The Art of Love #100thDayOurBlog -Eunhye Side- (Part 3)

THE ART OF LOVE

Author: Park Eunhye

Cast:

  • Park Eun Hye
  • Kim Tae Hyung a.k.a   V

Other:

  • Kim Hwa Yeon
  • Jung Yoon Hee
  • Cho Hyo Jin
  • Yoo Chang Hyun a.k.a  Ricky
  • Cho Kyu Hyun

Rating:  G

Genre:  Hurt, Comedy, Romance, Friendship

Length : Chapter

Annyeong readers^^

This is part 3!! , mian yaa.. author ngepostnya telat.. lagi-lagi telat ya? Jeongmal miahae nae readers!

Gimana? Suka ga sama FF nya? ini dalam rangka 100 hari blog ini di buat loh.. dan ini murni hasil pemikiran para author di Spicy Wings’s House!

Semoga kalian suka ya..

Makasih buat yang udah like dan baca FF kami… #terharu

No plagiat..

No bash..

But, like and comment ya…

Oke?

Happy Reading^^

-Tak!-

“Yak!” jerit  Hwayeon lagi.

“Yak! Apa maksudmu. Kau memang benar-benar! Aish, bagaimana mungkin aku bisa berteman dengan makhluk ajaib sepertimu? Yeoja aneh! Sinting!”

Kutatap Hwayeon dengan hawa membunuh. Kurasa tatapan seperti itu cocok untuk yeoja yang kurang ajar seperti dia.. huft..dia membuatku naik darah saja.

“Baiklah-baiklah, maafkan aku. Aku hanya bercanda. Kau tidak perlu marah seperti itu.” Ucapnya sambil memutar bola matanya

Kalau tidak niat, tak perlu minta maaf.. dasar pabbo..

“Hah, terserahmu saja lah.” Ucapku  pasrah. Aku sudah lelah menghadapi yeojagarang macam dia.

“Kalian sudah saling kenal?” tiba-tiba suara Kyuhyun muncul saat keadaan mulai reda.

“Ne, kami sudah kenal. Memangnya kau tidak tau? Bukankah aku pernah memberitahumu kalau aku mengenal adik Ravi-ssi dengan baik?” ucapku pada Kyuhyun.

“Baguslah kalau kalian sudah kenal, aku juga malas memperkenalkan kalian. Nah, jadi HwaYeon-ah, ini Eunhye noona, dia yang sudah berjasa membuat hotel ini tampak indah.” jelas Kyuhyun.

Kini Hwayeon menatapku bingung. Kenapa harus menatapku dengan bingung seperti itu sih? Mungkin dia tidak menyangka..

“Kau, desaignernya?” tanyanya. Aku hanya mengangguk menjawab pertanyaannya.

“Kenapa eonni tidak bilang? Tidak pernah cerita sama sekali. Kemarin juga, saat kita mengobrol di café, kau tidak membahas ini.” tanya Hwayeon bingung.

“Yah, kau juga tau kan akhirnya. Buat apa diperpanjang. Sudahlah, aku mau makan. Pembicaraan ditutup. Sana pergi, jangan menggangguku.” Ucapku sedikit ketus.

Maaf saja ya, aku hanya tidak ingin yeoja itu menggodaku lebih lama lagi. Lagi pula makanan kami sudah datang.

“Hah! Aku diusir bahkan dari hotelku sendiri. Terserah padamu lah.” Ucapnya pasrah.

Hwayeon segera beranjak dari duduknya kemudian bergerak menuju lift. Tapi, mendadak dia berbalik dan kembali menghampiri kami.

“Emm…Kyuhyun-ssi?” panggilnya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

“Itu, aku…Aku lupa membawa kartunya, tertinggal dikamar. Aku tidak bisa menggunakan lift jadinya. Bisakah aku meminjam kartumu?“

Haish… kukira ada masalah yang berat ternyata hanya masalah kartu akses?

“Kebiasaan..” desisku.

