Archive | May 2018

I Like You (좋아합니다)- Young K’s story-

Title       : I Like You (좋아합니다)- Young K’s story-

Cast       :

Kang Yong Hyun (Young K)

Cho Hyo Jin (OC)

*Young K POV*

Dia. Hanya dia yang bisa membuatku begini. Membuatku tak tau harus berbuat apa. Melihat matanya saja sudah membuat aku gagap. Begitu tangannya menyentuhku, tubuhku kehilangan keseimbangan yang membuatku harus mati-matian menahan lututku agar tidak tertekuk. Ini gila! Aku sungguh dibuat tak berdaya bila ada dia.

Kalian bisa saja mengataiku lemah. Tapi sungguh sejak awal aku tak dapat menutupi kegugupanku saat  bertemu dia. Iya, sejak dulu….

Min Ji    : “ Oppa! kenalkan ini temanku, Hyo Jin.”

                Jujur aku tak bisa mengalihkan mataku dari perempuan dengan seragam  sekolah yang sama dengan adik tiriku. Parasnya cantik, matanya tidak terlalu sipit, senyumnya yang manis ditambah lesung pipit di pipi kanannya, rambutnya yang ikal diikat satu tanpa poni yang menurutku menambah kesan manis. Tipeku.

Min Ji    :” Oppa!! Cepat beri salam! Jangan liat Hyo Jin terus! Kau seperti sedang melihat seorang pencuri.”

Aku        :”O-oh. Maafkan. Aku hanya sedang melamun. Ke-kenalkan aku oppa nya Min Ji, Yonghyun. Kang Yonghyun.”

Hyo Jin  :”Halo. Aku Cho Hyo Jin teman Min Ji. Aku sering mendengar tentang anda dari Min Ji, Yonghyun-ssi.”

                Sial, senyumnya semakin manis. Semoga Min Ji tidak menceritakan hal-hal yang memalukan tentangku.

Aku        :” A-ah.. begitukah? Kuharap itu cerita yang baik. Hehehe.”

Min Ji    :”Apa-apain itu? Anda? Yonghyun-ssi? Canggung sekali! Panggil saja dia Brian oppa. Ya kan ,oppa?”

Hyo Jin  :”Eh? Kan namanya Yonghyun, kok dipanggil Brian?”

                Sial. Dia sanggat imut. Tuhan, kenapa kau menciptakan makhluk seperti ini? Nampak tak ada celah untuk mengatakan ia tidak menarik.

Min Ji    :” Oppa ku ini dulu sempat belajar diluar negri dan sekelas dengan Jae. Entah kenapa mereka bisa beda tingkatan kelas saat SD dan akhirnya saat SMA mereka bisa seangkatan. Padahal Jae lebih tua darinya. “

Hyo Jin  :” Ah begitu. Apa aku boleh memanggilnya oppa? Ah, maksudku bolehkah aku memanggil oppa?”

                Aku sudah berkali-kali mengumpat karna mulutku yang tak bisa terbuka dan hanya bisa mengangguk. Detak jantungku bertambah cepat seiring dia berbicara.

Aku        :”Iya, kau boleh memanggilku oppa. Kau kan temannya Min Ji.”

Hyo Jin  :” Baiklah, Brian oppa. Hehehe”

                Sial. Aku mulai sesak napas. Apa yang harus aku lakukan?

Min Ji    :”Wow, Hyo Jin. Kau adalah orang kedua yang boleh memanggil nama Brian oppa  di Korea selain keluarga.”

Hyo Jin  :” Wah? Benarkah? Yang pertamanya pasti pacarnya? Benarkan oppa?”

                Ya, Song Min Ji! Kenapa kau harus mengatakan itu? Memang benar, aku sedikit terganggu dengan nama Brian di Korea. Aku lebih ingin dipanggil Yonghyun. Hanya keluargaku yang aku ijinkan memanggilku dengan nama Brian. Dan dua orang selain keluarga yang dimaksud Min Ji adalah dia dan…

Min Ji    :” Pacar darimana? Ia adalah oppa yang sangat susah untuk didekati perempuan karena terlalu cuek. Dan satu lagi,. Orang yang memanggilnya dengan Brian adalah Jae.”

Hyo Jin  :”Oh? Brian oppa tidak punya pacar? Aneh sekali. Padahal oppa tampan.”

                Sial. Entah sudah berapa kali aku mengatakan sial, tapi sungguh dia menggemaskan. Aneh katamu? Mengapa tidak kau saja yang jadi pacarku? Ingin sekali aku mengatakan itu. Namun sorot matanya sangat tajam tapi lembut miliknya membuatku tak bisa melakukan apapun. Akupun bingung menjelaskannya.

