Romantic Waltz~ #100DayOurBlog- Hyo Jin side ^^(Part 2)

Tittle   :  Romantic Waltz#SP 100 days~ Hyo  Jin side^^

Cast   :

Cho Hyo Jin

Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :

Cho Kyuhyun

Choi Jonghyun (Changjo Teentop)

Jung Yoon Hee

Park Eun Hye

Author          : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, drama

Leght  : Chapter

Ratt    : G

 Anyeong~~

Tak terasa Spicywing sudah 100 hari!!! Yeah~~

Author 2 mencoba membuat FF chapter^^

Makasih yang udah sempetin baca FF Author yang part 1 yh^^

Semoga gak geje dan kalian semua suka

Jadi ini cerita part Hyo Jin nya yah..

Urutannya Hwa Yeon, Yoon Hee, Eun Hye baru Hyo Jin..

Jadi sebelum baca ini harus baca yang mereka dulu hhe^^

Oh iya, judul ini diambil dari lagu klasik jadi jangan berfikir kalau ini ada hubungannya sama tarian waltz..

Oke, jadi Happy reading yah~~

—————————————————————————————————–

Summary:

‘Karna setiap alunan nada dari jarimu dapat membuatku semakin mencintaimu’-Hyo Jin

‘Cinta dan bermain piano itu sama. Sama-sama menggunakan perasaan’-Ricky

‘Our melodies can make a harmonies’-Ricky & Hyo Jin

Sebelumnya..

“Tak kusangka yeoja sepertimu dapat bersiap-siap dalam jangka waktu yang cukup cepat.”

Sepertinya aku mengenali suara itu. Kuputar badanku ke arah sumber suara. Dan dia adalah..

.

Chapter 2: Fall in Love?~

.

.

Ricky!!! Dia tersenyum sambil melangkah menghampiriku. Dan astaga, kenapa ia terlihat sangat tampan dengan balutan kemeja birunya itu?

“Terpukau akan pesonaku?” Ricky menaikan satu alisnya sambil mendekatkan wajahnya padaku.

“T-tidak! Tentu saja tidak! Untuk apa aku terpukau dengan paras seorang Ricky? “ aku mengalihkan wajahku. Wajahku memerah hanya karna berdekatan dengannya? Alasan yang konyol.

“Baiklah kalau kau tidak mau jujur. Hmm… ternyata kau berdandan juga hari ini. Dan dress itu sangat cocok untukmu. Apa itu khusus untuk hari ini? “godanya dengan suara lembutnya.

Mwo? Apa aku tidak salah dengar? Kenapa suaranya begitu lembut dan merdu ditelingaku? Tidak! Aku tidakboleh menyukainya. Yah, aku akui aku tertarik. Tapi tidak! Aku tidak boleh menyukainya.

“Kurasa bajumu cocok untuk kegiatan hari ini.”

“Maksudmu?”

“Aku berbohong tentang cafe tapi aku tidak berbohong tentang pertemuan kita. Aku hanya berfikir bagaimana kalau kita memikirkan kosep kita sambil berjalan-jalan di taman yang berada di dekat sini? Otte?” Ia tersenyum simpul padaku. Senyuman yang indah~ Tidak! Ia hanya sedang mempermainkanmu. Sadarlah Hyo Jin!

“Baiklah, lagipula aku  bosan” aku mengiyakan tawaran tersebut. Yah, taman bukan tempat yang buruk. Mungkin ini bisa meringankan pusing di kepalaku.

“Kajja. Motorku sudah siap.” astaga, hari ini juga aku akan menetapkan kalau hari ini menjadi hari kesabaran sedunia.

“Ya! Pabbo! Aku menggunakan dress dan kau menyuruhku naik motor? tidak, terima kasih. Kita undur saja.” Ujarku sambil memutar balik badanku. Tapi tangannya menahan tanganku.

“Aku bercanda. Tentu saja kita naik mobil. Aku tidak ingin paha mulusmu terlihat oleh orang lain.” Ricky memberikan smirk yang sejenis dengan punya Kyuhyun.

