Be Mine~

Tittle    : Be Mine?

Cast     :

Kim Han Bin (B.I Ikon)

Cho Hyo Jin

Other   :

Kim Dong Hyuk ( Donghyuk Ikon)

Genre: romance, NC

Ratt      : NC17!

Author : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Warn   : panen typo, geje, aneh

Anyeong readers!!!!

Author 2 come back dengan Oneshot lagi~~

Dan tentunya NC *smirk*

Author berharap pada menantikan Author 2 ^^

Jadi ini buat kalian semua yang udah mau baca FF Author 2~~

Happy Reading

———————————————————————-

*Hyo Jin POV*

When you love someone just be brave to say

That you want him to be with you

When you hold your love

Dont ever let it go

Or you will your change yo make your dream come true

Ku akhiri nyanyianku di selasar kelas X. Apa kalian berfikir aku sedang bernyanyi di depan banyak orang? Jawabannya salah. Selasar ini sangat sepi karana waktu baru menunjukan pukul 6 pagi. Jadi aku tak perlu khawatir ada yang memergokiku bernyanyi.

“Wah, suaramu ternyata bagus sekali, murid baru.” Suara itu sukses membuatku terkejut.

Aku menatap heran. Jujur ini adalah minggu ketigaku di Top High School, wajar saja jika aku belum begitu mengenal semua orang disini.

“Mianhae. Nuguseyeo?” tanyaku sopan.

“Ah, aku lupa. Kenalkan aku Kim Hanbin. Tapi aku sering dipanggil B.I.” Jawabnya sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Omona! Tampan sekali..

“Naneun Hyo Jin. Cho Hyo Jin immida. Dari kelas X-4.” Aku membalas jabatan tangannya dan berusaha tersenyum semanis mungkin.

“Aku dari XI- 3. Kelas kita bersebrangan.” Ia masih tersenyum.

GLUP

Dia sunbae ku!!

“Ah, mianhae. Aku tidak mengenalimu, sunbae.” Ucapku sambil membungkukan badanku. Kurang ajar sekali aku.

“Gwaenchana. Panggil aku B.I oppa saja.” Ia mengelus rambutku pelan.

“Ne, B.I sunbae.”

PLAK

Ia menyentil dahiku dengan jarinya.

“Aw, appoyo~”

“Sudah kubilang panggil aku B.I oppa. Jangan pakai sunbae. Itu sedikit menjijikan.” Katanya sambil memasang wajah jijik. Aku terkekeh pelan.

“Baiklah, B.I oppa~” aku mengucapkannya dengan sedikit malu-malu.

“Kau suka bernyanyi? “ tanyanya padaku.

“Nde. Aku suka sekali. Nan norae johayo! Oppa?” kataku antusias.

“Aku tidak bisa bernyanyi tapi aku bisa rapp.” Katanya.

“Wah? Jinjja? Bagaimana kalau kita kolaborasi? Aku menyanyi dan oppa rap? Otte?” aku memberi usul.

“Bukan ide yang buruk. Apa kau tau lagu Me You?” tanyanya.

“Kalau tidak salah itu lagu dari San E feat Yerin 15&?”

“Nde. Kau benar. Kau bisa?”

“Tentu saja!”

“Oke.”

(lirik San E – Yerin)

Wah, dia hebat sekali! Dia mengagumkan!

“Hyo Jin..” ia memanggilku dengan lembut.

“Aku rasa aku ja-”

“Hanbin-ah!!! Aku mencarimu dari tadi!!!”

Sepertinya aku mengenal suara ini. Jangan- jangan dia..

“Eh? Hyo Jin?” tuh kan benar, dia adalah..

“Dong Hyuk oppa? Kenapa ada disini?”

“Kau kenal Dong Hyuk?” tanya B.I oppa.

“Tentu saja, B.I! Dia itu sepupuku yang paling cantik~” Dong Hyuk oppa merangkul pundakku. Ia selalu saja datang disaat yang tidak tepat.

