The Art of Love #100th DayOurBlog -Eunhye Side- (Part 1)

THE ART OF LOVE

Author: Park Eunhye

Cast:

  • Park Eun Hye
  • Kim Tae Hyung a.k.a   V

Other:

  • Kim Hwa Yeon
  • Jung Yoon Hee
  • Cho Hyo Jin
  • Yoo Chang Hyun a.k.a  Ricky

Rating:  G

Genre:  Hurt, Comedy, Romance, Friendship

Length : Chapter

Ini part 1 nya.

Mohon maaf ya readers kalo karya author ini jelek banget. abis ini FF pertama author yang chapter.. tapi ga papa, author tetep semangat!!

FF ini adalah side aku, dan FF ini karya kita ber empat..

makasih banyak buat readers-readers yang ngehargain kita.. #applause

oke, cukup basa basinya,, sekarang….

Happy Reading^^

 

Jadi ini rumahnya? Besar juga. Arsitekturnya juga bagus. Sepertinya orang itu memiliki selara seni yang tinggi.

..Knock knock..

“Annyeonghaseyo?” aku mengucapkan salam.

Tak lama, pintu itu pun terbuka dan sesosok yang kulihat adalah…

“Eunhye-ah, silahkan masuk.”

Seorang namja tampan dengan suaranya yang berat. Sungguh mempesona.

Sejauh ini, namja ini termasuk kedalam tipeku. Syukurlah dialah yang akan menjadi clientku.

“Silahkan duduk Eunhye-ah. Aku sudah menantimu sejak lama.” Ucapnya setelah mempersilhkanku masuk.

“Menantiku? Sejak lama?”

“Lupakanlah. Umm, sebelumnya aku ingin memperkenalkan diriku padamu. Namaku adalah..”

“Kim-Tae-Hyung.” Ejaku.

“Tepat!!! Wah, sebegitu terkenalnya kah aku sampai kau pun mengenalku?!”

“Hmm.. bukan. Tapi itu..” Aku menunjuk sebuah bantal yang bertuliskan ‘Kim-Tae-Hyung’ di sebelah namja itu.

“Oh, ini… eommaku yang membuat. Dia membuatkannya untukku ketika aku masih TK.”jelasnya.

Aku hanya mengangguk-anggukan kepala saja. Ternyata, namja tampan ini kelakuannya aneh. Sungguh disayangkan, yeoja bodoh mana yang akan menjadi pendampingnya kelak ya?

“Ah, begini. Eunhye, aku ingin kau mendesignkan ruangan baru agar rumah ini terlihat lebih segar dan terkesan nyaman dengan tatanan ruangan yang simpel. Aku ingin kau mengubah posisi-posisi ruangan ini menjadi posisi dengan nuansa yang lebih minimalis. Bisakan?”

“Tentu. Sudah menjadi tugasku.”

“Baiklah, aku akan antar kau berkeliling rumah ku.”

Aku pun mengangguk. Dengan cekatan, aku segera mengambil buku note dan juga alat tulis untuk mencatat hal-hal yang diperlukan. Oh iya, tidak ketinggalan juga sebuah kamera pocket untuk memotret tiap ruangan yang ditunjukkan oleh Taehyung-ssi.

Taehyung pun mulai menjelaskan segala hal mengenai rumahnya itu. Rumahnya tidak terlalu besar, tidak juga terlalu kecil. Bagiku, rumah ini sudah sangat nyaman. Lalu kenapa harus dibuat nyaman lagi? Memang namja yang aneh.

Setelah mengelilingi berbagai ruangan di lantai bawah, tibalah kami menuju lantai 2 untuk menjelajahi tingkat tersebut.

“Nah, kita akan ke kamar di sebelah kamarku…”

Aku terus mengikutinya dari belakang. Tapi, sebuah pintu terlewati olehnya. Apa dia lupa kalau ada ruangan lain di balik pintu itu? Dari pada penasaran, aku pun menghampiri pintu itu. Ketika aku hendak membuka knop pintu tiba-tiba saja sebuah tangan menahanku.

-Grep-

“Jangan sekali-kali kau memasuki ruangan itu.”

“Tapi, Kim Taehyung, kau memintaku mendesign rumahmu. Jadi aku harus melihat ruangan itu apapun isinya.” Jawabku.

