Catch Me

Title: Catch Me

Author: Kim Hwa Yeon

Cast:

Kim Hwa Yeon | Cho Kyuhyun

Other:

Park Eun Hye

Genre: Romance, school life

Rating: cari tau sendiri

Disclamer: FF ini mutlak milik saya! Dilarang copas atau memperbanyak ff ini tanpa seizin saya !

Warning: Hati-hati banyak typo bertebaran.

Note:

Ini ff buat ulang tahun debutnya Kyuhyun oppa yang ke-9 #latepost. Cerita ini sendiri terinspirasi dari mimpi temen saya. Hmmm, silahkan menikmati. Jangan lupa like dan commentnya ya. Kita tunggu ^^ Happy reading ^^

.

.

.

-o0o-

“Cho Kyuhyun! Yak! Oppa tunggu aku! Oppa!” seorang gadis dengan seragam ELF High School terlihat berlarian tidak karuan mengejar seorang namja yang berada sudah cukup jauh didepannya. Gadis itu berlari sambil terus merapalkan sumpah serapa yang ia tujukan untuk namja yang saat ini tengah ia kejar.

Namja yang dikejar hanya berlari santai sambil tersenyum simpul. Sesekali ia meringis saat mendengar berbagai sumpah serapah yang keluar dari mulut yeoja yang sedari tadi berada di belakangnya untuk mengejarnya.

Gadis itu terus berlari sekuat tenaga, padahal namja yang ia kejar, Cho Kyuhyun, hanya berlari santai. Hanya saja, perbedaan panjangkaki mereka bisa membuat bentangan jarak yang cukup jauh. Lihat saja, jika awalnya bentangan jarak mereka berdua hanyalah 5 meter, sekarang sudah hampir 10 meter. Padahal yeoja itu sudah berlari sekuat tenaga sampai-sapai seluruh wajahnya memerah, dan rambutnya lepek karena keringat.

Gadis itu akhirnya berhenti sejenak, menumpukan kedua tangannya diatas lutut dan menunduk, berusaha mengambil nafas sebanyak mungkin, seakan ia akan mati jika tidak mengambil nafas dengan rakus. Setelah sedikit tenang, gadis itu kemudian mengangkat wajahnya dan melihat kedepan. Namja yang tadi dikejarnya sudah tidak terlihat.

Gadis itu mendengus, “Namja sialan, awas saja kalau dia tertangkap. Akan kupotong-potong lalu kugoreng untuk di makan Kyunnie.” Gadis itu mendesis lirih sambil menegakkan tubuhnya. Setelah memantapkan pikirannya, akhirnya gadis itu berjalan santai menuju ke ujung lorong, dan naik ke lantai 3.

Gadis itu naik sambil mendesah tidak karuan, setiap anak tangga yang ia lewati, ia berikan sumpah serapah. Mungkin jika tangga itu adalah manusia, tangga itu sudah mengkeret ketakutan karena dari awal yeoja itu menaikinya, ia langsung mengucapkan berbagai sumah serapah yang ditujukan untuk Kyuhyun, tangga, bahkan sekolahnya.

“Kenapa harus pake tangga sih? Tidak modal sekali! Kenapa tidak dibangun lift atau elevator sekalian? Aku lelah! Dasar Kyuhyun oppa **** **** *** ****!!! Ini semua salahnya!! Dia memang *** *** ***** **** **** !!! “ akhirnya gadis itu menapakkan kakinya di lantai 3.

Hening

Semuanya hening, terlalu hening untuknnya.

“Aiish, harusnya saat ini aku berada di outdoor, menonton anak lain berlomba untuk saling merebut bola dan memasukkannya kedalam ring. Kalau saja namja sialan satu itu tidak membawaku kabur dan malah menyuruhku mengejarnya. Namja sialan, aku akan membunuhnya kalau aku bertemu dengannya!.” Yeoja itu terus berjalan pelan. Sesekali mengedarkan pandangannya kekanan dan kiri. Tapi nihil. Ia sama sekali tidak menemukan sosok namja yang sedari tadi dicarinya.