“Hah, baiklah. Lebih baik kita kembali bersama. Aku juga ingin tidur. Kajja.” Ucap Kyuhyun seraya mulai berdiri.

“Kalian tidak berniat tidur bersama kan?” tanyaku asal dengan suara yang cukup keras.

“Sembarangan saja kau ngomong eonni. Masa kami tidur bersama?! Kau gila ya?! Hiih!” omel Hwayeon.

Memangnya salah? Aku kan hanya bertanya..

Hwayeon dan Kyuhyun segera berlalu menuju lift dan menghilang dari pandanganku ketika pintu lift tertutup.

“Um.. Tae, setelah ini kita akan kemana?” tanyaku pada Taehyung.

“Entahlah. Kau ingin kita kemana? Jalan-jalan ke luar hotel?”

“Ide yang bagus!”

Setelah selesai makan, kami mengunjungi beberapa tempat yang menarik di sekitar hotel dan membeli beberapa barang-barang yang lucu..

Ketika sudah puas berkeliling, kami pun kembali ke hotel. Padahal aku masih ingin bersamanya.. tapi karena hari sudah malam dan juga kami harus menjaga kondisi tubuh karena launching hotel akan dilakukan dalam waktu yang dekat, jadi kami harus pulang. Sayang sekali. Untungnya, kamarku dan kamarnya bersebelahan.

Kukeluarkan barang-barang hasil jalan-jalanku bersama Taehyung tadi. Ada topi, baju, kalung, dan boneka..

Topi dan baju ini kubeli di toko fashion…

Kalung ini kubeli di tempat perhiasan…

Boneka ini…

Aku tidak membelinya…

Boneka ini adalah hasil dari permainan ambil boneka yang dimainkan Taehyung.

Dia hebat! Aku suka boneka ini.

Kupeluk boneka beruang coklat dengan pita merah ini dan membawanya menuju balkon kamarku.

Ketika keluar, aku mendapati Taehyung juga berada di balkon kamarnya dan dia tampak tengah menelpon seseorang. Aku tidak tahu siapa..

Tapi sepertinya aku mendengar dia menyebut..

…Yoonhee…

Apa benar dia menyebut itu?  Ah tidak mungkin, bisa saja YooRi, YooEui, YinHee, YeoHeui, YooNi, YooMi, YooMin, dan kawan-kawan.. banyak kemungkinannya.. Ah, sudahlah jangan dipikirkan.

Kulihat Taehyung mengakhiri pembicaraannya di telepon kemudian bersandar pada tiang balkon dengan wajah yang nampak sedih.

Ada apa dengannya? Padahal tadi selama kami berkeliling sekiar hotel dia baik-baik saja. Malah dia membuatku selalu tertawa. Apa perasaan ini yang disembunyikannya dibalik tiap tawanya?

Aku berusaha diam dan tidak menciptakan suara yang dapat mengalihkan perhatiannya. Aku berdiri, menghadap ke arahnya sambil membenamkan sebagian wajahku pada boneka beruang yang diberikan Taehyung padaku.

Kini dia menatap layar ponselnya, menghela nafas panjang kemudian berlalu masuk ke dalam kamarnya.

Kenapa rasanya sungguh menyedihkan melihatnya seperti itu? Kenapa rasanya aku yang telah membuatnya menjadi begitu? Kenapa aku tidak berani menegurnya dan menanyakan keadaannya? Kenapa aku hanya diam dan memandanginya dari sini? Kenapa….?

Aku…

Bukanlah…

Yeojachingu yang baik…

-***-

Cahaya mentari pagi tengah menembus tirai dan membangunkanku. Aku begitu lelah dan beban pikiranku terlampau banyak. Membuat kepalaku sakit sehingga aku sulit sekali untuk bangun.

Drrttt… Drrrttt…

Ponselku berbunyi. Sepertinya aku sempat mengalami hal ini. Ketika belum sepenuhnya bangun, dering teleponlah yang membangunkanku. Aku pernah mengalaminya.. aku ingat. Tapi kapan ya?

