Tag Archive | EXO

Because of Dare

Because of Dare

Author : Park Eun Hye

Cast :
-Park Eunhye (OC)
-Oh Sehun

Other Cast:
-Jung Yoonhee
-Kim Hwayeon
-Cho Hyojin

Genre : Romance, Comedy
Rating : 16

Annyeong~ jumpa lagi dengan saya. Ini ff yang idenya ga sengaja nemu.
Sebenernya ada dikit-dikit dari real life sih, tapi gak semuanya kok. Udah pasti
ini ff asli loh ya karena ada dikit dari real life aku sama temen-temenku juga sih.
Semua cast yang ada di sini punya Tuhan, fans, dan ortu masing-masing. Maaf
ya guys kalo masih ada yang kurang. Commentnya jangan lupa yaa..

~Happy Reading~


Jadilah kekasihku, Park Eun Hye.

.

.

.

.

Pagi itu seperti biasa aku menuju ke kampus untuk mencari makanan sehari-hariku. Belajar. Membosankan memang tapi apa mau dikata? Keseharian ku, keseharian seorang Park Eunhye sungguh membosankan. Bangun dari tidur, bersiap-siap kemudian kuliah, membereskan rumah, kemudian tidur. Membosankan. Tapi, semua itu tidak begitu membosankan sejak hadirnya namja itu didalam hidupku.

“Eunhye-a! Annyeong?” Sapa Sehun saat aku baru saja sampai di depan locker milikku.

“Ah, annyeong Sehun-a.” Jawabku

“Bagaimana kalu besok kita kencan? Kau tidak sibuk bukan?”

“Kencan? Untuk apa?”

“Kau kan kekasihku, Eunhye. Ayolah, kita berkencan.”

“Hmm… Baiklah.”

“Akan ku jemput kau besok pukul 10. Berpakaianlah yang cantik.”

“Arraseo.”

Namja bermarga Oh itu pun kemudian berlalu dari pengelihatanku. Baiklah, sekarang aku harus bergegas menuju kelasku. Kencan? Apa gunanya berkencan? Apa dia sungguh-sungguh mengajakku berkencan? Sudahlah, lupakan saja.

Bel istirahat telah berbunyi. Aigoo, sebegitu cepatnya kah waktu berlalu? Seingatku tadi, aku baru saja bertemu dengan Sehun di depan lockerku dan kini bel istirahat sudah berbunyi? Aish! Kenapa harus kejadian dengan Sehun tadi yang kuingat? Banyak kejadian hari ini tapi kenapa yang kuingat hanya kejadian ketika Sehun mengajakku berkencan? Mungkin aku terlalu lelah.

“Eunhye-a!” Seru Hyojin

“Palli, Eonni!” Hwayeon menimpali.

“Mwo?” Tanyaku saat telah berada di hadapan mereka bertiga.

“Kudengar Sehun mengajakmu berkencan. Apa itu benar?” Tanya Yoonhee.

“Darimana kalian tahu?”

“Ah, jadi ternyata itu benar. Kau tidak perlu tahu bagaimana kami tahu.” Jawab Yoonhee.

“ Tenanglah, Eonni. Kami akan membantumu untuk kencanmu besok. Benarkan, Hyojin-a?” Ucap Hwayeon.

“Hm. Serahkan pada kami.” Ucap Hyojin.

“Aish! Kalian ini apa-apaan eoh? Apa kalian kira aku sungguh-sungguh bersemangat? Apa wajahku yang seperti ini menyebutkan jika aku senang berkencan dengannya? Begitu? Heol.”

“Mungkin untuk saat ini belum. Siapa tahu setelah kencan itu, kau akan merasakan hal lain.” Bantah Yoonhee.

“Itu tidak akan terjadi.”

“Terserah apa katamu. Tapi, tidak ada satu yeoja pun yang tidak tahan dengan pesona Sehun. Ingat itu.” Ucap Hyojin sedikit menceramahiku.

“Baiklah-baiklah.. kalau bukan karena kalian ini tidak akan terjadi.”

Keesokan paginya, kudengar pintu kamarku diketuk. Ku lirik jam yang berada di atas meja kecil di samping tempat tidurku.

“Aigoo! Ini masih pukul 7 pagi dan kamarku diketuk sebegitu kerasnya seperti aku ini seorang buronan yang sedang dikejar polisi.” Gerutuku.

“Eonni! Buka pintunya!!! Palli!!!” Seru Hwayeon.

“Buka pintunya, Eunhye! Kami sudah datang!” Seru Hyojin.
Rupanya…. Mereka. Kim Hwayeon, Jung Yoonhee dan Cho Hyojin.

“Yak! Apa-apaan kalian ini? Memperlakukanku seperti seorang buronan saja dengan cara kalian menggedor pintu kamarku seperti tadi! Kalian ini bisa menghancurkan pintuku dengan tenaga kalian, dan juga kalian baru saja mengganggu mimpi indahku.” Celotehku setelah membiarkan ketiga yeoja itu masuk ke dalam kamarku.

“Kau ini, harusnya kau senang karena kami sudah datang.” Balas Hyojin.

“Tapi tidak sepagi ini juga! Lagi pula acara kencan itu dimulai pukul 10.” ucapku ketus.

“Eonni, seorang yeoja itu mempunyai ritual panjang sebelum kencan. Karena itu kami datang lebih awal untuk mengantisipasi.” Ucap Hwayeon.

“Apa harus aku melakukan ritual itu, eoh? Aku tidak mau. Bangunkan aku satu jam lagi.” Ucapku malas.

“Tidak bisa! Kami sudah disini. Sekarang, kau hanya perlu diam dan biarkan kami bekerja!” Seru Yoonhee bersemangat.

Apa boleh buat. Satu melawan tiga. Baiklah, kali ini aku mengalah dan membiarkan diriku menjadi sebuah boneka dari mereka bertiga. Satu jam, dua jam berlalu kini aku telah siap. Aku menatap pantulan diriku di depan cermin dengan tidak percaya. Aku yakin di dalam cermin itu bukanlah aku.

“Bagaimana? Kami hebat kan eonni?” Tanya Hwayeon.
Aku hanya mengangguk sambil mengacungkan kedua ibu jariku. Benar-benar hebat.

“Boleh usul? Kurasa kalian lebih baik membuka salon saja.” Ucapku masih dengan terkagum-kagum.

“Kau ini.. Aku yakin Sehun akan menyukai penampilanmu.” Ucap Hyojin.

“Terserah apa katamu. Aku tidak peduli apakah dia menyukainya atau tidak. Yang harus kulakukan hanyalah pergi bersamanya. Tidak peduli penampilanku bagaimana. Mungkin aku harus berpakaian casual saja, bukannya mengenakan dress seperti ini.” ucapku.

Tiiin… Tiin…
Sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahku. Sehun. Mobil itu milik namja bernama Sehun itu.