“Uuuuugh! Aku lelah! Kemana sih namja itu?” yeoja itu menghentak-hentakkan kakinya kesal, mengerucutkan bibirnya, kemudian meremas rambutnya frustasi.

Srrrettt

“Kenapa kau malah diam disini? Aku menyuruhmu untuk mengejarku chagi.” Yeoja itu bergidik saat seseorang memeluknya dan berbisik tepat ditelinganya, dibagian tubuhnya yang paling sensitive. Baru saja yeoja itu mau berbalik, dan menangkap orang yang baru saja memeluknya, ia keduluan sepersekian detik. Sebelum ia sempat berkutik, namja itu kemudian kembali berlari menjauh dari yeoja itu.

“Kim Hwa Yeon pabbo! Sini kejar aku!” ejek Kyuhyun, namja yang sedari tadi yeoja itu kejar, dan baru aja memeluknya. “Kau! Namja sialan! Cepat kembali kemari! Aku akan mengigitmu!” ujar yeoja yang baru saja di panggil HwaYeon oleh Kyuhyun sambil memamerkan giginya sambil memperagakan gerakan menggigit.

“Coba saja.” Daaaan akhirnya, yeoja itu kembali mengejar Kyuhyun yang kabur. Hwayeon terus mengejar Kyuhyun, dan Kyuhyun sendiri sepertinya tengah bermain-main dengan Hwayeon karena dari tadi, namja itu sepertinya sengaja membawa Hwayeon berputar-putar lantai satu sampai tiga berkali kali.

Hwayeon terus mengejar Kyuhyun tanpa henti, sampai akhirnya gadis itu tersandung akibat tali sepaunya yang etah sejak kapan sudah terlepas.

Duk!

“Aaargh!! Appooo!!!!!!!” Hwayeon jatuh terduduk dengan lutut menyentuh lantai lebih dulu. Gadis itu meringis saat merasakan nyeri di lutut kanannya, lututnya tergores, tapi tidak mengeluarkan darah. Hanya saja, saat gadis itu mencoba menggerakan kaki kanannya, ia langsung meringis karena merasakan nyeri di bagian lututnya. “Sialan, jangan sekarang.” Desis gadis itu sambil menahan nyeri di lututnya.

Ia kemudian mencoba bangkit berdiri, tapi…

Duk!

“Akkkhh, sakit sekali.” Gadis itu kembali jatuh terduduk. Matanya memerah dan air mata mulai terbendung di pelupuk matanya.

“Omo Hwayeon-ah, neo gwaenchana?” Hwayeon kemudian menengadahkan kepalanya keatas saat ia merasa seseorang mengajaknya berbicara. Hwayeon memandangi orang yang sekarang berada di depannya dengan wajah memelas dan bibir mengerucut. Matanya pun sudah memerah, siap merobohkan bendungan air matanya.

“Eonni appo. Bantu aku duduk disana!” gadis yang berada di hadapan Hwayeon kemudian mengiuti arah tunjuk jemari Hwayeon kemudian mengangguk mengiyakan. “Arraseo, eonni bantu. Kajja.” Hwayeon meringis saat lagi-lagi lututnya terasa nyeri saat dipaksakan berdiri dan berjalan.

Hwayeon kemudian duduk di sebuah kursi yang berada di ujung lorong, tentu saja dibantu dengan EunHye, gadis yang baru saja ia mintai tolong dengan manjanya. “Gomawo eonni.” Gumam Hwayeon sambil meringis saat lagi-lagi ia berusaha menggerakkan lutut kanannya.

“Kau kenapa sih? Dari tadi aku bingung melihatmu berlari-lari. Kau sedang mengejar siapa sih? Aku mendengar kau berteriak memanggil nama ‘Oppa’ dari tadi. Oppa siapa yang kau maksud memangnya?” tanya EunHye bingung.