*Author pov *
Semenjak kejadian tersebut, Hanbin selalu memikirkan Hyo jin.
“Dont know what I suppose to do, cant think of anyone else but you, and I regret I’m feeling you, baby i’m in love with you”

Hanbin bersenandung di balkon kamarnya.
Ya,itu adalah tempat kesukaan Hanbin. Sikap Hanbin berubah menjadi jarang makan, selalu tersenyum sendiri. Tak di sangka ada 2 pasang mata yang melihat Hanbin bersenandung. Yah, mereka adalah…
“Chagi,dia sedang jatuh cinta rupanya. Siapa yah kira-kira yang sudah mengambil hati uri Hanbin?” Ucap Mr. Kim yang datang bersama istri nya. Mereka appa dan umma dari Hanbin.

“Aish.. appa!umma! Mengagetkan saja!” Ucap Hanbin.
“Baby, kenapa Kau tidak bilang pada umma kalau Kau sedang jatuh cinta? Kan umma bisa memberimu saran padamu.”kata Kim umma sambil membelai surai hitam Hanbin.
“Mianhae umma. Aku belum sempat bilang sama appa dan umma. Umma, appa. Di sekolahku ada murid baru dia kelas 10. Saat aku datang pagi 2 hari yang lalu, aku tak sengaja mendengar dia bernyanyi dan suaranya sangat indah, kuberanikan diri untuk mengajaknya bicara. Dia selalu tesenyum ramah. Dan senyumannya manis sekali!!!! Tapi diganggu oleh Donghyuk. Dia sepupunya Donghyuk.*pout*” ucap Hanbin kepada appa dan umma nya.
“aigoo.. uri Hanbin sudah besar. Sudah bawa saja dia ke rumah. Kau nyatakan cinta padanya. Appa takin dia tidak akan menolakmu. Lalu, Kau bisa melakukan ‘itu’ bersama dengan nya. Tenang appa dan umma tidak akan menggangu.” Ucap Kim appa dan mendapat respon jitakan dari Kim umma.
“Ya! Chagi! Jangan memberi saran yang aneh-aneh!” Ucap umma. Yah.

“Tapi mungkin itu bisa dicoba. Coba Kau Ajak dia ke rumah. Bawa dia saat Hujan deras. Sehingga dia tidak bisa pulang. Haha..” ucap Kim umma asal. Hanbin berfikir tidak jelek juga rencana appa dan umma.

*Author pov end*
*Hanbin pov*
Aku selalu menunggu Hujan deras datang dan inilah hari yang diberikan Tuhan untukku. Hujan mengguyur kota ini sangat deras dan Hujan ini bermula dari jam 9 pagi. It’s a lucky day! Kring.. kring..

Bel pulang pun berbunyi. Segera kuambil tas dan keluar kelas menuju teras sekolah.

Lucky! Hyo Jin ada disana juga. Dan dia bersama chingu dan Donghyuk.
“Ah, Jinie. Oppa tidak bisa menemanimu hari ini. Oppa ada kerja kelompok. Umma dan appa sedang di luar kota. Mianhae.” Ucap Donghyuk. Berarti umma dan appa Hyo Jin sedang tidak di rumah?

Yes! Rencana umma dan appa emang jjang banget!!!

“Anyeong, ada apa nih?”
“Ah, Hanbin. Bisa kah Kau menemani Hyo Jin? Orang tuanya sedang mengunjungi Eonni-Eonni nya. Keluarga ku sedang di luarkota dan Kau taukan aku harus kerja kelompok dengan Jinhwan hyung.”ucap Donghyuk.
“Ah, tidak perlu oppa. Aku biasa sendirian di rumah kok. Tidak perlu oppa.” Hyo jin terlihat kaget saat Donghyuk menyuruhku untuk menemaninya. Dan tiba-tiba…

Jeder!!!!!

Kilat disusul geluduk datang.
“Aaaa!!!!” Hyo jin reflex memelukku. Oh, ternyata dia takut guntur.
“Itu yang namanya sering sendirian? Guntur saja takut. Nanti kalau Kau Malah memeluk yang lain gimana?”godaku.
“Aish.. oppa!! Jangan menakutiku.” Ucapnya manja. Lucu sekali. Aku sudah tidak kuat untuk memakannya.
“Bagaimana kalau di rumah oppa aja? Ada appa dan umma oppa. Jadi Kau menginap saja. Kebetulan besok sabtu kan? Kapan Orang tua mu pulang?”Tanyaku.

