I’m in Love [Date] // Part 3

Title: I’m in Love

Author: Kim Hwa Yeon

Genre: school life, friendship, romance

Cast:

  • Kim Hwa Yeon (OC)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Kim Kibum (Super Junior)
  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung as Hwa Yeon’s oppa (Super Junior)

Other:

  • Kim Young Woon (Super Junior) a.k.a Kangin as Hwa Yeon’s appa
  • Park Jung Soo (Super Junior) a.k.a Leeteuk as Hwa Yeon’s eomma (GS)
  • Tan Hangeng (Super Junior) a.k.a Hankyung as Kyuhyun’s appa
  • Kim Heechul (Super Junior) a.k.a Heechul as Kyuhyun’s eomma (GS)
  • Bae Suzy (Miss A)

I'm in Love

Warning:

Typo bertebaran teman-teman, berhati-hatilah hehehe

Note:

Aloha, maap author lama ga muncul. Lagi repot pindahan kemarin-kemarin, jadi ga sempet bikin ff untuk kalian deh. Maap ya *bow* . Nah, jadi sekarang author kasih lanjutannya I’m in love, ini dia part 3 nya. Maaf kalau pendek dan kurang menarik. Tapi jangan salahkan author kalau ceritanya tidak akan seperti yang kalian pikirkan kkkkkk *smirk*.

Oke, cukup basa basinya. Silahkan dinikmati. Jangan lupa tinggalkan comment, author tunggu. Semakin banyak respon, semakin cepet ff ini bakalan author update. Oce?

Ah, 1 lagi.. ada cast baru muncul di part ini, dan Kyuhyun tidak muncul di sini ^^

Pai pai~!

Terimakasih ^^

***

 

I’m in Love Part 3

Date

Hwayeon berjalan tergesa-gesa ke café yang dimaksud Leeteuk. Jarak rumah mereka dengan café yang Leeteuk maksud tidaklah jauh, maka dari itu Hwayeon lebih memilih untuk berjalan kaki, lagi pula… Jika sekarang ia ingin kencan, untuk apa membawa mobil? Ia yakin pihak namja itu pasti akan membawa mobil. Kalau tidak yaaaaa, yasudahlah. Masih ada kendaraan umum ini.

Kriiing

Hwayeon melangkah masuk ke dalam café itu dan memilih tempat yang berada di ujung, disebelah kaca. Hwayeon kemudian mendudukkan dirinya disana. Seorang pelan datang menghampirinya. “Mau pesan apa agasshi?” tanya pelayan itu sopan.

Hwayeon menatapnya lalu tersenyum sopan pula. “Vanila lattenya 1. Gomawo.” Ujar Hwayeon ramah. Pelayan itu tersenyum sejenak lalu membalikkan dirinya.

Kriiing

Perhatian Hwayeon teralih saat mendengr suara bel yang menandakan ada orang lain yang masuk ke dalam café. Hwayeon menunggu dengan tegang ditempatnya. Kira-kira seperti apa teman kencannya sekarang? Baikkah? Tampankah? Seperti yang eommanya bilang semalam?

Kebetulan Hwayeon memilih kursi yang membelakangi pintu masuk, jadi ia sama sekali tidak bisa melihat siapa yang datang. Sampai tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya.

Hwayeon menoleh dengan gugup, dan apa yang kini tengah ia hadapi sungguh membuatnya bingung dan merasa sedikit mengganjal.

“Oppa?” sapa Hwayeon bingung. Orang yang tadi menyentuh pundak Hwayeon sepertinya juga terkejut.

“Omo! Bukankah kau Kim Hwayeon? Adik dari Yesung hyung?” ujar pria itu dengan nada ramah. Seulas senyum juga mulai tampak menghiasi bibir pria itu.

“Ne, benar.” Jawab Hwayeon sambil tersenyum tak kalah ramah.

“Ah aku yang akan menjadi teman kencanmu hari ini jika kau tidak keberatan.”

“Tentu saja tidak, Kibum oppa…” ujar Hwayeon lembut. Hwayeon mempersilahkan Kibum untuk duduk dihadapannya. Mereka berdua terdiam sambil menyelami mata masing-masing.

Kibum tersenyum simpul, ia memperbaiki duduknya dan memandang Hwayeon intens, “Aku tidak tau kalau kibum oppa anak dari Heechul ahjumma.” Ujar Hwayeon memecah keheningan ditengah tengah mereka.

Kibum terkekeh pelan, kemudian menggaruk tengkuknya canggung. “Aku memang bukan anak mereka Hwayeon-ah.” Jawab Kibum sambil tersenyum maklum. Hwayeon merengut bingung. “Tapi kata eomma aku berkencan dengan anaknya Heechul ahjumma. Tidak mungkin kan eomma berbohong?” tanya Hwayeon lebih kepada dirinya sendiri.

Kibum kembali terkekeh saat melihat wajah menggemaskan Hwayeon yang berada di hadapanya. Hwayeon merengut saat lagi-lagi pendengarannya menangkap suara kekehan Kibum. “Itu… Anak mereka adalah sahabat oppa, ia berhalangan hadir… maka dari itu oppa disuruh untuk menggantikannya. Kau tidak keberatan bukan?”

Hwayeon menggeleng polos sambil mengerjapkan matanya. “Tentu saja tidak. Lagi pula Kibum oppa tampan kok. Hehehehe… Tapi, kalau boleh tau, siapa anak Heechul ahjumma sebenarnya?”

