Tag Archive | J-Hope

Can I Have Your Brother

Title: Can I Have  Your Brother??

Cast:
Cho Hyo Jin
Jung Hoseok (J-Hope BTS)
Jung Yoon Hee

Genre: romance, school life
Author: Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~
Ratting: G

Warning: Typo, geje, alur maksa

Anyeong readers!! Author 2 is back~~

Kali ini Author hadir dengan FF Special Project buat J-Hope Oppa yang lagi ultah nih..

Saengil chukahamnida, Hopie Oppa~~

Jangan lupa like sama commentnya yah!!

Mian kalo banyak typo, Author belum sempet ngedit lagi^^

Terima saran dan kritik jadi santai aja…

No Bash ya~~

_Happy Reading_

can i have your brother

————————————————————————————————————————————————————

“Huh! Dia pikir dia siapa coba? Dia hanya ikut-ikutan menyukai apa yang aku sukai. Apa dia tidak bisa melihat aku bahagia sebentar apa?” keluh seorang yeoja saat keluar dari kelas. Moodnya dirusak oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Jang Sa Ha.

Entah ini kejadian keberapa, yang pasti setiap namja yang disukai Hyo Jin pasti akan direbut oleh Jang Sa Ha. Kasus terakhirnya yaitu saat Cho Jin harus merelakan Suga karna sebuah tabrakan mobil yang membuat Suga meninggal saat itu juga. Dan setelah diteliti ternyata yang menabrak Suga adalah  Jang Sa Ha sendiri. Sehingga kini Jang Sa Ha berada di penjara sekarang.

“Ya! Cho Hyo Jin! Jangan berbicara sendiri. Kau nampak seperti orang gila.” Ucap Yoon Hee. Yoon Hee adalah sahabat Hyo Jin dari awal mereka masuk ke Big Hit Senior High School.

“Kau tak mengerti Yoon Hee- ya. Sa Ha selalu merebut namja yang dekat denganku. Sejak aku masih di Bangtan Junior High School.” Keluh Hyo Jin.

“Sudahlah. Tak usah dipikirkan. Eum, besok jadi kan ke rumahku? Banyak makanan lho.”tanya Yoon Hee.

“Tentu saja. Aku akan datang sekitas jam 9. Yoon Hee aku duluan yah. Eomma sudah menelponku dari tadi. Anyeong.” Ucap Hyo jin lalu ia pun berjalan cepat mengingat eomma nya tak mau ia pulang terlambat.

*next day*

“Mianhae, Hyo Jin-a. Appa tak bisa mengantarmu. Appa akan pergi dengan umma ke rumah paman Choi. Kau bisa berangkat bersama eonnimu.” Itulah kata-kata appa Hyo Jin yang langsung membuat moodnya hancur.

“ Hyo Min eonni, anntarkan a,u ke rumah Yoon Hee ne?” ucap Hyo Jin dengan aegyonya. Dan langsung ditolak kasar oleh eonninya. Kini ia berpindah pada eonni  yang merupakan kembaran Hyo Min eonni, Hyo Nim. Dan berakhir sama tragisnya.

“Aish.. dasar kembar!! Masa mengantar donsaengnya sendiri tak mau.. dasar eonni tua!! Weee~~” ucap Hyo Jin sambil menjulurkan lidahnya pada kedua eonni itu.

“Ya!! CHO HYO JIN!!!  Siapa yang kau bilang tua,eoh?” ucap Hyo Min dan Hyo Nim  bersamaan. Dasar kembar. Kini Hyo Jin berlari menuju eonninya yang terakhir, ini adalah penetuan. Jika Hyo Rin-eonni ke-tiga- tak mau mengantarnya maka ia akan berjalan kaki menuju rumah YoonHee yang terbilang lumayan jauh dari rumahnya. Dan jawabannya adalah….

“Mianhae, eonni ada kencan dengan namjachinguku. Omo!! Myung Jae sudah datang. Anyeong!~~” . dan jawabannya sama dengan eonni yang lain. Poor Hyo Jin.

Hyo Jin kini berjalan kaki menuju rumah Yoon Hee yang lumayan jauh dari rumahnya. Sungguh, kaki Hyo Jin sekarang serasa berat sekali dan betis Hyo Jin kini lebih keras dari baja. Kebayang kan? Kalau gak kebayang, ya gak usah dipaksain. Dari pada nyiksa diri*abaikan*

“Omona!! Kakiku sakit sekali!!” Hyo Jin berhenti mendadak lalu  memukul-mukul kakinya yang seperti mati rasa. Tanpa ia sadari dibelakangnya terdapat seorang namja yang sedang tak fokus melihat kedepan karna melihat pesan pada telpon genggamnya.

