Archives

Chewing Gum Part 2~

Title: Chewing Gum

 

Cast:

Song Min Ji (OC)

Lee Min Hyung (Mark NCT)

Other:

Lee Byung Hyun (L.Joe Teentop)

Cho Hyo Jin(OC)

Jisung NCT

Genre: romance, drama, schoollife

Leght: Chapter

Rat: G

Author 2 is back!!!

Makasih udah nungguin Author 2*geer*

Di chapter 2 ini Mark POV semua yah..

Udah ah basa basi nya. Langsung ke cerita nya aja yaaaa..

Happy reading!!

Chapter 2

“I Want to Know All About You”

“Jadi kau tidak takut dengan fans ku?”

Hah! Sampai kapan aku harus menjadi orang  yang dicampakan oleh mereka? Dan apa itu maksudnya Min Ji sering mengelus rambut Jisung? Entah kenapa aku mulai kesal mendengarnya.

Well, aku baru mengenal Min Ji tadi pagi karna kejadian tadi. Aku tertarik dengannya. Bukan nya aku menyukainya, tapi aku hanya  terarik dengan nya. Dia berbeda dengan yeoja lain yang berisik seperti sahabatnya itu.  Memang aku kesal dengan nya tadi pagi tapi wajah marahnya terlihat lucu dan imut sekali.

Tidak! Aku tidak menyukainya. Aku hanya tertarik dengan nya. Ingat itu!

Kulihat wajahnya menegang. Lucu sekali wajahnya. Aku hampir tertawa melihatnya. Ternyata menyenangkan menjahili yeoja ini.

“Emm.. bukan begitu maksudku Mark. Aku pun takut pada fansmu.” Min Ji menundukan kepalanya. Apa dia takut?

“ Ada apa ini, hyung?” Tanya Jisung sok polos. Aku hanya menatapnya seolah berkata’Jangan berpura-pura . Kau tau semuanya ,bocah’

“Tak ada apa-apa Jisung. Bagaimana kalau noona mentraktirmu makan hari ini? Ayo kita pergi!” terimakasih pada Hyo Jin karna telah menarik Jisung bersamanya dan meninggalkan aku dan Min Ji. Suasana semakin awkward.

“Aku kan sudah meminta maaf padamu. Aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padamu.” Ucapnya dengan imutnya.

“Bertanggung jawab? Apa kau yakin?Lihat, kukira hanya kakiku yang memar ternyata tanganku juga memar.  Kalau kau bersedia aku akan menerima tawaranmu.” Ucapku nakal. Hey, tidak ada salahnya menjahili nya kan? Sejujurnya memar yang kurasa sudah tidak terlalu sakit. Tapi siapa tau ini kesempatan yang bagus untuk dekat dengannya.

Apa? Kalian bilang aku menyukai nya? Tidak. Aku hanya ingin tau lebih dalam tentang dia. Sepertinya ini akan menyenangkan. Itu saja.

“Iya. Aku akan bertanggung jawab. Jadilah assisten pribadiku di sekolah.” Ucapku sambil memasang tampang serius.

“Assisten?Bagaimana bisa? Kita berbeda kelas dan aku tak tau jadwalmu. Aku bahkan tidak tau kau tau namaku atau tidak.” Jawabnya. Astaga Song Min Ji! Kau ini kenapa bisa lucu sekali! Dia menanyakan apakah aku tau namanya atau tidak? Demi temannya, Hyo Jin yang sangat berisik itu! Sudah jelas saat tadi pagi Hyo Jin memanggil namanya dan bahkan tadi Jisung pun memanggilnya.

“ Saat istirahat kau harus mengikutiku. Dan saat pagi hari kau harus sudah ada di sekolah untuk membawakan barang-barangku. Dan untuk masalah jadwal, aku akan mengirimkannya lewat line. Jadi berikan id line mu sekarang juga!” Ia hanya terdiam dengan mata membesar. Kenapa dia bisa selucu ini?

“Apa kau baru saja meminta id lineku?” tanyanya masih dengan ekspresi yang sama.

“Iya. Cepat! Hari ini sekolah meliburkan sekolah karna ada rapat mendadak. Aku ingin pulang dan istirahat.” Min Ji langsung mengeluarkan Handphonenya. Kami bertukar id line dan aku mencoba meng- call Min Ji. Segera aku mengambil Handphone Min Ji dan mengganti username ku dari “Mark Lee” menjadi “My Man,The Handsome Lee”

“Ya! Kenapa  kau mengganti username nya dengan itu?” ia telihat kesal melihat usernameku.

“Memang nya aku salah? Aku sangat tampan.” Ucapku percaya diri. Banyak orang bilang aku sangat judes dan cuek. Sesungguhnya aku tak seperti itu. Aku hanya menunjukan sifat asliku pada orang yang memang dekat denganku. Bahkan dengan member lain pun aku tidak menunjukan sifat asli ku sepenuhnya. Aku yang sebenarnya adalah namja yang sedikit jahil dan terlalu percaya diri.

“Oke. Untuk itu terserah saja padamu. Tapi,apa apaan itu ‘My Man’? Kau kan bukan namjachingu ku.” Wajahnya memerah! Apa dia suka padaku? Menggemaskan sekali dia.

“ Kau ingin aku menjadi namjachingu mu?” godaku. Ternyata ini memang menyenangkan.

KRINGGGG

“Angkat lah. Siapa tau penting.” Kata Min Ji. Aku mengeluarkan Handphone yang tadi nya sudah kumasukan ke saku.

L.Joe Hyung

Aish, L.Joe menggangguku saja. Biarkan saja lah. Mungkin dia sudah sampai depan sekolah untuk menjemputku.

“Hey,kenapa kau tidak menjawabnya?” Tanya Min Ji.

“ Tak penting. L.Joe hyung hanya memberitahuku kalau dia sudah sampai di sekolah untuk menjemputku.” Jawabku santai. Kulihat matanya membesar dan tangannya menutup mulutnya. Seperti orang yang terkejut.

“Kau adiknya L.Joe Oppa? L.Joe TeenTop?”

Jangan bilang dia adalah ANGEL(fans TeenTop). Jika benar aku akan mendiamkan L.Joe hyung saat dijalan.

“Iya. Aku dongsaeng nya L.Joe Teentop. Wae?” Kumohon jangan bilang kau adalah ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau ANGEL. Jangan bilang kau adalah ANG…

“Aku adalah ANGEL!! Astaga, kenapa aku tidak melihat info kalau kau adalah adik nya L.Joe Oppa?” Ah sudah selesai. Dia tertarik dengan L.Joe hyung. Aku sedikit membencimu hyung.

“ Well, aku dan hyung merahasiakannya. Aku tidak ingin dikenal sebagai adik dari L.Joe Teentop. Kau harus merahasiakannya! By the way, kau suka siapa di TeenTop?”aku mencoba untuk tenang agar nanti jika Min Ji menjawab dia menyukai L.Joe hyung , aku tidak akan langsung memukuli hyungku itu.

“ Hmm.. aku suka semua tapi aku paling suka Ricky Oppa.”jawabnya sambil tersenyum.  Manisnya. Aku sedikit lega karna jawabannya bukan L.Joe hyung.

“Tapi kau harus tau kalau aku dulu lebih suka L.Joe Oppa daripada Ricky Oppa karna dulu L.Joe Oppa itu tipeku.”

BOOOM

Seperti terkena bom hatiku hancur mendengarnya. L.Joe hyung adalah tipenya? Aku bersaing dengan hyungku sendiri? BERSAING? Ah, aku sudah tidak peduli. Terserah kalian ingin mengatakan jika aku menyukai Min Ji.

“Tapi sekarang banyak yang menyukai L.Joe Oppa. Jadi aku tertarik dengan Ricky Oppa. Dan akhir-akhir ini TeenTop semakin terkenal dan semakin banyak yeoja cantik yang menyukai mereka. Aku tak mungkin bisa menandingi yeoja -yeoja cantik itu. Jadi aku sedang  mencari idol yang fans nya sedikit.” Katanya.

“Jadi kau tidak suka idol yang banyak fans? Kau unik dan berbeda.” Jawabku. Ia tersenyum  ke arahku.

“ Begitulah aku. Aku adalah yeoja yang berbeda dari yeoja lain nya.” Senyuman manis nya terlihat lagi. Aku bisa diabetes kalau begini ceritanya.

“Apa aku harus tidak terkenal agar kau menyukaiku?”godaku lagi. Kulihat ia kaget dan sedikit tertawa.

“Bagaimana caranya kau jadi tidak terkenal jika kau sudah debut di dua sub-unit dan memiliki ketampanan seperti itu? Haha..” Ia tertawa lepas. Waw! Dia bilang aku tampan! Rasanya sangat aneh. Banyak orang bilang aku tampan tapi rasanya berbeda saat Min Ji yang mengatakannya padaku. Aku memutuskan untuk diam dan melihatnya tertawa sepuasnya.

“Jadi kapan kita akan pulang nae namdongsaeng ??”

“Ah! Hyung! Kau mengagetkanku!” Ternyata L.Joe hyung datang mencariku. Ia seperti bertanya-tanya siapa yeoja yang ada di sebelahku. Sedangkan aku melihat raut Min Ji yang berubah menjadi malu-malu dan itu sangat manis. Aku mendadak kesal karna wajah manis itu ditunjukan bukan untukku.

“ Hmm.. Anyeong, yeppeun yeoja! Aku hyung nya Mark. L. Joe imnida.” Sapa hyung pada Min Ji. Min Ji sepertinya tak tau harus bagaimana karna ia lebih memilih untuk tersenyum malu pada hyung.

“Ah, Aku Min Ji. Song  Min Ji imnida. Dan aku seorang ANGEL.” Aku muak dengan ini. Kenapa yeoja ini harus suka pada hyung.

“Aigoo… Kau manis sekali! Karna kau dekat dengan Mark, aku akan memberikanmu pelukan khusus untuk ANGEL” hyung memeluk dan membelai rambut Min Ji dan Min Ji terlihat senang. Ah, aku semakin muak disini.

“Hey! Hentikan hyung! Dia sekarang punyaku! Jangan ambil punyaku. Cari saja yang lain.” Aku melepaskan tangan L.Joe hyung dari Min Ji. Hyung tertawa melihatnya.

“Apa salahku? Dia ini fansku. Jadi terserah hyung dong.” Aish, aku tak pernah menang dari hyung ini. Lebih baik aku membawa hyung pergi sebelum rasa suka Min Ji   kembali.

“Sudahlah hyung. Ayo kita pulang! Aku lelah! Dan kau jangan lupa buatkan kau sarapan dan makan siang untukku. Bye .” Aku meninggalkan Min Ji yang masih diam. Lucu sekali dia.

“Hey, dia itu siapa?” Tanya hyung padaku. Aku hanya tersenyum.

“Seseorang yang penting. Jangan ambil dia hyung!”

“Kita liat saja nanti.” Hyung ku ini sedikit lebih nakal daripada ku. Huh! Aku tak pernah menang melawannya.

“Mark? Kau adiknya L.Joe?!” Oh tidak! Ini akan menjadi bencana!

-TBC-

 

Haiiiiiii….

Gimana part 2 nya ?? Maaf yah kalau kurang rame. Oh iya , FF ini gak bilang kalo Teentop itu gak terkenal tapi Teentop lebih terkenal akhir-akhir ini daripada dulu. Jadi gak bermaksud bash Teentop loh. Kan Author Angel juga ^^

Anggap saja L.Joe Teentop itu  hyung nya Mark yah . Author gak tau lagi mau siapa yang jadi hyung nya Mark. Dan nanti kira-kira da tiga couple dalam cerita ini. Masih rencana loh ini.

Nah untuk mencari satu couple lagi kalian boleh request siapa yang mau dimasukin kedalam cerita ini.

Dan kalau bisa masih ada hubungannya sama cast nya yah^^ Ditunggu respon nya chingu!!!

Mian kalau masih banyak typo ,seperti yang Author bilang, readers pasti bisa ngerti apa yang Author maksud^^

Anyeong~~

 

 

 

 

 

Advertisements

The Most

Title: The Most

Genre: Hurt, Drama.

Length: Oneshoot

Rating: PG-13

 

Cast:

Kim(Cho) Hwayeon | Cho Kyuhyun

Other Cast:

Find by yourself ^^

 

Hwayeon’s Note:

Hello, this is me again. Maaf kalau udah lama banget author ga ngepost. Yah, author lgi kena penyakit keras yang pasti dialami semua penulis. Writer’s block yaitu males. Yeah, berhubung author juga masih males bikin yang lain. Author iseng aja bikin ff ini. Tengah malem gini, gara-gara insomnia. Oke then, cukup cuap cuapnya. Selamat menikmati okeh? Jangan lupa komen guys.

Happy Reading

 

.

.

.

Love is a fire.

But whether it is going to warm your hearth or burn down your house, you can never tell

-Joan Crawford

 

.

.

.

Kyuhyun memandang Hwayeon frustasi, kekesalannya tampak jelas. Entah sudah kesekian kalinya mereka bertengkar untuk lagi-lagi masalah yang sama. Baek Jiyeon.

Hwayeon diam sambil menatap lantai dibawahnya, merasa terintimidasi dengan tatapan Kyuhyun yang mengerikan. “Jawab aku Hwayeon. Kenapa kau tetap pergi kesana?! Sudah berulang kali aku melarangmu bukan?! Kenapa kau tidak pernah mau mendengarkanku? KENAPA?!”

