Find My Love #100DaysOurBlog ( HwaYeon side ) – Part 5

“Kyu.” Ia menoleh sambil tersenyum kearahku. Haruskah aku memintanya?

“Aku takut, maukah kau menemaniku tidur? Malam ini saja.” Aku memandangnya penuh harap. Kulihat kyuhyun terdiam beberapa saat, mungkin memikirkan permintaan anehku. Tapi akhirnya ia mengangguk dan tersenyum padaku.

“Baiklah. Malam ini saja.” Aku mengangguk kemudian menarik tangannya masuk kedalam kamarku. Aku langsung merangkak naik keatas kasurku dan menepuk kasur disampingku.

“Kemarilah.” Ujarku lembut. Dia melepas sandalnya, dan ikut naik keatas kasur, merebahkan tubuhnya tepat disampingku, mengahadap kearahku. Aku dengan cepat beralih menghadapnya dan memeluknya, mengubur wajahku di dada bidangnya, kemudian menyamankan posisiku. Aku juga bisa merasakan dia melingkarkan tangannya di perutku.

“Jalja~” Ujarku lembut. Sebuah kecupan mendarat di puncah kepalaku, membuatku tersenyum.

“Jalja~” balasnya tak kalah lembut, dan akhirnya aku terlelap… Biarlah masalahku diselesaikan nanti, yang kuinginkan saat ini hanyalah tidur. Berharap besok, semuanya akan kembali berjalan lancar.

 

 

 

Title: Finnaly find my love ( 100th project’s )

Cast:
• Kim Hwa Yeon
• Cho Kyuhyun (SJ)

Other:
• Kim Wonshik a.k.a Ravi (VIXX) as Hwa Yeon’s oppa
• Cho Ahra a.k.a Ahra as Kyuhyun’s noona
• Kim Young Woon a.k.a Kangin (SJ) as Hwa Yeon’s appa
• Park Jung Soo a.k.a Leeteuk (SJ) as Hwa Yeon’s eomma
• Tan Hangeng a.k.a Hankyung (SJ) as Kyuhyun’s appa
• Kim Heechul a.k.a Heechul (SJ) as Kyuhyun’s eomma
• Jung Yoon Hee
• Park Eun Hye
• Cho Hyo Jin

Author: Kim Hwa Yeon
Genre: Romance, Comedy, Hurt, Friendship, Family, Mystery.
Rating: G
Length: Chapter

Note:
Aloha, ketemu lagi dengan aku. Sekarang udah part 5 nih. Udah hampir beres. Ga terasa, cepet banget ya?
Author cape banget bikinnya. Ngebut! Jadi mohon hargai ya. Kita udah berusaha bikin cerita yang menarik untuk kalian semua para readers, di sela-sela kegiatan kita yang padat. Mana sekolah pr sama ulangannya banyak banget lagi.

Oke, cukup dulu basa basinya. Silahkan menikmati. Jangan sampe bosan, karena masih ada 5 chapter lagi. Oce?

Udah dulu deh, Annyeong.

Jangan kangen sama author ya, hehehe

Happy reading guys. Love you ^^

 

 

 

-o0o-

 

 

 

Aku mengerjapkan mataku perlahan, Aku merasa ada sesuatu yang berbeda pagi ini. Aku merasakan kehangatan yang biasanya kudapat dari Ravi oppa atau appa. Tapi bukankah aku berada di Jeju? Aku kan ke sini sendiri, tanpa Ravi oppa apa lagi appa.

Aku kan berada disini bersama hyojin eonni, eunhye eonni, dan kyuhyun… Tunggu, Kyuhyun?

Kyuhyun?!

Aku langsung membuka keduabelah mataku dengan cepat. Dan pemandangan pertama yang kulihat adalah wajah tampan Kyuhyun. Oh astaga, apa yang harus kulakukan sekarang? Bangun? Menunggunya? Atau berpura-pura tidur saja?

Ah tapi, kapan lagi aku bisa menikmati pemandangan seperti ini? Wajah tampannya, bisa kulihat dari jarak sedekat ini. Tampan sekali. Mungkin dia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang terindah. Well, setidaknya itu menurutku.

“Sudah puas menatapku? Sejak 10 menit yang lalu ka uterus menatap wajahku tanpa mengalihkannya sedikitpun? Apa aku setampan itu?” aku tergagap saat tiba-tiba ia bersuara tanpa membuka matanya. Sialan, jadi dari tadi dia hanya pura-pura tidur?

“A-aku tidak memandangi wajahmu!” bantahku tanpa sadar. Oh tolol sekali kau Kim HwaYeon, itu adalah kalimat tertolol yang kau ucapkan. Arrrgh, sial!

Aku membatu saat mendengar kekehan lolos dar bibir tebalnya. Tiba-tiba ia membuka matanya an menatapku seduktif. Oh tidak…

“Kau tidak pernah pandai berbohong. Hmmm, apa aku tidak akan diberikan ucapan selamat pagi? Morning kiss misalnya?”

“Mwoya?!” aku mendelik saat lagi-lagi dia terkekeh dan tiba-tiba saja mengecup bibirku tiba-tiba. Hanya mengecup.

Cup!

“Good morning, sunshine.” Aku menatap matanya yang berkilat-kilat senang dengan gugup. Ooooh ya ampun, kenapa dia selalu membuat kerja jantungku berantakan? Menyebalkan sekali.

“Morning.” Gumamku pelan tanpa mengalihkan tatapanku pada mata indahnya.

Sreettt

Tubuhku tersentak maju saat tiba-tiba ia mengeratkan pelukannya, membuat wajahku tiba-tiba terbenam di dalam dadanya. Ya ampun, hangat sekali sih?

“Hah, berada dalam posisi seperti ini denganmu membuatku gila. Aku ingin melakukan sesuatu padamu. Tapi kukira aku masih harus bersabar.” Aku tidak memperdulikan ucapannya dan ikut mengeratkan pelukanku pada pinggangnya.

