You are not handsome but damn sexy~

Tittle     : You’re not handsome but damn sexy!!

Cast     :

Kim Jongin ( Kai EXO)

Go Hye Ri (OC)

Other   :

Cho Hyo Jin (OC)

Wu Yi Fan ( X- EXO Kris)

Genre   : romance, school life,humor (maybe)

Ratt      : G (meraGukan)- Molla~

Author  : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Warn    : typo bertebaran, alur ngaco, bahasa yang waw, humor gagal

Anyeong readers!!!

Author 2 is back~~

Kali ini Author balik dengan FF Oneshot as always~~

FF ini terinspirasi saat Author nonton MV EXO-Call me baby..

Ini menceritakan apa yang Author pikirkan tentang seorang Kai..

Author juga ngebiasin Kai jadi gak mungkin Author ngebash Kai..

Dan ini asli keluar dari pikiran pervert Author~~

Oke, kalo ada typo, Author tau kalau kalian lebih pintar dari Author jadi pasti kalian ngerti apa yang Author maksud.

..Happy Reading..

————————————————————————————————————–

*Hye Ri POV*

“Aku benci Kai!! Aku sungguh membencinya!!!”teriakku saat aku berada di kamar temanku. Kutenggelamkan kepalaku di bantal bersarung gambar Bobby Ikon(?) *gak penting*

“Ya! Hye Ri! Bisakah sedetik saja kau tidak berteriak? Ini rumahku!” Hyo Jin berteriak dari arah kamar mandi.

“Apa bedanya denganmu,eoh? Ya! Sampai kapan kau berada di kamar mandi nona Cho? Kau sudah 2 jam tidak keluar dari sana!!” Aku heran kenapa ia bisa sangat lama di dalam kamar mandi yang dingin itu.

“Mianhae. Oh ya, kenapa kau berteriak seperti itu?” tanya Hyo Jin. Sebenarnya aku malas mengingat hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, daripada Hyo Jin mengancamku dengan tidak mentraktirku saat istirahat lebih baik aku memberitahunya.

“Jadi begini….”

*flashback*

“Apa kalian menunggu penampilan dari keduabelas namja tampan nan sexy?” ucap MC yang aku tau dia adalah Ketua OSIS di SM High School, Jung Yunho.

“Yeah!! We want them!!!” teriak seluruh murid termasuk aku berteiak. Di sini ini tidak ada yang tidak menyukai keduabelas namja tampan yang tergabung dalam grup dance EXO.

“Kita sambut dengan meriah, EXO!!!!” teriak Yunho dan langsung direspon oleh penonton dengan teriakan.

“Wu Yi Fan! Huang Zitao! Kim Minseok! Kim Jongdae! Xi Luhan! Zhang Yixing! Kim Joongmyeon! Oh Sehun! Park Chanyeol! Byun Baekhyun! Do Kyungsoo! Dan yang terakhir dan paling sexy….” Yunho memanggil satu persatu member grup Exo dan saat member terakhir ia menggantungkan kalimatnya. Dan seluruh murid langsung memanggil nama namja terakhir itu.

“Kim Jongin!!!! AAA~~”

Dan munculah namja berkulit tan dengan senyum yang menghiasi wajah sempurnanya.

GLUP

Aku hanya bisa meneguk air liurku susah payah. Kenapa? Tak bisakah kalian lihat kalau hanya seorang Kim Jongin a.k.a Kai yang menggunakan celana dengan warna terang? Tak sadarkah dia kalau ‘itu’ nya tercetak jelas karna warna celananya yang terang? Ups..

Kalian bingung? Hmmm,bagaimana yah cara menjelaskannya? Oke, akan aku jelaskan. Sebenarnya selama ini aku selalu memperhatikan Kai. Bukan sebagai teman kecil tetapi sebagai lawan jenis. Tetapi ini semua diawali saat HyoJin menceritakan pengalamannya saat melakukan ‘itu’ dengan Kris a.k.a Wu Yi Fan yang juga anggota EXO. Waktu itu Kris bilang kalau Kai itu ‘paling besar’ kedua setelah dirinya. Dan itu membuatku penasaran sehingga aku selalu memperhatikannya dan lama-lama ada rasa yang timbul saat aku melihat Kai.