Mata Hwayeon melebar takut saat Kyuhyun mengangkat kepalan tangannya dan memukul tembok dibelakangnya. Tubuh Hwayeon mulai bergetar pelan. Kyuhyun jelas melihatnya, dan hal itu membuatnya semakin murka.

“Tidak! Jangan menangis! Jangan memulai semua ini dengan air mata sialanmu!” bentaknya kasar.

Hwayeon semakin menundukkan kepalanya, isak tangis yang sudah sekuat tenaga ia tahan akhirnya tumpah ruah. “Jawab aku Cho Hwayeon! Aku memintamu untuk menjawabku! Bukan untuk menangis!”

Kyuhyun mengusap kasar rambutnya, Hwayeon tak kunjung menjawab pertanyaannya. Ia membutuhkannya, ia membutuhkan jawaban. Ia harus tau kenapa. Kenapa istri bandelnya itu terus menerus membantah omongannya! Kenapa istri keras kepalanya itu terus menerus bertindak tanpa berfikir! Kenapa istrinya terus menerus membuatnya gila!

“Kumohon jangan marah.” Ujar Hwayeon lirih, ia mengangkat kepalanya dan memandang Kyuhyun dengan sedih. “Tadinya aku ingin memberitahumu lebih dulu. Tapi aku tau kau sedang sibuk akhir-akhir ini, jadi aku memutuskan untuk memberitahumu saat kau sudah pulang dari kantor nanti. Lagipula, aku pikir dia sudah berubah. Aku berpikir kalau akhirnya aku bisa memulai hubungan baru yang lebih baik dengan Jiyeon. Bagaimanapun dia adalah sahabat baikmu sejak dulu. Aku ingin memperbaiki hubungan kami, hanya itu. jadi kau tidak perlu berhubungan dengannya sembunyi-sembunyi.”

“-karna itu menyakitiku saat mengetahuinya.” Hwayeon tercekat. Ia merasa seperti ada segumpal bola di dalam tenggorokannya.

Kyuhyun diam, menatap Hwayeon dihadapannya yang masih setia menunduk dengan perasaan campur aduk. “Tapi kau tau jika dia tidak menyukaimu, sayang. Dia selalu mencoba menyakitimu. Aku tidak bisa membiarkannya mendekatimu, aku benar-benar tidak bisa. Mengertilah.”

Hwayeon memejamkan matanya saat rasa sakit menghujam dadanya tanpa henti, “tapi kau membiarkannya mendekatimu.”

Hwayeon menggumamkan hal itu dengan pelan, tapi Kyuhyun masih dapat mendengarnya dengan jelas, sangat jelas. “Tentu saja, dia sahabatku.” Sahut Kyuhyun, merasa tersinggung. Hwayeon tersenyum sedih, “kau membiarkannya mendekatimu walaupun kau tau dia mencintaimu. Kau tetap membiarkannya mendekatimu walaupun kau tau dia membenciku. Kau tetap membiarkannya mendekatimu walaupun kau tau ia menyakitiku.” Tandas Hwayeon lemah.

Kyuhyun tersentak, kesadaran menghantamnya. Hatinya diam-diam membenarkan ucapan Hwayeon, tapi akal sehatnya mengatakan sebaliknya. “Kau harus mengerti Hwayeon. Aku memang mencintaimu, tapi aku menyayanginya. DIa yang selalu berada disampingku sejak dulu. Kalau saja aku tidak bertemu denganmu, aku mungkin akan menikah dengannya walaupun aku tidak mencintainya, tapi setidaknya aku menyayanginya. Rasa sayangku padanya cukup besar.”

Sesaat setelah ia mengucapkan, ia langsung menyesalinya. “Aku-“

“Aku mengerti.” Potong Hwayeon.

“Kau menyayanginya, aku tau. Rasa sayangmu padanya cukup besar sampai kau bersedia menikahinya, karena kau tau dia mencintaimu. Tapi, rasa cintamu padaku tidak cukup besar untuk membuatmu menjaga jarak dengannya, walaupun kau tau aku terluka setiap saat kalian bersama.” Lanjut Hwayeon. Kyuhyun terdiam, matanya kosong dan tubuhnya kaku.

Hwayeon mengangkat kedua tangannya, dan meletakkannya di dada Kyuhyun. Ia mendorong Kyuhyun pelan, memberi bentangan jarak diantara keduanya. Dipaksakannya sedikit senyuman agar terpasang di wajahnya. “Kau tau oppa, aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu, sampai terasa sangat menyakitkan. Aku tau kau mencintaiku, tapi aku juga tau kalau rasa cinta itu tidaklah cukup untuk membuatmu hanya memandangku saja. Aku akan pergi, aku akan memberikanmu waktu untuk berfikir. Dan kalau kau memutuskan kalau rasa cintamu padaku memang tidak sebesar rasa sayangmu pada Jiyeon, kau bisa menceraikanku, aku akan mencoba menerimanya. Satu minggu oppa, aku akan memberikanmu waktu satu minggu untuk menentukan pilihanmu. Kau bebas menentukan pilihanmu.”

Hwayeon mengikis jaraknya diantara mereka, dan dengan lembut mencium bibir Kyuhyun. Aku mencintaimu oppa, sangat. Tapi kalau kau tidak bahagia hidup bersamaku, kalau kau menginginkan wanita lain dihidupmu. Aku akan mengalah. aku akan sakit, aku tau. Tapi aku tidak peduli. Aku tidak peduli kalaupun aku harus mengorbankan nyawaku agar kau tetap hidup. Aku tidak peduli kalau aku harus menuju ke neraka agar kau bisa menuju ke surga. Sebesar itu rasa cintaku padamu.

Air matanya menetes tanpa bisa dicegah, cepat-cepat ia menarik wajahnya dari Kyuhyun dan melemparkan senyum terbaik yang bisa ia buat, dan pergi.

Kyuhyun masih diam tidak bergerak. Ia hanya menatap kosong punggung Hwayeon yang terus menjauh. Bersamaan dengan menghilangnya Hwayeon dari jarak pandangnya, ia merasa kosong. Seperti ada sesuatu yang hilang dari dirinya, sesuatu yang selama ini tidak pernah ia sadari.

 

.

 

Hwayeon menatap jemari tangannya yang terpasang cincin kawin dengan hampa. Sudah tiga hari berlalu sejak ia terakhir kali melihat Kyuhyun. Tidak sekalipun Kyuhyun menghubunginya, tidak sekalipun Kyuhyun mencoba mencarinya. Jauh dilubuk hatinya, ia mengharapkan hal itu. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Mungkin saja saat ini Kyuhyun sedang bersenang-senang bersama Jiyeon, mensyukuri kepergiannya. Siapa yang tahu?

Sehari terasa seperti seabad bagi Hwayeon. Rasanya sungguh menyiksa.

Dengan perlahan, ia membelai perutnya sendiri. Buah hatinya dengan Kyuhyun sedang bertumbuh didalam sana. “Apa kau merindukan appamu nak? Maafkan eomma. Eomma tidak bisa memberitahukan keberadaanmu pada appa. Eomma menyayangimu, nak.”

Usia kandungannya sudah mencapai bulan ke-3, dan ia belum pernah sekalipun menyinggung hal ini di depan Kyuhyun. Sebenarnya, ia selalu mencoba. Tapi selalu saja ada halangan.

Tok tok

Kriiet

“Hey, makanan sudah siap. Ayo kita makan dulu.” Hyera mengelus rambut Hwayeon dengan lembut. Ia sangat menyayangi Hwayeon. Hwayeon sudah seperti adik kandungnya sendiri. Mereka selalu bersama sejak kecil, mengingat mereka sama-sama yatim piatu.

Hyera terbiasa tumbuh dengan mengasuh Hwayeon. Ia selalu memastikan agar Hwayeon terus tersenyum, bahagia. Ia sangat senang saat Kyuhyun 3 tahun lalu datang meminta ijin untuk menikahi Hwayeon padanya.

Hyera tau kalau Hwayeon mencintai Kyuhyun, karna itu ia tidak melarang. Tapi, ia tidak menyangka kalau akhirnya rasa cintanya sendiri yang menghancurkannya. Rasanya sangat menyakitkan saat Hwayeon tiba-tiba saja datang tengah malam sambil menangis ke rumahnya 3 hari yang lalu.

Hwayeon memang tidak mengatakan apapun padanya sekalipun ia bertanya, semua yang Hwayeon lakukan hanyalah mengunci dirinya di kamar dan menangis. Walaupun begitu, ia sudah mengenal Hwayeon sejak kecil. Ia memiliki ikatan tak kasat mata dengan hwayeon. Ia akan tau saat Hwayeon bahagia, sedih, marah, kecewa. Dan satu hal yang pasti, Hwayeon saat ini tengah sedih, terluka.

Tidak ada yang bisa menyakiti Hwayeon kecuali Kyuhyun. Ia tau itu, dan sudah 3 hari ini Hwayeon bertingkah seperti mayat hidup, tidak mati tapi juga tidak hidup. Dan ia benci melihatnya,sangat. Ia akan membuat perhitungan pada Kyuhyun jika Hwayeon sampai kenapa-napa.

“Aku tidak lapar eonni.” Tolak Hwayeon.

“Tidak tidak, kau harus makan. Ayolah, kau tidak akan membiarkan anakmu kelaparan di dalam sana kan? Dia butuh asupan makanan, dan kau sendiri juga butuh makan. Kau sangat kurus.” Bujuk Hyera

Hwayeon diam sejenak, kemudian mengangguk dengan enggan. “Baiklah, tapi setelah itu aku mau makan eskrim di taman. Bolehkan?” Hyera tersenyum, “tentu. Kajja.”

Hyera membawa Hwayeon ke meja makan. Donghae yang sejak tadi sudah menunggu di meja makan tersenyum saat melihat Hwayeon dan Hyera datang. “Merasa baikkan?” tanya Donghae langsung sesaat setelah Hwayeon duduk dihadapannya.

Hwayaeon menatap Donghae, kemudian mengangguk pelan. “Ne. Terimakasih kalian sudah mau menampungku disini, aku akan secepatnya pindah saat aku sudah mendapatkan rumah supaya aku tidak menyusahkan kalian lebih lama.” Jawab Hwayeon pelan.

“Tidak tidak, aku dan Hyera tidak keberatan kau tinggal disini. Rumah ini selalu terbuka untukmu sayang. Jangan sungkan pada kami. Kami keluargamu ingat?” tukas Donghae hangat. Hwayeon tersenyum menanggapinya, “terimakasih.”

“Jja, ayo kita makan. Kau harus makan yang banyak Hwayeon-ah, anakmu butuh makan. Dan juga, aku harus menemui suamimu, dia sangat menyedihkan akhir-akhir ini.” Donghae menatap Hwayeon tajam, sedangkan Hyera menyikut perut Donghae.

Tangan hwayeon yang bersiap menyuapkan makanannya melayang di udara. Matanya mendadak kosong. “Aku yakin suamimu sudah menyadari kesalahannya. Sebenarnya aku tidak mau menjadi orang yang mengatakan ini, tapi aku tidak memiliki pilihan lain. Kalian berdua sama-sama keras kepala. Biar kuberitahu satu hal hwayeon, Kyuhyun sangat mencintaimu. Dia sudah mengakuinya. Dia mencintaimu, melebihi rasa sayangnya pada Jiyeon.” Donghae diam sejenak, mencoba mengukur reaksi Hwayeon.

“-Dia sudah memutuskan hubungannya dengan Jiyeon kemarin. Dia sangat kehilanganmu, aku tau itu. Dia mencintaimu. Kau harus kembali padanya.” Lanjutnya.

“aku-“ Hwayeon tercekat. Ia merasa takut mempercayai perkataan Donghae, takut jika itu hanya sebuah kebohongan. Tapi, ia tahu Donghae mengatakan hal yang sebenarnya. Donghae adalah sahabat Kyuhyun juga, dan Donghae tidak akan berbohong padanya. Tidak soal ini.

“Kyuhyun ingin kau pergi ke ‘tempat kita’, entah tempat apa yang ia maksud. Tapi ia bilang kau akan tau. Dia akan menunggumu disana jam 3.”

 

.

 

Jiyeon menatap Kyuhyun marah, “Aku tidak mau! Aku tau kau menyayangiku! Kenapa aku harus mengalah pada yeoja sialan itu?! Aku yang lebih dulu mencintaimu! Aku tidak akan pergi! Tidak sampai kapanpun!”

Kyuhyun menatap Jiyeon jengah. Ia sudah memutuskan, ia sudah menentukan pilihannya, dan ia memilih Hwayeon istrinya. Beberapa hari ini tanpa Hwayeon membuatnya menyadari betapa pentingnya sosok Hwayeon dalam hidupnya.

Ia merasa sangat tolol karena selama 3 tahun pernikahan mereka, ia terus menerus menyakiti Hwayeon tanpa ia sadari. Karena itu sekarang ia ingin memperbaiki semuanya. Setelah Hwayeon pergi, dan setelah konseling menyedihkannya dengan Donghae. Ia akhirnya memutuskan hal ini.

Ia akan memulai kehidupan barunya bersama Hwayeon. Mungkin ia harus mulai memikirkan untuk menghadirkan sosok kecil yang akan meramaikan kelarga kecil mereka. Tapi semua itu tidak akan bisa dimulai jika masih ada sosok Jiyeon yang mengintai keluarga mereka. Ia harus melenyapkan bayang-bayang Jiyeon dari hidupnya.