Kibum mengangkat salah satu sudut bibirnya keatas, membentuk sebuah seringaian yang entah kenapa malah membuat Hwayeon merona sendiri. “Kau akan tau nanti… Kurasa, Heechul ahjumma tidak akan diam saja saat tau anaknya tidak datang untuk berkencan denganmu hari ini. Mungkin Heechul ahjumma akan segera menjadwal ulang acara kencanmu dengan anaknya…” jawab Kibum sambil tersenyum miring.

Hwayeon kembali merengut saat jawaban Kibum malah semakin membangkitkan jiwa penasarannya. “A-“

“Ini pesanannya, selamat menikmati.” Ucapan Hwayeon terhenti saat seorang pelayan datang untuk mengantarkan pesanannya dan… pesanan kibum mungkin?

Hwayeon memandang pelayan yang sibuk menata hidangan dengan bingung. “Aaah, chogiyo, bukankah aku hanya memesan segelas vanilla latte ya?” tanya Hwayeon bingung.

Lagi!!!

Kibum kembali terkekeh. Lama-lama Hwayeon merasa kalau kekehan Kibum terdengar sangat menyebalkan ditelinganya, kenapa? Tentu saja karena hanya mendengar kekehan Kibum saja Hwayeon malah merona sendiri. Hwayeon mendelik sebal kearah Kibum, membuat kekehan Kibum menjadi semakin parah. “Aish!” gumam Hwayeon sebal, gadis itu kemudian menunduk untuk menyembunyikan rona merah yang mulai menjalari pipinya.

Kibum tersenyum pada pelayan yang memandang Hwayeon bingung, lalu mengusirnya lembut lewat isyarat tangannya. “Itu aku yang memesan tadi sebelum aku menghampirimu. Kita akan berkencan, jadi lebih baik kalau perutmu terisi penuh kan?” Hwayeon mengangguk malas, lalu mulai menikmati hidangan yang ada didepannya. Kibum memesankan pasta untuk mereka berdua, dan segelas capucino untuk dirinya sendiri.

Mereka berdua menikmati makannya dalam diam. Tidak ada percakapan yang terjalin diantara mereka. Kibum menyelesaikan makannya lebih dulu. Kibum hanya menghabiskan waktunya menunggu Hwayeon selesai makan dengan memandangi gadis itu.

Ada setitik rasa kagum di dalam hatinya saat melihat Hwayeon. Entah kenapa, Kibum merasa ada sesuatu tentang Hwayeon yang harus ia pecahkan… entah apa itu…

“Hwayeon-ah…” panggil Kibum lembut.

“Ne?”

“Sudah selesai?” Hwayeon mengangguk singkat sebagai jawaban. Kibum bangkit berdiri, lalu mengulurkan tangannya kearah Hwayeon. Hwayeon menyambut uluran tangan Kibum lalu ikut bangkit berdiri.

Kibum membimbing Hwayeon keluar café setelah namja itu membayar makanan mereka. Hwayeon berdecak kagum saat ia sebuah mobil audi R-8 terparkir manis di hadapannya. Mobil itu berwarna silver metalik, dengan bodynya mulus yang membuat Hwayeon terpana.

Hwayeon sebenarnya bukanlah seorang penggila mobil, ia bahkan tidak mengerti apapun tentang dunia otomotif seperti itu, hanya saja… Ia sangat menginginkan mobil itu. Ia sudah menyukainya sejak mobil itu pertama kali diluncurkan. Sebut saja, ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada mobil itu.

Hwayeon menyaksikan Kibum yang membuka pintu mobil itu dengan raut kagum. “Mobil ini milik mu oppa?” pekik Hwayeon senang. Kibum tersenyum simpul, “Ya, ini milik oppa. Ayo, cepat naik.”

Hwayeon masuk ke dalam mobil dengan semangat, senyum lima jari terukir jelas di kedua belah bibirnya. Kibum yang sudah masuk ke dalam mobil ikut tersenyum senang saat melihat senyum manis milik gadis itu.

“Pakai seat beltmu, atau… mau oppa yang pakaikan?” goda Kibum pelan. Hwayeon dengan buru-buru memakai seat beltnya dengan wajah merona. Bukan… bukan karena godaan Kibum, tapi karena ingatannya berkelana ke kejadian kemarin saat Kyuhyun memakaikan seat beltnya.

Pada saat itu, ia sangat kaget. Ia kira Kyuhyun berniat menciumnya. Eh ternyata, Kyuhyun hanya memakaikan seat belt untunya. Dia memang namja sialan batin Hwayeon yakin. “Ah, kita mau kemana oppa?” tanya Hwayeon tiba-tiba.

Kibum tersenyum miring, lalu menjawab tanpa menatap Hwayeon. “Menurutmu?” tanyanya singkat. “Aku tak tau!!! Makanya aku bertanya. Kita mau kemana?” tanya Hwayeon manja sambil melancarkan aegyonya.

Kibum melirik Hwayeon dari ekor matanya, dan dengan cepat memfokuskan pandangannya kembali kearah jalan saat ia mendapati raut wajah Hwayeon yang menurutnya menggemaskan. “Kita akan bermain ke Lotte World. Kau suka?”