“Yeoboseyo?” Jawabku.

“EunEun pabbo! Kau pasti baru bangun ya?”

“Eoh? Nuguseyo?”

“Haish! Rupanya nyawamu pun belum sepenuhnya kembali pada tubuhmu ya? Ini aku. Ricky!”

“Oh.. ChangChang sunbae! Wae geurae?”

“Aku sudah sampai!”

“Eodi?”

“Di Jeju!”

“Mwo?! Kau di Jeju?!”

“Ne. Tempatku berkolaborasi dengan pujaan hatiku kan disini.”

“Jinjja?! Wah, semoga kita bisa bertemu ya? Aku ingin melihatmu bagaimana.”

“Hm. Ketika acaranya selesai, aku akan menghubungimu.”

“Arra. Annyeong.”

“Annyeong.”

What?! ChangChang sunbae di Jeju? Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.. aku ingin sekali bertemu dengannya. Kapan ya? Belakangan ini aku sibuk.

-Knock Knock-

Pintu kamarku diketuk seseorang. Siapa dia?

Aku mengintip keluar pintu melalui lubang yang terdapat pada badan pintu.

Dia adalah…

“TaeTae!” seruku dari dalam.

“HyeHye! Ayo kita jalan-jalan. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat!” sahutnya dari luar.

Aku tidak mungkin membukakan pintu karena keadaanku masih sungguh berantakan dan aku tidak ingin Taehyung melihat kondisiku yang urakan begini.

“A-Aku belum bersiap-siap!”

“Baiklah kalau begitu, kau bersiap-siap sajalah dulu!”

“ALGESSEUMNIDA!!” Seruku kemudian bergegas masuk ke dalam kamar mandi.

Sekitar 15 menit kemudian, aku telah selesai bersiap-siap.

Aku mengenakan kaos berlengan pendek berwarna putih yang dipadukan dengan celana pendek berwarna biru.

Rambutku yang sedikit ikal, ku biarkan tergerai bebas.

Ku gunakan alas kaki yang senada dengan warna bajuku.

Yup, aku sudah siap pergu bersama Taehyung sekarang. Ku buka pintu kamarku dan betapa terkejutnya aku mendapati Taehyung telah berdiri di depan pintu kamarku.

“Yak! TaeTae! Apa yang kau lakukan disini?”

“Menunggumu.” Jawabnya datar.

“Kau kan bisa menungguku di kamarmu, di lobby, atau dimana saja.. tidak disini.”

“Tidak apa-apa. Tidak lama juga kan? Lagi pula aku ingin segera melihat penampilanmu begitu kau keluar dari kamar ini.”

Aish! Namja ini bisa saja.. Apa dia sedang merayuku? Ayolah, aku tidak terlalu suka dirayu sebenarnya, tapi…. dirayu olehnya membuatku senang juga.

“Baiklah.. kau ini bisa saja.”

“Kau tetap manis meskipun berpenampilan santai seperti ini.”

Pipiku merona. Apa ini juga bentuk rayuannya? Aku senang sekaligus malu! Senang juka dia memujiku, malu karena wajahku memerah dihadapannya! Aish! Memalukaaannn…

“Te-terimakasih.. TaeTae..” ucapku terbata karena gugup.

“Hiyaa.. manisnya. Pipimu memerah. Kau ini benar-benar yeoja paling manis yang pernah aku temui..” ucapnya sambil mencubit kedua pipiku gemas.

“Yak!”

“Hehehe.. kajja!”

Taehyung merengkuh pundakku. Membawaku pergi menjauh dari kamarku menuju sebuah lift yang letaknya tidak jauh dari kamarku dan Taehyung.

Selama di lift, dia terus merangkulku dan itu membuatku merasa aman. Sesekali dia menatapku dan tersenyum. Dia membuatku tersenyum sendiri padahal aku merasa tidak ada yang lucu ataupun hal yang membuatku tersenyum.

Tapi ini rasanya berbeda..

