The Art of Love #100thDayOurBlog -Eunhye Side- (Part 4)

THE ART OF LOVE

Author: Park Eunhye

Cast:

  • Park Eun Hye
  • Kim Tae Hyung a.k.a   V

Other:

  • Kim Hwa Yeon
  • Jung Yoon Hee
  • Cho Hyo Jin
  • Yoo Chang Hyun a.k.a  Ricky
  • Cho Kyu Hyun
  • Kim Tae Hyung’s ex girlfriend

Rating:  G

Genre:  Hurt, Comedy, Romance, Friendship

Length : Chapter

Annyeong readers^^

Berjumpa lagi di part 4!! Mian yaa.. author ngepostnya telat (lagi)

Jeongmal miahae nae readers!

Kondisi author lagi kurang enak sekarang, tapi author tetep berusaha yang terbaik buat readers..

Gimana? Suka ga sama FF nya? ini dalam rangka 100 hari Spicy Wings’ House.. dan ini murni hasil pemikiran kami berempat.

Semoga kalian suka ya..

Makasih buat yang udah like dan baca FF kami… #terharu

Hati-hati ada typo, guys..

No plagiat..

No bash..

But, like and comment ya…

Oke?

Happy Reading^^

Seharian ini, kami hanya bermain dipantai. Tidak hanya sekedar berjalan menyusuri pantai dan berfoto, tapi juga bermain seperti banana-boat, jetski, dan sebagainya hingga sore.

Begitu melelahkan, tapi juga menyenangkan..

“Kau lelah?” tanyanya padaku.

“Ne. tapi ini sungguh menyenangkan.”

“Kemarilah..” Taehyung menepuk-nepukan bahunya. Mengisyaratkanku untuk bersandar padanya.

Begitu kan maksudnya?

Aku meletakkan kepalaku di atas bahu milik Taehyung.

Menikmati pemandangan sunset bersamanya, adalah hal yang aku inginkan.

“Sun set yang cantik.” Ucapku spontan.

“Hm.. bukankah kau ingin melihat sun set bersama Ricky? Tunggulah disini, aku akan mencarinya..” Ucap Taehyung kemudian berdiri. Aku menahan lengannya.

“Haa… ani. Aku kan hanya bercanda saja tadi. Aku ingin bersamamu. Bukan bersama sunbae yang payah seperti dia..” rengekku.

Taehyung tersenyum.

“Aku tahu. Aku juga hanya bercanda saja tadi.. hehe..”

“Kau menyebalkan!”desisku. Dia hanya terkekeh geli melihat ekspresiku.

Taehyung kembali duduk di tempatnya semula.

“HyeHye, aku menyayangimu…” Taehyung mengecup keningku. “…mulai kemarin…” Taehyung mengecup pipi kiriku. “….sekarang..” Taehyung mengecup pipi kananku. “….dan selamanya…” Taehyung mengecup bibirku lembut.

Namja ini romantis… meskipun dia menyalurkannya dengan caranya sendiri, tapi itu unik..

Belum selesai kami berciuman, tiba-tiba saja sebuah suara yeoja menginterupsi kegiatan kami.

“Kim Taehyung! Akhirnya aku menemukanmu!”

………

Suasana menjadi hening seketika.

Yeoja?

‘Akhirnya aku menemukanmu!’ ?!

Haish! Kenapa lagi-lagi Taehyung membuatku penasaran? Yeoja yang ditelepon saja aku belum tahu siapa. Sekarang sudah ada yeoja lain lagi?!

Aigoo! Aku punya dosa apa??

Yeoja itu berjalan mendekati kami dengan wajah yang begitu riang. Namun ketika sedikit lagi sampai, Taehyung berlari menghampirinya dan mencegatnya agar tidak bertatap muka denganku.

Well, itu bisa mengandung 2 arti…

Dia memang ingin melindungiku dari orang itu meskipun dia mengenalnya..

…atau…

…Ada yang ia sembunyikan dariku.

Yeoja itu memeluk Taehyung segera setelah namjachinguku itu ada dihadapannya. Yeoja tidak tahu diri!

Ingin sekali rasanya untuk menampar yeoja seperti itu, tapi kuurungkan niatku begitu melihat Taehyung segera melepaskan pelukannya dan menjaga jarak yang cukup jauh dengan yeoja murahan itu.