“OMO?!? JINJJAYO?!? KYA!!! OPPA MEMANG YANG TERBAIK!!!” pekik Hwayeon senang sambil menggoyang-goyangkan lengan Kibum. “H-hey! Jangan seperti itu! Kau mau kecelakaan ya?!” kali ini Kibum yang memekik kaget karena mobil mereka hampir saja oleng jika ia tidak cepat tanggap.

Hwayeon tersenyum tanpa dosa. “Ah mianhae, aku terlalu senang.” Jawab Hwayeon polos. Kibum menghela nafasnya saat mendapati ucapan polos gadis itu, Kekanakan sekali… tapi ia pantas berlaku seperti itu batin Kibum bingung.

Hwayeon masih tersenyum senang sampai ia mengingat satu hal. “Eh, tapi-“.

Kibum menoleh, menanti lanjutan ucapan Hwayeon, tapi Hwayeon malah terdiam. Tapi… Jantungku bagaimana? Apa kuat? Ah, semoga saja kuat. Aku akan segera meminum obatnya. Hah, jangan sampai jantungku kambuh saat bersama Kibum oppa. Bisa gawat nanti. Ahhh semoga Tuhan menyertaiku hari ini batin Hwayeon dalam diam.

“Tapi apa Hwayeon-ah?” Hwayeon kembali terseret ke dunia nyata saat Kibum bertanya. “Ah, a-aniya.” Jawab Hwayeon terbata-bata. Kibum mengangguk singkat, Ada sesuatu yang dia sembunyikan ujar Kibum dalam hati.

Hening

“Sepi sekali… Boleh aku menyalakan lagu oppa?” tanya Hwayeon tak yakin. Kibum menoleh singkat pada Hwayeon kemudian mengangguk mengiyakan. Hwayeon dengan cepat membuka tasnya dan mencari sesuatu

Tada!

Ketemu!

Hwayeon kemudian mencolokkan Flashdisk yang ditemukannya di tasnya. Dan tanpa menunggu lama, suara lembut para sekumpulan namja mulai membelai gendang telinga mereka berdua.

Georeooneun ne moseubeul damgoman
Sipeunde haruedo su baek beonssik
Eojjeodaga ireoke dwaenneunji
Teong bin nae maeumi
Sumeul swige haneun neoigie

I want to capture the image of you walking to me, hundreds of times a day
How did I become like this? You’re the one who makes my empty heart breathe

Aju jogeuman aswiumdo
Geu seounhamdeuldo arajuji motaenneunji
Nal yongseohae, nal yongseohae baby
Nuni majuchineun oneureun kkok hal mal inneunde

But I didn’t know your smallest disappointments or sadness
Forgive me, forgive me baby, we’re locking eyes today and I have something to tell you

Kkumiramyeon jokesseo kkumiramyeon meomchwojwo
Don’t leave me, don’t leave me
Jadagado neol bulleo ajikdo apeunga bwa
Don’t leave me, don’t leave me

I wish this was a dream, if this is a dream, stop right there
Don’t leave me, don’t leave me
I call out to you even in my sleep, I’m still hurting
Don’t leave me, don’t leave me

Hyujitonggwa gachi neol biwobwado
Sseudi sseun yakcheoreom neol baeteobwado
Saebyeongnyeoke chwihae neol tohaebwado
Manggajin sigyecheoreom doedollyeobwado

I try emptying you out along with my trash can
I try spitting you out like bitter medicine
I try vomiting you by getting drunk
I try turning time back like a broken clock

Kamkamhan bam, chagaun gonggi, dal geurimja
Geu soge i gireul honja geotneun guna
Ne nunbit, ttaseuhan sumsori, yeppeun eolgul
Jeo eodum soge sarajyeo ganeun guna

On a dark night, cold air, shadowed moon
I’m walking alone
Your eyes, warm breath, pretty face
It’s disappearing into the darkness

Aju jogeuman aswiumdo
Geu seounham deuldo pureojuji motaenneunji
Nal yongseohae, nal yongseohae forgive
Uri majuchineun
Oneureun kkok hal mal inneunde

But I didn’t comfort your smallest disappointments or sadness
Forgive me, forgive me baby, we’re locking eyes today and I have something to tell you

Kkumiramyeon jokesseo kkumiramyeon meomchwojwo
Don’t leave me, don’t leave me
Jadagado neol bulleo ajikdo apeunga bwa
Don’t leave me, don’t leave me

I wish this was a dream, if this is a dream, stop right there
Don’t leave me, don’t leave me
I call out to you even in my sleep, I’m still hurting
Don’t leave me, don’t leave me

Naega baraneun daero haji anhado joha
Meori sogeun ontong neoro gadeuk hae baby
Neoro inhae himina
Jigeum jabeun du son nochima
Nan yeogiseo neol wihae inneun geol

You don’t have to do what I want
My head is filled with you baby
I get strength from you, don’t let go of my hands
I’m right here for you

Saldaga jichil ttaedo neoreul bomyeo useosseo
Stay with me, stay with me
Eonjena gippeul ttaedo nega meonjeo tteoolla
Stay with me, stay with me

When I’m tired from life, I smile by looking at you
Stay with me, stay with me
Whenever I’m happy, I think of you first
Stay with me, stay with me

Don’t leave me, tteonajima

Don’t leave me, don’t leave me

[Super Junior – Don’t Leave Me]

Eh? Kenapa lagu pertama udah lagu mellow kayak begini? Parah hahahaha batin Hwayeon. Hwayeon melirik kearah Kibum, gadis itu sontak meringis saat melihat Kibum mengerutkan keningnya.