Seperti ada magnet yang menarik kedua sudut bibirku untuk selalu tersenyum.

Tae…

Apa yang telah kau lakukan padaku?

Mengapa kau membuatku tidak bisa berhenti tersenyum?

Mengapa kau membuat dadaku sesak setiap kali aku mendengar suaramu?

Mengapa kau membuat isi kepalaku hanyalah dirimu?

Mengapa kau membuatku selalu ingin bersamamu?

Apa sebenarnya kau ini?

-Ting!-

Kami sudah sampai di lobby. Sebenarnya kita akan pergi kemana? Taehyung tidak mengambil mobilnya.

“Kita berjalan kaki saja ya? Tempatnya dekat.” Ucap Taehyung.

“Kita akan pergi kemana memangnya?”

“Lihat saja nanti.”

Setelah beberapa lama berjalan akhirnya tibalah juga kami di sebuah tempat.

Perbatasan antara darat dan laut.

“Pantai!” seruku.

“Benar! Bagus kan?”

Aku sibuk terpesona pada keindahan pantai ini sampai-sampai tak kuhiraukan pertanyaan Taehyung tadi.

Benar-benar indah pantai ini. Bersih. Sebuah penggambaran yang cocok untuk pantai ini. Selain itu, air lautnya begitu biru dan jernih. Hiyaaa!! Aku harus memotretnya!

“Ayo ke sana.. disana lebih indah.” ucap Taehyung yang mendahuluiku melangkah.

Aku bisa melihat punggung tegapnya menjauh. Astaga! Aku baru menyadari kalau warna pakaiannya berkebalikan dengan warna pakaianku. Kaos yang dikenakannya berwarna biru, sedangkan celananya berwarna putih. Ini sungguh lucu!

Jika ada pasangan yang memakai pakaian couple, kalau kami tidak.. kami akan memakai warna yang berkebalikan. Anti mainstream. Hahaha..

Tunggu, Taehyung kembali?

“HyeHye! Cepatlah! Jangan diam saja disitu.”

Taehyung menarik tanganku membuatku berlari mengikutinya ke arah laut.

Ini sungguh menyenangkan!

Kami menunjukan tawa bahagia kami. Tapi, tawaku tak bertahan lama karena tiba-tiba saja bayangan ekspresi sedih Taehyung semalam kembali muncul dalam benakku.

Apakah di balik tawa ini dia menyembunyikan perasaan itu lagi?

Hey, Tae…

Apa yang kau pikirkan sekarang?

“Yea! Kita sampai di depan laut! Bagaimana indah kan? Lebih baik memotret disini.” Ucap Taehyung sementara aku mengatur nafasku yang berantakan. Bagaimana dia bisa tidak terengah-engah sepertiku? Memang dia hebat.. harus kuakui.

Benar juga, spot disini sangat bagus.. Baiklah… mari berfoto, tuan 4D!

Kami menggunakan berbagai macam gaya.

Dari membuat lambang ‘v’, duck style, tersenyum, tertawa, sampai Taehyung menciumku pun kami foto.

Ini second kiss ku dan ini berhasil diabadikan dalam sebuah foto. Ini keren sekali!

Aku dan Taehyung kembali menyusuri pantai. Kini lengan kirinya melingkari pinggulku. Sedikit geli awalnya, tapi lama-kelamaan aku pun terbiasa. Sedangkan aku, lengan kananku memeluknya.

Ditengah acara jalan-jalanku. Aku melihat ada seorang yeoja dan seorang namja yang tengah asik melumat bibir satu sama lain.

Aku tahu siapa mereka.

Memang dasar anak jaman sekarang, sudah berani ‘bermain’ ya? Awas kau!

-Tak!-

Sebuah jitakan lagi sukses mendarat di kepalanya. Yes! Belakangan ini aku menang banyak! Hahaha..

“Aaaaah, appo! Apa-apaan sih?!” jeritnya jengkel.

Hahaha..