Deg Deg Deg

Wow, kenapa jantungnya berdetak cepat sekali? Apa dia juga gugup sepertiku?

“Lebih baik kita bangun sekarang, sebelum aku berubah pikiran dan mengurungmu di ranjang sepanjang hari.”

“Tunggu, seperti ini saja dulu. Aku masih ingin tidur. Aku lelah.” Gumamku pelan, sama sekali tidak berniat melepaskan pelukanku pada tubuhnya. Hmm, aku rela berada di dalam pelukannya sepanjang hari kurasa.

“Baiklah-baiklah. Mungkin kita memang harus beristirahat lebih lama. Lagipula, kita harus menjalani rangkaian acara pelaunchingan hotel dengan acara persahabatannya nanti malam.” Aku mengangguk membenarkan.

“Hah, kalau begitu, tidurlah lagi. Beristirahatlah. Jalja.”

“Eum~” aku mulai merilekskan tubuhku dalam rengkuhannya, dan menyamankan posisiku kepalaku di dadanya. Dan tak lama kemudian, semuanya gelap. Aku tidak mengingat apapun lagi selain sebuah kalimat samar yang ku dengar sebelum kegelapan merenggutku.

“Saranghae.”

 

 

.

 

 

Aku mematut diriku dikaca sekali lagi, memastikan jika tidak ada yang salah dengan penampilanku. Sekarang sudah saatnya pelaunchingan hotel. Aku gugup sekali. Apa aku sudah terlihat cantik?

Aku hanya memakai sebuah gaun berwarna hitam panjang, ujung gaunnya sedikit menyentuh lantai. Gaun ini hanya memiliki satu lengan dibagian kanan. Aku mengikat rambutku keatas, membiarkan leherku terekspos. Aku juga mengenakan anting berlian sebagai hiasan, dan stiletto Jimmy Cho hitam kesayangnganku agar kakiku terlihat panjang.

Ting Tong!

Hmmm, apa itu Kyuhyun? Jantungku berdebar mengharapkannya.

Aku menghela nafas panjang, kemudian berjalan kearah pintu. Dan tadaaaa…. Bukan Kyuhyun seperti yang kukira yang berada di sana, tapi seorang room boy yang berada di sana dan tengah memegang sebuah paket.

“Maaf nona. Ada titipan dari tuan kyuhyun.” Aku menerima paket itu dengan perasaan tak menentu. Untuk apa kyuhyun memberikan ku sebuah paket seperti ini? Kenapa pula bukan dia sendiri yang memberikannya? Kamarnya kan hanya berada di depanku? Tinggal memberikannya langsung padaku saja bisa bukan? Kenapa pake room boy segala? Lelaki yang membingungkan.

Aku memberikan sedikit tip untuk room boy itu, dan kembali melangkahkan kakiku kedalam kamar. Kubuka bungkusan paket itu dengan sedikit terburu-buru. Dan tebak apa yang ada disana?

Sebuah kotak merah beludru berisi kalung yang sangat indah dan terlihat sangat mewah.

Aku menyentuh permukaan kalung tersebut dengan tangan gemetar dan perasaan tak menentu. Jelas sekali ini kalung yang dibuat oleh seorang desaigner terbaik. Semua ukirannya terlihat sangat indah dan dibuat dengan ketelitian yang tidak diragukan.

Kalung itu bertahtakan permata permata indah yang berkilauan, kentara sekali kalau itu adalah permata terbaik yang bisa kupastikan kalau itu sangat sangat sangatlah mahal. Aku membuka sebuah surat yang baru kusadari berada di dalam kotak beludru tsb. Aku membaca surat itu dengan cepat.

 

Pakailah kalung itu nanti, aku sangat ingin melihatmu memakainya saat pelaunchingan nanti.

-Kyuhyun-

 

Aku tersenyum senang lalu memakai kalung itu dileherku dengan perasaan bangga. Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya…

Aku berjalan keluar dari kamarku dan berjalan menuju lift. Aku menunggu di lift dengan jantung berdebar. Kenapa Kyuhyun memberiku hadiah semacam ini? Aku bahkan tidak sedang berulang tahun.

Berbagai pemikiran aneh terus bergulir di dalam kepalaku. Apa dia benar-benar menyukaiku? Tiba-tiba saja aku teringat dengan percakapan kami 2 hari yang lalu.

“Kau senang?” tanyanya dengan suara parau. Aku tidak menjawab, hanya mengangguk sebagai gantinya. Aku melingkarkan tanganku di pinggannya saat ia merengkuhku kedalam sebuah pelukan. Aku juga bisa merasakan dia menempatkan sebuah ciuman di puncak kepalaku dengan lembut.

Aku tersenyum kemudian menengadahkan kepalaku untuk menatap wajahnya. Aku merasa senang an bahagia karena menghabiskan waktuku bersama dengannya, namja yang entah kenapa bisa memonopoli hati dan perasaanku.

Aku memejamkan mataku saat merasakan ia menundukkan kepalanya, mendekatkan wajahnya pada wajahku. Dan lagi, material lembut itu lagi-lagi berkuasa atas bibirku dan aku memasrahkannya.

Aku menikmati semua perlakuannya. Walau aku masih bingung dengan bagaimana sebenarnya hubungan kami sekarang. Dia tidak pernah mengatakan apapun tentang perasaannya, tentu saja. Kami bahkan baru saling mengenal beberapa hari yang lalu.

Entah aku bodoh atau apa, tapi aku sudah merasa senang saat ia berada di dekatku. Berada di sisiku dan menemaniku. Hidupku terasa dilengkapi dan terasa lebih berwarna semenjak dia hadir dihidupku. Kekosongan yang tadi ada di dalam dadaku entah kenapa sudah terasa penuh sampai membuatku merasa sesak.