Entahlah, rasanya tak dapat di definisikan dengan kata-kata. Kalian boleh memanggilku sebagai yeoja mesum. Itu terserah kalian karna menurutku itu benar adanya.

Oke, sudah cukup penjelasannya. Kita kembali pada penampilan mereka. Mereka menampilkan dance Call me baby. Semua yeoja berteriak saat seluruh anggota EXO melakukan gerakan dance yang sedikit err.. sexy? Kalian tau kan gerakan dimana anggota EXO memegang bagian privasi mereka kan? Nah, itulah yang membuat semua yeoja berteriak gila. Dan aku hanya bisa menganga melihatnya. Hyo Jin? Ia sudah pingsan melihat Kris menangkup bagian ‘itu’ nya. Mungkin ia sudah lama tak merasakannya. Dasar yeoja pervert.

Kukunci pandanganku terhadap Kai. Dan aku menyesal. Badan penuh keringat, tatapan sexy nan tajam, senyum yang lebih condong pada seringai, dan jangan lupa liukan badannya saat menari. Aku tak dapat menahannya dan aku bersumpah aku membenci Kai!!

*flashback off*

*Hye Ri POV end*

*Author POV*

“Hahahaha…. Aigo, ternyata sifat yadongku menular padamu? Jadi kau menyukai Kai hanya karna kau penasaran dengan ‘ukuran’ Kai? Haha.. “ Hyo Jin tak henti-hentinya tertawa mendengar curhatan sahabatnya itu.

“Ya! Ini semua karna percakapan yadong antara kau dan Kris! Kalau saja kalian tidak membicarakan itu didepanku mungkin aku tidak akan seperti ini. Kau tau kan aku dan Kai adalah teman kecil. Aku takut ia malah menjauhiku.” Hye Ri mempuotkan bibirnya. Ia tak terima ditertawakan oleh sahabatnya.

“Haha.. habis kau lucu sekali, Hye Ri. Jadi hanya dengan melihat Kai kau bisa membayangkan kau sedang ‘itu’ dengan Kai? Wah, ternyata kau lebih pro daripadaku. Haha… Selamat datang di dunia pervert!! Haha..” HyeRi memandang Hyo Jin dingin nan tajam. Dan Hyo Jin hanya bisa menggaruk tengkuknya.

“Aish, molla.. Pokoknya besok aku tidak ingin bertemu Kai. Dan kau harus menemaniku. Arra?” ucap Hye Ri.

“Ya! Kau tau kan kalau member EXO selalu bersama? Kalau kau tak mau menemuinya berarti aku tak bisa bertemu dengan namja alis ulat bulu ku~” Hyo Jin memelas pada Hye Ri dengan menggunakan puppy eyesnya yang gagal total dan hanya bisa membuat Hye Ri mual.

“Tidak bisa! Kau harus menemaniku! Kau bisa bertemu dengan si alis ulat bulu mu setelah pulang sekolahkan? Ayolah~ Jebal~” Sekarang Hye Ri yang memelas pada Hyo Jin dengan blink-blink eyes(?) dan Hyo Jin hanya bisa memutar bola matanya malas.

“Baiklah. Tapi apa kau tak menyadari sesuatu?” Hye Ri menggelengkan kepalanya.

“Bagaimana caranya kau tak mau melihat Kai jika kau satu kelas dan kau adalah teman sebangku Kai? “

Pertanyaan dari Hyo Jin membuat Hye Ri diam untuk sesaat.

1

2

3

Dan..

“HUWAAAA!!!!! Kau benar!! Bagaimana ini?!” Hye Ri langsung berteriak dan memeluk Hyo Jin erat. Hyo Jin hanya pasrah dan menyesali perkataannya dalam hati.

“Sudahlah. Kita lihat besok saja. Aku sudah mengantuk. Lagipula biasanya EXO berlatih dance sampai bisa bolos sekolah. Berharap saja kalau besok mereka akan membolos. Aku akan menghubungi Kris untuk menghalangi Kai untuk masuk kelas. Puas?” Hye Ri langsung mengeratkan pelukannya.