Sungguh puas melihatnya begitu. Ini menyenangkan! Mungkin aku akan menjadikan ini sebagai hobby baruku..

“Kau ya magnae, kau itu masih kecil. Belum waktunya kau berciuman seperti tadi. Dan kau Kyuhyun, jangan mencium dongsaengku sembarangan ya. Apa kau ingin kutenggelamkan di lautan itu? Adikku yang satu ini masih sangat polos. Berpacaran saja tidak pernah, kau malah menodai bibirnya. Jika oppanya tau, kau bisa dicincang habis-habisan kau tau? Jadi sebelum kutenggelamkan kau di laut dan di cincang-cincang oleh oppanya, lebih baik kau menyingkir dari adik kecilku ini.” omelku pada Hwayeon dan Kyuhyun.

Lihatlah wajah mereka berdua sekarang, kaget, marah, kesal, bingung, dan semuanya itu berada dalam satu ekspresi. Ini lucu.

“Yak noona, apa maksudmu! Kenapa kau menyebalkan sekali. Cih!” ucap Kyuhyun ketus.

“Kau sudah dengar apa maksudku. Jangan mengotori otak polos adik kecilku bocah setan.” Balasku pada Kyuhyun.

“Ish, siapa yang kau panggil bocah setan noona. Kau memang menyebalkan. Pantas saja tidak ada namja yang ingin dekat-dekat denganmu. Kau galak sih.” Bantahnya.

Hiyaaa!! Kurang ajar sekali bocah ini!! Pantas dia dipanggil setan..

“Apa maksudmu setan? Yeoja disebelahmu itu bahkan lebih parah dari pada aku! Mulutnya benar-benar titisan iblis! Sama sepertimu, bagai pinang dibelah dua!” Bentakku.

“Aish! Kenapa aku dibawa-bawa segala? Sudah sana pergi! Syuh! Tidak ada yang menginginkan eonni disini! Aku bosan melihat mukamu. Menyebalkan.”

Hwayeon mengusirku? Hello, ini tempat umum! Jika memang ingin bermesraan, carilah tempat yang lebih pantas.. KyuHwa pabbo!

“See? Yeoja disebelahmu itu lidahnya sudah terasah sama sepertimu! Tajam! Seperti silet! Hih! Kalian cocok, sama-sama berlidah tajam. Lengkap lah kalian.” Ucapku pada Kyuhyun dengan penuh kekesalan.

“Eonni, daripada kau disini mengganggu. Lebih baik kau pergi saja ne? Tuh, dibelakangmu sudah ada namja tampan, pergilah kalian berdua sana. Tapi jangan galak-galak, nanti namja itu kabur.”

Hiyaaa!! Apa-apaan magnae ini?! Lagi pula Taehyung bukanlah namja seperti itu! Main tinggal saja, itu bukan tipenya!

“Ish! Apa maksudmu magnae!”

“Loh? Masa ga ngerti? Ah, eonni bodoh. Ya pokoknya jangan galak-galak, nanti kau ditinggal seperti sebelumnya.”

Aigoo!! Anak ini kurang ajar sekali mengungkit masa laluku di depan masa depanku! Meskipun Taehyung masih calon sih, tapi setidaknya aku tahu dia bukan namja yang nappeun.

“Terserah kalian saja.” Lebih baik aku mengalah pada dua anak tidak tahu diri seperti mereka.

Taehyung pun dengan sigap menyusulku. Benar-benar namja yang bisa diharapkan. Memangnya Kyuhyun yang hanya senang ‘bermain’? Tidak berguna.

Aku mulai memperlambat kecepatan berjalanku.

Kurasakan tangan Taehyung meraih pergelangan tanganku.

“HyeHye, kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

“Ne. aku paham sikap mereka. Mereka kadang keterlaluan, tapi tidak apa-apa. Aku mengerti.”

“Umm.. soal masa lalumu, apa benar kau ditinggalkan?”