Ahh, semoga saja hubungan ini memang bisa berjalan dengan baik. Aku masih ingin berada disampingnya. Aku…ingin menjalani sisa hidupku bersamanya menjadi tua bersamanya, bersama orang yang sangat kucintai, bisakah…?

Saat aku membuka mataku, Kyuhyun tengah menatapku dengan pandangan yang berlumuran cinta.

“Aku rasa aku menyukaimu.”

“Apa?” tanyaku kaget, tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar.

“Ya, aku kira aku mulai menyukaimu. Ani, kurasa aku sudah menyukaimu sejak perjumpaan pertama kita di café. Saat aku pertama kali memandangmu, aku merasakan sebuah debaran aneh di dadaku. Awalnya aku mengira, debaran itu terjadi hanya karena aku kesal. Kau berteriak-teriak berisik saat kita pertama kali bertemu di café bukan? Tapi ternyata tidak. Aku terus merasakan debaran debaran aneh itu saat aku bersamamu. Aku merasakan desakan aneh dalam dadaku untuk menjaga dan melindungimu. Aku merasa sakit saat kau hilang dalam jarak pandangku. Aku merasakan sesuatu seolah-olah menikam jantungku saat aku melihat wajah bersedihmu, walau hanya sebentar. Karena itu, kurasa aku ingin lebih dekat denganmu. Biarkan aku berada di sisimu. Bisakah?”

Aku memandangnya intens. Mencoba mencerna seluruh ucapannya yang baru saja ia lontarkan padaku. Dia baru saja…menyatakan perasaannya bukan? Lalu apa yang harus kulakukan? Perasaan, ini sudah kesekian kalinya aku berada di posisi seperti ini, tapi aku tidak pernah speechless seperti ini.

“A-aku…”

“Kau tidak perlu memikirkan apapun, hanya perlu menjawab ya, dan aku akan menjagamu dengan sekuat tenagaku. Aku tidak akan membiarkanmu terluka. Aku akan menjaga apapun yang menjadi milikku dengan nyawaku sendiri.”

“B-baiklah. Lakukanlah sesukamu. Kurasa, aku tidak akan keberatan.”

Srreeet

“Gomawo. Aku akan menjagamu dan sebisa mungkin membahagiakanmu. Aku menyayangimu. Saranghae.” Aku diam, tidak membalas ucapannya ataupun pelukannya. Sejujurnya ini masih terlalu cepat untukku. Tapi aku tidak kuasa menolah permintaannya. Aku hanya…tidak bisa.

Aku menggelengkan kepalaku, mencoba mengusir baying-bayang tersebut dari dalam benakku. Aku tidak igin mengingatnya, tidak sekarang. Hah, mungkin setelah acara ini selesai aku bisa mengingat-ngingatnya lagi. Hehehe.

Aku melangkahkan kakiku dengan gugup memasuki ballroom. Disana sudah dipenuhi banyak yang tidak kukenal. Tua dan muda berkumpul menjadi satu di ruangan ini. Ballroom yang awalnya polos pun sudah disulap menjadi sedemikian rupa sehingga menjadi tempat yang sangat indah sekaligus nyaman.

Kurasa, Eunhye eonni ikut ambil andil dalam mendekor ruangan ini. Entahlah, hanya firasat saja. Dia kan suka sekali bekerja. Kurasa, tidak mungkin kalau dia diam saja saat para pelayan dan event organizer yang kami sewa mendekor ruangan ini sendirian.

Aku mengedarkan pandanganku keseliling sambil memfokuskan pandanganku. Aku mencari Kyuhyun ditengah lautan manusia ini. Tapi, aku tidak melihat sosok Kyuhyun sama sekali di sana. Eunhye eonni dan Hyojin eonni pun tidak bisa kutemukan. Apa mungkin mereka belum datang?

Tepat setelah itu, aku mendengar suara ribut-ribut dari arah pintu masuk tadi, aku menoleh daan betapa terkejutnya diriku saat melihat Kyuhyun dan yeoja yang sepertinya kukenal disana. Kyuhyun mengenakan tuxedo hitam yang membuatnya tampak sangat gagah, sedangkan yeoja itu mengenakan gaun merah terang tanpa lengan selutut. Tapi tunggu… aku mengenal yeoja itu.

Dia… dia… dia Hyo Jin!

Tunggu tunggu. Hyo Jin?

HYO JIN?

Kenapa dia datang bersama Kyuhyun? Menggandengnya pula? Mereka ada hubungan apa? Kenapa yeoja itu pernah cerita? Dia menyembunyikannya?

Lagipula, bukankah Hyojin bilang, dia sudah suka dengan lelaki lain? Dia bilang dia datang bersama orang yang dia sukai. Lalu kenapa dia datang bersama Kyuhyun? Apa mungkin, namja yang dia maksud adalah Kyuhyun?

Sialan!

Dia bahkan sudah melihatku dipeluk Kyuhyun dari belakang saat di pantai dua hari yang lalu. Dia juga sudah melihat bagaimana Kyuhyun mencumbuku. Sialan, mereka memperainkanku? Apa mereka bekerja sama? Sial sial sial!

Mereka mempermainkanku.

Kurang ajar!

Akibat kekesalanku, aku benar-benar mengabaikan semua orang selama acara ini berlangsung. Aku sudah tidak peduli lagi, aku merasa suatu perasaan yang tidak kuketahui namanya terus menerus menusuk dadaku, menimbulkan perasaan perih disana.

Aku merasakan seperti ada beban berat berton-ton yang menimpuk tepat di relung hatiku. Aku merasa hatiku tercabik-cabik. Kurang ajar, semuanya memang sial.

Saat acara serah terima pun aku jalankan dalam diam, sesekali aku tersenyum simpul hanya untuk menunjukkan kesopananku, tapi sisanya. Aku benar-benar mengabaikan semua orang termasuk Kyuhyun, Hyojin, dan EunHye eonni.

