Tag Archive | Day6

I Like You (좋아합니다)-Dowoon’s Story-

Title : I Like You (좋아합니다)- Dowoon’s story-

Cast :

Yoon Dowoon

Kang Yeseul (OC)

*Yeseul POV*

Dowoon : ” Kang Yeseul, kau dipanggil HyoJin tuh!”

Aku :” A-aku? Makasih Dowoon-ah.”

Dowoon hanya tersenyum sambil duduk di kursi sebelahku dan memakan bekalku tanpa tahu malu. Sudah biasa sih. Saat aku hendak meninggalkan kursiku menuju kelas Hyo Jin yang berbeda dua kelas dariku, Dowoon menarik tanganku dan menyerahkan surat berwarna merah muda yang sudah kutahu kalau surat itu untuk Hyo Jin. Aku selalu mengantar surat itu dan mengatakan bahwa aku tidak tau siapa identitas pengirimnya. Kenapa? Iya, Dowoon menyukai Hyo Jin.

Aku, HyoJin, dan Min Ji adalah teman dekat sejak kecil. Dan kami memang sering bersama-sama sehingga sering dipanggil kembar tiga atau triplets. Pada saat SD, Min Ji bertemu dengan Jae dan sedang mengalami masa-masa dimana salling mengejar tapi keduanya tidak sadar. Aigoo, memikirkanya saja sudah membuatku greget.Kembali ke cerita, dari dekatnya Min Ji dengan Jae yang disusul dengan sebuah fakta bahwa Yonghyun oppa adalah kakak Min Ji, dan Hyo Jin yang memang sudah tertarik dengan Yonghyun oppa dan sering menjahilinya membuat aku mengenal seorang lelaki yang merupakan teman mereka.

Yoon Dowoon. Dia adalah lelaki yang sangat unik menurutku. Perilaku dan semua gerakannya terlihat kaku. Mungkin dia pemalu. Tapi semakin lama mengenalnya dia hanya orang dengan gerak badan canggung tetapi sangat suka berbicara. Kadang berisik sih, tapi disaat dia diam dan focus pada suatu hal seperti drum, Dowoon akan berubah 180 derajat. Dan aku salah satu korbannya.

Dowoon suka dengan Hyo Jin tetapi ia tau kalau Yonghyun oppa juga menyukai Hyo Jin.Dowoon selalu satu kelas denganku sehingga ia sering bercerita dan terkadang mencuri makan siangku. Dowoon yang ingin berusaha tapi takut menyakiti Yonghyun oppa dan aku yang ingin berusaha tapi itu akan sia-sia.

-Can I?-

Ya, itulah sepenggal kisah SMA ku yang penuh dengan perjuangan menahan bahkan menghilangkan rasa cinta yang aku anggap aneh. Bisa-bisa nya aku menyukai lelaki seperti dia. Sekarang aku sudah kuliah. Kukira setelah dewasa aku tidak akan menemukan masalah hati seperti di SMA. Dan itu salah total! Setelah Jae dan Min Ji pacaran, Yonghyun oppa dan Hyo Jin pun pacaran. Dan kalian tau?Dowoon hampir seharian tidak tersenyum saat Yonghyun oppa bercerita. Ia langsung pulang dan membuat semua orang bertanya. Mau tak mau aku mengejarnya dan membuatnya bicara. Dia bilang ia kesal sekaligus bahagia. Ia merasa tidak pantas bertemu Yonghyun oppa. Dan pembicaraan itu berakhir dengan Dowoon yang sedikit meneteskan air mata dan tersenyum mengajakku untuk minum. Ya kalian sudah tau apa yang Dowoon racaukan ketika ia mabuk. Aku hanya diam dan menunggunya tertidur.

Dowoon berkata bahwa ia sudah benar-benar merelakan Hyo Jin pada Yonghyun oppa. Tapi aku tak yakin. Dan itu dibuktikan dengan Dowoon yang marah saat Yonghyun memarahi dan menghindari Hyo Jin karna tidak sengaja menumpahkan kopi pada tugas pentingnya yang harus dikumpulkan besok dan berakhir Dowoon mengakui bahwa ia menyukai Hyo Jin dan bertengkar dengan Yonghyun. Tapi setelah itu Yonghyun lebih dekat dengan Dowoon. Aku masih tidak yakin kalau Dowoon oke.

Aku kuliah di kampus yang sama dengan teman-temanku. Aku jurusan tataboga dan Dowoon di jurusan seni musik. Sering aku mengunjungi Dowoon untuk berkumpul dengan teman-temanku. Terkadang Dowoon yang menjemputku seperti saat ini, aku jalan berdampingan. Memang sial. Jantungku masih sering berdetak kencang ketika bersama makhluk ini. Dowoon yang sibuk membaca partitur drum yang sampai sekarang aku masih tidak mengerti. Dengan headphone yang bersandar di lehernya yang jenjang. Aku putuskan untuk tidak mencuri pandangan lagi padanya.