Hwayeon mencoba tenang, menunggu lagu berikutnya terputar. Semoga bukan lagu yang aneh batin Hwayeon berharap.

(Hey Hey Well.. Hey Hey)

(Hey Hey Well.. Hey Hey)


Jigeum naega haryeoneun mari
Jom isanghalji molla
Waeinji neon jom eoryeowoseo
Nan neul jjeoljjeolmaenikka
Itorok wonhage doego
Oh baby baby Please don’t go
Dangsin ape mureup kkulhneun geosdo
I modeun ge neomu jayeonseureowo

What I’m about to say, might sound strange
I don’t know why but, you’re a bit hard for me, I’m always struggling
I want you so bad, oh baby baby please don’t go
Everything, even kneeling before you feels so natural now


Haneopsi jakku aewonhage hae
Jenjang jamjocha mot jage dwae
Dodaeche I gamjeongi mwonji moreugessjanha

I keep begging you, endlessly
Dammit, I can’t even fall asleep
I can’t figure out what this feeling is


Neon chago tteugeowo devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalgwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul masboge hagon
Geurigo tto mok taoge haji Neon chago tteugeowo

You’re cold and hot, devil. Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body, you burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert, a shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of pleasure then you burn up my throat again You’re cold and hot


Eoneu nal mariya nega
Oerowo ul ttaee
Naega geu nunmul dakkajulge
Budi heorakhandamyeon
Byeoreun unmyeongeul deonjyeo
Ganjeolhi jeolhi wonhage dwaesseo
Onjongil galguhae tto jeolmanghae
Wa modeun ge nollaul ppuniya


One day, when you’re lonely and crying
I’ll wipe away those tears, if you would allow me
The stars show my fate and now I desperately want you
All day, I’m in desire and despair, everything is just so amazing


Eotteon susigeorodo bujokhan
Romaentikboda jom deo bokjaphan
Dodaeche I gamjeongi mwonji moreugessjanha

No word is enough to describe this
A bit more complicated than romantic
I can’t figure out what this feeling is


Neon chago tteugeowo devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalgwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul masboge hagon
Geurigo tto mok taoge haji
Neon chago tteugeowo

You’re cold and hot, devil. Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body, you burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert, a shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of pleasure then you burn up my throat again
You’re cold and hot


Mok taoreuneun da jeoksyeooneun
Masbogo sipeun geudaeya
Deureojwo deureojwo
Badajwo badajwo
I say naneun geunyang da joha
Naneun geunyang da joha
I say ne modeun ge da joha
Ne modeun ge da joha
And I say areumdaun neo
Areumdaun neo
And I say nae geosi doeji

My throat is burning up, I wanna taste the wet you
Listen to me (listen to me) Accept me (accept me)
I say, I just like it all (I just like it all)
I say, I like everything about you (I like everything about you)
And I say, beautiful you (beautiful you) . And I say, be mine


Neon chago tteugeowo devil
Han yeoreum sonagi syawo
Dalgwojin onmomeul jeoksyeoon dwie
Geurigon tto mok taoge haji
Neon jeo meon samagui sogeum
Saeppalgan jeokdoui geuneul
Han sungan kwaerageul masboge hagon
Geurigo tto mok taoge haji


You’re cold and hot, devil. Like a midsummer rain shower
After drenching my hot body, you burn up my throat again
You’re the salt of the faraway desert, a shadow of the red hot equator
You make me taste a moment of pleasure then you burn up my throat again


Neon chago tteugeowo
Neon chago tteugeowo
Neon chago tteugeowo
Neon chago tteugeowo
Moktaoge haji
Neon devil tteugeowo

You’re cold and hot
You’re cold and hot
You’re cold and hot
You burn up my throat, you’re a devil, so hot

[Super Junior – Devil]

*sekalian promosi, ayo ELF di tonton yah MVnya!!! Download juga lagunya di melon, naver atau apapun lah. Kita dukung uri oppa!!! KYA!!! Di tonton ya MVnya, jangan lupa dilike. Tapi nontonnya yang official yaaah. SMTWON. Okeh? Pay pay*

Hwayeon lagi-lagi meringis. Apa lagunya tidak ada yang wajar? Gadis itu lagi-lagi menoleh kea rah Kibum dan sukses kembali meringis saat melihat kerutan di kening kibum semakin dalam.

Hwayeon kemudian menunduk dengan wajah memerah menahan malu. Wajahnya semakin memerah saat ia mendengar Kibum berdeham di sampingnya dengan canggung. Pabboya rutuk Hwayeon dalam hati.

Hening…

Suasana hening seketika. Aura di dalam mobil tiba-tiba berubah canggung, apa lagi saat lagu sistar – touch my body mulai melantun, memenuhi seluruh penjuru mobil.

“Ekhem” Hwayeon spontan menoleh saat lagi-lagi ia mendengar suara dehaman kibum. Kibum melirik Hwayeon lewat sudu matanya, lalu tersenyum singkat. “Selera lagumu cukup bagus.” Ujar Kibum tiba-tiba diiringi dengan senyum menawannya.