Mereka benar-benar sialan! Apa mereka tidak sadar apa yang baru saja mereka lakukan? Berani-beraninya mereka mendatangiku dengan bergandengan tangan seolah-olah tidak ada apapun yang terjadi diantara kami. Kurang ajar. Aku membencinya. Aku membenci Hyojin eonni. Aku membenci Kyuhyun. Aku membenci mereka berdua.

Mereka mempermainkan perasaanku!

“…… Terimakasih.”

Aku bertepuk tangan untuk sekedar formalitas saja. Seseorang baru saja aku berpidato. Aku tidak peduli. Kecuali saat eunhye eonni berpidato tadi, aku melemparkan sedikit senyum untuknya, toh dia tidak salah ini. Dia juga sudah sangat berjasa, dia datang kesini kan karena dia memang diundang secara resmi berhubung dialah desaign interior yang menangani hotel ini. Kukira dia datang karena ajakanku waktu dicafe waktu itu.

Aku menoleh dan mendapati Kyuhyun dan Hyojin sedang saling berbisik dan tertawa. Entah kenapa memandang mereka seperti itu membuat dadaku kembali berdenyut sakit. Mereka terlihat sangat intim.

Uuuugh, kenapa aku harus mengalami ini? Tiba-tiba terror kemarin menari-nari di dalam benakku. Aku ingin pulang. Aku semakin ingin pulang. Aku ingin bertemu Ravi oppa. Aku ingin curhat. Aku ingin bertemu eomma dan appa. Aku ingin…

Aku merasakan mataku memanas, dan rasanya aku ingin sekali menangis. Kenapa aku mersa di campakkan? Kenapa aku merasa dipermainkan?

Dengan tingkat kekesalan yang tak tertandingi, kulangkahkan kakiku keluar ballroom. Tidak kupedulikan apa pendapat orang-orang jika melihatku hampir menangis seperti ini. Aku tidak peduli lagi. Masa bodo apa kata mereka!

Aku berjalan, hampir berlari menuju pintu keluar hotel.

Tapi tiba-tiba…

Sreeett

Aku tersentak kedalam pelukan seseorang, saat seseorang menarik tanganku dari belakang secara tiba-tiba. Aku berusaha melepaskan diri dari pelukan orang itu, tapi orang itu menahan lengannya dan malah merekatkan pelukannya.

Aku merasakan air mata mulai menjalari pipiku. Aku terisak di pelukan orang itu, saat orang itu berbisik ditelingaku. Mianhae. aku tau siapa orang itu. Suaranya sangat merdu ditelingaku. Dia Kyuhyun, orang yang saat ini tengah memelukku adalah Kyuhyun, pangeranku.

“Dia bukan siapa-siapa. Hyo Jin hanyalah sepupuku. Berhentilah menangis. Kau membuatku sakit jika seperti ini.”

Aku menangis dipelukannya. Di hanya mengelus rambut dan punggungku sambil menenangkanku. Aku bahkan tidak mengerti mengapa dia meminta maaf, dan tunggu.. kenapa aku juga menangis?

“Ayo, kita kembali ke ballroom.” Aku masih diam saat dia menyeretku kembali ke ballroom setelah sebelumnya menenangkanku dengan ekstra.

Aku masuk kembali kedalam ballroom bersama Kyuhyun, bergandengan tangan. Dan sepanjang acara, Kyuhyun sama sekali tidak beranjak dari sisiku. Aku tau, masih banyak hal yang harus dia beritahu padaku. Tapi kurasa, aku masih bisa menunggu sampai acara ini selesai. Dia terus bersamaku dan menggenggam tanganku dengan mesra sampai akhirnya acara pelaunchingan hotel itu berakhir.

Beberapa orang sudah ada yang pulang, tapi masih banyak juga yang tinggal dan saling mengobrol dengan kelompok-kelompoknya masing.

Tidak heran sih, kebanyakan yang masih berada di sini adalah orang-orang yang masih muda-muda sepertiku dan Kyuhyun. HyoJin dan EunHye eonni pun masih disini.

Jika dilihat lihat lagi, hampir semua lelaki disini, sudah melepas jasnya, jadi mereka hanya memakai kemeja putih, dan terlihat sangat santai. Termasuk Kyuhyun. Dia juga sudah melepas jasnya sejak tadi.

“Okee, sekarang kita sudah menyelesaikan segala tetek bengek pelaunchingan hotel ini. Sungguh membosankan kan tadi itu?” aku tertawa dan mengangguk membenarkan saat mendengar perkataan mc tersebut. Hampir semua orang pun tertawa sambil mengangguk ngangguk setuju.

“Oke, sekarang kita akan bersenang senang.” Music mulai mengalun dan hampir semua orang mulai berdansa dan berjoget. Suara gelak tawa mulai terdengar di seluruh penjuru ruangan. Semua orang tampak menikmati acara ini. Termasuk aku dan Kyuhyun.

Kami menari bersama, berhadapan sambil tersenyum dan sesekali tertawa. Sesekali aku membalikkan tubuhku dan menari bersama orang lain. Suasana ballroom yang awalnya canggung kini sudah benar-benar mencair. Tidak ada lagi kecanggungan, hanya ada senyuman dan gelak tawa.

Aku benar-benar mendapati diriku menikmati acara ini. Aku banyak tertawa di acara ini, karena memang banyak hal yang pantas untuk ditertawakan.

Beberapa pasangan muda banyak yang tengah bercumbu di pojok-pojok ruangan, sedangkan yang tua-tua hanya tersenyum dan tertawa sambil menggelenggelengkan kepalanya melihat kelaukan kami semua, anak jaman sekarang.

Suasana ini benar-benar sudah seperti didalam sebuah klub malam. Aku hampir saja melupakan seluruh masalahku kemarin. Sampai akhirnya, mataku lagi-lagi menangkap siluet yeoja yang kemarin mengikutiku dan kyuhyun.

