taehyung sering menelepon seorang yeoja yang kuketahui bernama ‘Yooni’. Percakapan terakhir, Taehyung nampak mengkhawatirkannya. Percakapan itu terjadi setelah ia bertemu Yeoja kotor ini. Itu berarti selama ini Taehyung masih berhubungan dengan mantannya itu yang bernama Yooni. Dan mereka sekarang bermesraan dihadapanku. Bagus!

“Teruskan saja.. untuk apa berhenti?! “ Seruku pada Taehyung dan yeoja itu.

Mereka segera menoleh padaku terutama Taehyung. Ia nampak begitu terkejut.

“Ani.. HyeHye.. aku bisa-“

“Bisa apa? Menduakan aku? Membohongiku? Mempermainkan aku? Jadi kau menjadikanku sebagai pelampiasanmu? Begitu? Huh! Terimakasih Tae.. terimakasih sekali..”

Aku melangkah pergi meninggalkan mereka. Kulihat yeoja keparat itu tersenyum penuh kemenangan.

“Yak! Eunhye! Dengarkan dulu!” Cegah Taehyung. Aku menepis lengannya yang mencengkeram tanganku. Aku menatapnya.. menatap kedua mata namja yang telah melukai hatiku ini. tanpa terasa, air mataku mengalir dan membuat mataku yang semua begitu cerah kini nampak sembab dan bengkak. Taehyung menatapku panik. Untuk sesaat, kami saling bertatapan sampai akhirnya yeoja sialan itu datang memeluk Taehyung dari belakang. Membuatku sadar bahwa aku harus pergi. Aku tidak boleh mengganggu acara mereka kan?

“Terimakasih atas kejutanmu hari ini, Tae…” aku melepas genggamanya kemudian segera berlari menjauh.

Katanya, ia takut jika aku meninggalkannya tapi apa sekarang? Dia yang meninggalkanku. Dia yang melukaiku.

Katanya, ia akan selalu ada disisiku. Tapi? Dia berada di sisi yeoja lain. Dia berselingkuh dihadapanku.

Sungguh…..

AKU MEMBENCIMU KIM TAE HYUNG!

Dengarlah itu baik-baik…..

…..Chagi….

Aku mengasingkan diriku. Aku butuh ChangChang sunbae… Kau ada dimana?? Aku membutuhkanmu, sunbae… Hatiku terasa sungguh pedih… benar-benar pedih… Kau dimana? Apa kau sedang bersiap-siap? Jika ya, hiburlah hoobaemu ini dengan alunan pianomu yang mengagumkan itu…

Benar saja… sekarang aku bisa melihat ChangChang sunbae berada di atas panggung sayangnya aku tidak bisa melihat yeoja yang bernyanyi itu, padahal dia adalah yeoja yang disukai sunbae! Aihh sial! Hanya saja… suara penyanyi itu aku seperti mengenalinya…  Hm..

Aku diam.

Diiringi oleh musik bernuansa romantis, dan juga disuguhi pemandangan pasangan-pasangan muda yang tengah menyalurkan perasaan cinta mereka satu sama lain.

Ditengah-tengah  kebahagian orang-orang itu dari kejauhan aku melihat….

Taehyung!

Aku sebisa mungkin membuat diriku agar tidak dikenalinya. Ia tampak mencari seseorang. Apa ia mencariku? Apa ia datang untuk meminta maaf? Apa dia….

Tidak.. dia tidak datang mencariku. Dia mencari gadis kecil yang genit itu. Taehyung menggandeng tangan gadis kecil itu dan membawanya pada…. What? Yeoja mantannya?! Apa gadis kecil itu adalah anak dari mantannya Taehyung? Jika ya, berarti aku….

Aku memacari sesorang yang sudah berkeluarga?!

Oomona! Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak mengerti….

Taehyung….

Aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di sini…

Aku ingin tahu bagaimana bisa kau di panggil ‘appa’ oleh gadis kecil itu..

Aku ingin tahu apa hubunganmu dengan yeoja bernama Yoonie itu..

Aku ingin tahu mengapa kau terlihat begitu tidak peduli padaku sekarang?

Kenapa Tae??

Aku gila karena hadirmu dihidupku.. dan sekarang kau ingin membuatku gila karena kau mencampakanku?

Kau bahkan tidak mencariku…..

Kau ini sungguh……  KEJAM!

Penampilan ChangChang sunbae dan yeoja artis itu berakhir. Wah… penampilan mereka keren sekali.. musik yang mereka ciptakan mengalun manis di pendengaranku. Aku suka itu! Setidaknya, itu bisa menghiburku sedikit..

“EunEun pabbo!” seru ChangChang sunbae setelah turun dari panggung. “Ini untukmu! Kau adalah orang yang spesial untukku!” lanjutnya sambil memberiku sebucket mawar berwarna kuning sebagai lambang persahabatan.

“Gomawo sunbae…”

“Pidatomu tadi hebat.. kau memang hoobaeku yang yang paling spesial! Aku bangga padamu.”

“Aku terharu… gomawo. Sunbae bisa saja.. Oh iya, yeoja yang bersamamu tadi itu namanya siapa?”

“Oh dia itu… Eh? Apa yang terjadi dengan matamu?”

”Ah! Ani. Mungkin ini karena aku kurang tidur.. aku sugguh lelah.. lebih baik aku pergi sekarang. Annyeong.”

Tidak.. ChangChnag sunbae tidak boleh tahu apa yang terjadi padaku…

-***-

Akhirnya. Kami berada di pesawat. Seoul… aku merindukanmu!!

Kuputuskan untuk kembali ke Seoul menggunakan pesawat bersama Hyojin, dan pasangan iblis ini.

Aku tidak kembali bersama Taehyung karena kalian juga tahu masalahnya bukan? Aku tidak ingin terlarut dalam kesedihan.

Meski tidak ingin sedih, tapi sepertinya wajahku menunjukan bahwa aku sungguh sangat sengsara ya? Apa seperti itu? Apa separah itu sampai-sampai penumpang lain menatapku ngeri??

Ah, Hyojin…. dia juga menekuk wajahnya.. ada apa ya? Perihal managernya lagi? Kenapa dia tidak cerita? Mungkin ia masih kesal..

Sepertinya.. sedari tadi aku bertanya dan menjawabnya sendiri… mungkin aku mengalami tekanan batin sekarang…

“HwaYeon!” Seru Yoonhee saat kami sampai di bandara.

Ah, sudah sampai ya? Apa boleh kucium tanah ini? Aku merindukan tanah ini….

Hwayeon menoleh dan melambaikan tangannya.

“Kajja eonni.” Ajak Hwayeon kemudian berlari mendahului kami. Aku dan Hyojin.

Tumben sekali Hyojin tidak berbicara padaku.. padahal ia adalah orang yang paling sering berbicara denganku entah apapun topiknya.

Hyojin..

Kau ini kenapa?

-TBC-

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-HYo Jin side (Part 5)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Min Sunghyun (OC)

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G-Semi M

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Disini ada pergeseran ratting yh~ hhe..

Sedikit ada NC- Author gak tahan kalau gak ada NC, eh?-

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Berarti kita impas.” Kataku sambil tersenyum lebar. Kulihat Ricky hanya mengerutkan dahinya dan menatapku bingung. Kubiarkan saja ia penasaran. Hha..

Lebih baik aku kembali ke hotel untuk istirahat. Besok adalah hari penting. Aku tak boleh menggagalkannya. Fighting!

.

Chapter 5: ‘Our’-private- show~

.

.

Pagi cerah telah tiba..

Yah, aku harus bersiap-siap. Malam ini bukanlah malam yang biasa. Malam ini aku  akan tampil bersama namja yang telah mengisi hatiku. Mungkin malam ini hubungan kami akan mendapat perkembangan. Boleh kah aku berharap?

Aku memasang earphone,u unutk berlatih lagu yang akan kami tampilkan nanti. Yah, Love Song- Adele. Keren kan?

Berhubung aku sedang malas keluar kamar jadi kuputuskan untuk diam di dalam kamar.

.

.

.

Sudah malam? Daebak!!! Tak terasa sama sekali. Untung saja aku sudah mandi dan sekarang tubuhku sudah dibalut gaun merah tanpa lengan selutut yang kuberi saat menemani Hwa Yeon membeli gaun. Dan ini sangat bagus. Hae Won-ssi memang hebat.

Tok tok tok

Aish, siapa itu? Mengganggu saja. Tidak taukah ia kalau aku sedang sibuk(baca: mengaca)? Aku berjalan malas menuju pintu dan membukanya. Sungguh aku sanagt menyesal saat melihat sang pelaku..

“Anyeong, HyoHyo yedongsaeng tercantikku!!!” siapa lagi kalau bukan EvilKyu oppa. Aku hanya memutar mataku malas.

