It’s Okay, It’s Love

Title: It’s Okay, It’s Love

Author: Kim Hwayeon

Genre: Hurt, Romance

Rating: G

Length: Oneshoot

Cast:

Kim Hwayeon | Cho Kyuhyun

Other:

find by yourself

 

Warning:

Typo bertebaran

Dislaimer:

Kyuhyun milik Sparkyu, Super Junior, ELF, SME, orangtuanya, dan saya >.< ! Tapi tetap… FF ini mutlak milik saya u.u

Note:

Hola, bertemu agi dengan author 4 yang imut-imut *plak*. Hehehe, tadinya author mau ngepost part3nya I’m in Love, tapi keburu ga mood duluan waktu buka web, eh… gataunya belum ada yang comment, kan sedih T_T. Tapi author seneng deng, ada yang comment di FF author yang lain!! KYA!!! Author terharu chingu, kalo gini kan jadinya merasa di hargain.. ya kan ya kan. Ayo dong comment lagi, kita tunggu comment kalian loh.. Gereget banget kita berempat gara-gara kalian semua nyebelin *pout bibir* Jadi kita tunggu commentnya ya, mohon tinggalkan jejak. Oke, cukup basa basinya. Ini dia ff persembahan author yang lain..

Berhubung author lagi galau hari ini. Jadi author kasih kalian ff lama aja, gapapa ya.. FF ini udah lama mendekam di laptop, tadi cuma author revisi. Karena author lagi galau, jadi mohon maklum kalo cerita ini pendek dan kurang memuaskan. Author revisi FF ini sambil denger lagunya Mandy Moore – Only Hope. Author sampe mewek-mewek gajelas. Padahal FF yang author bikin ga sedih, sedih deng dikit. Hiks hiks, maaf author malah curhat. Maklum, lagi sensi nih hehehe. Yasudah, dibaca ya, jangan bosen-bosen mampir ke sini :3. Pay pay ~^.^~

.

.

.

-o0o-

.

.

.

*Hwa Yeon pov*

Tidak bisakah kau memandangku walau sebentar saja? Apa kau tau bagaimana sakitnya di acuhkan? Aku memang mencintaimu, tapi kesabarankupun ada batasnya. Aku tidak bisa terus-terusan bersabar menunggumu untuk memandangku walau hanya sekejap. Kau tau, aku mulai…lelah…

“Hei, kulihat kau tidak bersemangat hari ini. Gwaencahayo?” kulirik Yoon Hee yang duduk di sampingku. Dia adalah sahabatku sejak SD. Dia selalu mengerti keadaanku tanpa pelu aku beritahu.

Aku tersenyum menenangkan. “Nan gwaenchana. Aku hanya merasa lelah. Kau tau lah apa maksudku.” Aku tau kalau sahabatku itu khawatir, oh tentu saja. Dia jelas jelas mengetahui perasaan cintaku yang salah tempat dan tentu saja bertepuk sebelah tangan. Aku jatuh cinta pada sahabat kecilku dulu. Dia adalah sahabat yang sangat baik, tapi entah karena apa sekarang dia menjadi sedingin es, dia begitu menyebalkan sekarang.Aku merasa tidak lagi mengenalnya yang sekarang… jujur saja aku sangat sakit hati dengan perlakuannya. Aku sangat kecewa.

Aku tersenyum kecil saat melihat Yoon Hee eonni mencibir. Astaga, aku lupa aku berbicara dengan musuh bebuyutan orang yang kusukai. Hiihi “Kau lelah? Kau sudah mengatakan itu ratusan bahkan ribuan kali! Tapi anehnya kau tidak pernah menyerah. Aku tidak habis pikir dengan hatimu dan pikiranmu itu. Jika aku jadi kau, aku akan SEGERA melupakannya. Dia terlalu menyebalkan untuk ukuran seorang namja! Tiba-tiba berubah sikap menjadi raja es kutub, padahal tidak ada angin tidak ada hujan. Cih, seperti yeoja saja! Banci!”