BUGH

“Awww.. Appo..  ya!  Kalau berjalan pake mata dong! Lihatlah lututku sampai lecet.. tanggung jawab!” ucap Hyo Jin setengah memaki pada namja yang menabraknya dari belakang.

“Mianhae. Kau berhenti mendadak sih. Ah, tidak. Itu karna kau pendek. Coba kau sedikit tinggi mungkin aku dapat melihatmu dengan jelas.” Ucap namja itu sambil menatapnya dengan tatapan menghina. Lihatlah wajah Hyo Jin yang sudah memerah akibat menahan amarah.

“Aish, sudahlah. Aku sedang tidak ingin beradu mulut denganmu, Tuan berwajah kuda! Aku harus pergi. Bye!” ucap Hyo Jin sambil membalikan badannya sambil berjalan mendahului namja tersebut.

“Ya!!! Aku bukan namja berwajah kuda!! Aku punya nama!!” teriak namja tersebut sambil berjalan menuju tempat tinggalnya.

“Huh!! Coba saja Appa bisa mengantarku. Pasti aku tak akan bertemu dengan namja kuda itu. Lihat saja kalu dia sampai muncul dihadapanku lagi, akan kubuat dia menderita.” Hyo Jin mengatakan hal tersebut dengan semangat yang menggebu-gebu

*Author :semangat amat*

Kini Hyo Jin sudah berada di gang rumah Yoon Hee. Tapi sedari tadi ia merasa ada seseorang yang sedang mengikutinya. Takut? Tentu saja. Yeoja mana yang tak takut jika sedang berjalan sendiri namun ada seseorang yang mengikutinya. Hyo Jin kini sedikit cemas. Ia takut orang tersebut akan melakukan sesuatu padanya. Kini rumah Yoon Hee tinggal beberapa meter lagi, ia mempercepat langkahnya dan orang yang mengikutinya pun ikut mempercepat langkahnya. Hyo Jin panik bukan kepalang. Sampai akhirnya….

“Ya!! Kenapa kau berlari, eoh? Kau masih dendam denganku?” ternyata orang yang mengikutinya adalah namja yang tadi menabraknya. Hyo Jin lega sekaligus sebal.

“Ya!! Kau menakutkanku! Kupikir kau orang jahat. Ah, aku lupa. Kau memang orang jahat! Sampai sekarang kau belum meminta maaf padaku. Huh!” Hyo Jin menatapnya dengan tatapan dinginnya. Sang namja hanya bisa tersenyum mencibir.

“Lalu sekarang kau ingin aku berbuat apa?” tanya namja tersebut.

“Aku minta kau tidak mengikutiku lagi. Aku tau aku sangat cantik. Tapi maaf, aku sedang dalam mood pacaran.” Ucap Hyo Jin dengan pedenya sambil kembali berjalan  . Sang namja hanya bisa cengo mendengar perkataan Hyo Jin lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju rumahnya.

“Sudah kubilang jangan mengikutiku!!” ucap Hyo Jin.

Kini mereka sudah didepan rumah YoonHee.

“Siapa yang mengikutimu? Aku hanya ingin ke rumahku. Dan ini adalah rumahku!”ucap namja tersebut.

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

Sebentar kalau ini rumah namja itu berarti…

“Jangan- jangan kau….”

“Oppa!! Akhirnya kau kembali.. Eh? Hyo Jin? Kau sudah datang? Kajja masuk saja.”ucapan Hyo Jin yang terpotong sudah terjawab dengan perkataan Yoon Hee. Omona!! Dia adalah oppanya Yoon Hee!!! Hyo Jin panik(lagi)

“Ne, tadi oppa bertemu dengan chingumu ini didepan gang. Jadi kami berjalan bersama. Kajja masuk. Kulihat lututmu lecet. Apa yang terjadi?”tanya namja tersebut dengan wajah seakan tak berdosa.

“Ah, tak apa. Tadi hanya ada seorang namja tak bertanggung jawab yang menabrakku dari belakang.” Ucap Hyo Jin sambil memasang fake smile nya.

‘Padahal ini karna kau, dasar namja kuda!’ batin Hyo Jin

“Oh iya, Hyo Jin. Kenalkan, ini  Hoseok Oppa. Hoseok oppa ini Hyo Jin, temanku.” Ucap Yoon Hee. Namja bernama Hoseok itu mengulurkan tangannya pada Hyo Jin mau tak mau Hyo Jin menjabatnya.