Dowoon : Yeseul-ah. Kau mau apa kado ulangtahun kali ini?

Aku : Apa ya? Kukira kau sudah tau. Aku suka semua barang yang berwarna biru!

Dowoon : Astaga. Kau sudah tau kan jumlah koleksi barang warna biru punyamu itu banyak?

Aku : Tapi aku suka warna biru. pokoknya biru! kau mau apa?

Dowoon : Hmmm, aku ingin sesuatu yang warna biru juga. Terserah kau yang penting biru.

Aku : Kok ngikutin sih?

Dowoon : Terserah aku dong. Aku ingin lihat apa barang darimu akan cocok disimpan dikamarku.

Sebuah fakta yang tidak diketahui banyak orang, hari ini adalah hari ulangtahun kami. Kami lahir pada hari yang sama. Tiap tahun kami selalu bertukar kado. Dan kegiatan itu tidak diketahui oleh teman-temanku. Sesampainya di studio milik Yonghyun oppa , Dowoon langsung mendatangi pacar kesayangannya, drum. Ia akan sensitive bila menyangkut drumnya. Dowoon mulai memainkan drumnya dan membuatku kembali terhipnotis dengan penampilannya. Hingga aku tak sadar kalau aku mulai mengantuk dan aku memutuskan untuk tidur bersandar pada kursi.

*Dowoon POV*

Memang tidak ada yang lebih baik selain besama drum. Walau aku rasa, aku lebih merasa nyaman bila bersama dengan Yeseul. Dia ada disaat suka dan duka. Hanya dia yang berpihak padaku saat aku bertengkar dengan Yonghyun hyung. Aku selalu sekelas dengannya sejak SMP sampai SMA banyak hal yang aku lalui bersamanya. Memang sih sejak SMA sebenarnya aku sudah mulai menyukainya hanya aku kira ini hanya pelampiasan dan setelah aku tau kalau Yonghyun hyung pacaran dengan Hyo Jin aku memang merasa sesak, tapi aku tidak merasa akan sesakit apa yang aku kira. Apa karna Yeseul?

Semua orang berkata bahwa hanya Yeseul yang tahan bersamaku karna gaya bahasa dan gerak tubuhku yang canggung ini. Sejak kuliah aku mulai merasakan hal yang berbeda ketika aku menyukai Hyo Jin. Aku cemas bila Yeseul tidak ada kabar, aku takut ia marah, aku takut ia sendirian, aku takut banyak hal yang terjadi pada Yeseul. Makanya aku selalu mengajaknya ke studio untuk bertemu dengan teman-temannya juga.

Jae : Dowoon! Lihat Yeseul tertidur. Kurasa kita sudah cukup mainnya. Min Ji dan Hyo Jin juga terlihat cape.

Aku : Ah, okok nanti akan kuantar Yeseul. Hyung duluan saja, aku yang beres-beres saja.

Youngk : Ok, ini kuncinya. Besok kita kesini lagi ya. Aku ingin dengar kabar baik dari Dowoon.

Jadi sebenarnya setelah aku dan Yonghyun bertengakar, aku mengatakan bahwa aku menyukai Yeseul. Hyungdeul sudah duluan pulang dengan pacarnya. Aku telah membereskan peralatan dan menuju Yeseul yang tertidur. Aigoo posisi tidurnya membuatku sakit badan. Aku mengangkat Yeseul untuk membaringkan badannya di sofa. Tapi saat aku mengangkatnya ia terbangun dan langsung meronta.

Yeseul : Dowoon! Turunkan aku!

Aku : Astaga niatku baik ingin membaringkanmu di sofa. Kau membuatku sakit pinggang walau hanya melihatmu saja.

Yeseul : Wow, gantleman. Sudahlah aku ingin duduk saja. Yang lain kemana?

Aku : Sudah pulang. Kau lama sekali tidurnya.

Yeseul : Benarkah? Mungkin ini karna aku bergadang untuk kado ulang tahunmu. Ah! Kita tukar kado sekarang saja. Sebentar lagi jam 12 malam.

Aku : Baiklah. Ini kadoku untukmu.

Aku mengeluarkan kotak berwarna biru berukuran kecil. Dan dia mengeluarkan kotak berwarna biru berukuran sedang. Kami menutup mata untuk membuat permohonan sebelum akhirnya kita bertukar kado. Ketika kubuka kado dari Yeseul aku terkaget, itu adalah kalung dengan liaontin ombak berwarna biru.

Yeseul : Maaf ya kau tidak bisa menyimpannya di kamar. Aku ingin kau memakai ini terus hehehe.

Kini giliran Yeseul yang membuka kado tapi kadonya kuambil dan segera aku berlutut dan membuka kotak tersebut. Yeseul terkaget seperti yang ada di film-fil mromantis lainnya. Mungkin aku terlalu malu untuk mengucapkan kalimat itu sehingga Yeseul langsung memasangkan cincin biru pada jariku dan jarinya setelah itu dia tertawa hingga meneteskan air mata.