Aku memang tidak mengenalnya, tapi dari tingkahnya saja sudah jelas dia itu yeoja murahan..

Cukup lama mereka berbincang. Bukan berbincang, lebih tepatnya adalah berargumentasi. Yeoja itu nampak memohon-mohon pada Taehyung.

Ini…. menjijikan…

Mungkin akan lebih baik jika aku memberi mereka waktu untuk menyelesaikan masalah mereka, jadi lebih baik aku pergi saja….

Aku membalikan arahku, menuju jalan yang menuntunku keluar dari pantai namun belum sempat aku melangkah, aku jatuh tersungkur akibat dorongan yeoja itu.

Aku hanya menatapnya dingin.. mungkin yeoja ini gila..

“Kau! Ini semua gara-gara kau! Dia, namja itu harusnya menjadi milikku kalau bukan karena kehadiranmu! You’re bitch!!” seru yeoja itu.

-Plak!-

Tanpa membalas kata-katanya, aku hanya memberikan tamparan keras untuknya.

“Percuma kau menamparku! Kau memang tidak tahu diri!”

-Plak!-

“Kau keterlaluan ya, sudah merebut namja orang sekarang kau menyakiti korban?! Dasar sakit jiwa!”

-Plak!-

Sungguh, aku tak tahan lagi! Kucengkeram kuat rahang yeoja sialan itu dengan penuh emosi..

“Dengar baik-baik, Aku tak tahu apa yang kau bicarakan itu. Aku tidak tahu namja mana yang kau maksud. Aku tidak peduli dengan apapun yang kau katakan tentangku, aku tidak merasa terhina oleh kata-kata yang keluar dari mulut seorang penggoda sepertimu! Jika kau ingin melawanku, berpikirlah dulu!” ucapku kasar kemudian mendorong yeoja itu hingga tersungkur.

Kulihat sekilas Taehyung hanya melongo. Mukanya menjadi benar-benar bodoh..

Aku melangkah pergi meninggalkan yeoja menjijikan itu kemudian disusul Taehyung. Benar-benar… aiish!!

Tenangkan dirimu, Eunhye… dia hanya yeoja yang tidak waras..

“Kau hebat sekali HyeHye! Aku tidak menyangka kau akan segalak itu padanya.. ternyata benar apa yang diucapkan Hwayeon tadi.. kau itu galak, bicaramu juga kasar.. lalu kau..”

Aku menatapnya dengan tatapan membunuh. Yang ditatap hanya tersenyum kikuk.

“Hwayeon itu terlalu berlebihan. Aku saja baru sekali ini bertindak begitu.. sebelumnya sih, tidak separah ini..”

Taehyung bergidik ngeri..

“Waeyo?”

“Ani, aku tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya kau marah padaku.” Jelasnya.

“Marah? Padamu? Sepertinya cukup sulit. Aku tidak bisa marah pada orang yang kusayangi.. kecuali kalau tindakannya keterlaluan.”

“A-ah.. begitu..”

“Oh iya, memang yeoja itu siapa? Kau mengenalnya?”

“Eum, dia itu… mantanku…” desisnya pelan.

“MWO?! Mantanmu? Lalu apa yang dia inginkan?”

“Dia memintaku kembali padanya.”

“Oh, lalu kau mau?”

“Tidak! Tentu saja TIDAK!”

“Wae? Dia cantik, dia manis, dia juga sexy.. kurang apa lagi dia?” aku sedikit menggoda Taehyung lagi.

“Hiyaa!! HyeHye!! Aku ini namjachingumu! Aku jelas tidak akan meninggalkanmu demi masa laluku! Kau adalah masa depanku, HyeHye. Kau bisa pegang kata-kataku.”

Aww.. manisnya.. Aku akan mencair sekarang…

Bahkan saat kami berada di liftpun, rasanya aku masih akan mencair..  dia setia sekali.. Haa~ Eits! Belum tentu.. Akh! Tidak! Dia setia padaku.. aku harus meyakini itu..

“Hey, mengapa ku begitu tenang saat mantanku itu memelukku?” bisik Tehyung tepat di telingaku.

Aku bergidik geli.. omona! Apa yang sedang dilakukannya ini? mengapa dia senang sekali membisikikiu..? seperti iblis saja..

“A-aku.. aku tidak perlu cemburu dengan yeoja sinting begitu kan?” Jawabku agak gugup.

“Benarkah? Mengapa kau bisa tidak cemburu?”

