It’s Hard to Say That I Love U~

Tittle   : I’m sorry, it’s hard to say that i love you

Cast   :

Cho Hyo Jin

Lee Howon (Hoya Infinite)

Other :

Lee Sungjong (Sungjong Infinite)

Lee Sungyeol (Sungyeol Infinite)

Jang Dongwoo(Dongwoo Infinite)

Kim Myungsoo(L Infinite)

Genre : Romance, school life

Author : Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Ratting         : G

Anyeong Readers!!!

Author 2 kembali dengan FF Special Project buat Hoya!!!

Sekali lagi Author minta maaf!! Harusnya FF ini dipost tanggal 28 kemarin, tapi seperti yang Author bilang dengan tidak berperike-bias-an, sinyal pergi meninggalkan Author..

Jadi baru sempet sekarang~~

Sebenarnya Author udah bikin ini sejak Desember 2014 …

Judul ini gak nyambung sih, tapi semoga kalian menyukainya..

Minta commentnya yh^^

Sekian dari Author2~~

Happy Reading~~

—————————————————————————————–

Cho Hyo Jin. Di Infinite school siapa sih yang tak  kenal  dengannya? Dia adalah yeoja biasa sebenarnya, tetapi ia menjadi istimewa semenjak satu sekolah tau kalau yeoja ini menyukai namja bernama Lee Howon atau sering dipanggil Hoya . Tak akan jadi masalah kalau sang namja adalah namja biasa.

Dan sayangnya bukan.

Hoya adalah ketua klub dance dan juga jagoan dari klub atletik disekolah. Tak sedikit yeoja yang menyukainya.

Hyo Jin juga sebenarnya sedikit populer karna prestasinya dibidang vocal. Tak jarang ia mengharumkan nama sekolah dengan membawa piala juara 1 pada lomba bernyanyi.  Setidaknya ia mempunyai gelar selain ‘yeoja yang  menyukai Hoya’.

Beruntung ia sudah bersahabat dengan Lee Sungjong dan Lee Sungyeol yang merupakan adik dari Hoya semenjak SD. Sungjong dan Sungyeol merupakan anak kembar yang tak terpisahkan. Jika dipisahkan mereka akan merasa hampa.*Author tau ini lebay*

“Yeolie~Jongie~Apa Hoya sunbae masih marah karnaku?” tanya Hyo Jin cemas. Pasalnya  si kembar Lee ini datang dengan wajah cemberut.

“Kadang-kadang saja. Aigo, tenanglah Jinnie~ Kami tak apa kok.” Ucap Sungjong sambil menelus kepala Hyo Jin. Begitulah Sungjong saat melihat Hyo Jin cemas.

“Tapi aku tak enak pada kalian. Kalian jadi dimaki-maki oleh Hoya sunbae. Mianhaeyo“ Hyo Jin tertunduk menyesal. Jika saja ia tak menyukai Hoya maka sahabatnya ini tak akan seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, ia sudah menyukai Hoya sejak SD.

“Ya! Ini bukan seperti Hyo Jin yang kukenal! Hyungku memang cuek tapi percayalah, ia pasti punya rasa padamu.” Ucap Sungyeol.

“Hyungmu memang punya rasa padaku. Rasa benci dan kesal.” Ucap Hyo Jin sambil mempoutkan bibirnya.

Kembar Lee mempunyai ide untuk menjaili hyungnya. Sungjong segera memotret Hyo Jin yang sibuk mengerucutkan bibirnya lalu mengirimnya ke Hoya dengan pesan

To : Hoya hyung~

Hyung! Lihatlah! Hyo Jin sedang galau karnamu. Apa yang harus ia lakukan? Balas!

Sent.

“YA! Apa yang kalian kirimkan pada Hoya sunbae?!”pekik Hyo Jin saat melihat pesan yang Sungjong kirimkan. Diambilnya HP Sungjong dan ia lihat apa yang yang Sungjong kirim.

“Ya! Kau masih waras Lee Sungjong dan Lee Sungyeol? Kalian mau membuat muka seorang Cho Hyo Jin semakin tercoreng?! Kalau aku bertemu dengannya bagaimana?” ucap Hyo Jin panik.

“Tenanglah~ Kami punya ide untukmu. Serahkan pada kami.” Ucap Sungyeol sambil mengedipkan matanya membuat Sungyeol semakin tampan. Sungyeol tampan dan Sungjong cantik. Sungguh kembar yang cocok. *gak nyambung*

Drrrttt

Lamunan Hyo Jin berhenti karnas ebuah pesan yang datang dari Hp Sungjong. Sungjong dan Sungyeol mendekat pada Hyo Jin. Hyo Jin terkaget karna pesan yang datang merupakan pesan dari Hoya!

Dibukanya pesan itu. Hyo Jin merasa deg-degan membukannya. Dan ia langsung drop membaca pesan singkat yang terlalu singkat dari Hoya.