“Kau tiak perlu mendesign ruangan itu karena aku membuat ruangan itu secara khusus.”

Entah mengapa, kali ini aku merasa suara Kim Taehyung berbeda dari yang tadi. Nada suaranya menjadi sedikit rendah dan juga sedikit gemetar. Apa ada yang salah dengannya? Apa mungkin dia sakit?

“Tapi..”
“Eunhye, ketika saatnya tiba, aku akan memperlihatkan isi ruangan itu padamu. Aku berjanji bahwa kau adalah orang pertama yang akan melihat isi ruangan itu. Aku berjanji. Untuk itu, tahanlah rasa ingin tahumu untuk saat ini.”

Tiba-tiba saja nada suaranya menjadi begitu dingin. Sebenarnya aku menjadi sedikit takut bersamanya.

Aku hanya bisa terdiam dan mendapati punggung tegap Taehyung bergerak menjauh. Aku bahkan tidak berani untuk mengikutinya lagi, bahkan hanya untuk bergerak satu langkah pun aku tidak berani karena saking takutnya.

Aku berbalik menghadap tangga yang akan menjadi jalanku untuk turun.  Namun…

-Gyut-

“Eunhye-ah, ku mohon jangan pergi. Tetaplah disini.”

Taehyung memelukku dari belakang. Membuatku tidak bisa berbuat banyak selain diam. Sikap namja ini aneh. Tadi dia begitu dingin dan sekarang dia malah merajuk seperti anak kecil? Apa dia mencoba menyembunyikan sesuatu dariku?

“Baiklah, Eunhye. Aku sudah menunjukkan isi rumahku. Tolong buatkan sketsa kasarnya sekarang ya? Aku ingin melihat sketsa kasarnya.”

Pintanya ketika kami sudah kembali berada di ruang tamu.

Aku segera membuat sketsa kasar dari rumah milik Kim Taehyung ini.

Diam. Hening. Sepi.

Begitulah suasana rumah Kim Taehyung saat ini. Tak apa lah, aku bisa lebih fokus untuk membuat sketsa nya.

Begitu sulit untuk membuat pola baru pada ruangan rumah Taehyung yang menurutku sudah bagus ini. Memaksakan berpikir membuat kepalaku sakit. Tidak, Eunhye. Kau harus menemukan ide untuk proyek barumu ini.

Di tengah kesibukanku berpikir, dan mencari inspirasi aku merasakan sepasang mata terus menatapku sejak tadi. Begitu membuatku risih dan membuatku tidak bisa berkonsentrasi. Aku tahu siapa pemilik mata itu. Dia..

“Kim Tae Hyung?”

Aku mendapati dirinya tengah  duduk dihadapanku. Sambil bersandar dan dia tampak menatapku dengan intens. Tatapannya membuatku jadi salah tingkah. Ada apa gerangan dengan diriku ini.

Merasa terpanggil, namja itu segera menghentikan aktivitasnya dan bergerak menghampiriku kemudian duduk tepat di sebelah kiriku.

“Ka-kau.. kenapa? Apa kau ingin ku buatkan sesuatu?” Tanyaku refleks.

Bodoh. Kalau dipikir-pikir, posisiku ini adalah seorang tamu tapi aku malah melontarkan perkataan seperti itu. Dasar pabbo!

“Eunhye, tolong jangan tunjukkan wajah polosmu itu dihadapanku. Bersikaplah biasa  dan jangan kau sekali-kali beraegyo di depanku.”

“Wae? Ka-kau ini aneh. Wajahku memang seperti ini. Lagipula aku memang tidak bisa beraegyo. Sama sekali tiadak.”

“Aku akan mengingatkanmu bahwa kita hanya berdua disini karena itu apapun bisa saja terjadi. Jadi, jangan buat aku melakukan hal yang seharusnya tidak kulakukan. Arra?”

“Ma-maksudmu?”

Uwaa.. apa-apaan dia? Dia membuatku semakin gugup, dan gugup tiap mendengar suaranya yang yang sekarang menjadi parau. Terdengar begitu sexy di pendengaranku. Aku jadi merinding dibuatnya.

“Kau…..”

~Chu~

Huwaaaaa!!! Apa yang dia lakukan?!

Apa dia ingin membunuhku dengan begini?

Dia menciumku!