“Ini keputusanku Jiyeon. Aku tidak bisa berhubungan lagi denganmu. Aku tidak mau menyakiti istriku lagi. Kau sendiri harus belajar melupakanku. Bagimanapun juga, aku hanya menganggap kau sebagai adikku, tidak lebih. Aku tidak akan pernah mencintaimu.”

“Kau akan mencintaiku! Kau bisa mencintaiku andai saja kau mau mencoba! Tinggalkan Hwayeon dan hiduplah denganku, cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya nanti. Kita bisa pergi sekarang. Kau bisa menceraikannya dan menikahiku. Kita akan hidup bahagia berdua, aku yakin!” ujar Jiyeon semangat. Ia menggandeng tangan Kyuhyun dan mencoba menarik Kyuhyun pergi. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak bergeming. Ia hanya memandang Jiyeon sedih.

“Tidak, Jiyeon. Aku hanya mencintai Hwayeon. Aku tidak akan meninggalkannya. Kau sahabatku, adikku. Kita tidak akan mungkin bisa bersama. Kau tau itu.” Kyuhyun mengatakannya dengan sangat lembut, mencoba member Jiyeon penjelasan sebaik mungkin. Bagaimanapun juga, Jiyeon adalah sahabatnya, dan sudah ia anggap sebagai adiknya selama ini.

“Tidak! Kau tidak mencintainya! Kau hanya mencintaiku. Ayolah jangan beranda, kita bisa pergi sekarang sebelum gadis jalang itu kemari. Ayo!” Kyuhyun yang sedari tadi diam bergeming akhirnya menyentak tangan Jiyeon dengan kasar.

Tidak ada lagi kelembutan dimatanya, hanya ada kemarahan disana.

“Jangan berani-beraninya kau menyebut istriku dengan sebutan itu! Lebih baik sekarang kau pergi, Jiyeon. Kita sudah berakhir.”

Jiyeon diam, ia menunduk. Air matanya berlinang melewati pipi mulusnya. Tangannya terkepal di samping tubuhnya, “kalau aku tidak bisa memilikimu, tidak ada yang boleh memilikimu.” Gumamnya lirih, dan kemudian ia berlalu dengan cepat tanpa memandang Kyuhyun lagi.

Kyuhyun memandang punggung Jiyeon yang menjauh dengan perasaan berkecamuk. Rasanya sangat berbeda saat hwayeon yang berjalan pergi darinya. Saat Hwayeon berjalan pergi darinya, ia merasa kosong, merasa rapuh. Tapi sekarang, saat Jiyeon lah yang menjauh, ia merasa lega.

Mungkin seharusnya ini yang dia lakukan sejak dulu, betapa bodohnya ia karena harus menyakiti Hwayeon terlebih dahulu untuk menyadarinya, wanita yang sangat ia cintai.

Dan mulai saat ini, ia akan berjanji pada dirinya sendiri. Ia tidak akan menyakiti Hwayeon lagi, tidak bahkan seujung jaripun. Ia akan melindungi Hwayeon dengan segenap kekuatannya. Apapun yang terjadi, ia berjanji akan tetap berada di samping Hwayeon.

Kyuhyun mendudukkan dirinya di kursi. Saat ini ia ada di Café Ddangkoma, tempat dimana ia pertama kali bertemu Hwayeon dan tempat diamana ia melamar Hwayaeon.

Ia sudah menyuruh Donghae untuk mengatakan pada Hwayeon ia menunggu disini, dan ia sangat berharap Hwayeon akan datang. Ia sudah sangat merindukan Hwayeon, ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Kyuhyun melihat jam tangannya dengan gelisah, perasaan tidak enak. Ia melemparkan pandangan pada dinding kaca di sampingnya, berharap menemukan sosok Hwayeon. Dan ia menemukannya.

Gadis itu berada di seberang café, menunggu lampu merah agar bisa menyebrang. Ia memakai sebuah gaun putih sederhana, flat shoes, dan sebuah tas tangan berwarna pink lembut. Rambutnya yang tergerai melambai-lambai disapu angin. Kyuhyun tersenyum melihatnya, gadisnya ada disana.

Rasa rindu membuncah di dadanya, melandanya bagai banjir bandang. Ia menatap Hwayeon yang saat ini sedang menyebrang dengan penuh kerinduan dan semua itu berubah dengan cepat menjadi kengerian saat sebuah mobil menabrak Hwayeon.

“TIIIIDDDDAAAAAAAKKKKKK!!!!!!!!!!!!”

Ckiiiitttt

Braaakk

Kyuhyun mematung, Hwayeon tergeletak di trotoar dengan tubuh bersimbah darah. Gaun putih yang dikenakannya sudah berubah menjadi warna merah sepenuhnya.

Sebuah alarm berbunyi nyaring di dalam benaknya, dengan cepat ia keluar dari dalam café dan berlari menuju tempat Hwayeon tergeletak. Ia berlutut di samping tubuh lemah Hwayeon dan meraih Hwayeon kedalam pelukannya dengan tangan gemetar.

“Telepon ambulance.” Ujarnya lirih. Tangannya terjulur untuk mengusap pipi tirus Hwayeon, dan air mata tidak lagi sanggup ia bending.

“TELEPON AMBULANCE! KUBILANG TELEPON AMBULANCE! ISTRIKU SEKARAT! TELEPON AMBULANCE! CEPAT! CEPAT! Buka matamu sayang, buka matamu. Kumohon, jangan tinggalkan aku. Kumohon, buka matamu.”

Orang-orang mulai berkerumun. Bisik-bisik terdengar dimana-mana, “MANA AMBULANCENYA?! TELEPON AMBULANCE!” Kyuhyun berteriak kalap. orang-orang kerumunan menatap Kyuhyun iba saat Kyuhyun terus menerus mencoba mengajak Hwayeon berbicara.

“Jangan pergi, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku, kumohon. Aku mencintaimu, aku ingin memperbaikinya. Jangan tinggalkan aku. Bangun sayang, kumohon.”

Suara sirene polisi dan ambulance mulai terdengar.

Hwayeon diangkat ke atas tandu dan Kyuhyun tidak bisa melepaskannya. Kyuhyun terus menangis dan berdoa sepanjang perjalanan. “Kau kuat sayang, jangan tinggalkan aku.” Bisiknya lirih saat Hwayeon dibawa ke ruang operasi.

Kyuhyun beranjak untuk mengurus administrasi. Tidak dipedulikannya bajunya yang tercecer darah Hwayeon. Setelah ia selesai mengurus administrasi, ia segera menelpon Donghae untuk memberitahu keadaan Hwayeon.

“Hyung..” lirih Kyuhyun

“Eoh? Ada apa? Hwayeon sudah disana bukan? Ia sudah berangkat tadi.” Tanya Donghae bingung.

“Hyung…” lirih Kyuhyun lagi, kali ini dengan suara bergetar. Donghae langsung terdiam. Perasaan takut tiba-tiba saja menggelayutinya.

“Ada apa?” tanya donghae cemas

“Hwayeon..”

“Hwayeon kenapa?” tanya donghae mulai panic

“Hwayeon dia.. dia kecelakaan hyung.. hiks hiks eotteokhae hiks hiks”

“…” tidak terdengar jawaban dari Donghae. Donghae hanya diam, sementara Kyuhyun terus saja menangis.

“Kau dimana?” donghae dengan suara bergetar

“Seoul Hospital-“

Tut tut tut

Donghae mematikan teleponnya secara sepihak, dan Kyuhyun memakluminya. Ia sangat mengkhaawatirkan kondisi Hwayeon. Hwayeonnya, gadisnya, istrinya.

Entah bagaimana nasib istrinya. Banyak sekali yang ingin ia lakukan. Yang ingin ia katakan, dan ia berharap ia masih memiliki kesempatan. Ia menundukkan kepalanya, kemudian memejamkan matanya. Ia berdoa, sudah lama ia tidak melakukan hal itu, berdoa. Dan sekarang ia berdoa, ia berdoa untuk istrinya, ia berdoa untuk keselamatan istrinya, berharap Tuhan masih mau memberikannya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, kesempatan untuk membahagiakan istrinya.

Donghae dan Hyera pun melkukan hal yang sama sepanjang perjalanan mereka ke rumah sakit. Mereka berdoa, memanjatkan keinginan mereka. Berharap Hwayeon tetap selamat dan melewati operasinya dengan baik.

Sementara hwayeon di dalam ruang operasi meregang nyawanya. Seluruh tim dokter mengusahakan yang terbaik untuknya. Hampir 2 menit jantung Hwayeon sudah berhenti berdetak. Sedangkan Kyuhyun, Donghae, dan Hyera terus memanjatkan doa mereka. Lalu, Tuhanpun tidak buta. Mujizatnya terjadi, usaha tim dokter berhasil. Hwayeon sudah kembali, jantungnya sudah kembali berdetak.

Kyuhyun menunggu Hwayeon dengan cemas. Donghae dan Hyera yang sudah datangpun tak kalah cemas dengan Kyuhyun. Mereka duduk bersama sambil melipat tangan mereka untuk berdoa, seakan doa mereka terjawab, lampu operasi akhirnya mati, dan para dokter keluar dari dalam ruang operasi.

Kyuhyun yang paling sigap, ia melompat dari kursinya dan menghampiri sang dokter dengan cemas. “Operasinya berjalan lancar, tidak ada kerusakan serius. Kepalanya terbentur trotoar, membuat tengkoraknya sedikit retak. kami memang sempat kehilangannya tadi. Tapi semuanya sudah baik-baik saja. Ia akan bangun pada saat ia siap nanti. Tapi maaf, kami tidak bisa menyelamatkan bayinya.”

Bayinya.

Kyuhyun tertegun, Donghae dan Hyera menatapnya iba. Mereka juga sedih, tapi mereka mengerti kalau Kyuhyun akan lebih sedih. “bayinya.” Lirih Kyuhyun, “bayiku.”

Kyuhyun jatuh terduduk di lantai rumah sakit. Donghae dan Hyera ikut berjongkok untuk menenangkan Kyuhyun yang menangis, “bayiku, aku kehilangan bayiku. Bayi yang bahkan aku tidak tau keberadaannya. Ini hukumanku” Hyera memeluk Kyuhyun dan ikut menangis bersamanya. Donghae yang melihat mereka menangis berdua, akhirnya ikut memeluk Hyera dan Kyuhyun. Air matapun ikut berjatuhan dari sudut matanya.

“Ini bukan salahmu, Kyu. Ini takdir. Jangan menyalahkan dirimu sendiri” Hyera coba menenangkan.

Kyuhyun terus menangis, mengabaikan Hyera dan Donghae. Melampiaskan seluruh kesedihan hatinya.

 

.

 

 

Kyuhyun menggenggam tangan Hwayeon dengan erat. “Tidakkah kau merindukanku? Kenapa kau tidak mau bangun hmm? Sudah satu minggu, mau sampai kapan kau tertidur. Aku merindukanmu sayang. Bangunlah, jangan menyiksaku seperti ini. Kau boleh marah padaku, kau boleh memukulku, kau boleh menghukumku. Tapi jangan hukum aku dengan cara seperti ini, bangunlah. Lebih baik kau pukul saja aku.” Air mata lagi-lagi turun dengan deras dari matanya. Matanya sudah sangat bengkak, ia tidak bisa berhenti menangis. Ia tidak bisa makan, tidak bisa tidur, tidak bisa tersenyum, tidak bisa semuanya.

Ia tidak bisa merasakan apapun kecuali sakit. Rasa sakit yang terus menerus menusuk dadanya tanpa ampun.

Entah sudah berapa kali Donghae dan Hyera mencoba membujuknya untuk tidur, tapi ia tidak bisa. Matanya tidak mau tertutup. Semua yang ia lakukan hanyalah menggenggam tangan hwayeon, dan berbicara padanya.

Ia tau Hwayeon mendengarkan, karena ia melihat Hwayeon menangis saat ia menceritakan tentang bayinya yang tidak bisa selamat.

Rasa kantuk mulai menyerangnya, matanya perih seakan ditusuk-tusuk. “aku mencintaimu Hwayeon-ah, cepatlah bangun. Aku merindukanmu.” Matanya perlahan menutup. Ia membaringkan tangannya di kasur Hwayeon sambil tetap menggenggam tangannya.

Donghae dan Hyera yang melihat Kyuhyun akhirnya tertidur, mencoba untuk memindahkan Kyuhyun ke sofa agar namja itu bisa tidur dengan nyaman. Tapi setiap kali mereka mencoba melepaskan genggaman tangan Kyuhyun pada Hwayeon, Kyuhyun akan tersentak dan buru-buru mengeratkan genggamannya pada Hwayeon dalam tidurnya. Akhirnya mereka tidak jadi memindahkan Kyuhyun, mereka tidak tega.

Entah sudah berapa lama Kyuhyun tertidur, ia terbangun karena sebuah usapan lembut di kepalanya. Ia menegakkan tubuhnya, tanpa memperdulikan badannya yang kaku. Ia menatap Hwayeon yang tengah tersenyum padanya dengan terperangah. “Kau bangun, kau kembali. Oh Tuhan, terimakasih. Kau kembali.” Dengan cepat Kyuhyun memeluk Hwayeon dan menciumnya kilat. “Aku mengkhawatirkanmu.” Gumam Kyuhyun lirih sambil menempelkan dahi mereka.