“Ya! Kau mau membunuhku! Aku tak dapat bernafas! Lepaskan aku kalau tidak akan kubuat kau berdua terus dengan Kai besok!” ancaman Hyo Jin berhasil. Hye Ri langsung melepaskan pelukannya dan langsung tertidur di kasur Hyo Jin.

“Aish.. Anak ini ada-ada saja..”

*skip time*

Hari ini adalah tepat 2 minggu Hye Ri menjauhi Kai dan hari ini juga merupakan hari terburuk dalam sejarah seorang Go Hye Ri. Bagaimana tidak Kris bilang selama sebulan ini EXO sedang puasa latihan dance sehingga Kai tidak mungkin bolos. Lalu, karna tak sengaja melakukan skinship  dengan Kai, Hye Ri jatuh dengan posisi yang sangat tidak anggun sehingga lutut dan siku nya terluka dan berdarah. Tak hanya itu saja, hari ini Jung seonsaeng memberikan tugas kelompok dan kelompoknya ditentukan sesuai tempat duduk. Yang berarti Hye Ri bersama Kai. Dan parahnya sekarang mereka berada di rumah Kai. Dan Kai duduk di depannya.

“Hey, kenapa sejak pagi mukamu ditekuk begitu? Apa kau sakit? Kau bahkan tak berbicara sejak tadi.” Tanya Kai pada Hye Ri. Hye Ri hanya menggelengkan kepalanya. Ia tak berani menatap wajah Kai.

“Ya! Aku sedang berbicara padamu. Jadi tatap mataku! Ada apa denganmu?” tanya Kai dengan lembut. Hye Ri menatap mata Kai.

‘Omona! Matanya indah sekali! Lihatlah wajahnya yang sangat sempurna itu! Aish, bibirnya terlihat sangat juicy! Bagaimana rasanya jika bibir itu berada di bibirku ya? Omona! Pasti wajahku sudah sangat merah.’ –batin Hye Ri.

“Ya! Wajahmu merah dan sangat panas! Kenapa tidak bilang daritadi kalau kau panas,eoh? Aish, bagaimana ini? Eomma dan Appa sedang pergi. Baiklah kau berbaring di kamarku saja.” Ujar Kai panik.

Hye Ri membulatkan matanya saat Kai menggendongnya dengan bride style. Refleks ia mengalungkan lengannya dileher Kai. Kalau dilihat sekilas mereka seperti pasangan pengantin baru yang akan melaksanakan ritual malam pertamanya.*reader: apa sih thor?- Author:hehe.. mian. Author gilanya kambuh- reader:-_-*

“Kai, sungguh aku tidak sakit. HACHI!” Hye Ri menyesali telah bersin di depan Kai. Kai segera menidurkan badan Hye Ri di kasurnya yang cukup luas. Kai melihat ke arah jendela. Hujan lebat sedang mengguyur kota dengan sangat deras.

“Kau ini. Kenapa tidak bilang kalau kau sedang sakit, eoh? Dan karna sekarang hujan lebih baik kau berbaring disini. Jika sudah reda akan kuantarkan ke rumahmu.” Kai kini duduk di pinggiran kasurnya. Ia melihat Hye Ri masih tidak mau menatap wajahnya. Sungguh bukan hal biasa yang dilakukan oleh teman kecilnya ini.

“Kai, dingin.” Hye Ri memang yeoja yang tak tahan dingin. Kai tau itu. Yeoja yang menjadi teman sejak kecilnya ini sangat tidak tahan dingin.Kai menyelimuti badan Hye Ri dengan selimut yang lebih tebal tapi tidak terasa membantu bagi Hye Ri.

“Kai, masih dingin.” Hye Ri makin menggigil kedinginan. Kai tak sanggup melihatnya kedinginan jadi ia memutuskan untuk membuka bajunya dan masuk kedalam selimut bersama Hye Ri. Hye Ri terkaget saat Kai memasuki selimut.

“A-apa yang kau lakukkan? Jangan macam-macam!” Hye Ri mulai berfantasi liar.

“Tenang saja aku tidak akan macam-macam. Kata Eomma jika kedinginan akan cepat hangat dengan panas tubuh. Jadi kubuka bajuku sehingga jika kau memelukku akan terasa lebih hangat. Sini peluk aku.” Kai merentangkan tangannya untuk memberi kode supaya Hye Ri memeluknya.