Jika dia menciumku, maka jantungku akan berdebar-debar, jika jantungku berdebar-debar, maka jantungku bisa saja copot dan jika jantungku copot, maka darahku tidak akan mengalir, jika darahku tidak mengalir, maka aku akan mati.

Deg deg deg

Degup jantungku berpacu dengan aneh. Begitu cepat.

Dengan jarak yang begitu dekat ini, apa dia mendengar suara degup jantungku? Ku harap tidak.

“…. jangan membuatku gemas atau aku akan menciummu lagi.” Taehyung melanjutkan kalimatnya yang menggantung.

-***-

Drrrttt… Drrtttt

Akh, siapa yang menelponku pagi-pagi seperti ini? apa dia tidak tahu kalau aku masih tidur? Tentu saja dia tidak tahu jika dia tahu mana mungkin menelpon. Pabbo. Aku berbicara sendiri. Aku sudah seperti seorang gadis yang habis mabuk berat saja.

Kulirik nama yang tertera di display ponselku.

UNKNOWN NUMBER

Nomor siapa ini? Lebih baik ku angkat saja siapa tahu itu telepon penting.

“Yobose-“

“Eunhye-ah! Ini aku!”

“Yak! Neon nuguya?”

“Ini aku..”

“Haish.. NEO! Beritahukan namamu. Sekarang! Kau telah mengganggu hibernasiku!”

“Aku tidak tahu kalau kau masih satu keluarga dengan beruang, EunEun  pabbo!”

“EunEun? Sepertinya aku tahu kau siapa..”

“Then, guess who..”

“ChangChang sunbae! I know this is you!” seruku.

“Ahaha.. long time no see. Apa kabarmu?”

“Baik. Sunbae sendiri bagaimana?”

“Aku baik. Ah, aku ingin meminta bantuanmu.”

“Mwo? Tentang apa?”

“Aku menyukai seorang gadis. Dia adalah seorang artis.”
“Eoh? Siapa dia?”
“Dia penyanyi. Belum terlalu tenar seperti sonyeosidae sunbaenim, idolaku. Dia masih newbie. Tapi kemampuannya sudah bisa menyaingi penyanyi lainnya.”

“Lalu?”

“Dia dan aku akan berkolaborasi dalam suatu acara peresmian hotel. Aku tidak tahu harus memulainya dari mana, kumohon bantulah sunbaemu ini… aku begitu menyukainya.”
“Haah, baiklah..”

“Kalau begitu, datanglah pada acara peresmian hotel itu. Arra?”

“Hm. Aku akan menelponmu lagi nanti. Annyeong.”

Pesta peresmian hotel? Ah, benar! Hari ini pun aku harus pergi ke Jeju untuk membantu Hwayeon mempersiapkan pesta persahabatan dari launching hotelnya itu! Aigoo aku belum bersiap-siap..

Drrt..Drrtt…

Haish.. apalagi ini? Unknown number lagi? Ini pasti ChangChang sunbae lagi.

“Arraseo aku akan ke sana.” Ucapku asal.

“Jinjja? Kalau begitu, cepatlah kemari.  Aku akan menunggumu. Sampai nanti.”

Itu bukanlah suara ChangChang sunbae. Itu adalah.. suara Kim Tae Hyung! Haduh, bodohnya aku!! Kenapa aku tidak bertanya lebih dulu tadi?? Dasar pabbo! Dan sekarang aku harus mengunjungi rumahnya padahal hari ini juga aku harus pergi ke Jeju. Bagaimana cara untuk mengatakannya?

Lebih baik aku berkemas dulu, aku akan mengatakan padanya secara langsung.

Sesampainya di rumah Taehyung, terlihat seorang namja tampak berpenampilan rapi sedang berdiri di depan rumah milik Taehyung. Namja itu sungguh tampan.  Dan namja itu adalah..

“Taehyung oppa?!” Namja itu pun menoleh dan segera menghampiriku.

“Kau sudah datang? Masuklah. Ada yang ingin kutunjukkan padamu.”

Entah mengapa secara refleks aku melihat kedua bibir lembut miliknya itu dan bukan menatap matanya yang indah. Omona! Kurasa segala tentangnya sudah sangat sempurna, tidak ada yang tidak indah dari dirinya. Aku menyukai matanya, cengirannya yang khas, bibirnya, dan tentu saja… Dirinya.

Sesampainya di dalam rumah, Taehyung segera mendudukanku di sofa miliknya kemudian dia bergegas berdiri .