“Aku tau, maafkan aku sudah membuatmu khawatir. Aku sudah bangun sekarang.” Suara serak Hwayeon membuat pertahanan Kyuhyun kembali jebol. Ia menangis. “Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku.”

Hwayeon ikut menangis bersama Kyuhyun, mereka menangis bersama. Hwayeon sudah tau ia kehilangan bayinya, ia sudah merelakannya. Ia bisa mendengar suara Kyuhyun dalam tidurnya, dan ia memaafkan Kyuhyun. Ia juga sudah mendengarkan penjelasan dari Hyera dan Donghae yang tadi diam-diam keluar ruang inapnya saat Kyuhyun terbangun.

“Sssstttt, ini bukan salahmu oppa. Bukan salahmu, mungkin kita memang belum pantas menjadi orang tua. Kita akan mendapat kesempatan berikutnya aku yakin.” Tubuh Hwayeon bergetar saat mengatakannya. Kyuhyun hanya mengangguk dan memeluk tubuh ringkih Hwayeon dengan hati-hati, takut menyakitinya.

“Kita akan memulainya dari awal. Kau mau kan? Memaafkanku?” tanya Kyuhyun ragu. Ia menatap mata Hwayeon, dan saat Hwayeon mengangguk, seluruh bebannya terangkat. Ia merasa lega. “terimakasih sayang, aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu.”

 

.

 

Hwayeon menatap kosong hamparan bintang diatas langit. Tidak diperdulikannya tubuhnya yang menggigil karena angin malam. Ia membelai perut datarnya dengan perlahan. Bayinya sudah hilang, harusnya ia bisa merelakannya, tapi nyatanya ia tidak bisa.

Rasanya sangat sulit dan menyakitkan. Ia berusaha menyimpannya, ia tidak mau membebani Kyuhyun. Ia tahu Kyuhyun sama sedihnya dengan dia, ia tidak mau menambah beban Kyuhyun. Ia memang sedih, tapi ia yakin ia bisa menghadapinya.

Anakku

Air mata kembali bergulir untuk yang kesekian kalinya. Ia memejamkan matanya, membiarkan angin membelai wajahnya.

Sepasang lengan melingkari perutnya, membuat Hwayeon tersentak kaget. Kyuhyun mengeratkan pelukannya saat dirasanya Hwayeon akan berbalik. “Inikah yang selalu kau lakukan? Menangis sendiri dan menyembunyikan dariku?” tanya Kyuhyun lembut. Hwayeon terdiam, “kau bisa berbagi denganku. Jangan menangis sendirian, kau memilikiku, berbagilah denganku, jangan menyimpannya sendiri sayang.” lanjut Kyuhyun lembut.

Awalnya tubuh Hwayeon mulai bergetar pelan, lalu lama kelamaan tubuhnya bergetar hebat. Isakannya semakin membesar seiring dengan tubuhnya yang bergetar hebat. Hwayeon membalikkan badannya dan memeluk Kyuhyun, mengubur wajahnya di dada bidang Kyuhyun. “Anakku hiks, aku kehilangan hiks hiks anakku oppa. Anakku. Hiks hiks anakku hiks. Aku tidak bisa hiks hiks menjaganya dengan hiks baik hiks hiks. Aku kehilangannya hiks hiks.”

Kyuhyun memeluk Hwayeon dengan erat, dadanya berdenyut-denyut menyakitkan mendengar isak tangis Hwayeon yang sangat memilukan. “menangislah, keluarkan semuanya, tidak apa-apa.” Tangis Hwayeon terus membesar, tubuhnya tidak bisa berhenti bergetar.

Kyuhyun terus memeluknya, mencoba menguatkan istrinya. “Jiyeon adalah orang yang menabrakmu. Aku tau itu. Donghae sudah mengurusnya. Ia akan mendapatkan hukumannya. Aku bodoh karena menjadi buta kemarin. Maafkan aku.” Kyuhyun menumpukkan kepalanya diatas pucuk kepala Hwayeon.

Kyuhyun tidak mengatakan apapun lagi setelahnya samapai akhirnya tangis Hwayeon mulai mereda dan akhirnya berhenti. “Sudah tenang?” tanya Kyuhyun lembut.

Hwayeon mengangguk sebagai jawaban.

Kyuhyun tersenyum sedih, “sepertinya kau sangat menginginkan kehadiran seorang bayi ya? Ayo kita membuatnya, ini sudah 3 bulan lebih bukan? Kita sudah boleh melakukannya. Aku akan membuatkanmu anak.” Ujarnya pelan.

Hwayeon tersenyum, ia mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Kyuhyun. “Ne, aku mengingkannya. Buatkan aku bayi oppa.” Jawabnya dengan suara serak, khas orang habis nangis.

Kyuhyun tersenyum, ia menundukkan kepalanya. Dikecupnya dahi Hwayeon, kedua matanya, hidungnya, pipinya, kemudian bibirnya dengan lembut. “Aku mencintaimu.” Desahnya lembut.

“Aku tau, aku juga mencintaimu.” Balas hwayeon pelan.

 

 

No relationship is perfect, ever.

There are always some ways you have to bend, to compromise, to give something greater.

The love we have for each other is bigger than these small differences.

And that’s the key.

It’s like a big pie chart, and the love in relationship has to be the biggest piece.

Love can make up for a lot

-Sarah Dessen

 

 

-FIN-

 

Arrogant?~Prolog~

Tittle :  Arrogant?

Cast  :

Cho Hyo Jin- Kim Hyo Jin

Kim Jinhwan (Jinhwan IKON)

Kim Jiwon ( Bobby IKON)

Kim Hanbin ( B.I IKON)

Genre: romance, drama, school life

Ratt   : NC

Author: Cho Hyo Jin a.k.a Auhtor 2~

Anyeong!!!

Author 2 balik lagi!!!

Kali ini Author bikin FF NC lagi~

Dan ini Chapter NC!!! Yeay!!

Walaupun gak diprolog ini belum ada NC-nya tapi untuk chapter kedepan akan banyak sekali adegan nya*smirk*

Gomawo yang udah sempet baca-baca FF Auhtor 2 tapi jangan lupa comment yh^^

Entah kenapa Author kepikiran FF NC *reader: Author yadong!!* *Author: Gomawo~*

Kali ini FF IKON nih~

Kebetulan Author tertarik banget sama Trio Kim ini..

Sejak pertama liat IKON di ‘Who is next?’ Author udah jatuh cinta sama mereka bertiga..

Cerita ini terinspirasi dari sebuah comic yang entah judulnya apa itu(hhe)tapi Author ubah jadi FF NC~~

Semoga kalian suka, kali ini Author mau buat yang rada gak mainstream..

Semoga ini gak gagal seperti yang sebelum-sebelumnya ^^

Happy Reading

———————————————————————————-

Chapter 1 : Prolog~

YG High School.

Siapa yang tidak kenal nama sekolah itu? Jelas semuanya  tau karna di sekolah itu terdapat tiga namja yang sangat terkenal dan mereka adalah saudara! Kita sebut saja Trio Kim.

Ayo kita kenalan dengan mereka..

Yang pertama, Kim Jinhwan itu…

“Omo! Lihat itu Jihwan oppa!!!!” teriak seorang yeoja yang berakibat seluruh yeoja berlari menuju yeoja tersebut.

Ya, mereka sedang menikmati pemandangan indah. Kim Jihwan.

“And  i officially ~”  Jihwan mengakhiri nyayian dan melambai pada seluruh yeoja yang melihat kearahnya.  Dan itu membuat seluruh yeoja pingsan.

“Oppa!! Ajari aku bernyanyi!!”

“Oppa, jadikan aku pacarmu!!”

“Oppa, Tinggalah bersamaku!! Kita habiskan  sisa hidup kita berdua!!”

“Kyaaa~~~ Jihwan Oppa!!!”

Teriakan- teriakan yang memekakan telinga itu berasal dari yeoja-yeoja yang sudah sadar dari pingsannya tadi. Jihwan tersenyum ramah lalu berkata,

“ Aigo~ Kalian pingsan lagi? Lebih baik kalian perhatikan kesehatan kalian. Sekarang sudah musim penyakit. Jaga diri baik-baik ne? Oppa pergi dulu yah? Oppa ada urusan. Anyeong~” Jihwan mengedipkan sebelah matanya yang membuat seluruh yeoja kembali pingsan.

Ah,biar kujelaskan. Jihwan atau Kim Jihwan adalah jagoan dalam bidang tarik suara. Tidak pernah ia tidak memenangkan kompetisi yang ia ikuti. Selain itu dia terkenal sebagai hyung yang baik dan perhatian. Ia selalu memperhatikan dongsaeng-dongsaengnya.  Hanya itu informasi yang meluas tentang Jihwan.  Sekarang ia kelas XII.

Kita sebut saja Jihwan si Flower boy.

Oke, lanjut. Kedua yaitu si kembar  Kim Jiwon dan Kim Hanbin.

Kim Jiwon itu…

“Bobby- ah~~ Saranghaeyo!!!!”

“Bobby Oppa!! Omona!!”

“Tunjukan absmu!!!”

“Kyaaa~”

“Oppa, bisa kau ajari aku bermain basket?” tanya yeoja genit yang  diketahui bernama Jang Sa Ha.  Sebenarnya Sa Ha itu sepantara dengan Jihwan namun ia selalu ingin semua orang menganggapnya masih kecil. Dan itu menjijikan.

“Noona sudah kubilang kau itu lebih tua dariku. Tapi bagaimana yah? Aku tidak bia mengajarimu. Mungkin Junhoe bisa. Coba tanyakan saja pada dia. Aku ada urusan. Bye~”

“Kya~~” semua yeoja menjerit mendengar Bobby a.k.a Jiwon berkata seperti itu sambil melambaikan tangannya.

Tak berbeda jauh dengan hyungnya ia pun terkenal. Ia sosok yang menyenangkan dan supel. Selain itu ia jagoan tim basket dan rapper handal. Wajar saja dia terkenal. Nama tenarnya sih Bobby si Funny boy.

Oke, sekarang yang terakhir.

Kim Hanbin itu..

“Hanbin-ah~”

“Hanbin-ah, jadilah namjachinguku~”

“Hanbin-ah, mau makan denganku di kan-“

“Bisakah kalian diam? Ini sedang di perpustakaan. Disini dilarang ribut. Kalau ingin ribut, sana pergi ke pasar!” Hanbin menggertak mereka pelan. Ia sedang ingin fokus membaca bukunya.

“Kya~ Hanbin sangat keren saat membaca buku~~”

“Ia semakin tampan jika sedang kesal~”

Hanbin hanya memukul dahinya. Ia sangat bosan dengan keadaan seperti ini.
“Terserah kalian saja. Aku mau pergi. Aku ada urusan.”

“Bye, Hanbin-ah~~”

“Ew.. dasar noona girang.”

Dia sedikit berbeda dengan kedua hyungnya. Ia sangat dingin. Namun, kecerdasannya melebihi  orang-orang. (Kecuali hyung-hyungnya karna mereka semua memiliki IQ yang mengagumkan) Hanbin juga terkenal sebagai namja yang penuh charisma dan rapper handal seperti Bobby. Kadang mereka bertiga tampil bersama.

Hanbin dan Jiwon berada di kelas XI.

Yeah, intinya mereka semua orang tenar. Cool Kids. Tapi ternyata mereka punya suatu rahasia yang semua orang tidak tau…

*skip time*

Kantin kali ini sedang penuh. Bukan karna adanya Trio Kim! Tapi karana ada seorang yeoja yang jatuh dengan keadaan yang err.. mengenaskan?

“Eh? Hyo Jin? Kenapa kau seperti itu?” terdengan suara lembut yang berasal dari seorang namja.

*Hyo Jin POV*

BRUK

“Aw.. Appoyo~” aku memegang kepalaku yang terantuk sebuah batu. Yah, kenalkan aku Kim Hyo Jin. Aku adalah orang yang sangat ceroboh. Aku selalu bergantung pada Oppaku.

Sebentar, kenapa bajuku terasa dingin yah? Minumanku juga dimana yah?

Jangan-jangan..

“Aish, kenapa tumpah sih?”

Aku membenarkan bajuku yang sudah basah kuyup. Dan yang membuatku semakin geram adalah tidak ada seorangpun yang menolongku!!!

Aish, jinjja.

“Eh? Hyo Jin? Kenapa kau seperti itu?”. sepertinya aku mengenal suara ini.

“Jinhwan Oppa!” aku tersenyum saat melihat Jinhwan oppa berlari menujuku.

HUP

“ Hyo Jin, jangan duduk di tanah. Ini kotor.” Seorang namja mengendong ku. Dan aku tau pasti ia siapa.

“Jiwon Oppa!” aku semakin tersenyum melihatnya.

PLUK

“Apa yang terjadi?” tiba- tiba sebuah jas sudah berada di pundakku. Yah, siapa lagi yang berbicara dengan nada dingin kalau bukan..

“Hanbin Oppa! Jiwon Oppa, turunkan aku.” Aku menyuruh Jiwon Oppa untuk menurunkanku.

“ Jawab aku Kim Hyo Jin. Kenapa bisa seperti itu?” Hanbin Oppa bertanya lagi padaku.

“Eum.. tadi aku tersandung dan minumanku tumpah. Yah, seperti itu.” aku menundukan kepalaku . Jinhwan menegelus kepalaku pelan.

“Gwaenchana. Kau harus berhati-hati.” Katanya sambil tersenyum

“Kau harus lebih menjaga diri jika tidak berdekatan dengan kami, Jinie~”  Kali ini Jiwon oppa membelai  kepalaku .

