My Love

Titile: My Love

Main cast:
Kim Hwa Yeon
Cho Kyuhyun

Genre: Romance
Rating: NC-21
Author: Kim Hwa Yeon

Note:
Ini ff sedikit aneh. Maaf kalo banyak typo juga. Semua ff ini murni ide dari author masing-masing. Kalo ada kesamaan cerita, berarti itu tidak disengaja. Jangan bash disini, kalo ga suka. cukup tekan tombol back aja di pojok atas kiri.
Aaaah, berhubung ini ff NC, anak kecil dilarang baca yaaa. Nanti otaknya terkontaminasi. Dan juga, maaf kalo kurang memuaskan. Maklum, masih amatiran.
Oke oke? di tunggu commentnya juga ya. Happy Reading! ^^

***


Apa kalian percaya adanya malaikat?
Malaikat itu ada, hanya saja..
Ada peraturan yang harus mereka patuhi
Salah satunya adalah…
Dilarang jatuh cinta dengan sosok yang berbeda.
Manusia, Malaikat, Iblis
Mereka dilarang saling mencintai
Tapi siapa yang bisa melarang cinta?
Banyak orang yang berani melawan batasan dirinya hanya untuk mendapatkan cinta
Tidak adil bukan?
Ya.. semua ini memang tidak adil
Tapi mau bagaimana lagi?
Peraturan dunia langit tidak boleh dibantah
Bagi siapapun yang melanggar, mereka akan dimusnahkan atau dibuang.
Jika saja aku boleh memilih..
Aku lebih memilih bereinkarnasi menjadi manusia

Aku adalah Kim Hwa Yeon.

Malaikat yang dibuang ke dunia manusia karena melanggar peraturan dunia langit yaitu dilarang mencintai sosok yang berbeda. Ya, ak mencintai sosok yang berbeda. Aku mencintai seorang iblis. Tepatnya pangeran dunia iblis. Di dunia lain, namaku adalah Anna. Aku dulunya adalah malaikat yang mengatur kehidupan, entah itu di dunia langit ataupun dunia manusia.

Sekarang disinilah aku. Di dunia manusia. Aku tinggal di dunia manusia bersama malaikat buangan yang lainnya. Kami ber4 tinggal dalam 1 rumah yang bisa dibilang sangat besar. Dari kami ber4, malaikat yang paling tua adalah Feifei. Dia adalah malaikat yang mengatur musim semi. Lalu selanjutnya adalah Vurry. Dia adalah malaikat yang mengatur musim gugur. Sedangkan yang terakhir adalah Fiona. Dia adalah malaikat yang mengatur pasukan dunia langit.

Kami ber4 adalah segelintir malaikat utama di dunia langit. Tpi karena kami melanggar peraturan, kami diadili dan akhirnya dibuang ke dunia manusia. Malaikat yang pertama kali dibuang ke dunia manusia adalah Fiona. Saat dia sedang melatih pasukan dunia langit, tanpa sengaja senjatanya membunuh salah satu pasukan. Lalu yang kedua itu Feifei dan Vurry. Mereka sama sepertiku. Dibuang ke dunia manusia karena melanggar peraturan dunia langit. Mereka berdua jatuh cinta dengan sosok manusia.

“Hey! Kenapa kau senang sekali melamun?” suara seseorang menyentakku. Dia Wookie, teman dekatku disekolah. Ya, dia tau semua tentang diriku. Aku mempercayainya. Dia sudah seperti kakakku sendiri.

“Aniya. Eh, tumben kau sendiri. Mana si kepala besar itu?” mendengar ucapaku, otomatis dia menjitak kepalaku dan itu sukses membuatku meringis.

“Sakit Wookie!” aku mempout out bibirku sambil melipat tanganku di depan dada.

“Cih! Panggil aku eonni! Aku ini lebih tua darimu bocah!”

“SHIREO!”

