Archives

Chewing Gum Part 2~

Title: Chewing Gum

 

Cast:

Song Min Ji (OC)

Lee Min Hyung (Mark NCT)

Other:

Lee Byung Hyun (L.Joe Teentop)

Cho Hyo Jin(OC)

Jisung NCT

Genre: romance, drama, schoollife

Leght: Chapter

Rat: G

Author 2 is back!!!

Makasih udah nungguin Author 2*geer*

Di chapter 2 ini Mark POV semua yah..

Udah ah basa basi nya. Langsung ke cerita nya aja yaaaa..

Happy reading!!

Chapter 2

“I Want to Know All About You”

“Jadi kau tidak takut dengan fans ku?”

Hah! Sampai kapan aku harus menjadi orang  yang dicampakan oleh mereka? Dan apa itu maksudnya Min Ji sering mengelus rambut Jisung? Entah kenapa aku mulai kesal mendengarnya.

Well, aku baru mengenal Min Ji tadi pagi karna kejadian tadi. Aku tertarik dengannya. Bukan nya aku menyukainya, tapi aku hanya  terarik dengan nya. Dia berbeda dengan yeoja lain yang berisik seperti sahabatnya itu.  Memang aku kesal dengan nya tadi pagi tapi wajah marahnya terlihat lucu dan imut sekali.

Tidak! Aku tidak menyukainya. Aku hanya tertarik dengan nya. Ingat itu!

Kulihat wajahnya menegang. Lucu sekali wajahnya. Aku hampir tertawa melihatnya. Ternyata menyenangkan menjahili yeoja ini.

“Emm.. bukan begitu maksudku Mark. Aku pun takut pada fansmu.” Min Ji menundukan kepalanya. Apa dia takut?

“ Ada apa ini, hyung?” Tanya Jisung sok polos. Aku hanya menatapnya seolah berkata’Jangan berpura-pura . Kau tau semuanya ,bocah’

“Tak ada apa-apa Jisung. Bagaimana kalau noona mentraktirmu makan hari ini? Ayo kita pergi!” terimakasih pada Hyo Jin karna telah menarik Jisung bersamanya dan meninggalkan aku dan Min Ji. Suasana semakin awkward.

“Aku kan sudah meminta maaf padamu. Aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu.” Ucapnya dengan imutnya.

“Bertanggung jawab? Apa kau yakin?Lihat, kukira hanya kakiku yang memar ternyata tanganku juga memar.  Kalau kau bersedia aku akan menerima tawaranmu.” Ucapku nakal. Hey, tidak ada salahnya menjahili nya kan? Sejujurnya memar yang kurasa sudah tidak terlalu sakit. Tapi siapa tau ini kesempatan yang bagus untuk dekat dengannya.

Apa? Kalian bilang aku menyukai nya? Tidak. Aku hanya ingin tau lebih dalam tentang dia. Sepertinya ini akan menyenangkan. Itu saja.

“Iya. Aku akan bertanggung jawab. Jadilah assisten pribadiku di sekolah.” Ucapku sambil memasang tampang serius.

“Assisten?Bagaimana bisa? Kita berbeda kelas dan aku tak tau jadwalmu. Aku bahkan tidak tau kau tau namaku atau tidak.” Jawabnya. Astaga Song Min Ji! Kau ini kenapa bisa lucu sekali! Dia menanyakan apakah aku tau namanya atau tidak? Demi temannya, Hyo Jin yang sangat berisik itu! Sudah jelas saat tadi pagi Hyo Jin memanggil namanya dan bahkan tadi Jisung pun memanggilnya.

“ Saat istirahat kau harus mengikutiku. Dan saat pagi hari kau harus sudah ada di sekolah untuk membawakan barang-barangku. Dan untuk masalah jadwal, aku akan mengirimkannya lewat line. Jadi berikan id line mu sekarang juga!” Ia hanya terdiam dengan mata membesar. Kenapa dia bisa selucu ini?

“Apa kau baru saja meminta id lineku?” tanyanya masih dengan ekspresi yang sama.

“Iya. Cepat! Hari ini sekolah meliburkan sekolah karna ada rapat mendadak. Aku ingin pulang dan istirahat.” Min Ji langsung mengeluarkan Handphonenya. Kami bertukar id line dan aku mencoba meng- call Min Ji. Segera aku mengambil Handphone Min Ji dan mengganti username ku dari “Mark Lee” menjadi “My Man,The Handsome Lee”

“Ya! Kenapa  kau mengganti username nya dengan itu?” ia telihat kesal melihat usernameku.

“Memang nya aku salah? Aku sangat tampan.” Ucapku percaya diri. Banyak orang bilang aku sangat judes dan cuek. Sesungguhnya aku tak seperti itu. Aku hanya menunjukan sifat asliku pada orang yang memang dekat denganku. Bahkan dengan member lain pun aku tidak menunjukan sifat asli ku sepenuhnya. Aku yang sebenarnya adalah namja yang sedikit jahil dan terlalu percaya diri.

“Oke. Untuk itu terserah saja padamu. Tapi,apa apaan itu ‘My Man’? Kau kan bukan namjachingu ku.” Wajahnya memerah! Apa dia suka padaku? Menggemaskan sekali dia.

“ Kau ingin aku menjadi namjachingu mu?” godaku. Ternyata ini memang menyenangkan.

KRINGGGG

“Angkat lah. Siapa tau penting.” Kata Min Ji. Aku mengeluarkan Handphone yang tadi nya sudah kumasukan ke saku.

L.Joe Hyung

Aish, L.Joe menggangguku saja. Biarkan saja lah. Mungkin dia sudah sampai depan sekolah untuk menjemputku.

“Hey,kenapa kau tidak menjawabnya?” Tanya Min Ji.

“ Tak penting. L.Joe hyung hanya memberitahuku kalau dia sudah sampai di sekolah untuk menjemputku.” Jawabku santai. Kulihat matanya membesar dan tangannya menutup mulutnya. Seperti orang yang terkejut.

“Kau adiknya L.Joe Oppa? L.Joe TeenTop?”

Jangan bilang dia adalah ANGEL(fans TeenTop). Jika benar aku akan mendiamkan L.Joe hyung saat dijalan.

“Iya. Aku dongsaeng nya L.Joe Teentop. Wae?” Kumohon jangan bilang kau adalah ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau adalah ANG…

“Aku adalah ANGEL!! Astaga, kenapa aku tidak melihat info kalau kau adalah adik nya L.Joe Oppa?” Ah sudah selesai. Dia tertarik dengan L.Joe hyung. Aku sedikit membencimu hyung.

“ Well, aku dan hyung merahasiakannya. Aku tidak ingin dikenal sebagai adik dari L.Joe Teentop. Kau harus merahasiakannya! By the way, kau suka siapa di TeenTop?”aku mencoba untuk tenang agar nanti jika Min Ji menjawab dia menyukai L.Joe hyung , aku tidak akan langsung memukuli hyungku itu.

“ Hmm.. aku suka semua tapi aku paling suka Ricky Oppa.”jawabnya sambil tersenyum.  Manisnya. Aku sedikit lega karna jawabannya bukan L.Joe hyung.

“Tapi kau harus tau kalau aku dulu lebih suka L.Joe Oppa daripada Ricky Oppa karna dulu L.Joe Oppa itu tipeku.”

BOOOM

Seperti terkena bom hatiku hancur mendengarnya. L.Joe hyung adalah tipenya? Aku bersaing dengan hyungku sendiri? BERSAING? Ah, aku sudah tidak peduli. Terserah kalian ingin mengatakan jika aku menyukai Min Ji.

“Tapi sekarang banyak yang menyukai L.Joe Oppa. Jadi aku tertarik dengan Ricky Oppa. Dan akhir-akhir ini TeenTop semakin terkenal dan semakin banyak yeoja cantik yang menyukai mereka. Aku tak mungkin bisa menandingi yeoja -yeoja cantik itu. Jadi aku sedang  mencari idol yang fans nya sedikit.” Katanya.

“Jadi kau tidak suka idol yang banyak fans? Kau unik dan berbeda.” Jawabku. Ia tersenyum  ke arahku.

“ Begitulah aku. Aku adalah yeoja yang berbeda dari yeoja lain nya.” Senyuman manis nya terlihat lagi. Aku bisa diabetes kalau begini ceritanya.

“Apa aku harus tidak terkenal agar kau menyukaiku?”godaku lagi. Kulihat ia kaget dan sedikit tertawa.

“Bagaimana caranya kau jadi tidak terkenal jika kau sudah debut di dua sub-unit dan memiliki ketampanan seperti itu? Haha..” Ia tertawa lepas. Waw! Dia bilang aku tampan! Rasanya sangat aneh. Banyak orang bilang aku tampan tapi rasanya berbeda saat Min Ji yang mengatakannya padaku. Aku memutuskan untuk diam dan melihatnya tertawa sepuasnya.

“Jadi kapan kita akan pulang nae namdongsaeng ??”

“Ah! Hyung! Kau mengagetkanku!” Ternyata L.Joe hyung datang mencariku. Ia seperti bertanya-tanya siapa yeoja yang ada di sebelahku. Sedangkan aku melihat raut Min Ji yang berubah menjadi malu-malu dan itu sangat manis. Aku mendadak kesal karna wajah manis itu ditunjukan bukan untukku.

“ Hmm.. Anyeong, yeppeun yeoja! Aku hyung nya Mark. L. Joe imnida.” Sapa hyung pada Min Ji. Min Ji sepertinya tak tau harus bagaimana karna ia lebih memilih untuk tersenyum malu pada hyung.

“Ah, Aku Min Ji. Song  Min Ji imnida. Dan aku seorang ANGEL.” Aku muak dengan ini. Kenapa yeoja ini harus suka pada hyung.

“Aigoo… Kau manis sekali! Karna kau dekat dengan Mark, aku akan memberikanmu pelukan khusus untuk ANGEL” hyung memeluk dan membelai rambut Min Ji dan Min Ji terlihat senang. Ah, aku semakin muak disini.

“Hey! Hentikan hyung! Dia sekarang punyaku! Jangan ambil punyaku. Cari saja yang lain.” Aku melepaskan tangan L.Joe hyung dari Min Ji. Hyung tertawa melihatnya.

“Apa salahku? Dia ini fansku. Jadi terserah hyung dong.” Aish, aku tak pernah menang dari hyung ini. Lebih baik aku membawa hyung pergi sebelum rasa suka Min Ji   kembali.

“Sudahlah hyung. Ayo kita pulang! Aku lelah! Dan kau jangan lupa buatkan kau sarapan dan makan siang untukku. Bye .” Aku meninggalkan Min Ji yang masih diam. Lucu sekali dia.

“Hey, dia itu siapa?” Tanya hyung padaku. Aku hanya tersenyum.

“Seseorang yang penting. Jangan ambil dia hyung!”

“Kita liat saja nanti.” Hyung ku ini sedikit lebih nakal daripada ku. Huh! Aku tak pernah menang melawannya.

“Mark? Kau adiknya L.Joe?!” Oh tidak! Ini akan menjadi bencana!

-TBC-

 

Haiiiiiii….

Gimana part 2 nya ?? Maaf yah kalau kurang rame. Oh iya , FF ini gak bilang kalo Teentop itu gak terkenal tapi Teentop lebih terkenal akhir-akhir ini daripada dulu. Jadi gak bermaksud bash Teentop loh. Kan Author Angel juga ^^

Anggap saja L.Joe Teentop itu  hyung nya Mark yah . Author gak tau lagi mau siapa yang jadi hyung nya Mark. Dan nanti kira-kira da tiga couple dalam cerita ini. Masih rencana loh ini.

Nah untuk mencari satu couple lagi kalian boleh request siapa yang mau dimasukin kedalam cerita ini.

Dan kalau bisa masih ada hubungannya sama cast nya yah^^ Ditunggu respon nya chingu!!!

Mian kalau masih banyak typo ,seperti yang Author bilang, readers pasti bisa ngerti apa yang Author maksud^^

Anyeong~~

 

 

 

 

 

Advertisements

Chewing Gum~~

Title: Chewing Gum

Cast:

Song Min Ji (OC)

Lee Min Hyun (Mark NCT)

Other:

Cho Hyo Jin(OC)

Jisung NCT

Genre: romance, drama, schoollife

Leght: Chapter

Rat: G

 

UWAHHHHH~~~

Finally Author 2 comeback!!!

Setelah hiatus bertahun-tahun karna tidak bisa mengatur jadwal sekolahnya. Mianhae yang nungguin Author 2 comeback*kayak ada yang nunggu aja*

Kali ini Author ganti tokoh utama nih, namanya Song Min Ji. Eits, Cho Hyo Jin masih dipakai kok. Anggep aja Min Ji itu sahabatnya Hyo Jin. Dan kali ini  FF tentang Mark NCT. Tau kan? Yang imut itu.

Oke,sampai segini dulu pengantar nya..  Yang kangen bisa comment kok^^

Happy Reading !!!!

————————————————————————

Chapter 1

“Intro?”

*Norman POV*

“Mianhae. Jeongmal mianhae. Aku tidak sengaja. Sungguh.”

Namja berambut coklat itu masih menatap tajam yeoja yang ada di depannya. Terlihatyeoja yang ditatapnya mulai gelisah. Ia beberapa kali mencoba menatap namja itu. Tapi ia kalah dan berakhir menundukan kepalanya.

“Tapi kan ini semua salahmu juga!” Entah dapat keberanian darimana Minji,nama yeoja itu, dapat menatap mata namja depannya.

“Mworago?” alis namja itu bertaut.’berani juga yeoja ini’ kata namja itu dalam hati.

“Iya! Kau juga salah. Siapa suruh terlalu sibuk sehingga tidak melihatnya!” Kali ini Min Ji menatap mantap mata namja itu.

“Ya! Kau tidak tau siapa aku?!” tantang namja itu.

“ Tentu saja aku tau! Kau adalah Mark Lee! Maknae NCT U, rapper NCT 127, dan akan debut kembali dengan NCT Dream! Bahkan kau akan menjadi leader di NCT Dream. Semua orang tau akan itu. Terus memangnya kalau kau adalah Mark Lee? Kau idol kan? Harusnya kau bisa menjaga sikapmu!” ucap MinJi penuh emosi.

‘Wow, Song MinJi ! Apa kau sadar kalau kau sedang memarahi seorang idol yang sedang naik daun? Daebak.’ Min Ji mulai panic dalam pemikiran nya sendiri.

“Kau tidak mengenal diriku! Jangan berkata seolah kau tau aku!”Mark mengeraskan rahangnya.

“Hei, kalian hentikan! Min Ji, ayo minta maaf. Aku sudah tidak apa-apa.” Ucap Hyo Jinyang dari tadi melihat mereka berdua.

“ Tidak bisa ,Hyo Jin. Namja ini marah karna masalah sepele!” balas Min Ji.

“ Sepele darimana,hah?!”Mark terlihat sangat kesal. Sungguh dia belum bisa dibilang marah. Ia hanya kesal. Jadi bayangkan bila ia marah apa yang terjadi.

Min Ji mulai gelisah. Well, bisa dikatakan kalau kejadian tadi sedikit tidak sepele. Dan ini lah yang sebenarnya terjadi…

*flashback*

                “Omo! Mark Lee ! Min Ji, kita harus kesana! Jarang sekalidia dating sendiri. Dan sekarangt idak ada fans fanatiknya! Kesempatan langka!” Hyo Jin berusaha menarik Min Ji untuk ikut. Hyo Jin dan Min Ji sama sama suka NCT tapi Min Ji tidak terlalu menunjukannya seperti Hyo Jin.

                “Ah tidak.Kau saja. Aku sedang malas. Aku menunggu disini saja.” Hyo Jin berdecih dan langsung meninggalkan Min Ji menuju Mark yang sedang  berjalan menuju kelasnya.

                “Morning Mark” sapa Hyo Jin. Mark melihat kearah Hyo Jin.

                “Morning, Hyo Jin.” Balas Mark singkat, jelas sekali ia merasa terganggu.

                “Kudengar NCT akan ada sub grup baru,NCT Dream. Dan kudengar kau akn menadi leader yah disana?Apa disana ada Ten Oppa? Bisakah kau sampaikan  salamku untuk Ten Oppa?” kata Hyo Jin .

                “Kurasa aku bisa.Tapi..” gantung Mark.

                “Tapi apa Mark ?”Tanya Hyo Jin penasaran. Mark tersenyum miring.

                “ Tapi apa Ten hyung mau dapat salm dari yeoja cerewet sepertimu? Kau itu tidak pantas untuk jadi fans Ten Hyung. Sudah sana! Aku akan ke kelas.”

                Brug

                Mark mendorong Hyo Jin hingga terjatuh . Terlihat ia kesakitan. Min Ji yang melihatnya jadi geram sendiri. Ia tidak bisa membiarkan temannya terluka. Aha! Min Ji dapat ide.

TAP TAP TAP

Clak

                “Ya! Ige mwoya?!” Mark melihat ujung sepatunya. Ada permen karet pink yang menempel di sepatunya. Min Ji tidak bisa menahan tawanya. Hingga tiba-tiba Mark terpeleset dan kakinya terbentur sesuatu sehingga memar.

*flashback off*

“ Itu yang kau bilang sepele?! Kakiku memar dan dekat-dekat ini aku akan debut dengan NCT Dream! Bisa bisa aku dikeluarkan dari NCT!” teriak Mark.

SKAKMAT!!!!

Min Ji hanya bisa mematung. Ia idak memikirkan sampai sejauh itu.

“Lihat sekarang kau tidak bisa berbicara.” Mark meninggalkan Min Ji dan Hyo Jin. Sesekali ia memegang kaki nya yang memar.

“Sudah Min Ji. Jangan terlalu dipikiran. Gomawo sudah membantuku.” Hyo Jin memeluk Min Ji agar Min Ji tenang. Min Ji berharap kalau tidak akan ada kejadian yang lebih mengerikan dari ini.

@Breaktime

Terimakasih pada Hyo Jin dan Fisika yang membuat ia lupa akan kekhawatirannya, sekarang Min Ji sudah bisa tertawa dan tersenyum.

“Min Ji noona!!!!” Min Ji menengok kearah suara dan trauma nya kambuh. Ia bisa meihat Jisung berlari kearahnya. Bukan! Jisung tidak menyeramkan. Dia adik kelas Min Ji dan Hyo Jin. Rupanya pun terlihat lucu dan imut. Dan Jisung juga akan menjadi member dari NCT Dream.

NCT Dream? Ah iya, yang membuat Min Ji kembali takut adalah namja yang mengikuti dibelakang Jisung. MARK LEE!! Min Ji mulai berkeringat dingin.

“Noona, hari ini tidak bisa ikut latihan sampai jam 5 sore. Aku ada jadwal training.  Mianhae noona.” Jisung memandang Min Ji dengan wajah bersalah. Wajah inilah yang membuat orang tidak bisa menolak Jisung.

“Tak apa. Lagipula hari ini Nam saem tidak masuk jadi latihan hari ini ditiadakan.”Min Ji tersenyum.

“Gomawo noona. Oh iya, akhir-akhir ini noona sudah jarang mengelus rambutku.” Jisung cemberut. Min Ji dan Hyo Jin menahan diri agar tidak mengigit Jisung.

“Aku takut pada fansmu jika mereka melihatku mengelus rambutmu.” Jawab Min Ji sambil tertawa.

“Jadi kau tidak takut dengan fans ku?”

-TBC-

 

Dikit dulu ah buat chaper 1 nya…

Semoga kalian suka ya^^

Maaf jika ada typo yang membuat kalin pusing tapi Author 2 tau kalau kalian semua pinter dan pasti bisa ngerti apa yang Author 2 ingin sampaikan hehe…

Tunggu update an dari Author 2 yah^^

Anyeong !!!!!!

 

I’m in Love [Date] // Part 3

Title: I’m in Love

Author: Kim Hwa Yeon

Genre: school life, friendship, romance

Cast:

  • Kim Hwa Yeon (OC)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Kim Kibum (Super Junior)
  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung as Hwa Yeon’s oppa (Super Junior)

Other:

  • Kim Young Woon (Super Junior) a.k.a Kangin as Hwa Yeon’s appa
  • Park Jung Soo (Super Junior) a.k.a Leeteuk as Hwa Yeon’s eomma (GS)
  • Tan Hangeng (Super Junior) a.k.a Hankyung as Kyuhyun’s appa
  • Kim Heechul (Super Junior) a.k.a Heechul as Kyuhyun’s eomma (GS)
  • Bae Suzy (Miss A)

I'm in Love

Warning:

Typo bertebaran teman-teman, berhati-hatilah hehehe

Note:

Aloha, maap author lama ga muncul. Lagi repot pindahan kemarin-kemarin, jadi ga sempet bikin ff untuk kalian deh. Maap ya *bow* . Nah, jadi sekarang author kasih lanjutannya I’m in love, ini dia part 3 nya. Maaf kalau pendek dan kurang menarik. Tapi jangan salahkan author kalau ceritanya tidak akan seperti yang kalian pikirkan kkkkkk *smirk*.

Oke, cukup basa basinya. Silahkan dinikmati. Jangan lupa tinggalkan comment, author tunggu. Semakin banyak respon, semakin cepet ff ini bakalan author update. Oce?

