Romantic Waltz~#100DayOurBLog-Hyo Jin side (part 4)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Min Sunghyun (OC)

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author part sebelumnya yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Author kan udah pernah bilang kalau belum berbakat membuat FF Chapter tapi tolong di comment yh^^

Biar jadi referensi gitu~

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Sorry bisa post sekarang, kemarin koneksi internetnya hilang hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Kau tidak apa-apa?” kurasa aku mengenal suara itu. Dimana yah? Kulirik sedikit dari sela-sela jariku.

“Omo! Hyo Jin? Kenapa kau ada disini?”

Dan ternyata dia adalah…

.

Chapter 4 : Revenge

.

.

“ Sunghyun? Kenapa kau ada disini?” kataku pelan. Ia mengangguk pelan lalu duduk didekatku.

“Itu tidak terlalu penting. Jadi, apa yang terjadi? Ceritalah. Kau tau kan kita sudah bersahabat sejak dulu. Kau bisa bercerita padaku.” ia mengalihkan pandangannya padaku.

Ah, aku ingin kalian berkenalan dengannya. Ia adalah Min Sunghyun. Dia adalah sahabatku sejak kecil. Sebelum bertemu anggota gank Scipy aku sudah bersahabat dengannya. Dulu kami terpisah karna Sunghyun harus pindah ke luar kota. Dan kami bertemu di Jeju!!

“Well, sekarang ada seorang namja yang sedang menarik perhatianku akhir-akhir ini. Ia adalah pianis muda yang tampan. Walaupun baru beberapa hari bersamanya, tapi kami memiliki moment yang tak terlupakan. Tapi ternyata bukan hanya aku saja yang merasakannya..” aku menekuk lututku lagi dan menenggelamkan wajahku.

“Maksudmu? Ada orang ketiga?Bagaimana kalau kau labrak saja dia? Kau kan Cho Hyo  Jin! Haha..”  Sunghyun mengelus punggungku lembut. Ia masih sama seperti dulu.

“Yeah, awalnya aku juga mengatakan hal yang sama. Tapi apa yang bisa aku lakukan jika orang itu adalah sahabatku? Kau tau kan aku tidak bisa membuat sahabatku menangis?” aku menghela nafas sambil menghapus jejak air mata yang kembali terukir dipipiku.

“Jadi dia sahabatmu? Kau belum berubah ternyata. Masih saja memendam semuanya sendiri tak peduli kau akan terluka atau tidak. Karna itulah kau gampang tersakiti. Kau terlalu baik pada semuanya sehingga mereka tidak tau kalau kau menderita.” Sunghyun mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata yang turun dari mataku.

“Kau itu tidak pernah memahami perasaanmu sendiri. Selalu menunjukan wajah bahagia walaupun itu sangat menyakitkan bagimu. Menganggap dirinya tidak akan pernah bersedih.”

Pluk

“Aw!! Appo!! Kau jahat sekali padaku!!” Aku memukul lengannya keras karna ia memukul kepalaku keras sekali. Ia tertawa.

“Tapi itulah daya tarikmu. Semua orang tidak tau kau selalu bekerja keras demi mereka. kau lelah demi menyenangkan mereka. Kau tidak pernah menunjukan wajah lelahmu karna akan membuat mereka khawatir. Kau itu yeoja hebat.” Sunghyun mengusap kepalaku pelan.

Aku memeluk Sunghyun erat. Hanya ia yang sangat memahamiku. Hanya ia yang tau lebih banyak dari sahabat-sahabatku yang lain. Hanya dia yang bisa menenangkan aku. Hanya dia..

“Ya! Hyo Jin! Siapa namja yang membuat sahabatku menangis separah ini, eoh? Biar kupukul perutnya sampai ususnya keluar.” Ia membalas pelukanku. Aku tersenyum.

“Gomawo, Sunghyun-ah.”

“Itulah gunanya sahabat.” Jawabnya mantap.

Kami masih berpelukan erat. Untung saja daerah sini sangat sepi. Mungkin karna belum ada yang kesini.Aku melepaskan pelukanku. Kami saling menatap dan tersenyum. Rasa pedih kini sudah musnah.

Oh ya, kenapa Sunghyun bisa berada disini?

“Kenapa kau bisa disini?” tanyaku sambil merebahkan tubuhku dipasir. Ia mengikutiku.