“Eunhye.. dengarkanlah ini.. aku akan bernyanyi..”

I need you girl

Mengapa aku mencintaimu seorang diri,

Mengapa aku merasakan sakit sendirian?

I need you girl,

Mengapa aku masih saja membutuhkanmu

meski ku tahu aku akan tersakiti?

Aku mendengarkannya. Setiap kata-kata yang diucapkannya. Termasuk dengan lirik lagu yang dinyanyikannya tadi. Begitu menusuk hati. Mungkin dia disakiti pacarnya. Sungguh disayangkan, Taehyung itu sebenarnya baik. Jika aku menjadi pacarnya, tentu aku tidak akan menyakitinya.  Aish! Apa yang aku pikirkan?

“Gomawo sudah mendengarkan suaraku yang tidak mengenakkan ini.” Ucap Taehyung mengakhiri penampilannya sambil tersenyum.

Meskipun senyumannya agak aneh, tapi itu cukup manis di mataku. Apa mungkin ini adalah sisi asli dari Taehyung yang tidak ku ketahui? Jika memang benar ini adalah sisi aslinya, aku sungguh menyukai sisinya ini. Sangat menyukainya.

“Kau jangan terlalu merendah seperti itu. Suaramu merdu. Aku menyukainya. Mungkin lain kali kau bisa menyanyikan lagu lain. Aku akan setia mendengarnya.” Ucapku.

“Geuraeyo? Gomawoyo. Umm… Eunhye, kau teruskan saja pekerjaanmu. Aku akan keluar sebentar membeli sesuatu.”

“Baik.”

Taehyung sudah pergi.

Aku tahu ini tidak boleh dilakukan tapi aku sungguh penasaran.

Bolehkah aku…

Melihat sedikit isi ruangan itu,

Kim Taehyung?

Aku pun mulai beranjak dari dudukku. Namun..

-Brakk-

Omo, Taehyung sudah kembali?! Cepat sekali.. apa yang dia beli? Kulihat dia kembali dengan tidak membawa apa-apa..

“Mu-musseun iriya Taehyung-ssi?” tanyaku heran

“Aku hanya lupa mengatakan kalau  mulai saat ini kau dan aku akan berbicara secara informal. Meskipun aku lebih tua darimu, aku ingin kau tetap berbicara informal padaku dan aku ingin kau memanggilku dengan sebutan ‘Oppa’. Bagaimana?” pintanya.

“Ba-baiklah. Taehyung-ssi.. ah, maksudku oppa.”

“Gadis pintar.” Taehyung mengacak-acak puncak kepalaku.

Bagaimana seorang namja yang awalnya bersikap aneh kini menjadi begitu manis? Aku tidak percaya ini. Dia berkepribadian ganda?! Benarkah begitu??

“Baiklah, oppa akan pergi ya. Kau tetaplah disini aku tidak akan lama.”

Aku hanya mengangguk.

“Wah, pipimu memerah. Kau begitu menggemaskan. Aku jadi ingin menciummu..”

“Haa.. ANDWAE!”

“Haha.. baiklah, aku hanya bercanda. Kau ini lucu ya. Baiklah aku pergi.”

“Annyeong.” Jawabku singkat kemudian kembali menatap buku sketsaku.

Apakah…

Kim Taehyung sudah bergi? Maksudku, benar-benar pergi?

Kurasa, ya.

Baiklah, izinkan aku melihat ruangan dibalik ‘pintu terlarang’ itu, Taehyung oppa..

Aku beranjak dari dudukku dan bersiap untuk melangkahkan kakiku menuju anak tangga yang akan membawakumenuju lantai 2. Tapi..

-Brakk-

Taehyung kembali lagi? Apa dia sudah benar-benar pergi tadi??

“Maaf, mengagetkanmu. Aku kembali lagi untuk memberitahun=mu bahwa lagu yang ku nyanyikan tadi, itu untukmu.”

“Untukku? Tapi aku tidak menyakiti perasaanmu..”

“Aku pergi, sweetheart.”

Lagu? Untukku? Sweetheart?

Apa maksudnya semua itu? Dia membuatku pusing. Tapi sebenarnya, aku senang dia memanggilku sweetheart.

Haaahh.. baiklah, kali ini Taehyung benar-benar pergi bukan?