Ah, 1 lagi.. ada cast baru muncul di part ini, dan Kyuhyun tidak muncul di sini ^^

Pai pai~!

Terimakasih ^^

***

 

I’m in Love Part 3

Date

Hwayeon berjalan tergesa-gesa ke café yang dimaksud Leeteuk. Jarak rumah mereka dengan café yang Leeteuk maksud tidaklah jauh, maka dari itu Hwayeon lebih memilih untuk berjalan kaki, lagi pula… Jika sekarang ia ingin kencan, untuk apa membawa mobil? Ia yakin pihak namja itu pasti akan membawa mobil. Kalau tidak yaaaaa, yasudahlah. Masih ada kendaraan umum ini.

Kriiing

Hwayeon melangkah masuk ke dalam café itu dan memilih tempat yang berada di ujung, disebelah kaca. Hwayeon kemudian mendudukkan dirinya disana. Seorang pelan datang menghampirinya. “Mau pesan apa agasshi?” tanya pelayan itu sopan.

Hwayeon menatapnya lalu tersenyum sopan pula. “Vanila lattenya 1. Gomawo.” Ujar Hwayeon ramah. Pelayan itu tersenyum sejenak lalu membalikkan dirinya.

Kriiing

Perhatian Hwayeon teralih saat mendengr suara bel yang menandakan ada orang lain yang masuk ke dalam café. Hwayeon menunggu dengan tegang ditempatnya. Kira-kira seperti apa teman kencannya sekarang? Baikkah? Tampankah? Seperti yang eommanya bilang semalam?

Kebetulan Hwayeon memilih kursi yang membelakangi pintu masuk, jadi ia sama sekali tidak bisa melihat siapa yang datang. Sampai tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya.

Hwayeon menoleh dengan gugup, dan apa yang kini tengah ia hadapi sungguh membuatnya bingung dan merasa sedikit mengganjal.

“Oppa?” sapa Hwayeon bingung. Orang yang tadi menyentuh pundak Hwayeon sepertinya juga terkejut.

“Omo! Bukankah kau Kim Hwayeon? Adik dari Yesung hyung?” ujar pria itu dengan nada ramah. Seulas senyum juga mulai tampak menghiasi bibir pria itu.

“Ne, benar.” Jawab Hwayeon sambil tersenyum tak kalah ramah.

“Ah aku yang akan menjadi teman kencanmu hari ini jika kau tidak keberatan.”

“Tentu saja tidak, Kibum oppa…” ujar Hwayeon lembut. Hwayeon mempersilahkan Kibum untuk duduk dihadapannya. Mereka berdua terdiam sambil menyelami mata masing-masing.

Kibum tersenyum simpul, ia memperbaiki duduknya dan memandang Hwayeon intens, “Aku tidak tau kalau kibum oppa anak dari Heechul ahjumma.” Ujar Hwayeon memecah keheningan ditengah tengah mereka.

Kibum terkekeh pelan, kemudian menggaruk tengkuknya canggung. “Aku memang bukan anak mereka Hwayeon-ah.” Jawab Kibum sambil tersenyum maklum. Hwayeon merengut bingung. “Tapi kata eomma aku berkencan dengan anaknya Heechul ahjumma. Tidak mungkin kan eomma berbohong?” tanya Hwayeon lebih kepada dirinya sendiri.

Kibum kembali terkekeh saat melihat wajah menggemaskan Hwayeon yang berada di hadapanya. Hwayeon merengut saat lagi-lagi pendengarannya menangkap suara kekehan Kibum. “Itu… Anak mereka adalah sahabat oppa, ia berhalangan hadir… maka dari itu oppa disuruh untuk menggantikannya. Kau tidak keberatan bukan?”

Hwayeon menggeleng polos sambil mengerjapkan matanya. “Tentu saja tidak. Lagi pula Kibum oppa tampan kok. Hehehehe… Tapi, kalau boleh tau, siapa anak Heechul ahjumma sebenarnya?”

Kibum mengangkat salah satu sudut bibirnya keatas, membentuk sebuah seringaian yang entah kenapa malah membuat Hwayeon merona sendiri. “Kau akan tau nanti… Kurasa, Heechul ahjumma tidak akan diam saja saat tau anaknya tidak datang untuk berkencan denganmu hari ini. Mungkin Heechul ahjumma akan segera menjadwal ulang acara kencanmu dengan anaknya…” jawab Kibum sambil tersenyum miring.

Hwayeon kembali merengut saat jawaban Kibum malah semakin membangkitkan jiwa penasarannya. “A-“

“Ini pesanannya, selamat menikmati.” Ucapan Hwayeon terhenti saat seorang pelayan datang untuk mengantarkan pesanannya dan… pesanan kibum mungkin?

Hwayeon memandang pelayan yang sibuk menata hidangan dengan bingung. “Aaah, chogiyo, bukankah aku hanya memesan segelas vanilla latte ya?” tanya Hwayeon bingung.

Lagi!!!

Kibum kembali terkekeh. Lama-lama Hwayeon merasa kalau kekehan Kibum terdengar sangat menyebalkan ditelinganya, kenapa? Tentu saja karena hanya mendengar kekehan Kibum saja Hwayeon malah merona sendiri. Hwayeon mendelik sebal kearah Kibum, membuat kekehan Kibum menjadi semakin parah. “Aish!” gumam Hwayeon sebal, gadis itu kemudian menunduk untuk menyembunyikan rona merah yang mulai menjalari pipinya.

Kibum tersenyum pada pelayan yang memandang Hwayeon bingung, lalu mengusirnya lembut lewat isyarat tangannya. “Itu aku yang memesan tadi sebelum aku menghampirimu. Kita akan berkencan, jadi lebih baik kalau perutmu terisi penuh kan?” Hwayeon mengangguk malas, lalu mulai menikmati hidangan yang ada didepannya. Kibum memesankan pasta untuk mereka berdua, dan segelas capucino untuk dirinya sendiri.

Mereka berdua menikmati makannya dalam diam. Tidak ada percakapan yang terjalin diantara mereka. Kibum menyelesaikan makannya lebih dulu. Kibum hanya menghabiskan waktunya menunggu Hwayeon selesai makan dengan memandangi gadis itu.

Ada setitik rasa kagum di dalam hatinya saat melihat Hwayeon. Entah kenapa, Kibum merasa ada sesuatu tentang Hwayeon yang harus ia pecahkan… entah apa itu…

“Hwayeon-ah…” panggil Kibum lembut.

“Ne?”

“Sudah selesai?” Hwayeon mengangguk singkat sebagai jawaban. Kibum bangkit berdiri, lalu mengulurkan tangannya kearah Hwayeon. Hwayeon menyambut uluran tangan Kibum lalu ikut bangkit berdiri.

Kibum membimbing Hwayeon keluar café setelah namja itu membayar makanan mereka. Hwayeon berdecak kagum saat ia sebuah mobil audi R-8 terparkir manis di hadapannya. Mobil itu berwarna silver metalik, dengan bodynya mulus yang membuat Hwayeon terpana.

Hwayeon sebenarnya bukanlah seorang penggila mobil, ia bahkan tidak mengerti apapun tentang dunia otomotif seperti itu, hanya saja… Ia sangat menginginkan mobil itu. Ia sudah menyukainya sejak mobil itu pertama kali diluncurkan. Sebut saja, ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada mobil itu.

Hwayeon menyaksikan Kibum yang membuka pintu mobil itu dengan raut kagum. “Mobil ini milik mu oppa?” pekik Hwayeon senang. Kibum tersenyum simpul, “Ya, ini milik oppa. Ayo, cepat naik.”

Hwayeon masuk ke dalam mobil dengan semangat, senyum lima jari terukir jelas di kedua belah bibirnya. Kibum yang sudah masuk ke dalam mobil ikut tersenyum senang saat melihat senyum manis milik gadis itu.

“Pakai seat beltmu, atau… mau oppa yang pakaikan?” goda Kibum pelan. Hwayeon dengan buru-buru memakai seat beltnya dengan wajah merona. Bukan… bukan karena godaan Kibum, tapi karena ingatannya berkelana ke kejadian kemarin saat Kyuhyun memakaikan seat beltnya.

Pada saat itu, ia sangat kaget. Ia kira Kyuhyun berniat menciumnya. Eh ternyata, Kyuhyun hanya memakaikan seat belt untunya. Dia memang namja sialan batin Hwayeon yakin. “Ah, kita mau kemana oppa?” tanya Hwayeon tiba-tiba.

Kibum tersenyum miring, lalu menjawab tanpa menatap Hwayeon. “Menurutmu?” tanyanya singkat. “Aku tak tau!!! Makanya aku bertanya. Kita mau kemana?” tanya Hwayeon manja sambil melancarkan aegyonya.

Kibum melirik Hwayeon dari ekor matanya, dan dengan cepat memfokuskan pandangannya kembali kearah jalan saat ia mendapati raut wajah Hwayeon yang menurutnya menggemaskan. “Kita akan bermain ke Lotte World. Kau suka?”

“OMO?!? JINJJAYO?!? KYA!!! OPPA MEMANG YANG TERBAIK!!!” pekik Hwayeon senang sambil menggoyang-goyangkan lengan Kibum. “H-hey! Jangan seperti itu! Kau mau kecelakaan ya?!” kali ini Kibum yang memekik kaget karena mobil mereka hampir saja oleng jika ia tidak cepat tanggap.

Hwayeon tersenyum tanpa dosa. “Ah mianhae, aku terlalu senang.” Jawab Hwayeon polos. Kibum menghela nafasnya saat mendapati ucapan polos gadis itu, Kekanakan sekali… tapi ia pantas berlaku seperti itu batin Kibum bingung.

Hwayeon masih tersenyum senang sampai ia mengingat satu hal. “Eh, tapi-“.

Kibum menoleh, menanti lanjutan ucapan Hwayeon, tapi Hwayeon malah terdiam. Tapi… Jantungku bagaimana? Apa kuat? Ah, semoga saja kuat. Aku akan segera meminum obatnya. Hah, jangan sampai jantungku kambuh saat bersama Kibum oppa. Bisa gawat nanti. Ahhh semoga Tuhan menyertaiku hari ini batin Hwayeon dalam diam.

“Tapi apa Hwayeon-ah?” Hwayeon kembali terseret ke dunia nyata saat Kibum bertanya. “Ah, a-aniya.” Jawab Hwayeon terbata-bata. Kibum mengangguk singkat, Ada sesuatu yang dia sembunyikan ujar Kibum dalam hati.

Hening

“Sepi sekali… Boleh aku menyalakan lagu oppa?” tanya Hwayeon tak yakin. Kibum menoleh singkat pada Hwayeon kemudian mengangguk mengiyakan. Hwayeon dengan cepat membuka tasnya dan mencari sesuatu

Tada!

Ketemu!

Hwayeon kemudian mencolokkan Flashdisk yang ditemukannya di tasnya. Dan tanpa menunggu lama, suara lembut para sekumpulan namja mulai membelai gendang telinga mereka berdua.

Georeooneun ne moseubeul damgoman
Sipeunde haruedo su baek beonssik
Eojjeodaga ireoke dwaenneunji
Teong bin nae maeumi
Sumeul swige haneun neoigie

I want to capture the image of you walking to me, hundreds of times a day
How did I become like this? You’re the one who makes my empty heart breathe

Aju jogeuman aswiumdo
Geu seounhamdeuldo arajuji motaenneunji
Nal yongseohae, nal yongseohae baby
Nuni majuchineun oneureun kkok hal mal inneunde

But I didn’t know your smallest disappointments or sadness
Forgive me, forgive me baby, we’re locking eyes today and I have something to tell you

Kkumiramyeon jokesseo kkumiramyeon meomchwojwo
Don’t leave me, don’t leave me
Jadagado neol bulleo ajikdo apeunga bwa
Don’t leave me, don’t leave me

I wish this was a dream, if this is a dream, stop right there
Don’t leave me, don’t leave me
I call out to you even in my sleep, I’m still hurting
Don’t leave me, don’t leave me

Hyujitonggwa gachi neol biwobwado
Sseudi sseun yakcheoreom neol baeteobwado
Saebyeongnyeoke chwihae neol tohaebwado
Manggajin sigyecheoreom doedollyeobwado

I try emptying you out along with my trash can
I try spitting you out like bitter medicine
I try vomiting you by getting drunk
I try turning time back like a broken clock

Kamkamhan bam, chagaun gonggi, dal geurimja
Geu soge i gireul honja geotneun guna
Ne nunbit, ttaseuhan sumsori, yeppeun eolgul
Jeo eodum soge sarajyeo ganeun guna

On a dark night, cold air, shadowed moon
I’m walking alone
Your eyes, warm breath, pretty face
It’s disappearing into the darkness

Aju jogeuman aswiumdo
Geu seounham deuldo pureojuji motaenneunji
Nal yongseohae, nal yongseohae forgive
Uri majuchineun
Oneureun kkok hal mal inneunde

But I didn’t comfort your smallest disappointments or sadness
Forgive me, forgive me baby, we’re locking eyes today and I have something to tell you

Kkumiramyeon jokesseo kkumiramyeon meomchwojwo
Don’t leave me, don’t leave me
Jadagado neol bulleo ajikdo apeunga bwa
Don’t leave me, don’t leave me

I wish this was a dream, if this is a dream, stop right there
Don’t leave me, don’t leave me
I call out to you even in my sleep, I’m still hurting
Don’t leave me, don’t leave me

Naega baraneun daero haji anhado joha
Meori sogeun ontong neoro gadeuk hae baby
Neoro inhae himina
Jigeum jabeun du son nochima
Nan yeogiseo neol wihae inneun geol

You don’t have to do what I want
My head is filled with you baby
I get strength from you, don’t let go of my hands
I’m right here for you

Saldaga jichil ttaedo neoreul bomyeo useosseo
Stay with me, stay with me
Eonjena gippeul ttaedo nega meonjeo tteoolla
Stay with me, stay with me

When I’m tired from life, I smile by looking at you
Stay with me, stay with me
Whenever I’m happy, I think of you first
Stay with me, stay with me

Don’t leave me, tteonajima

Don’t leave me, don’t leave me

[Super Junior – Don’t Leave Me]

Eh? Kenapa lagu pertama udah lagu mellow kayak begini? Parah hahahaha batin Hwayeon. Hwayeon melirik kearah Kibum, gadis itu sontak meringis saat melihat Kibum mengerutkan keningnya.

Hwayeon mencoba tenang, menunggu lagu berikutnya terputar. Semoga bukan lagu yang aneh batin Hwayeon berharap.

(Hey Hey Well.. Hey Hey)

(Hey Hey Well.. Hey Hey)


Jigeum naega haryeoneun mari
Jom isanghalji molla
Waeinji neon jom eoryeowoseo
Nan neul jjeoljjeolmaenikka
Itorok wonhage doego
Oh baby baby Please don’t go
Dangsin ape mureup kkulhneun geosdo
I modeun ge neomu jayeonseureowo

What I’m about to say, might sound strange
I don’t know why but, you’re a bit hard for me, I’m always struggling
I want you so bad, oh baby baby please don’t go
Everything, even kneeling before you feels so natural now


Haneopsi jakku aewonhage hae
Jenjang jamjocha mot jage dwae
Dodaeche I gamjeongi mwonji moreugessjanha

I keep begging you, endlessly
Dammit, I can’t even fall asleep
I can’t figure out what this feeling is


Neon chago tteugeowo devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalgwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul masboge hagon
Geurigo tto mok taoge haji Neon chago tteugeowo

You’re cold and hot, devil. Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body, you burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert, a shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of pleasure then you burn up my throat again You’re cold and hot


Eoneu nal mariya nega
Oerowo ul ttaee
Naega geu nunmul dakkajulge
Budi heorakhandamyeon
Byeoreun unmyeongeul deonjyeo
Ganjeolhi jeolhi wonhage dwaesseo
Onjongil galguhae tto jeolmanghae
Wa modeun ge nollaul ppuniya


One day, when you’re lonely and crying
I’ll wipe away those tears, if you would allow me
The stars show my fate and now I desperately want you
All day, I’m in desire and despair, everything is just so amazing


Eotteon susigeorodo bujokhan
Romaentikboda jom deo bokjaphan
Dodaeche I gamjeongi mwonji moreugessjanha

No word is enough to describe this
A bit more complicated than romantic
I can’t figure out what this feeling is


Neon chago tteugeowo devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalgwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul masboge hagon
Geurigo tto mok taoge haji
Neon chago tteugeowo

You’re cold and hot, devil. Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body, you burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert, a shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of pleasure then you burn up my throat again
You’re cold and hot


Mok taoreuneun da jeoksyeooneun
Masbogo sipeun geudaeya
Deureojwo deureojwo
Badajwo badajwo
I say naneun geunyang da joha
Naneun geunyang da joha
I say ne modeun ge da joha
Ne modeun ge da joha
And I say areumdaun neo
Areumdaun neo
And I say nae geosi doeji

My throat is burning up, I wanna taste the wet you
Listen to me (listen to me) Accept me (accept me)
I say, I just like it all (I just like it all)
I say, I like everything about you (I like everything about you)
And I say, beautiful you (beautiful you) . And I say, be mine


Neon chago tteugeowo devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalgwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul masboge hagon
Geurigo tto mok taoge haji


You’re cold and hot, devil. Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body, you burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert, a shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of pleasure then you burn up my throat again


Neon chago tteugeowo
Neon chago tteugeowo
Neon chago tteugeowo
Neon chago tteugeowo
Moktaoge haji
Neon devil tteugeowo

You’re cold and hot
You’re cold and hot
You’re cold and hot
You burn up my throat, you’re a devil, so hot

[Super Junior – Devil]

*sekalian promosi, ayo ELF di tonton yah MVnya!!! Download juga lagunya di melon, naver atau apapun lah. Kita dukung uri oppa!!! KYA!!! Di tonton ya MVnya, jangan lupa dilike. Tapi nontonnya yang official yaaah. SMTWON. Okeh? Pay pay*

Hwayeon lagi-lagi meringis. Apa lagunya tidak ada yang wajar? Gadis itu lagi-lagi menoleh kea rah Kibum dan sukses kembali meringis saat melihat kerutan di kening kibum semakin dalam.

Hwayeon kemudian menunduk dengan wajah memerah menahan malu. Wajahnya semakin memerah saat ia mendengar Kibum berdeham di sampingnya dengan canggung. Pabboya rutuk Hwayeon dalam hati.

Hening…

Suasana hening seketika. Aura di dalam mobil tiba-tiba berubah canggung, apa lagi saat lagu sistar – touch my body mulai melantun, memenuhi seluruh penjuru mobil.

“Ekhem” Hwayeon spontan menoleh saat lagi-lagi ia mendengar suara dehaman kibum. Kibum melirik Hwayeon lewat sudu matanya, lalu tersenyum singkat. “Selera lagumu cukup bagus.” Ujar Kibum tiba-tiba diiringi dengan senyum menawannya.

Hwayeon sontak tertawa canggung saat mendengar ucapan Kibum. Baru saja ia mau memblas perkataan kibum,

Deg!

Hwayeon sontak menahan nafasnya dan mencengkram seat beltnya dengan sangat erat saat tiba-tiba dadanya terasa nyeri.

Deg!

Deg!

Deg!

Hwayeon memejamkan matanya dan menggigit bibirnya saat rasa sakit itu semakin menyerang dadanya dengan membabi buta. Kibum yang bingung karena Hwayeon tidak membalas ucapannya akhirnya menoleh.

Namja itu mengerutkan keningnya bingung saat ia melihat Hwayeon memejamkan matanya sambil mengigit bibirnya dan menggenggam seat belt dengan sangat erat. Jangan lupa, wajahnya juga menunjukkan ekspresi kesakitan.

“Hey Hwayeon-ah, ada yang salah?” tanya kibum curiga. Dan kecurigaannya semakin menjadi-jadi saat melihat Hwayeon yang tiba-tiba membuka matanya dan memasang ekspresi baik-baik saja yang sudah jelas terlihat kalau itu hanyalah acting

Hwayeon memandang Kibum singkat lalu mengalihkan pandangannya dengan cepat sambil meredam rasa sakit di dadanya. “Ah, gwaencahana. Aku hanya pusing.” Kilah Hwayeon cepat.

Kibum mengangguk, pura-pura mengerti. Diam-diam Hwayeon merogoh tasnya, mencoba mencari obat miliknya. Ketika Hwayeon berhasil menemukannya, ia membuka botolnya dari dalam tas, dan mengambil obatnya dengan cepat.

Ia melirik kesekeliling mobil, dan berhenti pada Kibum. “Oppa, kau memiliki air?” tanya Hwayeon cepat, sedikit terlalu cepat. “Ya tentu saja, ada di kursi belakang.” Jawab Kibum santai.

Hwayeon dengan cepat memutar badannya menghadap belakang dan mengambil debuah botol minuman yang masih tersegel. Ia membukanya dengan cepat. Secepat kilah ia memasukkan obatnya yang tadi sudah ia ambil diam-diam ke dalam mulut dan mulai meneguk obat itu dengan bantuan air yang baru saja ia dapatkan.

