I Always Love You~

Tittle            : I Always Love You~

Cast            :

Cho Hyo Jin

Park Yoochun

Genre : romance, drama, hurt/comfort

Ratting        : G

Author         : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~

Warn           : tpyo bertebaran dimana-mana, geje

Anyeong readers~

Author 2 came back dengan FF Oneshot lagi^^

Kali ini khusus buat Yoochun Oppa yang ultah nih!!!!

Mian kalau rada aneh ceritanya, soalnya lagi menjelang Ujian Kenaikan kelas nih, doain Author-author yh^^

Ini Author terinspirasi dari lyric lagu Christina Aguilera yang judulnya Hurt…

Gak full hurt sih hhe..

Garis bawah itu lyric, kalau yang miring itu flashback..

Makasih yang udah like FF Author 2 kalau bisa comment juga yh #ngarep

Oke, kita langsung ke cerita aja yah~~

Happy Reading~

————————————————————————————————————————————–

“Kerja bagus, Hyo Jin-ah. Kau memang penyanyi yang hebat. Aku bangga padamu!”

“Kau memang superstar! “

Pujian seperti itu sudah sering kudengar. Namun semuanya tidak membuatku merasa bahagia.

“Hyo Jin-ssi, ini kado-kado dari Jinieus.” Kata salah seorang crew acara dimana aku baru saja tampil. Setelah crew itu pergi aku memasang earphoneku. Tidak ada salahnya membaca surat dari fans sambil mendengarkan lagu kan?

FYI, Jinieus itu nama fandomku-ngarang-.

Aku melihat kado-kado dan surat-surat dari Jinieus, semuanya menarik.

Tapi…

Kado dengan pita merah itu terlihat jauh lebih menarik dari kado yang lain. Aku mengambil kado itu lalu memangkunya. Diatas kado itu tertera sebuah tulisan

“I forgive you”

Aku sedikit heran dengan kata-kata itu. Apa aku pernah berbuat salah padanya? Siapa dia?

Kubuka kado itu pelan. Ternyata itu sebuah album foto. Dan pada covernya tertulis -PYC and CHJ- itu terdengat tidak asing ditelingaku. PYC? Park? Park Yo…?

Jangan- jangan?!

Pertanyaanku terjawab saat melihat namanya tertera dibawah tulisan itu.

Ya, dia adalah..

Park Yoochun, mantan kekasihku.

Sudah lewat 2 tahun semenjak kami putus.Hh~ aku menghembuskan nafasku panjang. Aku sedikit menyesali putusnya hubunganku dengannya. Tanpanya aku bukan apa-apa sekarang.

Dengan pelan kubuka halaman pertama album photo itu. Dan damn! Kenapa lagu nya sangat cocok sekali? Kenapa harus lagu Christina Aguilera- Hurt?

Seems like it was yesterday when i saw your face

You told me how proud you were but i walked away

If only i knew what i know today

Aku ingat dimana ia menyambutku dengan senyuman setelah aku selesai bernyanyi. Namun, aku malah membentaknya.

“If i ain’t got you with me, baby~ Terima kasih” aku segera turun dari panggung dan lengsung memeluk Yoochun oppa.  Ia kekasihku selama 5 tahun ini. Ia selalu menemaniku dari awal aku training sampai aku debut.

“Good job, baby~” ia tersenyum tulus sambil memelukku erat.

“Gomawo, Chunie oppa~ Ah, sebentar! Aku harus siap-siap untuk pemotretan sekarang! Bye Oppa!”

“Hei, apa kau tak lelah? Kau baru selesai tampil. Istirahatlah. Aku tau kau lelah.” Ia mengelus rambutku lembut. Namun, aku singkirkan.

“Oppa, tidak bisa. Aku harus berangkat sekarang. Aku memang lelah. Tapi aku bisa tidur di van nanti.” Aku tetap ingin berangkat. Aku ini artis baru. Aku tak mau memunculkan image yang buruk. Aku harus on time!

“Tidak. Kau harus istirahat dulu. Nanti wajahmu akan terlihat lelah. Kau tidak mau dibilang tidak niat dalam pemotretan itu kan?” Selalu seperti ini. Aku harus inilah.. itulah.. ia sedikit cerewet dalam hal seperti ini. Memang aku bocah?

“Aish, jangan mulai lagi. Aku harus berangkat. Bye~ Nanti aku hubungi setelah selesai pemotretan. Chu~” Aku mencium pipinya sekilas.

“Jangan lupa hubungi aku. Jangan terlalu lelah. Hati-hati ne? Saranghae.”

“Nde, oppa. Aku bukan anak kecil lagi. Nado saranghae.”

-skip time-

“Aish, mana ekspresimu, Hyo Jin-ah!” teriak sang fotographer.

“Mianhae. Jeongmal mianhae.” Aku membungkukan badanku.

“Mukamu itu terlihat lelah. Bagaimana mau dapat foto yang bagus kalau begini?!” ia sedikit menaikan nada bicaranya.