Sial, bagaimana bisa dia ada disini?

Aku memandang yeoja itu ngeri, dia berada disini. Di dalam hotelku, di dalam acaraku. Bagaimana, bagaimana mungkin dia bisa masuk kedalam sini? Bagaimana mungkin dia bisa sampai datang ke acara ini? Siapa dia sebenarnya?

“Ayo ayo, sekarang semua yeoja berbaris menyamping disebelah kananku, dan para namja berbaris berhadapan dengan para yeoja di samping kiriku. Ayo ayo.” Aku tersentak saat suara mc tiba-tiba menginterupsiku.

Aku mulai maju dan ikut merapat membuat sebuah barisan. Aku berdiri diantara Hyo Jin dan Eunhye eonni. Didepanku ada Kyuhyun. Di depan hyo jin ada orang yang tidak kukenal, sedangkan V oppa ada di depan Eunhye eonni.

Aku menatap lurus kedepan dan mendapati Kyuhyun tengah menatap lurus mataku dengan pandangan penuh arti. Sesekali aku melirik kearah belakang kepala Kyuhyun, untuk mencari tadu apa yeoja tadi masih berada disana? Tapi tidak. Yeoja itu sudah tidak ada.

Aku menengokkan kepalaku kekanan kiri, tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan yoeja itu dimanapun. Mungkin dia sudah pergi. Baguslah, aku takut dengan yeoja itu.

“Oke, sekarang kita akan bermain game!!! kiss competition. Oke, jadi nanti, lampu akan dimatikan, dan semua orang wajib mencari seorang pasangan kalian masing-masing untuk dicium dalam keadaan gelap gulita. Oke? Mengerti semuanya? Pada aba-aba ke-3. 1…2…3…”

Cleck!

“AAAAAAAAAAA” teriakan terdengar dimana-mana, dan tanpa ada persiapan, seseorang menubrukku dari depan dan tiba-tiba menciumku dengan ganas. Aku tersentak mundur dan memegang pundak orang yang menciumku untuk mencari keseimbangan.

Jantungku benar-benar berdentum keras, karena aku sama sekali tidak tau siapa yang menciumku. Ciuman ini begitu basah dan memabukkan. Orang yang menciumku sama sekali tidak memberikanku kesempatan untuk mengambil nafas barang sejenak. Oh ya ampun, tapi wangi tubuhnya, aku bisa mengenali wangi tubuh siapa ini. Inii, ini wangi tubuh Kyuhyun. Aku sangat ingat. Ya, ini wangi tubuh Kyuhyun.

Jadi dia yang menciumku? Apakah dia sadar kalau dia sedang menciumku?

Dengan bringas, orang yang menciumku itu menjelajahi seluruh rongga mulutku membuatku kesulitan bernafas.

Cleck!

Lampu ruangan kembali menyala dan dugaanku memang benar. Kyuhyunlah yang sedari tadi menciumku, dan bahkan sekarang dia masih tetap meniumku, sama sekali tidak melepaskan ciumannya. Bibir kami masih tetap bertaut, sampai akhirnya dia menjauhkan wajahnya terlebih dahulu.

Aku terengah, dan dengan rakus mengambil nafas untuk menenangkan nafasku yang masih memburu setelah ‘perang’ barusan. Aku melirik kearah Kyuhyun, dan aku malah melihatnya tersenyum. Pipiku terasa panas mengingat kejadian apa yang baru saja kami alami. Aku malu sekali!

“Saranghae.” Aku terperangah mendengar ucapannya. Apa? Apa yang dia ucapkan barusan? Apa aku tidak salah dengar? Dia baru saja…menyatakan cintanya? Padaku? Lagi?

“Kau terlihat cantik dengan gaun yang kau pakai sekarang, dan semakin terlihat cantik karena kau bersedia memakai kalung pemberianku. Kuharap kau menyukainya. Yah, walaupun aku harus menahan kecemburuanku karena namja lain bisa menikmati keindahan tubuhmu seenaknya. Hmm, kubiarkan mereka selamat. Hanya mala mini, karena aku sedang senang.” Aku tertegun, dia terdengar begitu tulus. Tanpa sadar aku ikut tersenyum karena melihat senyumannya.

“Terimakasih atas pujiannya, dan ya…aku sangat menyukai kalung ini, sangat indah. Terimakasih, sudah memberikannya padaku. Dan berhentilah bersikap seperti aku itu milikmu, Mr. posesif.”

“Sama-sama, yah, walaupun harus kubilang. Aku tidak suka dengan kenyataan kalau bahu dan lehermu terekspos karena itu. Tapi tidak masalah, hanya hari ini. Dan satu hal lagi, kau memang milikku.” Aku memandangnya aneh, ia tiba-tiba tidak bisa diam dan terlihat gugup. Hmm, Apa ada yang salah?

“Ada apa denganmu?” tanyaku spontan.

“Aku… emm, maukah kau ikut denganku sebentar? Aku ingin memperkenalkanmu dengan seseorang.”

“Oke.”

Aku menurut saja saat ia lagi-lagi menggenggam tanganku dan menggiringku ke tengah ballroom. Orang-orang sekarang sedang berdansa diiringi alunan lagu romantic. Hyo Jin lah yang bernyayi, dan diiringi dengan seseorang yang tadi berada dihadapannya saat kiss competition. Artis juga mungkin? Entahlah.

Tapi aku tidak melihat Eunhye eonni dimanapun, kemana dia? Terakhir aku liat, dia sedang memandangi seorang yeoja dan namja yang sedang berciuman dengan raut wajah tegang. Hmmm, apa ada sesuatu terjadi pada mereka bertiga? Jangan bilang mereka terjerat cinta segitiga? Well, semoga beruntuk untuk Eunhye eonni kalau begitu. Aku berharap V oppa benar-benar jodoh Eunhye eonni. Kan kasian kalo Eunhye eonni jomblo terus. Nanti keburu tua, jadi ga ada yang mau bagaimana? Hahaha.