“Apa maumu? Kau ini mengganggu saja, oppa. Oh ya, apa yeoja yang waktu itu kau ceritakan adalah Hwa Yeon?” tanyaku heran.

“Yup. Tepat sekali! Aku pun kaget saat mengetahui kalau Hwa Yeon-ku itu sahabatmu. Kenapa kau tidak pernah mengenalkannya padaku? “ ia menatapku dengan pandangan meremehkan.

“Tak perlu kukenalkan kau pasti akan mencarinya. Eh, tadi kau bilang apa? Hwa Yeon ku?” heol, hebat sekali dia sudah meng-klaim Hwa Yeon miliknya. Jangnan aniya.

“Iya. Hari ini aku kan mengenalkannya pada Eomma dan Appa.” Kata Kyuhyun sambil duduk di kasurku. Dasar tak sopan.

“Oh ya, Eomma dan Appa ingin bertemu denganmu. Jadi mereka menyuruhku untuk datang bersamamu.”tambahnya sambil merebahkan badannya dikasur. Sia-sia tuxedo hitam itu ia pake jika hanya untuk tidur. Dasar kebo.

“Mwo? Ajhuma dan Ajusshi datang? Aku kangen sekali~ Baiklah, kajja. Aku tak sabar bertemu dengannya.” Aku menarik tangannya.

“Ya! Cho Hyo Jin!!” ia berteriak karna hampir jatuh saat aku menariknya. Setelah mengunci pintu aku berjalan bersama Kyuhyun. Tiba-tiba ia menarik tanganku dan menggandeng tanganku.

“Sudah lama kita tak seperti ini. Terakhir saat kita masih di SMP. Kapan lagi kita punya moment saat kita akrab? Haha..” Kyuhyun terkekeh. Aku tersenyum  dan menyandarkan kepalaku pada pundaknya.

Well, memang kami jarang sekali akur. Jadi lebih baik kita gunakan moment ini untuk akrab. Haha..

Saat sampai di ballroom aku terkagum-kagum menatap sekitar. Ini hebat sekali! Megah dan luas!!! Aku merasa sangat beruntung disini. Ini semua pasti kerjaan Eun Hye eonni. Dia memang perfectionis. Dasar yeoja golongan darah A~

“Omona! Ini hebat sekali! Eun Hye eonni sangat hebat! Eh? Itu Hwa Yeon. Sana, dekati dia.” Ujarku. Kyuhyun menggeleng.

“Hey, aku bisa bersama dia nanti. Kita kan sedang dalam acara ‘mari-kita-berbaikan-‘,ingat?” aku terkekeh mendengarnya. Kami kembali tertawa tapi aku merasa sedikit aneh saat melihat Hwa Yeon. Apa dia cemburu? Jangan-jangan ia belum tau kalau aku dan Kyuhyun itu sepupu? Ah, tak mungkin. Pasti ia tau.

Aku mendatangi Tan Ajusshi dan Ajjuma. Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka. Kami sekedar membagi cerita setelah lama tidak bertemu.

Selama acara ini aku selalu bersama Kyuhyun oppa. Ia selalu menggandeng tanganku. Banyak yang mengira kami adalah pasangan kekasih. Tapi Kyuhyun oppa akan mengatakan,

“Bukan. Ia hanya sepupuku. Yeojachinggu ku adalah penyelenggara acara ini.” Ujarnya mantap. Wah, aku iri padamu Hwa Yeon. Kapan aku mendapat orang seperti Kyu oppa? Mungkin nanti.

Eh? Hwa Yeon kok seperti ingin menangis? Apa karna kami bersama?

“Hwa Yeon? Kenapa ia selalu melihat kepada kita?” tanyaku penasaran. Kyuhyun melirik sekilas.

“Entah, mungkin ia sedang melamun. Ia kan suka melamun.” Kyuhyun menaggapinya dengan santai.

Kulihat Hwa Yeon pergi keluar ruangan. Sambil menangis?

Hwa Yeon memang suka melamun. Tapi ia tidak pernah melamun sambil menangis. Apa jangan-jangan..

“Oppa, apa kau sudah bilang pada Hwa Yeon kalau kita sepupu?” Kyuhyun terkaget dan baru menyadari sesuatu.

“Aish, aku lupa mengatakannya. Pantas saja ia melihat kearah kita. Lho? Kemana dia? “ Kyuhyun panik.

“Ia keluar dari ruangan tadi. Sepertinya ia cemburu dan salah sangka. Cepatlah kejar dia oppa.” Aku mendorong Kyuhyun untuk keluar ruangan. Dasar couple rusuh.

Tapi aku juga tidak melihat Ricky. Dia kemana? Ah! Itu dia! Eun Hye eonni lagi? Aigo, dia benar-benar. Tapi Eun Hye eonni itu sedang bersama namja lain kan? Hebat sekali eonni tertua ini. Ia punya dua namja .

Prok prok prok

Aku bertepuk tangan pelan. Aku sudah membulatkan pilihanku. Aku membenci Eun Hye eonni.

Saat semua orang berdansa dengan romantis termasuk couple rusuh-Kyuhyun&Hwa Yeon- Hebat sekali mereka sudah berbaikan. Aku hanya bisa diam dan duduk, Ricky tidak ada niatan untuk mengajakku berdansa? Ah, aku lupa. Kan masih ada Eun Hye eonni.

Entah berapa lama aku melamun, tiba-tiba mc acara tersebut berkata,

“ Ayo ayo, sekarang semua yeoja berbaris menyamping disebelah kananku, dan para namja berhadapan dengan para yeoja disamping kiriku. Ayo ayo.” Dengan langkah gontai aku menuju kesana. Mungkin akan sedikit membantu menenangkan pikiranku.

“Oke, sekarang kita akn bermain game!!! Kiss Competion. Oke, jadi nanti, lampu akan dimatikan, dan semua orang wajib mencari seorang pasangan klaian masing-masing untuk dicium dalam keadaan gelap gulita. Oke? mengerti semuanya? Pada aba-aba ke-3. 1…2…3…

Cleck

Mwo? Ini kiss competion? Aku harus apa? Ini gelap sekali! Eomma! Aku takut! Ricky!!

“Apa kau Hyo Jin?” aku kenal suara itu. Itu Ricky!

“Ricky?”

“Ternyata memang kau.”

Cup.

Ia menciumku dengan lembut. Astaga, ia menciumku setelah berselingkuh didepan mataku? Kau harus sadar, Hyo Jin.

Saat aku memberontak, aku menyesalinya. Karna semakin aku memberontak, ciuman itu semakin dalam. Ah, aku menyerah. Ricky tetap menciumku dengan lembut tak ada kesan nafsu dalam ciumannya.

Cleck

Ricky melepaskan ciumannya dan menatapku lekat. Aku hanya bisa menundukan kepalaku. Ia menagngkat daguku lalu mendekatkan mulutnya ke telingaku.

“Ayo siap-siap. Sebentar lagi kita tampil.”

What the?! Kupikir dia akan mengatakan hal romantis! Ternyata … yah, aku sweatdrop seketika.

Akhirnya aku tampil bersama Ricky. Yah, aku tak dapat melihat wajah Ricky lagi. Setiap menatap matanya aku merasa tatapannya seakan menyelami pikiranku. Selama aku menyanyi aku hanya fokus pada lagu.

“Kau mengagumkan tadi” katanya.

“Gomawo.”

“Kau masih marah?”

“Ani”

“Baiklah kalau kau masih marah. ini untukmu”

Ricky memberikan setangkai mawar merah padaku. Ini romantis.

“Goma- eh?”

Saat hendak mengucapkan terimakasih . Ricky sudah menghilang.

Saat cari, aku menemukannya bersama Eun Hye eonni lagi. Lagi? Dan apa itu? Sebucket mawar kuning? Astaga, aku satu tangkai dan dia sebuket? Luar biasa.

Aku benci Eun Hye eonni.

.

.

.

“Hwa Yeon!” teriak Yoon Hee. Well, aku memutuskan untuk pulang bersama Hwa Yeon dan Eun Hye eonni. Walaupun suasana sedikit-sangat- canggung saat bersama Eun Hye eonni.

“Kajja eonni.” Hwa Yeon meninggalkan kami berdua. Kulihat Hwa Yeon sibuk dengan Yoon Hee. Dan aku hanya bisa diam tanpa menganggap ada nya Eun Hye eonni.

Sudah kubilangkan? Aku benci Eun Hye eonni.

­-TBC-

Wah, ini sangat aneh T_T

Maaf yah kalau geje..

Author 2 memang belum berbakat~

Jadi minta commentnya yah^^

Gomawo yang mau baca~

~Cho Hyo Jin

Romantic Waltz~#100DayOurBLog-Hyo Jin side (part 4)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Min Sunghyun (OC)

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Sorry bisa post sekarang, kemarin koneksi internetnya hilang hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Kau tidak apa-apa?” kurasa aku mengenal suara itu. Dimana yah? Kulirik sedikit dari sela-sela jariku.