Hwayeon sontak tertawa canggung saat mendengar ucapan Kibum. Baru saja ia mau memblas perkataan kibum,

Deg!

Hwayeon sontak menahan nafasnya dan mencengkram seat beltnya dengan sangat erat saat tiba-tiba dadanya terasa nyeri.

Deg!

Deg!

Deg!

Hwayeon memejamkan matanya dan menggigit bibirnya saat rasa sakit itu semakin menyerang dadanya dengan membabi buta. Kibum yang bingung karena Hwayeon tidak membalas ucapannya akhirnya menoleh.

Namja itu mengerutkan keningnya bingung saat ia melihat Hwayeon memejamkan matanya sambil mengigit bibirnya dan menggenggam seat belt dengan sangat erat. Jangan lupa, wajahnya juga menunjukkan ekspresi kesakitan.

“Hey Hwayeon-ah, ada yang salah?” tanya kibum curiga. Dan kecurigaannya semakin menjadi-jadi saat melihat Hwayeon yang tiba-tiba membuka matanya dan memasang ekspresi baik-baik saja yang sudah jelas terlihat kalau itu hanyalah acting

Hwayeon memandang Kibum singkat lalu mengalihkan pandangannya dengan cepat sambil meredam rasa sakit di dadanya. “Ah, gwaencahana. Aku hanya pusing.” Kilah Hwayeon cepat.

Kibum mengangguk, pura-pura mengerti. Diam-diam Hwayeon merogoh tasnya, mencoba mencari obat miliknya. Ketika Hwayeon berhasil menemukannya, ia membuka botolnya dari dalam tas, dan mengambil obatnya dengan cepat.

Ia melirik kesekeliling mobil, dan berhenti pada Kibum. “Oppa, kau memiliki air?” tanya Hwayeon cepat, sedikit terlalu cepat. “Ya tentu saja, ada di kursi belakang.” Jawab Kibum santai.

Hwayeon dengan cepat memutar badannya menghadap belakang dan mengambil debuah botol minuman yang masih tersegel. Ia membukanya dengan cepat. Secepat kilah ia memasukkan obatnya yang tadi sudah ia ambil diam-diam ke dalam mulut dan mulai meneguk obat itu dengan bantuan air yang baru saja ia dapatkan.

Tanpa Hwayeon sadari, Kibum sedari tadi menangkap seluruh kegiatan Hwayeon. Aku semakin yakin, ada sesuatu yang gadis itu sembunyikan batin Kibum sambil tetap menatap lurus jalanan didepannya.

Hwayeon diam sejenak sambil memejamkan matanya, membiarkan obatnya suapaya bereaksi. Dadanya berdebum menyakitkan secara tak karuan. Setelah beberapa lama, akhirnya gadis itu bernafas lega saat rasa sakit di dadanya mulai mereda.

Hwayeon mulai membuka matanya, kemudian mencoba menimbang nimbang sesuatu. “Oppa, kurasa kita tidak perlu ke Lotte World.” Ujar Hwayeon 100% bohong. Demi apa, dia ingin sekali ke Lotte World, tapi tidak dengan keadaannya yang melemah seperti ini!

Ia tidak mau mengambil konsekuensi jika saat bermain nanti jantungnya tiba-tiba berulah. “Apa? Kenapa? Kauu tidak suka? Tapi tadi kau semangat sekali?” tanya Kibum bertubi-tubi. Hwayeon bingung harus menjawab apa. Haruskah ia jujur? HELL NO!

“Aku hanya merasa kurang sehat.” Jawab Hwayeon pelan. Well, dia tiba bohong kan masalah itu? “Hah, baiklah… lalu kau ingin kita kemana?” tanya Kibum akhirnya mengalah.

“Bagaimana kalau pantai?” tanya Hwayeon tiba-tiba antusias saat memikirkan indahnya pantai. “Baiklah, kita kepantai.” Putus Kibum akhirnya. “Yeaaayyy!!! Gomawo oppa, saranghae!!!” pekik Hwayeon riang.

Kibum tersenyum dalam diam, wajahnya bersemu dan jantungnya berdegup kencang saat mengingat kalimat terakhir Hwayeon tadi. Dasar bocah batin Kibum gemas.

Perjalanan mereka tidak memakan waktu yang lama. Mereka kini sudah berada di pantai. Pantai yang Kibum pilih lumayan terpencil, tidak banyak pengunjung disana. Hanya ada beberapa turis yang terlihat berjemur disana, ada yang berselancar melihat ombaknya cukup besar. Ada juga banyak bocah yang bermain layangan ataupun berlari-lari dan membuat istana pasir di bagian pantainya.

Kibum dan Hwayeon berjalan berdampingan. High heels yang tadi diapakai Hwayeon saat pergi sudah dilepas, dan ditenteng oleh gadis itu.

Mereka kemudian duduk di tengah-tengah pasir, berjemur dengan teriknya sinar matahari. Mereka berdua terdiam, membiarkan keheningan menarik mereka berdua kedalam buaiannya.

Tiba-tiba saja Kibum berdiri. “Oppa mau kemana?” tanya Hwayeon bingung. “Berselancar.” Jawab Kibum singkat tanpa menoleh. Hwayeon bersedekap bingung. Berselancar? Berselancar…? Tunggu… apa tadi Kibum bilang? Berselancar?!