“Cepatlah turun! Namjachingumu sudah datang. Sana, pergi dan temui dia.” Perintah Yoonhee.

“Dengan pakaian seperti ini?” protesku.

“Sudah, turunlah!” seru Yoonhee.

“Ini, bawa tasmu!” Hyojin memberikanku tas yang selaras dengan pakaian yang kukenakan.

“Semangat eonni!” Seru Hwayeon.

Aku menemuinya. Tidak kusangka kalau aku akan benar-benar berkencan dengan ‘namja chinguku’.

“Maaf membuatmu menunggu.” Ucapku.

“Tak apa. Aku belum lama sampai. Kau benar-benar berbeda hari ini.”

“Ah, gomawoyo. Kau juga.. kau nampak keren.”

“Gomawo. Silahkan masuk.” Sehun membukakan pintu mobilnya.

Bodoh sekali. Aku ini aneh. Aku tidak menyukainya tapi mengatakan bahwa penampilannya begitu keren. Tapi, memang harus kuakui ia tampak keren meskipun ia hanya mengenakan kemeja putih. Jantungku juga berdebar-debar.. aneh.

Setelah berjam-jam berkeliling kota dan mengunjungi tempat-tempat wisata, kami sekarang berada disebuah bar jazz yang katanya sering dikunjungi oleh Sehun dan teman-temannya. Bar ini bagus menurutku, juga nyaman meskipun aku baru pertama kali kemari. Aku rasa, aku menyukai tempat ini.. dan juga dia.

Seharian penuh bersamanya, membuatku jadi berdebar-debar saat bersamanya. Ini aneh, tapi aku yakin kalau aku menyukainya. Hyojin benar tentang pesona namja ini.

“Wae? Kenapa kau menatapku begitu?” tanya Sehun tiba-tiba.

“A-ah.. tidak apa-apa.”

“Apa karena aku terlalu tampan?”

“Ish! Kau ini terlalu percaya diri! Siapa juga yang mengatakan kau ini tampan? Hanya dirimu sendiri saja yang mengatakan itu.”

“Ani. Ada seorang yeoja yang selalu menatapku begitu sambil mengatakan bahwa aku tampan.”

“Mwo? Siapa yeoja itu?”

“Kau cemburu?”

“Tidak! Aku hanya ingin tahu siapa yeoja yang begitu tergila-gilanya padamu.”

“Hahaha… Omo! Park Eun Hye, kau benar-benar cemburu rupanya.”

“Sudah katakan saja siapa yeoja itu?”

“Dia eommaku. Lucu sekali kau cemburu pada eommaku.”

“Haish! Mana aku tahu kalau yeoja yang kau maksud itu adalah ibumu. Lagi pula aku tidak cemburu.”

“Hahaha… baiklah baiklah .. kalau begitu, apa ada yang ingin kau katakan?”

“Itu.. sebenarnya.. ada yang ingin ku katakan.”

“Kalau begitu katakan, aku ingin mendengarnya.”

“Sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu. Aku.. aku menerimamu karena aku menjalani tantangan dari teman-temanku dalam permainan Truth or Dare. Aku tidak bermaksud mempermainkan perasaanmu, tapi.. memang ini adanya. Maafkan aku.” Ucapku penuh penyesalan. Aku memandangnya gugup, mencoba mengukur reaksinya terhadap ucapanku.

“Begitu? Kau menjalani tantangan dari permainan Truth or Dare?”

“Ne, mianhae. Jeongmal mianhae.”

“Apa masih ada yang ingin kau katakan?”

“Aku.. aku.. aku menyukaimu. Sekarang aku benar-benar menyukaimu. Tidak menerimakupun tak apa, aku sadar karena sudah menyakitimu maka dari itu aku hanya ingin kau mendengarnya. Tak perlu kau jawab.” Ucapku pelan, ragu-ragu sebenarnya.

“Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. Sebenarnya aku juga menjalani tantangan dari permainan itu.” Apa? Apa dia bilang tadi? Aku ternganga bingung sambil melihatnya yang kini tengah berdiri dihadapanku dengan senyum menyesal.

“…”

“Saat itu, kau lewat tepat di depanku dan teman-temanku. Temanku itu langsung saja menunjukmu untuk menjadi korban permainan kami padahal aku tahu kau tidak pernah melewati lorong itu selama di kampus. Aku bahkan hampir tidak pernah bertemu denganmu meskipun aku mengenalmu. Ternyata, kau melewati lorong itu hanya untuk bertemu denganku dan dengan alasan yang sama. Tantangan. Aku bahkan tidak berniat untuk menyukaimu. Meskipun aku bisa memutuskanmu kapan pun, tapi lama-lama aku jadi tertarik dengan sifatmu dan memutuskan untuk membiarkan hubungan dengan status palsu ini. Tak kusangka aku jadi benar-benar menyukaimu.” Aku masih diam, bingung, kaget.

“Kau…”

“Ternyata, karena tantangan itu aku jadi bisa lebih mengenalmu. Berkat tantangan itu, kita bisa lebih sering bertemu meskipun pada awalnya hanya karena terpaksa.”

“Oh Sehun…”

“Ternyata kau lebih lambat menyadari perasaanmu itu ya?”

“Mwo?”

“Ijinkan aku mengulangi kejadian 2 bulan lalu. Jadilah kekasihku Park Eun Hye.”

“Apa kau menjalani tantangan lagi?” tanyaku datar.

“Tantangan itu sudah cukup sampai disini. Tapi perkataanku tadi itu tulus dan juga jujur dari dalam hatiku.” Tanpa sadar aku tersenyum saat melihat senyumnya.

“Jinjja?” tanyaku tak yakin.

“Aku ingin kita meninggalkan hubungan palsu kita dan memulai yang baru dengan hubungan yang sesungguhnya.. bisakah kita memulai semuanya dari awal, Eunhye?” Aku tersenyum mendengar penuturannya. Aku menatapnya kemudia tersenyum tulus.

“Baiklah.. kali ini tidak ada tantangan, tapi hanya kejujuran.. bagaimana?”

“Arraseo, nyonya Oh.” Aku mengerjap saat ia mengedip jail padaku. Jadi, tanpa sadar aku berteriak dengan muka yang sudah kuyakini tengah merona saat ini.

“Yak! Oh Se Hun!” Aaaah, andai saja kami tidak pernah mendapatkan tantangan tersebut, pasti kami tidak akan mempunyai hubungan seperti ini. Yaah, terimakasih pada temantemanku dan Sehun tentu saja. Kkkk~ Gomawo chingu ya~ Saranghae.