Aku menatap Taehyung sengit. Apa maksudnya dia itu? Ingin mengungkit masa laluku juga? Hey! Untuk apa kau menanyakan namja yang sudah jauh tertinggal di belakangku?

“A-aku hanya ingin memastikan. Tak apa kalau kau tak ingin cerita.”

“Itu benar. Dulu aku ditinggalkan karena aku tidak bersikap seperti yeoja pada umumnya. Aku kasar, aku tidak pandai berpenampilan, aku kurang peduli pada kecantikan, aku lebih menyukai kegiatan outdoor, dan sebagainya.” Tuturku.

“Begitu ya.. aku ingin kau tahu satu hal, aku tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi. Aku menerimamu apa adanya. Peganglah itu, Park Eunhye..”

Huwaaa! Dia manis sekali.. aku akan meleleh.. aku terlalu senang!

Aku memeluknya. Membenamkan wajahku pada dada bidangnya. Membuat aroma khas tubuh Taehyung masuk ke dalam rongga pernafasanku.

Aku menyukai aroma ini.

Lagi-lagi aku teringat ekspresi Taehyung semalam. Ekspresi sedih yang tak bisa kugambarkan. Hanya dia dan Sang Pencipta saja yang mengetahui makna ekspresi itu.

Andai aku bisa melihat apa yang ada didalam benakmu, aku ingin sekali bisa membantumu. Sayangnya, aku hanya bisa menerka dan mereka-reka saja.

“HyeHye, kau lihat disana?” Taehyung menunjuk sebuah arena bermain volly pantai. “Ayo kita bermain volly.” Lanjutnya.

Hm.. tawaran yang bagus. Tapi sebelum itu..

“Yak! Kalian berdua berhenti berlovey dovey didepan kami! Aku muak melihatnya! Lebih baik sekarang kalian kesini dan bermainlah bersama kami. Apa tidak bosan kalian duduk disana terus? Oh ayolah, bersenang-senanglah bersama kami! “ seruku pada KyuHwa. Aigoo mereka masih saja begitu.

Mereka sepertinya kesal karena ku ganggu lagi acara mereka itu. Untung saja mereka mau kemari. Hahaha.. dasar anak kecil..

“Kita main volley couple saja. Kalian mau kan?” tawarku.

Ku anggap mereka menyetujuinya.

Baiklah, game ini  aku dan TaeTae melawa KyuKyu dan HwaHwa. Eits! Kenapa aku jadi menyebut mereka begitu? Mungkin ini karena kebiasaanku mengulang nama depan. Biarlah. Sebutan itu lucu. Hihi..

“Yak! Tangkap dengan benar! Kenapa kau payah sekali!” tegur Kyuhyun  pada Hwayeon.

“Berhenti meneriakiku bodoh! Aku memang tidak pandai berolahraga! Kalau kau memang tidak menyukainya, main saja sendiri!” balas Hwayeon ketus kemudian melempar bola volly ditangannya ke arah Kyuhyun.

“Yak! Kau tidak perlu semarah itu juga.” Balas Kyuhyun.

“Hah! Apa peduliku! Lbih baik aku pergi. Minggir!” bentak Hwayeon kasar. Akhirnya Putri Lidah Tajam pun menunjukkan jati dirinya.

Jadi, mereka bertengkar? Hanya karena sebuah permainan? Sungguh tidak lucu. Segeralah berdamai, aku malas kalau harus jadi penghubung kalian. Jebal.

Benar saja, tak lama Kyuhyun pun memeluk Hwayeon dari belakang. Sepertinya mereka sudah berdamai. Cara mereka berdamai seperti itu ternyata.. lucu sekali.

Back Hug ya… aku jadi teringat saat kemarin Taehyung memberiku back hug ketika kami berada di taman. Dia nampak begitu dewasa. Haa~

Lagi-lagi kepalaku dipenuhi namja aneh itu..

“Oh? Hwayeon-ah! Eunhye eooni!”

Itu…. Hyojin? Wah! Rupanya dia sudah sampai.. baguslah,.