Yeseul : Kau memang tidak berubah! Hahaha! Selalu canggung! Tapi itulah yang aku suka!

Aku : Kau tak tau aku sangat menyukaimu sehingga aku bingung. Tapi sungguh hanya kamu yang selalu ada untukku, selalu menerimaku, walau aku dulu tidak sadar rasa sayangmu. Aku sayang kamu. Ah, ini aneh sekali.

Yeseul kembali tertawa. Mungkin seumur hidupku aku akan menjadi lelaki kaku dan canggung. Tak apa, asal Yeseul selalu disampingku aku rela jadi seperti itu deminya.

_Part3 End_

Advertisements

I Like You (좋아합니다)- Young K’s story-

Title       : I Like You (좋아합니다)- Young K’s story-

Cast       :

Kang Yong Hyun (Young K)

Cho Hyo Jin (OC)

*Young K POV*

Dia. Hanya dia yang bisa membuatku begini. Membuatku tak tau harus berbuat apa. Melihat matanya saja sudah membuat aku gagap. Begitu tangannya menyentuhku, tubuhku kehilangan keseimbangan yang membuatku harus mati-matian menahan lututku agar tidak tertekuk. Ini gila! Aku sungguh dibuat tak berdaya bila ada dia.

Kalian bisa saja mengataiku lemah. Tapi sungguh sejak awal aku tak dapat menutupi kegugupanku saat  bertemu dia. Iya, sejak dulu….

Min Ji    : “ Oppa! kenalkan ini temanku, Hyo Jin.”

                Jujur aku tak bisa mengalihkan mataku dari perempuan dengan seragam  sekolah yang sama dengan adik tiriku. Parasnya cantik, matanya tidak terlalu sipit, senyumnya yang manis ditambah lesung pipit di pipi kanannya, rambutnya yang ikal diikat satu tanpa poni yang menurutku menambah kesan manis. Tipeku.

Min Ji    :” Oppa!! Cepat beri salam! Jangan liat Hyo Jin terus! Kau seperti sedang melihat seorang pencuri.”

Aku        :”O-oh. Maafkan. Aku hanya sedang melamun. Ke-kenalkan aku oppa nya Min Ji, Yonghyun. Kang Yonghyun.”

Hyo Jin  :”Halo. Aku Cho Hyo Jin teman Min Ji. Aku sering mendengar tentang anda dari Min Ji, Yonghyun-ssi.”

                Sial, senyumnya semakin manis. Semoga Min Ji tidak menceritakan hal-hal yang memalukan tentangku.

Aku        :” A-ah.. begitukah? Kuharap itu cerita yang baik. Hehehe.”

Min Ji    :”Apa-apain itu? Anda? Yonghyun-ssi? Canggung sekali! Panggil saja dia Brian oppa. Ya kan ,oppa?”

Hyo Jin  :”Eh? Kan namanya Yonghyun, kok dipanggil Brian?”

                Sial. Dia sanggat imut. Tuhan, kenapa kau menciptakan makhluk seperti ini? Nampak tak ada celah untuk mengatakan ia tidak menarik.

Min Ji    :” Oppa ku ini dulu sempat belajar diluar negri dan sekelas dengan Jae. Entah kenapa mereka bisa beda tingkatan kelas saat SD dan akhirnya saat SMA mereka bisa seangkatan. Padahal Jae lebih tua darinya. “

Hyo Jin  :” Ah begitu. Apa aku boleh memanggilnya oppa? Ah, maksudku bolehkah aku memanggil oppa?”

                Aku sudah berkali-kali mengumpat karna mulutku yang tak bisa terbuka dan hanya bisa mengangguk. Detak jantungku bertambah cepat seiring dia berbicara.

Aku        :”Iya, kau boleh memanggilku oppa. Kau kan temannya Min Ji.”

Hyo Jin  :” Baiklah, Brian oppa. Hehehe”

                Sial. Aku mulai sesak napas. Apa yang harus aku lakukan?

Min Ji    :”Wow, Hyo Jin. Kau adalah orang kedua yang boleh memanggil nama Brian oppa  di Korea selain keluarga.”

Hyo Jin  :” Wah? Benarkah? Yang pertamanya pasti pacarnya? Benarkan oppa?”

                Ya, Song Min Ji! Kenapa kau harus mengatakan itu? Memang benar, aku sedikit terganggu dengan nama Brian di Korea. Aku lebih ingin dipanggil Yonghyun. Hanya keluargaku yang aku ijinkan memanggilku dengan nama Brian. Dan dua orang selain keluarga yang dimaksud Min Ji adalah dia dan…

Min Ji    :” Pacar darimana? Ia adalah oppa yang sangat susah untuk didekati perempuan karena terlalu cuek. Dan satu lagi,. Orang yang memanggilnya dengan Brian adalah Jae.”

Hyo Jin  :”Oh? Brian oppa tidak punya pacar? Aneh sekali. Padahal oppa tampan.”