“Oppa bisa berselancar?!” Pekik Hwayeon keras dengan suara melengkik tinggi. Kibum yang sudah berada jauh didepan meringis. “Tentu saja aku bisa. Tidak perlu terkejut seperti itu.” Ujar Kibum sok.

Hwayeon mencibir saat mendengar jawaban Kibum, tpi tak ayal ia mulai merasa Kibum… Entahlah, Kibum selalu membuat dirinya terpana sejak mereka pertama kali bertemu di sekolah waktu itu.

Hwayeon akhirnya ikut bangkit berdiri dan berlari-lari kecil menghampiri Kibum. “tunggu aku!” pekik gadis itu tertahan. Kibum menghela nafasnya dalam dalam, tidak perlu memekik seperti itu terus kan bisa cibirnya gemas dalam hati.

Hwayeon mengekori Kibum saat Kibum menyewa sebuah papan selancar. Hwayeon tidak mengomentari apapun, gadis itu hanya mengekori Kibum kemanapun Kibum pergi, membuat Kibum gemas sendiri.

“Kenapa kau mengekoriku terus sih?” tanya kibum gemas. Hwayeon hanya menatap Kibum polos, “Memangnya tidak boleh?”. Kibum terdiam, iya juga ya? Kan tidak ada yang melarang?

Tapi tetap saja, rasanya tidak nyaman diekori seperti itu. Kibum Menggaruk tengkuknya bingung sekaligus frustasi. “Kau..” ujar kibum tiba-tiba.

Hwayeon mengerjap, yeoja itu kemudian mengangkat telunjuknya dan menunjuk wajahnya sendiri dengan tampang kelewat polos. “Aku? Aku kenapa?” tanyanya bingung. “Diam disini oke? Jangan kemana-mana.” Tegas Kibum.

Hwayeon memutar bola matanya malas lalu menjawab dengan lunglai. “Baiklah-baiklah dasar menyebalkan.” Gumam gadis itu pelan. Kibum mengernyitkan dahinya, “Apa tadi kau bilang?”

“Ah aniya, lupakan. Sana ppergi, aku ingin melihatmu berselancar.” Kibum menyeringai mendengar nada meremehkan dalam kalimat itu. Dengan peraya diri namja itu bergegas ke dalam air.

Hwayeon duduk di hamparin pasir tanpa melepaskan pandangannya dari Kibum. Kibum terus berjalan kedalam air dan berhenti saat air sudah menutupi bagian pinggan dan paha kebawah.

Kibum naik keatas papan selancar dan duduk disana. Hwayeon memandang Kibum bingung, Kenapa dia diam? Batin Hwayeon tak mengerti. Tak lama kemudian, Kibum merebahkan tubuhnya di papan seluncur dan mulai mendayung dengan tangannya.

Hwayeon memandang Kibum dengan kagum sekaligus cemas saat beberapa kali Kibum masuk kedalam air saat menghindari ombak yang mungkin tidak diinginkan (?)

Hwayeon berdecak saat ia melihat sebuah ombak yang cukup besar tidak jauh dari tempat Kibum saat ini. Kibum juga sepertinya melihatnya, dengan cepat Kibum mengubah arah papan kea rah pantai.

Kibum lalu mulai mendayung. Hwayeon memekik saat melihat ombak pecah dan Kibum mulai terdorong. Hwayeon bertepuk tangan dengan riang dan memekik girang saat melihat Kibum berhasil berdiri dan bermain dengan ombak tadi. Hwayeon bahkan sampai berdiri dan melompat-lompat seperti anak kecil.

Pandangan mata Hwayeon akhirnya bertemu dengan Kibum yang juga tengah tersenyum senang. Hwayeon mengangkat kedua jempolnya dan mengarahkannya pada Kibum dengan senyum lima jari terpatri dibibirnya. “OPPA JJANG!!!!” pekik gadis itu senang.

Hwayeon menunggu dengan senang saat Kibum mulai keluar dari laut dan berjalan dengan tenang kearahnya. “Omo!! Bagaimana oppa bisa berselancar seperti itu?! Oppa keren sekali!!!” puji Hwayeon terus terang.

Kibum tersenyum lalu mengangkat bahunya yang kokoh itu dengan acuh. “Aku pernah berada di Amerika.” Jawab Kibum santai. “OMO JINJJA?! PANTAS SAJA!!!” teriak Hwayeon tiba-tiba membuat Kibum tersentak.

“Aish! Kenapa kau suka sekali berteriak sih?” gerutu Kibum sebal sambil mendudukan dirinya di hamparan pasir pantai. Hwayeon mengikuti Kibum duduk dan tetap menatap Kibum dengan senyum polosnya.

Kibum jengah juga lama-lama dipandangi begitu oleh Hwayeon. “Kau mau coba?” tanya Kibum tiba-tiba.

“Ha? Coba? Coba apa?” jawab Hwayeon cengo.

Kibum menghela nafasnya. Kenapa dia lamban sekali? Pertanyaanku selalu dijawab dengan pertanyaan. Ya ampun. Aku bisa gila batin Kibum frustasi. “Berselanjar tentu saja. Memangnya kita ngomongin apa dari tadi?!”

“Amerika?” jawab Hwayeon terlalu polos. Kibum menepuk jidatnya. “berselancar! Maksudku berselancar!” geram Kibum frustasi.

“Oh” jawab Hwayeon sambil mengangguk ngangguk.