“Omo! Hyo Jin? Kenapa kau ada disini?”

Dan ternyata dia adalah…

.

Chapter 4 : Revenge

.

.

“ Sunghyun? Kenapa kau ada disini?” kataku pelan. Ia mengangguk pelan lalu duduk didekatku.

“Itu tidak terlalu penting. Jadi, apa yang terjadi? Ceritalah. Kau tau kan kita sudah bersahabat sejak dulu. Kau bisa bercerita padaku.” ia mengalihkan pandangannya padaku.

Ah, aku ingin kalian berkenalan dengannya. Ia adalah Min Sunghyun. Dia adalah sahabatku sejak kecil. Sebelum bertemu anggota gank Scipy aku sudah bersahabat dengannya. Dulu kami terpisah karna Sunghyun harus pindah ke luar kota. Dan kami bertemu di Jeju!!

“Well, sekarang ada seorang namja yang sedang menarik perhatianku akhir-akhir ini. Ia adalah pianis muda yang tampan. Walaupun baru beberapa hari bersamanya, tapi kami memiliki moment yang tak terlupakan. Tapi ternyata bukan hanya aku saja yang merasakannya..” aku menekuk lututku lagi dan menenggelamkan wajahku.

“Maksudmu? Ada orang ketiga?Bagaimana kalau kau labrak saja dia? Kau kan Cho Hyo  Jin! Haha..”  Sunghyun mengelus punggungku lembut. Ia masih sama seperti dulu.

“Yeah, awalnya aku juga mengatakan hal yang sama. Tapi apa yang bisa aku lakukan jika orang itu adalah sahabatku? Kau tau kan aku tidak bisa membuat sahabatku menangis?” aku menghela nafas sambil menghapus jejak air mata yang kembali terukir dipipiku.

“Jadi dia sahabatmu? Kau belum berubah ternyata. Masih saja memendam semuanya sendiri tak peduli kau akan terluka atau tidak. Karna itulah kau gampang tersakiti. Kau terlalu baik pada semuanya sehingga mereka tidak tau kalau kau menderita.” Sunghyun mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata yang turun dari mataku.

“Kau itu tidak pernah memahami perasaanmu sendiri. Selalu menunjukan wajah bahagia walaupun itu sangat menyakitkan bagimu. Menganggap dirinya tidak akan pernah bersedih.”

Pluk

“Aw!! Appo!! Kau jahat sekali padaku!!” Aku memukul lengannya keras karna ia memukul kepalaku keras sekali. Ia tertawa.

“Tapi itulah daya tarikmu. Semua orang tidak tau kau selalu bekerja keras demi mereka. kau lelah demi menyenangkan mereka. Kau tidak pernah menunjukan wajah lelahmu karna akan membuat mereka khawatir. Kau itu yeoja hebat.” Sunghyun mengusap kepalaku pelan.

Aku memeluk Sunghyun erat. Hanya ia yang sangat memahamiku. Hanya ia yang tau lebih banyak dari sahabat-sahabatku yang lain. Hanya dia yang bisa menenangkan aku. Hanya dia..

“Ya! Hyo Jin! Siapa namja yang membuat sahabatku menangis separah ini, eoh? Biar kupukul perutnya sampai ususnya keluar.” Ia membalas pelukanku. Aku tersenyum.

“Gomawo, Sunghyun-ah.”

“Itulah gunanya sahabat.” Jawabnya mantap.

Kami masih berpelukan erat. Untung saja daerah sini sangat sepi. Mungkin karna belum ada yang kesini.Aku melepaskan pelukanku. Kami saling menatap dan tersenyum. Rasa pedih kini sudah musnah.

Oh ya, kenapa Sunghyun bisa berada disini?

“Kenapa kau bisa disini?” tanyaku sambil merebahkan tubuhku dipasir. Ia mengikutiku.

“Aku? Aku sedang melakukan penelitian. Aku kaget melihat seorang yeoja sedang berlari sambil menagis di daerah sini. Karna daerah ini memang belum pernah dikunjungi orang lain. jadi tempat yang cocok untuk penelitian. Kau?” ia memejamkan matanya.

“Aku akan mengisi sebuah acara pelanuchingan hotel di dekat sini. Nah, namja yang kumaksud tadi adalah namja yang akan mengiringiku saat nanti. Bagaimana kalau kau datang kesana? Aku bisa memasukan namamu kedalam list tamu khusus. Datang ya?” Aku menggunakan puppy eyesku supaya ia ikut. Ia terkekeh.

“Entahlah. Aku tidak tau bisa datang atau tidak. Akan kuusahakan. “ Ia kembali mengusap kepalaku.

Sepertinya tidak rugi jika aku menghabiskan hari ini dengannya. Yah, hitung-hitung menghilangkan stressku. Kenapa tidak?

“Apa kau kosong hari ini?” tanyaku.

“Tentu. Itulah alasan aku bisa bersamamu sekarang. Wae?”

“Mau kah kau menemaniku? Hitung-hitung nostalgia masa kecil? Hehe..”

“Tentu saja. Dengan senang hati.”

Memangnya hanya Ricky yang bisa bersama orang lain? Aku pun bisa. Maafkan aku Sunghyun-ah.

*Hyo Jin Pov end*

*Ricky POV*

Aigo, yeoja itu kemana sih? Ice cream ini mengganggu saja! Kubuang ice cream itu dan kembali mencari Hyo Jin.

Untuk apa tadi aku berhenti mengejarnya coba? Dasar pabbo.

Mungkin aku harus bertanya pada Eun Eun pabbo. Ini semua salahnya! Kenapa ia memelukku coba? Aish..

“Yeoboseyo?” ucapku.

“Yeoboseyo.”

“Hiiyaaa!! EunEun! Eotteohke?!”

“Mwo?”

“Dia marah…”

“Nugu? Artis itu?”

“Ne..”

“Haish! Kau apakan dia?! Akh, dasar pabbo! Sunbae pabbo!”

“Bagus ya! Terus saja mengataiku bodoh! kau lebih bodoh tahu!”

“Yak! Sunbae ini menyebalkan! Sudahlah urus saja masalahmu sendiri!”

-Tut!-

Aish, bisa-bisanya ia menutup telpon dariku! Kutelpon saja lagi.

Drrtt..Drrtt..

“Sekarang apa?!” tanyanya ketus.

“Jebal! Bantulah sunbaemu yang handsome ini!”

“Mwo?! Sudah jangan ganggu aku lagi!!”

“Yak! EunEun pabbo!”

Dasar tidak membantu! Baiklah aku akan mencarinya lagi.

*Ricky POV End*

*Hyo Jin POV*

Seperti yang sudah disepakati, kami pergi ke tempat-tempat yang menarik di daerah ini.

“Hyunie, kau tau kan kalau aku ingin wisata kuliner disini? Kau tau tempat makan yang enak?” tanyaku dengan mata berbinar-binar.

“Aigo, kau masih Hyo Jin yang rakus! Tapi kenapa badanmu bisa seperti ini? Kau kan makannya banyak.” Ia mengatakan itu dengan wajah datarnya.

“Ya! Sekarangkan aku sudah menjadi public figure! Sudah pasti aku harus menjaga penampilanku! Apalagi aku sedang dalam puncak ketenaranku! Hha..”

“Baiklah, Nona Cho. Sekarang berhentiah berkicau karna kita akan pergi sekarang.” Katanya. Ia menunjukan sebuah mobil sport yang –sangat-keren. Dan warnanya biru!! Warna kesukaanku!

“Apa ini punyamu? Kau sudah sukses! Daebak! Aku bangga menjadi sahabatmu!!” aku memberikan kedua jempolku. Ia terkekeh.

“Tentu saja. Apa kau tidak pernah mendengar Prof. Min yang baru saja meneliti tentang keajaiban laut?”

“Jinjja?! Itu kau? Kenapa kau baru bilang,eoh? Mianhae, Prof. Min. Haha..” aku tertawa. Yah, beginilah kami dulu. Saling menyemangati, selalu tertawa.

“Apa kau punya yeojachinggu?”

“Sudah. Bahkan ia sudah berganti status menjadi istriku.”

MWO!!!!!

“Kau sudah menikah? Kenapa tidak mengundangku?!! Lalu dimana istrimu? Aku ingin melihatnya!” kataku antusias.

“Benarkah? Baiklah. Kita ke rumahku. Semoga saja SungHee sudah pulang sekolah.”

“SungHee?”

“Ia anakku.”

WHAT THE?

“Teganya kau!! Tidak mengundangku! Dan sekarang kau sudah punya anak?! Daebak!” aku memukul kepalanya.

“Aish, sudahlah. Mari masuk. Aku sudah kangen dengan My Baby.” Katanya sambil menggunakan aegyo yang jijik dimataku.