Hwayeon menolehkan pandangannya pada EunHye dan merengut bingung. “Memangnya siapa lagi yang aku panggil oppa selain dia eoh? Kurasa Cuma ada satu orang deh eonni.” Gumam Hwayeon pelan. Eunhye memiringkan kepalanya ke kanan dan merengut bingung. “Siapa sih yang kau maksud?” tanyanya penasaran.

“Aaah, masa tidak tau sih? Eonni aneh deh!”

“Aku benar-benar tidak tau.”

“Aish, aku itu sedang mengejar K-“ Hwayeon tidak sempat menyelesaikan kalimatnya saat tiba-tiba seseorang menginterupsinya. “Yak! Chagi!” Hwayeon menghentikan kalimatnya, dan menoleh kearah sumber suara.

Saat mengetahui siapa yang baru saja menginterupsinya, Hwayeon mendengus dan segera mengalihkan pandangannya. Kyuhyun, yang berada di ujung lorong, orang yang baru saja memanggil Hwayeon tersenyum simpul melihat kelakuan kekasihnya itu.

Ngambek lagi batin Kyuhyun geli.

Kyuhyun kemudian dengan cepat menghampiri Hwayeon yang sedang duduk dikursinya. Lagi-lagi namja itu tersenyum geli saat mendengar Hwayeon mendengus. Ia kemudian, berlutut di depan Hwayeon, dan menggenggam tangan yeoja itu erat sambil meremasnya.

Hwayeon mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun saat Kyuhyun meremas pelan tangannya. Namja sialan. Aku membencinya gerutu Hwayeon dalam hati. “Kenapa kau malah duduk disini? Aku kan tadi menyuruhu mengejarku, eoh?”

Hwayeon mendelik, menatap Kyuhyun tajam sambil mengerucutkan bibirnya. “Aku lelah bodoh!” ujar Hwayeon sangar. Kyuhyun meringis, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu menatap sang kekasih lembut. “Arraseo, mianhae eoh? Jangan ngambek. Kau itu emosian sekali. Sedang datang bulan ya?” cerocos Kyuhyun tak tau diri.

“MWO?!” Kyuhyun merutuki mulut nya dalam hati. Mulut sialan, kenapa tidak bisa di rem di saat seperti ini sih? Aduh, mati aku batin Kyuhyun cemas. “Kau bilang apa tadi Cho?” Hwayeon menelan salivanya gugup saat mendengar suara desisan yeoja dihadapannya.

“Ehehehe, aniya chagi. Aku tidak ngomong apa-apa.” Cerca Kyuhyun panic. Hwayeon mengangkat salah satu alisnya dan menatap Kyuhyun sakratis. Dia pikir aku tuli? Aku bahkan mendengar dengan jelas selruh ucapannya tadi. Ck! Hwayeon memutar matanya malas dan melenguh saat tak sengaja Kyuhyun menyenggol lututnya.

“Awwhhh.” Rintih Hwayeon pelan. Gadis itu mengigit bibirnya, menahan rintihannya agar tidak terdengar oleh Kyuhyun. Tapi terlambat, Kyuhyun sudah terlanjur mendengarnya. “Ada apa denganmu?” tanya Kyuhyun bingung. Kyuhyun mengerutkan dahinya bingung, dan kerutan di dahinya semakin dalam saat melihat gadisnya itu menggelengkan kepalanya, masih sambil mengigit bibir bawahnya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun tegas, tidak ingin dibantah. Hwayeon menata Kyuhyun pasrah, pertanyaan Kyuhyun wajib dia jawab, atau tubuhnya menjadi taruhan. Well, you know what I mean *:3*

“A-aku, kakiku terkilir.” Cicit Hwayeon pelan. Tapi masih terdengar dengan sengat jelas oleh Kyuhyun karena lorong sekolah itu benar-benar sepi. “Bagaimana bisa?” tanya Kyuhyun lagi, suaranya terdengar sangat tegas dan menyeramkan. Uuugh, sangat dictator!