“Aish anak ini! Terserahmu saja!” aku tersenyum penuh kemenangan. Tentu saja dia tidak akan bisa berdebat denganku. Kkk~

Ah, aku lupa bilang. Di dunia manusia ini, aku bersekolah di SJ High School. Aku kelas 1 SMA di sini. Sedangkan eonniku tersebar di kelas 2 dan 3.

Hari sudah semakin sore. Malam ini adalah malam purnama. Bagi malaikat sepertiku, jika terkena sinar bulan purnama akan sangat fatal akibatnya. Karena saat malam purnama, semua iblis akan berkeliling di wilayah dunia manusia untuk mencari ‘makanan’. Aku segera berpamitan dengan Wookie lalu berjalan pulang. Sebenarnya aku bisa saja terbang, tapi aku malas. Aku lebih suka berjalan kaki. Lebih sehat.

Aku berjalan sambil bersenandung. Aku sedang berjalan di taman. Aku tersentak saat seseorang menarikku lalu membungkam bibirku. Mataku melotot kaget. Kaget karena dicium secara tiba tiba dan kaget saat mengetahui siapa yang menciumku. Aku mengerjapkan mataku beberapa kali. Dia terus melumat bibirku sampai akhirnya dia menyesap lembut bibirku sukses membuatku melenguh tertahan. Ah, kakiku terasa lemas.

Jika tangannya tidak menahan pinggangku, mungkin aku sudah jatuh. Ak mengalungkan tanganku di lehernya, memejamkan mata dan menikmati setiap pergerakkannya di bibirku. Dia menarikku semakin mendekat, mendekapku erat. Seakan tak ingin melepasku. Saat ia menjauhkan wajahnya, aku membuka mataku. Kulihat ia tersenyum lembut kearahku. Ia membelai pipiku lalu bibirku. Aku begitu merindukannya. Merindukan sentuhannya.

“Aku merindukanmu” ia mengatakannya lirih.

“aku juga. Aku juga merindukanmu.” Ak kembali memeluknya erat. Menenggelamkan wajahku di dada bidangnya. Menyesap aroma tubuh yang begitu kurindukan. Bisa kurasakan ia mengecup puncak kepalaku.

“lebih baik kita kerumahmu. Sebentar lagi bulan purnama.” Aku hanya menurut saat ia menarikku menuju rumahku sendiri.

Sesaat setelah memasuki rumah, dia langsung menggiringku ke dalam kamarku sendiri lalu menguncinya. Dengan sigap ia kembali melumat bibirku. Menjelajahi rongga mulutku dengan nikmat. Aku hanya menikmati setiap perlakuannya padaku.

Ia mendorongku ke dinding, menempelkan tubuh nya pada tubuhku. Ia menekan bagian tubuh bawahnya ke selangkanganku. Aku melenguh pelan saat merasakan sesuatu yang keras menggesek gesek selangkanganku. Ia terus menggesek gesekkan selangkangannya pada selangkanganku sambil mengukir jejak kepemilikannya di sekitar leherku. Mataku terpejam dengan bibir setengah terbuka yang mengeluarkan suara desahan dan erangan lembut
Ia membuka paksa kemeja seragamku lalu menyesap bagian dada atas. Tangannya dengan cekatan meraih pengait braku dan melepasnya. Ia beralih mengulum puncak dadaku sedangkan tangan satunya mulai menyusup kedalam rok dan celana dalamku ia mulai memainkan jarinya di dalam sana. Aku hanya sibuk melenguh dan mengerang sampai akhirnya aku merasakan gelombang kenikmatan menghantamku membuatku menjerit tertahan karena dengan sigap ia mengunci bibirku. Tubuhku bergetar hebat karena ia tidak berhenti menggoda selangkanganku. Ia terus mengukir jejak kepemilikannya d tubuhku sampai akhirnya aku orgasme untuk yang ke 2 kalinya. Tubuhku terasa sangat lemas.