“Hoseok. Jung Hoseok. Kau bisa memanggilku J-Hope”

“Hyo Jin. Cho Hyo Jin”

“Senang bertemu denganmu Hyo Jinie~~”  Hyo Jin hampir muntah saat mendengar Hoseok memanggilnya.

“Na do, Hoppie oppa~~” Hoseok terkaget dengan panggilan dari Hyo Jin. Dan Hyo Jin merasa impas akan itu.

Setelah kejadian tersebut Hyo Jin sibuk mengerjakan tugas kelompoknya dengan Yoon Hee. Sedangkan Hoseok sibuk mencuri pandang pada Hyo Jin. Entahlah, hanya saja ada yang menarik dari sosok yeoja itu. Ia mulai mencari apa yang membuatnya begitu penasaran dengan sosok tersebut.

Rambut? Pendek, ikal, hitam, mengkilat. Memang cocok dengannya.

Mata? Coklat, sedikit sipit, dan tajam. Menarik.

Hidung? Cukup mancung. Bisa

Pipi? Cukup chubby. Mungkin.

Bibir? Soft pink, tak tipis dan tak tebal , mengkilat, menggoda, indah, sungguh Hoseok ingin mencobanya. Eh?

“Eh? Andwae!” ucap Hoseok tiba-tiba saat sudah sadar dari lamunannya. Kini Yoon Hee dan Hyo Jin menatap bingung pada Hoseok. Hoseok hanya dapat mengalihkan pandangannya dari mereka berdua. Dan mereka berdua tak mau ambil pusing.

Pekerjaan kelompok sudah selesai. Sebenarnya Yoon Hee menyuruh Hyo Jin untuk lebih lama berada di rumahnya. Tapi mengingat ini sudah sore dan ia pulang jalan kaki. Ia memilih untuk segera pulang. Saat hendak berpamitan, Hoseok menarik tangan Hyo Jin keluar rumah. Yoon Hee hanya bisa cengo ngeliat abangnya menarik( Menyeret) tangan temannya.

“Ya! Lepaskan! Apa maumu?”tanya Hyo Jin sambil melepaskan tangannya dari genggaman Hoseok.

“Ayo pakai ini. Akan kuantar sampai rumah. Kau tak akan bisa pulang dengan betis sekeras itu dan jangan lupakan luka lecet lukamu.” Ucap Hoseok sambil memberi Hyo Jin helm. Kini Hoseok sudah menyalakan motornya.

“Dalam rangka apa kau melakukan ini, Hoppie oppa? “tanya Hyo Jin sambil memakai helm tersebut. Hoseok hanya tersenyum manis .

“Anggap saja ini sebagai tanggung jawabku atas luka lecet kakimu dan permintaan maaf atas kejadian tabrakan tadi. Hehe.. “ kini Hoseok tertawa. Berbanding balik dengan Hyo Jin yang sibuk menutupi wajahnya yang memerah akibat kekuatan hebat yang datang dari senyuman seorang Jung Hoseok. Selama perjalanan menuju rumah Hyo Jin, Hoseok hanya menikmati tangan Hyo Jin yang melingkar pada pinggangnya. Seakan kehangatanya menjalar dari tangan Hyo Jin menuju kehatinya. Hati? Entah kenapa ia merasa sangat nyaman saat yeoja berisik ini melingkarkan tangannya pada pinggangnya. Tanpa Hoseok tau, Hyo Jin pun merasakan ha yang sama. Ia merasa punggung lebar Hoseok sangat hangat dan nyaman, samar-samar terdengar detank jantung Hoseok yang teratur. Sungguh ritme yang indah dikuping Hyo Jin. Bahkan setelah Hyo Jin turun dari motor, kehangatan tersebut seakan tinggal dalam hati mereka. Tanpa mereka sadari, mereka saling jatuh cinta.

*Skip time*

Sudah 3 bulan lebih Hyo Jin dekat dengan Hoseok. Mereka seringmenghabiskan waktu hanya berdua. Seperti saat ini, hari ini adalah hari ulang tahun Hoseok. Hoseok kini sedang dituntun oleh Hyo Jin karna matanya ditutup oleh kain hitam.

“Kita mau kemana? Aish, kau tau? Ini sangat memalukan. Harusnya namja yang melakukan ini. Harga diriku sebagai namja jatuh secara perlahan kalau begini.” Omel Hoseok karna merasa malu. Ayolah, Hoseok kira ini seharusnya yang ia lakukan saat Hyo Jin ulang tahun.