Baiklah, kali ini dengan cepat aku menapaki anak tangga dan berlari menuju ruangan itu. Ruangan yang seharusnya tidak boleh di masuki oleh siapapun.

Aku telah sampai didepan ‘pintu terlarang’. Bagaimana juga, melihat isi ruangan itu untuk kepentingan pekerjaanku juga kan?

Dengan mantap, akhirnya aku membuka ‘pintu terlarang’ itu. Dan…

“Whoaa..” decakku kagum.

Sebuah gallery mini. Rupanya dia seorang seniman.

Ruangan ini berisi banyak sekali lukisan, foto, dan juga ada patung disana. Aku menghampiri dan menyentuh setiap benda yang terdapat disana. Setiap lukisan, setiap foto-foto yang tergantung disana, dan setiap patung yang kutemui. Namun aku merasa ada yang aneh pada objek seninya itu. Bukankah….

“Ini…. aku?” Gumamku

“Ya, itu kau Park Eun Hye.”

Sebuah suara berat yang khas. Suara yang belakangan ini menggema didalam otakku. Suara yang membuatku belakangan ini selalu merinding ketika mendengarnya.

“Kim Tae Hyung?”

“Kau sudah tahu rupanya..”

“Umm ini.. ini tidak seperti yang kau kira.. a-aku hanya.. hanya penasaran.. a-aku..”

Aku begitu gugup. Eunhye pabbo! Apa yang kau lakukan?! Kau kan sudah tahu kalau kau tidak boleh memasuki ruangan ini.

Taehyung berjalan kearahku. Semakin dekat dan mendekat lagi. Aku yang semula gugup kini serasa ingin mati. Bagaimana kalau dia membunuhku? Bagaimana kalau dia melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan itu? Haaa… eottoke???

“Eunhye..”

-Gyut-

“Aku lega akhirnya kau tahu. Aku sudah tidak kuat lagi menyimpan semua ini sendiri.”

“….”

“Aku hanya ingin mengucapkan 3 buah kata yang sangat penting. Tolong dengarkan baik-baik.” UcapTaehyung setelah melepas pelukannya.

“I LOVE YOU.” Ucap Taehyung sambil menyerahkan sebuket bunga mawar putih.

“Da-darimana kau tahu aku menyukai mawar putih?”

“Aku sudah sejak lama memperhatikanmu.”

“Begitu ya..”

“Jadi.. apa kau menerimaku?”

“Aku…”

-Gyut-

“Aku menyayangimu…”

Aku tidak tahu apa yang kulakukan ini benar atau tidak. Entahlah, hatiku berkata untuk menerimanya. Meskipun belum lama mengenalnya, jauh didalam diriku aku selalu merasa bahwa kami  ditakdirkan untuk bersama. Mungkin dia memanglah takdirku.

Taehyung membalas pelukanku. Aku sungguh merasa sangat tenang dan nyaman dalam pelukannya, pelukan seperti ini yang aku inginkan selama ini. mungkin ini salah satu alasanku menjomblo. Bisa jadi…

Omona! Aku hampir lupa! Hari ini aku harus segera berangkat ke Jeju untuk Launching SJ Hotel! Aish, ini sudah terlambat.. pasti Hwayeon akan mengamuk nanti. Apa lebih baik ku undurkan saja jadwal pergiku?

“Sweetheart…, sebenarnya hari ini aku harus pergi ke Jeju untuk menyerahkan beberapa lukisan sekaligus mendekor pesta dari launching sebuah hotel baru di sana.”

“Apa itu SJ Hotel?”

“Yup.”

“Benarkah? Kebetelun hari ini aku juga harus pergi ke sana. Rekan kerjaku telah menungguku di sana.”

“Kalau begitu, lebih baik kita pergi sekarang. Kita tidak boleh terlambat.”

“Kau benar Tae.. aku akan segera ke mobilku…”

“Andwae! Kita pergi bersama. Pakai mobilku saja. Kemarikan kunci mobilmu.. aku akan memindahkan barang-barangmu.”

“Ah, tidak perlu.. aku bisa memindahkannya sendiri..”

“Kau lupa? Ini sudah tugasku sebagai seorang pacar. Arra?” Taehyung tersenyum.

“Baiklah, tapi aku akan tetap membantumu..”

“…….”

“Ayolah, hanya barang yang ringan saja…. “

“Hm.. kajja.”