Hanya itu?! Jerit Kibum dalam hati. Yeoja ini benar-benar…

“Jadi, mau tidak?” tanya Kibum lagi, mencoba bersabar.

“Apanya?”

“ARRGRHHHH!!! TIDAK! TIDAK TAU! LUPAKAN!” geram Kibum frustasi. Hwayeon merengut bingung. Kenapa juga dia marah-marah, aku kan tidak melakukan kesalahan apapun, yah begitulah kira-kira isi kepala Hwayeon saat ini.

“Yasudah..” cibir Hwayeon tak suka. Kibum menggeram samar mendengarnya. Namja itu kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain dan tubuh Kibum membeku seketika. Hwayeon melambai-lambaikan tangannya dihadapan wajah kibum. “Hellow?” tanya Hwayeon bingung.

Penasaran, akhirnya Hwayeon mengikuti arah pandang Kibum dan sukses terbelalak. “Suzy…” geram Hwayeon samar. Kibum seakan tersentak ke dunia nyata saat mendengar geraman Hwayeon. “Kau… mengenalnya?” tanya Kibum terkejut.

Hwayeon diam, sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan Kibum. Gadis itu mlah dengan cepat bangkit berdiri dengan tangan terkepal dan mulai meangkah lebar menuju siluet gadis dengan rambut panjang kecoklatan yang saat ini tengah mematung sambil menatapnya.

Kibum jelas terkejut, apa lagi saat melihat Hwayeon berlari dan menerjang Suzy dengan kecepatan setan sehingga membuat kedua tubuh gadis itu terjerembab ke pasir. Kibum berlari menghampiri mereka, hendak bertanya.. Tapi urung ia lakukan saat mendengar suara Hwayeon menggelegar.

“YAK BAE SUZY – SSI !!! BAGAIMANA BISA KAU DATANG KESINI!!! AKU MEMBENCIMU!!!” teriak Hwayeon tiba-tiba saat mereka berdua sudah kembali berdiri dan berhadapan. Bae Suzy, gadis yang berada di hadapan Hwayeon pun ikut berteriak tak kalah berang.

“HAH!!! TENTU SAJA AKU BISA DATANG KESINI BODOH!! INI TEMPAT UMUM, DAN AKU JUGA MEMBENCIMU KIM HWAYEON – SSI !!!” balas Suzy sengit.

“KAU !!!!”

“MWOOO !!!”

“AKU SANGAT MEMBENCIMU !!!”

“HAH!! KAU PIKIR AKU TIDAK ?!? AKU LEBIH MEMBENCIMU !!!”

“KAU MENYEBALKAN SEKALIII !!”

“KAU JUGA !!!”

“KAU PENDEK !!!”

“KAU LEBIH PENDEK DARIKU BODOH !!!”

“BERHENTI MENGATAIKU BODOH, BODOH !!!”

“TIDAK MAU !!! KAU MEMANG BODOH !!!”

“YAAAK ! BAE SUZY PABBO !!!”

“CIH ! KIM HWAYEON PABBO !”

“YAAAA !!!”

“YAAAAAAAAAAA !!!”

Kibum kembali membelalak saat menyaksikan pertengkaran sengit kedua gadis itu. “YA!! K-“

“ASTAGA!!!!! AKU MERINDUKANMU!!! KYAAA!!! KENAPA DUNIA INI SEMPIT SEKALI!!!” pekik Suzy tiba-tiba sambil membawa Hwayeon kedalam pelukannya. Kibum melongo seketika Apa yang sebenarnya terjadi disini? Batin Kibum bingung.

Entah menguap kemana otak jeniusnya, dua orang gadis yang selalu membuat emosinya meluap sampai ke ubun-ubun kini malah berpelukan sambil menyerukan kalimat-kalimat tentang merindukan dan lain lain yang tidak ia mengerti.

“Omo, aku tidak tau kalau kau juga pindah ke Seoul. Kau sungguh menyebalkan, hilang tanpa kabar. Jahat sekali, kau sudah tidak menganggapku teman ya?!” seru Hwayeon sambil mengerucutkan bibirnya. Suzy berdecak gemas.

Gadis itu kemudian menjepit pipi chubby Hwayeon dengan jemarinya dan menariknya keras keras. “OMO!! YA YA YA YA!!! LEPASKAN… SAKITTTTT!!!!” jerit Hwayeon histeris sambil memukul mukul tangan Suzy yang bersarang di pipinya.

“Hueeeee, sakit sekalii!!! Jangan gunakan tenaga kudamu untuk mencubit pipiku! Demi apa, aku sudah SMA bodoh! Aku bukan lagi anak SD! Ck, kau benar-benar!” gerutu Hwayeon sebal sambil mengelus-ngelus lembut pipinya yang ia yakini sekarang tengah memerah akibat cubitan tak berperikemanusiaan yang baru saja Suzy lancarkan padanya.

“cerewet.” Desis Suzy gemas, gadis itu sepertinya benar-benar bernafsu dengan pipi Hwayeon. Terlihat dengan tangannya yang terkepal, menahan hasratnya untuk mencabuli (?) pipi Hwayeon.

Hwayeon akhirnya teringat satu hal. Ia ingat ia datang ke sini bersama Kibum. Hwayeon menoleh, dan melihat Kibum masih setia melongo tidak jauh dari tempat mereka berdiri. “Oppa, kemarilah!!!” panggil Hwayeon sambil melambai-lambaikan tangannya heboh seperti anak kecil.