Hwayeon menundukkan kepalanya, takut. “A-aku jatuh tadi. H-habisnya kau menyuruhku mengejarku sih! Ini semua gara-gara kau! Huh!” merasa kesal karena merasa terintimidasi, akhirnya gadis itu berteriak. Kyuhyun sendiri yang mendengar ucapan gadisnya itu hanya bisa terdiam.

Sorot matanya benar-benar dingin. Oh tidak, sepertinya ada yang sedang emosi. Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya pada Hwayeon dengan cepat dan beralih menatap kaki Hwayeon yang berada tepat di hadapannya.

Matanya langsung terpaku pada sebuah lebam berwarna biru yang tercetak jelas di lutut kanan gadisnya itu. Ia menggerakkan tangannya untuk menyentuhnya lebam itu, dan yang didapatinya hanyalah ringisan gadisnya.

Kyuhyun menghela nafas berat, ia menatap wajah Hwayeon dan mendesah pelan saat mendapati mata gadisnya itu sudah memerah dengan air mata terbendung di pelupuk matanya. “Appo?” tanya Kyuhyun lembut. Hwayeon mengangguk pelan, sama sekali tidak berniat melepaskan gigitannya pada bibirnya yang sudah sangat merah.

Kyuhyun kembali menghela nafas berat kemudian menghembuskannya perlahan. Ia menyentuh sekitar lebam itu, memijit-mijitnya lembut, kemudian menekan lututnya tiba-tiba, menimbulkan bunyi Krek yang terdengar cukup keras.

“Huua!! Appo pabbo! Hiks!” Kyuhyun langsung melebarkan matanya kaget saat mendengar isakan Hwayeon. Namja itu kelabakan menenangkan Hwayeon. “Y-ya! Jangan menangis, aiigo. Mianhae eoh?” Pada akhirnya Kyuhyun memilih mendekap erat gadis itu di dadanya, dan mengelus lembut rambut yeojanya itu.

Aiiissh, cengeng sekali sih. Uuugh, kalau saja dia bukan orang yang aku cintai. Pasti sudah kutebas. Batin Kyuhyun gemas. Yeojanya itu gemar sekali menangis, dan jujur saja hal itu selalu membuat seorang Cho Kyuhyun kebingungan setengah mati.

Dirinya yang begitu dingin sangat tidak pantas dipadukan dengan seorang Kim Hwa Yeon yang kekanakan dan cengeng. Tapi apa daya? Dia sudah terlanjur terjatuh dalam pesona gadis itu. Terjatuh, dan terjerat lebih tepatnya. Karena ia sama sekali tidak bisa melepaskan diri dari pesona gadis itu. Gadisnya, Kim Hwayeon.

Isakan gadis itu mulai mereda. Nafasnya yang awalnya memburu pun sudah tenang. Kyuhyun diam-diam menghembuskan nafas lega. Ia sama sekali tidak pernah bisa tahan melihat yeojanya itu menangis.

Hwayeon menelusupkan wajahnya semakin dalam ke dada Kyuhyun, namun tiba-tiba, ia teringat dengan sosok yeoja yang tadi menemaninya duduk sebelum Kyuhyun datang kemari. Dengan cepat gadis itu berontak dan melepaskkan diri dari kungkungan Kyuhyun. Ia menoleh ke kiri, dan meringis saat melihat temannya itu tengah menatapnya datar dengan sebelah alisnya yang terangkat.

“Ehehehehe, mianhae eonni. Kelepasan. Eonni sedang apa disini omong-omong? Bukankah seluruh siswa diwajibkan berada di outdoor? Aaaah, eonni kabur yaaa. Hihihi.” Kyuhyun menatap Hwayeon bingung, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling mereka, tapi ia tidak mendapatkan siapapun berada di sana. Dia sedang berbicara pada siapa? Batin Kyuhyun bingung.

