Romantic Waltz~#100DayOurBlog-Hyo Jin side^^(Part 3)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Kim Hwa Yeon

Author : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author yang part 1dan 2 yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Baiklah. Kita sudah sampai di studioku.” Ia membukakan pintu mobil untukku. Sungguh manis.

“Hai Ricky! Darimana saja kau? Aku mencar-Eh? Kau Cho Hyo Jin kan?” tanya seorang namja yang keluar dari gedung itu.

.

Chapter 3 : Jealous?

.

.

“Eh? Iya. Aku Cho Hyo Jin. Salam kenal.” Aku tersenyum padanya dan ia mengeluarkan sikap anehnya.

“Omona! Aku bertemu Cho Hyo Jin!! Kau tau, aku fansmu. Aku seorang Jinieus-nama fandom Hyo Jin-*ngarep*. Suaru kehormatan bisa bertemu denganmu. Kenalkan, aku Choi Jonghyun. Tapi kau bisa memanggilku Changjo.”

“Ya! Sampai kapan kau memegang tanganya terus?” Ricky mengeluarkan aura dinginnya lagi. Ia cemburu? Aku merasa senang mendengarnya.

“Kapan lagi aku bisa memegang tangan orang cantik seperti Hyo Jin?”

“Kau bilang dia cantik? Dia sangat jelek!”

Heol. Beberapa menit yang lalu ia berperilaku manis dan bahkan mengambil ciuman pertamaku. Dan sekarang? Ia menjelek-jelekan diriku? Daebak.

“Ya! Memangnya kau tampan? tidak! Bahkan ikan koiku lebih tampan darimu!” aku berteriak padanya.

“Apa kalian selalu seperti ini?” tanya Changjo.

“Iya! Yeoja ini yang selalu membuatku marah. Aku jadi bingung kenapa kau bisa menyukainya.” Ricky memulai adu perang lagi.

“Itu karna kau sangat menyebalkan. Sudahlah kalau kau mengajakku hanya untuk beradu mulut lebih baik aku pulang!” Aku berjalan tanapa menghiraukan mereka. walaupun aku tak tau ini dimana tapi aku yakin pasti ada namja baik yang akan mengantarku pulang.

GREP

Aku membalikan wajahku dan yang memegang tanganku adalah Ricky. Ia menarik tanganku sehingga aku masuk dalam pelukannya.

“Mianhae. Aku membuatmu kesal lagi.” Ia mengusap kepalaku. Hei, kemana sifat menyebalkannya yang tadi? Kurasa ia mempunyai kepribadian ganda. Alter ego nya adalah Ricky yang romantis dan manis.

“Kau sangat menyebalkan. Aku sedang ingin beradu mulut. Sejak pagi kau membuat mood ku jatuh.” Aku membalas pelukannnya. Yah, aku sudah membuang akal sehatku sejak tadi.

“Sudahlah. Ayo kita masuk. Kita harus mengurusi lagu kita.” Ia masih merangkulku dan membawaku masuk ke dalam gedung itu.

Teryata ini bukan gedung maupun studio! Ini rumah pribadinya!!!

“Ya, anggap saja rumahmu sendiri.hehe..” ia tersenyum manis(lagi)

“Wah, rumahmu bagus sekali ditambah pemandangan laut yang indah. Aku ingin tinggal disini!” aku mengatakannya sambil menatap keluar jendela.

“Kau ingin tinggal disini?”

DEG

Kenapa suaranya kembali seperti itu? Suara lembut itu dapat membuat jantungku berdetak tidak normal.

“E-eh? M-maksudku aku mungkin akan membuat rumah di daerah laut. Begitu.” Aku memalingkan pandanganku. Entah kenapa ia bertanya seperti sedang menawariku untuk tinggal disini dengannya.

‘Aish, jangan percaya diri,Hyo Jin! Dia hanya menggodamu.’  Pikirku.