-skip time-

“Kita sudah sampai!”

Rumahnya sederhana namun elegant. Dia memang sudah sukses.

“Yeobo? Dia Hyo Jin?” terdengar suara yeoja yang menyambut kami di ruang tamu. Aku tersenyum ramah.

“Omo!!! Cho Hyo Jin sedang berada di rumahku!!! Aku harus apa? Hyo Jin, aku fans beratmu!!!” ternyata istrinya merupakan Jinieus juga. Aku terharu.

“Chagi-a, sebenarnya Hyo Jin itu adalah sahabatku sejak lama.” Jelas Sunghyun.

“Kenapa kau tidak bilang kalau sahabatmu itu Hyo Jin? Jadi suamiku adalah sahabat Hyo Jin? Ah, beruntung sekali aku menikah denganmu!!” ia menciumi pipi Sunghyun yang tertawa melihat istrinya seperti itu.

“Jadi begini, bolehkan kalau Hyo Jin menghabiskan hari ini di rumah? Tapi ia ingin mencoba makanan khas sini. Kau bisa kan?” Sunghyun berkata dengan santai pada istrinya.

“Tentu saja! Demi Hyo Jin!!” Dia memang hardfans-ku. Aku terharu mendengarnya..

Yah, hari ini mungkin akan menyenangkan!

-skip time-

Waktu menjelang sore. Sebaiknya aku pulangke hotel. Untung Sunghyuhn mau mengantarku. Yah, Kurasa Ricky sudah mencariku dari tadi.

“Kajja.” Ajak Sunghyun.

“Ne. “

Setelah sampai di  hotel kulihat Ricky sedang duduk tak tenang di lobby. Aku menghampirinya.

“Hey, apa yang kau lakukan?”

Ia menegokan kepalanya dan langsung memelukku erat.

“Mianhae.. mianhae.. walau aku tak tau apa yang membuatmu marah. Kumohon maafkan aku.” Aku memeluknya erat juga. Ternyata itu menyakiti hatinya. Kami hanya diam menikmati pelukan kami. Tiba-tiba..

“Jinie, kau melupakan ini.” Seru seseorang. Ricky melepaskan pelukannya dan menatap namja itu lekat.

“Ah, Hyunie. Gomawo. By the way, terimakasih untuk hari ini. Lain kali kita jalan bersama lagi yah..” ucapku sambil tersenyum. Aku memeluk Sunghyun lagi ia membalasnya tak kalah hangat. Tapi pelukan kami tiba-tiba terpisah oleh Ricky.

“Jangan lama-lama. “ Ricky menarik tanganku keras sehingga tangaku terasa sakit. Kulihat Sunghyun hanya terkekeh dan membalikan badannya untuk pulang ke rumah. Tega sekali dia.

“Kenapa kau menarik tanganku?”

“Kenapa kau pergi bersama namja itu?”

“Kau cemburu?”

“Tidak. Aku hanya mengkhawatirkanmu.”

“Bohong”

“Tidak”

“Bohong”

“Baiklah. Aku cemburu!”

Apa tadi yang dia katakan? Ia cemburu? Artinya ia suka padaku? Kenapa hati ini bahagia sekali? Entahlah..

“Berarti kita impas.” Kataku sambil tersenyum lebar. Kulihat Ricky hanya mengerutkan dahinya dan menatapku bingung. Kubiarkan saja ia penasaran. Hha..

Lebih baik aku kembali ke hotel untuk istirahat. Besok adalah hari penting. Aku tak boleh menggagalkannya. Fighting!

-TBC-

Gimana? Masih gak rame yah?

Maaf yah kalau gak rame^^

Tapi Author masih nunggu comment dari kalian buat introspeksi diri…

Gomawo yang udah mau baca..

Sampai ketemu di chapter selanjutnya~~

~Cho Hyo Jin

The Art of Love #100thDayOurBlog -Eunhye Side- (Part 4)

THE ART OF LOVE

Author: Park Eunhye

Cast:

  • Park Eun Hye
  • Kim Tae Hyung a.k.a   V

Other:

  • Kim Hwa Yeon
  • Jung Yoon Hee
  • Cho Hyo Jin
  • Yoo Chang Hyun a.k.a  Ricky
  • Cho Kyu Hyun
  • Kim Tae Hyung’s ex girlfriend

Rating:  G

Genre:  Hurt, Comedy, Romance, Friendship

Length : Chapter

Annyeong readers^^

Berjumpa lagi di part 4!! Mian yaa.. author ngepostnya telat (lagi)

Jeongmal miahae nae readers!

Kondisi author lagi kurang enak sekarang, tapi author tetep berusaha yang terbaik buat readers..

Gimana? Suka ga sama FF nya? ini dalam rangka 100 hari Spicy Wings’ House.. dan ini murni hasil pemikiran kami berempat.

Semoga kalian suka ya..

Makasih buat yang udah like dan baca FF kami… #terharu

Hati-hati ada typo, guys..

No plagiat..

No bash..

But, like and comment ya…

Oke?

Happy Reading^^

Seharian ini, kami hanya bermain dipantai. Tidak hanya sekedar berjalan menyusuri pantai dan berfoto, tapi juga bermain seperti banana-boat, jetski, dan sebagainya hingga sore.

Begitu melelahkan, tapi juga menyenangkan..

“Kau lelah?” tanyanya padaku.

“Ne. tapi ini sungguh menyenangkan.”

“Kemarilah..” Taehyung menepuk-nepukan bahunya. Mengisyaratkanku untuk bersandar padanya.

Begitu kan maksudnya?

Aku meletakkan kepalaku di atas bahu milik Taehyung.

Menikmati pemandangan sunset bersamanya, adalah hal yang aku inginkan.

“Sun set yang cantik.” Ucapku spontan.

“Hm.. bukankah kau ingin melihat sun set bersama Ricky? Tunggulah disini, aku akan mencarinya..” Ucap Taehyung kemudian berdiri. Aku menahan lengannya.

“Haa… ani. Aku kan hanya bercanda saja tadi. Aku ingin bersamamu. Bukan bersama sunbae yang payah seperti dia..” rengekku.

Taehyung tersenyum.

“Aku tahu. Aku juga hanya bercanda saja tadi.. hehe..”

“Kau menyebalkan!”desisku. Dia hanya terkekeh geli melihat ekspresiku.

Taehyung kembali duduk di tempatnya semula.

“HyeHye, aku menyayangimu…” Taehyung mengecup keningku. “…mulai kemarin…” Taehyung mengecup pipi kiriku. “….sekarang..” Taehyung mengecup pipi kananku. “….dan selamanya…” Taehyung mengecup bibirku lembut.

Namja ini romantis… meskipun dia menyalurkannya dengan caranya sendiri, tapi itu unik..

Belum selesai kami berciuman, tiba-tiba saja sebuah suara yeoja menginterupsi kegiatan kami.

“Kim Taehyung! Akhirnya aku menemukanmu!”

………

Suasana menjadi hening seketika.

Yeoja?

‘Akhirnya aku menemukanmu!’ ?!

Haish! Kenapa lagi-lagi Taehyung membuatku penasaran? Yeoja yang ditelepon saja aku belum tahu siapa. Sekarang sudah ada yeoja lain lagi?!

Aigoo! Aku punya dosa apa??

Yeoja itu berjalan mendekati kami dengan wajah yang begitu riang. Namun ketika sedikit lagi sampai, Taehyung berlari menghampirinya dan mencegatnya agar tidak bertatap muka denganku.

Well, itu bisa mengandung 2 arti…

Dia memang ingin melindungiku dari orang itu meskipun dia mengenalnya..

…atau…

…Ada yang ia sembunyikan dariku.

Yeoja itu memeluk Taehyung segera setelah namjachinguku itu ada dihadapannya. Yeoja tidak tahu diri!

Ingin sekali rasanya untuk menampar yeoja seperti itu, tapi kuurungkan niatku begitu melihat Taehyung segera melepaskan pelukannya dan menjaga jarak yang cukup jauh dengan yeoja murahan itu.

Aku memang tidak mengenalnya, tapi dari tingkahnya saja sudah jelas dia itu yeoja murahan..

Cukup lama mereka berbincang. Bukan berbincang, lebih tepatnya adalah berargumentasi. Yeoja itu nampak memohon-mohon pada Taehyung.

Ini…. menjijikan…

Mungkin akan lebih baik jika aku memberi mereka waktu untuk menyelesaikan masalah mereka, jadi lebih baik aku pergi saja….

Aku membalikan arahku, menuju jalan yang menuntunku keluar dari pantai namun belum sempat aku melangkah, aku jatuh tersungkur akibat dorongan yeoja itu.

Aku hanya menatapnya dingin.. mungkin yeoja ini gila..

“Kau! Ini semua gara-gara kau! Dia, namja itu harusnya menjadi milikku kalau bukan karena kehadiranmu! You’re bitch!!” seru yeoja itu.