Tanpa Hwayeon sadari, Kibum sedari tadi menangkap seluruh kegiatan Hwayeon. Aku semakin yakin, ada sesuatu yang gadis itu sembunyikan batin Kibum sambil tetap menatap lurus jalanan didepannya.

Hwayeon diam sejenak sambil memejamkan matanya, membiarkan obatnya suapaya bereaksi. Dadanya berdebum menyakitkan secara tak karuan. Setelah beberapa lama, akhirnya gadis itu bernafas lega saat rasa sakit di dadanya mulai mereda.

Hwayeon mulai membuka matanya, kemudian mencoba menimbang nimbang sesuatu. “Oppa, kurasa kita tidak perlu ke Lotte World.” Ujar Hwayeon 100% bohong. Demi apa, dia ingin sekali ke Lotte World, tapi tidak dengan keadaannya yang melemah seperti ini!

Ia tidak mau mengambil konsekuensi jika saat bermain nanti jantungnya tiba-tiba berulah. “Apa? Kenapa? Kauu tidak suka? Tapi tadi kau semangat sekali?” tanya Kibum bertubi-tubi. Hwayeon bingung harus menjawab apa. Haruskah ia jujur? HELL NO!

“Aku hanya merasa kurang sehat.” Jawab Hwayeon pelan. Well, dia tiba bohong kan masalah itu? “Hah, baiklah… lalu kau ingin kita kemana?” tanya Kibum akhirnya mengalah.

“Bagaimana kalau pantai?” tanya Hwayeon tiba-tiba antusias saat memikirkan indahnya pantai. “Baiklah, kita kepantai.” Putus Kibum akhirnya. “Yeaaayyy!!! Gomawo oppa, saranghae!!!” pekik Hwayeon riang.

Kibum tersenyum dalam diam, wajahnya bersemu dan jantungnya berdegup kencang saat mengingat kalimat terakhir Hwayeon tadi. Dasar bocah batin Kibum gemas.

Perjalanan mereka tidak memakan waktu yang lama. Mereka kini sudah berada di pantai. Pantai yang Kibum pilih lumayan terpencil, tidak banyak pengunjung disana. Hanya ada beberapa turis yang terlihat berjemur disana, ada yang berselancar melihat ombaknya cukup besar. Ada juga banyak bocah yang bermain layangan ataupun berlari-lari dan membuat istana pasir di bagian pantainya.

Kibum dan Hwayeon berjalan berdampingan. High heels yang tadi diapakai Hwayeon saat pergi sudah dilepas, dan ditenteng oleh gadis itu.

Mereka kemudian duduk di tengah-tengah pasir, berjemur dengan teriknya sinar matahari. Mereka berdua terdiam, membiarkan keheningan menarik mereka berdua kedalam buaiannya.

Tiba-tiba saja Kibum berdiri. “Oppa mau kemana?” tanya Hwayeon bingung. “Berselancar.” Jawab Kibum singkat tanpa menoleh. Hwayeon bersedekap bingung. Berselancar? Berselancar…? Tunggu… apa tadi Kibum bilang? Berselancar?!

“Oppa bisa berselancar?!” Pekik Hwayeon keras dengan suara melengkik tinggi. Kibum yang sudah berada jauh didepan meringis. “Tentu saja aku bisa. Tidak perlu terkejut seperti itu.” Ujar Kibum sok.

Hwayeon mencibir saat mendengar jawaban Kibum, tpi tak ayal ia mulai merasa Kibum… Entahlah, Kibum selalu membuat dirinya terpana sejak mereka pertama kali bertemu di sekolah waktu itu.

Hwayeon akhirnya ikut bangkit berdiri dan berlari-lari kecil menghampiri Kibum. “tunggu aku!” pekik gadis itu tertahan. Kibum menghela nafasnya dalam dalam, tidak perlu memekik seperti itu terus kan bisa cibirnya gemas dalam hati.

Hwayeon mengekori Kibum saat Kibum menyewa sebuah papan selancar. Hwayeon tidak mengomentari apapun, gadis itu hanya mengekori Kibum kemanapun Kibum pergi, membuat Kibum gemas sendiri.

“Kenapa kau mengekoriku terus sih?” tanya kibum gemas. Hwayeon hanya menatap Kibum polos, “Memangnya tidak boleh?”. Kibum terdiam, iya juga ya? Kan tidak ada yang melarang?

Tapi tetap saja, rasanya tidak nyaman diekori seperti itu. Kibum Menggaruk tengkuknya bingung sekaligus frustasi. “Kau..” ujar kibum tiba-tiba.

Hwayeon mengerjap, yeoja itu kemudian mengangkat telunjuknya dan menunjuk wajahnya sendiri dengan tampang kelewat polos. “Aku? Aku kenapa?” tanyanya bingung. “Diam disini oke? Jangan kemana-mana.” Tegas Kibum.

Hwayeon memutar bola matanya malas lalu menjawab dengan lunglai. “Baiklah-baiklah dasar menyebalkan.” Gumam gadis itu pelan. Kibum mengernyitkan dahinya, “Apa tadi kau bilang?”

“Ah aniya, lupakan. Sana ppergi, aku ingin melihatmu berselancar.” Kibum menyeringai mendengar nada meremehkan dalam kalimat itu. Dengan peraya diri namja itu bergegas ke dalam air.

Hwayeon duduk di hamparin pasir tanpa melepaskan pandangannya dari Kibum. Kibum terus berjalan kedalam air dan berhenti saat air sudah menutupi bagian pinggan dan paha kebawah.

Kibum naik keatas papan selancar dan duduk disana. Hwayeon memandang Kibum bingung, Kenapa dia diam? Batin Hwayeon tak mengerti. Tak lama kemudian, Kibum merebahkan tubuhnya di papan seluncur dan mulai mendayung dengan tangannya.

Hwayeon memandang Kibum dengan kagum sekaligus cemas saat beberapa kali Kibum masuk kedalam air saat menghindari ombak yang mungkin tidak diinginkan (?)

Hwayeon berdecak saat ia melihat sebuah ombak yang cukup besar tidak jauh dari tempat Kibum saat ini. Kibum juga sepertinya melihatnya, dengan cepat Kibum mengubah arah papan kea rah pantai.

Kibum lalu mulai mendayung. Hwayeon memekik saat melihat ombak pecah dan Kibum mulai terdorong. Hwayeon bertepuk tangan dengan riang dan memekik girang saat melihat Kibum berhasil berdiri dan bermain dengan ombak tadi. Hwayeon bahkan sampai berdiri dan melompat-lompat seperti anak kecil.

Pandangan mata Hwayeon akhirnya bertemu dengan Kibum yang juga tengah tersenyum senang. Hwayeon mengangkat kedua jempolnya dan mengarahkannya pada Kibum dengan senyum lima jari terpatri dibibirnya. “OPPA JJANG!!!!” pekik gadis itu senang.

Hwayeon menunggu dengan senang saat Kibum mulai keluar dari laut dan berjalan dengan tenang kearahnya. “Omo!! Bagaimana oppa bisa berselancar seperti itu?! Oppa keren sekali!!!” puji Hwayeon terus terang.

Kibum tersenyum lalu mengangkat bahunya yang kokoh itu dengan acuh. “Aku pernah berada di Amerika.” Jawab Kibum santai. “OMO JINJJA?! PANTAS SAJA!!!” teriak Hwayeon tiba-tiba membuat Kibum tersentak.

“Aish! Kenapa kau suka sekali berteriak sih?” gerutu Kibum sebal sambil mendudukan dirinya di hamparan pasir pantai. Hwayeon mengikuti Kibum duduk dan tetap menatap Kibum dengan senyum polosnya.

Kibum jengah juga lama-lama dipandangi begitu oleh Hwayeon. “Kau mau coba?” tanya Kibum tiba-tiba.

“Ha? Coba? Coba apa?” jawab Hwayeon cengo.

Kibum menghela nafasnya. Kenapa dia lamban sekali? Pertanyaanku selalu dijawab dengan pertanyaan. Ya ampun. Aku bisa gila batin Kibum frustasi. “Berselanjar tentu saja. Memangnya kita ngomongin apa dari tadi?!”

“Amerika?” jawab Hwayeon terlalu polos. Kibum menepuk jidatnya. “berselancar! Maksudku berselancar!” geram Kibum frustasi.

“Oh” jawab Hwayeon sambil mengangguk ngangguk.

Hanya itu?! Jerit Kibum dalam hati. Yeoja ini benar-benar…

“Jadi, mau tidak?” tanya Kibum lagi, mencoba bersabar.

“Apanya?”

“ARRGRHHHH!!! TIDAK! TIDAK TAU! LUPAKAN!” geram Kibum frustasi. Hwayeon merengut bingung. Kenapa juga dia marah-marah, aku kan tidak melakukan kesalahan apapun, yah begitulah kira-kira isi kepala Hwayeon saat ini.

“Yasudah..” cibir Hwayeon tak suka. Kibum menggeram samar mendengarnya. Namja itu kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain dan tubuh Kibum membeku seketika. Hwayeon melambai-lambaikan tangannya dihadapan wajah kibum. “Hellow?” tanya Hwayeon bingung.

Penasaran, akhirnya Hwayeon mengikuti arah pandang Kibum dan sukses terbelalak. “Suzy…” geram Hwayeon samar. Kibum seakan tersentak ke dunia nyata saat mendengar geraman Hwayeon. “Kau… mengenalnya?” tanya Kibum terkejut.

Hwayeon diam, sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan Kibum. Gadis itu mlah dengan cepat bangkit berdiri dengan tangan terkepal dan mulai meangkah lebar menuju siluet gadis dengan rambut panjang kecoklatan yang saat ini tengah mematung sambil menatapnya.

Kibum jelas terkejut, apa lagi saat melihat Hwayeon berlari dan menerjang Suzy dengan kecepatan setan sehingga membuat kedua tubuh gadis itu terjerembab ke pasir. Kibum berlari menghampiri mereka, hendak bertanya.. Tapi urung ia lakukan saat mendengar suara Hwayeon menggelegar.

“YAK BAE SUZY – SSI !!! BAGAIMANA BISA KAU DATANG KESINI!!! AKU MEMBENCIMU!!!” teriak Hwayeon tiba-tiba saat mereka berdua sudah kembali berdiri dan berhadapan. Bae Suzy, gadis yang berada di hadapan Hwayeon pun ikut berteriak tak kalah berang.

“HAH!!! TENTU SAJA AKU BISA DATANG KESINI BODOH!! INI TEMPAT UMUM, DAN AKU JUGA MEMBENCIMU KIM HWAYEON – SSI !!!” balas Suzy sengit.

“KAU !!!!”

“MWOOO !!!”

“AKU SANGAT MEMBENCIMU !!!”

“HAH!! KAU PIKIR AKU TIDAK ?!? AKU LEBIH MEMBENCIMU !!!”

“KAU MENYEBALKAN SEKALIII !!”

“KAU JUGA !!!”

“KAU PENDEK !!!”

“KAU LEBIH PENDEK DARIKU BODOH !!!”

“BERHENTI MENGATAIKU BODOH, BODOH !!!”

“TIDAK MAU !!! KAU MEMANG BODOH !!!”

“YAAAK ! BAE SUZY PABBO !!!”

“CIH ! KIM HWAYEON PABBO !”

“YAAAA !!!”

“YAAAAAAAAAAA !!!”

Kibum kembali membelalak saat menyaksikan pertengkaran sengit kedua gadis itu. “YA!! K-“

“ASTAGA!!!!! AKU MERINDUKANMU!!! KYAAA!!! KENAPA DUNIA INI SEMPIT SEKALI!!!” pekik Suzy tiba-tiba sambil membawa Hwayeon kedalam pelukannya. Kibum melongo seketika Apa yang sebenarnya terjadi disini? Batin Kibum bingung.

Entah menguap kemana otak jeniusnya, dua orang gadis yang selalu membuat emosinya meluap sampai ke ubun-ubun kini malah berpelukan sambil menyerukan kalimat-kalimat tentang merindukan dan lain lain yang tidak ia mengerti.

“Omo, aku tidak tau kalau kau juga pindah ke Seoul. Kau sungguh menyebalkan, hilang tanpa kabar. Jahat sekali, kau sudah tidak menganggapku teman ya?!” seru Hwayeon sambil mengerucutkan bibirnya. Suzy berdecak gemas.

Gadis itu kemudian menjepit pipi chubby Hwayeon dengan jemarinya dan menariknya keras keras. “OMO!! YA YA YA YA!!! LEPASKAN… SAKITTTTT!!!!” jerit Hwayeon histeris sambil memukul mukul tangan Suzy yang bersarang di pipinya.

“Hueeeee, sakit sekalii!!! Jangan gunakan tenaga kudamu untuk mencubit pipiku! Demi apa, aku sudah SMA bodoh! Aku bukan lagi anak SD! Ck, kau benar-benar!” gerutu Hwayeon sebal sambil mengelus-ngelus lembut pipinya yang ia yakini sekarang tengah memerah akibat cubitan tak berperikemanusiaan yang baru saja Suzy lancarkan padanya.

“cerewet.” Desis Suzy gemas, gadis itu sepertinya benar-benar bernafsu dengan pipi Hwayeon. Terlihat dengan tangannya yang terkepal, menahan hasratnya untuk mencabuli (?) pipi Hwayeon.

Hwayeon akhirnya teringat satu hal. Ia ingat ia datang ke sini bersama Kibum. Hwayeon menoleh, dan melihat Kibum masih setia melongo tidak jauh dari tempat mereka berdiri. “Oppa, kemarilah!!!” panggil Hwayeon sambil melambai-lambaikan tangannya heboh seperti anak kecil.

Kibum tersadar dari acara melongonya dan dengan cepat menghampiri Hwayeon dengan degup jantungnya yang bertalu tak karuan. “Suzy-ah, kenalkan ini Kibum oppa… Kibum oppa, kenalkan, ini temanku sejak kecil namanya Suzy.” Ujar Hwayeon santai.

“Bae Suzy…” Lirih Kibum sambil memaku Suzy ditempatnya

“Kibum oppa…” ujar Suzy tak kalah lirih.

Hwayeon mengernyit bingung saat merasakan suasana diantara mereka bertiga tiba tiba terasa sangat canggung.

Ekhem

Hwayeon berdehem pelan, kemudian menyapukan pandangannya pada Suzy dan Kibum yang masih setia terpaku pada satu sama lain. “Kalian… sudah saling kenal?” tanya Hwayeon hati-hati, tapi tidak ada satupun yang menjawab.

Hwayeon lalu terpaku pada mata Suzy. Ada apa ini? Apa yang terjadi pada mereka berdua? Kenapa mereka saling menatap dengan pandangan berlueran cinta seperti itu? Mereka berpacaran kah?

Hwayeon terus memperhatikan mereka berdua sampai akhirnya Kibum lebih dulu memutus kontak matanya dengan Suzy dan berdehem. “Lama tidak bertemu… suzy-ah.” Sapa Kibum kaku. “Ne..” jawab suzy singkat sambil meremas tangannya gugup.

“Kalian saling kenal? Kalian ada hubungan apa?” tanya Hwayeon curiga. Hwayeon semakin curiga saat melihat mata Suzy yang bergerak-gerak gelisah dan tangannya yang semakin erat bertautan.

“K-kami…”

“Kami hanya teman, aku pernah satu SMP dengannya.” Jawab Kibum memotong ucapan Suzy. Kini Hwayeon menatap Kibum bingung. “Begitukah?” tanyanya lebih kepada dirinya sendiri. “T-tentu ahaha” jawab Suzy kaku.

Suzy terdiam, lalu ia menyadari satu hal. “Kalian sendiri ada hubungan apa?”

“Ah, kami hanya t-“

“Dia kekasihku.” Ujar Kibubm cepat, kali ini memotong ucapan Hwayeon.

Hwayeon melotot heboh, begitu juga dengan suzy. “apa???/APAAA??!!!” Suzy bergumam tak percaya, sedangkan Hwayeon tidak segan-segan berteriak sambil melotot kearah Kibum.

“YA KIM KIBUM!!! APA MAKSUDMU MENGATAKAN HAL SEPERTI ITU!!!” pekik Hwayeon heboh. Kibum sampai menutup telinganya dengan tangannya, takut-takut kalau gendang telinganya akan pecah akibat teriakan super power milik Hwayeon.

“Sudahlah, tidak perlu menyembunyikan semua ini lagi chagi. Apa kau tidak bosan jika kita backstreet terus? Mulai sekarang biarkan orang orang tau kalau kau adalah milikku. Aku tidak tahan melihatmu terus dikerubungi namja namja ganjen di sekolah. Lagipula, suzy temanmu juga… Jadi kurasa tidak ada salahnya jika dia tau hubungan kita yang sebenarnya.” Ucap kibum panjang lebar, namun dalam hati namja itu memelas… berharap hwayeon tidak akan menyiksanya setelah ini.

“MWOYA! APA MAKSUD-“

Cup!

Mata Hwayeon semakin melotot saat dengan kurang ajarnya bibirnya dibungkan oleh bibir Kibum. “Sttt… diamlah, jangan cerewet.” Ujar kibum setengah meringis. Tamatlah riwayatnya setelah ini.

Berbeda dengan Hwayeon, beda lagi dengan Suzy. Yeoja itu melotot, matanya seperti siap keluar dari tempatnya saat melihat Kibum mengecup bibir Hwayeon tadi. Matanya berkaca-kaca, dan siap menjatuhkan air matanya.

Suzy dengan cepat menstabilkan emosinya. Saat sudah mendingan, gadis itu akhirnya buka suara. Menginterupsi kegiatan pelotot-pelototan(?) yang sedang dilakukan oleh Kibum dan Hwayeon.

“Selamat ne, aku tidak tau kalau kau sudah ada yang punya. Kau mendahuluiku, hehehe. Ah, sudah sore. Aku harus kembali. Mian ne? Aku akan menghubungimu nanti Hwayeon-ah. Annyeong”

Kibum tersenyum ditempatnya saat melihat Suzy pergi sambil menangis. Sudah kuduga, dia masih mencintaiku! ASA !

Tak!

“Auuuh! Yak! Apa-apaan sih!” gerutu Kibum ak terima saat tiba-tiba saja Hwayeon menjitak kepalanya.

“Pacar hah? Apa maksudmu sih? Aish, suzy jadi salah paham kan!!! Ah aku tau, kau pasti ada apa-apa dengan suzy kan?” selidik hwayeon

Skak Mat

Kibum sudah tidak bisa lagi berkelit untuk saat ini. “Itu.. Hah, baiklah aku akan memberitahumu. Tapi ada syaratnya.”

“Syarat? Apa lagi sih? Cepat katakan!”

“Kau harus menjadi kekasihku.”

“…”

-TBC-

I’m in Love // Part 2 – [Secret]

Title: I’m in Love

Author: Kim Hwa Yeon

Genre: school life, friendship, romance

Cast:

  • Kim Hwa Yeon (OC)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)

Other:

  • Kim Young Woon a.k.a Kangin as Hwa Yeon’s appa
  • Park Jung Soo a.k.a Leeteuk as Hwa Yeon’s eomma (GS)
  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung as Hwa Yeon’s oppa (Super Junior)

Note:

Okee….. Ini dia part 2 nya. Author udah buru-buru beresin ini biar kalian ga kelamaan nunggu. Jadi maaf kalau kurang memuaskan. Masalah cintanya belakangan ya.. Ini masih family hehehe. Selamat baca. Happy reading, jangan lupa tinggalkan jejak. Gomawo ^^

.

.

.

I’m in Love

Part 2

Secret

 .

.

.

Tap tap tap

Kyuhyun menoleh saat merasakan kehadiran seseorang, Kyuhyun memandang Hwayeon yang berjalan terpogoh-pogoh dengan datar. “Hah…hah…hah…” kenapa rasanya parkiran jauh sekali dari kelas?” Kyuhyun mengangkat alisnya bingung, namja itu terus saja memandang Hwayeon lekat, sedangkan Hwayeonnya sendiri masih sibuk menetralkan deru nafasnya. Ya ampun, padahal jarak kelas dan parkiran tidak jauh-jauh amat. Tapi oh Tuhan, lihatlah! Gadis itu seperti baru saja selesai mengikuti lari marathon. Ck.

“Yasudahlah, ayo cepat.” Kyuhyun menarik tangan Hwayeon, membawa gadis itu kedepan sebuah mobil sport berwarna merah terang.

Cklek!

Brugh!

“Aaahhhh…!” Hwayeon meringis pelan. Namja sialan, dia kira aku barang apa main lempar-lempar begitu batin Hwayeon kesal. Gadis itu mengerucutkan bibirnya lalu melipat tangannya didepan dada. Kesal.

Kyuhyun masuk kedalam mobil lalu melempar tasnya kebelakang. Namja itu kemudian memasang seatbelt miliknya, menyamankan duduk, lalu bersiap untuk menyalakan mobil. Tapi itiba-tiba Kyuhyun menoleh dan mendapati Hwayeon yang tengah mengerutkan wajahnya dengan bibir mengerucut dan tangan bersedekap di depan dadanya.