“Hari senin. Hmm.. baiklah aku akan menginap. Tapi hanya satu hari. Sisanya aku akan menginap di rumah Donghyuk oppa.”
“Baiklah. Kajja. Selagi hujannya berhenti.”
“Nde.” Yuhu!!! Aku berhasil. Sebenarnya Donghyuk sudah memperbolehkan aku untuk memiliki Hyo Jin. Dan sebenarnya, Orangtua Donghyuk ada di rumah. Dan Donghyuk tidak ada kerja kelompok. Benar -benar teman yang baik kan?

*skip time*
Kami datang disaat yang Tepat. Setelah kami masuk kedalam rumah, Hujan besar langsung mengguyur.
“Appa,umma. Aku pulang!” Teriak ku saat memasuki rumah.
“Nde. Aigoo, siapa dia? Manis sekali. Apa dia yeojachingumu? Perkenalkan aku ibunya Hanbin.”
“Anyeong, Naneun Cho Hyo Jin immida. Aku hoobae nya  Hanbin oppa.”
“Aigoo… manis sekali.. Tapi lihat kalian basah kuyup begini. Biar umma ambilkan handuk dulu ya. Kalian ke kamar dulu saja.” Kata Kim umma.
“Nde, umma.” Ucapku sambil melepas jaketku dan menggangtungnya.
“Emmmm, oppa. Aku tidur dimana?” tanya Hyo Jin.
“Kau tidur satu kamar denganku. Tenang kita pisah ranjang.kajja.” ucapku lalu mengantarnya ke kamarku.

Well, sebenarnya aku berbohong dan di kamarku hanya ada satu ranjang. Kamarku terbilang rapih dan wangi cowok banget.

“Wah, kamar oppa bersih Sekali.. pasti sudah banyak yeoja yang pernah masuk sini.” Ucap hyo jin.

“Ani. Baru Kau saja yang masuk ke kamar ini.” Ucapku sesantai mungkin. Sebenarnya dari tadi aku sudah menahan nafsuku begitu melihat pakaian hyo jin yang tercetak jelas karna kebasahan. Sungguh membuat celanaku menyempit.
*Hanbin pov end*
*Hyo Jin pov*
Yes.. rencanaku berhasil!!

Aku bisa masuk kamar Hanbin oppa.

Sengaja tadi aku membasahi bajuku dengan air Hujan sehingga pakaian dalamku tercetak jelas. Kulihat Hanbin kecil sudah mulai menampakan diri. Bisa kulihat dari celananya yang tiba-tiba mengembung. Disini akan kupasang image sebagai anak polos.
“Hyo jin, Hanbin! Umma masuk yh?” Teriak Kim umma.

“Aigoo.. Hyo jin Kau basah kuyup!! Liat pakaianmu tembus pandang sekali! Cepat pakai baju ini! Nanti Kau flu. ” Ucap umma nya Hanbin oppa.
“Nde.” Jawabku sambil tersenyum. Hey, tak apa kan kalau mencari perhatian dari calon mertua? Kkk~

Kim umma pun pergi meninggalkan kita berdua lagi. Dan lebih jjang nya Kim umma mengunci kamar nya dari luar.

Dan masalah ganti baju, di kamar Hanbin oppa tidak ada kamar mandi!!!!
” Oppa, dimana aku bisa ganti baju?” Tanyaku pura-pura polos.

“Disini saja.” Jawabnya dingin.
“Mwo?! Shireo! Kan ada oppa! Aku malu!” Kataku sambil membalikan badanku. Ini adalah rencanaku. Apa salahnya jual mahal dulu? Aku tidak ingin terlihat murahan.
“Malu? Apa Kau tidak malu sekarang? Lihat bajumu sangat transparan! Terlihat seperti telanjang dimata namja!”