-Plak!-

Tanpa membalas kata-katanya, aku hanya memberikan tamparan keras untuknya.

“Percuma kau menamparku! Kau memang tidak tahu diri!”

-Plak!-

“Kau keterlaluan ya, sudah merebut namja orang sekarang kau menyakiti korban?! Dasar sakit jiwa!”

-Plak!-

Sungguh, aku tak tahan lagi! Kucengkeram kuat rahang yeoja sialan itu dengan penuh emosi..

“Dengar baik-baik, Aku tak tahu apa yang kau bicarakan itu. Aku tidak tahu namja mana yang kau maksud. Aku tidak peduli dengan apapun yang kau katakan tentangku, aku tidak merasa terhina oleh kata-kata yang keluar dari mulut seorang penggoda sepertimu! Jika kau ingin melawanku, berpikirlah dulu!” ucapku kasar kemudian mendorong yeoja itu hingga tersungkur.

Kulihat sekilas Taehyung hanya melongo. Mukanya menjadi benar-benar bodoh..

Aku melangkah pergi meninggalkan yeoja menjijikan itu kemudian disusul Taehyung. Benar-benar… aiish!!

Tenangkan dirimu, Eunhye… dia hanya yeoja yang tidak waras..

“Kau hebat sekali HyeHye! Aku tidak menyangka kau akan segalak itu padanya.. ternyata benar apa yang diucapkan Hwayeon tadi.. kau itu galak, bicaramu juga kasar.. lalu kau..”

Aku menatapnya dengan tatapan membunuh. Yang ditatap hanya tersenyum kikuk.

“Hwayeon itu terlalu berlebihan. Aku saja baru sekali ini bertindak begitu.. sebelumnya sih, tidak separah ini..”

Taehyung bergidik ngeri..

“Waeyo?”

“Ani, aku tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya kau marah padaku.” Jelasnya.

“Marah? Padamu? Sepertinya cukup sulit. Aku tidak bisa marah pada orang yang kusayangi.. kecuali kalau tindakannya keterlaluan.”

“A-ah.. begitu..”

“Oh iya, memang yeoja itu siapa? Kau mengenalnya?”

“Eum, dia itu… mantanku…” desisnya pelan.

“MWO?! Mantanmu? Lalu apa yang dia inginkan?”

“Dia memintaku kembali padanya.”

“Oh, lalu kau mau?”

“Tidak! Tentu saja TIDAK!”

“Wae? Dia cantik, dia manis, dia juga sexy.. kurang apa lagi dia?” aku sedikit menggoda Taehyung lagi.

“Hiyaa!! HyeHye!! Aku ini namjachingumu! Aku jelas tidak akan meninggalkanmu demi masa laluku! Kau adalah masa depanku, HyeHye. Kau bisa pegang kata-kataku.”

Aww.. manisnya.. Aku akan mencair sekarang…

Bahkan saat kami berada di liftpun, rasanya aku masih akan mencair..  dia setia sekali.. Haa~ Eits! Belum tentu.. Akh! Tidak! Dia setia padaku.. aku harus meyakini itu..

“Hey, mengapa ku begitu tenang saat mantanku itu memelukku?” bisik Tehyung tepat di telingaku.

Aku bergidik geli.. omona! Apa yang sedang dilakukannya ini? mengapa dia senang sekali membisikikiu..? seperti iblis saja..

“A-aku.. aku tidak perlu cemburu dengan yeoja sinting begitu kan?” Jawabku agak gugup.

“Benarkah? Mengapa kau bisa tidak cemburu?”

“Um.. aku.. aku sendiri tidak tahu.. memangnya aku harus cemburu?”

Taehyung membelai kepalaku lembut kemudian tersenyum kecil sambil diiringi sedikit kikikkan kecil..

“Tidak,, kau tidak harus cemburu tapi…” dia menggantungkan kalimatnya.

“Mwo?”

“… kau harus ku hukum jika kau tidak cemburu.”

Yak! Apa-apaan namja ini? Dia menyuruhku untuk cemburu? Aigoo itu tidak masuk akal, lagi pula aku memang cemburu sih tapi tidak separah dia. Dan sekarang dia akan menghukumku kalau aku tidak cemburu? Namja ini benar-benar aneh.. sungguh..

“Hukum?? Shireo!”

“Uh-uh… kau tetap ku hukum..”

Sejurus kemudian Taehyung mengangkatku ala bridal style.

Hiyaa!! Apa yang akan dilakukan namja ini?!

-Ting!-

Pintu lift pun terbuka, dengan segera Taehyung membawaku ke kamarnya…

Omo!! Apa maksudnya ini?!

Taehyung mendudukanku di atas kasurnya kemudian ia pergi menuju kamar mandi. Aihh… sepertinya aku akan mati hari ini….

Tak lama kemudian namja itu menampakkan dirinya.

“Yak! Apa yang akan kau lakukan?!” jeritku.

“Melakukan apa yang akan ku lakukan. Apa kau takut? Hahahaha..”

Sungguh, tawa jahat yang bodoh..

Taehyung berjalan mendekatiku yang kini mulai bergerak mundur. Hiyaa!! Tatapan macam apa yang dia berikan itu? Mengapa ia nampak sangat beringas??

Kini namja itu sudah berada tepat di hadapanku. Sial! Aku tidak bisa bergerak kemana-mana lagi sedangkan namja itu mendekat dan makin mendekat.

-Gyut-

“Huaa!” teriakku refleks.

“Diamlah.. nanti orang lain mendengarnya..”
“Aku hanya terkejut!”

“Aku kan hanya memelukmu….” ucapnya datar.

“Tapi kan banyak hal bisa terjadi… kita disini hanya berdua, ingat itu Tae..”
“Sepertinya aku mengenal kalimat itu..”

“Kau pernah mengucapkannya.. Namja aneh..”

“Kau lebih aneh!”

“Apa maksudmu?!”

“Sudah tahu aku aneh tapi kau tetap saja mau denganku. Kau lebih aneh.. bukan, kau ini pabbo..” ucapnya sambil menunjukan cengiran jahilnya.

Dasar namja ini… tapi ada benarnya  juga.. mungkin pabboku akut ya?

“Baiklah, aku sudah puas  menghukummu.. kembalilah ke kamarmu dan bersiaplah. Aku akan mengajakmu makan. Sebagai catatan, pakailah pakaian yang nyaman saja kita tidak akan makan di restaurant.”

“Eoh? Eodi?” ucapku dengan bingung.

-Chu-

“Yak!” aku tersentak kaget.

“Habis wajahmu lucu. Sudah, sana….”

Aku keluar dari kamarnya. Hukumannya hanya sebuah pelukan? Ku kira apa. Namja ini penuh sekali dengan kejutan.. tapi menyenangkan bisa memilikinya..

-***-

“Tae.. ini kan…. pantai…”

“Ne. Siapa yang bilang kalau ini tempat bermain bowling, HyeHye.”

“Aku tahu tapi, kita mau apa kemari?”

“Makan malam..”

“Di sini?”

“Hm.”

“Tapi kau..”

“Aku sudah mengurus semuanya. Pastinya bosan melihat suasana restaurant kan?”

“Iya sih, tapi…”

“Voila! Selamat datang di Kim’s resto! Satu-satunya restaurant yang menyediakan pemandangan laut secara langsung dan dilengkapi pelayanan penuh cinta..” ucap Taehyung sambil mempersilahkanku duduk di atas tikar.

“Hahaha.. Terimakasih Tuan Kim.. kau baik sekali..” candaku.

Kami seperti sedang piknik. Tikar, makanan, minuman, segalanya begitu sempurna.. tentunya dilengkapi juga dengan beberapa lilin sebagai penerangan.

Kalau dipikir-pikir, idenya ini gila.. tapi ini romantis..

Benar kan?

Memiliki namjachingu yang aneh bukanlah suatu kesalahan..

Justru karena sifatnya yang aneh,

Hubungan kami terasa lebih..

…Special.

Drrt..Drrtt…

Eo? Panggilan dari ChangChang sunbae..

“Yeoboseyo?” ucapnya.

“Yeoboseyo.”

“Hiiyaaa!! EunEun! Eotteohke?!”

“Mwo?”

“Dia marah…”

“Nugu? Artis itu?”

“Ne..”

“Haish! Kau apakan dia?! Akh, dasar pabbo! Sunbae pabbo!”

“Bagus ya! Terus saja mengataiku bodoh! kau lebih bodoh tahu!”

“Yak! Sunbae ini menyebalkan! Sudahlah urus saja masalahmu sendiri!”

-Tut!-

Kututup teleponku kasar. Habis ChangChang sunbae menyebalkan sekali.. hish!

Drrtt..Drrtt..

Aigoo… sunbae ini menelepon lagi…

Eoh? Taehyung juga menelepon seseorang.. siapa ya?