Kyuhyun memandang Hwayeon lekat kemudian menghembuskan nafas berat. “Pakai seat beltmu.” Ujar Kyuhyun datar. “Nan shireo!” ujar Hwayeon sambil memalingkan wajah kearah kaca. Kyuhyun menggeram samar, namja itu mencondongkan tubuhnya ke arah Hwayeon secara tiba-tiba. “Pakai.” Tegur Kyuhyun dengan suara rendah.

Hwayeon terpaku. Sialan, suaranya terlalu seksi batinnya menjerit. Mendapati Hwayeon malah terdiam, Kyuhyun menghembuskan nafas kasar. Tangannya teralih kearah wajah Hwayeon. Hwayeon sendiri semakin membeku. Ia bahkan menahan nafasnya.

“A-apa yang mau kau lakukan?!” pekik Hwayeon dengan suara pelan. Dadanya berdebar tidak karuan saat Kyuhyun malah mendekatkan wajahnya. Hwayeon memejamkan mata, dan akhirnya……

Sreeettt!

Cklek!

Kyuhyun tersenyum kecil, betapa menggemaskannya wajah Hwayeon tadi saat ia mendekatkan wajahnya. Kyuhyun kembali meluruskan arah pandangnya, dan mulai menyalakan mobil.

Hwayeon akhirnya menghembuskan nafas lega, ia membuka matanya perlahan dan mengintip Kyuhyun dari sudut matanya. Hwayeon terus menatap Kyuhyun dalam keheningan, membiarkan matanya memaku gambaran Kyuhyun, seakan ia takut akan melupakannya kelak.

Hwayeon berkali-kali berdehem pelan akibat suasana canggung yang kini memenuhi mobil mereka. Hwayeon bergerak tak nyaman dalam duduknya, sedikit membuat Kyuhyun risih. “Bisakah kau berhenti bergerak seperti itu? Kau membuatku risih” Hwayeon tersentak, ia menolehkan kepalanya dan menunduk seketika saat disuguhkan tatapan tajam khas seorang Cho Kyuhyun. “Mi-mianhae…” cicit Hwayeon pelan.

Kyuhyun menghela nafasnya berat, lalu melirik Hwayeon yang masih saja menunduk di tempatnya. “Maaf kalau kau bosan, aku tidak biasa berbicara saat sedang menyetir. Toh, kau juga satu-satunya wanita yang duduk dimobilku selain keluargaku dan dia.” Kyuhyun mengecilkan volume suaranya saat mengucapkan kalimat terakhir. Tapi Hwayeon masih mendengarnya dengan jelas. “Dia siapa?” tanya Hwayeon spontan, jangan lupa… diiringi tatapan super polosnya.

Kyuhyun tersentak “T-tidak, bukan siapa-siapa.” Jawab Kyuhyun canggung. Hwayeon yang emang dasarnya suka kurang peka, malah kembali bertanya. “eyyy, dia siapa maksudmu? Tadi kau bilang… yang duduk dimobilmu ini hanya keluargamu dan dia kan? Dia siapa?” tanya Hwayeon tak tau diri. Kyuhyun menggeram, cengkramannya di roda kemudi semakin mengerat sampai buku-buku jarinya memutih. “Itu bukan urusanmu!” sentak Kyuhyun tajam.

Hwayeon langsung terdiam, gadis itu langsung mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun menjadi kearah luar jendela. Well, sepertinya gadis itu sakit hati, terlihat dari raut wajahnya yang mengeruh. Seakan tersadar, Kyuhyun menoleh singkat pada Hwayeon dan kemudian melenguh frustasi saat melihat wajah cemberut Hwayeon. “Ma-“

“Hentikan mobilnya.” Potong Hwayeon dingin. Kyuhyun melebarkan matanya kaget, tapi dia tetap menghentikan laju mobilnya. Kyuhyun memandang Hwayeon dengan pandangan bertanya “A-“

Cklek!

Sreet!

Cklek

Brakkk!

Kyuhyun melongo ditempatnya, tapi sedetik kemudian ia sadar… Hwayeon sudah berada cukup jauh didepannya. Ia dengan cepat ikut keluar dari mobil dan mengejar yeoja itu. “Yak! Apa yang kau lakukan!” pekik Kyuhyun panic saat melihat Hwayeon menyetop sebuah taxi.

Hwayeon berusaha tak mengindahkan Kyuhyun, dan berusaha masuk ke bangku penumpang. “Yak! Tidak bisa, kau harus pulang bersamaku. Aku tidak mau dicincang oleh oppamu!” Hwayeon terdiam, lalu dengan cepat ia menoleh pada Kyuhyun yang terlihat bingung. “Aku pastikan Yesung oppa tidak akan melakukan apapun padamu.”

Sreeett

Brakk

Kyuhyun terus terpaku ditempatnya saat taxi yang dipakai Hwayeon mulai melaju. Meninggalkannya sendirian ditengah jalan seperti anak hilang. “Maafkan aku…” desah Kyuhyun pelan sambil menatap lagit biru diatas kepalanya. Kyuhyun memejamkan matanya, mencoba menetralkan dadanya yang entah kenapa berdenyut-denyut menyakitkan. Dan akhirnya, Kyuhyun memutuskan untuk mengunjungi sebuah tempat yang sudah lama tidak ia kunjungi.

Kyuhyun berjalan pelan kembali kemobilnya, ia kemudian menjalankan mobilnya ke tempat yang selama ini ia hindari, sebuah tempat yang membuat hatinya terkubur dalam-dalam. Sebuah tempat yang sudah menjadi tempat peristirahatan terakhir kekasih hatinya… Kim Min Jung.

.

Kyuhyun memandang kuburan didepannya dengan pandangan sendu. Tangan kanannya terulur untuk sekedar meraba dan mengelus nisan yang bernamakan Kim Min Jung diatasnya. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak, menikmati semilir angin yang terus menerus membelai lembut wajah rupawannya.

Tes!

Kyuhyun membuka matanya saat dirasakan sebuah tetesan air jatuh tepat mengenai wajahnya. Kyuhyun menoleh pada kuburan dihadapannya seketika sambil tersenyum kecut. “Hujan emmh? Apa kau tidak merindukanku? Kau mengusirku dari sini dengan menurunkan hujan? Aku bahkan sudah lama tidak berkunjung… harusnya kau merindukan kekasihmu yang tampan ini kan?” Kyuhyun terdiam setelahnya, lalu tersenyum simpul. “Kurasa aku sudah mulai gila, tidak bisakah kau kembali? Tidak tau kah kau kalau sekarang… ada seorang yeoja yang tiba-tiba muncul dihidupku, dan dia…benar-benar mirip denganmu… hampir terlihat seperti duplikat dirimu…”

Kyuhyun menghela nafasnya. Tubuhnya lunglai, ia jatuh terduduk di saping kuburan tersebut dengan pandangan kosong. Ia kemudian menarik kakinya, menekuknya kemudian memeluknya dengan kedua tangannya kemudian menenggelamkan wajahnya disana. “Dia sama sepertimu kau tau? Datang tiba-tiba, meluluh lantakkan hatiku seenaknya. Membuatku terjerat dalam pesonanya. Tapi aku takut… Aku tidak berani… Tidak bisakah kau membantuku? Aku tidak mau sampai jatuh hati padanya, aku tidak mau ditinggalkan lagi didunia ini sendirian… Aku tidak mau dia meninggalkanku seperti kau meninggalkanku, eotteokhaehajyo?”

Kyuhyun tetap diam di posisi itu sambil terus bermonolog, lalu tak lama Ia kemudian bangkit berdiri. “Aku harus pulang, aku tidak mau eomma dan appa khawatir padaku… Aku pamit ne? Akan kuusahakan untuk berkunjung kesini menemanimu karena aku tau kau kesepian disini, dan aku juga tau kalau kau benci kesepian. Baik-baiklah disana, aku mencintaimu…” dan akhirnya Kyuhyun beranjak pergi.

Tak lama setelah Kyuhyun masuk kedalam mobil dan menjalankan mobilnya keluar wilayah pemakaman, seorang yeoja dengan seragam yang sama dengan yang Kyuhyun kenakan berjalan mendekati makam tersebut.

Gadis itu kemudian duduk ditempat yang tadi diduduki oleh Kyuhyun dan air mata otomatis mengalir keluar saat tubuhnya menempel dengan rumput dibawahnya.

Tes

Tes

Tes

Gadis itu menengadahkan wajahnya keatas, mengamati langit mendung diatas kepalanya. “Eonni… bogoshipoyo” ujar gadis itu lirih. Air mata mulai mengaliri pipi gadis itu dengan semakin deras. Gadis itu kemudian menundukkan kepalanya, membiarkan air matanya jatuh mengenai makam dihadapannya.

Gadis itu terus menangis, terisak dihadapan makam bernamakan Kim Min Jung itu tanpa memperdulikan sekitarnya. Tubuh gadis itu sudah basah total, tapi sepertinya gadis itu bahkan tidak berpikir ingin beranjak dari tempatnya sekarang. Gadis itu terus terisak, melampiaskan segala kesedihan dan keresahan hatinya. Meluapkan segala emosi yang sudah ia tahan sejak lama. “Eonni, kembalilah… Aku ingin bertemu denganmu eonni, Eomma dan appa juga pasti sangat merindukan eonni… hanya saja ego mereka mungkin terlalu besar. Eomma dan appa tidak tau kalau aku sering datang kesini untuk mengunjungi eonni. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak berani mengatakannya pada eomma ataupun appa, oppa pun tidak tau. Aku takut mereka marah dan melarangku untuk menemui eonni, padahal aku sangat merindukan eonni. Aku tidak tau kenapa mereka begitu murka jika aku ingin menanyakan tentang eonni pada mereka. Padahal eonni, kita tidak pernah bermasalah bukan? Kenapa mereka begitu menyebalkan? Hiks hiks. Apa mereka begitu membenci eonni karena masih belum bisa menerima kenyataan kalau eonni meninggalkan kami semua? Mereka bodoh kalau begitu eonni! Mereka sangat bodoh! Mereka pikir aku berbeda denganmu, tapi mereka tidak tau! Kenyataannya aku akan pergi juga dengan cara yang sama denganmu. Hiks hiks. Mereka menyebalkan hiks hiks. Apa mereka akan membenciku juga saat aku tiada nanti? Eotteokhaehajyo? Aku lelah eonni. Hiks hiks hiks…”

Lagii, gadis itu terisak lagi. Sepertinya gadis itu memiliki banyak cadangan air mata. Lihat saja, matanya sudah memerah dan membengkak besar, tapi masih tetap saja bisa memproduksi air mata sebanyak itu. “Hiks.. eonni hiks.. kembalilah..”

Gadis itu terus terisak disana, tanpa tau kalau hari mulai menjelang malam. “Eonni, aku sudah mengetahui tentang Kyuhyun, tambatan hati eonni… Namja yang sealu eonni ceriatakan padaku lewat surat-surat yang eonni kirimkan padaku.” Tanpa sadar gadis itu tersenyum tulus, lalu memejamkan matanya. “Dia tetap sama seperti apa yang eonni beritahu padaku. Dia menyebalkan, dia pintar, tinggi, dan tampan. Ahirnya aku mengerti maksud eonni tentang wajahnya yang boros umur, hihihi. Walau begitu dia tetap tampan eonni. Dia juga masih belum bisa melupakanmu eonni, apa yang bisa kulakukan eonni? Aku menyukainya, bolehkah?”

Gadis itu menahan nafasnya saat dadanya bergemuruh, berdenyut denyut nyeri mendapatkan kenyataan menyedihkan ini. “Bisakah kau merelakannya eonni…? Untuk…ku?” lirih gadis itu pelan.

Seusai gadis itu menyelesaikan kalimatnya, langit bergemuruh. Gadis itu kemudian tersenyum sambil memandangi llangit. “Apa itu sebuah ya? Atau tidak?” tanya gadis itu lembut. Lalu tiba-tiba, sebuah daun kering jatuh tepat dihadapan gadis itu. Gadis itu kemudian tersenyum dan kembali memandangi langit diatas kepalanya. “Gomawo eonni…”

.

Hwayeon turun dari taxi yang ditumpanginya setelah membayar sang supir dan mengucapkan terimakasih. Disana, didepan pintu… ia bisa melihat sang oppa menatapnya dengan pandangan sengit.

Hwayeon menghembuskan nafasnya, sepertinya gadis itu haru bersiap-siap dimarahi oleh sang oppa yang saat ini tengah terlihat sangat marah. Terlihat dari tangannya yang terkeal disamping tubuhnya dan rahangnya yang mengatup keras.

Hwayeon berjalan kea rah Yesung sambil meringis, membayangkan ia akan dicincang oleh oppanya setelah ini membuatnya merasa mual. “A-annyeong o-oppa.” Sapa Hwayeon canggung. Hwayeon tersentak kaget dan sontak menunduk kaku saat melihat Yesung mendelik kearahnya.

Yesung yang melihat hwayeon menunduk kaku hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar dan mengacak – ngacak rambutnya bingung. “Kau! Kemana saja kau! Tidak lihat apa ini sudah hampir tengah malam eoh? Kau mau membunuh ku karena khawatir padamu ya?! Kau juga tidak memikirkan eomma dan appa?! Eomma sampai pingsan saat tidak bisa menghubungi ponselmu dari sore tadi! Aish!”

Hwayeon semakin menunduk dalam saat mendengar bentakan Yesung, gadis itu meremas-remas ujung roknya tak beraturan sambil menggigit bibir bawahnya, merasa bersalah pada keluarganya. Ia merasa sangat m…

Sreett

“Jangan lakukan itu lagi. Oppa mohon, kami semua mengkhawatirkanmu. Demi Tuhan, kau itu yeoja. Dan tidak bisakah kau mengerti? Eomma sangat takut jika kau nanti akan menghilang meninggalkan kami.” Lirih Yesung sambil terus mengeratkan pelukannya. Tubuh Hwayeon sontak menegang kaku mendengar ucapan Yesung.

Hwayeon menggelengkan kepalanya kuat-kuat lalu balas memeluk Yesung dengan cepat. “Aku tidak mungkin meninggalkan kalian!” ujar Hwayeon tak kalah lirih. Dan tanpa Hwayeon ketahui, Yesung meneteskan air matanya sedih saat mendengar ucapan Hwayeon tadi.

Tapi pada akhirnya kau akan meninggalkan kami semua jika kau tetap bertahan dalam kekerasan kepalamu itu sayang… batin Yeusng nelangsa.

Tap

Tap

Tap

Brakkk!

“OMO!!! HWAYEON-AH!!!” Hwayeon tersentak kaget saat tiba-tiba tiba tubuhnya seakan terlempar dan terhempas seketika ke dalam pelukan Leeteuk. Leeteuk terus menangis dan terus memeluk Hwayeon, mengabaikan Hwayeon yang terlihat kebingungan. “Eomma mengkhawatirkanmu sayang! Kau tidak bisa dihubungi dari tadi sore, eomma hampir menelpon polisi kalau saja appamu tidak melarang dan mengatakan kalau kau harus hilang 24jam dulu baru eomma bisa menelpon polisi untuk melaporkan kehilanganmu. Hiks hiks. Kau benar-benar membuat eomma cemas!” Hwayeon mendengarkan seluruh perkataan Leeteuk dengan seksama. Dadanya berdenyut denyut sakit saat mengetahui bagaimana cemasnya orangtuanya tentang keadaannya padahal hal seperti ini harusnya tidak akan membuat kehebohan sebesar ini bukan?

Seorang anak SMA tingkat akhir pulang malam bukanlah hal aneh bukan? Yah walaupun dia adalah seorang yeoja. Tapi tetap saja kelakukan eommanya ini memang diluar batas wajar orang tua normal. Orang tuanya terkesan sangat protektif padanya…

Setelah akhirnya bisa menguasai diri, Hwayeon mulai membalas pelukan leeteuk dan mulai menenangkan leeteuk yang terus saja menangis sambil merapalkan kata ‘anakku’ entah untuk apa. “sudahlah eomma, jangan menangis terus. Aku sudah tidak apa-apa bukan? Aku sudah sampai rumah dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun. Jadi berhentilah cemas sekarang. Arrachi? Aku baik-baik saja eomma.”

Cukup lama Hwayeon membujuk, akhirnya tangisan leeteuk mulai mereda sedikit demi sedikit. Hwayeon melepaskan pelukannya saat merasa tangisan Leeteuk mulai berangsur angsur berhenti.

Leeteuk yang sudah bisa mengendalikan diri dan berhenti menangis mulai menempatkan dirinya kembali ke pelukan Kangin, sang suami yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakangnya.

Setelah Leeteuk kembali ke pelukan Kangin, barulah Hwayeon menatap Kangin yang ternyata sudah menatapnya lebih dulu dengan pandangan menegur. “lain kali hubungi kami sebelum melakukan Sesutu. Kau harus mengerti sayang, kau harus paham tentang hal ini. Kau tidak boleh melakukan hal seperti ini lagi di masa depan. Kau harus selalu memberitahu kami semuanya. Kau mengerti? Berhentilah membuat kami semua khawatir seperti ini. Kau sudah dewasa, jadi bersikaplah dewasa.” Tegur Kangin. Hwayeon mengangguk kaku kemudian menatap Leeteuk yang tengah menatapnya dengan pandangan sendu dari dalam pelukan Kangin, lalu matanya teralih pada sosok Yesung yang sedari taditerabaikan olehnya.

Yesung berdiri tepat disamping Kangin dan Leeteuk. Yesung juga menatapnya dengan pandangan menegur, tapi selain itu.. Ada kilatan khawatir yang terpancar jelas dari sorot matanya.

Hwayeon paham jelas apa yang membuat Yesung khawatir setengah mati, bahkan mungkin lebih khawatir dari Leeteuk, eommanya sendiri. “Kau.harus.menjelaskannya.padaku.nanti!” Hwayeon mengangguk samar saat ia berhasil membaca ucapan tanpa suara Yesung yang ditujukan untuknya.

“Sudahlah, lebih baik kita masuk, ayo sayang. Seragammu agak basah. Cepatlah mandi air hangat dan bergabunglah dimeja makan. Eomma akan segera menyiapkan makan malam untuk kita. Ayo cepat, eomma tidak mau kau sakit.” Hwayeon langsung masuk kedalam rumah digiring oleh Yesung, dan tanpa banyak kata, Yesung langsung menggiring hwayeon kedalam kamar gadis itu dan menyuruhnya untuk cepat-cepat mandi.

Hwayeon menghabiskan waktu hampir setengah jam hanya untuk mandi, dan saat gadis itu keluar dari kamar mandi, Yesung masih setia berada didalamm kamarnya. Tiduran dikasur sambil memeluk boneka Hello Kitty raksasa yang menjadi hadial ulang tahun ke-16 Hwayeon dari Yesung.

Hwayeon tersenyum saat melihat Yesung yang sepertiya sangat terfokus dengan aksinya memeluk boneka Hello Kitty raksasa tersebut sampai sampai tidak sadar kalau Hwayeon sudah keluar dari kamar mandi. “Serius sekali.” Gumam hwayeon pelan sambil tersenyum simpul.

Yesung yang mendengar suara Hwayeon menyapu indra pendengarannya sontak terbangun. Namja itu langsung mendudukan dirinya dikasur dengan posisi yang nyaman lalu memeluk boneka Hello kitty lain yang ukurannya lebih kecil, yang bertebaran dikasur Hwayeon. “Kemarilah.” Ujar yesung sambil menepuk nepuk tempat disebelahnya.

Hwayeon tersenyum kecil lalu menyanggupi permintaan Yesung. Ia berjalan mengitari ranjang lalu duduk di sisi yang bersebrangan dengan Yesung. Hwayeon kemudian mengambil boneka raksasanya yang berada disamping Yesung lalu beralih membawa boneka itu kedalam pelukannya.

Hwayeon menenggelamkan wajahnya disana, sama sekali tidak berniat wajah Yesung. “Sekarang katakana. Dari mana saja kau seharian ini eoh? Kukira kau akan kerja kelompok dengan Kyuhyun, tapi saat aku menelpon bocah itu. Dia bilang kalian tidak jadi kerja kelompok karena ada halangan. Kau tau? Saat mendengar kau hilang dia juga ikut panic bersamaku. Hah… Kau benar-benar sudah membuat banyak orang cemas hari ini.” Ujar Yesung panjang lebar.

“Mianhae.” Jawab Hwayeon singkat, padat, dan jelas.

Yesung menghela nafasnya kasar, adiknya itu memang sanat keras kepala. Percuma saja memaksanya, tidak akan berguna jika memang gadis itu tidak menginginkannya. Itu sama saja seperti kita menguras air laut, tidak akan pernah ada hasilnya. Hanya pekerjaan yang menguras waktu dan tenaga.

Yesung mengusap wajahnya kasar, merasa bingung menghadapi Hwayeon yang sekarang. “Tidak bisakah kau menceritakannya padaku? Kau hanya perlu menceritakannya padaku jika kau memang enggan menceritakannya pada eomma dan appa.” Bujuk Yesung lembut.

Hwayeon diam, memikirkan ucapan Yesung baik baik dalam hati. Haruskah? Batin Hwayeon bingung.

