Romantic Waltz~#100DayOurBlog-Hyo Jin side(Part 6)^^

Tittle  :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Author         : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght : Chapter

Ratt   : G-Semi M

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Disini mualai ada pergeseran ratting yh~ hhe..

Sedikit ada NC- Author gak tahan kalau gak ada NC, eh?-

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

Aku benci Eun Hye eonni.

.

Chapter 6 : ‘Our’ private show-2-

.

.

Seperti biasa kami pergi ke Cafe Spicywings. Cafe langganan kami.

Yoon Hee langsung duduk, begitu juga Hwayeon yang biasanya duduk disamping Yoon Hee.

“Hwayeon, bisa pindah?” pintaku sebelum aku duduk.

“Wae?!” tanya Hwayeon tak suka. Ya! Berisik sekali maknae ini. Tak tau kah aku sedang dalam keadaan emosi? Jinjja.

“Aku lebih tua darimu. Sudah, turuti saja.”

Hwayeon yang sudah duduk kini berdiri dengan malas. Dia pindah ke bangku diamana seharusnya aku duduk. Dan yang pasti itu bersebelahan dengan Eun Hye eonni.

“Biasa.” ucap kami berempat kompak.

Tak lama, pesanan yang biasa kami pesan sudah ada dimeja kami.

“Kalian semua kenapa?” tanya Hwayeon memecah keheningan.

Kalau kalian bisa melihat ekspresi di wajah kami kalian akan ketakutan. Ekspresu kami berbeda-beda namun itulah yang membuat klaian ketakutan.

Wajah Hwayeon mulai berubah menjadi pucat. Akhir-akhir ini dia seperti itu terus. Entah kenapa.

Eunhye? Well, wajahnya terlihat seperti orang yang hilang harapan. Apa dia habis dibuang oleh Ricky? Atau oleh namja satunya lagi? Ternyata ia bisa sedih juga? Semakin memikirkan itu aku semakin tak bisa mengendalikan emosiku.

Yoon Hee? Matanya sangat sembab. Sepertinya ia habis menangis. Mungkin pasiennya terjadi sesuatu. Aku tak peduli.

“Aku pulang. Ada yang menjemputku diluar.” Hwayeon meninggalkan kami.

“Oh hp kalian harus standby ya. Mungkin aku harus menghubungi kalian untuk mengatakan sesuatu. Arraseo? Annyeong” Hwayeon memberikan pengumuman sebelum akhirnya benar-benar keluar.

“Aku juga mau pulang, moodku sedang tidak bagus.” Aku ikut-ikutan keluar. Berada disini bisa membuat emosiku memuncak.

Aku kembali ke apartementku. Kurasa Cuma tempat itulah yang paling cocok untuk menenangkan pikiranku.

Drttt..drrt..

Ricky-evil-pabbo is calling

Aish, maunya apa sih?

Tak kuhiraukan panggilan darinya. Apa aku salah? Terlalu kejam? Ya! Siapa yang menjadi korban,eoh?

Tok tok tok

Aish, siapa lagi coba?

Dengan langkah kesal aku membuka pintu dan untuk kesekian kalinya aku menyesal.

Ia Ricky.

“Tunggu. Apa yang membuatmu menjauhiku?” tanyanya pelan.

“Kau pikirkan saja sendiri!”

Saat hendak menutup pintu, Ricky menahannya. Ia masuk dan mengunci apartementku.Ia menatapku marah.

“Kau selalu seperti ini! Seakan semua salahku!” ia mulai meninggikan nada bicaranya.

“Tidak! Ini bukan salahmu! Ini salahku!!”

Aku menangis. Mungkin ini sedikit berlebihan. Namun, kalian pasti akan melakukan hal yang sama jika namja yang kalian sukai hanya memanfaatkan kalian kan?

“Hyo Jin, tatap aku.” Aku masih menunduk. Enggan melihatnya.

“Hyo Jin, tatap aku sekarang!” ia mulai berteriak padaku. Tapi aku masih tak mengangkat wajahku.

“Cho Hyo Jin!!!”

“Wae?? Kau ingin memarahiku lagi? Silahkan!!! Aku benci kau!! Pergi!! Jangan pernah mencariku lagi!!” Aku menatapnya tajam. Kulihat ia sedikit terhentak saat aku berteriak padanya.

“Hyo Jin, apa ini karna Eun Hye?” tanyanya pelan sambil menahan wajahku agar terus menatapnya.