“Persiapkan dirimu untuk kejutan ini. Aku lelah mengerjakan ini lho!” ucap Hyo Jin dan setelah itu Hyo Jin membuka penutup mata Hoseok. Hoseok hanya bisa terkaget melihat pemandangan di depannya. Kue tart tinggi yang dilapisi cream tersebut sungguh sangat terlihat nikmat.

“Bagaimana? Kau menyukainnya?” tanya Hyo Jin sedikit cemas. Hoseok menengokkan kepalanya ke arah Hyo Jin. Jarak mereka kian menipis.Hyo Jin pun menutup matanya. Hei, Hyo Jin tidak sepolos itu tentang romansa.  Dan…

CUP

Hoseok mengecup bibir Hyo Jin. Hanya sekedar menempelkan bibir mereka. Tak lama mereka melepaskan tautan bibir mereka. Hoseok menatap Hyo Jin dengan tatapan teduhnya sambil tersenyum melihat Hyo Jin yang kini sibuk mengatur rona merah yang menyeruak di pipinya.

“Itu tanda terima kasih atas kue yang telah kau buat.CUP~  Itu sabagai tanda terima kasih karna kau telah mengisi hari-hariku. CUP~ yang ini sebagai tanda bahwa kau adalah miliku. Dan yang terakhir.. CUP.. Aku mencintaimu. Saranghae, Hyo Jinie~~” ucap Hoseok sambil tak henti- hentinya mencium bibir Hyo Jin. Sudah ia sangka bahwa bibir Hyo Jin dapat menjadi candu baginya.

“Na do saranghae, Hoppie Oppa~~” Hyo Jin melingkarkan tangannya pada leher Ho Seok dan menarik tengkuknya supaya dapat dijangkau oleh Hyo Jin. Hoseok dengan senang hati menundukan kepalanya. Hyo Jin memperdalam ciumannya seakan menunjukan kesungguhan hatinya pada namja yang telah merebut hatinya. Tak mau kalah dengan Hyo Jin. Hoseok mulai bermain dengan lidahnya. Hyo Jin kini memukul dada Hoseok menandakan bahwa pasokan oksigen yang ia persiapkan kurang. Dengan tak rela Hoseok melepas tautan bibir mereka.

“Ya!! Kau mau membunuhku? “ Hyo Jin memukul-mukul lengan Hoseok. Hoseok hanya tertawa melihat reaksi Hyo Jin. Kini ia menankap tangan Hyo Jin yang tadinya memukul-mukul lengannya menuju kepipinya. Ia menatap Hyo Jin denganlembut lalu berkata,

“Saranghae. Jeongmal Saranghae~~ Would you be my girlfriend?” tanya Hoseok pada Hyo Jin. Hyo Jin tak dapat menahan rasa bahagia yang ia rasakan. Jantungnya seakan ingin loncat keluar.

“Ak- “

“Yeah!! Hyo Jin akan jadi saudaraku!!!!!” ucapan Hyo Jin terpotong oleh Yoon Hee. Dan sekarang Hoseok sedang memukul Yoon Hee karna merukas moment romantisnya dengan Hyo Jin. Hyo Jin hanya tersenyum menatapnya.

“Hei, Yoon Hee!!” panggilan dari Hyo Jin membuat pertengkarang kakak adik tersebut terhenti. Hyo Jin kini tersenyum misterius.

“Can i have your brother? “ucap Hyo Jin sambil mengedipkan matanya kearah Jung bersaudara. Hoseok hanya mampu meneguk air liurnya melihat Hyo Jin yang begitu err… seksi?

“Tentu saja!! Kita bisa jadi saudara. Dan ingatlah Hyo Jin. Kalau kau sampai membuang nae abang… kau akan mati ditanganku!! Camkan itu!!” ucap Yoon Hee sambil pergi meninggalkan Hyo Jin dan Hoseok.

“Ehem.. jadi? Apa kau menerimaku?” tanya Hoseok. Hyo Jin hanya tersenyum dan mengangguk perlahan. Hoseok tak percaya bahwa yeoja berisik yang ia temui secara tidak sengaja adalah jodoh yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Apa ini yang namanya takdir? Mungkin setelah ini Hoseok akan sedikit mempercayai kata takdir.

~END~

Bagaimana? Apakah ini masih sangat nista? Mian jika tidak rame dan banyak typo. Author belum sempet meriksa lagi.  Minta commentnya ya~~ Gomawo yang udah baca.. Like juga gak apa-apa kok hehe^^sampai ketemu di FF selanjutnya.. Bye!!

~Cho Hyo Jin

Advertisements