Menyerah, akhirnya Hwayeon memutuskan untuk bercerita pada Yesung. “Oppa, sebenarnya aku…” Hwayeon menghentikan ucapannya, merasa ragu harus mengatakan hal ini pada oppanya atau tidak. Yesung diam, membiarkan Hwayeon bicara tanpa hambatan. “A-aku, aku sering pergi mengunjungi Min eonni akhir-akhir ini.” Cicit Hwayeon pelan. Yesung terdiam, mencoba mencerna maksud kalimat yang baru saja Hwayeon lontarkan.

Hening

Yesung terus terdiam, sedangkan Hwayeon duduk gelisah ditempatnya. Diamnya Yesung malah semakin memperburuk kegugupannya. “Katakan sesuatu oppa, jangan diam saja! Aku jadi bingung kalau kau terus d-“

“APA?!!??!?” pekik Yesung keras. Hwayeon tersentak mundur dengan tubuh menegang kaku saat mendengar pekikan Yesung yang terdengar nyaring ditelinganya. “KAU BILANG APA TADI?!” teriak Yesung geram. Hwayeo mengkeret takut ditempatnya. “t-tidak perlu berteriak sekeras itu kan bisa..” cicit Hwayeon takut.

Yesung mendelik dari tempatnya, sedangkan Hwayeon semakin menunduk. Sudah menebak kalau reaksi Yesung akan sehisteris ini. Dalam hati gadis itu merutuki keputusannya tadi untuk berkata jujur pada Yesung. “Kau bilang kau – aish! Kenapa kau melakukannya?! kalau eomma tau, eomma akan sangat marah padamu kau tau!” bentak Yesung dengan suara rendah

Brakkk

“Melakukan apa? Hwayeon melakukan apa sampai sampai kau bilang kalau eomma akan marah emmh? Kalian membicarakan apa sejak tadi?” Yesung dan Hwayeon langsung membeku saat mendengar suara eommanya dari ambang pintu. Hwayeon melirik gugup kearah Yesung sedangkan Yesung terus terfokus pada eommanya.

Yesung kemudian tertawa canggung saat terus-terusan dipandangi tajam oleh Leeteuk. “A-ah, t-tidak apa-apa eomma. Eomma tenang saja. Bagaimana kalau kita turun saja? Appa pasti sudah menunggu kita dibawah sejak tadi hehehe.” Leeteuk menatap Yesung tajam, tau kalau anak laki-lakinya itu tengah berbohong.

Yesung akhirnya menghela nafas panjang. “Baiklah-baiklah, aku akan jujur pada eomma.” Kali ini Hwayeon yang mendelik kaget. Matanya membulat dengan tangan terkepal merasa marah pada Yesung. “YAK! Oppa sudah berjanji padaku untuk merahasiakannya dari eomma dan appa!!!!” teriak hwayeon tanpa sadar.

Sedetik kemudian gadis itu merutuki kebodohannya yang malah mengungkapkan rahasianya tanpa sadar pada Leeteuk. Leeteuk sendiri mengerutkan kening tak suka saat indra pendengarannya mendengar kalimat yang menyebalkan-menurutnya-

Dalam hati Yesung memaki Hwayeon yang dengan bodohnya mengatakan sesuatu yang jelas-jelas akan membuat orangtua mereka semakin curiga. “Apa yang kalian berdua sembunyikan dari eomma eoh?” tanya Leeteuk penuh selidik.

Hwayeon mengerjap gugup, sedangkan Yesung diam-diam memutar otaknya untuk mencari sebuah alasan yang cukup untuk membuat Leeteuk percaya pada mereka berdua. “Hwayeon bilang dia…” Yesung sengaja menghentikan kalimatnya, sedikit menikmati perubahan raut wajah Hwayeon yang sedemikian memelas sekarang.

Leeteuk sendiri menunggu dengan cemas, apa yang akan dikatakan Yesung? Leeteuk sama sekali tidak ada clue. “Hwayeon… Hwayeon menghilangkan gelang pemberian eomma dan appa tahun lalu di sekolah.” Ujar Yesung tiba-tiba.

“MWOOO?!!!!???” Suara teriakan itu menggema di seluruh penjuru kamar bernuansa pink tersebut. Bukan hanya Leeteuk yang berteriak, Hwayeonpun berteriak karena kaget dengan alasan menyebalkan yang baru saja Yesung lontarkan.

Gadis itu dengan cepat menyapukan pandangannya ketangannya saat perhatian Leeteuk masih tertuju sepenuhnya pada Yesung, dan bersyukur saat melihat gelang pemberian eomma dan appanya tahun lalu ternyata memang tidak ada pergelangan tangannya.

Hwayeon langsung menyengir kaku saat Leeteuk beralih menatapnya dengan tajam. “Benar itu?” tanya Leeteuk dengan suara lembut, namun bagai lonceng kematian bagi Hwayeon. “N-ne” cicit Hwayeon pelan. Aish, eomma menyeramkan sekali. Padahal aku tidak benar-benar menghilangkan gelang itu, tapi kenapa aku tetap terintimidasi oleh tatapannya? Aish, eomma pasti belajar dari Heechul ahjumma. Ck, Heechul ahjumma itu memang menyebalkan batin Hwayeon nelangsa.

Tak!

“APPO!” teriak Hwayeon kaget saat tiba-tibakepalanya terasa sakit karena dijitak oleh Leeteuk. “Sakit tau! Eomma menyebalkan!” rajuk Hwayeon sambil mengerucutkan bibirnya. “Ck, itu gelang mahal bocah! Bisa-bisanya kau menghilangkannya, kau mau eomma cincang ya?!” Hwayeon mengkeret seketika.

“Ish! Aku kan tidak sengaja!” sungut Hwayeon kesal, sesekali ia mendelik pada Yesung yang tengah menahan tawa. ”Tidak sengaja tidak sengaja! Tetap saja! Itu warisan keluarga dasar bodoh!”

Tak!

“Aish! Berhenti menjitakku! Kepalaku pusing!” ujar Hwayeon kesal sambil menghentak hentakkan kakinya. Leeteuk menatap Hwayeon gemas kemudian mencubit pipi gadis itu kencang-kencang sampai gadis itu berteriak. “OMO OMO!!! EOMMA LEPAS!! HIAH SAKIIT! EOMMAA PABBO!!!LEPASSS!!! EOMMA!!!”

Hwayeon memukul mukul pelan tangan Leeteuk yang bertengger manis di pipinya dengan cepat, berharap sang eomma segera melepaskan cubitannya di pipi gembulnya. Leeteuk terkekeh senang saat menatap hasil perbuatannya di pipi anak gadisnya itu.

Hwayeon meringis, mengelus elus pipinya yang terasa panas dan sakit akibat cubitan dahsyat Leeteuk. “Pokoknya eomma mau kau besok pulang dengan membawa gelang itu, awas saja kalau tidak. Rasakan sendiri akibatnya chagiii~” Hwayeon bergidig ngeri saat membayangkan dirinya disiksa oleh Leeteuk dengan cara yang sungguh menyiksa versinya.

Yesung yang sedari tadi menahan tawa, tak sanggup lagi membendung tawanya. Akhirnya ia tertawa lepas bahkan sampai terbatuk-batuk, membuat Hwayeon kesal setengah mati. “Ahahaha, sudahlah eomma. Lebih baik kita kebawah, kasihan appa menunggu sendirian dibawah. Hihihihi.”

Hwayeon pasrah saja saat digandeng Leeteuk keluar kamar dan turun kearah meja makan. Kangin ternyata sudah duduk dimeja makan dengan kening berkerut sambil memandangi Leeteuk yang menggandeng Hwayeon, dan Yesung yang sedari tadi tidak berhenti tertawa.

Leeteuk dan Yesung akhinya duduk disamping Kangin, sedangkan Hwayeon duduk disamping Yesung.

Pak!

“Aww! Sakit bodoh!” umpat Yesung saat merasakan kakinya berdenyut-denyut nyeri. Hwayeon sendiri mengejek Yesung sambil memeletkan lidahnya. “ra~sa~in!” ejek Hwayeon tanpa suara.

Leeeteuk memandang kelakukan kekanakan hwayeon dan yesung sambil tersenyum, sedangkan Kangin malah mengerutkan kenngnya tak mengerti. “Ada apa?” tanya Kangin bingung.

Leeteuk terkekeh sebentar, mencoba mengabaikan perdebatan kedua anaknya yang berisik. “Gelang Hwayeon hilang, ituloh, gelang yang kita berikan tahun lalu.” Kekeh Leeteuk. “APA?!” ujar kanggin kaget tanpa sadar berteriak.

Hwayeon tak menghiraukan tatapan tajam Kangin dan tetap sibuk berdebat dengan Yesung.

“Racoon appa tidak boleh marah, eomma sudah memarahiku, jadi racoon appa tidak boleh ikut-ikutan. Nanti appa cepat tua loh. Kalo appa tua, nanti appa tambah jelek. Kalau appa jelek, nanti eomma pindah hati.” Ucap Hwayeon asal.

Kangin dengan segera mendelik, namun sedetik kemudian mengela nafasnya pasrah. Percuma saja memaksa berdebat dengan anak bungsunya itu, ia akan tetap kalah. “Terserahmu sajalah~” jawab Kangin malas.

Hwayeon sendiri hanya terkekeh dan mulai makan. Makan malam dikeluarga itu cukup ramai, oh tentu saja. Ada biang keributan didalamnya, jadi tidak heran kalau kelurga itu selalu ramai setiap saat.

“Ah yaaa, aku lupa memberitahumu. Kau harus datang ke Mom House café besok ne.” ujar Leeteuk tiba-tiba, memotong perdebatan Hwayeon dan Yesung tentang siapa yang lebih selesai makan *abaikan*.

Hwayeon seketika teralih pada Leeteuk, mengabaikan Yesung yang cemberut karena aktivitasnya berantemnya diganggu oleh sang eomma. “Untuk apa kesana?” tanya Hwayeon bingung. “Ah, eomma hanya baru saja mencoba mengikutkanmu kencan buta. Ehehe.” Jawab Leeteuk tanpa dosa disertai cengengesan khasnya. “Mwo? Untuk apa?”

“Ya tidak apa-apa sih. Eomma hanya ingin.” Jawab Leeteuk sekenanya. Hwayeon sweatdrop seketika.

Kenapa eommaku seperti ini sih ? ._. batin Hwayeon bingung.

“Dengan siapa?” tanya Hwayeon spontan. “Inikan kencan buta, masa eomma beritahu sih? Nanti tidak asik jadinya. Tapi dia anak Heechul dan Hangeng kok, jadi kau tenang saja.” Yesung dan Kangin yang menyimak percakapan ibu dan anak itu mengernyitkan dahinya bingung. Yang bodoh disini siapa sebenarnya?

Hwayeon memiringkan kepalanya, memasang pose berfikir. “Siapa namanya?” tanya Hwayeon lagi. “Ah eomma lupa namanya, tapi dia tampan kok.” Jawab Leeteuk sambil tersenyum sumringah. “Ah jinjja? Apa dia tinggi?” Hwayeon akhirnya ikut-ikutan semangat. “Ya tentu saja! Kau pendek jika dibandingkan dengan dirinya, kalau tidak salah tingginya… eum.. 184”

“Huuuuaaaa, tinggi sekali dia itu? Apa dia mengkonsumsi tiang listrik eomma?” tanya Hwayeon bodoh. “Mungkin saja.” Jawab Leeteuk menanggapi tingkah bodoh anaknya. Keduanya mengangguk-ngangguk bersama seakan puas dengan pikirin mereka. Mengabaikan Yesung dan Kangin yang enatap mereka berdua datar.

“Apa dia pintar?”

“Ya, setau eomma dia pintar. Dia bisa dibilang jenius.”

“Wah benarkah? Dia umur berapa?”

“Tak tau, 18 / 19 mungkin. Mungkin sepantaran oppamu.”

“Apa kepalanya besar seperti Yesung oppa?” tanyanya tak tau diri, membuat Yesung geram.

“YAK!!!! / tidak, hanya saja dia pintar, mungkin dahinya lebar.”

“Ahh, apa dia bisa olahraga?”

“Eomma tak tau, tapi setau eomma dia masuk klub basket di sekolah.”

“Dimana sekolahnya?”

“Eomma tak tau, eomma lupa.”

“Apa dia tau kalau pasangan kencannya itu aku?”

“Tidak, kau tau sendiri bagaimana Heechul. Yeoja itu pasti hanya menyuruh anaknya itu untuk datang ke café untuk kencan dengan seseorang yang sudah ia pilihkan, tanpa memberitahu keterangan lebih. Yaah, you know lah”

“benar juga.” Jawab Hwayeon sambil mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

“Baiklah, aku akan tidur. Ah, jam berapa aku harus kesana?”

“10 kalau tidak salah. Ah jangan lupa, cari gelangmu!”

“Ck arraseo, aku tidur. Pay pay.” Hwayeon langsung beranjak dari tempatnya lalu pergi ke kamar tidurnya, meninggalkan Leeteuk, Kangin, dan Yesung di meja makan. “Apa perjodohan ini akan berhasil?” tanya Leeteuk tiba-tiba memecah keheningan. “Pasti berhasil.” jawab Yesung tanpa ragu.

-o0o-

Pagi menjelang, seberkas sinar matahari mulai memaksa menorobos masuk gorden pink yang masuk menutupi jendela. Hwayeon masih tertidur pulas di kasurnya dikelilingi koleksi boneka boneka hello kittynya.

Mata yang awalnya terpejam itu mulai bergetar perlahan, membuka sedikit demi sedikit.. Sampai akhirnya mata itu terbuka dengan sempurna. Hwayeon mengerjapkan matanya, mencoba memfokuskan pandangannya.

Kemudian gadis itu menoleh kearah jam kecil berbentuk hello kitty yang terletak tepat diatas nakas yang berada di samping ranjangnya.

09:17

“OMO!!! AKU TERLAMBAT!!!” pekik Hwayeon tiba-tiba. Gadis itu dengan cepat bangun dari ranjangnya dan berlari tak tentu arah. “Kamar mandi mana sih?!” gadis itu mengedarkan pandangannya.

Pak!

“Dasar bodoh!” umpat gadis itu pada dirinya sendiri kemudian masuk ke kamar mandi yang ternyata tepat berada di belakangnya.

Gadis itu melakukan ritual mandinya dalam waktu kurang lebih setengah jam. Gadis itu keluar dari dalam kamar mandi berbalut bathrobe yang lagi-lagi berwarna pink. Secepat kilat gadis itu berlari kearah lemari, dan langsung membuka lemarinya.

Gadis itu mengambil baju secara acak dan langsung mengenakannya. Kemudian gadis itu beralih ke meja rias, dan memoleskan sedikit make up diwajahnya.

Perfect.

Gadis itu mematut dirinya sekali lagi di kaca, memastikan jika penampilannya sudah sempurna. Gadis itu hanya mengenakan gaun berwarna kuning lembut selutut dengan model tali spaghetti. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai menutupi punggungnya.

Gadis itu menarik nafasnya sejenak lalu tersenyum sambil menatap pantulan dirinya sendiri di cermin. Setela yakin, ia menyambar tas dan sepatunya yang berwarna senada dengan bajunya, dan tak lama kemudian-

Tada!

Semuanya selesai.

Hwayeon langsung berlari keturun kelantai bawah, dan manyamperi meja makan. Disana, sudah ada Leeteuk, Kangin, dan Yesung. “Aku pergi dulu ne~” pamit Hwayeon cepat. Hwayeon mengecup masing-masing pipi kiri dan kanan mereka lalu dengan cepat beralih dari sana.

“Annyeong!!!” pamitnya sambil lalu.

Hwayeon berjalan tergesa-gesa ke café yang dimaksud Leeteuk. Jarak rumah mereka dengan café yang eeteuk maksud tidaklah jauh, maka dari itu Hwayeon lebih memilih untuk berjalan kaki, lagi pula… Jika sekarag ia ingin kencan, untuk apa membawa mobil? Ia yakin pihak namja itu pasti akan membawa mobil. Kalau tidak yaaaaa, yasudahlah.

Kriiing

Hwayeon melangkah masuk ke dalam café itu dan memilih tempat yang berada di ujung, disebelah kaca. Hwayeon kemudian mendudukkan dirinya disana. Seorang pelan datang menghampirinya. “Mau pesan apa agasshi?” tanya pelayan itu sopan.

Hwayeon menatapnya lalu tersenyum sopan pula. “Vanila lattenya 1. Gomawo.” Ujar Hwayeon ramah. Pelayan itu tersenyum sejenak lalu membalikkan dirinya.

Kriiing

Perhatian Hwayeon teralih saat mendengr suara bel yang menandakan ada orang lain yang masuk ke dalam café. Hwayeon menunggu dengan tegang ditempatnya. Kira-kira seperti apa teman kencannya sekarang? Baikkah? Tampankah? Seperti yang eommanya bilang semalam?

Kebetulan Hwayeon memilih kursi yang membelakangi pintu masuk, jadi ia sama sekali tidak bisa melihat siapa yang datang. Sampai tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya.

Hwayeon menoleh dengan gugup, dan apa yang kini tengah ia hadapi sungguh membuatnya bingung dan merasa sedikit mengganjal.

“Oppa?” sapa Hwayeon bingung. Orang yang tadi menyentuh pundak Hwayeon sepertinya juga terkejut.

“Omo! Bukankah kau Kim Hwayeon? Adik dari Yesung hyung?” ujar pria itu dengan nada ramah. Seulas senyum juga mulai tampak menghiasi bibir pria itu.

“Ne, benar.” Jawab Hwayeon sambil tersenyum tak kalah ramah.

“Ah aku yang akan menjadi teman kencanmu hari ini jika kau tidak keberatan.”

“Tentu saja tidak, Kibum oppa…”

-TBC-

Arrogant?~Prolog~

Tittle :  Arrogant?

Cast  :

Cho Hyo Jin- Kim Hyo Jin

Kim Jinhwan (Jinhwan IKON)

Kim Jiwon ( Bobby IKON)

Kim Hanbin ( B.I IKON)

Genre: romance, drama, school life

Ratt   : NC

Author: Cho Hyo Jin a.k.a Auhtor 2~

Anyeong!!!

Author 2 balik lagi!!!

Kali ini Author bikin FF NC lagi~

Dan ini Chapter NC!!! Yeay!!

Walaupun gak diprolog ini belum ada NC-nya tapi untuk chapter kedepan akan banyak sekali adegan nya*smirk*

Gomawo yang udah sempet baca-baca FF Auhtor 2 tapi jangan lupa comment yh^^

Entah kenapa Author kepikiran FF NC *reader: Author yadong!!* *Author: Gomawo~*

Kali ini FF IKON nih~

Kebetulan Author tertarik banget sama Trio Kim ini..

Sejak pertama liat IKON di ‘Who is next?’ Author udah jatuh cinta sama mereka bertiga..

Cerita ini terinspirasi dari sebuah comic yang entah judulnya apa itu(hhe)tapi Author ubah jadi FF NC~~

Semoga kalian suka, kali ini Author mau buat yang rada gak mainstream..

Semoga ini gak gagal seperti yang sebelum-sebelumnya ^^

Happy Reading

———————————————————————————-

Chapter 1 : Prolog~

YG High School.

Siapa yang tidak kenal nama sekolah itu? Jelas semuanya  tau karna di sekolah itu terdapat tiga namja yang sangat terkenal dan mereka adalah saudara! Kita sebut saja Trio Kim.

Ayo kita kenalan dengan mereka..

Yang pertama, Kim Jinhwan itu…

“Omo! Lihat itu Jihwan oppa!!!!” teriak seorang yeoja yang berakibat seluruh yeoja berlari menuju yeoja tersebut.

Ya, mereka sedang menikmati pemandangan indah. Kim Jihwan.

“And  i officially ~”  Jihwan mengakhiri nyayian dan melambai pada seluruh yeoja yang melihat kearahnya.  Dan itu membuat seluruh yeoja pingsan.

“Oppa!! Ajari aku bernyanyi!!”

“Oppa, jadikan aku pacarmu!!”

“Oppa, Tinggalah bersamaku!! Kita habiskan  sisa hidup kita berdua!!”

“Kyaaa~~~ Jihwan Oppa!!!”

Teriakan- teriakan yang memekakan telinga itu berasal dari yeoja-yeoja yang sudah sadar dari pingsannya tadi. Jihwan tersenyum ramah lalu berkata,

“ Aigo~ Kalian pingsan lagi? Lebih baik kalian perhatikan kesehatan kalian. Sekarang sudah musim penyakit. Jaga diri baik-baik ne? Oppa pergi dulu yah? Oppa ada urusan. Anyeong~” Jihwan mengedipkan sebelah matanya yang membuat seluruh yeoja kembali pingsan.

Ah,biar kujelaskan. Jihwan atau Kim Jihwan adalah jagoan dalam bidang tarik suara. Tidak pernah ia tidak memenangkan kompetisi yang ia ikuti. Selain itu dia terkenal sebagai hyung yang baik dan perhatian. Ia selalu memperhatikan dongsaeng-dongsaengnya.  Hanya itu informasi yang meluas tentang Jihwan.  Sekarang ia kelas XII.

Kita sebut saja Jihwan si Flower boy.