“Sekarang apa?!” tanyaku ketus.

“Jebal! Bantulah sunbaemu yang handsome ini!”

Yaish! Pede sekali dia itu. Changhyun subae,, kau itu bukannya tampan, tapi kau ini cute!

“Mwo?! Sudah jangan ganggu aku lagi!!”

“Yak! EunEun pabbo!”

-Tut!-

Kuputuskan lagi sambungan telponku dengan ChangChang sunbae.

Yoonie, kata Jung ahjumma kau…..”

“…..”

 

Taehyung berbicara dengan Yoonie?! Siapa itu Yoonie?! Yeoja lagi?? Apa dulunya dia adalah seorang playboy? Kenapa mantannyabanyak sekali sih? Menyebalkan. Kalau begitu aku ini yeojanya yang keberapaa???

 

“Wae?

 

“…….”

 

“Tumben kau tidur jam 7. Tidur dimana kau?”

 

“…….”

 

Apa?! TaeTaeku bahkan sampai menghafal jadwal yeoja itu tidur?! Eh? Bukan menghafal namanya, apa ya? Seperti….. paham. Semacam itulah..

 

“…Ohh.. jaga dirimu baik-baik ya…”

 

“……..”

 

“Annyeong.”

Sayang sekali pembicaraannya tidak terdengar cukup jelas.. Apa yang mereka bicarakan sebenarnya?  Aku jadi ingin tahu.

Hey, Tae…

Sebenarnya…

Apa yang kau rahasiakan dariku ?

“HyeHye…” panggil Taehyung.

“Eoh?” tanyaku.

“Bagaimana? Kau suka acara kita hari ini?”

“Aah.. su-suka.. suka sekali.”

“Wae? Kau seperti terpaksa mengatakannya?”

Aku memang terpaksa.. mianhae TaeTae.. dadaku mendadak jadi sesak setelah kau menghubungi yeoja bernama Yoonie itu..

Apakah dia mantanmu?

Saudaramu?

Temanmu?

Atau bahkan…

‘Temanmu’?

-***-

Besok adalah acara launching SJ hotel dan magnae pabbo itu malah pergi jalan-jalan dengan namjachingunya, Kyuhyun. Bukan namjachingu sih, calon (?) habis mereka cocok. Kurestui mereka..

Aku pun ingin jalan-jalan juga sebenarnya… tapi aku masih memikirkan TaeTae. Akhir-akhir ini masa lalunya membuat kepala sekaligus dadaku sakit. Apa mungkin aku sudah terlalu jauh masuk kedalam kehidupan lamamu? Atau masa lalumu yang terus mengejarmu? Entahlah, aku tak tahu.

Kuputuskan untuk mengunjungi tempat spa yang juga berada di hotel ini. Kepala sakit, badan pegal, lelah, kurang tidur, kini bisa ku kurangi dengan treatment-treatment disini.

Tubuhku memang perlu refreshing…

2 jam kemudian treatmentku pun selesai. Sengja kupilih treatment yang paling lengkap agar tubuhku bisa rileks dengan maksimal.

Sungguh segar sekali rasanya! Spa tadi benar-benar luar biasa…

Kuraih ponselku dari dalam tas dan terkejut melihat ponselku penuh pemberitahuan..

5 missed call from TaeTae Alien

 

5 unread messages from TaeTae Alien

 

7 unread chats from TaeTae Alien

 

3 unread chats from Jimin oppa

Hiyaa! Ponselku banjir notifikasi!!

Kulihat satu persatu notifikasi yang ada.

Pesan-pesan yang dikirim oleh Taehyung berisi..

‘HyeHye… kau dimana?’

 

‘HyeHye?? Kau marah?’

 

‘Jawab telponku, HyeHye..’

 

‘Kau sedang buang air ya? Cepatlah! Balas pesanku sesegera mungkin ya kalau sudah..’

 

‘Kau masih tidur? Kalau iya, cepatlah bangun. Aku menunggumu di depan pintu kamarmu.’

 

‘Kau kencan dengan sunbae kesayanganmu itu ya?! Cepatlah kembali! Aku cemburu!’

‘Kau dimanaaa?? Aku sungguh merindukanmu! Kau tahu? Aku sakit sekarang. Aku terkena HyeHye sick. Cepatlah tunjukan wajahmu, HyeHye..’

 

Isi pesannya bodoh… haha.. tapi baru kutinggal beberapa jam saja kau sudah sebegitu rindunya ya? Baiklah.. aku akan segera menemuimu.. dasar bodoh..

Sekarang, pesan dari Jimin oppa..

‘Eunhye, kalau kau pulang,, bawakan aku oleh-oleh dari Jeju ya!’

 

‘Omong-omong, mawar di rumah sudah mekar! Bagus sekali! Sayang kau tidak ada disini.. mau ku kirimkan satu? Haha..’

 

‘pulanglah jika ada waktu ya, aku punya hadiah untukmu..’

Isi pesanku dengan Jimin oppa seperti layaknya oppa dan dongsaeng.. saling memberi kabar, saling memberi informasi, dan saling merindukan satu sama lain. Tidak ada yang spesial sebenarnya..

Aku akan kembali ke hotel dan menemui TaeTae , tapi aku masih harus menyelesaikan urusanku sedikit.

Hari sudah sore. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat..

Kini aku menyusuri lorong hotel tempat dimana kamarku berada.

TaeTae?? Dia… masih disana. Menungguku.

Aku menghampirinya yang tertidur sambil bersandar pada pintu kamarku. Aku duduk di sebelahnya. Kupandangi wajahnya yang begitu damai..

Saat bangun saja tampan, apalagi kalau tidur? Wajahnya bagaikan malaikat.

Ku sisir poni Taehyung yang sedikit menutupi wajahnya menggunakan jemariku lalu ku usap lembut pipinya.

“Aku menyayangimu, Tae…” lirihku.

Kudekatkan wajahku pada pipi Taehyung yang mudah ku jangkau..

Aku,ingin sekali mengecup pipimu…

Bolehkah?

Sudah sedikit lagi jarak dari permukaan bibirku menyentuh pipinya. Tapi tiba-tiba..

-Chu-

Yang ku kecup adalah… bibirnya…

Sebenarnya… aku belum menyentuh apapun.. tapi sepasang benda lembut milik Taehyung itu yang lebih dulu menghampiri milikku.

Kulihat ia terkikik geli melihat ekspresi wajahku yang tidak karuan..

“Hey, kau dari mana saja?? Aku menunggumu sejak pagi.” Tanya Taehyung kemudian mengusap pipiku lembut.

“Aku tadi.. aku pergi Spa tadi pagi,, lalu aku menyelesaikan beberapa urusanku. Tidak lama kok, setelah itu aku kembali. Mianhae membuatmu menunggu sampai tertidur disini.” Sesalku.

“Tidak lama? Dari terakhir kali aku meneleponmu, ini sudah sekitar 5 jam. 5 jam itu lama, HyeHye.”

“Selama itu kah? Huwaa! Maafkan aku…”

“Sudah, tidak apa-apa. Sekarang, apa yang mau kau lakukan?”

“Entahlah.. kau?”

“Rencanaku… aku ingin menemanimu kemanapun.”

“Kau ini bisa saja… “ ucapku malu-malu

“Appa! “ jerit seorang anak kecil kemudian berlari dan memeluk Taehyung.

Appa? Anak ini memanggil Taehyung dengan sebutan ‘Appa’? Aku salah dengar kan?

Kulihat Taehyung tidak terkejut sama sekali. Apa dia mengenal anak ini?

Jangan-jangan….

-TBC-

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-Hyo Jin side^^(Part 3)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Kim Hwa Yeon

Author : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author yang part 1dan 2 yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Baiklah. Kita sudah sampai di studioku.” Ia membukakan pintu mobil untukku. Sungguh manis.

“Hai Ricky! Darimana saja kau? Aku mencar-Eh? Kau Cho Hyo Jin kan?” tanya seorang namja yang keluar dari gedung itu.

.

Chapter 3 : Jealous?

.

.

“Eh? Iya. Aku Cho Hyo Jin. Salam kenal.” Aku tersenyum padanya dan ia mengeluarkan sikap anehnya.

“Omona! Aku bertemu Cho Hyo Jin!! Kau tau, aku fansmu. Aku seorang Jinieus-nama fandom Hyo Jin-*ngarep*. Suaru kehormatan bisa bertemu denganmu. Kenalkan, aku Choi Jonghyun. Tapi kau bisa memanggilku Changjo.”

“Ya! Sampai kapan kau memegang tanganya terus?” Ricky mengeluarkan aura dinginnya lagi. Ia cemburu? Aku merasa senang mendengarnya.

“Kapan lagi aku bisa memegang tangan orang cantik seperti Hyo Jin?”

“Kau bilang dia cantik? Dia sangat jelek!”