“Ah, aku hanya malas berada disana. Panas sekali tau! Kau sih enak malah berpacaran disini, huh!”

“Eiiiii, makanya eonni harus mencari pacar dengan segera. Kau suka V oppa kan? Eh, atau Jungkook oppa? Yaah, pilih saja salah satu. Atau dua-duanya juga boleh. Hehehehe.” Kyuhyun lagi-lagi memandang Hwayeon bingung. Ia tidak mendapati ada orang lain disekitar mereka berdua, lalu ekasihnya itu tengah berbicara pada siapa? Setan?

Hello! Ini sudah tahun 2015 kali, mana ada setan? Lagipula, masa ia kekasihnya yang penakut, manja, dan cengeng itu malah tertawa-tawa saat berbincang-bincang dengan setan? Ck, aneh. Kyuhyun terus bergelut dengan pikirannya sendiri, sama sekali tidak mengetahui siapa yang sedang diajak kekasihnya itu berbicara.

“Aiish, memangnya aku apa? Kau menyuruhku memacari dua-duanya begitu? Ck, kau ini! Ah sudahlah, aku mau kembali kesana. Lanjutkan saja urusan kalian. Ck!” Hwayeon menatap kepergian orang yang tadi membantunya itu dengan senyum geli.

“Yak chagi, kau itu berbicara pada siapa sih tadi?” tanya Kyuhyun penasaran. Hwayeon yang mendengar pertanyaan Kyuhyun malah menatap Kyuhyun aneh sambil mengerutkan keningnya. “Memangnya kau tidak punya mata ya? Jelas-jelas tadi aku berbicara dengan Eunhye eonni, masih nanya pula.” Gumam Hwayeon malas.

Kyuhyun tersentak, mengedarkan pandangannya ke sekeliling mereka sekali lagi. Dan tetap saja, ia tidak menemukan sosok Eunhye eonni seperti yang tadi dikatakan Hwayeon. Bulu kuduknya tiba-tiba meremang. Ia bergidig pelan kemudian beranjak berdiri, menarik Hwayeon ikut bersamanya. “Kita pergi saja, ayo.”

Kyuhyun menarik Hwayeon cepat, mengabaikan ekspresi bingung gadis itu saat mengetahui lututnya sudah tidak sakit lagi. Kyuhyun membawa Hwayeon ke depan kelas mereka, dan duduk didepan loker.

Merasanya nyaman dengan suasana diantara mereka saat ini, Hwayeon menyenderkan kepalanya dibahu Kyuhyun, kekasihnya itu.

Puk!

Kyuhyun tersenyum dan membiarkan Hwayeon berbuat sesukanya. Lengan kirinya pun ia pasrahkan untuk dipeluk oleh gadis itu layaknya guling. “Oppa~” panggil Hwayeon manja. Kyuhyun tersenyum simpul mendengarnya, lalu tanpa menengok, ia menjawab panggilan kekasihnya itu. “Hmm… Wae?”

Hwayeon mengerucutkan bibirnya imut. “Kenapa kau tidak pernah membawaku ke rumahmu? Kau tidak ingin mengenalkanku pada orangtuamu?” cerca Hwayeon pelan. Tubuh Kyuhyun langsung membeku seketika, Hwayeon pun sampai mengetahui tubuh Kyuhyun yang tiba-tiba jadi kaku, tapi dia berusaha tidak memperdulikannya.

“Aku ingin bertemu dengan eommamu. Aku penasaran, kau selalu menceritakan eommamu yang galak itu. Aku ingin bertemu dengannya, tidak bolehkah?” Kyuhyun menelan salivanya berat. Ia tau, cepat atau lambat, kekasihnya itu pasti akan menanyakan hal ini padanya.

Sejujurnya ia juga ingin membawa Hwayeon kepada orang tuanya, mengenalkan gadis itu sebagai kekasihnya. Hanya saja, ia merasa belum…yakin?