Aku mengernyit bingung saat Kyuhyun membawaku kearah sepasang orang tua yang sedang berdansa. Siapa mereka? Tunggu, jangan bilang….

“Eomma, appa.”

Oh tidak, aku tidak siap dengan ini. Kenapa dia membawaku ke orangtuanya? Aku bahkan tidak memiliki hubungan apapun dengannya, belum mungkin. Apa aku boleh kabur sekarang? Atau, pingsan juga boleh. Aiiih.

“Aaaah, Kyuhyun-ah. Siapa gadis manis yang berada di sampingmu? Yeojachingumu? Aaah, akhirnya kau membawa seorang yeoja juga pada kami. Kami kira kau Gay.” Ujar ahjumma yang tadi dipanggil eomma oleh Kyuhyun.

Gay? Aku spontan terkekeh geli saat membayangkannya. Kyuhyun…gay…? Hahahaha lucu sekali :3 Kalau dia gay, dia jadi seme atau uke ya? Dia bisa jadi dua-duanya sih. Kkkk~ dia kan bisa manly dan cute di saat bersamaan. Kkkk~

“Ish, eomma! Aku bukan gay, dan oh iini.. Aku ingin mengenalkan gadis ini pada kalian. Aku sudah pernah menceritakannya pada kalian kemarin. Jadi jangan berpura-pura bodoh dan tidak tau.”

“Aah, jadi dia Kim Hwa Yeon-mu itu? Malaikatmu hemmm…?” aku menoleh terkejut pada Kyuhyun, dan aku hanya bisa tersenyum saat melihat Kyuhyun yang berada di sebelahku kini sedang merona. Kkkk Kyuhyun sedang merona >.<

“Berhentilah berbicara yang tidak-tidak. Jja, jadi perkenalkan dia Hwa Yeon. Aku sudah pernah menceritakannya pada kalian. Dan sekarang, aku ingin meminta restu dari kalian.”

“Restu apa?” kali ini ahjussi lah yang bertanya dengan raut bingung. Hmm, umurnya berapa sih eomma dan appanya Kyuhyun ini? Kenapa mereka masih terlihat cukup muda? Appanya saja masih berotot. Lihat saja bisepnya itu. Huuuah, ahjussi itu pasti bekerja keras untuk membentuknya.

“Aku ingin menikahinya eomma, appa.”

“Mworago?” aku menganga syok, apa dia gila? Kami baru bertemu dalam kurun waktu satu minggu dan dia sudah mengajakku menikah? Tanpa melamarku pula? Apa-apaan dia itu?

“Eeeeh, eomma dan appa sih setuju-setuju saja. Apa pun untuk kebahagiaanmu sayang, tapi kau harus meminta restu pada orangtua gadis itu terlebih dahulu. Tapi kukira Teuki dan Kangin mungkin akan membolehkannya, kami berbicara di telfon kemarin. Dan mereka malah bilang, kalau mereka beharap kalian benar-benar menjadi pasangan kekasih. Jadi kami bisa cepat-cepat menikahkan kalian dan mendapat seorang cucu lagi.”

“Tentu saja aku akan meminta restu pada calon mertuaku. Dan, berhentilah mengatakan sesuatu yang tak perlu! Baiklah kalau begitu, kami pergi dulu. Sampai bertemu di rumah. Annyeong eomma, appa.” Aku mengerjap bingung saat ahjumma itu mengedipkan salah satu matanya padaku dengan pandangan menggoda.

Waduh, kenapa ahjumma itu mesum sekali?

Dan lagi-lagi aku diseret olehnya. Tapi kali ini, dia menyeretku ke taman yang berada di belakang hotel, taman yang dipenuhi oleh pohon sakura. Taman diamana dia meninggalkanku sendirian kemarin. Sesaat setelah kami sampai di taman, aku menyentak tangannya yang menggenggam tanganku dan melangkah mundur menjauhi dirinya.

Hei, aku merasa emosi. Marah! Well, mungkin tidak sepenuhnya marah. Hanya bingung dan kaget kurasa.

“Apa maksudmu dengan semua ini Cho Kyuhyun? Apa kau merasa perlu menjelaskan sesuatu padaku?” dia maju, hendak meraihku tapi dengan cepat pula aku kembali mundur.

“Dengar Hwayeon-ah. Aku tau ini masih terlalu dini untukmu, berhubung kita juga belum saling mengenal satu sama lain. Tapi aku menyakini satu hal, sejak pertama kali aku melihatmu di café waktu itu, aku sudah jatuh cinta padamu. Itu benar adanya, aku benar-benar terjerat denganmu dari awal pertemuan kita. Karena itu kumohon, percayalah padaku. aku ingin memperistrimu. Aku ingin menjadikanmu istri dan ibu dari anak-anakku. Aku ingin kau menjadi satu-satunya wanita yang berharga dihidupku, kecuali ibu dan anakku kelak tentu saja. Percayalah Hwa Yeon-ah, aku benar-benar mencintaimu dan aku benar-benar ingin memilikimu. Karena itu, Kim Hwa Yeon… would you marry me?”

Aku terperangah. Kyuhyun berlutut tepat dihadapanku dengan memegang sebuah kotak beludru berwarna pink lembut berbentu hati yang berisi sebuah cincin yang sangat indah yang bertahtakan sebuah permata pink.

Aku terdiam… tidak mampu menjawab, aku bahkan tidak mampu bergerak. Ini terlalu mengejutkan. Ini semua terlalu cepat dan terlalu mengejutkan bagiku. Rasanya baru kemarin aku melihatnya di café dengan balutan jas resmi dan terlihat sangat jengkel denganku. Tapi sekarang? Dia sedang berlutut dihadapanku dan melamarku.