Oke, lanjut. Kedua yaitu si kembar  Kim Jiwon dan Kim Hanbin.

Kim Jiwon itu…

“Bobby- ah~~ Saranghaeyo!!!!”

“Bobby Oppa!! Omona!!”

“Tunjukan absmu!!!”

“Kyaaa~”

“Oppa, bisa kau ajari aku bermain basket?” tanya yeoja genit yang  diketahui bernama Jang Sa Ha.  Sebenarnya Sa Ha itu sepantara dengan Jihwan namun ia selalu ingin semua orang menganggapnya masih kecil. Dan itu menjijikan.

“Noona sudah kubilang kau itu lebih tua dariku. Tapi bagaimana yah? Aku tidak bia mengajarimu. Mungkin Junhoe bisa. Coba tanyakan saja pada dia. Aku ada urusan. Bye~”

“Kya~~” semua yeoja menjerit mendengar Bobby a.k.a Jiwon berkata seperti itu sambil melambaikan tangannya.

Tak berbeda jauh dengan hyungnya ia pun terkenal. Ia sosok yang menyenangkan dan supel. Selain itu ia jagoan tim basket dan rapper handal. Wajar saja dia terkenal. Nama tenarnya sih Bobby si Funny boy.

Oke, sekarang yang terakhir.

Kim Hanbin itu..

“Hanbin-ah~”

“Hanbin-ah, jadilah namjachinguku~”

“Hanbin-ah, mau makan denganku di kan-“

“Bisakah kalian diam? Ini sedang di perpustakaan. Disini dilarang ribut. Kalau ingin ribut, sana pergi ke pasar!” Hanbin menggertak mereka pelan. Ia sedang ingin fokus membaca bukunya.

“Kya~ Hanbin sangat keren saat membaca buku~~”

“Ia semakin tampan jika sedang kesal~”

Hanbin hanya memukul dahinya. Ia sangat bosan dengan keadaan seperti ini.
“Terserah kalian saja. Aku mau pergi. Aku ada urusan.”

“Bye, Hanbin-ah~~”

“Ew.. dasar noona girang.”

Dia sedikit berbeda dengan kedua hyungnya. Ia sangat dingin. Namun, kecerdasannya melebihi  orang-orang. (Kecuali hyung-hyungnya karna mereka semua memiliki IQ yang mengagumkan) Hanbin juga terkenal sebagai namja yang penuh charisma dan rapper handal seperti Bobby. Kadang mereka bertiga tampil bersama.

Hanbin dan Jiwon berada di kelas XI.

Yeah, intinya mereka semua orang tenar. Cool Kids. Tapi ternyata mereka punya suatu rahasia yang semua orang tidak tau…

*skip time*

Kantin kali ini sedang penuh. Bukan karna adanya Trio Kim! Tapi karana ada seorang yeoja yang jatuh dengan keadaan yang err.. mengenaskan?

“Eh? Hyo Jin? Kenapa kau seperti itu?” terdengan suara lembut yang berasal dari seorang namja.

*Hyo Jin POV*

BRUK

“Aw.. Appoyo~” aku memegang kepalaku yang terantuk sebuah batu. Yah, kenalkan aku Kim Hyo Jin. Aku adalah orang yang sangat ceroboh. Aku selalu bergantung pada Oppaku.

Sebentar, kenapa bajuku terasa dingin yah? Minumanku juga dimana yah?

Jangan-jangan..

“Aish, kenapa tumpah sih?”

Aku membenarkan bajuku yang sudah basah kuyup. Dan yang membuatku semakin geram adalah tidak ada seorangpun yang menolongku!!!

Aish, jinjja.

“Eh? Hyo Jin? Kenapa kau seperti itu?”. sepertinya aku mengenal suara ini.

“Jinhwan Oppa!” aku tersenyum saat melihat Jinhwan oppa berlari menujuku.

HUP

“ Hyo Jin, jangan duduk di tanah. Ini kotor.” Seorang namja mengendong ku. Dan aku tau pasti ia siapa.

“Jiwon Oppa!” aku semakin tersenyum melihatnya.

PLUK

“Apa yang terjadi?” tiba- tiba sebuah jas sudah berada di pundakku. Yah, siapa lagi yang berbicara dengan nada dingin kalau bukan..

“Hanbin Oppa! Jiwon Oppa, turunkan aku.” Aku menyuruh Jiwon Oppa untuk menurunkanku.

“ Jawab aku Kim Hyo Jin. Kenapa bisa seperti itu?” Hanbin Oppa bertanya lagi padaku.

“Eum.. tadi aku tersandung dan minumanku tumpah. Yah, seperti itu.” aku menundukan kepalaku . Jinhwan menegelus kepalaku pelan.

“Gwaenchana. Kau harus berhati-hati.” Katanya sambil tersenyum

“Kau harus lebih menjaga diri jika tidak berdekatan dengan kami, Jinie~”  Kali ini Jiwon oppa membelai  kepalaku .

“Ne, oppadeul.”

“Chakaman, kau itu siapa?” tanya seorang yeoja yang kurasa namanya Jang Sa Ha. Yah, aku membaca name tagnya.

“Dia dongsaeng kami.” Jawab Oppaku bersamaan.

“MWO?!?!!”

Hah, mulai lagi…

Selalu saja seperti ini. Aku tau oppa ku itu sangat terkenal dan tampan luar biasa. tapi kenapa banyak orang yang tidak percaya kalau kami itu saudara?

Aku tidak seburuk yang kalian liat.Aku hanya sedikit berbeda dari oppaku.  Aku tau aku ini termasuk orang yang kurang menarik,  Aku ceroboh,  tidak mencolok, kepintaranku juga standar. Tak memiliki bakat yang hebat. Aku terbilang pendek untuk ukuran anak SHS. Aku juga pemalu. Aku juga-

Baiklah, aku akui aku sangat bertolak belakang dengan oppa ku.

“Kau tidak percaya? Bukankah kau sudah kuberi tahu kemarin?” Jiwon oppa bertanya. Jadi, dia sudah tau kalau aku akan masuk sekolah ini? Aish, padahal aku tidak ingin ada yang tau kalau aku adik dari Trio Kim yang sangat terkenal ini.

“Jadi kau Kim Hyo Jin?” Sa Ha eonni. Aku mengangguk. Hah, masa JHS ku akan terulang lagi.

“Lebih baik kalian bubar saja. Hyo Jin sangat tidak suka di kelilingi banyak orang.” Hanbin Oppa mengatakannya dengan aksen dinginnya. Tipe Hanbin sekali.

Dan dalam sekejap kumpulan orang itu lenyap. Hanbin oppa jjang!!

“Kenapa tidak bilang kalau kau sudah pulang?” tanya Jihwan Oppa sambil membenarkan rambutku.

“Oppa, apa itu penting? Kan kelas X pulang lebih awal dari kelas XII dan XI. “ aku menjawabnya sambil membenarkan baju Jihwan oppa. Bajunya sedikit berantakan akibat berlari kencang tadi.

“Sangat penting! Kami tidak ingin kau terluka akibat jatuh seperti tadi. Kau tau kan kau ini sangat ceroboh. “ Jiwon oppa semangat.

“Mianhae sudah membuat oppa khawatir.” Aku menundukan kepalaku lagi.

“Sudahlah, apa sekarang kau mau pulang?” tanya Hanbin oppa.

“Ne. Aku pulang yah. Oppa masih ada ekskul kan? Aku pulang duluan saja. Sampai bertemu di rumah.” Saat akan melangkahkan kaki, tanganku di pegang oleh tiga tangan.

“Wae?” tanya ku heran.

“Poppo.” Jawab mereka kompak. Aigo~ apa aku belum cerita kalau mereka akan manja jika hanya ada aku? Sepertinya belum. Nah, itu sudah kuceritakan. *apasih?*

“Aigoo~ Ne” aku kembali mendekati mereka.

Chu~ kucium pipi Jihwan oppa.

Chu~ kucium pipi Jiwon oppa.

Chu~ kucium pipi Hanbin oppa.

“Sudahkan? Aku pulang duluan yah. “

“Chakaman.” Teriak mereka bertiga. Apalagi kali ini?

“Sebenarnya kami juga sudah pulang jadi kita pulang bersama, ne?”  Jihwan oppa mengatakan itu dengan wajah tanpa dosa.

-_______________-

Hanya itu ekspresi yang tergambar diwajahku. Kenapa tidak bilang dari tadi?!

“Ne. Kalau begitu ayo. Aku sudah lapar!!! Hyo Jin-ah, buatkan nasi goreng kimchi buat oppa ter-handsome ini yah?” kata Jiwon oppa sambil menaik turunkan alisnya.

“Ne, akan kubuatkan untuk WonWon oppaku yang ter-handsome ini~” Aku membelai pipi Jiwon oppa. Jiwon oppa sangat suka jika aku mengelus pipinya.

“Lalu untuk oppa?” Hanbin oppa mendorong Jiwon oppa dan menaruh tanganku ke pipinya juga. Cemburuan.  Tipe Hanbin oppa banget.

“Oppa mau aku masak apa?” tanyaku sambil tersenyum.

“Eum.. aku ingin kimbab!” satu sifat Hanbin oppa yang tidak pernah diketahui oleh orang banyak adalah kekanak-kanakan. Ia hanya memperlihatkan sifat itu di depanku dan juga Jihwan dan Jiwon oppa.

“Oke, sir. Aku akan membuatkanya khusus untuk HanHan oppa~” Aku mengusap pipinya pelan. Hanbin oppa pun tersenyum.

“Ehem, jadi HyoHyo  tidak mau menanyakan pada HwanHwan oppa?” kata Jihwan oppa.

“Mianhae, HwanHwa oppa~ HyoHyo lupa. Jadi HwanHwan oppa mau apa?” tanyaku. Omo~ mereka semakin imut jika memanggil namaku seperti itu.

“HwanHwan oppa mau bibimbap! HwanHwan oppa sangat lapar.” Kata Jihwan oppa sambil menggunakan puppy eyesnya.

“Ne ne, HyoHyo akan memasak nasi goreng kimchi untuk WonWon oppa, kimbab untuk HanHan oppa, dan bibimbap untuk HwanHwan oppa. “  kataku.

“ Gomawo HyoHyo~” kata mereka kompak. Aigo~ lucu sekali mereka.

*Hyo Jin POV end*

*next day*

“Oppadeul~ aku pergi belanja dulu ne~”

“Ne!”

Hyo Jin pun pergi berbelanja meninggalkan ketiga kakaknya yang saling menatap tajam.

“Baiklah, akan kubuka pertemuan kita ini. Seperti yang kita tau, kita mempunyai sebuah rahasia tentang Hyo Jin dan jangan sampai Hyo Jin tau.” Jinhwan memulai percakapan.

“Tentu saja. Aku tidak pernah membocorkannya. Kupikir kita harus hati-hati dengan Hanbin. Ia paling dekat dengan Hyo Jin.” Jiwon memandang Hanbin.

“Ya! Apa maksudmu,hyung?! Aku tidak pernah memberitahu Hyo jin! Jangan menuduhku begitu.” Hanbin berteriak dan memukul lengan Jiwon.

“Ne.. ne.. Mianhae..  aku hanya bercanda tadi.” Jiwon meninta maaf.

“Dan kurasa kita bertiga memiliki perasaan yang sama pada Hyo Jin. Jadi sebenarnya aku ingin membahas ini dari tadi. Sebagai yang paling tua, aku yang akan menjaga HyoJin.” Kata Jihwan.

“Tidak bisa! Hyo Jin butuh orang yang kuat. Dan itu adalah aku! Kim Jiwon!”

“Tidak! Dia butuh orang yang tenang! Bukan berisik seperti kau!” sudah pasti itu Hanbin.

“Baiklah. Bagaimana kalau mulai sekarang kita bersaing untuk mendapatkan Hyo Jin? Otte?” Jihwan menyarankan.

“Baik! Setuju!” Jiwon dan Hanbin menjawab dengan tegas.

“Baiklah! Kita mulai dari hari ini!”

“Oppa?”

“Hyo Jin?!”

-TBC-

Bagaimana?

Tunggu chapter selanjutnya ya~

Gomawo yang udah mau baca!!

 

~Cho Hyo Jin

Crazy Idea~

Tittle : Crazy idea~

Cast  :

Cho Hyo Jin

Jung  Yonghwa (Yonghwa CN Blue)

Other :

Park Eun Hye

Jung Yoon Hee

Kim Hwa Yeon

Cho Kyuhyun

Genre        : romance, school life , smut

Ratt   : G

Author       : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~

Anyeong readers!!!!

Author bawa cerita tentang Yonghwa oppa~

Entah kenapa otak yadong Auhtor sedang berjalan lancar tanpa buffering..

Jadi yah, FF-nya ceritanya G tapi ada smut nya sedikit hehe…

Makasih yang udah mau baca FF nista dari Author 2*terharu*

Author tau ini sedikit(mungkin banyak) mainstream tapi ini yang bisa Author berikan *jijik*

Oh ya, Author nyelipin lagu Amber feat Eric Nam yang Just Wanna karna so sweet banget liriknya^^

Coba dengerin lagu itu sambil baca FF ini pasti.. gak nyambung hha~

Yah, lebih baik kita mulai ceritanya..

Happy reading!!!!

———————————————————————————-

‘Kau tidak usah bernyanyi, desahanmu sudah sangat merdu ditelingaku~’ –Yonghwa-

.

“Ya! Jung Yonghwa!! Kau harus bertanggung jawab,eoh!!!” suara melengking itu datang dari ketiga  yeoja yang baru memasuki suatu kamar dengan wajah shock. Sangat berbeda dengan seorang namja dibelakangnya. Terlihat sang namja yang tersenyum bangga. Suaranya sampai membangunkan kedua insan yang tadinya masih terlelap dengan damai.

“K-kalian..” Sang yeoja tergagap melihat teman-temannya menatap garang padanya.

“Sudah bangun, Cho Hyo Jin?” tanya Kyuhyun dengan senyuman dan mata berkaca-kaca. Yah, nama yeoja itu Hyo Jin. Dan namja di sebelahnya pasti kalian sudah tau karana disebut diawal cerita. Ya, Yonghwa.

“T-tenang.. aku bisa jelaskan ini.” Entah sejak kapan Yonghwa sudah bangun. Ia mengambil nafas dalam lalu berkata,

“Sebenarnya….”

*Flashback on*

Hyo Jin merasa sedih karna keadaannya sekarang ini. Ia sedang sakit tenggorokan sehingga ia tidak mencapai nada tinggi saat berlatih menyanyi tadi. Akhirnya Hyo Jin sampai di apartementnya. Yah, ini adalah apartementnya bersama tiga sahabatnya.

“Hyo Jin-ah~” panggil Yonghwa yang merupakan senior dan oppa dari salah satu sahabatnya, Yoon Hee.

“Waeyo, oppa?” tanya Hyo Jin sambil menutupi suara seraknya.

“Kau sudah tau tentang konser universitas kita?” tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku.

“Belum. Memang kenapa?”

“Kita akan bernyanyi bersama. Ini lagu yang akan kita bawakan.” Yonghwa mengulurkan tangannya untuk memberi partitur lagu yang akan mereka bawakan.

“Omona~ ini lagu Just Wanna? Aku suka sekali lagu ini!! Neomu joha~~” Hyo Jin berteriak sehingga suara seraknya terdengar Yonghwa.

“Hyo Jin, gwaenchana?”

“Sebenarnya aku sedang sakit tenggorokan. Bisakah oppa membantuku?” Hyo Jin menggunakan puppy eyesnya.

Andai ia tau kalau Yonghwa sudah tidak tahan untuk tidak ‘memakan’nya. Sebenarnya ia sudah memendam perasaan suka pada Hyo Jin sejak kecil. Mereka bertiga- Yonghwa,Yoon Hee, dan Hyo Jin- merupakan teman kecil.

Cling(?)

Kalau ini cartoon pasti sudah terlihat lampu yang bersinar diatas kepala Yonghwa.

“Aku tau bagaimana menghilangkan suara serak itu. ini semua karna kau jarang pemanasan. Kajja aku akan mengajarimu pemanasan suara yang benar. “ Yonghwa menarik tangan Hyo Jin kedalam kamar Hyo Jin.

“Benarkah? Oppa baik sekali. Aku harus bagaimana?” Hyo Jin berkata dengan polos. Ia tak sadar bahwa ada yang sedang mengincar tetesan darah keperawanannya. –ini bukan horror-

“Yoon Hee, Hwa Yeon dan Eun Hye mana?” tanya Yonghwa.

“Eh? Eun Hye sedang ada kelas, sedangkan maknae pabbo itu sedang jalan dengan Kyu oppa.Yoon Hee sedang ada penelitian kan? Kau ini aneh sekali. Kau kan oppa nya Yoon Hee.” kata Hyo Jin.

“Aigo, aku lupa. Kapan mereka akan kembali?” tanya Yonghwa.

“Molla~ tapi kata mereka mungkin besok siang mereka sudah datang.” Jawab Hyo Jin polos.

“Baiklah. Ini akan mudah dilakukan.” Bisik Yonghwa.

“Mudah? Memang kita kan apa?” Sayang sekali Hyo Jin tidak menyadari adanya bahaya yang mengincarnya.

“Mudah saja. Kita nyanyikan lagu itu dengan posisi kau dipangkuanku. “ Yonghwa duduk di sofa panjang itu. Hyo Jin masih terdiam.

“Apa itu bisa membuat suaraku kembali?” ia menatap tak percaya pada Yonghwa.

“Tentu. Kalau kau tidak percaya, kita buktikan saja.”

Hyo Jin duduk dipangkuan Yonghwa dengan posisi saling berhadapan. Awalnya ia merasa sedikit merasa aneh. Namun, demi suaranya ia rela.

“Baik. Akan kumulai. “ Music minus one itu terdengar dari handphone Yonghwa. Yonghwa menarik nafasnya lalu bernyanyi sambil menatap Hyo Jin lekat. Ia ingin setiap lirik yang ia ucapkan tersampaikan pada Hyo Jin.

When I first walked in the room

I saw your face

Baby girl i was so amazed

I caught you smilling back at me

But i didn’t know what to say

Ia bernyanyi sambil menyentuh wajah Hyo Jin. Hyo Jin yang terlena akan sentuhan Yonghwa hanya memejamkan matanya. Tangan Yonghwa mulai bergerak nakal.

Sekarang giliran Hyo Jin yang bernyanyi. Ia menatap Yonghwa. Sebenarnya ia sudah menyukai Yonghwa sejak kecil juga. Mereka ternyata saling mengejar.

Sama seperti Yonghwa ia ingin Yonghwa tau kalau ia sangat mencintainya.

Hey now baby boy

Don’t you know

I’m ready for you,you,you

Now boy what you gonna do

Yonghwa menangkap pesan dari Hyo Jin. Ia membelai rambut Hyo Jin.

(Eric Nam )Cause i know you the one i’ve been searching for

(Amber)I know with you my life means more

(Eric Nam)I wish i could say these things to you

(Amber) Come here baby boy let me listen to you

Tak hanya suara mereka yang beradu. Mata mereka saling beradu. Melemparkan tatapan sayang satu sama lain. Entah kenapa mereka baru sadar jika mereka sudah tidak menggunakan sehelai baju. Rona merah mulai menjalar di kedua pipi Hyo Jin. Yonghwa mengangkat wajah Hyo Jin. Memandangnya intens.

I just wanna love you

Give me that chance wanna hold

Baby you know that i need you i need you

And i’m wondering all the time

Yonghwa menyanyikan itu sambil terus mengusap pipi Hyo Jin. Hyo Jin tersenyum dan membalasnya dengan nyanyiannya

If you love come on over get to know me

Baby cause i know you need me, you need me

And i want you in my life

Hyo Jin memeluk Yonghwa. Yonghwa melepaskan pelukannya dan mematikan lagu dari handphonenya.

“Hyo Jin, saranghae.”

“Nado saranghae, Yonghwa oppa”

“Can i?” Yonghwa menghirup

“Sure. I’m yours.”

“Thanks.”

Ciuman pun bisa dilewatkan pasangan ini. Memang awalnya hayna sebuah frech kiss biasa. namun semakin lama semakin menuntut  sehingga Yonghwa sudah berada diatas Hyo Jin dengan tangan yang berkeliaran liar.

Hyo Jin menimatinya. Ia disentuh oleh orang yang ia pikir tidak dapat ia dapatkan. Seorang Jung Yonghwa.

Tinggalah desahan- desahan yang menemani mereka.

 *Flashback off*

“Aish, jinjja! Solusi macam apa itu sebagai calon dokter itu tidak masuk akal!” teriak Yoon Hee. Ia bahkan sampai bangkit dari duduknya.

“Jinjja.. Hyo Jin eonni, neon jongmal pabboya!!!” Hwa Yeon memukul kepala Hyo Jin.

“Aw.. Appoyo~ tapi itu berhasil. Buktinya suaraku sudah tidak serak lagi!” Hyo Jin mengelus kepalanya. Lalu Yonghwa mencium pucuk kepala Hyo Jin dengan lembut yang berakibat banyaknya decihan dari keempat orang yang berada disitu.