“EunEun pabbo~” bisik seorang namja di telingaku dari arah belakang.

“Yak!” Jeritku lantang sehingga Taehyung  segera refleks menjauhkanku dari namja itu.

Aku menoleh ke belakang dan mendapati ChangChang sunbae berada disana sambil membawa es krim di masing-masing tangannya.

“ChangChang sunbae!!!” Seruku kemudiang memeluknya cepat.

“Whoa~ Santailah sedikit, es krimku bisa jatuh nanti. Dasar pabbo.” Keluhnya kesal.

“Mianhae.. aku terlalu senang bertemu denganmu. Habis, aku sudah lama tidak melihatmu. Kau sekarang banyak perubahan. Sekarang kau lebih keren!” pujiku yang kemudian disambut dengan deheman dari Taehyung.

“TaeTae… kau tidak sedang cemburu kan?” tanyaku.

“Aku-sedang-sangat-cemburu-saat-ini.” ejanya.

“Dia namjachingumu, EunEun?” tanya ChangChang sunbae.

“Ne. dia namjachinguku.”

“Annyeong, aku Yoo Changhyun. Aku ini adalah senior satu jurusan seni dengan Eunhye. Karena aku telah menjadi seorang pianist, kau boleh memanggil nama panggungku, Ricky. Bangapta~” tutur ChangChnag sunbae pada Taehyung.

“Aku Kim Taehyung. Kau boleh memanggilku V karena orang-orang mengenalku sebagai seniman yang bernama V. Oh iya, dan satu lagi.. aku adalah NAM-JA-CHIN-GU dari HyeHyeku  ini. Bangapta~” balas Taehyung masih dengan sedikit kesal.

Oh, jadi nama tenarnya sebagai seniman adalah V… Hm…

“Baiklah, kau kemari bersama yeoja yang kau sukai itu? Mana dia? Tunjukkan padaku.” Pintaku pada ChangChang sunbae.

“Tentu dia ada di…..”

ChangChang sunbae mengedarkan pandangannya menjelajahi selurih pantai yang berada dalam jangkauan pengelihatannya. Ssepertinya mencari seseorang.

“Eoh? Dia pergi.. mungkin jika saatnya tiba, aku akan menunjukannya padamu.” Jelas ChangChnag sunbae.

Aku mengangguk.

“Yak! ChangChang sunbaenya HyeHye, pergilah! Kejarlah yeojamu itu sebelum terlambat.” Saran Taehyung.

Sebenarnya itu jauh dari kata ‘saran’, lebih dekat dengan kata ‘mengusir’ tapi wajarlah, TaeTaeku ini sekarang dikuasai rasa cemburunya. Sungguh lucu.

ChangChang sunbae pun segera berlalu mengejar yeoja yang ia sukai itu. Sayang sekali, padahal aku ingin melihat yeoja itu. Apalagi dia itu penyanyi terkenal kan? Sungguh disayangkan..

Di dalam benakku, aku membayangkan jika yeoja itu adalah yeoja idolaku. Jika benar, aku akan dengan senang hati membantu ChangChang sunbae. Hhihi..

“Siapa dia? Mantan pacarmu? Kenapa kau begitu lengket dengannya?” Tiba-tiba saja Taehyung mengintrogasiku.

“Bukan. Sudah kubilang kan kalau dia itu seniorku saat kami masih sekolah.” Jelasku.

“Kalau hanya senior kenapa kau bersikap begitu? Memeluknya segala. Apa kau tidak tahu kalau kau memeluk namja lain didepan namjachingumu sendiri? Apa kau sadar akan itu eoh?” nada suaranya meninggi.

“Aku sadar. Aku hanya merindukannya apa itu salah? Lagipula selain sebagai senior, jabatannya yang lain adalah sebagai teman mainku sejak kecil. Sejak kami TK..” jelasku.

Taehyung hanya diam memandangiku. Dari ekspresi wajahnya bisa kulihat otot wajahnya kembali rileks. Sepertinya dia sudah lega mendengar penjelasanku tadi.