Aku sontak terkekeh saat mendengar ucapannya. YoonHee eonni tidak ada bedanya denganku jika sedang marah. Semua yang ada di otaknya tidak akan disaring terlebih dahulu. Hihii, pabbo.“Kkkkk~ kau selalu menjelek-jelekkannya di depanku kau tau?” sindirku geli.

Aku kembali terkekeh saat melihat Yoon Hee eonni memutar bola matanya malas “Aku tau, dan kau bahkan tidak pernah marah. Aiiigo. Kau benar-benar cinta mati padanya eoh? Menyedihkan sekali kau harus jatuh cinta pada pangeran iblis sepertinya. Ck.”

“Ya! Jangan berbicara seperti itu.”

“Arraseo mianhae kkk~”. Kami tertawa bersama, entah mengetawakan apa. Hah,tapi setidaknya sekarang aku bisa melupakan masalahku sejenak.

Aku tersentak kaget saat Yoon Hee eonni tiba-tiba berteriak. Aish, apa dia tidak bisa nyantai ?“Ah! aku baru ingat. Eun Hye eonni mengundang kita ke acara tunangannya dengan V oppa.” Apa?! Tunangan?! Heeee?! Cepat sekali?! Bukankah mereka baru saja jadian? Wah wah wah, apa V oppa sudah ga tahan ingin ‘itu’ dengan Eunhye eonni? Atau malah EunHye eonni yang tidak tahan? Waduh, mereka mesum sekali. Hahahaha.

“Arraseo. Kapan acaranya?” Sebenarnya aku malas datang ke acara seperti itu. Yah, menyakitkan menurutku. Kenapa? Tentu saja karena aku iri. Aiish! Menyebalkan sekali. Coba saja kalau Eunhye eonni bukan salah satu sahabatku, aku tidak akan mau datang. Malas!

“Minggu depan, di ballroom Elf Hotel. Kau akan datang dengan siapa?” aku mengernyitkan dahi bingung. Datang dengan siapa? Tentu saja aku datang sendiri, memangnya dia pikir aku akan datang dengan siapa lagi?

“Tentu saja sendiri.” Jawabku cepat. Aku ikut mengernyit saat melihat Yoon Hee eonni mengernyit.

“Mwo? Kau yakin? Akan ada acara dansa, kau akan berdansa dengan siapa? Patung?” Wah, kurang ajar memang eonni yang satu ini. Rasanya ingin aku tending! Hiah!

“Aku bisa mengajak Kangin oppa tentu saja. Aku bisa berdansa dengannya.” Jawabku tak peduli. Oh ayolah, ini bukanlah hal penting.

“Ck, terserah kau saja.” Aku hanya tersenyum penuh kemenangan. Hah, tapi kalau dipikir pikir… Aku akan datang dengan siapa ya? Kangin oppa? Oh ayolah, aku bisa-bisa menjadi bahan tertawaan mereka. Haruskan aku mengajak namja lain?

Oh yang benar saja!!! Aku kan yeoja, masa aku harus mengajak namja lain lebih dulu? Gengsi! Tapi, harus bagaimana lagi? Hah, mungkin aku memang harus mengajak namja lain. Tapi siapa ya?

.

-o0o-

.

“Eonni, kyuhyun oppa pergi dengan siapa?” tanyaku pura-pura tak peduli pada Hyo Jin eonni untuk memecah keheningan yang sedari tadi terjalin diantara kami bertiga. Aku mencoba untuk tetap berakting tidak peduli walau aku tau kalau saat ini Yoon Hee eonni sedang menatapku tajam dengan mata bulatnya.

Sekarang ini kami sedang menjalani perawatan di salon bersama Yoon Hee eonni dan Hyo Jin eonni. Ah, aku lupa. Hyo Jin eonni itu sahabatku juga, tapi semenjak masuk kuliah hehe. Dia itu adik dari orang yang ku suka. Kyuhyun, aku suka dengannya dan tentu saja Hyo Jin tidak mengetahui hal itu. Bisa mati jika yeoja itu tau aku menyukai oppanya.