—END—


Annyeong^^
Mianhae kalau ceritanya ga rame dan ga jelas.
Sebenernya author udah bisa bayangin gimana kejadiannya, cuma gatau kenapa rasanya susah banget nulisnya.
Pasti banyak readers yang pernah gitu juga kan?
Mungkin ini penyakit seorang penulis. #plak
Oke deh, author pamit dulu ya, jangan lupa comment
#ppyeong

Advertisements

You are not handsome but damn sexy~

Tittle     : You’re not handsome but damn sexy!!

Cast     :

Kim Jongin ( Kai EXO)

Go Hye Ri (OC)

Other   :

Cho Hyo Jin (OC)

Wu Yi Fan ( X- EXO Kris)

Genre   : romance, school life,humor (maybe)

Ratt      : G (meraGukan)- Molla~

Author  : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Warn    : typo bertebaran, alur ngaco, bahasa yang waw, humor gagal

Anyeong readers!!!

Author 2 is back~~

Kali ini Author balik dengan FF Oneshot as always~~

FF ini terinspirasi saat Author nonton MV EXO-Call me baby..

Ini menceritakan apa yang Author pikirkan tentang seorang Kai..

Author juga ngebiasin Kai jadi gak mungkin Author ngebash Kai..

Dan ini asli keluar dari pikiran pervert Author~~

Oke, kalo ada typo, Author tau kalau kalian lebih pintar dari Author jadi pasti kalian ngerti apa yang Author maksud.

..Happy Reading..

————————————————————————————————————–

*Hye Ri POV*

“Aku benci Kai!! Aku sungguh membencinya!!!”teriakku saat aku berada di kamar temanku. Kutenggelamkan kepalaku di bantal bersarung gambar Bobby Ikon(?) *gak penting*

“Ya! Hye Ri! Bisakah sedetik saja kau tidak berteriak? Ini rumahku!” Hyo Jin berteriak dari arah kamar mandi.

“Apa bedanya denganmu,eoh? Ya! Sampai kapan kau berada di kamar mandi nona Cho? Kau sudah 2 jam tidak keluar dari sana!!” Aku heran kenapa ia bisa sangat lama di dalam kamar mandi yang dingin itu.

“Mianhae. Oh ya, kenapa kau berteriak seperti itu?” tanya Hyo Jin. Sebenarnya aku malas mengingat hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, daripada Hyo Jin mengancamku dengan tidak mentraktirku saat istirahat lebih baik aku memberitahunya.

“Jadi begini….”

*flashback*

“Apa kalian menunggu penampilan dari keduabelas namja tampan nan sexy?” ucap MC yang aku tau dia adalah Ketua OSIS di SM High School, Jung Yunho.

“Yeah!! We want them!!!” teriak seluruh murid termasuk aku berteiak. Di sini ini tidak ada yang tidak menyukai keduabelas namja tampan yang tergabung dalam grup dance EXO.

“Kita sambut dengan meriah, EXO!!!!” teriak Yunho dan langsung direspon oleh penonton dengan teriakan.

“Wu Yi Fan! Huang Zitao! Kim Minseok! Kim Jongdae! Xi Luhan! Zhang Yixing! Kim Joongmyeon! Oh Sehun! Park Chanyeol! Byun Baekhyun! Do Kyungsoo! Dan yang terakhir dan paling sexy….” Yunho memanggil satu persatu member grup Exo dan saat member terakhir ia menggantungkan kalimatnya. Dan seluruh murid langsung memanggil nama namja terakhir itu.

“Kim Jongin!!!! AAA~~”

Dan munculah namja berkulit tan dengan senyum yang menghiasi wajah sempurnanya.

GLUP

Aku hanya bisa meneguk air liurku susah payah. Kenapa? Tak bisakah kalian lihat kalau hanya seorang Kim Jongin a.k.a Kai yang menggunakan celana dengan warna terang? Tak sadarkah dia kalau ‘itu’ nya tercetak jelas karna warna celananya yang terang? Ups..

Kalian bingung? Hmmm,bagaimana yah cara menjelaskannya? Oke, akan aku jelaskan. Sebenarnya selama ini aku selalu memperhatikan Kai. Bukan sebagai teman kecil tetapi sebagai lawan jenis. Tetapi ini semua diawali saat HyoJin menceritakan pengalamannya saat melakukan ‘itu’ dengan Kris a.k.a Wu Yi Fan yang juga anggota EXO. Waktu itu Kris bilang kalau Kai itu ‘paling besar’ kedua setelah dirinya. Dan itu membuatku penasaran sehingga aku selalu memperhatikannya dan lama-lama ada rasa yang timbul saat aku melihat Kai.

Entahlah, rasanya tak dapat di definisikan dengan kata-kata. Kalian boleh memanggilku sebagai yeoja mesum. Itu terserah kalian karna menurutku itu benar adanya.

Oke, sudah cukup penjelasannya. Kita kembali pada penampilan mereka. Mereka menampilkan dance Call me baby. Semua yeoja berteriak saat seluruh anggota EXO melakukan gerakan dance yang sedikit err.. sexy? Kalian tau kan gerakan dimana anggota EXO memegang bagian privasi mereka kan? Nah, itulah yang membuat semua yeoja berteriak gila. Dan aku hanya bisa menganga melihatnya. Hyo Jin? Ia sudah pingsan melihat Kris menangkup bagian ‘itu’ nya. Mungkin ia sudah lama tak merasakannya. Dasar yeoja pervert.

Kukunci pandanganku terhadap Kai. Dan aku menyesal. Badan penuh keringat, tatapan sexy nan tajam, senyum yang lebih condong pada seringai, dan jangan lupa liukan badannya saat menari. Aku tak dapat menahannya dan aku bersumpah aku membenci Kai!!

*flashback off*

*Hye Ri POV end*

*Author POV*

“Hahahaha…. Aigo, ternyata sifat yadongku menular padamu? Jadi kau menyukai Kai hanya karna kau penasaran dengan ‘ukuran’ Kai? Haha.. “ Hyo Jin tak henti-hentinya tertawa mendengar curhatan sahabatnya itu.

“Ya! Ini semua karna percakapan yadong antara kau dan Kris! Kalau saja kalian tidak membicarakan itu didepanku mungkin aku tidak akan seperti ini. Kau tau kan aku dan Kai adalah teman kecil. Aku takut ia malah menjauhiku.” Hye Ri mempuotkan bibirnya. Ia tak terima ditertawakan oleh sahabatnya.

“Haha.. habis kau lucu sekali, Hye Ri. Jadi hanya dengan melihat Kai kau bisa membayangkan kau sedang ‘itu’ dengan Kai? Wah, ternyata kau lebih pro daripadaku. Haha… Selamat datang di dunia pervert!! Haha..” HyeRi memandang Hyo Jin dingin nan tajam. Dan Hyo Jin hanya bisa menggaruk tengkuknya.

“Aish, molla.. Pokoknya besok aku tidak ingin bertemu Kai. Dan kau harus menemaniku. Arra?” ucap Hye Ri.