“Ne, oppadeul.”

“Chakaman, kau itu siapa?” tanya seorang yeoja yang kurasa namanya Jang Sa Ha. Yah, aku membaca name tagnya.

“Dia dongsaeng kami.” Jawab Oppaku bersamaan.

“MWO?!?!!”

Hah, mulai lagi…

Selalu saja seperti ini. Aku tau oppa ku itu sangat terkenal dan tampan luar biasa. tapi kenapa banyak orang yang tidak percaya kalau kami itu saudara?

Aku tidak seburuk yang kalian liat.Aku hanya sedikit berbeda dari oppaku.  Aku tau aku ini termasuk orang yang kurang menarik,  Aku ceroboh,  tidak mencolok, kepintaranku juga standar. Tak memiliki bakat yang hebat. Aku terbilang pendek untuk ukuran anak SHS. Aku juga pemalu. Aku juga-

Baiklah, aku akui aku sangat bertolak belakang dengan oppa ku.

“Kau tidak percaya? Bukankah kau sudah kuberi tahu kemarin?” Jiwon oppa bertanya. Jadi, dia sudah tau kalau aku akan masuk sekolah ini? Aish, padahal aku tidak ingin ada yang tau kalau aku adik dari Trio Kim yang sangat terkenal ini.

“Jadi kau Kim Hyo Jin?” Sa Ha eonni. Aku mengangguk. Hah, masa JHS ku akan terulang lagi.

“Lebih baik kalian bubar saja. Hyo Jin sangat tidak suka di kelilingi banyak orang.” Hanbin Oppa mengatakannya dengan aksen dinginnya. Tipe Hanbin sekali.

Dan dalam sekejap kumpulan orang itu lenyap. Hanbin oppa jjang!!

“Kenapa tidak bilang kalau kau sudah pulang?” tanya Jihwan Oppa sambil membenarkan rambutku.

“Oppa, apa itu penting? Kan kelas X pulang lebih awal dari kelas XII dan XI. “ aku menjawabnya sambil membenarkan baju Jihwan oppa. Bajunya sedikit berantakan akibat berlari kencang tadi.

“Sangat penting! Kami tidak ingin kau terluka akibat jatuh seperti tadi. Kau tau kan kau ini sangat ceroboh. “ Jiwon oppa semangat.

“Mianhae sudah membuat oppa khawatir.” Aku menundukan kepalaku lagi.

“Sudahlah, apa sekarang kau mau pulang?” tanya Hanbin oppa.

“Ne. Aku pulang yah. Oppa masih ada ekskul kan? Aku pulang duluan saja. Sampai bertemu di rumah.” Saat akan melangkahkan kaki, tanganku di pegang oleh tiga tangan.

“Wae?” tanya ku heran.

“Poppo.” Jawab mereka kompak. Aigo~ apa aku belum cerita kalau mereka akan manja jika hanya ada aku? Sepertinya belum. Nah, itu sudah kuceritakan. *apasih?*

“Aigoo~ Ne” aku kembali mendekati mereka.

Chu~ kucium pipi Jihwan oppa.

Chu~ kucium pipi Jiwon oppa.

Chu~ kucium pipi Hanbin oppa.

“Sudahkan? Aku pulang duluan yah. “

“Chakaman.” Teriak mereka bertiga. Apalagi kali ini?

“Sebenarnya kami juga sudah pulang jadi kita pulang bersama, ne?”  Jihwan oppa mengatakan itu dengan wajah tanpa dosa.

-_______________-

Hanya itu ekspresi yang tergambar diwajahku. Kenapa tidak bilang dari tadi?!

“Ne. Kalau begitu ayo. Aku sudah lapar!!! Hyo Jin-ah, buatkan nasi goreng kimchi buat oppa ter-handsome ini yah?” kata Jiwon oppa sambil menaik turunkan alisnya.

“Ne, akan kubuatkan untuk WonWon oppaku yang ter-handsome ini~” Aku membelai pipi Jiwon oppa. Jiwon oppa sangat suka jika aku mengelus pipinya.

“Lalu untuk oppa?” Hanbin oppa mendorong Jiwon oppa dan menaruh tanganku ke pipinya juga. Cemburuan.  Tipe Hanbin oppa banget.

“Oppa mau aku masak apa?” tanyaku sambil tersenyum.

“Eum.. aku ingin kimbab!” satu sifat Hanbin oppa yang tidak pernah diketahui oleh orang banyak adalah kekanak-kanakan. Ia hanya memperlihatkan sifat itu di depanku dan juga Jihwan dan Jiwon oppa.

“Oke, sir. Aku akan membuatkanya khusus untuk HanHan oppa~” Aku mengusap pipinya pelan. Hanbin oppa pun tersenyum.

“Ehem, jadi HyoHyo  tidak mau menanyakan pada HwanHwan oppa?” kata Jihwan oppa.

“Mianhae, HwanHwa oppa~ HyoHyo lupa. Jadi HwanHwan oppa mau apa?” tanyaku. Omo~ mereka semakin imut jika memanggil namaku seperti itu.

“HwanHwan oppa mau bibimbap! HwanHwan oppa sangat lapar.” Kata Jihwan oppa sambil menggunakan puppy eyesnya.

“Ne ne, HyoHyo akan memasak nasi goreng kimchi untuk WonWon oppa, kimbab untuk HanHan oppa, dan bibimbap untuk HwanHwan oppa. “  kataku.

“ Gomawo HyoHyo~” kata mereka kompak. Aigo~ lucu sekali mereka.

*Hyo Jin POV end*

*next day*

“Oppadeul~ aku pergi belanja dulu ne~”

“Ne!”

Hyo Jin pun pergi berbelanja meninggalkan ketiga kakaknya yang saling menatap tajam.

“Baiklah, akan kubuka pertemuan kita ini. Seperti yang kita tau, kita mempunyai sebuah rahasia tentang Hyo Jin dan jangan sampai Hyo Jin tau.” Jinhwan memulai percakapan.

“Tentu saja. Aku tidak pernah membocorkannya. Kupikir kita harus hati-hati dengan Hanbin. Ia paling dekat dengan Hyo Jin.” Jiwon memandang Hanbin.

“Ya! Apa maksudmu,hyung?! Aku tidak pernah memberitahu Hyo jin! Jangan menuduhku begitu.” Hanbin berteriak dan memukul lengan Jiwon.

“Ne.. ne.. Mianhae..  aku hanya bercanda tadi.” Jiwon meninta maaf.

“Dan kurasa kita bertiga memiliki perasaan yang sama pada Hyo Jin. Jadi sebenarnya aku ingin membahas ini dari tadi. Sebagai yang paling tua, aku yang akan menjaga HyoJin.” Kata Jihwan.

“Tidak bisa! Hyo Jin butuh orang yang kuat. Dan itu adalah aku! Kim Jiwon!”

“Tidak! Dia butuh orang yang tenang! Bukan berisik seperti kau!” sudah pasti itu Hanbin.

“Baiklah. Bagaimana kalau mulai sekarang kita bersaing untuk mendapatkan Hyo Jin? Otte?” Jihwan menyarankan.

“Baik! Setuju!” Jiwon dan Hanbin menjawab dengan tegas.

“Baiklah! Kita mulai dari hari ini!”

“Oppa?”

“Hyo Jin?!”

-TBC-

Bagaimana?

Tunggu chapter selanjutnya ya~

Gomawo yang udah mau baca!!

 

~Cho Hyo Jin

I Always Love You~

Tittle            : I Always Love You~

Cast            :

Cho Hyo Jin

Park Yoochun

Genre : romance, drama, hurt/comfort

Ratting        : G

Author         : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~

Warn           : tpyo bertebaran dimana-mana, geje

Anyeong readers~

Author 2 came back dengan FF Oneshot lagi^^

Kali ini khusus buat Yoochun Oppa yang ultah nih!!!!

Mian kalau rada aneh ceritanya, soalnya lagi menjelang Ujian Kenaikan kelas nih, doain Author-author yh^^

Ini Author terinspirasi dari lyric lagu Christina Aguilera yang judulnya Hurt…

Gak full hurt sih hhe..

Garis bawah itu lyric, kalau yang miring itu flashback..

Makasih yang udah like FF Author 2 kalau bisa comment juga yh #ngarep

Oke, kita langsung ke cerita aja yah~~

Happy Reading~

————————————————————————————————————————————–

“Kerja bagus, Hyo Jin-ah. Kau memang penyanyi yang hebat. Aku bangga padamu!”

“Kau memang superstar! “

Pujian seperti itu sudah sering kudengar. Namun semuanya tidak membuatku merasa bahagia.

“Hyo Jin-ssi, ini kado-kado dari Jinieus.” Kata salah seorang crew acara dimana aku baru saja tampil. Setelah crew itu pergi aku memasang earphoneku. Tidak ada salahnya membaca surat dari fans sambil mendengarkan lagu kan?

FYI, Jinieus itu nama fandomku-ngarang-.

Aku melihat kado-kado dan surat-surat dari Jinieus, semuanya menarik.

Tapi…

Kado dengan pita merah itu terlihat jauh lebih menarik dari kado yang lain. Aku mengambil kado itu lalu memangkunya. Diatas kado itu tertera sebuah tulisan

“I forgive you”

Aku sedikit heran dengan kata-kata itu. Apa aku pernah berbuat salah padanya? Siapa dia?

Kubuka kado itu pelan. Ternyata itu sebuah album foto. Dan pada covernya tertulis -PYC and CHJ- itu terdengat tidak asing ditelingaku. PYC? Park? Park Yo…?

Jangan- jangan?!

Pertanyaanku terjawab saat melihat namanya tertera dibawah tulisan itu.

Ya, dia adalah..

Park Yoochun, mantan kekasihku.

Sudah lewat 2 tahun semenjak kami putus.Hh~ aku menghembuskan nafasku panjang. Aku sedikit menyesali putusnya hubunganku dengannya. Tanpanya aku bukan apa-apa sekarang.

Dengan pelan kubuka halaman pertama album photo itu. Dan damn! Kenapa lagu nya sangat cocok sekali? Kenapa harus lagu Christina Aguilera- Hurt?

Seems like it was yesterday when i saw your face

You told me how proud you were but i walked away

If only i knew what i know today

Aku ingat dimana ia menyambutku dengan senyuman setelah aku selesai bernyanyi. Namun, aku malah membentaknya.

“If i ain’t got you with me, baby~ Terima kasih” aku segera turun dari panggung dan lengsung memeluk Yoochun oppa.  Ia kekasihku selama 5 tahun ini. Ia selalu menemaniku dari awal aku training sampai aku debut.

“Good job, baby~” ia tersenyum tulus sambil memelukku erat.

“Gomawo, Chunie oppa~ Ah, sebentar! Aku harus siap-siap untuk pemotretan sekarang! Bye Oppa!”

“Hei, apa kau tak lelah? Kau baru selesai tampil. Istirahatlah. Aku tau kau lelah.” Ia mengelus rambutku lembut. Namun, aku singkirkan.

“Oppa, tidak bisa. Aku harus berangkat sekarang. Aku memang lelah. Tapi aku bisa tidur di van nanti.” Aku tetap ingin berangkat. Aku ini artis baru. Aku tak mau memunculkan image yang buruk. Aku harus on time!

“Tidak. Kau harus istirahat dulu. Nanti wajahmu akan terlihat lelah. Kau tidak mau dibilang tidak niat dalam pemotretan itu kan?” Selalu seperti ini. Aku harus inilah.. itulah.. ia sedikit cerewet dalam hal seperti ini. Memang aku bocah?

“Aish, jangan mulai lagi. Aku harus berangkat. Bye~ Nanti aku hubungi setelah selesai pemotretan. Chu~” Aku mencium pipinya sekilas.

“Jangan lupa hubungi aku. Jangan terlalu lelah. Hati-hati ne? Saranghae.”

“Nde, oppa. Aku bukan anak kecil lagi. Nado saranghae.”

-skip time-

“Aish, mana ekspresimu, Hyo Jin-ah!” teriak sang fotographer.

“Mianhae. Jeongmal mianhae.” Aku membungkukan badanku.

“Mukamu itu terlihat lelah. Bagaimana mau dapat foto yang bagus kalau begini?!” ia sedikit menaikan nada bicaranya.

Aku menyesal tidak mengikuti saran Yoochun oppa.

Akhirnya pemotretan selesai. Aku membuka handphoneku dan menemukan banyak pesan dari Yoochun oppa.

‘Chagi-ah, sudah selesai?’

‘Yeobo? Kenapa lama sekali ini sudah jam 10 malam. Kapan kau selesai ‘

‘Hyo Jin-ah, jangan terlalu memaksakan. Jangan sampai terlalu lelah, ne?’

‘Hyo Jin-ah, kau sudah tidur? Kalau sudah, mimpi yang indah yah^^ jangan lupa mimpikan aku. Saranghaeyo!!! Jeongmalll!!!’

Aku terkekeh membacanya. Memang hanya ia yang bisa membuatku tertawa saat cobaan datang padaku.

Kalau mengingat itu aku merasa bersalah karna telah mengabaikan dia. Ia terlalu baik.

Ia selalu berada disampingku tanpa pernah mengeluh sekalipun. Walaupun aku kadang tidak sopan padanya. Aku sering memakinya. Tapi ia masih saja sabar menghadapiku. Sabar sekali kan?

