Lots of Word

Lots of Word

Author  : Park Eun Hye

Cast       :

  • Park Eun Hye
  • Kim Hwa Yeon

Genre   : Friendship

Rating   : G

Lenght     : Ficlet

Annyeong readers

Mianhae karena author baru muncul lagi disini.

Kangen author? #plak

Oke, dari pada kalian kelamaan baca pembukaan author ini lebih baik langsung aja..

Hati-hati ada typo guys..

No copy and bash but give your comment please^^

Happy Reading~

‘Banyak yang ingin kusampaikan. Hanya saja, aku tak bisa’

 

Hari perlahan lahan menjadi gelap. Keindahan mentari saat senja pun sudah meredup. Kini tinggalah aku seorang diri bersama dengan tumpukan buku-buku lamaku.

“Pfft.. buku-buku ini sudah lama sekali tak ku baca.” Gumamku kemudian meniup debu pada buku-buku itu.

Ya, aku memang gemar membaca dan juga menulis. Sebagian besar tumpukan buku-buku ini adalah buku-buku yang berisi coretan pengalamanku yang berharga sejak aku kecil. Tak mengherankan jika buku-buku ini begitu banyak.

“Guk.. GUK..”

Juju, anjingku rupanya ikut membersihkan debu yang melekat pada buku-buku itu menggunakan ekornya. Dasar anjing pintar..

“Buku-buku ini begitu banyak.. mungkin harus ku pi-“

BRUKK

Hiyaaaa!!!

“Juju! Dasar nakal!” keluhku.

Juju yang semula berada diatas ranjangku segera turun dan kembali pada tempat tidurnya.

Merasa bersalah, aku menghampiri anjing kecilku itu kemudian mengusapnya lembut.

“Tak apa Juju.. itu hanya buku. Maaf ya kalau aku terlalu kasar padamu tadi. Aku hanya kaget saja..” jelaskku pada Juju.

Anjing kecil itu menggoyangkan ekornya pertanda mengerti apa yang aku bicarakan.

Haaahh…

Lihatlah kamarku sekarang. Begitu berantakan dan…

“Eo? Ini….”

Kuraih sebuah buku yang selama ini kucari..

Buku yang begitu berharga bagiku..

“…. buku kenanganku bersama Hwayeon.”

Aku jadi ingin membacanya.

Kubuka halaman demi halaman dan membaca satu persatu tulisanku.

03 Oktober xxxx

 

Annyeong teman baruku, Kim Hwayeon!

 

Aku senang bisa berteman denganmu. Kau ini gila… dan aku menyukainya.

Sungguh lucu, kita berteman melalui kesamaan hobi kita. Menulis. Ini konyol.

 

Salam kenal^^

05 Oktober xxxx

Hey, Hwayeon!

 

Awalnya aku kira kau adalah makhluk yang seperti orang kira.. begitu buruk. Tapi ternyata tidak. Kau menyenangkan. Huh! Mungkin orang-orang hanya iri padamu.

Kau diam bukan berarti kau sombong atau apapun itu.. kau hanya sedang sibuk dengan sesuatu. Jadi.. begitukah dirimu?

13 November xxxx

Bagaimana mungkin kau lebih muda dariku?! Yaiiish.. berarti aku adalah eonnimu. Kau harus mematuhiku, tapi apa? Kau ini bocah yang nakal.. dasar pabbo!

 

Kim Hwayeon pabbo!

 

26 November xxxx

Gomawo untuk ucapan ulang tahunnya dan juga kejahilanmu menjauhiku belakangan ini. Sungguh hebat. Kau ini menyebalkan sekali ya, pabbo.

 

Mungkin menyebalkan seperti ini adalah keahlianmu satu-satunya.

04 Desember xxxx

Hwayeon!!!

Sebentar lagi kita akan naik kelas!!

 

Semoga kita bisa berada di kelas yang sama lagi seperti saat ini. Meskipun kau ini pabbo pangkat 2 tapi harus ku akui kalau terkadang pabbomu itu membuatku merindukanmu.

 

Study hard, Hwayeon-a!

Fighting!

15 Desember xxxx

 

Mwo?!

Apa yang kau bicarakan tadi? Pindah? Apa maksudmu?!

Hey! Leluconmu ini tidak lucu.. aku tahu kau ini suka sekali bergurau tapi ini… sungguh, ini tidak lucu!