“Um.. aku.. aku sendiri tidak tahu.. memangnya aku harus cemburu?”

Taehyung membelai kepalaku lembut kemudian tersenyum kecil sambil diiringi sedikit kikikkan kecil..

“Tidak,, kau tidak harus cemburu tapi…” dia menggantungkan kalimatnya.

“Mwo?”

“… kau harus ku hukum jika kau tidak cemburu.”

Yak! Apa-apaan namja ini? Dia menyuruhku untuk cemburu? Aigoo itu tidak masuk akal, lagi pula aku memang cemburu sih tapi tidak separah dia. Dan sekarang dia akan menghukumku kalau aku tidak cemburu? Namja ini benar-benar aneh.. sungguh..

“Hukum?? Shireo!”

“Uh-uh… kau tetap ku hukum..”

Sejurus kemudian Taehyung mengangkatku ala bridal style.

Hiyaa!! Apa yang akan dilakukan namja ini?!

-Ting!-

Pintu lift pun terbuka, dengan segera Taehyung membawaku ke kamarnya…

Omo!! Apa maksudnya ini?!

Taehyung mendudukanku di atas kasurnya kemudian ia pergi menuju kamar mandi. Aihh… sepertinya aku akan mati hari ini….

Tak lama kemudian namja itu menampakkan dirinya.

“Yak! Apa yang akan kau lakukan?!” jeritku.

“Melakukan apa yang akan ku lakukan. Apa kau takut? Hahahaha..”

Sungguh, tawa jahat yang bodoh..

Taehyung berjalan mendekatiku yang kini mulai bergerak mundur. Hiyaa!! Tatapan macam apa yang dia berikan itu? Mengapa ia nampak sangat beringas??

Kini namja itu sudah berada tepat di hadapanku. Sial! Aku tidak bisa bergerak kemana-mana lagi sedangkan namja itu mendekat dan makin mendekat.

-Gyut-

“Huaa!” teriakku refleks.

“Diamlah.. nanti orang lain mendengarnya..”
“Aku hanya terkejut!”

“Aku kan hanya memelukmu….” ucapnya datar.

“Tapi kan banyak hal bisa terjadi… kita disini hanya berdua, ingat itu Tae..”
“Sepertinya aku mengenal kalimat itu..”

“Kau pernah mengucapkannya.. Namja aneh..”

“Kau lebih aneh!”

“Apa maksudmu?!”

“Sudah tahu aku aneh tapi kau tetap saja mau denganku. Kau lebih aneh.. bukan, kau ini pabbo..” ucapnya sambil menunjukan cengiran jahilnya.

Dasar namja ini… tapi ada benarnya  juga.. mungkin pabboku akut ya?

“Baiklah, aku sudah puas  menghukummu.. kembalilah ke kamarmu dan bersiaplah. Aku akan mengajakmu makan. Sebagai catatan, pakailah pakaian yang nyaman saja kita tidak akan makan di restaurant.”

“Eoh? Eodi?” ucapku dengan bingung.

-Chu-

“Yak!” aku tersentak kaget.

“Habis wajahmu lucu. Sudah, sana….”

Aku keluar dari kamarnya. Hukumannya hanya sebuah pelukan? Ku kira apa. Namja ini penuh sekali dengan kejutan.. tapi menyenangkan bisa memilikinya..

-***-

“Tae.. ini kan…. pantai…”

“Ne. Siapa yang bilang kalau ini tempat bermain bowling, HyeHye.”

“Aku tahu tapi, kita mau apa kemari?”

“Makan malam..”

“Di sini?”

“Hm.”

“Tapi kau..”

“Aku sudah mengurus semuanya. Pastinya bosan melihat suasana restaurant kan?”

“Iya sih, tapi…”

“Voila! Selamat datang di Kim’s resto! Satu-satunya restaurant yang menyediakan pemandangan laut secara langsung dan dilengkapi pelayanan penuh cinta..” ucap Taehyung sambil mempersilahkanku duduk di atas tikar.

“Hahaha.. Terimakasih Tuan Kim.. kau baik sekali..” candaku.

Kami seperti sedang piknik. Tikar, makanan, minuman, segalanya begitu sempurna.. tentunya dilengkapi juga dengan beberapa lilin sebagai penerangan.

Kalau dipikir-pikir, idenya ini gila.. tapi ini romantis..

Benar kan?