Hup

Hanbin sudah memelukku dari belakang. Dan lihat rencanaku berhasil. Ia mulai menghisap leherku dan membuat tanda kepemilikannya. Tangan nya yang gatel sudah meremas pelan dadaku. Aku berusaha mendesah sekeras mungkin agar ia melanjutkannya.
“Aish. Emmpt.. ahhh.. oppahh.. nikmatth.. ah!” Aku berteriak karna Hanbin oppa sedang menarik nipple ku kasar. Ia mulai ganas, dan aku suka keganasannya.

Segera kubalikan badanku dan langsung melumat bibirnya. Dia membalas tak kalah kuat dengan lumatanku. Dia mulai mendominasi permainan. Dia menggendongku ala bride style menuju ranjang sedangnya tanpa melepaskan tautan bibir kami. Kami pun sudah terbaring di kasur dengan posisi Hanbin oppa diatas.
“Ah, oppa sangat tidak suka melihat Kau menggunakan seragam ini.” Katanya terengah setelah melepaskan tauran bibir kami.
“Kalau begitu.. lepaskan saja oppa..” Kataku dengan nada manja sambil memainkan jariku di dadanya.
“Wah, ternyata Kau nakal chagi. Dan sepertinya little Hanbin sudah bagun sejak tadi. Karna Kau yang telah membangunkan nya.. ” Hanbin menggantung kalimat nya lalu mendekatkan mulutnya menuju telingaku.
“Play and servis me well,baby” setelah mengucapkan itu, Hanbin mulai menjilati telingaku sesekali menggigit daun telingaku.
“Siapa takut?” Kataku dengan menunjukan muka bad girl ku. Segera kumainkan little Hanbin dan liatlah oppa, Kau akan menikmatinya.

Pasti.
*Hyo Jin pov end*

*Author pov *

Kalau kalian berfikir hari in sangat dingin itu tidak berlaku bagi dua manusia berbeda gender yang sedang saling  menghangatkan badannya satu sama lain dengan sang namja yang sedang mendorong sesuatu yang berada diantara pahanya kearah salah satu hole yang berada di badan sang yeoja.

“Ahh.. O-oppahh.. fas..fasterrr..ngah~” Hyo Jin tidak dapat menahan desahannya karna Hanbin tidak berhenti menyentuh titik terdalamnya yang menimbulkan friksi kenikmatan tiada tara.

“Kau… Ergh! Sempit!Kenapa masih sempit?” Hanbin mengerang nikmat. Ia bingung bagaimana Hyo Jin masih sempit sedangkan ia sudah membobolnya berkali-kali. Ah, tentunya dengan pengaman.

“Ah.. Akh! D-disituh.. sentuh lagihhh.. sshhh…” Hyo Jin menarik kepala Hanbin menuju dadanya. Hanbin mengerti kode yang diberikan Hyo Jin.

Ia pun meneggelamkan kepalanya didada Hyo Jin. Ia menghisap nipple Huyo Jin yang sudah sangat bengkak karna tadi saat foreplay ia sudah memainkannya.

“Iyah.. Seperti ituhh.. lebihhh dalam ahh~ D-deeper~”

Hyo Jin dapat merasakan Hanbin membesar dalam dirinya. Ia pun membantu pergerakan dengan menggerakan badannya berlawanan arah denagn Hanbin sehingga Hanbin dapat menyentuh titik terdalam Hyo Jin lagi tak lupa Hyo Jin memainkan otot kewanitaannya sehingga Hanbin tergenggam erat oleh Hyo Jin.

“Shit! KAu tau saja kalau aku akan klimaks. Baiklah mari kita selesaikan!” Hanbin semakin brutal menggerakkan miliknya. Hyo Jin tak mau kalah.

Sampai kira-kira 10 menit, mereka klimaks sambil menyebutkan nama pasangan mereka.

“Gomawo Hyo Jin. Ini hebat.” Hanbin mencium puncuk kepala Hyo Jin. Hyo Jin hanya mengangguk. Ia sangat kelelahan. Hanbin memeluk Hyo Jin dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Hyo Jin. Dan mereka segera pergi kedunia mimpi.