Cemburu ya…

Terbesit di pikiranku untuk menjahilinya sekarang. Hahaha..

“Kau.. cemburu sekali.” Godaku.

“Tidak. Aku tidak se-cemburu yang kau kira.” Bantahnya.

“Benarkah?? Kalau begitu, jika aku menemuinya sekarang apa kau akan sangat cemburu?”

“Tidak.”

“Kalau aku menemuinya, kemudian kami akan berjalan layaknya pasangan kekasih apa kau sangat cemburu?”

“Tidak.”

“Whoa~ baiklah kalau begitu kau disini saja ya, aku akan menemuinya. Acara terakhir, aku akan menikmati pemandangan matahari terbenam bersamanya disini. Annyeong.” Aku berjalan menjauhinya.

Sempat kulihat kedua tangannya mengepal.Dia kesal sekali sepertinya. Kini saatnya untuk memberinya balasan…

Aku berbalik, menuju Taehyung yang masih diam terpaku ditempatnya. Berlari, memegang pundaknya, kemudian..

-Chu-

…Mengecup bibirnya…

Taehyung nampak begitu terkejut.

Inilah balasan untuk kau yang selalu cemburu berlebihan..

“Aku kan sudah pernah bilang padamu, kalau aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kau masih saja cemburu berlebihan begitu. Cemburu juga ada batasnya, Tae.” Ucapku sedikit berbisik di telinganya.

“Kau.. jadi kau  tadi hanya memberiku hukuman?”

‘Ya.. semacam itu. Hihihi..”

“Neo! Awas saja ya…!”

Aku segera berlari menjauh dari Taehyung tapi namja ini sudah menangkapku . Larinya cepat sekali……

Taehyung memelukku dari belakang. Mengangkatku kemudian berputar perlahan. Aku bahkan sampai tidak merasakan sakit ketika dia mengangkat perutku. Yang kurasakan hanyalah satu…

…Bahagia….

Seharian ini, kami hanya bermain dipantai. Tidak hanya sekedar berjalan menyusuri pantai dan berfoto, tapi juga bermain seperti banana-boat, jetski, dan sebagainya hingga sore.

Begitu melelahkan, tapi juga menyenangkan..

“Kau lelah?” tanyanya padaku.

“Ne. tapi ini sungguh menyenangkan.”

“Kemarilah..” Taehyung menepuk-nepukan bahunya. Mengisyaratkanku untuk bersandar padanya.

Begitu kan maksudnya?

Aku meletakkan kepalaku di atas bahu milik Taehyung.

Menikmati pemandangan sunset bersamanya, adalah hal yang aku inginkan.

“Sun set yang cantik.” Ucapku spontan.

“Hm.. bukankah kau ingin melihat sun set bersama Ricky? Tunggulah disini, aku akan mencarinya..” Ucap Taehyung kemudian berdiri. Aku menahan lengannya.

“Haa… ani. Aku kan hanya bercanda saja tadi. Aku ingin bersamamu. Bukan bersama sunbae yang payah seperti dia..” rengekku.

Taehyung tersenyum.

“Aku tahu. Aku juga hanya bercanda saja tadi.. hehe..”

“Kau menyebalkan!”desisku. Dia hanya terkekeh geli melihat ekspresiku.

Taehyung kembali duduk di tempatnya semula.

“HyeHye, aku menyayangimu…” Taehyung mengecup keningku. “…mulai kemarin…” Taehyung mengecup pipi kiriku. “….sekarang..” Taehyung mengecup pipi kananku. “….dan selamanya…” Taehyung mengecup bibirku lembut.

Namja ini romantis… meskipun dia menyalurkannya dengan caranya sendiri, tapi itu unik..

Belum selesai kami berciuman, tiba-tiba saja sebuah suara yeoja menginterupsi kegiatan kami.

“Kim Taehyung! Akhirnya aku menemukanmu!”

………

-TBC-

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s