Memiliki namjachingu yang aneh bukanlah suatu kesalahan..

Justru karena sifatnya yang aneh,

Hubungan kami terasa lebih..

…Special.

Drrt..Drrtt…

Eo? Panggilan dari ChangChang sunbae..

“Yeoboseyo?” ucapnya.

“Yeoboseyo.”

“Hiiyaaa!! EunEun! Eotteohke?!”

“Mwo?”

“Dia marah…”

“Nugu? Artis itu?”

“Ne..”

“Haish! Kau apakan dia?! Akh, dasar pabbo! Sunbae pabbo!”

“Bagus ya! Terus saja mengataiku bodoh! kau lebih bodoh tahu!”

“Yak! Sunbae ini menyebalkan! Sudahlah urus saja masalahmu sendiri!”

-Tut!-

Kututup teleponku kasar. Habis ChangChang sunbae menyebalkan sekali.. hish!

Drrtt..Drrtt..

Aigoo… sunbae ini menelepon lagi…

Eoh? Taehyung juga menelepon seseorang.. siapa ya?

“Sekarang apa?!” tanyaku ketus.

“Jebal! Bantulah sunbaemu yang handsome ini!”

Yaish! Pede sekali dia itu. Changhyun subae,, kau itu bukannya tampan, tapi kau ini cute!

“Mwo?! Sudah jangan ganggu aku lagi!!”

“Yak! EunEun pabbo!”

-Tut!-

Kuputuskan lagi sambungan telponku dengan ChangChang sunbae.

Yoonie, kata Jung ahjumma kau…..”

“…..”

 

Taehyung berbicara dengan Yoonie?! Siapa itu Yoonie?! Yeoja lagi?? Apa dulunya dia adalah seorang playboy? Kenapa mantannyabanyak sekali sih? Menyebalkan. Kalau begitu aku ini yeojanya yang keberapaa???

 

“Wae?

 

“…….”

 

“Tumben kau tidur jam 7. Tidur dimana kau?”

 

“…….”

 

Apa?! TaeTaeku bahkan sampai menghafal jadwal yeoja itu tidur?! Eh? Bukan menghafal namanya, apa ya? Seperti….. paham. Semacam itulah..

 

“…Ohh.. jaga dirimu baik-baik ya…”

 

“……..”

 

“Annyeong.”

Sayang sekali pembicaraannya tidak terdengar cukup jelas.. Apa yang mereka bicarakan sebenarnya?  Aku jadi ingin tahu.

Hey, Tae…

Sebenarnya…

Apa yang kau rahasiakan dariku ?

“HyeHye…” panggil Taehyung.

“Eoh?” tanyaku.

“Bagaimana? Kau suka acara kita hari ini?”

“Aah.. su-suka.. suka sekali.”

“Wae? Kau seperti terpaksa mengatakannya?”

Aku memang terpaksa.. mianhae TaeTae.. dadaku mendadak jadi sesak setelah kau menghubungi yeoja bernama Yoonie itu..

Apakah dia mantanmu?

Saudaramu?

Temanmu?

Atau bahkan…

‘Temanmu’?

-***-

Besok adalah acara launching SJ hotel dan magnae pabbo itu malah pergi jalan-jalan dengan namjachingunya, Kyuhyun. Bukan namjachingu sih, calon (?) habis mereka cocok. Kurestui mereka..

Aku pun ingin jalan-jalan juga sebenarnya… tapi aku masih memikirkan TaeTae. Akhir-akhir ini masa lalunya membuat kepala sekaligus dadaku sakit. Apa mungkin aku sudah terlalu jauh masuk kedalam kehidupan lamamu? Atau masa lalumu yang terus mengejarmu? Entahlah, aku tak tahu.

Kuputuskan untuk mengunjungi tempat spa yang juga berada di hotel ini. Kepala sakit, badan pegal, lelah, kurang tidur, kini bisa ku kurangi dengan treatment-treatment disini.

Tubuhku memang perlu refreshing…

2 jam kemudian treatmentku pun selesai. Sengja kupilih treatment yang paling lengkap agar tubuhku bisa rileks dengan maksimal.

Sungguh segar sekali rasanya! Spa tadi benar-benar luar biasa…

Kuraih ponselku dari dalam tas dan terkejut melihat ponselku penuh pemberitahuan..