-***-

Sekitar 2 jam sudah kami berkendara menuju Jeju dan selama itu juga suasana yang kami ciptakan hanyalah keheningan. Tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun..

“Sweet.. maksudku Eunhye, apa kau tidak mempunyai ‘panggilan sayang’ untukku?” Taehyung memecah keheningan.

“Untuk apa?”

“Tidak apa-apa.. “

“Sebenarnya aku tidak begitu menyukai ‘panggilan sayang’.. tapi aku ingin memanggilmu TaeTae. Bagaimana?”

“Panggilan itu manis! Lalu kau ingin kupanggil apa?”

“Apa pun terserah kau.. tapi jangan.”

“Mungkin aku akan memanggilmu HyeHye.”

“Ah.. Waeee??? Kenapa HyeHye?”
“Itu manis kau tahu? Karena kau mengulang nama depanku, jadi aku akan mengulang nama belakangmu. Kita akan menjadi sebuah pasangan yang unik.”

“TaeHye couple? Menarik.”

“Benarkan? Dibanding EunEun, aku lebih menyukai HyeHye.. haha.”

“EunEun…. Ah! Aku lupa!”

Aku lupa mengabari Ricky Sunbae kalau aku akan menuju Jeju. Aku harus mengatakan padanya kalau aku mungkin tidak bisa hadir pada pesta tempatnya tampil.

“Yeoboseyo…”

“…..”

“ChangChang sunbae, sepertinya aku tidak bisa datang..”

“…..”

“Aku sedang pergi dan sepertinya akan cukup lama. Sunbae dimana?”

“……”

“Baiklah.. acaranya beberapa hari lagi? Maaf aku tidak bisa hadir.”

“……”

“Annyeong.”

Setidaknya aku sudah mengabarinya sebelum ia menunggu kedatanganku. Berjuanglah ChangChang sunbae!!

“Siapa ChangChang?” Tanya Taehyung.

Aku tak menjawab. Aku hanya tersenyum menanggapi pertanyaannya.

“Kau selingkuh?”

“Kau cemburu?”

“Tidak…”

“Kalau begitu, jangan kau pikirkan. Tenanglah.. aku tidak mungkin meninggalkan namja aneh sepertimu.”

“Yak, aku ini tidak aneh..”

“Kau seperti alien.. kau ini 4D…”

“Memang kenapa kalau aku 4D? Kau keberatan?”

“Tidak.. aku senang kau aneh. Hubungan kita bisa anti mainstream nanti.. dan kurasa itu akan menyenangkan.”

“Kau ini bisa saja…” Taehyung mencubit hidungku..

-***-

Kami sudah sampai… Karena aku salah satu tamu penting, aku bisa menginap di hotel ini. itu kabar baiknya, kabar buruknya aku harus bekerja keras sampai acara launching hotel ini dilaksanakan. Tapi tak apa.. setidaknya aku bisa merasakan kemewahan hotel ini secara gratis. Bagus!

Aku memasuki kamar ku. Kamar ini sungguh luas. Aku meletakan barang-barangku di bawah TV yang tersedia di kamarku itu.

Kurebahkan diriku diatas kasur, perlahan-lahan kupejamkan kedua mataku dan mulai menuju alam mimpi. Melepas lelah, menghilangkan kepenatan yang ada dalam kepalaku itu lah yang kuinginkan belakangan ini. Sekarang aku mendapatkan kesempatan itu.

-Kreeek-

Terdengar suara pintu terbuka. Suara itu terdengar begitu jelas.. tidak mungkin jika itu suara pintu dari kamar tetangga. Begitu juga dengan derap kaki yang semakin mendekat ke arah ku. Derap kaki itu pun berhenti tepat di sebelahku.

Kuberanikan diriku untuk melihat siapa pemilik derap kaki itu. . tapi, aku takut. Bagaimana jika dia adalah orang jahat yang ingin macam-macam? Salahku juga karena tidak mengunci pintu kamarku tadi.

Hembusan nafas seseorang. Aku merasakan hembusan nafas itu tepat di wajahku. Berarti wajah kami berada dalam jarak yang dekat.

Dengan segera, aku membuka mataku dan yang kudapati adalah..

“Kim Taehyung?! Apa yang kau..”

“Ssstt…. sebentar saja..”

_TBC_

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s