“Kau bisa main alat musik apa?” tanyanya.

“Aku? Aku tak bisa main alat musik apapun.” Jawabku santai.

“Mwoya? Kau ini seorang composser kan? Harusnya kau bisa bermain alat musik?”

“Hei, kau memulainya lagi. “ aku melipat tanganku didada.

“Ah, maafkan aku. Tapi ini aneh. Jadi kau ingin konsep yang seperti apa? “

“Aku ingin sedikit megah. Mungkin lagu yang cocok seperti love song?”

“Bisa juga. Jadi mungkin kita bisa memulainya sekarang.”

“Dari D please. Hehe..”

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am home again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am whole again

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am young again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am fun again

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am free again
Whenever I’m alone with you
You make me feel like I am clean again

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you

However far away I will always love you
However long I stay I will always love you
Whatever words I say I will always love you
I will always love you
I will always love you
‘Cause I love you

(Adele- Love Song)

“Tak kusangka suaramu itu sangat bagus.”

“Kau sedang memuji atau mengejekku? Aku tidak dapat membedakannya. Haha..” kami tertawa bersama.

“Apa kau sengaja menyanyikan lagu ini untukku?” tanyanya sambil memainkan alisnya.

“Atas dasar apa kau berfikiran seperti itu, Yang Mulia Changhyun?”

“Entahlah. Aku hanya merasa kau seperti sedang mengungkapkan perasaanmu padaku. Selama kau bernyanyi, kau selalu menatapku. Sudahlah, mengaku saja.”

JLEB

Aku sudah terpojok. Tidak mungkinkan aku tiba-tiba berkata’ kau peka sekali!! Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu. Bagaimana kalau kita jadian?’

BIG NO!!!! Aku harus menutupi ini.

“A-ani! Aku hanya takut kau salah menekan tuts piano. Kan kalau kau salah aku bisa terganggu konsentrasinya.”

Demi Teentop boyband kesukaan Author, alasan ini sangat tidak logis! Kenapa kau bisa berfikir seperti itu Hyo Jin pabbo?

Mungkin panggilan dari maknae itu ada benarnya juga. Hyo Jin eonni pabbo.

Ia tertawa mendengar alasanku. Wajar saja sih.

Tak terasa hari sudah sore.

Drrtt..drrttt

“Chakaman.” Ia mengangkat telepon. Wajahnya terlihat sangat bahagia. apa itu dari ibunya? Ah, tak mungkin. Apa jangan-jangan dari yeojachinggunya?

“Yeoboseo?”

“…”

“Tak apa, EunEun pabbo. Kau sedang apa?”

“…”

“Kau pergi meninggalkanku tanpa berpamitan? Tega kau pada namja tampanmu ini?Oppa? Oppa sedang bersama yeoja yang kemarin aku ceritakan. ”

Mwo-ya!! Bisa-bisanya ia terang-terangan bermesraan dengan yeoja lain di depanku? Eh? Tapi aku ini siapa? Yeojachingu? Bukan. Aish, kenapa aku sakit hati mendengarnya?

“…”

“Acaranya? Entahlah. Belum ada kabar dari pemilik hotel tersebut.  Tak apa, tak usah dipaksakan. Sudah dulu yah. ChangChang sunbae harus bekerja. Anyeong.”

Ige mwoya?! ChangChang Sunbae? Omona! Itu panggilan sayang untuknya? Untak apa dia menciumku jika ia memiliki yeojachingu?

“Hyo Jin-ah, wae geurae?”

“Ani. Nan Gwaenchana.”

“Jinjja?”

“Ne!”

Aku memunggungi Ricky. Yah, bisa dibilang aku kesal. Bagaimana tidak kesal jika namja yang telah menciummu itu sudah punya kekasih? Jadi aku merupakan cadangannya saja? Heol. Sayangnya ini bukan permainan sepakbola yang butuh pemain cadangan.