“Ya! Kau tau kan kalau member EXO selalu bersama? Kalau kau tak mau menemuinya berarti aku tak bisa bertemu dengan namja alis ulat bulu ku~” Hyo Jin memelas pada Hye Ri dengan menggunakan puppy eyesnya yang gagal total dan hanya bisa membuat Hye Ri mual.

“Tidak bisa! Kau harus menemaniku! Kau bisa bertemu dengan si alis ulat bulu mu setelah pulang sekolahkan? Ayolah~ Jebal~” Sekarang Hye Ri yang memelas pada Hyo Jin dengan blink-blink eyes(?) dan Hyo Jin hanya bisa memutar bola matanya malas.

“Baiklah. Tapi apa kau tak menyadari sesuatu?” Hye Ri menggelengkan kepalanya.

“Bagaimana caranya kau tak mau melihat Kai jika kau satu kelas dan kau adalah teman sebangku Kai? “

Pertanyaan dari Hyo Jin membuat Hye Ri diam untuk sesaat.

1

2

3

Dan..

“HUWAAAA!!!!! Kau benar!! Bagaimana ini?!” Hye Ri langsung berteriak dan memeluk Hyo Jin erat. Hyo Jin hanya pasrah dan menyesali perkataannya dalam hati.

“Sudahlah. Kita lihat besok saja. Aku sudah mengantuk. Lagipula biasanya EXO berlatih dance sampai bisa bolos sekolah. Berharap saja kalau besok mereka akan membolos. Aku akan menghubungi Kris untuk menghalangi Kai untuk masuk kelas. Puas?” Hye Ri langsung mengeratkan pelukannya.

“Ya! Kau mau membunuhku! Aku tak dapat bernafas! Lepaskan aku kalau tidak akan kubuat kau berdua terus dengan Kai besok!” ancaman Hyo Jin berhasil. Hye Ri langsung melepaskan pelukannya dan langsung tertidur di kasur Hyo Jin.

“Aish.. Anak ini ada-ada saja..”

*skip time*

Hari ini adalah tepat 2 minggu Hye Ri menjauhi Kai dan hari ini juga merupakan hari terburuk dalam sejarah seorang Go Hye Ri. Bagaimana tidak Kris bilang selama sebulan ini EXO sedang puasa latihan dance sehingga Kai tidak mungkin bolos. Lalu, karna tak sengaja melakukan skinship  dengan Kai, Hye Ri jatuh dengan posisi yang sangat tidak anggun sehingga lutut dan siku nya terluka dan berdarah. Tak hanya itu saja, hari ini Jung seonsaeng memberikan tugas kelompok dan kelompoknya ditentukan sesuai tempat duduk. Yang berarti Hye Ri bersama Kai. Dan parahnya sekarang mereka berada di rumah Kai. Dan Kai duduk di depannya.

“Hey, kenapa sejak pagi mukamu ditekuk begitu? Apa kau sakit? Kau bahkan tak berbicara sejak tadi.” Tanya Kai pada Hye Ri. Hye Ri hanya menggelengkan kepalanya. Ia tak berani menatap wajah Kai.

“Ya! Aku sedang berbicara padamu. Jadi tatap mataku! Ada apa denganmu?” tanya Kai dengan lembut. Hye Ri menatap mata Kai.

‘Omona! Matanya indah sekali! Lihatlah wajahnya yang sangat sempurna itu! Aish, bibirnya terlihat sangat juicy! Bagaimana rasanya jika bibir itu berada di bibirku ya? Omona! Pasti wajahku sudah sangat merah.’ –batin Hye Ri.

“Ya! Wajahmu merah dan sangat panas! Kenapa tidak bilang daritadi kalau kau panas,eoh? Aish, bagaimana ini? Eomma dan Appa sedang pergi. Baiklah kau berbaring di kamarku saja.” Ujar Kai panik.

Hye Ri membulatkan matanya saat Kai menggendongnya dengan bride style. Refleks ia mengalungkan lengannya dileher Kai. Kalau dilihat sekilas mereka seperti pasangan pengantin baru yang akan melaksanakan ritual malam pertamanya.*reader: apa sih thor?- Author:hehe.. mian. Author gilanya kambuh- reader:-_-*

“Kai, sungguh aku tidak sakit. HACHI!” Hye Ri menyesali telah bersin di depan Kai. Kai segera menidurkan badan Hye Ri di kasurnya yang cukup luas. Kai melihat ke arah jendela. Hujan lebat sedang mengguyur kota dengan sangat deras.

“Kau ini. Kenapa tidak bilang kalau kau sedang sakit, eoh? Dan karna sekarang hujan lebih baik kau berbaring disini. Jika sudah reda akan kuantarkan ke rumahmu.” Kai kini duduk di pinggiran kasurnya. Ia melihat Hye Ri masih tidak mau menatap wajahnya. Sungguh bukan hal biasa yang dilakukan oleh teman kecilnya ini.

“Kai, dingin.” Hye Ri memang yeoja yang tak tahan dingin. Kai tau itu. Yeoja yang menjadi teman sejak kecilnya ini sangat tidak tahan dingin.Kai menyelimuti badan Hye Ri dengan selimut yang lebih tebal tapi tidak terasa membantu bagi Hye Ri.

“Kai, masih dingin.” Hye Ri makin menggigil kedinginan. Kai tak sanggup melihatnya kedinginan jadi ia memutuskan untuk membuka bajunya dan masuk kedalam selimut bersama Hye Ri. Hye Ri terkaget saat Kai memasuki selimut.

“A-apa yang kau lakukkan? Jangan macam-macam!” Hye Ri mulai berfantasi liar.

“Tenang saja aku tidak akan macam-macam. Kata Eomma jika kedinginan akan cepat hangat dengan panas tubuh. Jadi kubuka bajuku sehingga jika kau memelukku akan terasa lebih hangat. Sini peluk aku.” Kai merentangkan tangannya untuk memberi kode supaya Hye Ri memeluknya.

“Shireo! Aku tak mau memeluk- Aaa!!!”

DUAR

Hye Ri memeluk Kai erat. Satu fakta lagi tentang Hye Ri. Ia sangat takut pada petir dan guntur. Kai mengelus kepala Hye Ri lembut. Hye Ri sudah merasa nyaman.

“Hiks.. aku takut.. hiks.. Kai.. jangan tinggalkan ku sendirian.. hiks.. Eomma dan Appa sedang tidak ada di rumah.. hiks” isak Hye Ri. Kai mengeratkan pelukannya. Ia tau betul sifat teman kecilnya jika sedang ketakuatan. Cengeng.