                Sial. Entah sudah berapa kali aku mengatakan sial, tapi sungguh dia menggemaskan. Aneh katamu? Mengapa tidak kau saja yang jadi pacarku? Ingin sekali aku mengatakan itu. Namun sorot matanya sangat tajam tapi lembut miliknya membuatku tak bisa melakukan apapun. Akupun bingung menjelaskannya.

Aku dapat melihat lirikan Min Ji yang mengatakan bahwa ia tau kalau aku tertarik dengan temannya. Ia hanya tersenyum miring, mengejekku. Memang ya, walau kami bukan saudara kandung, tapi kami sangat dekat dan mungkin itulah yang membuatnya dapat mendeteksi perilaku ku. Dan sejak itu Min Ji sering mengerjaiku dengan berbagai cara yang akhirnya membuatku malu dan ia tertawa terbahak-bahak. Sial.

-Love Your Act-

Sudah berkali-kali aku masuk perangkap Min Ji. Dan seperti keledai yang bodoh, aku jatuh pada lubang yang sama. SELALU.

Seperti saat ini, Hyo Jin berdiri di depan pintu rumahku dengan bajunya yang membuatku tak dapat mengalihkan mata darinya-itu selalu terjadi saat aku melihatnya-. Rambut ikal yang ia gerai membuatnya semakin manis. Aku terkagum hingga aku terkejut akan sebuah tangan yang meraba keningku.

Hyo Jin  :” Oppa? Apakau demam? Kau terlihat pucat?”

DEG.. DEG..DEG..DEG..

Hyo Jin  :” Oppa? Brian Oppa?”

Aku        :”E-eh? Hyo Jin. A-apa kabar? Hmm.. K-kau mau ketemu Min Ji?”

Sudah ku katakan, aku gagap bila bertemu dengannya. Ia tertawa mendengar perkataanku.

Hyo Jin  :” Iya, Min Ji bilang bahwa ia mau mau belajar bareng dirumahnya. Nilai fisika ku tidak terlalu bagus, jadi aku minta diajarkan.”

Aku        :” O-oh iyakah? Ta-tapi Min Ji baru saja pergi dengan Jae. Kau taukan mereka baru saja jadian. Mereka sedang ke-kencan.”

Hyo Jin  :” Apa?! Lalu aku harus apa? Minggu ini ada ulangan fisika dan aku masih kurang mengerti materinya. Biar aku telpon dulu Min Ji.”

Astaga, ia semakin lucu ketika merajuk. Min Ji, walau terkadang aku sering membuatmu kesal tapi kau baik sekali mau mengirimkan malaikat ini.

Hyo Jin  :” Apa? Kau benar-benar sedang kencan? Lalu bagaimana dengan belajar bersama? Kau tau kan aku tidak ahli dalam fisika sepertimu? Apa? Kau bercanda? Aku tak mau. Aku malu. Baiklah.  Jangan! Awas saja bila nanti kau begitu.”

Entah apa yang mereka bicarakan. Setelah ia menelpon Min Ji, ia berbalik dan sedikit menatapku. Sikapnya aneh.

Hyo Jin  :”Hmmm, oppa apa kau sedang sibuk?”

Aku        :”e-eh? Ti-tidak kok. A-aku sedang santai. Ada yang bisa aku bantu?”

Hyo Jin  :” hmm, Min Ji bilang oppa jurusan fisika. Apa oppa bisa mengajariku?”

Song Min Ji. Aku sangat bahagia memiliki adik sepertimu. Akan kudoakan agar kau dan Jae hyung cepat menikah.

Aku        :”Tentu saja boleh.”

Untuk pertama kali aku tidak gugup menjawabnya. Mungkin karna aku sedang bahagia. Siapa tau ini bisa menjadi kesempatan bagiku. Kulihat Hyo Jin senang dan langsung tersenyum. Sial, dia cantik.

Kini kami sudah berada diruang tamu. Ia bertanya tentang materi yang ia tidak mengerti. Kami sudah membahas seluruh buku cetak milik Hyo Jin. Mungkin memang karna anaknya rajin sehingga sekali kuterangkan ia langsung mengerti. Dan sekarang kami masih duduk bersebelahan. Aku berada disamping kanannya. Ia sedang meminum teh yang kusajikan tadi. Terkadang ia bertanya tentang keseharianku. Aku berusaha agar tidak gugup dan menunjukkan sisi gantleman ku. Aku pun menanyakan kesehariannya. Dan ia jawab dengan antusias. Tak sadar aku tersenyum dan menatapnya dengan tatapan kagum. Tiba-tiba ia berhenti berbicara dan menundukkan kepalanya. Aku bingung.

Hyo Jin  :”ehm, oppa. Bisakah kau tidak melihatku seperti itu? Aku malu.”

Astaga, mukanya memerah. Jangan tanya mukaku. Keheningan mendatangi kami. Ah, sudah terlanjur. Lebih baik aku katakan saja. Sudah basah kenapa tidak mandi sekalian? Aku mengubah posisi dudukku menjadi menghadap Hyo Jin. Ku tarik tangan Hyo Jin  dan sudah jelas kalau Hyo Jin kaget.