5 missed call from TaeTae Alien

 

5 unread messages from TaeTae Alien

 

7 unread chats from TaeTae Alien

 

3 unread chats from Jimin oppa

Hiyaa! Ponselku banjir notifikasi!!

Kulihat satu persatu notifikasi yang ada.

Pesan-pesan yang dikirim oleh Taehyung berisi..

‘HyeHye… kau dimana?’

 

‘HyeHye?? Kau marah?’

 

‘Jawab telponku, HyeHye..’

 

‘Kau sedang buang air ya? Cepatlah! Balas pesanku sesegera mungkin ya kalau sudah..’

 

‘Kau masih tidur? Kalau iya, cepatlah bangun. Aku menunggumu di depan pintu kamarmu.’

 

‘Kau kencan dengan sunbae kesayanganmu itu ya?! Cepatlah kembali! Aku cemburu!’

‘Kau dimanaaa?? Aku sungguh merindukanmu! Kau tahu? Aku sakit sekarang. Aku terkena HyeHye sick. Cepatlah tunjukan wajahmu, HyeHye..’

 

Isi pesannya bodoh… haha.. tapi baru kutinggal beberapa jam saja kau sudah sebegitu rindunya ya? Baiklah.. aku akan segera menemuimu.. dasar bodoh..

Sekarang, pesan dari Jimin oppa..

‘Eunhye, kalau kau pulang,, bawakan aku oleh-oleh dari Jeju ya!’

 

‘Omong-omong, mawar di rumah sudah mekar! Bagus sekali! Sayang kau tidak ada disini.. mau ku kirimkan satu? Haha..’

 

‘pulanglah jika ada waktu ya, aku punya hadiah untukmu..’

Isi pesanku dengan Jimin oppa seperti layaknya oppa dan dongsaeng.. saling memberi kabar, saling memberi informasi, dan saling merindukan satu sama lain. Tidak ada yang spesial sebenarnya..

Aku akan kembali ke hotel dan menemui TaeTae , tapi aku masih harus menyelesaikan urusanku sedikit.

Hari sudah sore. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat..

Kini aku menyusuri lorong hotel tempat dimana kamarku berada.

TaeTae?? Dia… masih disana. Menungguku.

Aku menghampirinya yang tertidur sambil bersandar pada pintu kamarku. Aku duduk di sebelahnya. Kupandangi wajahnya yang begitu damai..

Saat bangun saja tampan, apalagi kalau tidur? Wajahnya bagaikan malaikat.

Ku sisir poni Taehyung yang sedikit menutupi wajahnya menggunakan jemariku lalu ku usap lembut pipinya.

“Aku menyayangimu, Tae…” lirihku.

Kudekatkan wajahku pada pipi Taehyung yang mudah ku jangkau..

Aku,ingin sekali mengecup pipimu…

Bolehkah?

Sudah sedikit lagi jarak dari permukaan bibirku menyentuh pipinya. Tapi tiba-tiba..

-Chu-

Yang ku kecup adalah… bibirnya…

Sebenarnya… aku belum menyentuh apapun.. tapi sepasang benda lembut milik Taehyung itu yang lebih dulu menghampiri milikku.

Kulihat ia terkikik geli melihat ekspresi wajahku yang tidak karuan..

“Hey, kau dari mana saja?? Aku menunggumu sejak pagi.” Tanya Taehyung kemudian mengusap pipiku lembut.

“Aku tadi.. aku pergi Spa tadi pagi,, lalu aku menyelesaikan beberapa urusanku. Tidak lama kok, setelah itu aku kembali. Mianhae membuatmu menunggu sampai tertidur disini.” Sesalku.

“Tidak lama? Dari terakhir kali aku meneleponmu, ini sudah sekitar 5 jam. 5 jam itu lama, HyeHye.”

“Selama itu kah? Huwaa! Maafkan aku…”

“Sudah, tidak apa-apa. Sekarang, apa yang mau kau lakukan?”

“Entahlah.. kau?”

“Rencanaku… aku ingin menemanimu kemanapun.”

“Kau ini bisa saja… “ ucapku malu-malu

“Appa! “ jerit seorang anak kecil kemudian berlari dan memeluk Taehyung.

Appa? Anak ini memanggil Taehyung dengan sebutan ‘Appa’? Aku salah dengar kan?

Kulihat Taehyung tidak terkejut sama sekali. Apa dia mengenal anak ini?

Jangan-jangan….

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s