“Shhh.. tenanglah. Ada aku disini. Aku takkan meninggalkanmu. Baiklah, kau menginap saja disini.  Aku akan menjagamu. Jadi sekarang tenang dan tidurlah.” Kai mengecup pucuk kepala Hye Ri dan itu membuat rona merah dipipinya terlihat kontras dengan kulitnya yang putih. Kai mulai menggumamkan lagu tidur untuk Hye Ri.

“Gomawo, Kim Jongin.” Ucap Hye Ri sambil memandang wajah Kai yang sedang menatapnya lembut. Sekilas Kai menujukan senyumannya pada Hye Ri. Hye Ri menyamankan kepalanya pada dada bidang Kai. Kai melihat Hye Ri yang sudah berada dialam mimpi sambil tersenyum.

“Ternyata Eomma benar. Ini sangat hangat. Apa kau merasakannya?” Kai berkata lirih supaya tidak membangunkan Hye Ri. Seakan memberi jawaban Hye Ri menganggukan kepalanya dan kembali menyamankan kepalanya di dada Kai. Dan Kai pun menyusul Hye Ri ke alam mimpi.

*next day*

KRING KRING

Kedua insan muda baru bangun dari tidurnya. Awalnya mereka biasa saja mengingat jika sedang hujan deras Kai pasti datang menemani Hye Ri sampai tertidur. Tapi saat mereka saling memandang, kedua pasang mata mereka terbuka lebar. Dan..

1

2

3

“AAAAAAAAAAAA!!!!!!!” teriak mereka berdua. Kini mereka berdua dalam keadaan tanpa sehelai benang. Dan karna tak sadar Hye Ri tidak menutup bagian dadanya sehingga Kai dapat melihatnya dengan jelas. Sedikit menguntungkan untuk Kai.

“Aigo, kalian ini berisik sekali! Eomma baru saja ingin membangunkan kalian. Anyeong, Hye Ri.” Sapa Eomma Kim ramah. Kini mereka berdua saling beradu pandang dan langsung memberikan deathglare pada Eomma Kim. Yang ditatap hanya bisa tersenyum bodoh.

“Eomma, jelaskan ini.” Hye Ri sangat dekat dengan keluarga Kim sehingga ikut memangginya Eomma.

“Sebenarnya Eomma dan Appa kaget melihat kau ada disini. Tapi kami sadar kalau tadi ada hujan deras. Tapi yang membuat Eomma kaget yaitu Jongin tidak menggunakan atasan. Jadi kami sepakat untuk memberi kejutan pada kalian. Mian. Hehe..” Eomma Kim menjelaskan dengan santai.

“Aish, Eomma. Jangan seperti ini dong! Untung Hye Ri tidak sempat memukulku dan menggangapku namja yadong.” Kata Kai.

“Tapi kau senangkan Jongin bisa melihat badan mulus milik Hye Ri? Eomma rasa kau sudah melihat dadanya. Bagaimana? Besar tidak?” tiba-tiba datanglah Eomma Go. Mereka berdua kembali mengangakan mulutnya kaget. Tapi mengingat perkataan Eomma Go, Hye Ri langsung menutup dadanya dengan selimut jangan lupakan mukanya yang memerah. Kai? Ia hanya bisa meneguk air liurnya.

“Eomma, jangan seperti itu! Aku malu~” Hye Ri berbicara lirih pada Eommanya. Duo Eomma ini semakin meninggikan seringainya.

“Bagaimana Jongin? Besar tidak?” tanya Eomma Kim.

“Aku tak melihatnya.”

“Jangan berbohong, Kim Jongin.”

“Aku sungguh tak melihatnya, Eomma.”

“Jujur saja Kai.”

“Aku tidak melihatnya!”

“Tak ada uang jajan selama setahun!”

“Aish.. Baiklah, aku melihatnya.” Kai mengakuinya. Dan Duo Eomma makin bahagia.

“Jadi?”

“Jadi?” Kai bingung dengan perkataan Eomma Go.

“Ukurannya!” teriak duo Eomma itu.

“Eomma, jangan begitu!” Hye Ri memandang Eommanya dengan muka memerah. Wajar saja kan kalau sekarang dia malu?

“Lu-lumayan besar.”

BLUSH

Mendengar jawaban Kai, Hye Ri semakin menundukkan kepalanya wajahnya sudah lebih merah dari darah segar.

Duo Eomma tersenyum dengan senyum kemenangan. Kini giliran Hye Ri yang digodain.

“Anak yang jujur. Sekarang Hye Ri. Apa aku sudah meliat punya Kai?” tanya Eomma Go. Hye Ri menggeleng.

“Tidak. Aku tidak melihatnya.”

“Aigo, kau ini Jongin. Kau tidak adil. Kau sudah melihat dada Hye Ri tapi kau tidak menunjukan punyamu. Tunjukan sekarang!” Perintah dari Eomma Kim membuat dua insan muda didepannya membulatkan mata mereka.

“Tidak perlu, Eomma. Tadi kan Kai tidak sengaja melihatnya.” Hye Ri membela Kai. Sebenarnya ia juga membela dirinya. Hey, hanya melihat punya Kai yang tercetak di celana saja sudah membuat Hye Ri basah, apalagi tidak ditutupi apa-apa? Hye Ri mungkin akan klimaks berkali-kali. *lebay*

“Tuh, Eomma dengar sendirikan. Aku tak sengaja melihatnya. Jadi tidak usah yah? Jebal~” Kai mengeluarkan jurus andalannya . Puppy eyes. Dan itu tidak mempan untuk duo Eomma ini.

“Shireo! Tunjukan sekarang juga atau Eomma potong sampai habis punyamu?”

GULP

Ancaman Eomma Go sangat seram. Masa depan Kai bergantung pada ini.

“Apa Eomma tega? Jangan Eomma.” Hye Ri kembali membela Kai.

“Kau tidak lihat ini, baby? Dengan sekali potong habislah seluruh masa depanmu, Kim Jongin.” Ucap Eomma Go sambil memegang sebuah pisau dapur yang entah bagaimana ia mendapatkannya.

“Baiklah! Arraseo! Aku akan menunjukannya! Aish, dasar duo mesum!” Kai sudah terpojok sehingga yang bisa ia lakukan hanya mengabulkan permintaan mesum kedua Eommanya. Kai menarik nafas panjang dan mulai memegang ujung selimut yang menutupi badannya.

Hye Ri? Kepalanya sudah ditahan oleh Eommanya untuk melihat kearah Kai. Ia harus melakukannya demi masa depan Kai. Ia tak mau dianggap sebagai perusak masa depan. Dan Kai mulai menyingkap selimutnya sehingga ‘milik’nya terlihat.

Dan Omo!!!!BESAR SEKALI!!!

Duo Eomma beserta Hye Ri hanya bisa membulatkan matanya. Mereka tak menyangka ‘ukuran’ Kai sebesar dan sepanjang ini.

“Aigo.. uri Jongin sudah besar. Kenapa kau tidak pernah bilang pada Eomma ?” tanya Eomma Kim.