Hwayeon memejamkan matanya erat, takut mendengar jawaban Kyuhyun. Well, ini bukan pertama kalinya ia menanyakan hal ini. Tapi ia sunggu penasaran. Kenapa Kyuhyun begitu bersikeras tidak ingin memperkenalkannya pada orang tuanya. Apa Kyuhyun malu? Atau Kyuhyun memang tidak berniat untuk…melanjutkan hubungan mereka? Entahlah, ia pusing.

Huh…

Hwayeon tertegun saat mendengar Kyuhyun menghembuskan nafas berat. Berbagai pikiran buruk langsung berkecamuk di dalam kepalanya. Apa mungkin Kyuhyun memang tidak mencintainya? Apa mungkin Kyuhyun malu? Apa mungkin…

“A-aku hanya merasa… belum siap.” Gumam Kyuhyun pelan. Ia tidak ingin menyakiti hati Hwayeon, hanya saja ia tidak bisa memungkiri perasaan tidak nyaman yang terus menggelayuti hatinya saat ini. Ia ingin menjawab Ya untuk menyenangkan hati kekasihnya itu. Hanya saja, ia tidak ingin memberikan harapan lebih jika pada akhirnya ia tidak bisa menepati perkataannya. Ia tidak ingin kekasihnya itu lebih kecewa dari sekarang.

Hwayeon tersentak. Selalu jawaban itu yang ia dapat. Bolehkan ia menangis sekarang? Ia merasa sangat rapuh. “Kenapa?” tanya Hwayoen pelan. Suaranya terdengar bergetar. Mata gadis itupun sudah memerah, siap untuk kembali menangis.

Kyuhyun melenguh frustasi, apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus dia jawab?

“A-aku, maafkan aku. Aku hanya belum siap.” Ujar Kyuhyun frustasi. Ia mulai mendengar isakan samar dari sebelahnya, dan tentu saja itu menambah kadar frustasinya. “Tapi aku akan segera membawamu kepada mereka secepatnya. Kumohon, aku pasti akan melakukannya, tapi tidak sekarang, mengertilah.”

Hwayeon terdiam. Air mata terus mengaliri pipinya, tapi isakannya sudah berhenti. Sekuat tenaga ia menahan isakannya, tapi tubuhnya malah bergetar hebat. Kyuhyun yang menjadi senderan Hwayeon tentu saja bisa merasakan getaran gadis itu. “Jangan menangis, jebal.” Gumam Kyuhyun lirih.

Ia mulai mendekap tubuh gadisnya itu, dan mengecup puncak kepala gadis itu lembut. Membiarkan gadis itu menangis di pelukannya. Hatinya bergetar karena perih, tangis gadisnya itu terdengar begitu pilu. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Member gadisnya itu harapan? Oh tentu saja tidak! Itu hanya akan membuat gadisnya semakin sakit hati!

Mianhae, geurigu saranghae… nae yeoja

.

.

.

.

.

Hwayeon melangkahkan kakinya sambil menatap kosong jalanan dibawahnya. Berbagai pikiran terus berkecamuk di kepalanya sejak onrolannya dengan Kyuhyun tadi di depan kelas. Setelah itu, ia melancarkan aksi mogok bicara pada namjanya itu.

Dan tentu saaja, yang bisa Kyuhyun lakukan hanyalah mengikutinya kemanapun ia pergi sambil terus merengek agar ia tak lagi mendiamkan namja itu. Tapi mau bagaimana lagi? Ia sudah terlanjur sakit hati dengan penolakan secara tak langsung yang tadi Kyuhyun lancarkan padanya.

Hwayeon terus berjalan pelan menuju gerbbang pintu keluar sekolahnya tanpa menghiraukan Kyuhyun yang sedari tadi berlari-lari sambil memanggil namanya.