“Shireo! Aku tak mau memeluk- Aaa!!!”

DUAR

Hye Ri memeluk Kai erat. Satu fakta lagi tentang Hye Ri. Ia sangat takut pada petir dan guntur. Kai mengelus kepala Hye Ri lembut. Hye Ri sudah merasa nyaman.

“Hiks.. aku takut.. hiks.. Kai.. jangan tinggalkan ku sendirian.. hiks.. Eomma dan Appa sedang tidak ada di rumah.. hiks” isak Hye Ri. Kai mengeratkan pelukannya. Ia tau betul sifat teman kecilnya jika sedang ketakuatan. Cengeng.

“Shhh.. tenanglah. Ada aku disini. Aku takkan meninggalkanmu. Baiklah, kau menginap saja disini.  Aku akan menjagamu. Jadi sekarang tenang dan tidurlah.” Kai mengecup pucuk kepala Hye Ri dan itu membuat rona merah dipipinya terlihat kontras dengan kulitnya yang putih. Kai mulai menggumamkan lagu tidur untuk Hye Ri.

“Gomawo, Kim Jongin.” Ucap Hye Ri sambil memandang wajah Kai yang sedang menatapnya lembut. Sekilas Kai menujukan senyumannya pada Hye Ri. Hye Ri menyamankan kepalanya pada dada bidang Kai. Kai melihat Hye Ri yang sudah berada dialam mimpi sambil tersenyum.

“Ternyata Eomma benar. Ini sangat hangat. Apa kau merasakannya?” Kai berkata lirih supaya tidak membangunkan Hye Ri. Seakan memberi jawaban Hye Ri menganggukan kepalanya dan kembali menyamankan kepalanya di dada Kai. Dan Kai pun menyusul Hye Ri ke alam mimpi.

*next day*

KRING KRING

Kedua insan muda baru bangun dari tidurnya. Awalnya mereka biasa saja mengingat jika sedang hujan deras Kai pasti datang menemani Hye Ri sampai tertidur. Tapi saat mereka saling memandang, kedua pasang mata mereka terbuka lebar. Dan..

1

2

3

“AAAAAAAAAAAA!!!!!!!” teriak mereka berdua. Kini mereka berdua dalam keadaan tanpa sehelai benang. Dan karna tak sadar Hye Ri tidak menutup bagian dadanya sehingga Kai dapat melihatnya dengan jelas. Sedikit menguntungkan untuk Kai.

“Aigo, kalian ini berisik sekali! Eomma baru saja ingin membangunkan kalian. Anyeong, Hye Ri.” Sapa Eomma Kim ramah. Kini mereka berdua saling beradu pandang dan langsung memberikan deathglare pada Eomma Kim. Yang ditatap hanya bisa tersenyum bodoh.

“Eomma, jelaskan ini.” Hye Ri sangat dekat dengan keluarga Kim sehingga ikut memangginya Eomma.

“Sebenarnya Eomma dan Appa kaget melihat kau ada disini. Tapi kami sadar kalau tadi ada hujan deras. Tapi yang membuat Eomma kaget yaitu Jongin tidak menggunakan atasan. Jadi kami sepakat untuk memberi kejutan pada kalian. Mian. Hehe..” Eomma Kim menjelaskan dengan santai.

“Aish, Eomma. Jangan seperti ini dong! Untung Hye Ri tidak sempat memukulku dan menggangapku namja yadong.” Kata Kai.

“Tapi kau senangkan Jongin bisa melihat badan mulus milik Hye Ri? Eomma rasa kau sudah melihat dadanya. Bagaimana? Besar tidak?” tiba-tiba datanglah Eomma Go. Mereka berdua kembali mengangakan mulutnya kaget. Tapi mengingat perkataan Eomma Go, Hye Ri langsung menutup dadanya dengan selimut jangan lupakan mukanya yang memerah. Kai? Ia hanya bisa meneguk air liurnya.

“Eomma, jangan seperti itu! Aku malu~” Hye Ri berbicara lirih pada Eommanya. Duo Eomma ini semakin meninggikan seringainya.

“Bagaimana Jongin? Besar tidak?” tanya Eomma Kim.

“Aku tak melihatnya.”

“Jangan berbohong, Kim Jongin.”