Moodku sudah sangat rusak. Suasanapun semakin canggung. Aku tak berani membalikan punggungku. Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Itu dari PD Kim

From: PD Kim-cerewet

Ya! Kau dimana,eoh? Sekarang juga kau pergi ke Jeju bersama partnermu! Kalau tidak akan kuambil semua gajimu!

P.S. Tiket sudah diusrus tinggal kau berangkat saja. Ohya, kau dan partnermu tidak perlu membawa apapun. Baju sudah disiapkan.  Cepat berangkat! Pesawatmu berangkat jam 5 sore.

“Ricky, sepertinya kita harus berangkat sekarang. Ani, maksudku kita harus berangkat sekarang juga. Kita harus ke Jeju. Tidak perlu bawa apapun. Semuanya sudah disiapkan. Kajja.” Aku menariknya tanpa mendengarkan keluhan darinya.

“Ya! Sebentar! Aku ingin membawa tasku dulu. Dasar yeoja gila!” Ia meneriakkiku lagi.

“Kau mulai lagi ,Tuan Yoo Changhyun,”

“Nde. Arraseo. Mianhae.”

Astaga, kenapa ada orang yang seperti dia? Setelah menghinaku pasti dia akan meminta maaf dan kerennya ia terlihat sangat menyesal. Kepribadian yang sedikit unik.

-Skip Time-

Akhirnya kami sampai di Jeju!!! Yeay!! Ini akan menjadi liburan terbaik! Aku kesini tanpa mengeluarkan uang, menikmati pulau Jeju, dan aku dibayar!! Haha…

Kupalingkan wajahku pada Ricky. Dia masih menatapku aneh. Aku biarkan saja. Toh, dia pasti akan mengejekku sebentar lagi.

“Kau ini seperti belum pernah liburan sama sekali.”

Nah, sudah kuduga..

“Bisakah kau tidak membuat moodku jatuh di pagi yang cerah ini?” aku melipat kedua tanganku didepan dada. Dan tak lama ia tertawa keras.

“Hahahaha… Ternyata memang menjahilimu itu sangat menyenangkan! Haha..” ia masih tertawa. Aku membalikan badanku dan berjalan terus kedepan.

“Huh! Dasar namja menyebalkan!”

Grep

“Bercanda. Kau tau? Wajahmu saat sedang kesal itu sangat cantik. Apalagi jika kau menggembungkan pipimu. Itu sangat manis.” Ricky memelukku dari belakan atau istilah kerennya ‘BackHug’.

“Baiklah. Kali ini aku akan memaafkanmu. Awas saja kalau kau sampai membuat moodku jatuh di pagi hari ini!” ancamku.

“Ah, kita sudah sampai  di Jeju yah? Sebentar.” Ia mengambil handphonenya dan mulai mencari sesuatu. Tak lama ia menempelkan handphone itu ke telinganya. Ia sedikit menghindar dariku. Astaga, apa dia kan melaporkan pada yeoja-yang entah siapa- itu?

*Hyo Jin POV End*

*Ricky POV*

Well, sudah lama aku tidak bertemu dengan hoobaeku yang satu itu. Ia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri.

Dan tentang nama panggilan, itu kami buat saat pesta natal di tempat kami bersekolah. Manis kan? Banyak yang bilang kami cocok, tapi aku hanya mengganggapnya adik tak lebih. Begitupun dia.

“Yeoboseyo?” Jawabnya.

“EunEun pabbo! Kau pasti baru bangun ya?”

“Eoh? Nuguseyo?”Sepertinya pertanyaanku yang tadi sudah terjawab.

“Haish! Rupanya nyawamu pun belum sepenuhnya kembali pada tubuhmu ya? Ini aku. Ricky!”

“Oh.. ChangChang sunbae! Wae geurae?”

“Aku sudah sampai!”

“Eodi?”

“Di Jeju!”

“Mwo?! Kau di Jeju?!”