Hyo Jin  :” O-oppa? Kenapa? “

Aku        :” Aku suka kamu. Sejak dulu. Dari pertama bertemu. Awalnya karna parasmu, tapi semua tentangmu aku suka.”

Hyo Jin terdiam dan tersenyum kemudian. Semoga itu pertanda baik.

Hyo Jin  :”Ku kira butuh waktu yang lebih lama untuk meluluhkan oppa yang sangat cuek namun selalu gugup saat bertemu. Kau sudah berjuang agar tidak gugup oppa.”

Aku        :” Jadi?”

Hyo Jin  :” Oppa akan menjadi milikku. Hmmm… agar oppa menjadi milikku, oppa harus punya nama baru. Aku  tidak akan memanggil oppa dengan Brian oppa ataupun Yonghyun oppa.”

Aku        :” Lalu kau memanggilku apa?”

Hyo Jin  :” Hmmm… Young? Young K? Young K!”

Aku        :”*bingung* artinya?”

Hyo Jin  :”Young dari Yonghyun. Dan K untuk Kang!”

Aku        :” Hahahaha… kau lucu sekali.”

Hyo Jin  :” Ingat! Yang boleh memanggil oppa Young K hanya aku saja!”

Aku hanya tertawa. Sesukanya sajalah. Asal dia bahagia, aku rela dipanggil apa saja. Young K? tidak buruk. Tak apa aku dimonopoli olehnya. Aku senang.

-Epilog-

*Min Ji POV*

Drrr drrrr drrrrr

Untuk apa anak ini menelponku? Baru kutekan tombol untuk menerima panggilan ia sudah mengatakan kalimat yang membuatku bingung.

Hyo Jin  :” Apa? Kau benar-benar sedang kencan? “

Min Ji    :” Kau sudah tau itu, Min Ji. Kau yang menyuruhku pergi.”

Hyo Jin  :”Lalu bagaimana dengan belajar bersama?”

Min Ji    :” Itukan hanya rekayasa kau saja, sayangku. Rencanamu sendiri.”

Hyo Jin :”Kau tau kan aku tidak ahli dalam fisika sepertimu?”

Min Ji    :” Apa kau lupa kau selalu dapat nilai 100 dalam ujian fisika mu? Kau bahkan juara olimpiade fisika. Sedangkan aku hanya mendapat nilai 80 saat ujian.”

Hyo Jin  :”Apa? Kau bercanda? Aku tak mau. Aku malu. “

Min Ji    :”Sesukamu lah , Cho Hyo Jin. Semoga berhasil dengan rencanamu. Jangan lupa kabari aku tentang progressnya. Agar aku dapat mengejekmu dan oppa”

Hyo Jin  :”Baiklah.  Jangan! Awas saja bila nanti kau begitu.”

Tutttttt

Langsung kututup telpon darinya. Astaga ternyata ini bagian dari rencananya? Sungguh Cho Hyo Jin. Kau aktris yang hebat.  Sejak awal aku tau bahwa mereka saling tertarik. Dan asal kalian tau, Hyo Jin lah yang selama ini sangat agresif. Ia memaksa agar dapat ke rumah ku dengan alasan belajar bersama atau mau pergi bersamaku tapi aku disuruh untuk tidak ada di rumah atau sering meninggalkan mereka berdua. Ia bilang ia sangat senang saat melihat Brian oppa terlihat gugup. Ia jelas tau sikap Brian oppa. Ia jurusan psikologi yang artinya ia mempelajari perilaku manusia. Memang licik perempuan satu itu. Untung saja aku tau kalau ia sangat menyukai oppaku dan aku tau dibalik kelicikkannya ia sangat baik.

Jae datang dan bertanya tentang apa yang terjadi pada Hyo Jin, ya sudah ku ceritakan saja. Dan hasilnya ia terbahak-bahak. Sekitar 2 jam setelah itu handphone ku berdering. Aku dan Jae membacanya lalu tertawa bersama. Kita lihat saja apa yang akan kulakukan pada mereka berdua.

From : Hyo Jin

Subject : Mission Complete!

‘Besok katakan apa yang kau inginkan. Asal tidak lebih dari 100 won”

_Part2End_

Haiiii… Author 2 balik lagi dengan chapter!!! Ini author bikin dengan latar video clip nya DAy6 yang When you love someone pas adegan Brian oppa ngeliat cewe yang di ayunan itu loh!! Bikin baper ><

Tunggu chapter selanjutnya yaaaa!!!!!