“Aku? Aku sedang melakukan penelitian. Aku kaget melihat seorang yeoja sedang berlari sambil menagis di daerah sini. Karna daerah ini memang belum pernah dikunjungi orang lain. jadi tempat yang cocok untuk penelitian. Kau?” ia memejamkan matanya.

“Aku akan mengisi sebuah acara pelanuchingan hotel di dekat sini. Nah, namja yang kumaksud tadi adalah namja yang akan mengiringiku saat nanti. Bagaimana kalau kau datang kesana? Aku bisa memasukan namamu kedalam list tamu khusus. Datang ya?” Aku menggunakan puppy eyesku supaya ia ikut. Ia terkekeh.

“Entahlah. Aku tidak tau bisa datang atau tidak. Akan kuusahakan. “ Ia kembali mengusap kepalaku.

Sepertinya tidak rugi jika aku menghabiskan hari ini dengannya. Yah, hitung-hitung menghilangkan stressku. Kenapa tidak?

“Apa kau kosong hari ini?” tanyaku.

“Tentu. Itulah alasan aku bisa bersamamu sekarang. Wae?”

“Mau kah kau menemaniku? Hitung-hitung nostalgia masa kecil? Hehe..”

“Tentu saja. Dengan senang hati.”

Memangnya hanya Ricky yang bisa bersama orang lain? Aku pun bisa. Maafkan aku Sunghyun-ah.

*Hyo Jin Pov end*

*Ricky POV*

Aigo, yeoja itu kemana sih? Ice cream ini mengganggu saja! Kubuang ice cream itu dan kembali mencari Hyo Jin.

Untuk apa tadi aku berhenti mengejarnya coba? Dasar pabbo.

Mungkin aku harus bertanya pada Eun Eun pabbo. Ini semua salahnya! Kenapa ia memelukku coba? Aish..

“Yeoboseyo?” ucapku.

“Yeoboseyo.”

“Hiiyaaa!! EunEun! Eotteohke?!”

“Mwo?”

“Dia marah…”

“Nugu? Artis itu?”

“Ne..”

“Haish! Kau apakan dia?! Akh, dasar pabbo! Sunbae pabbo!”

“Bagus ya! Terus saja mengataiku bodoh! kau lebih bodoh tahu!”

“Yak! Sunbae ini menyebalkan! Sudahlah urus saja masalahmu sendiri!”

-Tut!-

Aish, bisa-bisanya ia menutup telpon dariku! Kutelpon saja lagi.

Drrtt..Drrtt..

“Sekarang apa?!” tanyanya ketus.

“Jebal! Bantulah sunbaemu yang handsome ini!”

“Mwo?! Sudah jangan ganggu aku lagi!!”

“Yak! EunEun pabbo!”

Dasar tidak membantu! Baiklah aku akan mencarinya lagi.

*Ricky POV End*

*Hyo Jin POV*

Seperti yang sudah disepakati, kami pergi ke tempat-tempat yang menarik di daerah ini.

“Hyunie, kau tau kan kalau aku ingin wisata kuliner disini? Kau tau tempat makan yang enak?” tanyaku dengan mata berbinar-binar.

“Aigo, kau masih Hyo Jin yang rakus! Tapi kenapa badanmu bisa seperti ini? Kau kan makannya banyak.” Ia mengatakan itu dengan wajah datarnya.

“Ya! Sekarangkan aku sudah menjadi public figure! Sudah pasti aku harus menjaga penampilanku! Apalagi aku sedang dalam puncak ketenaranku! Hha..”

“Baiklah, Nona Cho. Sekarang berhentiah berkicau karna kita akan pergi sekarang.” Katanya. Ia menunjukan sebuah mobil sport yang –sangat-keren. Dan warnanya biru!! Warna kesukaanku!

“Apa ini punyamu? Kau sudah sukses! Daebak! Aku bangga menjadi sahabatmu!!” aku memberikan kedua jempolku. Ia terkekeh.

“Tentu saja. Apa kau tidak pernah mendengar Prof. Min yang baru saja meneliti tentang keajaiban laut?”

“Jinjja?! Itu kau? Kenapa kau baru bilang,eoh? Mianhae, Prof. Min. Haha..” aku tertawa. Yah, beginilah kami dulu. Saling menyemangati, selalu tertawa.

“Apa kau punya yeojachinggu?”

“Sudah. Bahkan ia sudah berganti status menjadi istriku.”

MWO!!!!!