*skip time*
Sinar matahari menembus tirai jendela Hanbin. Hyo jin yang sedari tadi sudah bangun, sekarang sedang Asik melihat wajah namja yang baru saja mengambil keperawanannya.

Hyo jin merasa wajah Hanbin semakin tampan dan sexy setelah melakukan ‘itu’.

Sebenarnya Hanbin sudah bangun. Tapi ia ingin melihat reaksi hyo jin.

“Jangan melihatku terus. Aku tau aku tampan.” Kata Hanbin mengagetkan Hyo jin.
“Mian oppa.. aku tak se-”
“Mana morning kiss nya?” Ucapan Hyo jin terputus oleh Hanbin.

“Emmmm.. morning kiss kan hanya untuk orang yang pacaran..” kata Hyo jin sambil menundukkan kepalanya.
“Ya! Emang kita gak pacaran?” Ucap Hanbin gemas.
“Oppa belum menyatakan perasaan kepadaku. Kemarin oppa hanya mengambil keperawanan ku saja.” Ucap Hyo jin sambil mempoutkan bibirnya.

“Aigoo.. baiklah.. Hyo Jinie, jadilah yeojachingu ku. Ini perintah! Kalau menolak akan ku masukan lagi little Hanbin.”  Ancam Hanbin. Hey, asal kau tau itu tidak pantas disebut little!
“Apa kalau aku menerima mu Kau tidak akan melakukan itu?” Ucap hyo jin menggoda.
“Tentu saja tidak. Kalau Kau menerimaku akan kugagahi Kau sebanyak-banyaknya sampai little Hanbin tak bisa bangun lagi.”

“Nde. Aku menerimamu. Saranghaeyo oppa” ucapku sambil memberikan morning kiss padanya.
“Emph.. oppah… sudah..” ucap Hyo Jin berusaha melepaskan tautan bibirnya.
“Wae?? Kau tidak suka??” Tanya Hanbin.
“Aku ingin mandi oppa. Badanku lengket karna spermamu. Lihat!” Ucap Hyo jin sambil menunjuk dadanya.
“Mana ?sini oppa pegang.” Tanpa meminta izin Hyo Jin, ia meremas dada Hyo jin lagi.
“Chagi!! Umma bawakan makanan untuk kali-” Kim appa dan Kim umma terpaku melihat Hanbin sedang memangku Hyo jin sambil menghisap nipple Hyo jin.

Sedangkan Hyo jin sedang memainkan milik Hanbin. Hanbin  melihat kedua orang tua nya sedang menganga melihat badan Hyo Jin yang bisa dibilang err… seksi..

Segera Hanbin menutupi badan Hyo Jin dengan selimut dan Hyo jin langsung bersembunyi di balik selimut.

“Mian mengganggu aktivitas kalian… ” ucap Kim umma.

Brakk..

Pintu kamar Hanbin dibanting oleh Kim appa. Sedetik kemudian terdengar suara desahan dari Kim umma dan erangan dari Kim appa. Hanbin dan Hyo jin hanya terkekeh.

“Sepertinya kau akan punya adik baru, oppa.” Kata Hyo Jin disela tertawaannya.

“Mungkin saja. Haha. Jadi bagaimana kalau yang tadi dilanjutkan? Lihatlah! Dia sudah sangat bersemangat.” Hanbin menatap memelas pada Hyo Jin.

Mereka pun melanjutkan aktivitas mereka yang tertunda.

Rumah Hanbin dipenuhi oleh suara desahan Kim umma dan Hyo jin. Jangan lupa erangan maut dari Hanbin dan Kim appa.

Oh ya, kalau Kau datang ke rumah nya pasti Kau mencium bau sperma dimana-mana. Pasalnya pasangan Kim appa dan Kim umma ini melakukan nya berkali-kali dan selalu berpindah tempat. Gaul!!

END

Akhirnya selese juga ff nc gagal ini.

Idenya author dapet waktu kejebak Hujan di sekolah author.

Dan kebetulan author adalah murid pindahan.

Semoga kisah ini benar-benar terjadi pada author !!! *ngucapmantra*

Sampai bertemu di ff yg lain..

~Cho Hyo Jin

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s