 

 

 

I Like You (좋아합니다)-Jae’s Story-

Title : I Like You (좋아합니다) –Jae’s story-

Cast :

Jae Day6

Song Min Ji(OC)

*Jae POV*

                Hai, aku Jae! Nama panjangku Park Jaehyung. Aku adalah orang yang bisa dibilang sial. Sial karna harus mengulang masa sekolahku, sial karna dipandang sebagai nerd abadi. Mungkin semua bingung mengapa aku dipanggil nerd tetapi mengulang masa sekolahku. Jadi aku baru pindah ke Seoul saat aku berumur 8 tahun. Dan sebelumnya aku tinggal di LA. Bukannya sombong, tapi aku adalah anak akselerasi dimana aku ditempatkan di kelas 6 sekolah  dasar saat aku di LA. Dan saat aku masuk sekolah baruku, aku ditempatkan dikelas yang seusia denganku karena sistem akselerasi belum berjalan di Seoul. Dengan berat hati aku dan keluargaku mengikhlaskan hati.

                Pandanganku menyebar ke seluruh penjuru kelas. Hmm, hanya anak-anak yang belum dewasa dengan minat belajarnya kurang. Aku rasa masa sekolahku akan berlangsung dengan kebosanan setiap saat. Tapi ada sesuatu yang menarik minatku. Ada seorang anak perempuan yang sibuk dengan clay. Ia punya teman, tetapi temanya asik ngobrol dan dia sibuk dengan clay nya. Dari bentuknya ia sedang membuat bunga. Bagus sekali bentuknya dan detail yang sangat rinci. Ia tersenyum melihat hasil karya nya. Dan menurutku itu sangat manis dan polos.

“ Baiklah anak-anak . kita kedatangan teman baru. Ayo kenalkan dirimu” ucap guru itu.

“Hello. Aku Jaehyung. Park  Jaehyung. Aku pindahan dari LA. Senang bertemu dengan kalian.” Ucapku singkat. Aku lihat anak perempuan itu menatapku kagum. Apa yang keren sih sampai dia menatapku  lekat?

“Baiklah, Jae. Kau duduk sebelah Min Ji ya. “ ucap guruvitu sambil menunjuk perempuan yang sejak tadi menarik perhatianku. Oh ternyata namanya Min Ji.

                Aku melangkahkan kakiku menuju meja paling belakang di pojok kanan kelas. Aku lihat Min Ji seperti antusias dan segera menggeser kursinya agar aku bisa duduk. Aku duduk dan menatapnya. Sungguh ia amat manis dan matanya seakan mengatakan bahwa ia kagum terhadapku.

“Hei, kau taka pa-apa? Kau sudah melihatku sejak tadi dan tidak berkedip. “ tanyaku.

”Ah, maaf. Aku hanya takjub karna baru pertama kali aku melihat orang luar negeri. Kau keren sekali.” Jawabnya polos.

“Orang tua ku asli korea. Aku hanya lahir dan besar di LA. Jadi aku tidak sepenuhnya orang luar negeri.” Ucapku sambil tersenyum.

“Tapi kau terlihat tampan dan keren seperti orang luar negeri. Oh iya, namaku Min Ji. Song Min Ji. Senang berkenalan denganmu.” Ia tersenyum lebar padaku.  Dan sejak itu aku selalu bersama Min Ji. Hingga akhi rnya aku  tau kalau aku adalah orang  yang memiliki kesialan yang lebih besar dari sebelumnya. Aku menyukai sahabat kecilku.

-Are We Friends?-

                Yah , aku sangat sial.  Perempuan yang telah menjadi sahabatku selama 9 tahun ini masih berstatus sahabatku. Pada awalnya aku hanya menganggap ini hanya cinta monyet yang nanti akan hilang dengan sendirinya. Tapi nyatanya semakin lama aku semakin sayang padanya. Walau aku terlalu takut akan mengusik persahabatan kita.

Kini kami sudah berada di perguruan tinggi. Aku jurusan seni music dan Min Ji seni rupa. Banyak yang menganggap aneh tentang jurusanku. Aku yang terkenal di sekolah karna nerd memilih music untuk jurusanku. Semua orang menganggap aku aneh. Tapi hanya Min Ji, orangtuaku,dan sahabatku saja yang tidak mengejekku. Mereka semua tau apa yang memang menjadi minatku. Terlebih Min Ji. Ia sangat peduli padaku. Dan itulah mengapa aku tidak bisa berpaling darinya. Aku tidak bodoh untuk mengetahui bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan. Tapia pa yang bisa ku perbuat? Hanya berada disampingnya sudah sangat cukup

“Yo, Jae hyung! Sedang apa kau? Memikirkan Min Ji? Aigoo..” Yonghyun mengagetkanku dari daydream ku. Ya, yang tau aku menyukai Min Ji sudah banyak, termasuk orangtuaku. Bukan hal yang aneh jika orangtuamu dapat menebak perasaan anaknya pada seorang perempuan yang sejak dulu sering bermain ke rumahku. Dan lebih parahnya, orangtua Min Ji juga tau aku suka padanya. Hah..

“Hyung, kalau kau seperti ini bagaimana nanti saat Min ji menemukan lelaki idamannya dank au tidak lagi disisinya? Kau masih bahagia?” kata Dowoon yang paling muda namun enath bagaimana bisa seangkatan denganku dan Yonghyun .