Heol. Beberapa menit yang lalu ia berperilaku manis dan bahkan mengambil ciuman pertamaku. Dan sekarang? Ia menjelek-jelekan diriku? Daebak.

“Ya! Memangnya kau tampan? tidak! Bahkan ikan koiku lebih tampan darimu!” aku berteriak padanya.

“Apa kalian selalu seperti ini?” tanya Changjo.

“Iya! Yeoja ini yang selalu membuatku marah. Aku jadi bingung kenapa kau bisa menyukainya.” Ricky memulai adu perang lagi.

“Itu karna kau sangat menyebalkan. Sudahlah kalau kau mengajakku hanya untuk beradu mulut lebih baik aku pulang!” Aku berjalan tanapa menghiraukan mereka. walaupun aku tak tau ini dimana tapi aku yakin pasti ada namja baik yang akan mengantarku pulang.

GREP

Aku membalikan wajahku dan yang memegang tanganku adalah Ricky. Ia menarik tanganku sehingga aku masuk dalam pelukannya.

“Mianhae. Aku membuatmu kesal lagi.” Ia mengusap kepalaku. Hei, kemana sifat menyebalkannya yang tadi? Kurasa ia mempunyai kepribadian ganda. Alter ego nya adalah Ricky yang romantis dan manis.

“Kau sangat menyebalkan. Aku sedang ingin beradu mulut. Sejak pagi kau membuat mood ku jatuh.” Aku membalas pelukannnya. Yah, aku sudah membuang akal sehatku sejak tadi.

“Sudahlah. Ayo kita masuk. Kita harus mengurusi lagu kita.” Ia masih merangkulku dan membawaku masuk ke dalam gedung itu.

Teryata ini bukan gedung maupun studio! Ini rumah pribadinya!!!

“Ya, anggap saja rumahmu sendiri.hehe..” ia tersenyum manis(lagi)

“Wah, rumahmu bagus sekali ditambah pemandangan laut yang indah. Aku ingin tinggal disini!” aku mengatakannya sambil menatap keluar jendela.

“Kau ingin tinggal disini?”

DEG

Kenapa suaranya kembali seperti itu? Suara lembut itu dapat membuat jantungku berdetak tidak normal.

“E-eh? M-maksudku aku mungkin akan membuat rumah di daerah laut. Begitu.” Aku memalingkan pandanganku. Entah kenapa ia bertanya seperti sedang menawariku untuk tinggal disini dengannya.

‘Aish, jangan percaya diri,Hyo Jin! Dia hanya menggodamu.’  Pikirku.

“Kau bisa main alat musik apa?” tanyanya.

“Aku? Aku tak bisa main alat musik apapun.” Jawabku santai.

“Mwoya? Kau ini seorang composser kan? Harusnya kau bisa bermain alat musik?”

“Hei, kau memulainya lagi. “ aku melipat tanganku didada.

“Ah, maafkan aku. Tapi ini aneh. Jadi kau ingin konsep yang seperti apa? “

“Aku ingin sedikit megah. Mungkin lagu yang cocok seperti love song?”

“Bisa juga. Jadi mungkin kita bisa memulainya sekarang.”

“Dari D please. Hehe..”

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am home again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am whole again

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am fun again

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am clean again

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you
I will always love you
‘Cause I love you

(Adele- Love Song)

“Tak kusangka suaramu itu sangat bagus.”

“Kau sedang memuji atau mengejekku? Aku tidak dapat membedakannya. Haha..” kami tertawa bersama.

“Apa kau sengaja menyanyikan lagu ini untukku?” tanyanya sambil memainkan alisnya.

“Atas dasar apa kau berfikiran seperti itu, Yang Mulia Changhyun?”

“Entahlah. Aku hanya merasa kau seperti sedang mengungkapkan perasaanmu padaku. Selama kau bernyanyi, kau selalu menatapku. Sudahlah, mengaku saja.”

JLEB

Aku sudah terpojok. Tidak mungkinkan aku tiba-tiba berkata’ kau peka sekali!! Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu. Bagaimana kalau kita jadian?’

BIG NO!!!! Aku harus menutupi ini.

“A-ani! Aku hanya takut kau salah menekan tuts piano. Kan kalau kau salah aku bisa terganggu konsentrasinya.”

Demi Teentop boyband kesukaan Author, alasan ini sangat tidak logis! Kenapa kau bisa berfikir seperti itu Hyo Jin pabbo?

Mungkin panggilan dari maknae itu ada benarnya juga. Hyo Jin eonni pabbo.

Ia tertawa mendengar alasanku. Wajar saja sih.

Tak terasa hari sudah sore.

Drrtt..drrttt

“Chakaman.” Ia mengangkat telepon. Wajahnya terlihat sangat bahagia. apa itu dari ibunya? Ah, tak mungkin. Apa jangan-jangan dari yeojachinggunya?

“Yeoboseo?”

“…”

“Tak apa, EunEun pabbo. Kau sedang apa?”

“…”

“Kau pergi meninggalkanku tanpa berpamitan? Tega kau pada namja tampanmu ini?Oppa? Oppa sedang bersama yeoja yang kemarin aku ceritakan. ”

Mwo-ya!! Bisa-bisanya ia terang-terangan bermesraan dengan yeoja lain di depanku? Eh? Tapi aku ini siapa? Yeojachingu? Bukan. Aish, kenapa aku sakit hati mendengarnya?

“…”

“Acaranya? Entahlah. Belum ada kabar dari pemilik hotel tersebut.  Tak apa, tak usah dipaksakan. Sudah dulu yah. ChangChang sunbae harus bekerja. Anyeong.”

Ige mwoya?! ChangChang Sunbae? Omona! Itu panggilan sayang untuknya? Untak apa dia menciumku jika ia memiliki yeojachingu?

“Hyo Jin-ah, wae geurae?”

“Ani. Nan Gwaenchana.”

“Jinjja?”

“Ne!”

Aku memunggungi Ricky. Yah, bisa dibilang aku kesal. Bagaimana tidak kesal jika namja yang telah menciummu itu sudah punya kekasih? Jadi aku merupakan cadangannya saja? Heol. Sayangnya ini bukan permainan sepakbola yang butuh pemain cadangan.

Moodku sudah sangat rusak. Suasanapun semakin canggung. Aku tak berani membalikan punggungku. Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Itu dari PD Kim

From: PD Kim-cerewet

Ya! Kau dimana,eoh? Sekarang juga kau pergi ke Jeju bersama partnermu! Kalau tidak akan kuambil semua gajimu!

P.S. Tiket sudah diusrus tinggal kau berangkat saja. Ohya, kau dan partnermu tidak perlu membawa apapun. Baju sudah disiapkan.  Cepat berangkat! Pesawatmu berangkat jam 5 sore.

“Ricky, sepertinya kita harus berangkat sekarang. Ani, maksudku kita harus berangkat sekarang juga. Kita harus ke Jeju. Tidak perlu bawa apapun. Semuanya sudah disiapkan. Kajja.” Aku menariknya tanpa mendengarkan keluhan darinya.

“Ya! Sebentar! Aku ingin membawa tasku dulu. Dasar yeoja gila!” Ia meneriakkiku lagi.

“Kau mulai lagi ,Tuan Yoo Changhyun,”

“Nde. Arraseo. Mianhae.”

Astaga, kenapa ada orang yang seperti dia? Setelah menghinaku pasti dia akan meminta maaf dan kerennya ia terlihat sangat menyesal. Kepribadian yang sedikit unik.

-Skip Time-

Akhirnya kami sampai di Jeju!!! Yeay!! Ini akan menjadi liburan terbaik! Aku kesini tanpa mengeluarkan uang, menikmati pulau Jeju, dan aku dibayar!! Haha…

Kupalingkan wajahku pada Ricky. Dia masih menatapku aneh. Aku biarkan saja. Toh, dia pasti akan mengejekku sebentar lagi.

“Kau ini seperti belum pernah liburan sama sekali.”

Nah, sudah kuduga..

“Bisakah kau tidak membuat moodku jatuh di pagi yang cerah ini?” aku melipat kedua tanganku didepan dada. Dan tak lama ia tertawa keras.

“Hahahaha… Ternyata memang menjahilimu itu sangat menyenangkan! Haha..” ia masih tertawa. Aku membalikan badanku dan berjalan terus kedepan.

“Huh! Dasar namja menyebalkan!”

Grep

“Bercanda. Kau tau? Wajahmu saat sedang kesal itu sangat cantik. Apalagi jika kau menggembungkan pipimu. Itu sangat manis.” Ricky memelukku dari belakan atau istilah kerennya ‘BackHug’.

“Baiklah. Kali ini aku akan memaafkanmu. Awas saja kalau kau sampai membuat moodku jatuh di pagi hari ini!” ancamku.