“Bisakah kalian tidak pamer kemesraan? Kau tau kan disini ada yang ehemjombloehem.” Kyuhyun mengecilkan suaranya di akhir kalimat. Yah, ia sedang mengejek Eun Hye.  Sedangkan yang diejek hanya mengerjapkan matanya polos hingga..

PLUK

“Ya!! Oppa !!! Sini kau!! Akan kupotong kecil-kecil kau!!”  Jurus tenaga kuda Eun Hye pun keluar. Yah, itu kata yang paling cocok. Tenaga kuda.

“Ya, sudah hentikan dulu! Kenapa kau polos sekali,eoh? Aku saja langsung tau kalau kau akan berakhir di ranjang saat mendengar cerita Yonghwa.” Hwa Yeon bertanya.

“Itu semua karna aku masih polos. Tidak sepertimu! Kau sudah tercemar dari Oppa pabboku! Kau itu pelupa tapi untuk urusan yadong tak pernah lupa! Kalian adalah pasangan yadong!!” Hyo Jin berkata.

Yah, Hwa Yeon sudah sekitar dua tahun berpacaran dengan Kyuhyun. Yang merupakan oppa dari Hyo Jin.

“Memang kau tidak yadong? “ Yoon Hee menatap Hyo Jin dengan tatapan meremehkan. Hyo Jin merasakan kalau akan ada yang terjadi padanya.

“Lalu ini apa?!” Yoon Hee membuka laptop Hyo Jin dan membuka folder yang tertulis ‘Innocent’. Dan omona!! Itu folder yang berisikan video yadong! Yonghwa hanya tekaget melihatnya.

“Pantas saja kau terlihat sangat ahli saat women on top.” Yonghwa menggoda Hyo Jin. Wajah Hyo Jin memerah.

“Ya! Kau membongkar aibku!” Hyo Jin memukul kapala Yoon Hee.

“Aw~ Siapa suruh kau bermasturbasi setiap malam sambil memanggil oppaku, eoh?” Yoon Hee semakin memojokan Hyo Jin.

“Wah? Jinjjayo?” Eun Hye berpekik kaget.

“Ne! Berisik sekali! Aku bahkan merekamnya. Dengarkan ini!”

Yoon Hee membuka handphonenya dan memutar rekaman suara Hyo Jin.

“ehmm.. ahhh.. ssh.. lebih.. moreh.. deeper,, akh! Disith~ yah, disituh.. Akh, Yonghwa oppa.. Shh~ Ahh.. F-faster.. like that~ ah~ Aku hampir,.. sampaih.. Ahh..ah.. Ah.. oppa!~ Ahh~ Feels good~”

Rekaman itu selesai. Yonghwa yang sedang menahan ‘adik’nya yang hendak bangun mendengar suara Hyo Jin.

“Aigoo~ ternyata kau juga nakal, Jinie~” panggil Kyuhyun.  Hyo Jin? Ia sedang berusaha menutupi rona merah pipinya di dada Yonghwa.

Saat hendak memarahi Yoon Hee lagi, tiba-tiba..

KRINGG KRINGGG

“Omo! Ravi Oppa! Yeoboseyo!! Oppa~” Yoon Hee segera keluar kamar dengan bahagia. Hyo Jin hanya mengutuk Ravi yang menelpon Yoon Hee disaat yang tidak tepat-baginya-

FYI, Ravi itu adalah namjachingu Yoon Hee yang sekarang berada di Amerika karna perjalanan bisnis. Dan merupakan sepupu dari Hwa Yeon.

“Chagi, apa kau mau ‘olahraga’ pagi?” tanya Kyuhyun sambil menaik turunkan alisnya itu. Hwa Yeon memukul manja lengan Kyuhyun dan langsung menari Kyuhyun ke kamar mereka-kamar Hwa Yeon lebih tepatnya-

“Eun Hye-ah, kau tidak keluar?” tanya Yonghwa sambil menatap Eun Hye yang sudah badmood.

“Kalau aku keluar kalian akan melakukan lagi kan? Daripada aku frustasi di kamar lebih baik aku melihat secara live saja. Tak usah malu-malu.” Eun Hye menyamankan duduknya.

“Kau tau saja. Aku sudah sangat hard mendengar desahan Hyo Jin tadi. Ternyata desahannya memang lebih merdu daripada suaranya.” Yonghwa menggoda Hyo Jin.

“Oppa~ jangan begitu aku malu” Hyo Jin makin memeluk Yonghwa.

“Jadi kau mau nonton live? Boleh saja. Mari kita beri pertunjukan yang hebat unutk Eun Hye! ”  Yonghwa tersenyum. Berbeda dengan Hyo Jin.

“Andwae!! Ah~” Teriakan Hyo Jin berubah menjadi desahan saat Yonghwa memainkan nipple Hyo Jin.

“Akh!! Aku tak sanggup!!” Eun Hye sudah berlari terbirit-birit menuju luar rumah. Kamar ini bukan tempat yang aman untuknya dan juga otak polosnya.

Hyo Jin dengan Yonghwa , Kyuhyun dan Hwa Yeon yang sama berisiknya dengan Hyo Jin.

Eun Hye pergi mengungsi ke kamar Yoon Hee. Dan itu adalah pilihan yang sangat sangat tidak tepat.

“Yoon Hee, aku ingin disini dulu. Aku tidak betah dengan desahan dua couple itu. Mereka berisik sekali.. kau tau? Mereka bahkan menunjukan sec-“

Eun Hye menatap keadaan sekelilingnya.

  1. Cairan yang entah apa dan darimana
  2. Yoon Hee yang tertidur dengan nafas yang tidak teratur
  3. Sebuah alat yang tertanam di’dalam’ Yoon Hee.
  4. Desahan dari Yoon Hee

Dari ciri-ciri diatas En Hye langsung keluar dari kamar itu menuju luar rumah. Tetap dengan teriakannya.

“AAAAA!!!!!”

Ternyata Yoon Hee sedang..

.

.

.

melakukan phone sex…..

Mirisnya hidup Eun Hye.

BRUK

“Mianhae. Aku tidak melihatmu tadi.” Seorang namja membantu Eun Hye bangun. Eun Hye menatap namja itu sampai tidak berkedip.

“Kau tidak apa-apa, Agasshi?” tanya namja itu khawatir.

“Gwaenchanayo. Bolehkah kutau namamu?” Eun Hye merasa jantungnya berdegup dengan cepat saat melihat namja ini.

“Tentu. Ini kartu namaku. Disitu ada nomer handphoneku. Senang mengenalmu…”

“Eun Hye. Park Eun Hye.”  Jawab Eun Hye antusias.

“Baiklah, Eun Hye. Aku harus pergi. Aku tunggu telponmu^^” namja itu meninggalkan Eun Hye yang masih tersenyum dan tak bisa tau harus bagaimana.

“Apa ini yang namanya jatuh cinta? Aku? Jatuh cinta? Yay~~~~” Eun Hye berteriak di tengah jalan.  Ia melihat kartu nama itu. ia mengeja namanya.

“ Kim.. Tae..hyung, Kim Taehyung!!! Kau akan jadi milikku!!” Teriak Eun Hye.

Tanpa Eun Hye sadari, ada lima orang yang sedang melihat tingkah bodohnya itu.

“Sepertinya karna ini lah  Eun Hye eonni  tidak boleh jatuh cinta.”- Yoon Hee

“Itu Eun Hye eonni? Eh? Eun Hye eonni itu siapa?”-Hwa Yeon

“Neon nuguya?  Nan molla~”-Hyo Jin.

Kita tinggalkan saja Eun Hye bergila ria.

END

Bagaimana? Rame gak?

Comment sama likenya diharapkan nih^^

Gomawo yang nyempetin baca FF ini

Sampai ketemu di FF selanjutnya^^

~Cho Hyo Jin

I’m in Love – Part 1

“oppa! Kumohon, belum saatnya mereka tau. Aku akan memberitau mereka sendiri, tapi tidak sekarang. Kumohon oppa, untuk sekarang jagalah rahasia ini untukku.” Hwa Yeon menggigit bibirnya kuat, mencoba menahan isak tangis yang hendak keluar dari bibirnya. Yesung memandang Hwa Yeon sendu, kemudia dengan cepat menarik gadis itu kedalam dekapannya.

“Arraseo, tenanglah. Bernafaslah dengan benar. Oppa tidak mau kau harus masuk UKS atau lebih parah, RS karena asmamu kambuh. Oppa yakin kau tidak membawa Inchalermu sekarang. Betul kan?” Hwa Yeon yang tadinya siap menangis, langsung terkekeh.

“Bagaimana oppa tau kalau aku tidak membawa Inchalerku?” tanya Hwa Yeon manja.

“Cih, oppa mengenal dirimu luar dalam chagiya.” Hwa Yeon mengerucutkan bibirnya sebal, tapi kemudian mengeratkan pelukannya pada tubuh oppanya itu.

“Oppa memang menyebalkan, tapi aku sangat menyayangimu oppa. Gomawo ne, buat semuanya.” Yesung terkekeh kemudian mengangguk pelan. Dikecupnya lembut puncak kepala Hwa Yeon kemudian menumpukan dagunya dipuncak kepala gadis itu.

“Jangan pernah tinggalkan oppa. Oppa tidak siap kehilangan adik oppa yang paling manis.” Ujar Yesung lirih. Hwa Yeon terenyah, ia menggelengkan kepalanya pelan.

“Aku tidak akan meninggalkan oppa, aku berjanji.”

Aku tidak akan meninggalkanmu oppa. Setidaknya, tidak sekarang.

.

.

.

Title: I’m in Love

Author: Kim Hwa Yeon

Genre: school life, friendship, romance

Cast:

  • Kim Hwa Yeon (OC)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Kim Kibum (Super Junior)
  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung as Hwa Yeon’s oppa (Super Junior)

Other:

  • Kim Young Woon a.k.a Kangin as Hwa Yeon’s appa
  • Park Jung Soo a.k.a Leeteuk as Hwa Yeon’s eomma (GS)
  • Tan Hangeng a.k.a Hankyung as Kyuhyun’s appa
  • Kim Heechul a.k.a Heechul as Kyuhyun’s eomma (GS)

I'm in Love

Warning:

typo bertebaran, cerita tidak menarik

Disclaimer:

Kyuhyun punya Sparkyu, SME, Super Junior, orangtuanya, ELF, dan Tuhan YME. Saya cuma pinjem nama. Hihihi

Note:

Oke… akhirnya author publish juga part 1 nya. Chapter ini sedikit pendek karena bikinnya ngebut. Gapapaya? Maaf lama ngepostnya… Oke, jadi sekarang..Silahkan baca kalau anda ingin baca. Saya ga masalah dengan silent readers. Saya lebih menghargai orang yang menjadi silent reader dari pada ngebash disini.

Disini juga ada Gender Switch untuk leeteuk dan heechul, jadi yang tidak suka lebih baik tekan tombol back yang berada di pojok kiri atas. Hehehe.

Terimakasih ^^

 NB: Bold untuk flashback

***

I’m in Love chapter 1

Started

 .

.

.

Hwa Yeon mematut dirinya sekali lagi di kaca kamarnya, lalu kembali mengulas senyum di bibirnya saat tau kalau dirinya sudah terlihat sempurna.

Apa aku bisa? Aku tidak yakin akan bisa melakukannya, tapi… aah, sudahlah. Kau harus semangat Hwayeon-ah. Fighting!!!!

“Pagi eomma, appa, oppa.” Hwayeon mengecup pipi ketiga orang paling berharga miliknya kemudian mendaratkan bokongnya di kursi yang kosong yang terletak tepat disebelah oppanya.

“Eoh, pagi chagiya.” Gumam Yesung acuh. Yesung, namja itu menatap makanan yang terjadi didepannya dengan mata berbinar-binar. Tanpa aba-aba, tangan kanannya terjulur hendak mengambil sepotong paha ayam goreng tapi belum sempat ia menyentuhnya…

Plak!

“Aaaaah, kenapa eomma memukulku?! Aku ingin makan! Lapar lapar lapar.” Rajuk Yesung sambil kembali mencoba meraih ayam goreng yang berada di hadapannya.

Sreeeeet

“Aaah EOMMA!!!! KEMBALIKAN! AKU MAU AYAM GORENGKU! AISH! KEMARIKAN!!!!!!” Hwayoen mengernyitkan dahinya tak suka saat Yesung terus saja berteriak dan merengek agar eommanya mengembalikan ayam gorengnya. Gadis itu kemudian memejamkan matanya, kepalanya terasa berdenyut-denyut, dadanya terasa sesak, dan pandangannya sedikit mengabur.

Kangin, sang appa ternyata meyadari keanehan buah hatinya. Ia memperhatikan anaf perempuannya itu dengan lekat, sedikit khawatir saat menapati wajah pucat anak gadis satu-satunya itu. “Kau tidak enak badan Hwayeon-ah? Wajahmu pucat sekali. Kalau sakit, jangan memaksakan masuk sekolah. Minta izin saja, biar oppamu yang meminta izin pada wali kelasmu.” Ujar Kangin perhatian.

Sejenak ruang makan tersebut hening, Yesung suda mengalihkan pandangannya dari pujaan hatinya –baca: ayam goreng- dan beralih memandang sang adik yang tak dipungkiri, wajahnya sangat pucat. Yesung mndesah dalam hati, dadanya sesak, ingin sekali ia berteriak kepada adik keras kepalanya itu untuk tidak bersikap sok kuat lagi.

Baru saja Yesung ingin membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tiba-tiba tangannya digenggam diam-diam oleh Hwayeon dibalik meja. Yesung menggeram samar saat menyadari apa maksud adiknya itu.

Hwayeon akhirnya membuka matanya dan memaksakan sebuah senyum lemah. “Aniya appa, aku hanya kelelahan saja. Aku tiak mungkin ijin hari ini, banyak sekali ulangan. Aku juga tidak ingin tertinggal pelajaran. Aku akan tetap sekolah. Lagian, aku kan sekelas dengan Yesung oppa, kalau aku tidak kuat, aku akan meminta oppa membawaku ke UKS atau pulang. Jangan khawatir arra?” Kangin memandang anak gadis satu-satunya itu dengan ragu. Tapi pada akhirnya, ia hanya menghela nafas dan mengangguk.

Suasana kembali hening, Yesung akhirnya merebut ayam goreng dari tangan Leeteuk dan memakannya dengan cepat memmbuat suasana yang tadinya hening jadi ricuh akibat gelak tawa dan perdebatan Leeteuk dengan Yesung. “Dasar anak nakal, bahkan eomma dan appa belum makan. Setidaknya biarkan yang tua dulu, sopanlah sedikit bocah.”

Yesung melanjutkan makannya dengan tenang, sama sekali tidak mengindahkan teguran Kangin dan tatapan membunuh yang Leeteuk berikan untuknya. Hwayeon tersenyum simpul melihatnya. Diam-diam ia berdoa dalam hati. Berharap agar Tuhan berkenan memperpanjang umurnya, memperbolehkannya merasakan kebahagiaan ini lebih lama lagi, bersama orang-orang yang ia cintai.

Dan di sisi lain, Yesung pun berdoa dalam diam tanpa menghentikan kegiatan makannya. Berilah adikku kekuatan. Aku tau dia lelah, aku tau dia sakit, tapi dia tidak mungkin bertahan selamanya…Karena itu bantu adikku, aku tidak bisa membantunya…hanya kau yang bisa, bantu kami. Aku belum ingin kehilangan adikku satu-satunya, salah satu penyemangat hidupku.

 .

 .

-o0o-

 .

 .

Hwayeon berjalan pelan di lorong sekolah dengan tatapan kosong, sama sekali tidak menyadari kehadiran namja-namja dan yeoja yang tengah menatapnya dengan pandangan kagum dan mata berbinar.

Yesung yang sedari tadi merangkul Hwayeon sendiri hanya bisa diam, tidak ada satupun kalimat yang keluar dari kedua belah bibir mereka. Seakan ada sesuatu yang mengunci mulut mereka. Yesung mengeratkan rangkulannya pada Hwayeon, dan menuntun adiknya itu ke taman belakang sekolah.

Yesung mengajak Hwayeon duduk di hamparan rumput tepat di depan danau buatan yang berada di taman itu dan kembali merangkul pundak sang adik. Hwayeon diam, menikmati segala perlakuan manis oppanya tanpa protes sedikitpun.

Gadis itu merebahkan kepalanya dipundak Yesung kemudian menghembuskan nafas berat. Tadi sebelum masuk sekolah, mereka pergi ke rumah sakit karena obat yang biasanya dikonsumsi Hwayeon sudah habis.

Tapi apa yang mereka dapatkan? Mereka hanya membawa kabar buruk.

Tok Tok Tok!

“Masuk” sahut seseorang dari dalam ruangan. Hwayeon dan Yesung saling berpandangan lalu tersenyum menguatkan satu sama lain. Mereka akhirnya masuk kedalam ruangan dengan canggung.

Bau bahan kimia dan obat-obat langsung memenuhi indra penciuman mereka. Hwayeon tersenyum canggung, begitu juga dengan Yesung. Mereka saat ini sedang berada di dalam ruangan dokter pribadi Hwayeon, baru saja Hwayeon melakukan cek rutin untuk meminta obat baru, karena obat lamanya sudah habis.

“Duduklah Hwayeon-ah, Yesung-ah.” Ujar seorang pria yang sudah tidak bisa dibilang muda dengan seragam dokter. Yesung dan Hwayeon akhirnya duduk tepat dihadapan dokter itu.

Dokter itu memandang wajah pucat Hwayeon dan Yesung secara bergantian. Raut bimbang terlihat kontras di wajahnya, namun yang paling jelas adalah raut kasihan. Hwayeon benci melihatnya, karena ia benci merasa di kasihani. “Aku sudah memiliki hasil tes mu tadi Hwayeon-ah.” Ujar dokter itu memecah keheningan.

Tubuh Hwayeon menegang seketika. Jantungnya berdegup kencang dan keringat dingin mulai membanjiri pelipisnya. Ia merasakan firasat tidak enak. Yesung di samping Hwayeon mulai menggenggam tangan Hwayeon dan meremasnya lembut, mencoba menyalurkan kekuatannya untuk sang adik ya ia tau sedang sangat ketahutan saat ini.

“Kau…Kau harus segala melakukan operasi pencangkokkan jantung Hwayeon-ah.” Ujar dokter itu pelan.

Deg!

Tubuh Hwayeon membeku seketika dengan wajah pucat pasi dan mata membelalak. Keadaan Yesung tidak berbeda jauh dengan Hwayeon, namja itu membelalak lebar dengan mulut menganga seakan tidak percaya denga apa yang baru saja ia dengar. “A-apa?” tanya Yesung tak percaya.

Dokter itu memandang dua anak remaja di hadapannya dengan sedih. “Jantung adikmu sudah tidak bisa berjalan seperti seharusnya lagi Yesung-ah. Kita harus bertindak cepat, Jantungnya sudah tidak bisa lagi memompa darah dengan benar. Kita harus melakukan pencangkokkan jantung secepatnya atau…… adikmu tidak akan selamat Yesung-ah.” Ujar dokter itu lirih.

Yesung terdiam, otaknya bekerja dengan keras, mencoba meresapi seluruh ucapan dokter yang bagai bom tadi. Ia menoleh dan hatinya seakan teriris. Adiknya hanya diam dengan tatapan kosong dan wajah pucat. Tangan yang tadi ia genggam terasa licin karena keringat. “T-tapi mencari jantung yang cocok itu sangat sulit.” Lirih Yesung lagi. Hwayeon merasakan tubuhnya melemas, seakan seluruh persendian ditubuuhnya telah lepas. Air mata menetes dari pelupuk mata yeoja itu dengan cepat.

“Ya, memang sangat sulit, perbandingannya hanya 1:1.000.000”

Duar!

Yesung dan Hwayeon kembali merasakan bagai mendapata serangan bom. Keduanya terdiam, membiarkan pikiran mereka berkelana ke suatu tempat yang jauh. Entah kemana, tanpa tujuan.

“T-tapi, B-bagaimana bisa? Hwayeon selalu meminum obatnya dengan teratur sesuau anjuran paman, tapi kenapa tidak ada perubahan? Bukannya semakin membaik malah semakin memburuk seperti ini?” ujar Yesung frustasi. Hwayeon mendengus kemudian tersenyum kecut. “Oppa, obat yang aku minum tidak akan membuat penyakitku sembuh.” Ujar Hwayeon pelan dan terang saja membuat Yesung terkejut setengah mati.

“Apa maksudmu?” tanya Yesung geram. “Obat itu hanya membuat jantungku bekerja normal oppa, obat itu hanya membantu jantungku agar bisa memompa darah dengan benar, jadi intinya. Obat itu tidak menyembuhkan penyakitku. Obat itu seperti penyambung nyawaku oppa, obat itu hanya memperlambat penyakitku supaya tidak bertambah parah.” Yesung diam, tangannya terkepal dan wajahnya memerah menahan emosi. “Maka dari itu, jika aku tidak meminum obat itu, aku bisa saja langsung terkapar tidak sadarkan diri karena jantungku sudah sangat rusak.” Ujar Hwayeon dengan lidah kelu. Yesung sendiri memilih diam, membiarkan adik tersayangnya melanjutkan perkataannya. “Dan juga, tidak jarang setelah transplantasi jantung ada komplikasi… Bagaimana kalau aku……” Hwayeon tidak sanggup mengakhiri kalimatnya dan akhirnya, air matanya kembali mengalir dari pelupuk mata gadis itu.