Benar, jika dia sudah menikah dengan lelaki lain aku harus apa? Segera aku mencari Min Ji. Aku mendengar Dowoon dan Yonghyun sudah tertawa terbahak-bahak. Aku tidak peduli. Aku hanya harus mencari Min Ji dan mengungkapkan perasaanku selama ini padanya. Aku tidak peduli dia akan menolak dan menjauhiku.

*Min Ji POV*

Hai aku Min Ji. Song Min Ji.  Menurutku, aku adalah orang terberuntung. Kenapa? Karna aku bisa bertemu dengan Jae! Sejak sekolah dasar aku sudah kagum padanya, dia seperti orang luar negeri yang sangat tampan. Aku bingung mengapa semua orang bilang Jae adalah nerd? Untukku dia keren, dengan kacamatanya ia terlihat pintar dan semakin menarik.

Ya, sejak awal aku sudah menyukai Jae, dari pertamakali ia mengajakku berbicara. Dan ia pandai dalam berbahasa inggris, poin plus untuk itu. Badannya tinggi tapi tidak banyak otot sehingga banyak yang bilang ia memiliki badan seperti kayu. Tapi itu tidak mengurangi kekerenan Jae. Anggap saja aku dibutakan oleh cinta. Tapi begitu adanya, aku sangat mengagumi Jae. Saat di SMP, aku baru mengetahui bahwa ia sangat jago bermain gitar dan suara nya sangat indah untuk didengar. Banyak siswi yang menyukainya dan menyatakan perasaannya, tapi Jae selalu menolaknya. Aku bingung. Apa jangan-jangan ia tidak suka perempuan?

“Tidak, Min Ji. Tidak mungkin. Tidak mungkin. Tidak mungkin.” Kataku tanpa sadar sambil berjalan menuju tempat biasa aku dan teman-temanku berkumpul. Mataku tak focus ,dan secara tiba-tiba ada orang yang menabrakku hingga aku terjatuh. Sakitnya tidak seberapa, malunya itu lohh

“Hey, hati –hati kalau sedang berjalan!” ucap perempuan yang menabrakku. Aku hanya bisa menunduk dan meminta maaf. Tak lama ada tangan yang mengangkatku dari posisi terjatuh. Dan dia adalah Yonghyun oppa. Yonghyun oppa adalah oppaku. Kami memiliki nama belakang yang berbeda karna aku diadopsi oleh keluarga Kang dan aku menolak untuk mengganti nama belakangku. Jae oppa juga tau hal ini, itulah yang membuat Jae dekat dengan Yonghyun oppa.  Walaupun Jae lebih tua dariku dan Yonghyun oppa, Jae tidak pernah menyuruhku memanggilnya oppa. Entah alasannya apa.

“Ya, sedang apa kau dilantai? Cepat rapihkan bajumu. Kalau Jae hyung melihatmu, ia pasti sudah berlari dengan panic menujumu.” Aih.. oppa ini. seluruh keluargaku tau kalau aku menyukai Jae. Kadang saat Jae main ke rumahku, pasti orangtuaku akan mengejek kami. Aku tak ingin Jae risih. Tapi untungnya Jae masih main ke rumahku dan masih mengundangku ke rumahnya,

“Hey, jangan melamun. Kau bisa kesambar petir sayang. Daripada melamun lebih baik kau menyatakan perasaanmu pada Jae hyung.” Ucap Yonghyun oppa. Aku berdecih .

“Oppa, aku ini perempuan yang tidak mau membuang harga dirinya hanya untuk menyatakan perasaan duluan dan berakhir ditolak. Aku juga sudah bahagia seperti ini. “ ucapku .

“Kau yakin? Kalau dia menikah bagaimana?kau masih akan bersama dengannya?”

JLEB

Aku tidak pernah berfikiran hal seperti itu!!! Bagaimana jika Jae menikah dengan perempuan lain? Aku belum siap! Aku akan mencari Jae dan mengungkapkan semuanya.

*other POV*

Kita semua tau bahwa sesungguhnya mereka saling mengejar, namun tidak ada yang berani menunjukan perasaannya karna ikatan persahabatan. Memang persahabatan mereka benar-benar menjadi penghalang terbesar bagi mereka.

Akhirnya mereka berdua dipertemukan di sebuah taman yang sepi. Dua –duanya mengatur nafas sambil menyelami mata satu-sama lain. Jae maju satu langkah dan Min Ji melakukan hal yang sama hingga akhirnya mereka sangat dekat.

“AKU MENYUKAIMU SEJAK PERTAMA KALI BERTEMU DENGANMU! JADILAH PACARKU!” ucap mereka bersamaan. Mereka tertegun dan tertawa bersama. Jae memeluk Min Ji dengan erat.

“Sungguh, percayalah padaku. Aku sangat menyukaimu sejak dahulu. Sejak kau mengajakku berbicara dan mengatakan aku keren. Aku jatuh hati dan tidak bisa melepaskan pandanganku darimu.  I like you. Really like you.” Ucap Jae yang diakhiri dengan sebuah kecupan manis dibibir MinJi.