“Aku sungguh tak melihatnya, Eomma.”

“Jujur saja Kai.”

“Aku tidak melihatnya!”

“Tak ada uang jajan selama setahun!”

“Aish.. Baiklah, aku melihatnya.” Kai mengakuinya. Dan Duo Eomma makin bahagia.

“Jadi?”

“Jadi?” Kai bingung dengan perkataan Eomma Go.

“Ukurannya!” teriak duo Eomma itu.

“Eomma, jangan begitu!” Hye Ri memandang Eommanya dengan muka memerah. Wajar saja kan kalau sekarang dia malu?

“Lu-lumayan besar.”

BLUSH

Mendengar jawaban Kai, Hye Ri semakin menundukkan kepalanya wajahnya sudah lebih merah dari darah segar.

Duo Eomma tersenyum dengan senyum kemenangan. Kini giliran Hye Ri yang digodain.

“Anak yang jujur. Sekarang Hye Ri. Apa aku sudah meliat punya Kai?” tanya Eomma Go. Hye Ri menggeleng.

“Tidak. Aku tidak melihatnya.”

“Aigo, kau ini Jongin. Kau tidak adil. Kau sudah melihat dada Hye Ri tapi kau tidak menunjukan punyamu. Tunjukan sekarang!” Perintah dari Eomma Kim membuat dua insan muda didepannya membulatkan mata mereka.

“Tidak perlu, Eomma. Tadi kan Kai tidak sengaja melihatnya.” Hye Ri membela Kai. Sebenarnya ia juga membela dirinya. Hey, hanya melihat punya Kai yang tercetak di celana saja sudah membuat Hye Ri basah, apalagi tidak ditutupi apa-apa? Hye Ri mungkin akan klimaks berkali-kali. *lebay*

“Tuh, Eomma dengar sendirikan. Aku tak sengaja melihatnya. Jadi tidak usah yah? Jebal~” Kai mengeluarkan jurus andalannya . Puppy eyes. Dan itu tidak mempan untuk duo Eomma ini.

“Shireo! Tunjukan sekarang juga atau Eomma potong sampai habis punyamu?”

GULP

Ancaman Eomma Go sangat seram. Masa depan Kai bergantung pada ini.

“Apa Eomma tega? Jangan Eomma.” Hye Ri kembali membela Kai.

“Kau tidak lihat ini, baby? Dengan sekali potong habislah seluruh masa depanmu, Kim Jongin.” Ucap Eomma Go sambil memegang sebuah pisau dapur yang entah bagaimana ia mendapatkannya.

“Baiklah! Arraseo! Aku akan menunjukannya! Aish, dasar duo mesum!” Kai sudah terpojok sehingga yang bisa ia lakukan hanya mengabulkan permintaan mesum kedua Eommanya. Kai menarik nafas panjang dan mulai memegang ujung selimut yang menutupi badannya.

Hye Ri? Kepalanya sudah ditahan oleh Eommanya untuk melihat kearah Kai. Ia harus melakukannya demi masa depan Kai. Ia tak mau dianggap sebagai perusak masa depan. Dan Kai mulai menyingkap selimutnya sehingga ‘milik’nya terlihat.

Dan Omo!!!!BESAR SEKALI!!!

Duo Eomma beserta Hye Ri hanya bisa membulatkan matanya. Mereka tak menyangka ‘ukuran’ Kai sebesar dan sepanjang ini.

“Aigo.. uri Jongin sudah besar. Kenapa kau tidak pernah bilang pada Eomma ?” tanya Eomma Kim.

“Untuk apa aku harus memberi tau Eomma tentang ukuranku?” jawab Kai ketus. Sepertinya ia sudah tak sadar sedang mempertunjukan punyanya pada seoran gadis.

“Ah~ Aku sungguh lega melihatnya. Kalau begini aku tak harus khawatir menitipkan Hye Ri pada Jongin.” Kata Eomma Go sambil berkaca-kaca

“Maksud Eomma?” tanya mereka bersamaan. Eomma Kim menarik nafas panjang sebelum menjelaskan yang sebenarnya terjadi.