I’m sorry for blaming you

For everything i just couldn’t do

And i’ve hurt my self by hurting you

Tapi aku sadar waktu itu aku sedikit keterlaluan.

Dan ia masih tidak menganggapku salah.

Dia namja yang baik.

Sangat.

“ Hyo Jin-ah, jangan makan itu! tidak baik untuk tenggorokanmu. Kau akan ada acara akhir minggu ini. Pilihlah menu yang tidak berlemak. Kau mau suramu habis?” Yoochun oppa memarahiku karna memilih menu yang banyak lemaknya, aish, dia tetap cerewet.

“Oppa, bisakah kali ini aku makan sesuai keinginanku? ! Kau selalu melarangku ini itu! Aku sudah muak!”  aku bangkit berdiri untuk pergi dari sini. Yoochun oppa menahanku.

“Aku melakukan itu supaya karirmu lancar. Ini semua demi masa depanmu.” Yoochun oppa masih tenang. Tapi aku sudah tidak kuasa.

“Masa depanku? Bukannya masa depanmu?! Kau menyuruhku supaya menjadi artis terkenal agar nanti aku saja yang menafkahi keluarga kita? Kau ini picik sekali! Jangan-jangan kau mau jadi namjachinguku hanya karna mengincar hartaku?”

PLAK

Ia menamparku.

Aku menatap matanya. Matanya penuh dengan kekecewaan. Astaga! Apa aku berkata keterlaluan?

“Mianhae, oppa. Bukan maksudku-“

“Aku tau aku ini tidak kaya.”

“Oppa..”

“Aku tau kau pasti akan bertemu namja yang lebuh tampan dan lebih kaya dariku.”

“Oppa..”

“Tapi, aku tulus mencintaimu! Aku mencintaimu sejak dulu! Akulah namja yang menjadi namjachingumu selama 5 tahun ini! Aku yang terus bertahan walaupun kau selalu memarahiku, memakiku. Tapi aku mencoba kuat, karna aku berfikir kau mencintaiku.”

Tes.. tes.. air mataku jatuh dengan deras.

“Oppa..”

“Ternyata pikiranku salah!”

“Oppa itu tidak benar! Hiks..” aku menangis sekeras mungkin.

“Kau tidak percaya padaku! Kau menganggapku namja yang memanfaatkan yeojachingunya untuk mendapatkan uang!” ia sedikit menghela nafasnya lalu kembai menatap mataku.

“Lebih baik kita akhiri ini. Selamat tinggal dan terima kasih untuk 5 tahun ini.” Yoochun oppa pergi meninggalkan aku yang masih menagis histeris.

GREP

“Oppa, mianhae.. Aku tidak bermaksud.. Hiks.. Aku minta maaf.. Hiks..” aku menahan kepergiannya.

“Mianhae, Hyo Jin. Aku sudah tidak bisa menahan sakit hati dan kekecewaanku padamu. Kita harus berakhir.” Ia mencium bibirku untuk terakhir kalinya dan langsung pergi meninggalkanku tanpa melihat kebelakang. Aku yakin ia pun menagis. Karna saat ciuman tadi aku merasakan air matanya jatuh ke pipiku.

Aku telah membuatnya kecewa.

Mataku mulai berkaca-kaca. Hal itu yang selalu membuatku menagis. Walaupun sudah lewat 2 tahun, perasaanku masih sama seperti dulu. Tak pernah berubah.

Lirik dari lagu ini membuatku ingat pada kenanganku dengannya.

Would you tell me i was wrong?

“YA! Cho Hyo Jin! Siapa yang memperbolehkanmu makan ice cream itu?!” teriak managerku.

“Aish, apa aku tidak boleh?” aku bertanya.

“Kau tau tidak ice cream itu tidak baik untuk suaramu!”

“Maaf, aku lah yang memaksanya memakan ice cream.”

“Yoochun oppa!!” aku senang karna Yoochun datang. Sebenarnya aku yang meminta Yoochun oppa untuk mebelikan ice cream ini. Dan ternyata aku ketahuan Managerku. Aish..

Tunggu..

Dia bilang apa tadi?

“Yoochun-ah, kau tau kan Hyo Jin itu artis baru? Jangan membelikan sesuatu yang tidak baik untuk kesehatannya. Arra?” kata managerku memarahi Yoochun oppa. Yoochun oppa berkali-kali meminta maaf pada managerku.

Ia rela dimarahi demi aku…

Would you help me understand?

“Oppa, apa aku terlalu manja?” tanyaku padanya saat berada di pantai.

“Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Banyak yang bilang kau menyebalkan. Lagipula aku tidak semanja Jang Sa Ha. Lalu banyak anti-fans ku yang menyebutku aneh.” Aku mempoutkan bibirku.

“Hey, sudah wajarkan kalau anti-fans itu tidak memihak padamu? Sudahlah, kau ini tidak manja. Kau ini mandiri. Buktinya kau bisa debut karna dirimu sendiri. Sekarang yang harus kau lakukan adalah tetap menjadi dirimu. Walaupun seluruh dunia tidak menyukaimu. Aku masih mencintaimu.”

BLUSH

Aku memeluk Yoochun oppa erat. Ia memang yang terbaik dari yang terbaik.

Are you looking down upon me?

“Bagaimana bisa seorang Hyo Jin melakukan kesalahan seperti ini?” managerku marah besar karna aku terkena scandal.

“Mianhae. Jeongmal mianhae.”

“Jangan pernah diulang lagi”

Sungguh, aku ingin menangis! Aku takut  semua orang menjauhiku! Apa Yoochun oppa akan meninggalkanku?

“Wae geurae?”

“Yoochun Oppa?”

“Ne, Kenapa? Apa karna scandal itu?”

“Ne. Aku .. hiks.. takut kau … hiks.. menjauhiku.. hiks..” tangisan yang sedari tadi kutahan lepas saat tangan nya merengkuhku kedalam pelukan hangatnya.

“It’s okay. Everythings gonna be allright.”

Hanya dia yang tidak pernah menjatuhkanku…

Are proud of who i am?

“Pemenang song of the year kali ini adalah….”

“Cho Hyo Jin dengan lagu Truly One”

Omona!!! Aku menang!!!! Yoochun oppa pasti bangga denganku!!

“Terimakasih pada Tuhan Yang Maha Esa, karna berkatnya  membuat saya bisa menerima penghargaan ini. Terimakasih unutk keluarga serta namjachingu ku yang selalu mendukungku setiap saat. I love you all~” aku pun turun dari panggung.

DRTTT DRTT

From : Chunie Oppa~

Aku bangga padamu, chagia J

Aku tersenyum melihat pesan dari Yoochun oppa.

Saking tidak konsennya pada lagu, ternyata lagu ini sudah sampai pada bagian akhir.

If i had just one more day, i would tell you

How much that i’ve been missed you since you’ve been gone away

Oh,  its dangerous

It’s so out of line to try and turn back time

Tes.. tes..

Air mataku menetes lebih deras..

“Hiks.. hiks..”

Lirik ini begitu menancap ke dalam hatiku. Memang ini lah yang selalu ingin kulakukan. Memutar waktu dan tidak akan mengeluarkan kata itu. mungkin sampai sekarang kami masih memiliki hubungan.

“And i’ve hurt my self by hurting you” aku menyanyikan bagian akhir dari lagu itu.

Ya, aku melukaimu dan itu berdampak untukku juga. Aku ingin ia kembali. Namun, aku tau ini sudah tak dapat diperbaiki. Walaupun ia sudah memaafkanku, tapi belum tentu ia menerimaku kembali.

Seiring berakhirnya lagu, berakhir pun acara membuka album photo itu.

Kuseka air mataku dengan tissue. Saat hendak mengambil tissue lagi, ada sebuah tangan yang mengulurkan sapu tangan.

“Matamu bisa sakit jika mengusapnya dengan tissue, Chagi-ah~”

Suara ini!!! Kuangkat kepalaku dan ternyata ia adalah..

Yoochun oppa..

“Oppa..” lirihku sambil tetap menangis.

“Hyo Jin-ah, mian oppa terlalu sering memaksamu. Maukah kau kembali padaku?” tanyanya sambil menyeka sisa air mata di mataku.

Jawabannya?

Kurasa kalian sudah tau. Aku sudah mengucapkannya diatas.

Kalian tidak tau? Baca lah dengan teliti…

END

Otte? Aneh yah? Maklum lagi masa UKK nih..

Minta like sama commentnya yah^^

Gomawo yang udah mau baca..

~Cho Hyo Jin

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-Hyo Jin side(Part 6)^^

Tittle  :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Author         : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght : Chapter

Ratt   : G-Semi M

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Disini mualai ada pergeseran ratting yh~ hhe..

Sedikit ada NC- Author gak tahan kalau gak ada NC, eh?-

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

Aku benci Eun Hye eonni.

.

Chapter 6 : ‘Our’ private show-2-

.

.

Seperti biasa kami pergi ke Cafe Spicywings. Cafe langganan kami.

Yoon Hee langsung duduk, begitu juga Hwayeon yang biasanya duduk disamping Yoon Hee.

“Hwayeon, bisa pindah?” pintaku sebelum aku duduk.

“Wae?!” tanya Hwayeon tak suka. Ya! Berisik sekali maknae ini. Tak tau kah aku sedang dalam keadaan emosi? Jinjja.

“Aku lebih tua darimu. Sudah, turuti saja.”

Hwayeon yang sudah duduk kini berdiri dengan malas. Dia pindah ke bangku diamana seharusnya aku duduk. Dan yang pasti itu bersebelahan dengan Eun Hye eonni.

“Biasa.” ucap kami berempat kompak.

Tak lama, pesanan yang biasa kami pesan sudah ada dimeja kami.

“Kalian semua kenapa?” tanya Hwayeon memecah keheningan.

Kalau kalian bisa melihat ekspresi di wajah kami kalian akan ketakutan. Ekspresu kami berbeda-beda namun itulah yang membuat klaian ketakutan.

Wajah Hwayeon mulai berubah menjadi pucat. Akhir-akhir ini dia seperti itu terus. Entah kenapa.

Eunhye? Well, wajahnya terlihat seperti orang yang hilang harapan. Apa dia habis dibuang oleh Ricky? Atau oleh namja satunya lagi? Ternyata ia bisa sedih juga? Semakin memikirkan itu aku semakin tak bisa mengendalikan emosiku.

Yoon Hee? Matanya sangat sembab. Sepertinya ia habis menangis. Mungkin pasiennya terjadi sesuatu. Aku tak peduli.

“Aku pulang. Ada yang menjemputku diluar.” Hwayeon meninggalkan kami.

“Oh hp kalian harus standby ya. Mungkin aku harus menghubungi kalian untuk mengatakan sesuatu. Arraseo? Annyeong” Hwayeon memberikan pengumuman sebelum akhirnya benar-benar keluar.

“Aku juga mau pulang, moodku sedang tidak bagus.” Aku ikut-ikutan keluar. Berada disini bisa membuat emosiku memuncak.

Aku kembali ke apartementku. Kurasa Cuma tempat itulah yang paling cocok untuk menenangkan pikiranku.

Drttt..drrt..

Ricky-evil-pabbo is calling

Aish, maunya apa sih?

Tak kuhiraukan panggilan darinya. Apa aku salah? Terlalu kejam? Ya! Siapa yang menjadi korban,eoh?

Tok tok tok

Aish, siapa lagi coba?

Dengan langkah kesal aku membuka pintu dan untuk kesekian kalinya aku menyesal.

Ia Ricky.

“Tunggu. Apa yang membuatmu menjauhiku?” tanyanya pelan.

“Kau pikirkan saja sendiri!”

Saat hendak menutup pintu, Ricky menahannya. Ia masuk dan mengunci apartementku.Ia menatapku marah.

“Kau selalu seperti ini! Seakan semua salahku!” ia mulai meninggikan nada bicaranya.

“Tidak! Ini bukan salahmu! Ini salahku!!”

Aku menangis. Mungkin ini sedikit berlebihan. Namun, kalian pasti akan melakukan hal yang sama jika namja yang kalian sukai hanya memanfaatkan kalian kan?

“Hyo Jin, tatap aku.” Aku masih menunduk. Enggan melihatnya.

“Hyo Jin, tatap aku sekarang!” ia mulai berteriak padaku. Tapi aku masih tak mengangkat wajahku.

“Cho Hyo Jin!!!”

“Wae?? Kau ingin memarahiku lagi? Silahkan!!! Aku benci kau!! Pergi!! Jangan pernah mencariku lagi!!” Aku menatapnya tajam. Kulihat ia sedikit terhentak saat aku berteriak padanya.

“Hyo Jin, apa ini karna Eun Hye?” tanyanya pelan sambil menahan wajahku agar terus menatapnya.

“Kalau iya kenapa? Kalau bukan kenapa?”

“Jawab aku Cho Hyo Jin!”

“Iya!!! Ini semua karna perlakuan khususmu pada Eun Hye eonni! Kau memeluknya! Kau memberinya sebucket bunga mawar! Sedangkan aku? Aku hanya dapat satu tangkai! Daebak! Dan apa itu EunEun pabbo dan ChangChang sunbae? Imut sekali,eoh!”

Grep

“Jadi kau cemburu?” Tiga kata itu sangan menancap dihatiku.

“Kalau iya kenapa?” aku mengalihkan pandanganku.

“Tatap aku.”

Tidak! Jangan suara itu! Suara lembut itu masuk ke telingaku. Perlahan aku menatap kembali matanya. Ia menatap dengan lembut. Aku terhisap dalam keindahan matanya.