 

25 Desember xxxx

Selamat natal nae chingu~

Sebenarnya aku ingin memberimu hadiah natal.. tapi aku tidak tahu apa yang kau suka.

 

Ah!

Aku akan menghabiskan waktu-waktu terakhir di sekolah bersamamu sebelum akhirnya.. kau.. benar-benar..

 

Tidak bisa bersamaku lagi..

Setelah catatan itu, buku ini pun menghilang.

Aku bahkan tidak bisa mengabadikan momen-momenku bersamanya di buku ini. hanya beberapa foto yang aku punya.

Andai saja buku ini tidak hilang. Andai saja aku bisa menyimpannya dengan baik. Andai saja.. andai.. hanya kata itu yang mampu ku ucapkan.

Hwayeon memang belum lama meninggalkan kota ini tapi rasanya sudah sungguh lama. Lama sekali. Bahkan aku tak mengantar keberangkatannya dengan mengucapkan selamat jalan. Aku memang bukan teman yang baik.

Lalu..

…sekarang apa?

Dengan cekatan kuraih pulpen yang tergeletak di meja belajarku dan mulai menuliskan kata demi kata dalam lembar buku ini..

Hwayeon-a, aku kembali.

 

Maaf aku tidak sempat mengabadikan kebersamaan kita dalam buku ini. aku menghilangkannya. Ini salahku.

 

Bagaimana rasanya setelah kau pergi meninggalkan Seoul? Bagaimana keadaan disana? Apa menyenangkan? Apa seperti disini? Apa kau lelah? Jika ya, lebih baik kau beristirahat. Tapi sebelum itu ada yang ingin ku sampaikan..

 

Aku ingin sekali menyampaikan banyak hal padamu.. aku tahu sebenarnya banyak sekali cara untuk menyampaikan ini padamu tapi.. aku tidak bisa.

 

Aku tidak bisa mengungkapkannya secara utuh padamu.

 

Jadi biarkan aku menyampaikannya disini. Di halaman buku ini..

Aku ingin menyampaikan bahwa..

 

Kau adalah dongsaeng yang mengerti bagaimana aku.

Kau adalah dongsaeng menyebalkan yang bisa membuatku rindu padamu.

Kau adalah dongsaengku yang paling pabbo.

 

Kau adalah diary berjalan. Itu karena kau selalu menceritakan segala hal yang kualami padamu.

Kau adalah objek bullyku yang paling ku sayang.

Aku sudah menganggapmu sebagai dongsaengku sendiri.

 

Aku minta maaf karena selalu menyulitkanmu.

Maaf jika aku menyakiti perasaanmu.

Maaf karena aku belum bisa menjadi eonni yang baik untukmu.

 

Kau tidak pernah tahu betapa berat perjuanganku untuk mengurangi berkomunikasi denganmu di sekolah karena aku takut suatu saat aku akan merindukanmu setelah kau pergi.

Kau tidak tahu alasanku tidak mengucapkan selamat tinggal saat kau pergi. Apa kau ingin tahu? Aku melakukannya karena aku tidak ingin berpisah denganmu. Berpisah dengan orang sepertimu membuatku sedih. Lagi pula, aku masih meyakini bahwa kita akan bertemu lagi untuk itu aku tidak mengucapkan selamat tinggal padamu.

 

Dan yang terakhir..

 

Kau tidak tahu bahwa aku menangis tepat dihari kepergianmu.

 

Sungguh konyol bukan? Tapi itu hal-hal yang sangat ingin kusampaikan.

Aku mengakhiri acara menulisku dengan di iringi derai air mata. Jadi ini rasanya kehilangan seseorang yang sudah mengerti dirimu sepenuhnya?

Kau tahu? Rasanya seperti ada bagian dari dirimu yang hilang. Sungguh.

Aku menyesal karena tak sempat mengungkapkan semua yang kutulis secara langsung padanya. Sebenarnya aku ingin. Hanya saja entah mengapa begitu sulit untuk mengungkapkannya. Maka dari itu, ku putuskan untuk menulis semuanya dalam buku ini.

Hey Hwayeon..

Ku harap kau bisa membaca catatanku ini..

Hwayeon pabbo, saranghae!

Take care of yourself~

-END-

Mianhae kalau ceritanya jelek ya readers.

Jujur, author bikin ff ini sambil merampok tissue. Ngerti kan maksudnya? Ga ngerti? Oke… autho bikin ff ini sambil nangis.. #maluuu >_<

Anyway, thanks for reading~

#pyeong

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s