Bisakah aku hidup sehari tanpa manusia pervert di sekitarku? Yeah, kupikir sudah menjadi takdirku hidup diantara manusia pervert.

-Skip time-

“Kita mau kemana? Ini di dimana? Katamu kita akan ke taman dekat apartementku? Ah!Jangan-jangan kau mau menculikku yah? Aku tau aku sedang naik daun sehingga jika menculikku kau akan dapat uang kan? Astaga, kau itu sangat keterla-“

“Hei, jangan terlalu percaya diri! Bahkan sebelum bertemu denganmu aku tidak mengenalmu! Jadi untuk apa aku menculikmu. Tidak ada gunanya. Sudahlah, lebih baik kau diam saja. Sebentar lagi kita sampai.” Ricky menjawab dengan nada datarnya. Aku sedikit tersentak. Wajahnya menunjukan bahwa ia sedang benar-benar marah. Akhirnya aku hanya bisa mengalah dan duduk diam.

*Hyo JinPOV End*

*Ricky POV *

“Kita mau kemana? Ini di dimana? Katamu kita akan ke taman dekat apartementku? Ah!Jangan-jangan kau mau menculikku yah? Aku tau aku sedang naik daun sehingga jika menculikku kau akan dapat uang kan? Astaga, kau itu sangat keterla-“

Astaga, yeoja ini sangat menarik. Beberapa menit yang lalu ia tampak anggun dan cantik dimataku. Dan sekarang, lihatlah. Ia mulai menyebalkan.

“Hei, jangan terlalu percaya diri! Bahkan sebelum bertemu denganmu aku tidak mengenalmu! Jadi untuk apa aku menculikmu. Tidak ada gunanya. Sudahlah, lebih baik kau diam saja. Sebentar lagi kita sampai.” Aku menjawabnya dengan nada yang sedikit dingin-menurutku-.

Setelah mengatakan itu ku sedikit melihat kearahnya dengan ekor mataku hanya untuk memastikan apakah dia akan kembali memarahiku dan nyatanya ia hanya duduk diam sambil mengarahkan pandangannya keluar jendela. Sungguh bukan perilaku yang biasa ia tunjukan. Aku sedikit merasa bersalah.

Well, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk memarahinya. Aku hanya tidak ingin berdebat hari ini. Aku ingin memiliki moment yang indah saja dengan dia sebagai partnerku.

Lima menit sudah berjalan dan ia sama sekali tidak membuka mulutnya. Keadaan ini sungguh aneh. Dan aku tidak bisa berada dalam keadaan seperti ini.

“Hyo Jin..” kupanggil namanya pelan. Ia tidak merespon.

“Hey,yeoja pabbo.” Ia masih tidak merespon. Dan yang tambah parah ia menutup telinganya.

Aku mulai emosi. Aku bukanlah namja yang tahan jika diacuhkan. Kuberhentikan mobilku mendadak. Kulihat ekspresi terkejut yang keluar dari wajahnya.

“Hey, kalau kupanggil harusnya kau menengok. Kau harus menatap orang yang sedang mengajakmu bicara. Kau tidak seharusnya mengacuh-“

“Mianhae.”

“Apa?”

“Mianhae kalau aku mengganggumu.”

Astaga!! Kau membuatnya menangis Yoo Changhyun!!

“Tidak. Aku tidak bermaksud memarahimu tadi. Sungguh.” Wajahnya merah menahan tangis-yah, walaupun sudah banyak air mata yang turun dari matanya-

“Tapi kau sangat menakutkan. Aku pikir kau benar-benar marah padaku dan kau akan menurunkanku ditengah jalan. Aku tidak tau daerah ini.” Ucapnya sambil menangis. Kupikir dia adalah yeoja sombong yang angkuh. Ternyata sebenarnya ia yeoja manis dan manja. Entah dorongan apa yang membuatku ingin melindunginya.