Aku dapat melihat lirikan Min Ji yang mengatakan bahwa ia tau kalau aku tertarik dengan temannya. Ia hanya tersenyum miring, mengejekku. Memang ya, walau kami bukan saudara kandung, tapi kami sangat dekat dan mungkin itulah yang membuatnya dapat mendeteksi perilaku ku. Dan sejak itu Min Ji sering mengerjaiku dengan berbagai cara yang akhirnya membuatku malu dan ia tertawa terbahak-bahak. Sial.

-Love Your Act-

Sudah berkali-kali aku masuk perangkap Min Ji. Dan seperti keledai yang bodoh, aku jatuh pada lubang yang sama. SELALU.

Seperti saat ini, Hyo Jin berdiri di depan pintu rumahku dengan bajunya yang membuatku tak dapat mengalihkan mata darinya-itu selalu terjadi saat aku melihatnya-. Rambut ikal yang ia gerai membuatnya semakin manis. Aku terkagum hingga aku terkejut akan sebuah tangan yang meraba keningku.

Hyo Jin  :” Oppa? Apakau demam? Kau terlihat pucat?”

DEG.. DEG..DEG..DEG..

Hyo Jin  :” Oppa? Brian Oppa?”

Aku        :”E-eh? Hyo Jin. A-apa kabar? Hmm.. K-kau mau ketemu Min Ji?”

Sudah ku katakan, aku gagap bila bertemu dengannya. Ia tertawa mendengar perkataanku.

Hyo Jin  :” Iya, Min Ji bilang bahwa ia mau mau belajar bareng dirumahnya. Nilai fisika ku tidak terlalu bagus, jadi aku minta diajarkan.”

Aku        :” O-oh iyakah? Ta-tapi Min Ji baru saja pergi dengan Jae. Kau taukan mereka baru saja jadian. Mereka sedang ke-kencan.”

Hyo Jin  :” Apa?! Lalu aku harus apa? Minggu ini ada ulangan fisika dan aku masih kurang mengerti materinya. Biar aku telpon dulu Min Ji.”

Astaga, ia semakin lucu ketika merajuk. Min Ji, walau terkadang aku sering membuatmu kesal tapi kau baik sekali mau mengirimkan malaikat ini.

Hyo Jin  :” Apa? Kau benar-benar sedang kencan? Lalu bagaimana dengan belajar bersama? Kau tau kan aku tidak ahli dalam fisika sepertimu? Apa? Kau bercanda? Aku tak mau. Aku malu. Baiklah.  Jangan! Awas saja bila nanti kau begitu.”

Entah apa yang mereka bicarakan. Setelah ia menelpon Min Ji, ia berbalik dan sedikit menatapku. Sikapnya aneh.

Hyo Jin  :”Hmmm, oppa apa kau sedang sibuk?”

Aku        :”e-eh? Ti-tidak kok. A-aku sedang santai. Ada yang bisa aku bantu?”

Hyo Jin  :” hmm, Min Ji bilang oppa jurusan fisika. Apa oppa bisa mengajariku?”

Song Min Ji. Aku sangat bahagia memiliki adik sepertimu. Akan kudoakan agar kau dan Jae hyung cepat menikah.

Aku        :”Tentu saja boleh.”

Untuk pertama kali aku tidak gugup menjawabnya. Mungkin karna aku sedang bahagia. Siapa tau ini bisa menjadi kesempatan bagiku. Kulihat Hyo Jin senang dan langsung tersenyum. Sial, dia cantik.

Kini kami sudah berada diruang tamu. Ia bertanya tentang materi yang ia tidak mengerti. Kami sudah membahas seluruh buku cetak milik Hyo Jin. Mungkin memang karna anaknya rajin sehingga sekali kuterangkan ia langsung mengerti. Dan sekarang kami masih duduk bersebelahan. Aku berada disamping kanannya. Ia sedang meminum teh yang kusajikan tadi. Terkadang ia bertanya tentang keseharianku. Aku berusaha agar tidak gugup dan menunjukkan sisi gantleman ku. Aku pun menanyakan kesehariannya. Dan ia jawab dengan antusias. Tak sadar aku tersenyum dan menatapnya dengan tatapan kagum. Tiba-tiba ia berhenti berbicara dan menundukkan kepalanya. Aku bingung.

Hyo Jin  :”ehm, oppa. Bisakah kau tidak melihatku seperti itu? Aku malu.”

Astaga, mukanya memerah. Jangan tanya mukaku. Keheningan mendatangi kami. Ah, sudah terlanjur. Lebih baik aku katakan saja. Sudah basah kenapa tidak mandi sekalian? Aku mengubah posisi dudukku menjadi menghadap Hyo Jin. Ku tarik tangan Hyo Jin  dan sudah jelas kalau Hyo Jin kaget.