Aku menyesal tidak mengikuti saran Yoochun oppa.

Akhirnya pemotretan selesai. Aku membuka handphoneku dan menemukan banyak pesan dari Yoochun oppa.

‘Chagi-ah, sudah selesai?’

‘Yeobo? Kenapa lama sekali ini sudah jam 10 malam. Kapan kau selesai ‘

‘Hyo Jin-ah, jangan terlalu memaksakan. Jangan sampai terlalu lelah, ne?’

‘Hyo Jin-ah, kau sudah tidur? Kalau sudah, mimpi yang indah yah^^ jangan lupa mimpikan aku. Saranghaeyo!!! Jeongmalll!!!’

Aku terkekeh membacanya. Memang hanya ia yang bisa membuatku tertawa saat cobaan datang padaku.

Kalau mengingat itu aku merasa bersalah karna telah mengabaikan dia. Ia terlalu baik.

Ia selalu berada disampingku tanpa pernah mengeluh sekalipun. Walaupun aku kadang tidak sopan padanya. Aku sering memakinya. Tapi ia masih saja sabar menghadapiku. Sabar sekali kan?

I’m sorry for blaming you

For everything i just couldn’t do

And i’ve hurt my self by hurting you

Tapi aku sadar waktu itu aku sedikit keterlaluan.

Dan ia masih tidak menganggapku salah.

Dia namja yang baik.

Sangat.

“ Hyo Jin-ah, jangan makan itu! tidak baik untuk tenggorokanmu. Kau akan ada acara akhir minggu ini. Pilihlah menu yang tidak berlemak. Kau mau suramu habis?” Yoochun oppa memarahiku karna memilih menu yang banyak lemaknya, aish, dia tetap cerewet.

“Oppa, bisakah kali ini aku makan sesuai keinginanku? ! Kau selalu melarangku ini itu! Aku sudah muak!”  aku bangkit berdiri untuk pergi dari sini. Yoochun oppa menahanku.

“Aku melakukan itu supaya karirmu lancar. Ini semua demi masa depanmu.” Yoochun oppa masih tenang. Tapi aku sudah tidak kuasa.

“Masa depanku? Bukannya masa depanmu?! Kau menyuruhku supaya menjadi artis terkenal agar nanti aku saja yang menafkahi keluarga kita? Kau ini picik sekali! Jangan-jangan kau mau jadi namjachinguku hanya karna mengincar hartaku?”

PLAK

Ia menamparku.

Aku menatap matanya. Matanya penuh dengan kekecewaan. Astaga! Apa aku berkata keterlaluan?

“Mianhae, oppa. Bukan maksudku-“

“Aku tau aku ini tidak kaya.”

“Oppa..”

“Aku tau kau pasti akan bertemu namja yang lebuh tampan dan lebih kaya dariku.”

“Oppa..”

“Tapi, aku tulus mencintaimu! Aku mencintaimu sejak dulu! Akulah namja yang menjadi namjachingumu selama 5 tahun ini! Aku yang terus bertahan walaupun kau selalu memarahiku, memakiku. Tapi aku mencoba kuat, karna aku berfikir kau mencintaiku.”

Tes.. tes.. air mataku jatuh dengan deras.

“Oppa..”

“Ternyata pikiranku salah!”

“Oppa itu tidak benar! Hiks..” aku menangis sekeras mungkin.

“Kau tidak percaya padaku! Kau menganggapku namja yang memanfaatkan yeojachingunya untuk mendapatkan uang!” ia sedikit menghela nafasnya lalu kembai menatap mataku.

“Lebih baik kita akhiri ini. Selamat tinggal dan terima kasih untuk 5 tahun ini.” Yoochun oppa pergi meninggalkan aku yang masih menagis histeris.

GREP

“Oppa, mianhae.. Aku tidak bermaksud.. Hiks.. Aku minta maaf.. Hiks..” aku menahan kepergiannya.

“Mianhae, Hyo Jin. Aku sudah tidak bisa menahan sakit hati dan kekecewaanku padamu. Kita harus berakhir.” Ia mencium bibirku untuk terakhir kalinya dan langsung pergi meninggalkanku tanpa melihat kebelakang. Aku yakin ia pun menagis. Karna saat ciuman tadi aku merasakan air matanya jatuh ke pipiku.

Aku telah membuatnya kecewa.

Mataku mulai berkaca-kaca. Hal itu yang selalu membuatku menagis. Walaupun sudah lewat 2 tahun, perasaanku masih sama seperti dulu. Tak pernah berubah.

Lirik dari lagu ini membuatku ingat pada kenanganku dengannya.

Would you tell me i was wrong?

“YA! Cho Hyo Jin! Siapa yang memperbolehkanmu makan ice cream itu?!” teriak managerku.

“Aish, apa aku tidak boleh?” aku bertanya.