“Kalau iya kenapa? Kalau bukan kenapa?”

“Jawab aku Cho Hyo Jin!”

“Iya!!! Ini semua karna perlakuan khususmu pada Eun Hye eonni! Kau memeluknya! Kau memberinya sebucket bunga mawar! Sedangkan aku? Aku hanya dapat satu tangkai! Daebak! Dan apa itu EunEun pabbo dan ChangChang sunbae? Imut sekali,eoh!”

Grep

“Jadi kau cemburu?” Tiga kata itu sangan menancap dihatiku.

“Kalau iya kenapa?” aku mengalihkan pandanganku.

“Tatap aku.”

Tidak! Jangan suara itu! Suara lembut itu masuk ke telingaku. Perlahan aku menatap kembali matanya. Ia menatap dengan lembut. Aku terhisap dalam keindahan matanya.

“Itulah yang kutunggu selama ini.” Ia tersenyum lalu menarik tengkukku sehingga wajahku semakin dekat dengannya.

CUP

Ia menciumku sangat lembut. Tak ada nafsu yang terasa. Hanya luapan kasih sayang yang terasa. Tak mau munafik aku mengalungkan tanganku di lehernya. Makin lama ciuman kami semakin panas. Aku mendorong dadanya karna pasokan udaraku sudah menipis. Akhirnya ia melepaskan ciumannya. Kami saling menatap satu sama lain sambil mengatur nafas kami. Udara disekitar kami sudah terasa sangat panas. Hanya satu yang ada dipikiranku..

Apa kita akan melakukan ‘itu’?

“Hyo Jin, mianhae sudah membuatmu cemburu. Tapi sungguh. Eun Hye itu hanya hoobaeku saja. Kami sudah seperti oppa dan yedongsaeng saja. Tidak lebih. Sungguh.”  Ricky mengatakan itu sambil memelukku erat.

“Baiklah aku percaya itu. Tapi aku ini siapa?” aku mempoutkan bibirku.

“Kau adalah milikku.”

Setelah itu ia kembali mempersatukan bibirnya dengan bibirku. Sedikit berbeda kanra sedikit menuntut. Aku memperdalam ciuman kami. Rasanya aku tidak ingin terlepas dari bibir itu.

“eummhhhh” desahku tertahan saat Ricky mulai memasukan lidahnya kedalam mulutku. Lidahnya bergerak lincah di dalam. Aku terbuai oleh permainan lidahnya tanpa kau sadari bajuku sudah terjatuh dilantai. Entah kapan ia melepasnya. Yang pasti sekarang aku merasa malu. Aku melepas ciumanku dan menutupi dadaku dengan kedua tanganku.

“Kau tidak usah malu, chagi~  Aku janji aku tidak akan menyakitimu.” Ricky menurunkan kedua tanganku.

“A-aku malu, Ricky-ah.” Kuyakin wajahku pasti sudah sangat merah. Aish, molla~

“Tenang saja. Kau sangat cantik.” Ia mulai menjilat leherku sesekali menghisap dan menggigitnya,

“Aahh, hahh, hahh.. Jangan terlalu banyak, Ricky-ah” aku berkata sambil berusaha menahan desahanku.

“Jangan ditahan sayang.”

“Aahh, hahh.. Ini terlalu nikmat!” Aku tak dapat menahan desahanku saat Ricky mulai memainkan tangan dan mulutnya di kedua dadaku.

“Shall we?” tanyanya sambil mengangkat alisnya sebelah.

“Sudah basah kenapa tidak mandi saja sekalian?” aku menyeringai. Ricky menggendongku ala bride menuju kamarku. Kalian pasti tau kan kelanjutannya?

Tidak? Astaga. Baiklah aku akan mendeskripsikannya sedikit saja..

  • Hubungan antara namja dan yeoja
  • Tanpa pakaian
  • Saling menghangatkan
  • Memasuki dan dimasuki
  • Kasur
  • Desahan
  • Bergesekan

Sudah tau kan? Yasudah jangan diganggu dulu yah.. Lagi sibuk ^^

TBC-

Bagaimana? GJ yah? Mianhae yah~~

Author lagi gak punya ide banget..

Tapi Author masih mengharapkan comment buat Author introspeksi gitu^^

Likenya juga boleh kok..

Silent reader? Author gak larang tapi kalau bisa tinggalkan jejak yh~~

Gomawo yang udah mau baca..

~Cho Hyo Jin

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s