“Ne. Tempatku berkolaborasi dengan pujaan hatiku kan disini.” Aku sedikit menoleh pada Hyo Jin yang masih menatapku garang. Dia cemburu? Omo! Manis sekali!

“Jinjja?! Wah, semoga kita bisa bertemu ya? Aku ingin melihatmu bagaimana.”

“Hm. Ketika acaranya selesai, aku akan menghubungimu.”

“Arra. Annyeong.”

“Annyeong.”

Kututup telponnya dan kembali ke Hyo Jin. Apa benar tadi dia cemburu? Kalau dia cemburu berarti dia….

Suka padaku?

Semoga saja iya..

*Ricky POV end*

*Hyo Jin POV*

“Sudah selesai pacarannya?” tanyaku ketus. Entah kenapa aku sakit hati melihatnya berbicara mesra dengan orang lain selain aku.

“Kau cemburu?”

DEG

“A-ani! Untuk apa? Sudahlah, ayo kita pergi.” Aku langsung berjalan tanpa memedulikannya.

“Ayo!!!!” ia memberi hormat padaku lalu menarik tanganku sambil berlari kencang. Karna kau belum siap sehingga aku terkaget dan hampir jatuh.

“YA!!! RICKY-AH!!!!!” Aku mulai mengejarnya lagi. Ia masih tertawa dan berlari sekuat tenaganya. Dan bodohnya, aku sedang menggunakan sepatu hak tinggi!!!! Dan flatshoesku sudah kuganti sebelum berangkat ke Jeju.

Aku berhenti sejenak untuk melemaskan otot kakiku. Dan keputusanku untuk berhenti itu sangat salah! Ricky sudah tidak terlihat dimana-mana.

“Aish, dasar namja sialan!”

Aku memutuskan untuk berjalan saja. Setauku di daerah ini banyak toko-toko, mungkin aku bisa berbelanja.

“Heol, ini baru yang namanya pusat perbelanjaan!” gumamku kagum. Kiri dan kanan penuh dengan toko yang menjual banyak barang. Mulai dari oleh-oleh, pakaian, café, dan masih banyak lagi.

“Uangku bisa habis jika aku seharian disini.” Aku mulai berjalan pelan. Wajahku masih menunjukan kekaguman. Ini pulau yang sangat indah!!!

“ Hey,kau bisa dibilang gila jika kau berjalan seperti itu.” Bisik seseorang ditelingaku.

“Ya! Kau mengagetkanku saja.” Aku memukul lengan Ricky. Hebat sekali dia bisa berlari secepat itu. Daebak.

“Aku mencarimu kemana-mana. Dan saat lewat sini aku melihat seorang yeoja yang sedang mengagumi jalan ini.” Ia berucap lengkap dengan wajah datarnya. Aish, dia melanggar perjanjian!!

“Kau melanggar perjanjian!” Aku mulai berjalan meninggalkannya. Kulihat ia  mulai mengejarku. Taoi kuacuhkan saja. Ini akan menjadi hukuman baginya.

“Ya! Cho Hyo Jin! Jangan marah. Aku kan hanya bercanda.” Aku membalikan badanku lalu tertawa keras.

“Hahaha… harusnya kau lihat ekspresimu tadi!! Hha..” aku membungkukkan badanku saking gelinya. Wajahnya kembali santai.

“Kau ingin balas dendam,eoh? Yeoja nakal.” Kami kembai tertawa.

“Bagaimana kalau kita pergi ke pantai saja?” ajakku. Tak seru jika kau ke Jeju tapi tidak pergi menuju pantai.

“Baiklah. Mari kuantar ke mobil, Tuan putri.” Ia membungkukan badannya layaknya seorang butler yang melayani nona besarnya.

“Terima kasih pelayan Yoo. Haha..” Kami berjalan berdampingan, tak lupa tangan kami saling bertautan.