“Kau tau tidak ice cream itu tidak baik untuk suaramu!”

“Maaf, aku lah yang memaksanya memakan ice cream.”

“Yoochun oppa!!” aku senang karna Yoochun datang. Sebenarnya aku yang meminta Yoochun oppa untuk mebelikan ice cream ini. Dan ternyata aku ketahuan Managerku. Aish..

Tunggu..

Dia bilang apa tadi?

“Yoochun-ah, kau tau kan Hyo Jin itu artis baru? Jangan membelikan sesuatu yang tidak baik untuk kesehatannya. Arra?” kata managerku memarahi Yoochun oppa. Yoochun oppa berkali-kali meminta maaf pada managerku.

Ia rela dimarahi demi aku…

Would you help me understand?

“Oppa, apa aku terlalu manja?” tanyaku padanya saat berada di pantai.

“Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Banyak yang bilang kau menyebalkan. Lagipula aku tidak semanja Jang Sa Ha. Lalu banyak anti-fans ku yang menyebutku aneh.” Aku mempoutkan bibirku.

“Hey, sudah wajarkan kalau anti-fans itu tidak memihak padamu? Sudahlah, kau ini tidak manja. Kau ini mandiri. Buktinya kau bisa debut karna dirimu sendiri. Sekarang yang harus kau lakukan adalah tetap menjadi dirimu. Walaupun seluruh dunia tidak menyukaimu. Aku masih mencintaimu.”

BLUSH

Aku memeluk Yoochun oppa erat. Ia memang yang terbaik dari yang terbaik.

Are you looking down upon me?

“Bagaimana bisa seorang Hyo Jin melakukan kesalahan seperti ini?” managerku marah besar karna aku terkena scandal.

“Mianhae. Jeongmal mianhae.”

“Jangan pernah diulang lagi”

Sungguh, aku ingin menangis! Aku takut  semua orang menjauhiku! Apa Yoochun oppa akan meninggalkanku?

“Wae geurae?”

“Yoochun Oppa?”

“Ne, Kenapa? Apa karna scandal itu?”

“Ne. Aku .. hiks.. takut kau … hiks.. menjauhiku.. hiks..” tangisan yang sedari tadi kutahan lepas saat tangan nya merengkuhku kedalam pelukan hangatnya.

“It’s okay. Everythings gonna be allright.”

Hanya dia yang tidak pernah menjatuhkanku…

Are proud of who i am?

“Pemenang song of the year kali ini adalah….”

“Cho Hyo Jin dengan lagu Truly One”

Omona!!! Aku menang!!!! Yoochun oppa pasti bangga denganku!!

“Terimakasih pada Tuhan Yang Maha Esa, karna berkatnya  membuat saya bisa menerima penghargaan ini. Terimakasih unutk keluarga serta namjachingu ku yang selalu mendukungku setiap saat. I love you all~” aku pun turun dari panggung.

DRTTT DRTT

From : Chunie Oppa~

Aku bangga padamu, chagia J

Aku tersenyum melihat pesan dari Yoochun oppa.

Saking tidak konsennya pada lagu, ternyata lagu ini sudah sampai pada bagian akhir.

If i had just one more day, i would tell you

How much that i’ve been missed you since you’ve been gone away

Oh,  its dangerous

It’s so out of line to try and turn back time

Tes.. tes..

Air mataku menetes lebih deras..

“Hiks.. hiks..”

Lirik ini begitu menancap ke dalam hatiku. Memang ini lah yang selalu ingin kulakukan. Memutar waktu dan tidak akan mengeluarkan kata itu. mungkin sampai sekarang kami masih memiliki hubungan.

“And i’ve hurt my self by hurting you” aku menyanyikan bagian akhir dari lagu itu.

Ya, aku melukaimu dan itu berdampak untukku juga. Aku ingin ia kembali. Namun, aku tau ini sudah tak dapat diperbaiki. Walaupun ia sudah memaafkanku, tapi belum tentu ia menerimaku kembali.

Seiring berakhirnya lagu, berakhir pun acara membuka album photo itu.

Kuseka air mataku dengan tissue. Saat hendak mengambil tissue lagi, ada sebuah tangan yang mengulurkan sapu tangan.

“Matamu bisa sakit jika mengusapnya dengan tissue, Chagi-ah~”

Suara ini!!! Kuangkat kepalaku dan ternyata ia adalah..

Yoochun oppa..

“Oppa..” lirihku sambil tetap menangis.

“Hyo Jin-ah, mian oppa terlalu sering memaksamu. Maukah kau kembali padaku?” tanyanya sambil menyeka sisa air mata di mataku.

Jawabannya?

Kurasa kalian sudah tau. Aku sudah mengucapkannya diatas.

Kalian tidak tau? Baca lah dengan teliti…

END

Otte? Aneh yah? Maklum lagi masa UKK nih..

Minta like sama commentnya yah^^

Gomawo yang udah mau baca..

~Cho Hyo Jin

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s