“Begini, sebenarnya Appa kalian telah menjodohkan kalian sejak kecil. Kami sengaja tidak memberitau kalian supaya cinta kalian tumbuh bukan karna paksaan. Kami tak tau apa kalian saling mencintai atau tidak , tapi kami hanya ingin yang terbaik untuk kalian berdua.” Eomma Kim menjelaskan dengan pelan.

“Aku mencintai Hye Ri ,Eomma.”

Hening..

Hye Ri yang langsung sadar akan pernyataan Kai langsung menangis bahagia tetapi ia menundukan kepalanya supaya tidak ada yang melihatnya. Tapi Kai sudah menyadarinya. Ia mengangkat wajah Hye Ri dan memandangnya lembut.

“Apa itu benar? Kau sedang tidak bercanda kan?” tanya Hye Ri memastikan. Kai menganggukan kepalanya mantap.

“Aku serius. Aku sedang tak main-main. Apa kau tidak menyadari perasaanku selama ini, eoh? Untuk apa aku mau menemanimu tidur jika kau kedinginan atau kau sedang ketakutan  kalau aku menyukai yeoja lain? Jika aku tidak menyukaimu, mungkin lebih baik aku berkencan dengan yeoja lain daripada menemanimu selama ini. Dasar pabbo. Jadi apa kau menyukaiku?” Ucap Kai sambil memeluk Hye Ri.

“Dasar namja tak peka!! Untuk apa selama ini aku memintamu untuk menemaniku jika aku menyukai namja lain,eoh? Tentu saja aku menyukaimu!” Hye Ri memukul dada bidang Kai. Dan Kai hanya bisa tertawa mendengarnya. Duo Eomma pun tertawa.

“Baiklah. Minggu depan adalah hari pernikahan kalian. Tidak ada penolakan dan kalian boleh melanjutkan kegiatan ranjang kalian. Eomma pergi dulu. Bye~” Duo Eomma pun menutup pintu dan menguncinya.

Kini mereka berdua kembali canggung. Tapi Kai mulai memberanikan dirinya untuk kembali memeluk Hye Ri.

“Saranghae, Kim Hye Ri.”

“Nado Saranghae, Kim Jongin”

Mereka saling memeluk erat seakan jika terlepas mereka akan terpisah jauh.

“Kai~”

“Waeyo, chagi?”

“Aku masih tak percaya menyukai orang sepertimu. Kau itu pervert!”

“Ya! Aku tampan, terkenal, jago dance. Kau harus bahagia memiliki namjachingu sepertiku.”

“Kuakui kau memang terkenal dan jago dance tapi, kau tak tampan, Kai.”

“Lalu?”

“Kau Sexy~ haha..”

“Kau menggodaku?”

“Molla~”

Mereka tertawa bahagia. Sampai akhirnya mereka saling menatap dan mengagumi sosok yang berada didepan mereka. Kai berinisiatif (lagi) untuk memecah keheningan.

“Bolehkah?”tanya Kai lembut. Hye Ri menundukan kepalanya dan mengangguk pelan. Yah, kalau sudah basah kenapa tidak sekalian mandi saja? Itulah yang dipikirkan Hye Ri.

Sekarang mari tinggalkan dua insan yang sedang bercumbu dan berbagi kasih satu sama lain. Ini kegiatan privasi jadi kita tinggalkan saja..

EPILOG

“Aigoo, tak sopan sekali kau mendahuluiku. Semoga bahagia yah^^ Jangan lupa berikan keponakan lucu untuk kami. Hha..” ucap Hyo Jin sambil memeluk Hye Ri.

“Gomawo. Kapan kalian akan menyusul?” tanya Kai pada Kris.

“Secepatnya. Kami tidak ingin buru-buru menikah sih.” Kata Kris tenang.

“UEKK.. UEKK.. Kris, kenapa aku mual sekali yah? Padahal tadi pagi aku sarapan.” Ucap Hyo Jin polos.

Hening

Kini semua mata tertuju pada Kris. Yang ditatap hanya bisa menggaruk tengkuknya dan tersenyum bodoh.

“YA!!! CEPAT NIKAHI HYO JIN!!!”

END

Bagaimana? Semoga kalian suka yh^^

Jangan lupa commentnya~

Gomawo yang udah mau baca FF nista ini..

Sampai ketemu di FF selanjutnya!!!

~Cho Hyo Jin

 

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s