“Untuk apa aku harus memberi tau Eomma tentang ukuranku?” jawab Kai ketus. Sepertinya ia sudah tak sadar sedang mempertunjukan punyanya pada seoran gadis.

“Ah~ Aku sungguh lega melihatnya. Kalau begini aku tak harus khawatir menitipkan Hye Ri pada Jongin.” Kata Eomma Go sambil berkaca-kaca

“Maksud Eomma?” tanya mereka bersamaan. Eomma Kim menarik nafas panjang sebelum menjelaskan yang sebenarnya terjadi.

“Begini, sebenarnya Appa kalian telah menjodohkan kalian sejak kecil. Kami sengaja tidak memberitau kalian supaya cinta kalian tumbuh bukan karna paksaan. Kami tak tau apa kalian saling mencintai atau tidak , tapi kami hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua.” Eomma Kim menjelaskan dengan pelan.

“Aku mencintai Hye Ri ,Eomma.”

Hening..

Hye Ri yang langsung sadar akan pernyataan Kai langsung menangis bahagia tetapi ia menundukan kepalanya supaya tidak ada yang melihatnya. Tapi Kai sudah menyadarinya. Ia mengangkat wajah Hye Ri dan memandangnya lembut.

“Apa itu benar? Kau sedang tidak bercanda kan?” tanya Hye Ri memastikan. Kai menganggukan kepalanya mantap.

“Aku serius. Aku sedang tak main-main. Apa kau tidak menyadari perasaanku selama ini, eoh? Untuk apa aku mau menemanimu tidur jika kau kedinginan atau kau sedang ketakutan  kalau aku menyukai yeoja lain? Jika aku tidak menyukaimu, mungkin lebih baik aku berkencan dengan yeoja lain daripada menemanimu selama ini. Dasar pabbo. Jadi apa kau menyukaiku?” Ucap Kai sambil memeluk Hye Ri.

“Dasar namja tak peka!! Untuk apa selama ini aku memintamu untuk menemaniku jika aku menyukai namja lain,eoh? Tentu saja aku menyukaimu!” Hye Ri memukul dada bidang Kai. Dan Kai hanya bisa tertawa mendengarnya. Duo Eomma pun tertawa.

“Baiklah. Minggu depan adalah hari pernikahan kalian. Tidak ada penolakan dan kalian boleh melanjutkan kegiatan ranjang kalian. Eomma pergi dulu. Bye~” Duo Eomma pun menutup pintu dan menguncinya.

Kini mereka berdua kembali canggung. Tapi Kai mulai memberanikan dirinya untuk kembali memeluk Hye Ri.

“Saranghae, Kim Hye Ri.”

“Nado Saranghae, Kim Jongin”

Mereka saling memeluk erat seakan jika terlepas mereka akan terpisah jauh.

“Kai~”

“Waeyo, chagi?”

“Aku masih tak percaya menyukai orang sepertimu. Kau itu pervert!”

“Ya! Aku tampan, terkenal, jago dance. Kau harus bahagia memiliki namjachingu sepertiku.”

“Kuakui kau memang terkenal dan jago dance tapi, kau tak tampan, Kai.”

“Lalu?”

“Kau Sexy~ haha..”

“Kau menggodaku?”

“Molla~”

Mereka tertawa bahagia. Sampai akhirnya mereka saling menatap dan mengagumi sosok yang berada didepan mereka. Kai berinisiatif (lagi) untuk memecah keheningan.

“Bolehkah?”tanya Kai lembut. Hye Ri menundukan kepalanya dan mengangguk pelan. Yah, kalau sudah basah kenapa tidak sekalian mandi saja? Itulah yang dipikirkan Hye Ri.

Sekarang mari tinggalkan dua insan yang sedang bercumbu dan berbagi kasih satu sama lain. Ini kegiatan privasi jadi kita tinggalkan saja..

EPILOG

“Aigoo, tak sopan sekali kau mendahuluiku. Semoga bahagia yah^^ Jangan lupa berikan keponakan lucu untuk kami. Hha..” ucap Hyo Jin sambil memeluk Hye Ri.

“Gomawo. Kapan kalian akan menyusul?” tanya Kai pada Kris.

“Secepatnya. Kami tidak ingin buru-buru menikah sih.” Kata Kris tenang.

“UEKK.. UEKK.. Kris, kenapa aku mual sekali yah? Padahal tadi pagi aku sarapan.” Ucap Hyo Jin polos.

Hening

Kini semua mata tertuju pada Kris. Yang ditatap hanya bisa menggaruk tengkuknya dan tersenyum bodoh.

“YA!!! CEPAT NIKAHI HYO JIN!!!”

END

Bagaimana? Semoga kalian suka yh^^

Jangan lupa commentnya~

Gomawo yang udah mau baca FF nista ini..

Sampai ketemu di FF selanjutnya!!!

~Cho Hyo Jin

 

The Present

Tittle : The Present~~

Cast:
• Kim Hwa Yeon
• Cho Kyuhyun(Kyuhyun SJ)
• Cho Hyo Jin
• Wu Yi Fan(Kris X-EXO)

Author : Cho Hyo Jin
Genre :Romance, Comedy
Rated :17+

Warning: Typo dimana-mana, alur geje, gak rame

Anyeong!! Ini FF Author 2~
Jangan lupa commentnya yah!!! Author baru belajar nih..
Semoga suka.. ini FF NC Author~~
Happy Reading~~

the present

————————————————————————————————————————————————————————-

Sabtu pagi ini merupakan sabtu pagi yang tidak biasa bagi seorang yeoja yang tengah duduk di ujung ranjangnya. Sekarang menunjukan pukul 7 pagi, biasanya handphonenya sudah berdering berkali-kali berkat ulah seorang namja. Yup, namjachingunya.

“Aneh. Tumben sekali namja babbo itu tidak menelpon. Biasanya jam segini dia akan menelpon dengan penuh kegembiraan seakan baru dapat undian.” Ucap Hwa Yeon. Hwa Yeon pun turun menuju ruang makan. Sepi sekali.

“Mwo? Hyo Jin tidak ada? Ajaib sekali. Apa Kris oppa menjemputnya?” ucap Hwa Yeon kaget melihat ruang makan sepi. Biasanya Hyo Jin, teman satu apartemennya sudah mengacak-acak kulkas dan memasak sarapan untuk mereka berdua. Hwa Yeon menuju meja makan dan melihat ada sepiring nasi goreng dan disampingnya terdapat sebuah note.