“Kau sudah menikah? Kenapa tidak mengundangku?!! Lalu dimana istrimu? Aku ingin melihatnya!” kataku antusias.

“Benarkah? Baiklah. Kita ke rumahku. Semoga saja SungHee sudah pulang sekolah.”

“SungHee?”

“Ia anakku.”

WHAT THE?

“Teganya kau!! Tidak mengundangku! Dan sekarang kau sudah punya anak?! Daebak!” aku memukul kepalanya.

“Aish, sudahlah. Mari masuk. Aku sudah kangen dengan My Baby.” Katanya sambil menggunakan aegyo yang jijik dimataku.

-skip time-

“Kita sudah sampai!”

Rumahnya sederhana namun elegant. Dia memang sudah sukses.

“Yeobo? Dia Hyo Jin?” terdengar suara yeoja yang menyambut kami di ruang tamu. Aku tersenyum ramah.

“Omo!!! Cho Hyo Jin sedang berada di rumahku!!! Aku harus apa? Hyo Jin, aku fans beratmu!!!” ternyata istrinya merupakan Jinieus juga. Aku terharu.

“Chagi-a, sebenarnya Hyo Jin itu adalah sahabatku sejak lama.” Jelas Sunghyun.

“Kenapa kau tidak bilang kalau sahabatmu itu Hyo Jin? Jadi suamiku adalah sahabat Hyo Jin? Ah, beruntung sekali aku menikah denganmu!!” ia menciumi pipi Sunghyun yang tertawa melihat istrinya seperti itu.

“Jadi begini, bolehkan kalau Hyo Jin menghabiskan hari ini di rumah? Tapi ia ingin mencoba makanan khas sini. Kau bisa kan?” Sunghyun berkata dengan santai pada istrinya.

“Tentu saja! Demi Hyo Jin!!” Dia memang hardfans-ku. Aku terharu mendengarnya..

Yah, hari ini mungkin akan menyenangkan!

-skip time-

Waktu menjelang sore. Sebaiknya aku pulangke hotel. Untung Sunghyuhn mau mengantarku. Yah, Kurasa Ricky sudah mencariku dari tadi.

“Kajja.” Ajak Sunghyun.

“Ne. “

Setelah sampai di  hotel kulihat Ricky sedang duduk tak tenang di lobby. Aku menghampirinya.

“Hey, apa yang kau lakukan?”

Ia menegokan kepalanya dan langsung memelukku erat.

“Mianhae.. mianhae.. walau aku tak tau apa yang membuatmu marah. Kumohon maafkan aku.” Aku memeluknya erat juga. Ternyata itu menyakiti hatinya. Kami hanya diam menikmati pelukan kami. Tiba-tiba..

“Jinie, kau melupakan ini.” Seru seseorang. Ricky melepaskan pelukannya dan menatap namja itu lekat.

“Ah, Hyunie. Gomawo. By the way, terimakasih untuk hari ini. Lain kali kita jalan bersama lagi yah..” ucapku sambil tersenyum. Aku memeluk Sunghyun lagi ia membalasnya tak kalah hangat. Tapi pelukan kami tiba-tiba terpisah oleh Ricky.

“Jangan lama-lama. “ Ricky menarik tanganku keras sehingga tangaku terasa sakit. Kulihat Sunghyun hanya terkekeh dan membalikan badannya untuk pulang ke rumah. Tega sekali dia.

“Kenapa kau menarik tanganku?”

“Kenapa kau pergi bersama namja itu?”

“Kau cemburu?”

“Tidak. Aku hanya mengkhawatirkanmu.”

“Bohong”

“Tidak”

“Bohong”

“Baiklah. Aku cemburu!”

Apa tadi yang dia katakan? Ia cemburu? Artinya ia suka padaku? Kenapa hati ini bahagia sekali? Entahlah..

“Berarti kita impas.” Kataku sambil tersenyum lebar. Kulihat Ricky hanya mengerutkan dahinya dan menatapku bingung. Kubiarkan saja ia penasaran. Hha..

Lebih baik aku kembali ke hotel untuk istirahat. Besok adalah hari penting. Aku tak boleh menggagalkannya. Fighting!

-TBC-

Gimana? Masih gak rame yah?

Maaf yah kalau gak rame^^

Tapi Author masih nunggu comment dari kalian buat introspeksi diri…

Gomawo yang udah mau baca..

Sampai ketemu di chapter selanjutnya~~

~Cho Hyo Jin

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s