“Chagi! Yak!! Kim Hwayeon!!! Aish!” Kyuhyun terus berlari sampai akhirnya bisa berdiri di belakang Hwayeon yang bahkan tidak menoleh menatapnya. Kyuhyun mencebik bibirnya gemas kemudian meraih lengan Hwayeon, memaksa gadis itu berhenti berjalan dan memeluk tubuh gadis itu dari belakang.

Srettt!

“Ahhhh.” Hwayeon tersentak kaget saat tiba-tiba tubuhnya disentak dan dipeluk secara tiba-tiba dari belakang. “Apa yang kau lakukan?!” desis Hwayeon sebal. Bukannya melepaskan pelukannya, Kyuhyun malah semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Hwayeon saat mendengar protesan gadis itu, dan tanpa Kyuhyun ketahui, Hwayeon tersenyum kecil saat merasakan Kyuhyun menghirup nafas dalam dalam di ceruk lehernya.

“Mianhae, jangan menjauhiku seperti ini. Kau itu milikku.” Ujar Kyuhyun posesif. Seulas senyum semakin tersinggung di bibir Hwayeon. “Aniya, aku bukan milikmu.” Goda Hwayeon pelan. Gadis itu kemudian berjengit kaget saat Kyuhyun mencium, menghisap, kemudian menggigit perpotongan lehernya sampai terasa sakit. “Yak! Sakit bodoh!” bentak Hwayeon kaget sambil berontak lepas dari pelukan Kyuhyun.

Bukan Kyuhyun namanya jika ia mau melepaskan Hwayeon begitu saja. Namja itu menyeringai senang ketika melihat hasil perbuatannya. Hickey berwarna merah menyala yang baru saja ia buat di leher Hwayeon sungguh membuatnya berdecak puas. “Kau milikku, aku bahkan sudah menandaimu.” Ujar Kyuhyun seenaknya.

Hwayeon menggeram pasrah kemudian kembali mencoba berontak melepaskan diri dari kungkungan Kyuhyun. “lepaskan!” ujarnya sebal. “Tidak!” ujar Kyuhyun jengah tanpa memperdulikan Hwayeon yang terus menerus meliuk-liukkan tubuhnya cepat, mencoba melepaskan diri dari pelukan namja itu.

Kyuhyun menggeram samar saat gesekan tubuh Hwayeon malah berimbas pada sesuatu yang tidak seharusnya. “Diamlah, kecuali kau mau aku makan disekolah. Kau sudah membuat sesuatu yang tertidur jadi terbangun sayang.” Tubuh Hwayoen sontak membeku. Kyuhyun sendiri menyeringai puas saat mendapati tubuh gadis dipelukannya terdiam kaku, bahkan gadis itu sampai menahan nafasnya. Ck ck ck.

Kyuhyun kemudian mengeratkan pelukannya, merapatkan tubuhnya pada tubuh Hwayeon dan menumpukkan dagunya di bahu Hwayeon. “Sudah selesai marahnya?” ujar Kyuhyun lembut sambil sesekali mengecup mesra hickey merah terang yang baru aja ia buat tadi. “Masih.” Jawab Hwayeon mendayu.

Kyuhyun berdecak pelan saat mendengar suara mendayu sang kekasih. Dasar bodoh batinnya geram. “Oppa, sebenarnyaa aku…” Hwayeon menggigit bibir bawahny pelan, ragu menyelesaikan kalimatnya tadi. “Apa? Sebenarnya kau kenapa?” tanya Kyuhyun bingung.

“Aku…sebenarnya aku sudah pernah bertemu orang tuamu. Hehehehe.” Kyuhyun tersentak kaget sedangkan Hwayeon hanya bisa tertawa nista dengan sedikit canggung. Berada di dalam pelukan Kyuhyun membuatnya terasa seperti di intimidasi.

Kyuhyun masih diam tidak berkutik. Hwayeon yang merasakan tubuh Kyuhyun menegang di belakangnya hanya bisa menelan salivanya gugup. Apa aku salah bicara? Ah eotteokhae?! Batin Hwayeon resah.