“Ah, kita sudah sampai  di Jeju yah? Sebentar.” Ia mengambil handphonenya dan mulai mencari sesuatu. Tak lama ia menempelkan handphone itu ke telinganya. Ia sedikit menghindar dariku. Astaga, apa dia kan melaporkan pada yeoja-yang entah siapa- itu?

*Hyo Jin POV End*

*Ricky POV*

Well, sudah lama aku tidak bertemu dengan hoobaeku yang satu itu. Ia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri.

Dan tentang nama panggilan, itu kami buat saat pesta natal di tempat kami bersekolah. Manis kan? Banyak yang bilang kami cocok, tapi aku hanya mengganggapnya adik tak lebih. Begitupun dia.

“Yeoboseyo?” Jawabnya.

“EunEun pabbo! Kau pasti baru bangun ya?”

“Eoh? Nuguseyo?”Sepertinya pertanyaanku yang tadi sudah terjawab.

“Haish! Rupanya nyawamu pun belum sepenuhnya kembali pada tubuhmu ya? Ini aku. Ricky!”

“Oh.. ChangChang sunbae! Wae geurae?”

“Aku sudah sampai!”

“Eodi?”

“Di Jeju!”

“Mwo?! Kau di Jeju?!”

“Ne. Tempatku berkolaborasi dengan pujaan hatiku kan disini.” Aku sedikit menoleh pada Hyo Jin yang masih menatapku garang. Dia cemburu? Omo! Manis sekali!

“Jinjja?! Wah, semoga kita bisa bertemu ya? Aku ingin melihatmu bagaimana.”

“Hm. Ketika acaranya selesai, aku akan menghubungimu.”

“Arra. Annyeong.”

“Annyeong.”

Kututup telponnya dan kembali ke Hyo Jin. Apa benar tadi dia cemburu? Kalau dia cemburu berarti dia….

Suka padaku?

Semoga saja iya..

*Ricky POV end*

*Hyo Jin POV*

“Sudah selesai pacarannya?” tanyaku ketus. Entah kenapa aku sakit hati melihatnya berbicara mesra dengan orang lain selain aku.

“Kau cemburu?”

DEG

“A-ani! Untuk apa? Sudahlah, ayo kita pergi.” Aku langsung berjalan tanpa memedulikannya.

“Ayo!!!!” ia memberi hormat padaku lalu menarik tanganku sambil berlari kencang. Karna kau belum siap sehingga aku terkaget dan hampir jatuh.

“YA!!! RICKY-AH!!!!!” Aku mulai mengejarnya lagi. Ia masih tertawa dan berlari sekuat tenaganya. Dan bodohnya, aku sedang menggunakan sepatu hak tinggi!!!! Dan flatshoesku sudah kuganti sebelum berangkat ke Jeju.

Aku berhenti sejenak untuk melemaskan otot kakiku. Dan keputusanku untuk berhenti itu sangat salah! Ricky sudah tidak terlihat dimana-mana.

“Aish, dasar namja sialan!”

Aku memutuskan untuk berjalan saja. Setauku di daerah ini banyak toko-toko, mungkin aku bisa berbelanja.

“Heol, ini baru yang namanya pusat perbelanjaan!” gumamku kagum. Kiri dan kanan penuh dengan toko yang menjual banyak barang. Mulai dari oleh-oleh, pakaian, café, dan masih banyak lagi.

“Uangku bisa habis jika aku seharian disini.” Aku mulai berjalan pelan. Wajahku masih menunjukan kekaguman. Ini pulau yang sangat indah!!!

“ Hey,kau bisa dibilang gila jika kau berjalan seperti itu.” Bisik seseorang ditelingaku.

“Ya! Kau mengagetkanku saja.” Aku memukul lengan Ricky. Hebat sekali dia bisa berlari secepat itu. Daebak.

“Aku mencarimu kemana-mana. Dan saat lewat sini aku melihat seorang yeoja yang sedang mengagumi jalan ini.” Ia berucap lengkap dengan wajah datarnya. Aish, dia melanggar perjanjian!!

“Kau melanggar perjanjian!” Aku mulai berjalan meninggalkannya. Kulihat ia  mulai mengejarku. Taoi kuacuhkan saja. Ini akan menjadi hukuman baginya.

“Ya! Cho Hyo Jin! Jangan marah. Aku kan hanya bercanda.” Aku membalikan badanku lalu tertawa keras.

“Hahaha… harusnya kau lihat ekspresimu tadi!! Hha..” aku membungkukkan badanku saking gelinya. Wajahnya kembali santai.

“Kau ingin balas dendam,eoh? Yeoja nakal.” Kami kembai tertawa.

“Bagaimana kalau kita pergi ke pantai saja?” ajakku. Tak seru jika kau ke Jeju tapi tidak pergi menuju pantai.

“Baiklah. Mari kuantar ke mobil, Tuan putri.” Ia membungkukan badannya layaknya seorang butler yang melayani nona besarnya.

“Terima kasih pelayan Yoo. Haha..” Kami berjalan berdampingan, tak lupa tangan kami saling bertautan.

-skip time-

“Laut!!!” pekikku bahagia. yah, walaupun kemarin aku baru saja dari laut. Sudah kubilangkan kalau aku suka laut kan? Jadi wajar saja.

“Apa kau ingin ice cream?” tanyanya. Sudah pasti aku sangat ingin.

“Tentu saja. Apalagi rasa greentea!!! Cepat belikan!!” aku mendorongnya .

“Ne, arraseo! Tunggu disini  yah.” Ia berlari menuju kedai ice cream terdekat. Kualihkan pandanganku. Eh? Itu Hwa Yeon? Eun Hye eonni? Kyuhyun?! Jangan bilang kalau Kyuhyun adalah rekan Hwa Yeon? Jinjja! Impianku tercapai.

“Oh? Hwayeon-ah! Eunhye eooni!” mereka menoleh saat mendengar suaraku

“Eonni? Kau sendirian ke sini?” tanya Hwa Yeon spontan saat aku sudah tiba dihadapannya. Kyuhyun oppa hanya memandangku sambil menaik turukan alisnya. Oh, jadi ternyata Hwa Yeon yang menjadi rekan Kyuhyun oppa. Tuhan mendengarkan doaku ternyata.

Tapi sebentar, kalau rekan bisnis kenapa ia memeluk Hwa Yeon? Dan apa itu? Mencuim leher? Ricky saja belum pernah begitu padaku.

Eh? Tidak tidak. Aku gagal fokus.

“Aniya, aku datang bersama pianis itu loh, yang kuceritakan kemarin.”

“Aah, changyun? Changyun itu ya?”

“Changhyun.” Gumamku membenarkan. Kebiasaan. Memang maknae ini gampang sekali pikun. Poor Kyuhyun oppa.

Ia  hanya mengangguk tak peduli.

“Lalu kenapa kau sendirian?” tanyanya bingung.

“Ah, tadi dia sedang membelikanku ice cream. Dimana ya dia sekarang lama seka-li.” Aku menolehkan kepalaku ke kanan dan kiri. Kurasa Hwa Yeon juga mengikutiku.

Ah! Itu dia! Eh? Eun Hye eonni? Apa yang mereka lakukan? Mereka berpelukan? Apa jangan-jangan yang dimaksud dari ‘EunEun pabbo’ itu Eun Hye eonni?

Kenapa ini sangat sakit? Lebih sakit dari tadi. Apa karna yeoja itu adalah sahabatku sendiri sehingga ini begitu sakit? Rasanya jantung ini diremas kuat. Sakit.

“Waeyo eonni?” tanya Hwa Yeon . Aku  langsung kembali memandangnya .

“Aniya, gwaencahana. Aku pergi dulu ne? Annyeong.” Tanpa mendengar jawabannya, aku  langsung pergi dari hadapannya.

Aish, ini menyedihkan! Aku tidak mau ia melihatku menagis. Dan untuk apa kau menangis? Hyo Jin pabbo!

“Ya! Hyo Jin-ah! Kenapa kau berlari? Ini ice creammu.”

“Sudah pergi saja kau!” aku berlari makin kencang. Entah tujuan akhirku dimana. Kulihat Ricky tidak mengejarku.

“Sebegitu cintanya kau dengan Eun Hye eonni? Apa aku saja tidak cukup?!” Aku berteriak saat sampai di laut.

Aku terduduk dan menangis kencang. Ini begitu memilukan. Sakit. Sungguh sakit! Aku menyembunyikan wajahku dengan kedua tanganku.

“Kau tidak apa-apa?” kurasa aku mengenal suara itu. Dimana yah? Kulirik sedikit dari sela-sela jariku.

“Omo! Hyo Jin? Kenapa kau ada disini?”

Dan ternyata dia adalah…

-TBC-

Ah, Author tau ini tidak rame sama sekali..

Tapi tolong commentnya yh^^

Tunggu lanjutan cerita ini yh~~

Gomawo yang udah baca^^

~Cho Hyo Jin