“Itulah yang kutunggu selama ini.” Ia tersenyum lalu menarik tengkukku sehingga wajahku semakin dekat dengannya.

CUP

Ia menciumku sangat lembut. Tak ada nafsu yang terasa. Hanya luapan kasih sayang yang terasa. Tak mau munafik aku mengalungkan tanganku di lehernya. Makin lama ciuman kami semakin panas. Aku mendorong dadanya karna pasokan udaraku sudah menipis. Akhirnya ia melepaskan ciumannya. Kami saling menatap satu sama lain sambil mengatur nafas kami. Udara disekitar kami sudah terasa sangat panas. Hanya satu yang ada dipikiranku..

Apa kita akan melakukan ‘itu’?

“Hyo Jin, mianhae sudah membuatmu cemburu. Tapi sungguh. Eun Hye itu hanya hoobaeku saja. Kami sudah seperti oppa dan yedongsaeng saja. Tidak lebih. Sungguh.”  Ricky mengatakan itu sambil memelukku erat.

“Baiklah aku percaya itu. Tapi aku ini siapa?” aku mempoutkan bibirku.

“Kau adalah milikku.”

Setelah itu ia kembali mempersatukan bibirnya dengan bibirku. Sedikit berbeda kanra sedikit menuntut. Aku memperdalam ciuman kami. Rasanya aku tidak ingin terlepas dari bibir itu.

“eummhhhh” desahku tertahan saat Ricky mulai memasukan lidahnya kedalam mulutku. Lidahnya bergerak lincah di dalam. Aku terbuai oleh permainan lidahnya tanpa kau sadari bajuku sudah terjatuh dilantai. Entah kapan ia melepasnya. Yang pasti sekarang aku merasa malu. Aku melepas ciumanku dan menutupi dadaku dengan kedua tanganku.

“Kau tidak usah malu, chagi~  Aku janji aku tidak akan menyakitimu.” Ricky menurunkan kedua tanganku.

“A-aku malu, Ricky-ah.” Kuyakin wajahku pasti sudah sangat merah. Aish, molla~

“Tenang saja. Kau sangat cantik.” Ia mulai menjilat leherku sesekali menghisap dan menggigitnya,

“Aahh, hahh, hahh.. Jangan terlalu banyak, Ricky-ah” aku berkata sambil berusaha menahan desahanku.

“Jangan ditahan sayang.”

“Aahh, hahh.. Ini terlalu nikmat!” Aku tak dapat menahan desahanku saat Ricky mulai memainkan tangan dan mulutnya di kedua dadaku.

“Shall we?” tanyanya sambil mengangkat alisnya sebelah.

“Sudah basah kenapa tidak mandi saja sekalian?” aku menyeringai. Ricky menggendongku ala bride menuju kamarku. Kalian pasti tau kan kelanjutannya?

Tidak? Astaga. Baiklah aku akan mendeskripsikannya sedikit saja..

  • Hubungan antara namja dan yeoja
  • Tanpa pakaian
  • Saling menghangatkan
  • Memasuki dan dimasuki
  • Kasur
  • Desahan
  • Bergesekan

Sudah tau kan? Yasudah jangan diganggu dulu yah.. Lagi sibuk ^^

TBC-

Bagaimana? GJ yah? Mianhae yah~~

Author lagi gak punya ide banget..

Tapi Author masih mengharapkan comment buat Author introspeksi gitu^^

Likenya juga boleh kok..

Silent reader? Author gak larang tapi kalau bisa tinggalkan jejak yh~~

Gomawo yang udah mau baca..

~Cho Hyo Jin

Romantic Waltz~#100DayOurBlog-HYo Jin side (Part 5)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Min Sunghyun (OC)

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G-Semi M

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Disini ada pergeseran ratting yh~ hhe..

Sedikit ada NC- Author gak tahan kalau gak ada NC, eh?-

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Berarti kita impas.” Kataku sambil tersenyum lebar. Kulihat Ricky hanya mengerutkan dahinya dan menatapku bingung. Kubiarkan saja ia penasaran. Hha..

Lebih baik aku kembali ke hotel untuk istirahat. Besok adalah hari penting. Aku tak boleh menggagalkannya. Fighting!

.

Chapter 5: ‘Our’-private- show~

.

.

Pagi cerah telah tiba..

Yah, aku harus bersiap-siap. Malam ini bukanlah malam yang biasa. Malam ini aku  akan tampil bersama namja yang telah mengisi hatiku. Mungkin malam ini hubungan kami akan mendapat perkembangan. Boleh kah aku berharap?

Aku memasang earphone,u unutk berlatih lagu yang akan kami tampilkan nanti. Yah, Love Song- Adele. Keren kan?

Berhubung aku sedang malas keluar kamar jadi kuputuskan untuk diam di dalam kamar.

.

.

.

Sudah malam? Daebak!!! Tak terasa sama sekali. Untung saja aku sudah mandi dan sekarang tubuhku sudah dibalut gaun merah tanpa lengan selutut yang kuberi saat menemani Hwa Yeon membeli gaun. Dan ini sangat bagus. Hae Won-ssi memang hebat.

Tok tok tok

Aish, siapa itu? Mengganggu saja. Tidak taukah ia kalau aku sedang sibuk(baca: mengaca)? Aku berjalan malas menuju pintu dan membukanya. Sungguh aku sanagt menyesal saat melihat sang pelaku..

“Anyeong, HyoHyo yedongsaeng tercantikku!!!” siapa lagi kalau bukan EvilKyu oppa. Aku hanya memutar mataku malas.

“Apa maumu? Kau ini mengganggu saja, oppa. Oh ya, apa yeoja yang waktu itu kau ceritakan adalah Hwa Yeon?” tanyaku heran.

“Yup. Tepat sekali! Aku pun kaget saat mengetahui kalau Hwa Yeon-ku itu sahabatmu. Kenapa kau tidak pernah mengenalkannya padaku? “ ia menatapku dengan pandangan meremehkan.

“Tak perlu kukenalkan kau pasti akan mencarinya. Eh, tadi kau bilang apa? Hwa Yeon ku?” heol, hebat sekali dia sudah meng-klaim Hwa Yeon miliknya. Jangnan aniya.

“Iya. Hari ini aku kan mengenalkannya pada Eomma dan Appa.” Kata Kyuhyun sambil duduk di kasurku. Dasar tak sopan.

“Oh ya, Eomma dan Appa ingin bertemu denganmu. Jadi mereka menyuruhku untuk datang bersamamu.”tambahnya sambil merebahkan badannya dikasur. Sia-sia tuxedo hitam itu ia pake jika hanya untuk tidur. Dasar kebo.

“Mwo? Ajhuma dan Ajusshi datang? Aku kangen sekali~ Baiklah, kajja. Aku tak sabar bertemu dengannya.” Aku menarik tangannya.

“Ya! Cho Hyo Jin!!” ia berteriak karna hampir jatuh saat aku menariknya. Setelah mengunci pintu aku berjalan bersama Kyuhyun. Tiba-tiba ia menarik tanganku dan menggandeng tanganku.

“Sudah lama kita tak seperti ini. Terakhir saat kita masih di SMP. Kapan lagi kita punya moment saat kita akrab? Haha..” Kyuhyun terkekeh. Aku tersenyum  dan menyandarkan kepalaku pada pundaknya.

Well, memang kami jarang sekali akur. Jadi lebih baik kita gunakan moment ini untuk akrab. Haha..

Saat sampai di ballroom aku terkagum-kagum menatap sekitar. Ini hebat sekali! Megah dan luas!!! Aku merasa sangat beruntung disini. Ini semua pasti kerjaan Eun Hye eonni. Dia memang perfectionis. Dasar yeoja golongan darah A~

“Omona! Ini hebat sekali! Eun Hye eonni sangat hebat! Eh? Itu Hwa Yeon. Sana, dekati dia.” Ujarku. Kyuhyun menggeleng.

“Hey, aku bisa bersama dia nanti. Kita kan sedang dalam acara ‘mari-kita-berbaikan-‘,ingat?” aku terkekeh mendengarnya. Kami kembali tertawa tapi aku merasa sedikit aneh saat melihat Hwa Yeon. Apa dia cemburu? Jangan-jangan ia belum tau kalau aku dan Kyuhyun itu sepupu? Ah, tak mungkin. Pasti ia tau.

Aku mendatangi Tan Ajusshi dan Ajjuma. Sudah lama aku tidak bertemu dengan mereka. Kami sekedar membagi cerita setelah lama tidak bertemu.

Selama acara ini aku selalu bersama Kyuhyun oppa. Ia selalu menggandeng tanganku. Banyak yang mengira kami adalah pasangan kekasih. Tapi Kyuhyun oppa akan mengatakan,

“Bukan. Ia hanya sepupuku. Yeojachinggu ku adalah penyelenggara acara ini.” Ujarnya mantap. Wah, aku iri padamu Hwa Yeon. Kapan aku mendapat orang seperti Kyu oppa? Mungkin nanti.

Eh? Hwa Yeon kok seperti ingin menangis? Apa karna kami bersama?

“Hwa Yeon? Kenapa ia selalu melihat kepada kita?” tanyaku penasaran. Kyuhyun melirik sekilas.

“Entah, mungkin ia sedang melamun. Ia kan suka melamun.” Kyuhyun menaggapinya dengan santai.

Kulihat Hwa Yeon pergi keluar ruangan. Sambil menangis?

Hwa Yeon memang suka melamun. Tapi ia tidak pernah melamun sambil menangis. Apa jangan-jangan..

“Oppa, apa kau sudah bilang pada Hwa Yeon kalau kita sepupu?” Kyuhyun terkaget dan baru menyadari sesuatu.

“Aish, aku lupa mengatakannya. Pantas saja ia melihat kearah kita. Lho? Kemana dia? “ Kyuhyun panik.

“Ia keluar dari ruangan tadi. Sepertinya ia cemburu dan salah sangka. Cepatlah kejar dia oppa.” Aku mendorong Kyuhyun untuk keluar ruangan. Dasar couple rusuh.

Tapi aku juga tidak melihat Ricky. Dia kemana? Ah! Itu dia! Eun Hye eonni lagi? Aigo, dia benar-benar. Tapi Eun Hye eonni itu sedang bersama namja lain kan? Hebat sekali eonni tertua ini. Ia punya dua namja .

Prok prok prok

Aku bertepuk tangan pelan. Aku sudah membulatkan pilihanku. Aku membenci Eun Hye eonni.

Saat semua orang berdansa dengan romantis termasuk couple rusuh-Kyuhyun&Hwa Yeon- Hebat sekali mereka sudah berbaikan. Aku hanya bisa diam dan duduk, Ricky tidak ada niatan untuk mengajakku berdansa? Ah, aku lupa. Kan masih ada Eun Hye eonni.

Entah berapa lama aku melamun, tiba-tiba mc acara tersebut berkata,

“ Ayo ayo, sekarang semua yeoja berbaris menyamping disebelah kananku, dan para namja berhadapan dengan para yeoja disamping kiriku. Ayo ayo.” Dengan langkah gontai aku menuju kesana. Mungkin akan sedikit membantu menenangkan pikiranku.

“Oke, sekarang kita akn bermain game!!! Kiss Competion. Oke, jadi nanti, lampu akan dimatikan, dan semua orang wajib mencari seorang pasangan klaian masing-masing untuk dicium dalam keadaan gelap gulita. Oke? mengerti semuanya? Pada aba-aba ke-3. 1…2…3…

Cleck

Mwo? Ini kiss competion? Aku harus apa? Ini gelap sekali! Eomma! Aku takut! Ricky!!

“Apa kau Hyo Jin?” aku kenal suara itu. Itu Ricky!

“Ricky?”

“Ternyata memang kau.”

Cup.

Ia menciumku dengan lembut. Astaga, ia menciumku setelah berselingkuh didepan mataku? Kau harus sadar, Hyo Jin.

Saat aku memberontak, aku menyesalinya. Karna semakin aku memberontak, ciuman itu semakin dalam. Ah, aku menyerah. Ricky tetap menciumku dengan lembut tak ada kesan nafsu dalam ciumannya.

Cleck

Ricky melepaskan ciumannya dan menatapku lekat. Aku hanya bisa menundukan kepalaku. Ia menagngkat daguku lalu mendekatkan mulutnya ke telingaku.

“Ayo siap-siap. Sebentar lagi kita tampil.”

What the?! Kupikir dia akan mengatakan hal romantis! Ternyata … yah, aku sweatdrop seketika.

Akhirnya aku tampil bersama Ricky. Yah, aku tak dapat melihat wajah Ricky lagi. Setiap menatap matanya aku merasa tatapannya seakan menyelami pikiranku. Selama aku menyanyi aku hanya fokus pada lagu.

“Kau mengagumkan tadi” katanya.

“Gomawo.”

“Kau masih marah?”

“Ani”

“Baiklah kalau kau masih marah. ini untukmu”

Ricky memberikan setangkai mawar merah padaku. Ini romantis.

“Goma- eh?”

Saat hendak mengucapkan terimakasih . Ricky sudah menghilang.

Saat cari, aku menemukannya bersama Eun Hye eonni lagi. Lagi? Dan apa itu? Sebucket mawar kuning? Astaga, aku satu tangkai dan dia sebuket? Luar biasa.

Aku benci Eun Hye eonni.

.

.

.