“A-aku…”

“Aku tau ini terlalu cepat. Tapi kumohon, pertimbangkanlah. Aku sekarat disini menunggu jawabanmu Hwa Yeon-ah. Aku benar-benar mencintaimu dan ingin memperistrimu.”

“Kau terlalu cerewet tuan cho, kau bahkan belum mendengar apa jawabanku. Aku.. oke, aku menerimanya.”

“Ha? Apa kau bilang?” aku memutar mataku jengkel dan memandangnya dengan mantap. “Ya tuan cho kyuhyun. I will. Aku bersedia menjadi istrimu, menjadi ibu dari anak-anakmu, dan menjadi wanita berharga dalam hidupmu.”

Aku terkikik saat melihat ekspresinya saat ini, sungguh menggemaskan. Mulutnya terbuka dengan mata melebar dan dia masih dalam posisi berlutut. Kekekeke~

“Kau bersedia?” pekiknya seperti anak kecil. Aku mengangguk mengiyakan dan dalam sekejap aku sudah berada dalam pelukannya. Dia memelukku erat sambil terus mengucapkan berbagai kalimat cinta sambil mencium puncak kepalaku.

“Aku benar-benar mencintaimu. Terimakasih karena sudah bersedia menjadi istriku. Bersiaplah. Aku tidak akan berlama-lama. Aku ingin secepatnya mengesahkanmu sebagai istriku.”

“eeeh, tapi ada sesuatu yang perlu kau tau kyu.”

“Mwoga?”

“Itu, Ravi oppa. Aku tidak boleh menikah sebelum ravi oppa menikah. Yaa, setidaknya itu lah yang eomma katakan padaku dari dulu.”

“Mwoya, kenapa seperti itu? Dia itu jomblo abadi! Andwae.”

“Aiish, memang seperti itu. Jadi Ravi oppa harus menikah lebih dulu, baru kita bisa menikah. Hihihihi. Tapi tenang saja. Ravi oppa itu urusan gampang. Dia juga sepertinya sedang jatuh cinta tuh. Kita akan membahas pernikahan saat kita sudah kembali ke Seoul oke? Kau juga masih harus berbicara pada eomma dan appaku.”

“Arraseo arraseo tuan puteri. Kalau begitu, sekarang. Ulurkan tanganmu.” Aku mengulurkan tanganku, dan tersenyum saat ia menyematkan cincin bertahtakan permata pink tadi di jemariku kemudian mengecup punggung tanganku dengan lembut.

“Sebenarnya, kalung yang kau pakai. Itu adalah kalung milik eomma. Eomma menyuruhku memberikannya pada perempuan yang akan menjadi istriku. Jadi sebenarnya, walaupun tadi kau menolakku kau tetap akan menjadi istriku karena kau sudah bersedia memakai kalung yang kuberikan.” hmm, jadi begitu. Tidak heran eommanya tadi memandang kearah leherku dengan pandangan penuh arti. Jadi itu alasannya. Hmm, namja nakal. “dan omong-omong, aku lebih tua darimu. Panggil aku oppa. Arrachi?”

“Arraseo Ogi.”

“Ogi? Apa itu?”

“Oppa chagi.” Jawabku dengan nada mendayu. Aku tertawa saat melihat wajahnya kembali merona. Dia kembali membawaku kedalam sebuah pelukan hangat dan kembali menautkan kedua bibir kami.

“Bocah nakal, saranghae.” Bisiknya di bibirku. Aku tersenyum, memejamkan mataku dan ikut menikmati pagutan bibirnya. Hmmmm, aku merasa bahagia. Jadi sekarang aku hanya tinggal mengurus masalah ravi oppa. Aahahahaha, aku akan membuat Ravi oppa menikah dengan Yoon Hee eonni yang sangat pabbo. Kekekeke~ mereka akan jadi pabbo couple. Assa~!

Teng!

Aku melepaskan ciuman kami saat tiba-tiba teringat sesuatu.

“Tunggu, HyoJin eonni itu siapamu?” tanyaku bingung, sambil mencoba menahan dadanya yang hendak maju meraihku dan berusaha menciumku lagi. Aiih, kenapa dia agresif sekali. Tidak bisa ditahan sebentar apa?

“Sudah kubilang dia sepupuku. Sekarang biarkan aku menciummu! Aish, aku bingung juga sebenarnya, kenapa kau mengenal semua orang yang kukenal? Kurasa dunia itu luas deh.” Aku memutar bola mataku malas saat ia lagi-lagi mencoba berusaha menciumku lagi.

“Ah wae! Aku sudah menjawab pertanyaanmu! Biarkan aku menciummu sekarang!”

“Yak! Kau itu agresif sekali! Aku tidak mau! Ini tempat umum!” ujarku kesal

“Ya lalu kunapa? Memangnya apa peduliku kalau ini tempat umum, atau kau mau kita berciuman di tempat yang private, kalau begitu ayo kita kekamar.”

“Ya ya ya ya!” aku berteriak panic saat ia menarikku terus kembali ke dalam hotel dan menyeretku ke dalam kamarnya. Sialan, apa yang akan namja ini lakukan.

“Nah, sekarang kita sudah tidak berada di tempat tertutup kan? Biarkan aku menciummu.” Aku belum sempat menghindar saat tiba-tiba bibirku sudah terkunci oleh bibirnya. Hah, sampai kapan namja ini akan berbuat seenaknya terhadap tubuhku? Tapi yasudahlah…

Aku membiarkan bibirku dijamahnya malam ini, dan aku memutuskan untuk tidur di kamar Kyuhyun. Hanya tidur! Tidak lebih!

 

.

 

Aku menyamankan senderan kepalaku di bahu Kyuhyun oppa lalu memejamkan mataku. Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal di benakku, tapi aku tidak berani mengatakannya pada Kyuhyun oppa. Aku mengingat sebuah surat ancaman yang kuterima tadi pagi.