“Dia pergi dengan Seohyeon tentu saja. Ada apa memangnya?” Tentu saja! Bagaimana mungkin aku bisa melupakan hal penting seperti itu? Dia pasti pergi dengan kekasihnya… bodohnya aku.. aku memejamkan mataku kuat-kuat saat mataku mulai terasa panas, tapi aku tidak mau menangis. Setidaknya, tidak didepan mereka.

“Ani, hanya penasaran.” Aku berusaha menenangkan diriku. Sialnya, suaraku terdengar bergetar. Tapi untung saja Hyo Jin eonni tidak menyadarinya.

“Lalu eonni pergi dengan siapa?” tanyaku mengalihkan perhatian. Aku tidak mau membahas tentang Kyuhyun oppa lebih lama lagi, rasanya sakit sekali.

“Aku? Dengan Ricky oppa tentu saja. Aiiigo, aku tidak sabar bertemu dengannya. Padahal semalam kami mengobrol di telvon sampai larut malam.” Aku tersenyum mendengar penuturan Hyo Jin eonni. Wajahnya sangat cerah dan ia terlihat sangat bahagia saat menyampaikannya. Kuharap Ricky oppa benar-benaar membahagiakan HyoJin eonni. Aku ingin seluruh sahabatku berbahagia, walaupun aku tidak.

“Kau pergi dengan siapa Yoon Hee-ah.” Aku ikut menoleh ke arah Yoon Hee eonni. Mukanya terlihat memerah. Dia sedang malu. Kkk~ memangnya dia pergi dengan siapa ya? Bikin penasaran saja!

“Aku pergi dengan Ravi oppa. Kau tau, dia sudah menyatakan perasaannya padaku 3 hari yang lalu.” Jawabnya sambil tersenyum malu-malu. Lihat lihat! Pipinya sudah semerah tomat, astaga. Hahaha

“Aiiigo, chukkaeyo eonni.” Ucapku tulus. Kalau begini… itu berarti hanya aku satu-satunya yang masih melajang. Hah… Kurasa aku akan tetap melajang sampai beberapa waktu edepan karena sulit sekali rasanya melupakan Kyuhyun oppaa.

“Kau harus secepatnya menyusul Hwa Yeon-ah.” Aku mengangguk sebagai jawaban pertanyaan Hyo Jin eonni. Ya, aku akan menyusul secepat yang ku bisa… tapi saat aku sudah melupakan oppanya. Hihihi

Selesai perawatan, aku pulang ke rumah sedangkan mereka pergi ke butik milik Yoon Hee eonni. Harusnya aku ikut mereka, tapi aku malas. Lebih baik aku berdan-dan sendiri di rumah. Lagian, ada eomma yang bisa mendan-daniku.

Tak butuh waktu lama untuk bersiap-siap. Hanya dalam kurun waktu 2 jam aku sudah siap. Eomma mendandaniku dengan kecepatan kilat. Tidak heran sih, eomma kan yeoja.. Rasanya aneh kalau ia tidak bisa berdandan.

Eh…

Tapi tunggu…

Bukankah aku juga yeoja?

Tapi aku tidak bisa berdandan.

Ah yasudahlah, aku akan belajar berdandan nanti saja, saat aku sudah punya pacar. Hehehe

Tin Tin!!

Aku dengan cepat berpamitan pada eomma dan appa saat aku mendengar suara kalakson mobil dari depan rumah. Kurasa aku sudah dijemput. Aku sudah memutuskan untuk pergi dengan Siwon oppa, untung dia berbaik hati mau menemaniku ke acara ini, padahal aku tahu jelas kalau Siwon oppa adalah orang yng sangat sibuk.

Hah, kalau saja aku bertemu dengan Siwon oppa lebih dulu, mungkin aku bisa mencintainya.