For Hwa Yeon
Hwa Yeon, eonni sudah pergi tadi subuh. Eonni sudah buat nasi goreng untukmu. Eonni sudah berangkat kuliah karna eonni ada kelas pagi.
Hyo Jin

Hwa Yeon menghela nafas pasrah. Bisa-bisanya Hyo Jin meninggalkannya dan hanya menyediakan nasi goreng saja. Biasanya Hyo jin kalau memasak sarapan pasti dengan jumlah yang bisa dikatakan besar berhubung mereka berdua suka makan tetapi badan mereka selalu ramping. Segera Hwa Yeon memakan nasi goreng itu dan bergegas mandi.

Sesudah mandi ia segera pergi ke kampusnya. Ia tak mau telat karna guru mata kuliahnya adalah seorang yang sangat dingin, Wu Yi Fan atau sering dipanggil Kris. Yup, dia adalah namjachingu Hyo Jin. Jika diluar mata kuliahnya, Kris merupakan sosok yang lembut, baik hati, dan sangat perhatian tetapi jika sudah berada di kelasnya, sebaiknya kalian serius dan fokus pada materi walau kadang gagal fokus karna ketampanan dari sang dosen beralis ulat bulu itu kalau tidak kalian akan dihukum dengan berat dan Hwa Yeon tidak mau terjadi seperti itu. Walaupun ia adalah teman dekat dari Hyo Jin, Kris tidak memberi toleransi.

Sampailah Hwa Yeon di kelasnya, ia bingung melihat tatapan aneh dari teman-temannya. Ia merasa bajunya hari ini sangat cocok, lalu apa ada yang salah?

apa yang mereka lihat? Pikir Hwa Yeon.

Hwa Yeon pun duduk dikursi biasanya, mengabaikan tatapan aneh teman-temannya yang ia sendiri tidak mengerti. Tak lama, Kris pun masuk ke kelasnya. Wajahnya penuh kemurkaan. Hwa Yeon berharap itu bukan karna dirinya, karna selain dia akan mendapat hukuman ia juga pasti akan mendapat ceramah dari eonni yang pervert itu.

“Kim Hwa Yeon!!! Kemari!!” oke. Hancur sudah harapan Hwa Yeon mendengar Kris memanggilnya. Dengan ketakutan tingkat tinggi ia menghampiri Kris.

“Bisakah kau membuat tugas dengan benar ,hah?!?!” Hwa Yeon kaget. Bagaimana tidak kaget? tugas tersebut kan dibuat dibantu oleh Kris dan Hyo Jin sendiri seminggu yang lalu.

“Mianhae, Wu seonsaeng. Aku akan mengulangnya.” Sungguh Hwa yeon tak rela mengucapkan kata maaf. Kris tersenyum mencibir. Sekarang dengan tidak keperi-seme-an, Kris merobek tugas Hwa Yeon hingga menjadi potongan yang sangat kecil. Hwa Yeon hanya bisa calangap melihat ulah namjachingu eonni terpervertnya itu.

Kesal? Oh Tuhan, jangan ditanya!

“Sekarang kau tidak diizinkan mengikuti kelasku. Selesaikan tugasmu sekarang juga. Jika saat kelas selesai dan kau belum mengumpulkan tugasmu….” Kris menggantung kalimatnya.

“Nilaimu akan berubah menjadi G-!!!” teriak Kris. Hwa Yeon stay dengan mulut menganga. Banyak kemungkinan yang membuatnya begitu. Pertama, ia baru dapat sentakan dari Kris. Kedua, apa yang akan dia katakan saat orangtuanya ngambil rapot*abaikan*. Ketiga, kalau begini Hyo Jin bisa saja menikahkan Kyuhyun dengan Sungmin yang sudah nikah dan Kyuhyun akan di duakan oleh Sungmin*oke. Ini udah lebay banget*dan yang terakhir, ia baru dengar ada nilai G-. Ingat G! Ada minesnya lagi! Inget ADA MINESNYA!!

Hwa Yeon gelisah dan segera pergi menuju perpustakaan untuk mengulang menyelesaikan tugasnya. Tanpa ia sadari, Kris sudah menyeringai. Apa? Menyeringai? Apa Hwa Yeon akan di’gauli’ oleh Kris? TIDAK!! Kalian yadong..*apa sih?*

Kelas berlangsung selama 3 jam. Hwa Yeon sudah selesai mengerjakaan tugasnya(lagi) kurang dari 2 jam. Hwa Yeon bisa dibilang mahasiswa yang gaul. Gak ada hubungannya sih. #plak

Kesialan Hwa Yeon tidak berhenti sampai situ. Saat hendak menuju apartemen Kyuhyun, ia disuguhi pemandangan yang menyayat hati. Ia melihat Kyuhyun memeluk mesra seorang yeoja. Tak terlihat jelas wajah sang yeoja karna sang yeoja dalam keadaan membelakangi Hwa Yeon. Mungkin kalau hanya memeluk tak akan jadi masalah besar. Pasalnya kini Kyuhyun mengecup bibir yeoja itu. Hwa Yeon tak sanggup menahan amarahnya. Segera ia menuju Kyuhyun. Melihat Hwa yeon mendatanginya segera sang yeoja pergi entah kemana dengan kecepatan yang menyerupai Hyo Jin jika menghilang sangat cepat seperti boboi boy.

Hwa Yeon menampar pipi Kyuhyun dengan keras. Lebih tepatnya sangat keras, bisa dibuktikan dengan suara yang diciptakan.

Plak!!!

“Kau brengsek oppa!!!!”ucap Hwa Yeon dengan air mata yang mengalir sangat deras dari matanya. Kyuhyun hanya bisa memegangi pipinya yang merah karna tamparan Hwa Yeon.

“Ck, kedatanganmu begitu mengganggu! Kau tak liat aku sedang asik dengan yeoja tadi,eoh? Kau tau aku bosan dengan sikapmu yang manja. Kukira kau istimewa, ternyata kau sama saja seperti yeoja murahan yang lain.”ucap Kyuhyun dengan sedikit menyentak. Hwa Yeon memantapkan hatinya.

“Kita putus.” Kata-kata itu keluar dari mulut Hwa Yeon dengan gamblangnya. Hwa Yeon pergi begitu saja. Kini gantian Kyuhyun yang kaget bukan main. Ini bukan yang ia inginkan. Bukan yang ia inginkan? Yah, bisa dibilang kejadian hari ini adalah perbuatan evil dari Kyuhyun. Hari ini adalah hari ulang tahun Hwa Yeon. Awalnya rencana ini ditolak oleh Hyo Jin mengingat Hwa Yeon adalah yeoja yang sangat sensitif, bodohnya Kyuhyun tidak mengindahkan ucapan Hyo Jin. jadi yang bisa ia lakukan sekarang adalah mengejar Hwa yeon.

“Lepaskan aku!!” teriak Hwa Yeon saat Kyuhyun menariknya dengan cukup kuat, lalu membawanya masuk ke apartemennya. Sebenarnya Kyuhyun sendiri tak tega menggeret yeojachingunya sendiri dengan paksa, tapi mau bagaimana lagi?