“Hwa Yeon!” teriak Yoon Hee. Well, aku memutuskan untuk pulang bersama Hwa Yeon dan Eun Hye eonni. Walaupun suasana sedikit-sangat- canggung saat bersama Eun Hye eonni.

“Kajja eonni.” Hwa Yeon meninggalkan kami berdua. Kulihat Hwa Yeon sibuk dengan Yoon Hee. Dan aku hanya bisa diam tanpa menganggap ada nya Eun Hye eonni.

Sudah kubilangkan? Aku benci Eun Hye eonni.

­-TBC-

Wah, ini sangat aneh T_T

Maaf yah kalau geje..

Author 2 memang belum berbakat~

Jadi minta commentnya yah^^

Gomawo yang mau baca~

~Cho Hyo Jin

Romantic Waltz~#100DayOurBLog-Hyo Jin side (part 4)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Min Sunghyun (OC)

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Sorry bisa post sekarang, kemarin koneksi internetnya hilang hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Kau tidak apa-apa?” kurasa aku mengenal suara itu. Dimana yah? Kulirik sedikit dari sela-sela jariku.

“Omo! Hyo Jin? Kenapa kau ada disini?”

Dan ternyata dia adalah…

.

Chapter 4 : Revenge

.

.

“ Sunghyun? Kenapa kau ada disini?” kataku pelan. Ia mengangguk pelan lalu duduk didekatku.

“Itu tidak terlalu penting. Jadi, apa yang terjadi? Ceritalah. Kau tau kan kita sudah bersahabat sejak dulu. Kau bisa bercerita padaku.” ia mengalihkan pandangannya padaku.

Ah, aku ingin kalian berkenalan dengannya. Ia adalah Min Sunghyun. Dia adalah sahabatku sejak kecil. Sebelum bertemu anggota gank Scipy aku sudah bersahabat dengannya. Dulu kami terpisah karna Sunghyun harus pindah ke luar kota. Dan kami bertemu di Jeju!!

“Well, sekarang ada seorang namja yang sedang menarik perhatianku akhir-akhir ini. Ia adalah pianis muda yang tampan. Walaupun baru beberapa hari bersamanya, tapi kami memiliki moment yang tak terlupakan. Tapi ternyata bukan hanya aku saja yang merasakannya..” aku menekuk lututku lagi dan menenggelamkan wajahku.

“Maksudmu? Ada orang ketiga?Bagaimana kalau kau labrak saja dia? Kau kan Cho Hyo  Jin! Haha..”  Sunghyun mengelus punggungku lembut. Ia masih sama seperti dulu.

“Yeah, awalnya aku juga mengatakan hal yang sama. Tapi apa yang bisa aku lakukan jika orang itu adalah sahabatku? Kau tau kan aku tidak bisa membuat sahabatku menangis?” aku menghela nafas sambil menghapus jejak air mata yang kembali terukir dipipiku.

“Jadi dia sahabatmu? Kau belum berubah ternyata. Masih saja memendam semuanya sendiri tak peduli kau akan terluka atau tidak. Karna itulah kau gampang tersakiti. Kau terlalu baik pada semuanya sehingga mereka tidak tau kalau kau menderita.” Sunghyun mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata yang turun dari mataku.

“Kau itu tidak pernah memahami perasaanmu sendiri. Selalu menunjukan wajah bahagia walaupun itu sangat menyakitkan bagimu. Menganggap dirinya tidak akan pernah bersedih.”

Pluk

“Aw!! Appo!! Kau jahat sekali padaku!!” Aku memukul lengannya keras karna ia memukul kepalaku keras sekali. Ia tertawa.

“Tapi itulah daya tarikmu. Semua orang tidak tau kau selalu bekerja keras demi mereka. kau lelah demi menyenangkan mereka. Kau tidak pernah menunjukan wajah lelahmu karna akan membuat mereka khawatir. Kau itu yeoja hebat.” Sunghyun mengusap kepalaku pelan.

Aku memeluk Sunghyun erat. Hanya ia yang sangat memahamiku. Hanya ia yang tau lebih banyak dari sahabat-sahabatku yang lain. Hanya dia yang bisa menenangkan aku. Hanya dia..

“Ya! Hyo Jin! Siapa namja yang membuat sahabatku menangis separah ini, eoh? Biar kupukul perutnya sampai ususnya keluar.” Ia membalas pelukanku. Aku tersenyum.

“Gomawo, Sunghyun-ah.”

“Itulah gunanya sahabat.” Jawabnya mantap.

Kami masih berpelukan erat. Untung saja daerah sini sangat sepi. Mungkin karna belum ada yang kesini.Aku melepaskan pelukanku. Kami saling menatap dan tersenyum. Rasa pedih kini sudah musnah.

Oh ya, kenapa Sunghyun bisa berada disini?

“Kenapa kau bisa disini?” tanyaku sambil merebahkan tubuhku dipasir. Ia mengikutiku.

“Aku? Aku sedang melakukan penelitian. Aku kaget melihat seorang yeoja sedang berlari sambil menagis di daerah sini. Karna daerah ini memang belum pernah dikunjungi orang lain. jadi tempat yang cocok untuk penelitian. Kau?” ia memejamkan matanya.

“Aku akan mengisi sebuah acara pelanuchingan hotel di dekat sini. Nah, namja yang kumaksud tadi adalah namja yang akan mengiringiku saat nanti. Bagaimana kalau kau datang kesana? Aku bisa memasukan namamu kedalam list tamu khusus. Datang ya?” Aku menggunakan puppy eyesku supaya ia ikut. Ia terkekeh.

“Entahlah. Aku tidak tau bisa datang atau tidak. Akan kuusahakan. “ Ia kembali mengusap kepalaku.

Sepertinya tidak rugi jika aku menghabiskan hari ini dengannya. Yah, hitung-hitung menghilangkan stressku. Kenapa tidak?

“Apa kau kosong hari ini?” tanyaku.

“Tentu. Itulah alasan aku bisa bersamamu sekarang. Wae?”

“Mau kah kau menemaniku? Hitung-hitung nostalgia masa kecil? Hehe..”

“Tentu saja. Dengan senang hati.”

Memangnya hanya Ricky yang bisa bersama orang lain? Aku pun bisa. Maafkan aku Sunghyun-ah.

*Hyo Jin Pov end*

*Ricky POV*

Aigo, yeoja itu kemana sih? Ice cream ini mengganggu saja! Kubuang ice cream itu dan kembali mencari Hyo Jin.

Untuk apa tadi aku berhenti mengejarnya coba? Dasar pabbo.

Mungkin aku harus bertanya pada Eun Eun pabbo. Ini semua salahnya! Kenapa ia memelukku coba? Aish..

“Yeoboseyo?” ucapku.

“Yeoboseyo.”

“Hiiyaaa!! EunEun! Eotteohke?!”

“Mwo?”

“Dia marah…”

“Nugu? Artis itu?”

“Ne..”

“Haish! Kau apakan dia?! Akh, dasar pabbo! Sunbae pabbo!”

“Bagus ya! Terus saja mengataiku bodoh! kau lebih bodoh tahu!”

“Yak! Sunbae ini menyebalkan! Sudahlah urus saja masalahmu sendiri!”

-Tut!-

Aish, bisa-bisanya ia menutup telpon dariku! Kutelpon saja lagi.

Drrtt..Drrtt..

“Sekarang apa?!” tanyanya ketus.

“Jebal! Bantulah sunbaemu yang handsome ini!”

“Mwo?! Sudah jangan ganggu aku lagi!!”

“Yak! EunEun pabbo!”

Dasar tidak membantu! Baiklah aku akan mencarinya lagi.

*Ricky POV End*

*Hyo Jin POV*

Seperti yang sudah disepakati, kami pergi ke tempat-tempat yang menarik di daerah ini.

“Hyunie, kau tau kan kalau aku ingin wisata kuliner disini? Kau tau tempat makan yang enak?” tanyaku dengan mata berbinar-binar.

“Aigo, kau masih Hyo Jin yang rakus! Tapi kenapa badanmu bisa seperti ini? Kau kan makannya banyak.” Ia mengatakan itu dengan wajah datarnya.

“Ya! Sekarangkan aku sudah menjadi public figure! Sudah pasti aku harus menjaga penampilanku! Apalagi aku sedang dalam puncak ketenaranku! Hha..”

“Baiklah, Nona Cho. Sekarang berhentiah berkicau karna kita akan pergi sekarang.” Katanya. Ia menunjukan sebuah mobil sport yang –sangat-keren. Dan warnanya biru!! Warna kesukaanku!

“Apa ini punyamu? Kau sudah sukses! Daebak! Aku bangga menjadi sahabatmu!!” aku memberikan kedua jempolku. Ia terkekeh.

“Tentu saja. Apa kau tidak pernah mendengar Prof. Min yang baru saja meneliti tentang keajaiban laut?”

“Jinjja?! Itu kau? Kenapa kau baru bilang,eoh? Mianhae, Prof. Min. Haha..” aku tertawa. Yah, beginilah kami dulu. Saling menyemangati, selalu tertawa.

“Apa kau punya yeojachinggu?”

“Sudah. Bahkan ia sudah berganti status menjadi istriku.”

MWO!!!!!

“Kau sudah menikah? Kenapa tidak mengundangku?!! Lalu dimana istrimu? Aku ingin melihatnya!” kataku antusias.

“Benarkah? Baiklah. Kita ke rumahku. Semoga saja SungHee sudah pulang sekolah.”

“SungHee?”

“Ia anakku.”

WHAT THE?

“Teganya kau!! Tidak mengundangku! Dan sekarang kau sudah punya anak?! Daebak!” aku memukul kepalanya.

“Aish, sudahlah. Mari masuk. Aku sudah kangen dengan My Baby.” Katanya sambil menggunakan aegyo yang jijik dimataku.

-skip time-

“Kita sudah sampai!”

Rumahnya sederhana namun elegant. Dia memang sudah sukses.

“Yeobo? Dia Hyo Jin?” terdengar suara yeoja yang menyambut kami di ruang tamu. Aku tersenyum ramah.

“Omo!!! Cho Hyo Jin sedang berada di rumahku!!! Aku harus apa? Hyo Jin, aku fans beratmu!!!” ternyata istrinya merupakan Jinieus juga. Aku terharu.

“Chagi-a, sebenarnya Hyo Jin itu adalah sahabatku sejak lama.” Jelas Sunghyun.

“Kenapa kau tidak bilang kalau sahabatmu itu Hyo Jin? Jadi suamiku adalah sahabat Hyo Jin? Ah, beruntung sekali aku menikah denganmu!!” ia menciumi pipi Sunghyun yang tertawa melihat istrinya seperti itu.

“Jadi begini, bolehkan kalau Hyo Jin menghabiskan hari ini di rumah? Tapi ia ingin mencoba makanan khas sini. Kau bisa kan?” Sunghyun berkata dengan santai pada istrinya.

“Tentu saja! Demi Hyo Jin!!” Dia memang hardfans-ku. Aku terharu mendengarnya..

Yah, hari ini mungkin akan menyenangkan!

-skip time-

Waktu menjelang sore. Sebaiknya aku pulangke hotel. Untung Sunghyuhn mau mengantarku. Yah, Kurasa Ricky sudah mencariku dari tadi.

“Kajja.” Ajak Sunghyun.

“Ne. “

Setelah sampai di  hotel kulihat Ricky sedang duduk tak tenang di lobby. Aku menghampirinya.

“Hey, apa yang kau lakukan?”

Ia menegokan kepalanya dan langsung memelukku erat.

“Mianhae.. mianhae.. walau aku tak tau apa yang membuatmu marah. Kumohon maafkan aku.” Aku memeluknya erat juga. Ternyata itu menyakiti hatinya. Kami hanya diam menikmati pelukan kami. Tiba-tiba..

“Jinie, kau melupakan ini.” Seru seseorang. Ricky melepaskan pelukannya dan menatap namja itu lekat.

“Ah, Hyunie. Gomawo. By the way, terimakasih untuk hari ini. Lain kali kita jalan bersama lagi yah..” ucapku sambil tersenyum. Aku memeluk Sunghyun lagi ia membalasnya tak kalah hangat. Tapi pelukan kami tiba-tiba terpisah oleh Ricky.

“Jangan lama-lama. “ Ricky menarik tanganku keras sehingga tangaku terasa sakit. Kulihat Sunghyun hanya terkekeh dan membalikan badannya untuk pulang ke rumah. Tega sekali dia.

“Kenapa kau menarik tanganku?”

“Kenapa kau pergi bersama namja itu?”

“Kau cemburu?”

“Tidak. Aku hanya mengkhawatirkanmu.”

“Bohong”

“Tidak”

“Bohong”

“Baiklah. Aku cemburu!”

Apa tadi yang dia katakan? Ia cemburu? Artinya ia suka padaku? Kenapa hati ini bahagia sekali? Entahlah..

“Berarti kita impas.” Kataku sambil tersenyum lebar. Kulihat Ricky hanya mengerutkan dahinya dan menatapku bingung. Kubiarkan saja ia penasaran. Hha..

Lebih baik aku kembali ke hotel untuk istirahat. Besok adalah hari penting. Aku tak boleh menggagalkannya. Fighting!

-TBC-

Gimana? Masih gak rame yah?

Maaf yah kalau gak rame^^

Tapi Author masih nunggu comment dari kalian buat introspeksi diri…

Gomawo yang udah mau baca..

Sampai ketemu di chapter selanjutnya~~

~Cho Hyo Jin