“Kau terlihat cantik malam ini.” Au tersipu saat mendengar pujian Siwon oppa. Issh, tidak kupungkiri, Siwon oppa memang sangat manis. “Gomawo, oppa juga terlihat tampan malam iini.” Kami saling bertatapan sambil melempar senyum, lalu dengan cepat aku mengalihkan pandanganku. Aku merasa sangat canggung berada berdua bersamanya di mobil ini.

Hening

Hening sekali!!! Terlalu hening untukku! “Apa kau keberatan kalau aku menyetel music?”

“Tidak! Tentu saja tidak. Aku tidak keberatan.” Jawabku cepat, terlalu cepat kurasa. Aku melihatnya tersenyum sekilas lalu menyalakan tape. Suara lembut milik Mandy Moore mulai mengalun memenuhi setiap sudut mobil ini.

There’s a song that’s inside of my soul
It’s the one that I’ve tried to write over and over again
I’m awake in the infinite cold
But You sing to me over and over and over again

So I lay my head back down
And I lift my hands
and pray to be only Yours
I pray to be only Yours
I know now you’re my only hope

Sing to me the song of the stars
Of Your galaxy dancing and laughing
and laughing again
When it feels like my dreams are so far
Sing to me of the plans that You have for me over again

So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I know now you’re my only hope

I give You my destiny
I’m giving You all of me
I want Your symphony
Singing in all that I am
At the top of my lungs I’m giving it back

So I lay my head back down
And I lift my hands and pray
To be only yours
I pray to be only yours
I pray to be only yours
I know now you’re my only hope

[Mandy Moore- Only Hope]

 

 

To be only yours
I pray to be only yours
I pray to be only yours
I know now you’re my only hope

Ya Tuhan, Apa maksudnya lagu ini? Aku merasa sangat tersindir. Jujur saja, hanya satu yang ingin aku lakukan saat ini.

Menangis!

Benar sekali. Aku ingin menangis saat ini, Aku merasa dadaku sangat sesak.

Aku sudah memberikan semuanya padanya. Seluruh hatiku sudah kuserahkan padanya, karna aku ingin menjadi miliknya. Hanya miliknya.

Tapi semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Semuanya hancur. Semua mimpiku hancur, aku bahkan tidak bisa lagi menggenggamnya.

Tes

Tes

Tes

Dengan cepat aku menghapus air mata yang sudah berani-beraninya jatuh ke atas pipiku, sebelum Siwon menyadari kalau aku menangis.

Perjalanan kami selanjutnya ditemani oleh beberapa lagu yang terang saja membuatku semakin galau. “Hei, kita sudah sampai.” Aku tersentak saat tiba-tiba suara Siwon oppa menusuk gendang telingaku. Aku mengangguk kiku lalu melepas seat belt dengan cepat.

Siwon oppa membimbingku keluar dari mobilnya lalu membawaku kedalam ballroom hotel itu. Dan kini, aku sudah berada di ballroom tempat pertunangan itu dilaksanakan. Aku menghela nafas berat. Aku juga menginginkannya, bertunangan lalu menikah, lalu memiliki keluarga kecil. Ah, sungguh indah pasti.

Aku melangkahkan kakiku ke arah Yoon Hee eonni dan Hyo Jin eonni. Mereka sudah bersama dengan pasangan masing-masing. Mereka terlihat cantik dengan gaun yang mereka kenakan. Aku sendiri menggunakan dress berwarna soft pink selutut juga tas dan high heels dengan warna senada. Rambutku kubiarkan tergerai menutupi punggungku.

“Annyeong.” Sapaku pada mereka.

“eoh, Hwa Yeon-ah annyeong. Kau cantik hari ini.” Aku tersenyum canggung. “Omo, Kau Choi Siwon kan? Jadi kau datang bersama gadis ini? Baguslah, kupikir dia akan datang sendiri lalu pulang dengan mewek karena kekasih hatinya datang bersama wanita lain.” Sindir Yoonhee frontal sukses membuat semua yang ada disana tersentak, termasuk aku!