Yesung terenyuh, dadanya terasa sakit, dan kepalanya pening karena memikirkan segala kemungkinan buruk yang akan menimpa adik kecilnya itu. Yesung menelan salivanya dengan susah payah, “Lalu, menurut dokter, sampai kapan dia bisa bertahan?” tanya Yesung takut tanpa memandang sang dokter. Yesung hanya memandang Hwayeon yang terus menyucurkan air mata dengan dada sesak.

Dokter itu kembali menghela nafas, “itu…itu tergantung keputusan Hwayeon.” Ujar dokter itu pelan. “Keputusan yang mana?” tanya Yesung bingung. “Kalau dia ingin sembuh, dia harus mau menjalankan perawatan intensif di rumah sakit atau……kalian harus siap dengan kemungkinan terburuk.” Ucapan dokter itu terhenti. “Hwayeon bisa saja kehilangan hidupnya, dengan kata lain….meninggal.” ujar dokter itu sedih.

Hwayeon menggeleng sedih, sudah ia duga akan seperti ini jadinya. “Tidak, aku tiak akan menjalankan perawatan apapun, dok.” Yesung yang terkejut langsung saja memandang Hwayeon marah. “Apa maksudmu?! Kau harus mengikuti perawatan itu! Aku ingin kau sembuh!” marah Yesung. Hwayeon memandang oppanya lembut. “kalau aku menjalankan perawatan itu, maka sebagian besar waktuku akan kuhabiskan di rumah sakit oppa, dan itu tidaklah mungkin karena aku harus sekolah dan orang tua kita akan curiga jika aku tidak berada di rumah.” Yesung terperangah dibuatnya. Matanya memerah, air mata sudah berada di ujung pelupuk matanya, siap keluar dan mengalir. “Lalu kau mau menyerah begitu?! Kita beritahu saja eomma dan appa kalau begitu!”

Hwayeon terbelalak dan dengan cepat merebut ponsel Yesung yang baru saja Yesung keluarkan dan hendak menelepon kedua orangtuanya. “Kau gila?!” bentak Hwayeon marah. “Kau yang gila bodoh! KAU YANG GILA!” teriak Yesung frustasi. Namja itu terisak kencang kemudian meraih Hwayeon kedalam dekapannya. “K-kumo-hon hiks…. Jalankan hiks perawatan hiks ini… hiks hiks… oppa ingin kau selamat sayang, oppa mohon hiks hiks… oppa mohon.” Hwayeon menggeleng sedih kemudian tangisnya pun ikut pecah. Hatinya sudah lelah membawa beban seberat ini sendirian. Ia sudah mencoba bertahan sejak 1 tahun terakhir semenjak ia di vonis mengalami penyakit jantung stadium empat. Tapi mengetahui hidupnya sudah diujung tanduk, ia seakan ingin menyerah. Tapi bagaimana bisa? Ia tidak mau meninggalkan orang-orang yang ia sayang, tapi ia juga tidak mau membuat orangtuanya sedih jika mereka mengetahui tentang hal ini. “Mianhae oppa.” Ujar Hwayeon tempat ditelinga Yesung. Tangis Yesung terdengar semakin keras saat mendengar ucapan adiknya yang seakan menjadi vonis mati untuknya.

Hwayeon beralih menatap dokter yang sedari tadi memperhatikan mereka dan memberikan dokter itu sebuah senyum kecut. “Tolong berikan aku obat yang pas dok, aku mohon, karena aku tidak bisa menjalankan perawatan intensif itu.” Ujar Hwayeon tanpa melepaskan rengkuhan Yesung. Yesung sendiri saat ini tengah memeluk Hwayeon dengan posesif dan masih sesenggukan tentu saja. “tentu saja.” Jawab dokter itu lembut.

Yesung memandang danau didepannya dengan tidak berminat. Kepalanya terasa sangat pusing.”Apa kau tidak menyayangi oppa?” tanya Yesung tiba-tiba, sukses membuat Hwayeon terperangah. “Apa maksudmu oppa?!” tanya Hwayeon kaget.

Yesung tersenyum kecut. “Kau tidak mau menjalani perawatan itu, tidakkah kau mengerti perasaan oppa? Dan lagi, apa kau bisa membayangkan bagaimana sedihnya eomma dan appa nanti saat mengetahui semuanya? Kau tau, kita tidak mungkin menyembunyikan ini selamanya dari mereka”

Hwayeon tau, Hwayeon tau ia sudah menyakiti oppanya dengan keputusannya tadi, tapi ia harus bagaimana lagi? Ia belum siap kalau harus membiarkan kedua orangtuanya tau tentang hal ini.

Tidak sekarang…

Ia tidak siap….

Tidak siap dikasihani dan diperlakukan seperti orang sakit, walaupun dia memang sakit.

Hwayeon membawa tangannya melingkari pinggang Yesung dan menelusupkan kepelanya ke dada bidang oppanya itu. “Kumohon, mengertilah oppa. Aku belum ingin eomma dan appa tahu tentang hal ini. Karena itu, aku tidak mau menjalankan perawatan itu. Tapi…aku berjanji akan menjalankannya nanti, saat waktunya tepat.” Ujar Hwayeon lembut, mencoba menenangkan oppanya yang sedang gusar. Walaupun kenyataannya, ucapannya tadi semakin membuat Yesung sedih setengah mati.

Cup!

Yesung mengecup puncak kepala Hwayeon dengan lembut, lalu menumpukkan dagunya diatas puncak kepala Hwayeon. “Berjanjilah kau akan bertahan sampai donor itu ada. Kumohon…… Oppa tidak ingin kehilanganmu sayang.” Hwayeon mengangguk kecil sebagai jawaban.

Mereka berdua terus terdiam dalam posisi itu sapai akhirnya suara bell menginterupsi mereka. Yesung membawa Hwayeon bangkit berdiri, hendak menuntun Hwayeon kembali kedalam kelas mereka karena mereka sudah melewatkan 4 jam pelajaran karena pergi ke rumah sakit tadi.”Tunggu.” ujar Hwayeon cepat.

Yesung memandang Hwayeon bingung. “Kenapa? Kau sakit? Apa kita perlu ke rumah saki lagi?” cerca Yesung panic seketika. Hwayeon mendengus kemudian menggeleng. “Aniya, bukan itu. Oppa, kenalkan aku pada temanmu.” Yesung memandang Hwayeon aneh, lalu tiba-tiba tangannya terjulur memegang dahi adiknya.

“tidak panas.” Gumam Yesung bingung.

Hwayeon menggeram. “Aaku serius, oppa. Kumohon, kenalkan aku padanya.”

“Siapa sih yang kau maksud?”

“siapa lagi?” jawab Hwayeon malas.

“Eh? Siapa memangnya?” Yesung mengernyit bingung dengan tampang polos, membuat emosi Hwayeon langsung melayang ke ubun-ubun.

“Yah! Oppa benar-benar bodoh!” umpat Hwayeon kesal.

“Yak!! Sopanlah sedikit!!! Memangnya siapa sih?!”

“CHO KYUHYUN!” ujar Hwayeon tanpa sadar berteriak. Yesung tersentak kemudian menatap Hwayeon sambil melongo. “Mwoya?!CHO KYUHYUN?!” teriak Yesung juga. Tidak jauh dari tempat mereka, Cho Kyuhyun, namja yang dari tadi namanya diteriaki oleh sepasang kakakberadik itu mengernyit bingung. “Mereka bertengkar? Lalu kenapa membawa-bawa namaku segala? Kepala besar sialan.” Umpat namja itu sambil lalu.

Hwayeon menatap Yesung yang masih melongo sambil memandangisnya dengan malas. Masa seterkejut itu sih? Bukannya oppanya sudah tau yah? Hiih! “Kau kan sudah kenal dengannya.” Ujar Yesung setelah bisa mengontrol diri. “Aku ingin dekat dengannya, lalu berteman, allu bersahabat, lalu berpacaran, lalu bertunangan, lalu menikah, lalu…”

“Stop!” potong Yesung. “Kau gila…” ujar Yesung tiba-tiba. Hwayeon hanya tersenyum lembut kemudian memandang Yesung sambil tersenyum cerah. “Oppa, aku mencintai Kyuhyun. Aku menyukainya sejak pertama kali aku bertemu dengannya walaupun aku tau dia itu titisan iblis dan sangat menyebalkan. Bantu aku ne? Setidaknya aku ingin mati sebagai miliknya….” Ucap Hwayeon tanpa sadar.

Yesung terdiam, dan akhirnya ia mengangguk. “Arraseo, oppa akan membantumu. Jja, ayo kita kembali ke kelas. Kajja.” Yesung kali ini berjalan lebih dulu di depan Hwayeon, dan saat itulah air matanya kembali mengalir. Kau pasti selamat Hwayeon-ah, oppa percaya itu. Kita akan berbahagia bersama. Kau akan menikah bersama dengan Kyuhyun seperti impianmu. Dan kau juga akan mati sebagai milik Kyuhyun, saat sudah tua nanti….

Yesung dan Hwayeon masuk ke kelas dengan cuek tanpa sedikitpun mengindahkah guru yang sedang mengajar didepan kelas, toh…guru itu juga sepertinya tidak peduli. Buktinya Yesung dan Hwayeon hanya dilirik sekilas lalu semuanya berjalan seperti biasa lagi seakan tidak ada yang terjadi.

Hwayeon berjalan kearah tempat duduknya sambil diam-diam melirik Kyuhyun yang tempat duduknya tepat berada di samping kanannya. Kyuhyun menggeliat risih di duduknya saat merasakan gadis di samping kirinya terus menatapnya intens dengan mata berbinar-binar yang tidak Kyuhyun ketahui maksudnya.

Kyuhyun menggerak-gerakkan bolpoin di tangannya dengan gusar. Ia melirik Hwayeon dari ekor matanya, dan ia harus menyesai keputusannya itu karena ia malah mendapati gadis itu menatapnya sambil tersenyum, errrr….mesum?

Kyuhyun akhirnya menggeram, “berhenti memandangiku dengan pandangan tak senonoh seperti itu!” bentak Kyuhyun pelan. Hwayeon tersentak kaget, gadis itu melirik Kyuhyun gugup lalu dengan cepat memperbaiki posisi duduknya yang entah sejak kapan berubah kearah kanan, dan mencoba memfokuskan pikirannya kearah papan tulis.

Hentikan seluruh pemikiran anehmu itu Kim Hwayeon, Kyuhyun bahkan tidak sudi menatapmu… bagaimana mungkin kalian bisa menikah, cih! Mimpimu terlalu tinggi. Berada di dekatnya saja kau harus bersyukur. Jangan mengharapkan sesuatu yang kau tau tidak akan mungkin bisa kau dapatkan.

Hwayeon tersenyum kecut, hilang sudah binar-binar kebahagiaan yang tadi sempat hinggap diwajahnya saat menatap sang pujaan hati. Gadis itu kemudian memusatkan seluruh perhatiannya kearah papan tulis dan mulai mencatat pelajaran tersebut.

Lain dengan Hwayeon, lain lagi dengan Kyuhyun. Namja itu mengernyit bingung saat ia melihat dengan jelas perubahan raut wajah Hwayeon yang awalnya cerah menjadi sangat mendung dan kelabu. Dalam hati ia berfikir, Ada apa dengan yeoja itu?

Well, jadi pada akhirnya Kyuhyun hanya memperhatikan wajah Hwayeon dari tempatnya duduk dalam diam melalui ekor matanya. Namja itu sepertinya sama sekali tidak sadar kalau ia sudah menjadi pusat perhatian satu kelas.

“Kyu…”

“Kyuhyun…”

“Cho Kyuhyun…”

“Yah bocah setan!”

Plak!

Kyuhyun tersentak kaget saat tiba-tiba sebuah penghapus melayang tepat dihadapannya, hampir saja mengenai wajah tampannya, kalau saja ia tidak menghindar dengan cepat.”Yak! kenapa kau melempariku penghapus Changmin-ah?!” bentak Kyuhyun tak terima.

Namja yang tadi melemparkan penghapusnya kearah Kyuhyun hanya menyengir polos, menampilkan deretan giginya yang rapih. “Habisnya kau diam saja, kau dipanggil seonsaengnim dari tadi. Makanya, kau harus memperhatikan seonsaengnim dikelas, perhatikan papan tulis, pelajarannya ada disana, bukan di paha adiknya hyung kepala besar itu.” Celetuk Changmin tak tau diri.

Kyuhyun merasakan wajahnya memanas, emosinya sudah naik ke ubun-ubun.Rasanya sudah mulai ada asap yang keluar dari kepalanya. “Diamlah kau bodoh.”gumam Kyuhyun geram. Hwayeon yang sedari tadi diam mulai menampilkan sebuah senyum kecil. Sedikit merona saat tau Kyuhyun sedari tadi menatapi pahanya yang terpampang jelas mengingat seragam yeoja sangatlah minim.

“Ada apa memanggilku tadi seonsaengnim?” Hwayeon seakan tertarik kedalam dunia nyata lagi saat mendengar suara merdu Kyuhyun memenuhi gendang telinganya. “Hah… Aku bilang, kau akan satu kelompok dengan Kim Hwayeon. Kau harus membimbingnya, nilainya di pelajaran ipa sungguh kacau. Aish, aku sampai pusing melihatnya.” Hwayeon mengernyit tak terima, kenapa gurunya itu malah membuatnya terlihat seperti seorang yeoja bego?

Akhirnya Hwayeon buka suara, “Apa maksud seonsaengnim? Nilaiku tidak separah itu.” Gerutu Hwayeon sebal. “Apanya yang tidak separah itu eoh? Nilaimu bahkan diambang kematian Hwayeon-ah! Aku heran bagaimana mungkin kau bisa masuk jurusan ipa dengan nilai sekacau itu! Aigooo!” pekik seonsaengnim itu pusing.

Hwayeon mencebik bibirnya kesal, kemudian mengerucutkan bibirnya sebal. “Karena nilai pelajaran ipsku bahkan lebih parah dari itu.” Gumam Hwayeon kesal. “Hah…pantas saja.” Hwayeon mendelik sangar saat mendengar gumaman gurunya itu. Kyuhyun sendiri malah mengulas senyum kecil, bahkan namja itu tidak terlihat tersenyum sama sekali karena ia hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya. Benar-benar sedikit sampaisampai tak terlihat. Tapi sungguh, namja itu tengah tersenyum.

Melihat kelakuan Hwayeon tanpa sadar sudah membuat namja itu kembali mengingat masa lalunya… masa lalunya dengan seseorang yang sangat dia sayangi…

Kyuhyun tersentak kembali saat mendengar suara gurunya itu LAGI. “Kau sanggup kan Cho Kyuhyun?” tanya guru itu harap-harap cemas. “Ne, aku sanggup. Aku akan mengajarkannya.” Jawab Kyuhyun tegas. “Aaah, baguslah. Kau memang murid baik. Ah yasudah, sekarang coba buka buku paket kalian halaman……. Bla bla la.

Tanpa ada satu orangpun sadari, Yesung tersenyum girang. Rencananya berhasil, ialah dalang dibalik semuanya, dia yang meminta guru mereka untuk meminta Kyuhyun menjadi guru pribadi Hwayeon. Ia bahkan sampai mengancam guru mereka dengan iming-iming dipecat kalau sampai Kyuhyun menolak suruhannya untuk mengajari Hwayeon secara pribadi.

Sebenarnya Yesung sudah berniat membantu Hwayeon dari awal, karena dari awal… Ia langsung tau kalau adiknya itu jatuh hati pada Pangeran Iblis kita, Cho Kyuhyun. Dan setelah mendapat berbagai sepak terjang sejak tadi pagi, ia semakin measa keputusannya itu tepat. Ia akan berusaha sekuat tenaganya untuk membahagiakan adiknya itu. Adik yang sangat disayanginya. Bagian dari hati dan jiwanya.

Kuharap kau bisa segera menemukan kebagaiaanmu adikku sayang…

Waktu terasa berjalan sangat cepat. Suasana kelas sudah menjadi sangat sepi. Sesekali terdengar suara petir menyambar. Hwayeon masih terus bergulat dengan buku matematika dihadapannya. Sesekali bibirnya mencebik kesal lalu merpalkan bebagai sumpah serapah yang tidak cocok ia katakan, dan sukses membuat Kyuhyun yang juga masih setia duduk ditempatnya meringis ngeri.

Hwayeon dan Kyuhyun terus berdiam diri, tidak ada satupun dari mereka yang mau memulai pembicaraan. “Kau tidak pulang?” tanya Kyuhyun memecah keheningan. Hwayeon mendongakkan kepalanya lalu mengalihkan tatapan yang tadi terarah pada buku, menjadi terarah pada Kyuhyun. “Eum… nanti, aku harus menyelesaikan mencatat ini. Besok kan ulangan, aku tidak mau nilaiku jelek lagi.” Gerutu Hwayeon sambil tanpa sadar mengeluarkan aegyonya.

“Aaah, bagaimana kalau kita mulai belajar hari ini saja?” tanya Kyuhyun bersemangat. Entah setan apa yang merasuki dirinya saat ini. Eh tunggu, tapi Kyuhyun kan setan? Aah, berarti malaikat. Entah malaikat apa yang merasuki Kyuhyun saat ini, karena namja itu saat ini sedang tersenyum lembut dengan mata berbinar-binar sambil memandang Hwayeon lekat. “Ah, boleh juga. Lalu kita belajar dimana? Tidak mungkin kita terus disekolah kan? Ini sudah sore lagipula.” Ujar Hwayeon sambil memiringkan kepalanya ke kanan dan mengerucutkan bibirnya. Lagi-lagi melakukan aegyo tanpa sadar.

Kyuhyun memandang Hwayeon lembut, “Dirumahku saja. Ayo. Cepat bereskan buku-bukumu itu.” Kyuhyun kemudian membereskan buku-bukunya sendiri lalu dengan cepat beranjak dari duduknya. “Aku tunggu di parkiran, jangan lama-lama.” Ujar Kyuhyun sambil lalu.

Tak selang berapa lama, Hwayeonpun bergegas menyusul Kyuhyun ke parkiran. Hwayeon berjalan tergesa-gesa di sepanjang lorong. Matanya terus menatap pada satu object yang berada di parkiran, menunggu dirinya.

Tap tap tap

Kyuhyun menoleh saat merasakan kehadiran seseorang, Kyuhyun memandang Hwayeon yang berjalan terpogoh-pogoh dengan datar. “Hah…hah…hah…” kenapa rasanya parkiran jauh sekali dari kelas?” Kyuhyun mengangkat alisnya bingung, namja itu terus saja memandang Hwayeon lekat, sedangkan Hwayeonnya sendiri masih sibuk menetralkan deru nafasnya. Ya ampun, padahal jarak kelas dan parkiran tidak jauh-jauh amat. Tapi oh Tuhan, lihatlah! Gadis itu seperti baru saja selesai mengikuti lari marathon. Ck.

“Yasudahlah, ayo cepat.” Kyuhyun menarik tangan Hwayeon, membawa gadis itu kedepan sebuah mobil sport berwarna merah terang.

Cklek!

Brugh!

“Aaahhhh…!” Hwayeon meringis pelan. Namja sialan, dia kira aku barang apa main lempar-lempar begitu batin Hwayeon kesal. Gadis itu mengerucutkan bibirnya lalu melipat tangannya didepan dada. Kesal.

Kyuhyun masuk kedalam mobil lalu melempar tasnya kebelakang. Namja itu kemudian memasang seatbelt miliknya, menyamankan duduk, lalu bersiap untuk menyalakan mobil. Tapi itiba-tiba Kyuhyun menoleh dan mendapati Hwayeon yang tengah mengerutkan wajahnya dengan bibir mengerucut dan tangan bersedekap di depan dadanya.

Kyuhyun memandang Hwayeon lekat kemudian menghembuskan nafas berat. “Pakai seat beltmu.” Ujar Kyuhyun datar. “Nan shireo!” ujar Hwayeon sambil memalingkan wajah kearah kaca. Kyuhyun menggeram samar, namja itu mencondongkan tubuhnya ke arah Hwayeon secara tiba-tiba. “Pakai.” Tegur Kyuhyun dengan suara rendah.

Hwayeon terpaku. Sialan, suaranya terlalu seksi batinnya menjerit. Mendapati Hwayeon malah terdiam, Kyuhyun menghembuskan nafas kasar. Tangannya teralih kearah wajah Hwayeon. Hwayeon sendiri semakin membeku. Ia bahkan menahan nafasnya.

“A-apa yang mau kau lakukan?!” pekik Hwayeon dengan suara pelan. Dadanya berdebar tidak karuan saat Kyuhyun malah mendekatkan wajahnya. Hwayeon memejamkan mata, dan akhirnya……

Tbc/END?

PS: Ayoooo, part depan mau dibikin NC ga nih? Hehehehehe*ketawa setan*