Surat kali ini hampir sama seperti sebelumnya, ada foto-foto orang-orang yang kusayang yang sedang beraktivitas, dan semuanya itu berlumuran darah. Tapi bedanya, surat itu hanya berisikan satu kalimat.

 

Kau, kupastikan aku akan membunuhmu.

 

Jujur saja itu membuatku lebih frustasi lagi.

Aku sama sekali tidak tau apa yang diinginkan yeoja itu. Kenal saja tidak? Hah, lebih baik aku tidak memikirkannya. Memikirkan semua itu hanya membuat kepalaku bertambah pusing!

Saat ini kami sedang berada dipesawat menuju Seoul. Tadi aku sudah menelepon YoonHee eonni untuk menjemput kami dibandara.

Bukan Kyuhyun dan aku yang kumaksud, tapi aku, Eunhye eonni, dan Hyojin eonni. Entah kenapa mereka memutuskan untuk pulang ke Seoul bersamaku menggunakan pesawat. Padahal merekakan sudah mempunyai namja mereka masing-masing. Kenapa tidak pulang bersama mereka saja? Huh.

Mana suasana diantara mereka suram sekali. Malas lah aku dekat-dekat dengan meeka sekarang. Lebih baik aku berduaan bersama namjaku sendiri daripada menanggapi mereka yang sedang menjadi menyebalkan itu.

“Waeyo chagi?” tanya Kyuhyun oppa lembut. Aku menggeleng.

“Aniya oppa. Gwaenchana.” Ujarku berbohong.

“Eiii… kau sama sekali tidak bisa berbohong kau tau?” aku memutar bola mataku malas. Bertambah lagi orang-orang yang tidak bisa kubohongi. Hah, aku memang tidak berbakat berbohong mungkin.

“Huh, tidak apa-apa sungguh. Aku hanya sedang sebal. Oppa liat saja sendiri. Eunhye eonni dan hyojin eonni sangat suram semenjak tadi pagi. Apa sih yang terjadi sama mereka? Perasaan semalam mereka baik-baik saja kan? Apa mungkin aku melewatkan sesuatu ya? Uuugh, aku sama sekali tidak suka jika salah satu dari kami ada yang bertengkar. Soalnya jika ada satu saja yang bermasalah, kami berempat pasti merasakan dampaknya. Seperti sekarang, aura mereka sangat tidak bersahabat. Sangat menyeramkan. Aiish, eotteokhae oppa~?”

Aku mengerucutkan bibirku saat gendang telingaku mendengar kekehan Kyuhyun oppa. Aku merasakan usapan lembut di kepalaku lalu disusuk dengan sebuah kecupan yang tak kalah lembut.

“Sudahlah, itu urusan mereka. Jangan dipikirkan. Kau pasti kelelahan kan? Jjja, tidurlah sekarang. Oppa akan menjagamu. Akan oppa bangunkan jika kita sudah sampai nanti.”

“Aaaah, shireo. Nanti tau-tau aku bangun sudah berada di kamar seperti waktu itu.”

“Tidak, tidak akan. Kau kan sudah ada janji dengan para teman-temanmu bukan? AKu tidak akan menganggu. Aku akan memonopolimu nanti malam saja. Kita pergi ke rumah sakit dan berbincang dengan oppamu. Arraseo?”

“Ne, arraseo ogi~” ujarku manja. Aku kembali memejamkan mataku kemudian terlelap. Saat aku sadar, kami sudah hampir mendarat.

Kyuhyun oppa terus berada di sisiku saat kami keluar dari pesawat. Kyuhyun oppa juga membawakan koperku. Aku jadi merasa tak enak.

“biar aku bawa sendiri saja oppa. Aku bisa membawanya.”

“Tidak, biar oppa saja. Kau tidak perlu sok kuat. Kau bahkan terlihat tidak bisa membawa beban tubuhmu sendiri. Hah, yasudahlah. Kopermu biar oppa bawa saja ne? Oppa antar ke rumahmu. Kau pergilah bersama temanmu. Nanti aku akan menjemputmu di café. Hubungi aku. Oke?”

“Oke. Gomawo oppa. Maaf merepotkanmu.” Aku menjinjitkan tubuhku untuk menciumnya sekilas, tapi Kyuhyun oppa tanpa kuduga malah meraih pinggangku, menahanku, dan memperdalam ciuman kami.

“Annyeong chagi. Jaga diri eoh?” aku mengangguk kemudian menatap punggungnya yang menjauh dari pandanganku dengan senyum cerah. Aku sama sekali tidak menyangkan kalau Kyuhyun oppa adalah orang yang sanat romantic seperti ini. Aaah, indahnya hidupku kalau aku bisa menikah dengannya, dan tentu saja tanpa gangguan penguntit psikopat yang sedari kemarin terus menterrorku dengan surat-surat ancaman anehnya.

“HwaYeon!” aku menoleh dan tersenyum lalu melambaikan tanganku sedikit heboh pada Yoonhee eonni yang berada cukup jauh dihadapanku.

“Kajja eonni.” Aku mendahului HyoJin dan Eunhye eonni berjalan menuju YoonHee eonni.

“Eeeeoh, kau terlihat lebih baik. Padahal terakhir kali aku melihatmu kau tidak lebih baik dari pada zombie.” Ujarku langsung.

“Diamlah, kita pergi sekarang. Kajja.” Sebelum aku mengikuti langkah YoonHee eonni, aku terpaku ditempatku.

Yeoja itu…

Yeoja itu berada disana…

Berada di depan sana, bersama dengan Kyuhyun.

Mereka terlihat sangat akrab.

Sialan.

Jadi siapa sebenarnya yeoja itu?!

Aku membeku saat tiba-tiba yeoja itu menoleh padaku dan menyeringai, Kyuhyun juga ikut berbalik menghadapku dan melambaikan tangannya padaku, mengucapkan perpisahan.

Sialan.

Yeoja itu… mempermainkanku!

 

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s