“A-“

“Mianhae! Aku tau aku salah. Harusnya aku tidak bertemu mereka. Tapi aku bertemu dengan mereka tanpa sengaja di super market sungguh. Kau harus percaya padaku. Aku tidak mungkin sengaja melakukan hal itu, pokoknya au harus percaya padaku. Aku tidak boho-“

Cup!

Hwayeon terdiam. Bibirnya kini sudah menjadi bulan-bulanan sang kekasih. “Enggghhh…” erangan akhirnya mau tidak mau keluar dari bibir yang saat ini sedang diperlakukan semena-mena oleh kekasihnya.

Hwayeon merasakan paru-parunya mengempis. Ia sudah tidak bisa lagi bernafas, kekasih mesumnya itu sama sekali tidak memberikannya kesempatan untuk sekedar mengambil nafas. Hwayeon menepuk-nepuk dada Kyuhyun pelan, menyuruh kekasihny itu untuk melepaskannya.

Kyuhyun yang mengerti akhirnya dengan tidak rela melepaskan pagutan mereka. Keduanya saling terengah, berusaha mengambil nafas secara rakus. Kyuhyun memandang Hwayeon yang masih terengah dengan seringaian mesum tercetak jelas di bibirnya.

Hwayeon merasakan bulu kudukya meremang, firasatnya berkata kalau aka nada bahaya yang mendekat. Gadis itu bergidi ngeri, kemudian menoleh takut-takut kearah Kyuhyun. Matanya melebar secara ototmatis saat melihat seringaian mesum Kyuhyun. Oh tidak, aku tidak akan selamat batin Hwayeon memelas.

Hwayeon sudah mengambil ancang-ancang untuk segera berlari, tapi belum juga ia melangkah, Kyuhyun sudah kembali merengkuhnya dan membawanya kedalam pelukan itu. “Berhubung keluargaku sudah tau tentangmu. Kalau gitu tidak ada salahnya kita berlanjut ke tahap selanjutnya kan?” bisik Kyuhyun pelan tepat di telinga Hwayeon.

Hwayeon bergidig ngeri kemudian berusaha berontak dari rengkuhan kyuhyun, lagi. “L-lepas.” Ujar Hwayeon panic. “Hmmm…Kita kerumahku saja ayo. Aku ingin memakanmu.” Hwayeon melebaran matanya, rasa panic semakin mendera tubuhnya.

Kyuhyun memutar matanya malas mendengar penolakan Hwayeon. “UAAAAGHH!!! YAAA!!!! CHO KYUHYUN!!!! TURUNKAN AKU !!”

Cup!

“Berhenti berteriak, atau aku akan melahapmu disini. Aku tidak main-main.” Ancam Kyuhyun sukses membuat Hwayeon terdiam seribu bahasa. Kyuhyun membawa tubuh sang kekasih daam gendongannya kearah parkiran mobil.

“Kau milikku.” Ujar Kyuhyun posesif.

“Aku bukan milikmu!” jawab Hwayeon ketus. Kyuhyun mendelik sangar, Hwayeon akhirnya menunduk dengan wajah pucat pasi.

“Aniya, aku hanya bercanda kok hehe. A-aku milikmu oppa.” Cicit Hwayeon takut-takut.

“Good girl.” Ujar Kyuhyun puas.

Dasar cowo mesum! Cih, mmpi apa aku bisa pacaran dengan namja model begini? Auuugh, menyebalkan. Tapi…. Huh! Untung saja aku mencintainya. Aku miliknya. Well, itu berarti dia milikku. Selamanya akan tetap seperti itu. Hihihihihi

 

P.S : Kalo ada yang mau request sequel ff ini boleh aja. Tapi siap-siap dapet NC oke? ehehe 😀 Terimakasih sudah membaca ff kami yang masih amatiran ni. Kamsahae.

FIN

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s