Kibum tersadar dari acara melongonya dan dengan cepat menghampiri Hwayeon dengan degup jantungnya yang bertalu tak karuan. “Suzy-ah, kenalkan ini Kibum oppa… Kibum oppa, kenalkan, ini temanku sejak kecil namanya Suzy.” Ujar Hwayeon santai.

“Bae Suzy…” Lirih Kibum sambil memaku Suzy ditempatnya

“Kibum oppa…” ujar Suzy tak kalah lirih.

Hwayeon mengernyit bingung saat merasakan suasana diantara mereka bertiga tiba tiba terasa sangat canggung.

Ekhem

Hwayeon berdehem pelan, kemudian menyapukan pandangannya pada Suzy dan Kibum yang masih setia terpaku pada satu sama lain. “Kalian… sudah saling kenal?” tanya Hwayeon hati-hati, tapi tidak ada satupun yang menjawab.

Hwayeon lalu terpaku pada mata Suzy. Ada apa ini? Apa yang terjadi pada mereka berdua? Kenapa mereka saling menatap dengan pandangan berlueran cinta seperti itu? Mereka berpacaran kah?

Hwayeon terus memperhatikan mereka berdua sampai akhirnya Kibum lebih dulu memutus kontak matanya dengan Suzy dan berdehem. “Lama tidak bertemu… suzy-ah.” Sapa Kibum kaku. “Ne..” jawab suzy singkat sambil meremas tangannya gugup.

“Kalian saling kenal? Kalian ada hubungan apa?” tanya Hwayeon curiga. Hwayeon semakin curiga saat melihat mata Suzy yang bergerak-gerak gelisah dan tangannya yang semakin erat bertautan.

“K-kami…”

“Kami hanya teman, aku pernah satu SMP dengannya.” Jawab Kibum memotong ucapan Suzy. Kini Hwayeon menatap Kibum bingung. “Begitukah?” tanyanya lebih kepada dirinya sendiri. “T-tentu ahaha” jawab Suzy kaku.

Suzy terdiam, lalu ia menyadari satu hal. “Kalian sendiri ada hubungan apa?”

“Ah, kami hanya t-“

“Dia kekasihku.” Ujar Kibubm cepat, kali ini memotong ucapan Hwayeon.

Hwayeon melotot heboh, begitu juga dengan suzy. “apa???/APAAA??!!!” Suzy bergumam tak percaya, sedangkan Hwayeon tidak segan-segan berteriak sambil melotot kearah Kibum.

“YA KIM KIBUM!!! APA MAKSUDMU MENGATAKAN HAL SEPERTI ITU!!!” pekik Hwayeon heboh. Kibum sampai menutup telinganya dengan tangannya, takut-takut kalau gendang telinganya akan pecah akibat teriakan super power milik Hwayeon.

“Sudahlah, tidak perlu menyembunyikan semua ini lagi chagi. Apa kau tidak bosan jika kita backstreet terus? Mulai sekarang biarkan orang orang tau kalau kau adalah milikku. Aku tidak tahan melihatmu terus dikerubungi namja namja ganjen di sekolah. Lagipula, suzy temanmu juga… Jadi kurasa tidak ada salahnya jika dia tau hubungan kita yang sebenarnya.” Ucap kibum panjang lebar, namun dalam hati namja itu memelas… berharap hwayeon tidak akan menyiksanya setelah ini.

“MWOYA! APA MAKSUD-“

Cup!

Mata Hwayeon semakin melotot saat dengan kurang ajarnya bibirnya dibungkan oleh bibir Kibum. “Sttt… diamlah, jangan cerewet.” Ujar kibum setengah meringis. Tamatlah riwayatnya setelah ini.

Berbeda dengan Hwayeon, beda lagi dengan Suzy. Yeoja itu melotot, matanya seperti siap keluar dari tempatnya saat melihat Kibum mengecup bibir Hwayeon tadi. Matanya berkaca-kaca, dan siap menjatuhkan air matanya.

Suzy dengan cepat menstabilkan emosinya. Saat sudah mendingan, gadis itu akhirnya buka suara. Menginterupsi kegiatan pelotot-pelototan(?) yang sedang dilakukan oleh Kibum dan Hwayeon.

“Selamat ne, aku tidak tau kalau kau sudah ada yang punya. Kau mendahuluiku, hehehe. Ah, sudah sore. Aku harus kembali. Mian ne? Aku akan menghubungimu nanti Hwayeon-ah. Annyeong”

Kibum tersenyum ditempatnya saat melihat Suzy pergi sambil menangis. Sudah kuduga, dia masih mencintaiku! ASA !

Tak!

“Auuuh! Yak! Apa-apaan sih!” gerutu Kibum ak terima saat tiba-tiba saja Hwayeon menjitak kepalanya.

“Pacar hah? Apa maksudmu sih? Aish, suzy jadi salah paham kan!!! Ah aku tau, kau pasti ada apa-apa dengan suzy kan?” selidik hwayeon

Skak Mat

Kibum sudah tidak bisa lagi berkelit untuk saat ini. “Itu.. Hah, baiklah aku akan memberitahumu. Tapi ada syaratnya.”

“Syarat? Apa lagi sih? Cepat katakan!”

“Kau harus menjadi kekasihku.”

“…”

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s