Apa eonni itu gila? Astaga!!!!

“OMO! Apa maksudmu eonni?! Jangan bicara sembarangan!” desisku sebal. Aku bisa melihat tatapan penuh tanda tanya yang dilayangkan Siwon oppa untukku, tapi aku berusaha sebisa mungkin untuk mengabaikannya.

“Would you dance with me?” kulihat ricky oppa mengajak Hyo jin eonni berdansa, begitu juga dengan Ravi oppa. Ah, mereka pasti bahagia. Ah, aku bosan. Siwon oppa juga malah sibuk dengan kolega bisnisnya. Huh! Dasar mesin pencetak uang! Kerja mulu dimana-mana. Menyebalkan sekali!

Kulangkahkan kakiku keluar ruangan. Aku menuju balkon yang ada di pojok ruangan. Aku berjalan mendekati pagar pembatas.

Aku merasa rileks di sini. Aku mengamati bintang yang tengah bersinar di langit malam ini. Aku memejamkan mataku membiarkan udara malam membelai kulit tubuhku. Gaun yang kukenakan sedikit terbuka malam ini. Aku menggigil, mulai merasa kedingingan. Tapi aku tidak ingin masuk.

“Kau kedinginan. Lebih baik kau masuk.” Aku menoleh saat mendengar suara yang begitu ku rindukan. Ia menyodorkan jasnya padaku.

“pakailah.” Aku menerimanya lalu menyampirkannya di bahuku.

“Gomawo.” Ia hanya bergumam pelan. Aku tau, dia tidak ingin berada di dekatku. Aku memejamkan mataku, mencoba menenangkan perasaanku. Rasanya sakit sekali ketika ia bersikap dingin seperti ini, tapi setidaknya ia sudah perhatian. Itu lebih dari cukup untukku.

“lebih baik aku masuk.” Baru saja aku berbalik, aku merasakan dia memelukku dari belakang, menahanku untuk kembali melangkah. Aku terhenti, membeku. Apa yang dia lakukan? Apa dia tidak takut kelihatan oleh kekasihnya?

“jangan pergi. Jangan menghindariku. Jangan. Jangan pernah lakukan hal itu.” Aku mengernyit bingung. Apa maksudnya? Bukankah seharusnya aku yang mengatakan hal itu? Dia yang selalu menghindariku, bukan sebaliknya.

“Apa maksudmu? Bukankah kau yang bersikap seperti itu? Kau yang menjauhiku” entah kenapa suara yang keluar terdengar begitu lirih, nyaris seperti berbisik. Jangan lupa, suaraku juga terdengar bergetar. Oh my.

“Ani, kau menghindariku seminggu ini. Kau bahkan tidak mau menatapku. Kau selalu mengalihkan pandanganmu saat mata kita bertemu. Kau selalu menunduk saat berjalan melewatiku. Aku bahkan melihatmu berbalik menghindariku saat kau melihatku dari kejauhan. Jangan lakukan hal itu lagi. Aku merasa.. sakit. Sakit sekali” Aku merasakan pelukannya semakin erat. Aku masih tidak mengerti apa maunya. Kenapa dia mempermasalahkan hal itu? Bukankah seharusnya dia senang kalau aku tidak mengganggunya lagi? Dia jadi bebas berhubungan dengan kekasihnya itu tanpa perlu memikirkanku kan?

“jangan mempermainkanku. Kau tau, aku sudah lelah. Aku tidak mengerti kenapa sikapmu bisa berubah drastis. Sudah 8 tahun lebih aku menyukaimu, tapi kau malah memandangku seolah aku itu sampah semenjak kau mengetahui bagaimana perasaanku yang sebenarnya padamu. Kau berubah. Kau bukan Kyunieku yang manis. Kau berbeda sekarang. Aku tidak mengenalmu yang sekarang kyu.” Aku memejamkan mataku saat dengan lancangnya air mataku keluar.