“Sudahlah. Kau ini terlalu sering menonton drama. Aku tidak mungkin tega meninggalkan seorang penyanyi terkenal yang sedang naik daun dipinggir jalan. Aku tidak sebejat itu.” Aku membawanya pada pelukanku. Aku sudah membuang rasa kesalku tadi.

“Jadi kau tidak marah?” tanyanya menyakinkan.

“Tentu saja tidak. Sekarang kita akan pergi ke suatu tempat. Ini adalah surprise untukmu.” Ucapku sambil tersenyum. Kulihat ia menunjukan wajah bahagianya. Dan ia kembali menjadi Cho Hyo Jin yang aku kenal. Ceria dan manis.

Apa? Manis? Hah, baiklah. Aku mengakuinya. Aku jatuh cinta padanya.

*Ricky POV end*

*Hyo Jin  POV*

Waw!!! Ini sangat indah!!

“Kau menyukainya?” tanyanya padaku.

“Tentu saja! Aku sangat suka laut!! Karna itulah aku menyukai warna biru!” aku melepas flatsheosku dan mulai berlari menuju pasir. Kulihat Ricky hanya tersenyum melihatku. Senyumnya sangatlah manis. Aku melambaikan tanganku pada Ricky. Ia membalasnya tetap dengan senyum manisnya itu.

“Hyo Jin!! Lihat sini!” teriaknya. Aku melihatnya sudah memegang sebuah kamera putih ditangannya. Aku berpose secantik mungkin.

KLIK

“Tak kusangka kau sangat sadar kamera. Awalnya aku hanya ingin mengambil fotot jelekmu saja lalu aku sebarkan di internet.” Ucapnya sambil tersenyum miring.

“Ya! Tuan Yoo Changhyun!!!!” Aku berlari mengejarnya yang sudah melarikan diri. Kami tertawa sambil tetap mengejar satu sama lain. Hingga akhirnya aku tertangkap olehnya..

“Kena kau! Ternyata lelah juga. Padahalkan kau kakinya pendek tapi larimu cepat” Ia memeluk pinggangku erat. Aku hanya bisa pasrah dan mengatur nafasku. Aku memutar kepalaku kebelakang untuk melihat wajahnya.

“Ya! Apa maksudmu mengatai kakiku pen-“

Mata kami bertemu untuk beberapa saat. Saling menyelami pikiran satu sama lain. entah bagaimana caranya bibirku sudah berada dibibirnya. Mata kami saling terpejam menikmati ciuman manis ini.

Ia melepaskan ciumannya dan mentap mataku dalam.

“Mianhae. Aku kelepasan.” Ia menggaruk tengkuknya dan terjadilah suasana canggung diantara kami.

“Ehem.. Sebenarnya masih ada yang ingin kuperlihatkan padamu. Kajja. Tidak jauh kok tempatnya.” Kini ia menggandeng tanganku dan menggenggamnya erat.

BLUSH

Aku yakin bahwa wajahku kini sudah sangat merah. Aku hanya bisa menundukan kepalaku. Kami terlihat seperti sepasang kekasih. Hanya terlihat…

Keadaan semakin aneh di dalam mobil. Hanya terdengar suara deburan ombak dan suara mesin mobil. Daerah ini cukup sepi. Kurasa ini pantai pribadi miliknya. Dan ternyata itu benar. Sebuah papan bertuliskan

“YOO Beach” aku menggumamkannya pelan. Ternyata orang ini sangat hebat!

Dia orang kaya *abaikan*

“Baiklah. Kita sudah sampai di studioku.” Ia membukakan pintu mobil untukku. Sungguh manis.

“Hai Ricky! Darimana saja kau? Aku mencar-Eh? Kau Cho Hyo Jin kan?” tanya seorang namja yang keluar dari gedung itu.

­-TBC-

Jangan bunuh Author dong~~

Author tau ini FF yang sangat anehT_T

Tapi makasih yang mau baca FF ini..

Gomawo~~

~Cho Hyo Jin

 

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s