Ia segera menggendongku bridal style ke arah ranjang lalu membaringkanku ke ranjang. Ia melepas seluruh pakaiannya lalu pakaianku. Tanpa membuang waktu, ia segera mengangkangkan kakiku lalu melesakkan kepalanya di sana. Tubuhku bergetar hebat saat merasakan benda lunak dan basah menggoda selangkanganku. Ia menghisap dan menjilatinya membuatku benar benar melayang. Aku hanya sibuk melenguh sampai akhirnya gelombang itu datang kembali, aku merapatkan kakiku tapi di tahan olehnya. Malah d kangkangkan lebih lebar. Aku hanya pasrah mengikuti keinginannya. Akhirnya ia menyudahi menyiksaki lalu mengecup singkat selangkanganku membuatku mengerang.

“Aku akan memasukkannya.” Belum sempat aku menjawab..

“Ahhh.. “ ak memejamkan mataku saat merasakan benda super besar meneerobos liang kewanitaanku.

“Aaaaakkggghhh!” aku berteriak saat ia menghentakan juniornya masuk dalam 1 sentakan. Ia memijat dadaku untuk mengurangi rasa sakitnya. Sampai aku mulai rileks, ia mulai menggerakkannya perlahan.

“Ahh..ohh..yahh..disana..ohhhhh” aku terus mengerang menikmati setiap pergerakannya di dalam tubuhku

“Oooouuuhhhhhhhhh” kepalaku melesak ke bantal sedangkan punggungku melengkung naik saat juniornya mengenai sweetpot ku

“oooh..yess..emhh..there..aah..fasterr..” aku terus melenguh dan mengerang nikmat saat ia mempercepat pergerakannya

“oooh…ohhh.yaaaa.aaah..yeahhh.ooooh…AHHHHHHH!” aku berteriak saat cairanku tumpah ruah mengenai batangnya. Ia semakin mempercepat gerakannya membuatku menggila.

“Ahhhh.. you’re so tight!” ia terus menghujam sweetpotku dengan kecepatan menggila.

“Ahhhhhhh…” aku tersenyum saat merasakan cairan hangat mengalir didalam rahimku. Ia ambruk di ataasku membuat selangkangannya lebih masuk kedalam. Ia menopang tubuhnya dengan siku sambil memandangku penuh nafsu.

“bagaimana kau bisa ke sini? Bagaimana kalau dewa murka?” ak memegang pipi tirusnya lalu mengusapnya pelan.

“dewa sudah tau. Aku sudah bukan pangeran dunia langit. Saat ini aku hanya manusia biasa. Begitu juga denganmu.”

“Bagaimana bisa begitu?”

“Tentu saja bisa. Apa yang tidak bisa kulakukan untukmu? Kau adalah segalanya bagiku. Jangan pergi meninggalkanku lagi, aku sekarat tanpamu, sayang.”

“Tapi kau tidak mungkin bisa melakukan hal itu dengan mudah kan? Kau seorang pangeran dunia langit. Kau calon dewa.”

“Aku tidak menginginkan semua itu, semua yang kuinginkan hanya kau. Cukup denganmu, aku sudah merasa bahagia. Kumohon, tinggalah disisiku. Aku akan berusaha sekuat tenga untuk membahagiakanmu.”

“benarkah?” mataku berkaca-kaca saat mendengarnya. Dia sungguh….manis

“Ne. Kita akan hidup berkeluarga mulai sekarang.” Ia mengecup bibirku lalu melumatnya sekilas.

“Aku mencintaimu.”

“Aku tau.”

“hanya itu?”

“Aku jga mencintaimu.” Setelah aku selesai mengucapkannya, ia menggerakkan pinggulnya membuatku mengerang..

“Ahh..Aku minta tambahan ronde sayangg”

“Ahhhh..mwo??”

“shhh..5ronde..oooh..kau sungguh nikmat sayang..”

“apaaaah?? Limah ronde aaaaaagh!” aku hanya sibuk melenguh dan mengerang. Kubiarkan dia menguasai tubuhku. Karena aku mencintainya, dan kini aku tau kalau dia pun mencintaiku. Aah, dia bahkan melewati batasan dirinya agar bisa hidup bersamaku. Cinta itu memang indah tapi pada waktunya. ^^ Tanpa perjuangan, cinta itu tidak akan berarti apa apa.

END

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s