“aku.. mianhae. Aku juga tidak mengerti kenapa aku menghindarimu. Aku mencintaimu, tapi aku takut. Kita tidak seharusnya saling mencintai. Kau tau, aku sangat menyayangimu. Aku takut kau hanya menyayangiku sebagai seorang sahabat. Aku takut kau akan menjauhiku saat kau mengethui kenyataan kalau aku mencintaimu semenjak dulu. Aku tidak tau semenjak kapan aku mencintaimu, tapi aku tidak pernah lagi memandangmu sebagai seorang sahabat, adik kecilku yang manja. Aku selalu memandangmu sebagai seorang yeoja manis, dan aku ingin memilikimu. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku, minta maaf atas sikapku selama ini. Aku benar-benar tidak ingin kehilangan dirimu. Beberapa bulan tanpa kehadiranmu membuatku mati rasa, aku benar-benar membutuhkan sosokmu disisiku. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Aku menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan semua ini padaku. Kumohon jangan membenciku, jangan menghindariku, jadilah milikku, kumohon.”

“lalu bagaimana dengan Seohyeon? Ukankah kalian sepasang kekasih? Kumohon Kyu, jangan mempermainkan perasaan wanita seperti ini. Kau tau, rasanya sangat menyakitkan dipermainkan seperti ini” aku merasakan dadaku sesak saat mengingat hbungan mereka. Aku tidak bisa merusak hubungan mereka. Aku tidak mau menjadi orang jahat. Tidak mau!

“Apa maksudmu? aku tidak punya hubungan apapun dengannya. Dia sepupu jauhku. Dia bahkan sudah punya tunangan! Bagaimana mungkin kau menganggap aku berpacaran dengannya. Ya Tuhan!! Aku mencintaimu!! Tidak mungkin aku bisa berhubungan dengan yeoja lain selain dirimu. Aku terlalu mencintaimu sampai-sampai aku tidak bisa berpaling darimu barang sedetik.” Aku tersentak kaget saat mendengaran pekikan Kyuhyun oppa . Jadi dia tidak berpacaran dengan Seohyeon? Jadi selama ini hanya salah paham? Tapi… tapi… tetap saja! Dia bersikap dingin padaku! Aku membencinya! Pokoknya aku membencinya!! Hueeeee, aku ingin pulang!

“A-aku…”

“komohon..” aku memejamkan mataku erat. Lidahku terasa kelu. Eotteokhae?

“Mianhae.. semuanya sudah terlambat oppa.” Aku melepaskan pelukannya perlahan. Memakaikan jasnya kembali. Bisa kulihat ada gurat kesedihan di matanya.

“Hwa Yeon-ah..” Aku memjamkan mataku kembali, mencoba memantapkan hatiku.

“Mianhae oppa. Tapi aku tidak bisa. Jeongmal mianhaeyo. Tapi, aku benar-benar mencintaimu oppa. Jangan ragukan perasaanku. Jeongmalyo. Tapi kurasa, semuanya harus berakhir oppa. Annyeong.” Kulangkahkan kakiku keluar ballroom. Pikiranku kalut. Aku merasa bingung. Aku putuskan untuk langsung pulang setelah berpamitan dengan eonni-eonniku dan Siwon… ah entahlah, toh aku tidak menemukannya dimanapun tadi. Aku mengurung diriku di kamar sesampainya aku dirumah. Aku ingin menenangkan diriku.

.

-o0o-

.

Sudah beberapa hari aku hanya mengurung diriku di kamar. Aku mematikan ponselku. Aku juga bolos kuliah. Aku hanya keluar jika aku harus makan. Aku sudah merasa cukup baikan, tapi ada perasaan khawatir yang entah kenapa bersemayam diotakku sejak beberapa hari yang lalu dan jujur saja membuatku tidak tenang.

Kunyalakan hpku. Ada banyak sekali pesan masuk dari eonniku dan juga kyuhyun oppa.