“Ya! Cho Kyuhyun!! Lepaskan aku!! Atau akan ku—eumpphhttt” ucapan Hwa Yeon terhenti akibat ulah Kyuhyun. Kalimat makian yang sudah siap meluncur dari mulutnya, tertahan menjadi desahan saat Kyuhyun mencium bibirnya dan meraba tubuhnya.

Hwa Yeon tak mau menjadi munafik. Ia sangat suka dengan sentuhan Kyuhyun. Sejenak ia melupakan kekesalannya pada Kyuhyun. Kyuhyun mulai memainkan lidahnya di dalam mulut Hwa yeon, merasa pasif Hwa yeon pun mengajak lidah Kyuhyun untuk berperang. Ciuman itu menjadi sangat panas saat tangan nakal Kyuhyun sudah meremas- remas butt milik Hwa Yeon. Hwa Yeon hanya bisa melenguh tertahan akibat ulah namjanya itu. Kyuhyun benar-benar tau caranya membangkitkan gairah yeoja itu rupanya. kkk~

Kyuhyun benar-benar melancarkan aksinya. Ia membawa tubuh Hwa Yeon dengan mudahnya menuju kamar dengan dekorasi warna pink, lalu merebahkan tubuh yeoja itu ditengah kasur. Ia memulai dengan mengecup leher jenjang Hwa Yeon dan memberikan beberapa kissmark yang sudah dipastikan tidak akan hilang dalam beberapa hari.

“Aish.. oppah.. langsung sajahh.. akuh.. akh.. tak kuat lagih..” Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Segera ia mengeluarkan litle Kyu yang sebenarnya tidak pantas disebut litle. Dikocoknya sebentar lalu ia arahkan pada miss v Hwa Yeon yang sudah sangat basah.

“Akh! Appo.. “ jerit Hwa Yeon. Jujur saja ini adalah pertama kali mereka melakukan gerakan inti. Karna saat mereka akan melakukan gerakan inti selalu digangu oleh yeodongsaeng Kyuhyun yang sangat cantik yaitu Hyo Jin. #cih

“Tahanlah, chagi~ mungkin akan terasa sakit mengingat kita baru pertama kali melakukannya, sebentar lagi pasti akan terasa nikmat.. akh! Kau begitu sempit!” Kyuhyun tak menyangka akan terasa sangat nikmat seperti ini. Pantas saja Kris dan Hyo jin rajin sekali melakukannya. Kkk~!!

JLEB!!! #suaranyadramatissekalitemanteman

Akhirnya junior Kyuhyun masuk kedalah miss v Hwa Yeon dalam satu kali sentakan. Hwa Yeon mendesis lirih seraya mencengkram kuat punggung polos Kyuhyun. Merasa sudah terbiasa, Hwa Yeon inisiatif untuk menggerakan pinggulnya. Kyuhyun sendiripun secara bertahap menggenjot hole Hwa Yeon dengan cepat, keras, dan dalam.

“Oppah.. ahk! di… situhh.. aish.. AHH!” Hwa Yeon melengkungkan punggungnya disertai dengan jeritan yang menandakan dia baru saja orgasme. Kyuhyun yang belum merasakan akan klimaks segera mengganti gaya. Woman On Top. Hwa Yeon dengan semangat menaik turun kan badannya berusaha mencari titik terdalamnya.

GOTCHA!!!

Dan keberhasilan Hwa Yeon menemukan titik terdalamnya dihadiahi cairan Kyuhyun yang langsung menyembur ke titik itu membuat Hwa Yeon kenikmatan. Seluruh energi nya hilang bahkan untuk duduk saja ia tak sanggup. Ia bingung kenapa Eonni pervert itu bisa melakukan nya hingga ronde ke 12 bersama kekasihnya yang memiliki tingkat kepervertannya sangat tinggi. Padahal melakukannya satu kali saja sudah sangat sakit dan lelah. Aigoo~

“Gomawo dan Mian telah membuatmu kesakitan. Happy Birthday! Saranghae!” ucap Kyuhyun lalu mencium bibir Hwa Yeon sekilas. ‘Pabboya Hwa Yeon!! Bisa-bisanya ia lupa hari ini adalah hari ulang tahunmu’ Hwa yeon meruntuki dirinya yang tidak peka akan kejahilan eonni, oppa dan namjachingu dari eonni kesayangannya itu.

“ Jadi ini semua ulahmu? Wah, muali nakal yah nae Kyupa? Karna kau sudah menjahiliku dan telah mencium yeoja lain aku akan memberimu hukuman.” Ucap Hwa yeon dengan seringainya. Kyuhyun hanya bisa menelan ludah. Semoga hukuman yang dimaksud Hwa yeon bukan hukuman yang sedang ia pikirkan.

“Kau tidak mendapat jatahmu selama 3 tahun!!” ucap Hwa yeon sakratis.

JDERRR!!

Oke. Sekarang apa yang ia bayangkan terjadi. Ia tak tau bagaimana nasib Fllapy Kyubird ini selama 3 tahun kedepan. Yang pasti ia sekarang sedang merenung sambil mengelus- elus miliknya dengan tatapan sendu. Melihat Kyuhyun berhasil ia kerjai, Hwa yeon tertawa terbahak-bahak.

“Aku hanya bercanda oppa.. baiklah akan kuringankan.. kau tidak akan dapat jatah selama1 bulan. Sabar ya Fllapy Kyubird” ucap Hwa yeon sambil menepuk bahu Kyuhyun yang masih sedih karna selama sebulan ini ia harus puas dengan bermain ‘solo’ dan ‘bermandi sabun’ saja. Poor Kyuhyun.

-EPILOG-

“Oppa, jadi yeoja yang oppa cium itu siapa?” tanya Hwa Yeon mengintrogasi. Walaupun hanya pura- pura marah, tapi Hwa yeon tetap saja cemburu. Hell, siapa yang tidak cemburu jika kekasihnya berciuman dengan wanita lain!

“Dia Hyo Jin. Kau tau betapa aku ingin tertawa saat mencium bibir adikku sendiri. Rasanya berbeda dengan waktu dulu.” Ucap Kyuhyun santai.

“Ya! Kau oppa mesum!!” teriak Hwa yeon. Sambil melemparkan seluruh barang pada Kyuhyun. Yah, Kyuhyun harus berlindung di kamar mandi untuk menghindari Hwa yeon yang sedang ngamuk. Once again, poor Kyuhyun.

-END-

Gimana? Nista abis kan? Ini FF NC yang sebenernya gk hot banget.. Author harap kalian gak jera baca FF Author .. Mian kalo ini membuat kepala kalian pusing. Gomawo buat yang mau baca!! *bow 90° bareng nae abang, Cho Kyuhyun* Jangan lupa commentnya ya!!! Bye- bye…

Cho Hyo Jin~~