“Jae kau tau aku selalu menyukaimu. Namun kau terlihat selalu menjaga jarak denganku. Aku pikir kau benci denganku.” Min Ji memeluk Jae lebih erat. Jae hanya tertawa dan tidak menjawab Min Ji. Sejak saat itu mereka bersatu danmenajdi sepasang kekasih. Bertahun-tahun berlalu dan akhirnya mereka menikah. Dan Jae sudah bekerja di sebuah label terkenal sebagai songwriter dan Min Ji menjadi guru kerajian tangan. Mereka hidup bahagia J

_Part 1 End_

Haiiii,… Author 2 kembali dengan i like you: jae’s story~~ semoga kalian semua suka yaaaa ~~ Tunggu Young K’s story dan Dowoon’s story nya yaaaa~~~~

 

 

 

I Like You (좋아합니다)

Tilte       : I Like You

Cast       :

Jae Day6

Young K Day6

Dowoon Day6

Genre   : romance

PROLOGUE

*normal POV*

Sebuah café yang terletak dipusat kota Seoul itu hanya berisikan tiga orang, tetapi tidak membuat suasana café tersebut menjadi sepi yang ada hanya tawa dan senyum dari semua orang. Jae tak henti-hentinya bercerita hal yang konyol sehingga Yonghyun selalu terbahk-bahak menanggapinya. Dowoon yang sibuk menyiapkan minuman untuk semua orang . Café ini milik Dowoon dan wanita yang ia sayangi.

Mereka semua sudah menikahi wanita yang mereka cintai. Jae dan Yonghyun menikah lebih dahulu dari Dowoon. Jarak antara pernikahan tidak terlalu jauh. Jae menikah dibulan Maret, Yonghyun menikah di bulan April dan Dowoon di bulan Mei.

“Jja, minum semuanya. Acara reuni ini tak usah bayar! Aku traktir kalian sampai puas!” kata Dowoon sambil menghampiri  dan Yonghyun yang masih sibuk tertawa bersama.

“Akhirnya aku bisa minum tanpa harus khawatir besok kerja.” Jae langsung memeluk Dowoon yang dihadiahi Dowoon  pukulan kecil pada punggung Jae.Yong hyun masih tertawa terbahak-bahak.

“ Hyung, aku tidak akan dimarahi istrimu kan?” Tanya Dowoon kepada  Yonghyun.

“Tak apa, tadi dia sudah bilang tidak ada apa-apa bila aku minum banyak. Karena hari ini hari special aku harus minum banyak hahaha.” Yonghyun duduk sambil mengambil satu buah botol soju dan meminumnya langsung dari botol itu.

“Wow! What a real man!” Jae mengatakan hal tersebut sambil mengambil botol soju dan meminumnya seperti Younghyun.

“Hyungdeul, bagaimana kabar kalian? Setelah menikah kita semua tidak sering bertemu dan berbincang. Untung saja besok libur besar sehingga kita libur semua.” Dowoon membuka percakapan.

Jae dan Yonghyun bercerita panjang tentang pekerjaan mereka. Jae bekerja sebagai song writer di sebuah label ternama yang banyak menghasilkan penyanyi terkenal. Sedangkan Yonghyun membuka studio musiknya sendiri yang sering digunakan banyak penyanyi terkenal untuk merekam. Perbincangan mereka makin dalam seiring dengan botol soju yang habis dan Dowoon dengan senang hati mengambil botol unutk ronde kedua. Saat Dowoon kembali ke meja, mereka langsung mengambil botol soju dan mulai berbincang lagi.

“Ah, aku jadi ingat masa kita kuliah. Disaat kita semua bertemu dengan istri kita sekarang. Rasanya baru kemarin kita kuliah dan sekarang Boom! Kita sudah sibuk dengan dunia kerja. “ ungkap Jae.

“Ya, masa kuliah merupakan masa yang indah. Kecuali tugas dan kerja kelompok yang sangat menyebalkan itu. Tapi untungnya semua manjadi indah karna bertemu wanitaku. Walau aku hampir bertengkar denganmu, Dowoon. Hahaha.” Ucap Yonghyun sambil menyenggol Dowoon. Semua tertawa. Dan memang benar, hampir saja persahabatan mereka hancur.

“Itu salahmu juga hyung! Kau tidak peka sekali sih. Hahaha” Dowoon tertawa setelah mengatakan itu. Para pria itu mulai meminum dan berbicara lagi tentang kenangannya masa lalu di saat mereka masih menjadi mahasiswa baru dan mulai mengalami banyak hal yang berakhir dengan kebahagian.

Penasaran dengan kisah mereka ? Tunggu di chapter selanjutnya J

———————– To Be Countinue———————-

Hai semua, author 2 bali klagi dengan chapter lagi J maaf banget FF chapter yang lainnya belum sempet diupdate lagi karna data nya ilang L nanti pasti author 2 update kok! Thank Youu :*