Aku membaca seluruh pesan mereka yang isinya hanya seputar kenapa aku tidak bisa dihubungi, ada apa denganku, apa aku baik-baik saja, dan yang terakhir… Ada pesan dari HyoJin eonni tentang Kyuhyun oppa. Dan aku benar-benar dibuat kaget saat membacanya.

Hwa Yeon ah. Kumohon kemarilah. Kyuhyun oppa menjadi sangat kacau semenjak kau menolaknya. Aku sudah mengetahui semuanya. Seluruh permasalah kalian, seluruhperasaan kalian. Aku sudah mengetahuinya. Karena itu, Kumohon datanglah kemari, selamatkan oppa, Ia sudah terlihat seperti mayat hidup saat ini. Kumohon datanglah Kyuhyun oppa membutuhkanmu. Bantu aku… Bantu oppaku… Kau membunuhnya secara perlahan jika begini Hwayeon-ah. Dia serius mencintaimu, aku tau itu. Dia bahkan berusaha membunuh dirinya dengan menyayat lengannya. Kumohon jangan tutup hatimu untuknya. Aku tunggu kedatanganmu, saeng. Kumohon…Dia membutuhkanmu…

Air mataku mengalir. Ada apa ini? Apa yang terjadi pada kyuhyun? Apa dia baik-baik saja? Aku merasakan dadaku sesak saat berbagai pikiran buruk berkecamuk di kepalaku. Secepat mungkin aku pergi ke rumah Hyo Jin eonni. Tanpa ba-bi-bu, aku langsung melesat ke kamar kyuhyun oppa.

Aku sudah sampai di depan kamarnya. Aku mencoba membuka pintunya, tapi ternyata terkunci. Air mataku mengalir tanpa bisa kucegah. Kuketuk pintunya perlahan.

“Oppa, bukalah. Aku Hwa Yeon.” Tak lama, pintu itu terbuka. Hatiku seperti teriris melihatnya kacau. Rambut berantakan, tubuhnya kurus, mukanya kusut, matanya.. matanya terlihat sangat kelam. Lingkaran hitam sudah bersemayam di atas kedua belah matanya, dan bau alcohol menyeruak dari tubuhnya. Aku tidak tahan.

“Oppa. Hiks..” ia mendekapku erat. Aku balas memeluknya. Aku tidak bisa berhenti menangis. Ia seperti ini karenaku. Semuanya karena diriku.

“sttt.. uljima.” Tangisku berubah semakin kencang. Bagaimana bisa dia menyuruhku jangan menangis? Lihatlah dirinya. Benar-benar tak terurus dan itu semua karnaku.

“Hikss.. mianhae oppa. Saranghae. Hikss. Jangan sakiti dirimu sendiri oppa. Kau membuatku khawatir. Hikss.” Bisa kurasakan kalau pelukannya semakin erat.

“Mianhae. Oppa tidak akan seperti ini jika kau tak meninggalkanku sayang. Kau tidak tau betapa hancurnya hatiku saat tau kalau kau telah menutup hatimu untukku. Rasanya seperti ingin mati saja.” Uuugh, ternyata dia benar-benar mencintaiku. bodohnya aku sempat menolaknya.

“Mianhae. Hikss. Aku tidak akan meninggalkan oppa lagi. Aku janji.” Ia melepaskan pelukanku, merengkuh pipiku membuatku mendongan menatapnya.

“benarkah?” aku mengangguk. Ia mengusap air mataku dengan ibu jarinya sambil tersenyum.

“Saranghae.”

“nado.” Kupejamkan mataku saat kurasakan bibirnya mendarat bebas di atas bibirku. Ternyata, sekuat apapun aku berusaha.. aku tetap tidak bisa terlepas darimu.. pada akhirnya aku tetap kembali padamu.. harusnya aku sadar, dari awal aku memang tidak pernah bisa berpaling dari dirimu. Dari awal, sampai sekarang. Tidak pernah ada orang lain yang menggantikanmu. Kau akan selalu menjadi yang pertama dan terakhir… dihatiku.

-END-

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s