-skip time-

“Laut!!!” pekikku bahagia. yah, walaupun kemarin aku baru saja dari laut. Sudah kubilangkan kalau aku suka laut kan? Jadi wajar saja.

“Apa kau ingin ice cream?” tanyanya. Sudah pasti aku sangat ingin.

“Tentu saja. Apalagi rasa greentea!!! Cepat belikan!!” aku mendorongnya .

“Ne, arraseo! Tunggu disini  yah.” Ia berlari menuju kedai ice cream terdekat. Kualihkan pandanganku. Eh? Itu Hwa Yeon? Eun Hye eonni? Kyuhyun?! Jangan bilang kalau Kyuhyun adalah rekan Hwa Yeon? Jinjja! Impianku tercapai.

“Oh? Hwayeon-ah! Eunhye eooni!” mereka menoleh saat mendengar suaraku

“Eonni? Kau sendirian ke sini?” tanya Hwa Yeon spontan saat aku sudah tiba dihadapannya. Kyuhyun oppa hanya memandangku sambil menaik turukan alisnya. Oh, jadi ternyata Hwa Yeon yang menjadi rekan Kyuhyun oppa. Tuhan mendengarkan doaku ternyata.

Tapi sebentar, kalau rekan bisnis kenapa ia memeluk Hwa Yeon? Dan apa itu? Mencuim leher? Ricky saja belum pernah begitu padaku.

Eh? Tidak tidak. Aku gagal fokus.

“Aniya, aku datang bersama pianis itu loh, yang kuceritakan kemarin.”

“Aah, changyun? Changyun itu ya?”

“Changhyun.” Gumamku membenarkan. Kebiasaan. Memang maknae ini gampang sekali pikun. Poor Kyuhyun oppa.

Ia  hanya mengangguk tak peduli.

“Lalu kenapa kau sendirian?” tanyanya bingung.

“Ah, tadi dia sedang membelikanku ice cream. Dimana ya dia sekarang lama seka-li.” Aku menolehkan kepalaku ke kanan dan kiri. Kurasa Hwa Yeon juga mengikutiku.

Ah! Itu dia! Eh? Eun Hye eonni? Apa yang mereka lakukan? Mereka berpelukan? Apa jangan-jangan yang dimaksud dari ‘EunEun pabbo’ itu Eun Hye eonni?

Kenapa ini sangat sakit? Lebih sakit dari tadi. Apa karna yeoja itu adalah sahabatku sendiri sehingga ini begitu sakit? Rasanya jantung ini diremas kuat. Sakit.

“Waeyo eonni?” tanya Hwa Yeon . Aku  langsung kembali memandangnya .

“Aniya, gwaencahana. Aku pergi dulu ne? Annyeong.” Tanpa mendengar jawabannya, aku  langsung pergi dari hadapannya.

Aish, ini menyedihkan! Aku tidak mau ia melihatku menagis. Dan untuk apa kau menangis? Hyo Jin pabbo!

“Ya! Hyo Jin-ah! Kenapa kau berlari? Ini ice creammu.”

“Sudah pergi saja kau!” aku berlari makin kencang. Entah tujuan akhirku dimana. Kulihat Ricky tidak mengejarku.

“Sebegitu cintanya kau dengan Eun Hye eonni? Apa aku saja tidak cukup?!” Aku berteriak saat sampai di laut.

Aku terduduk dan menangis kencang. Ini begitu memilukan. Sakit. Sungguh sakit! Aku menyembunyikan wajahku dengan kedua tanganku.

“Kau tidak apa-apa?” kurasa aku mengenal suara itu. Dimana yah? Kulirik sedikit dari sela-sela jariku.

“Omo! Hyo Jin? Kenapa kau ada disini?”

Dan ternyata dia adalah…

-TBC-

Ah, Author tau ini tidak rame sama sekali..

Tapi tolong commentnya yh^^

Tunggu lanjutan cerita ini yh~~

Gomawo yang udah baca^^

~Cho Hyo Jin

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s