Hyo Jin  :” O-oppa? Kenapa? “

Aku        :” Aku suka kamu. Sejak dulu. Dari pertama bertemu. Awalnya karna parasmu, tapi semua tentangmu aku suka.”

Hyo Jin terdiam dan tersenyum kemudian. Semoga itu pertanda baik.

Hyo Jin  :”Ku kira butuh waktu yang lebih lama untuk meluluhkan oppa yang sangat cuek namun selalu gugup saat bertemu. Kau sudah berjuang agar tidak gugup oppa.”

Aku        :” Jadi?”

Hyo Jin  :” Oppa akan menjadi milikku. Hmmm… agar oppa menjadi milikku, oppa harus punya nama baru. Aku  tidak akan memanggil oppa dengan Brian oppa ataupun Yonghyun oppa.”

Aku        :” Lalu kau memanggilku apa?”

Hyo Jin  :” Hmmm… Young? Young K? Young K!”

Aku        :”*bingung* artinya?”

Hyo Jin  :”Young dari Yonghyun. Dan K untuk Kang!”

Aku        :” Hahahaha… kau lucu sekali.”

Hyo Jin  :” Ingat! Yang boleh memanggil oppa Young K hanya aku saja!”

Aku hanya tertawa. Sesukanya sajalah. Asal dia bahagia, aku rela dipanggil apa saja. Young K? tidak buruk. Tak apa aku dimonopoli olehnya. Aku senang.

-Epilog-

*Min Ji POV*

Drrr drrrr drrrrr

Untuk apa anak ini menelponku? Baru kutekan tombol untuk menerima panggilan ia sudah mengatakan kalimat yang membuatku bingung.

Hyo Jin  :” Apa? Kau benar-benar sedang kencan? “

Min Ji    :” Kau sudah tau itu, Min Ji. Kau yang menyuruhku pergi.”

Hyo Jin  :”Lalu bagaimana dengan belajar bersama?”

Min Ji    :” Itukan hanya rekayasa kau saja, sayangku. Rencanamu sendiri.”

Hyo Jin :”Kau tau kan aku tidak ahli dalam fisika sepertimu?”

Min Ji    :” Apa kau lupa kau selalu dapat nilai 100 dalam ujian fisika mu? Kau bahkan juara olimpiade fisika. Sedangkan aku hanya mendapat nilai 80 saat ujian.”

Hyo Jin  :”Apa? Kau bercanda? Aku tak mau. Aku malu. “

Min Ji    :”Sesukamu lah , Cho Hyo Jin. Semoga berhasil dengan rencanamu. Jangan lupa kabari aku tentang progressnya. Agar aku dapat mengejekmu dan oppa”

Hyo Jin  :”Baiklah.  Jangan! Awas saja bila nanti kau begitu.”

Tutttttt

Langsung kututup telpon darinya. Astaga ternyata ini bagian dari rencananya? Sungguh Cho Hyo Jin. Kau aktris yang hebat.  Sejak awal aku tau bahwa mereka saling tertarik. Dan asal kalian tau, Hyo Jin lah yang selama ini sangat agresif. Ia memaksa agar dapat ke rumah ku dengan alasan belajar bersama atau mau pergi bersamaku tapi aku disuruh untuk tidak ada di rumah atau sering meninggalkan mereka berdua. Ia bilang ia sangat senang saat melihat Brian oppa terlihat gugup. Ia jelas tau sikap Brian oppa. Ia jurusan psikologi yang artinya ia mempelajari perilaku manusia. Memang licik perempuan satu itu. Untung saja aku tau kalau ia sangat menyukai oppaku dan aku tau dibalik kelicikkannya ia sangat baik.

Jae datang dan bertanya tentang apa yang terjadi pada Hyo Jin, ya sudah ku ceritakan saja. Dan hasilnya ia terbahak-bahak. Sekitar 2 jam setelah itu handphone ku berdering. Aku dan Jae membacanya lalu tertawa bersama. Kita lihat saja apa yang akan kulakukan pada mereka berdua.

From : Hyo Jin

Subject : Mission Complete!

‘Besok katakan apa yang kau inginkan. Asal tidak lebih dari 100 won”

_Part2End_

Haiiii… Author 2 balik lagi dengan chapter!!! Ini author bikin dengan latar video clip nya DAy6 yang When you love someone pas adegan Brian oppa ngeliat cewe yang di ayunan itu loh!! Bikin baper ><

Tunggu chapter selanjutnya yaaaa!!!!!

 

 

 

Advertisements