From:Hoya hyung~

Aku tak peduli

Nyut..

Hati Hyo Jin sedikit sakit membacanya. Pesan dari Hoya membuatnya sukses badmood. Sudah berkali-kali Singjong dan Sungyeol meminta maaf tapi Hyo Jin hanya berkata itu bukan salah mereka. Tetapi setelah mengatakan itu raut wajah Hyo Jin kembali memburuk.

Rencana  kembar Lee gagal…

*skip time*

*Rumah Keluarga Lee*

“Ya! Lee Sungjong! Lee Sungyeol! Apa maksud kalian mengirimkan foto yeoja sialan itu padaku? Kau tau, aku jadi tak bisa konsentrasi karnanya!” ucap Hoya saat sedang makan malam.

“Hey, Lee Howon! Jangan berteriak saat dimeja makan. Itu sangat tak sopan.” Ucap nyonya Lee. Sedangkan sang Appa hanya dapat menggelengkan kepala melihat ketiga anaknya yang tak pernah akur*kecuali Sungjong dan Sungyeol, mereka tak pernah berantem*

“Ya! Hyung! Kami tidak tuli. Sudah kubilang ia galau karna kau selalu cuek padanya. Kasihan Hyo Jin. Sebentar, kau tak konsentrasi? Cieee…. Sudahlah hyung akui saja kalau kau juga suka. ” Ucap Sungjong dengan suara melengkingnya. Suaranya membuat semua orang yang berada dimeja makan menutup telinga karna terlalu melengking.

“Sudah eomma bilang jangan berteriak dimeja makan.” Ucap eomma Lee. Sang appa masih diam saja. Ia merasa malas karna ini pasti terjadi setiap makan malam. Ia bosan memberi tau anak-anaknya.

“Kau berisik sekali! Tidak! Aku tak menyukainya! Itu urusannya, bukan urusanku. Siapa suruh ia menyukaiku sejak SD? Kenapa ia tak menyukai namja lain saja? Masih banyak namja di sekolah. Contohnya Woo-“

“Woohyun sang ketua OSIS itu kan?” ucap Appa memotong perkataan Hoya.

“Appa kok bisa tau?” tanya Eomma Lee. Appa Lee hanya menghela nafas.

“Bagaimana aku tak tau jika setiap makan malam Hoya pasti akan berkata seperti itu.” Ucap Appa Lee sambil menatap Hoya. Dan yang ditatap hanya dapat tersenyum bodoh.

“Begini hyung. Alasan kenapa seorang Cho Hyo Jin menyukaimu adalah ia hanya tertarik padamu. Ia hanya menyukai seorang Lee Howon yang angkuh karna tak mau mengakui perasaannya.” Ucap Sungyeol yang diakhiri dengan menjulurkan lidah pada Hoya. Membuat Hoya semakin niak pitam dan segera berdiri dari kursinya.

“Aku sudah selesai makan. Ohya, eomma. Dongwoo dan Myungsoo akan datang. Kami ada kerja kelompok. Masak yang enak yah?” ucap Hoya pada eommanya dan langsung pergi menuju kamarnya. Mendengar hal itu Sungjong dan Sungyeol mendapat ide cemerlang.

“Eomma, kami pun ada tugas kelompok.” Ucap Sungjong dan Sungyeol bersamaan.

Dasar kembar.

*Esok hari*

“Eomma, Appa! Kenalkan ini chingu ku.” Ucap Hoya sambil berjalan menuju Appa dan  Eomma nya.

“Anyeong, naneun Kim Myungsoo.” Ucap Myungsoo sambil membungkukan badannya.

“Anyeong, naneun Jang Dongwoo.” Ucap Dongwoo sambil membungkukan badannya juga.

“Anyeong. Wah, kalian berdua tampan sekali. Kalau begini Hoya gak ada apa-apanya. Hha..” ejek Nyonya Lee. Myungsoo dan Dongwoo tertawa.

“Ya! Eomma jahat! “Hoya pundung.

“Silahkan masuk. Hoya, appa harus pergi ke kantor. Appa pergi dulu yah.” Ucap Appa sambil berjalan keluar rumah.

“Yeoli~Jongie~ masuk kamar sana. Hyung mau mau kerja kelompok nih.” Mendengar itu Sungjong dan Sungyeol langsung berlari menuju Myungsoo dan Dongwoo. Ini lah yang Hoya benci. Adiknya lebih akrab dengan sahabatnya daripada kakak kandungnya.

“Sudah kukira akan begini.” Ucap Hoya.

“Tenang hyung~ hari ini kami juga ada kerja kelompok. Kami tak akan mengganggu.” Ucap Sungyeol.

“Jinjja? Dengan siapa?” tanya Hoya.

Ting Tong!!

“Nah, itu dia baru datang. Sebentar yah hyungie~” ucap Sungjong.

Dan TADA~~~

“Hyo Jin, akhirnya kau datang! Kau tak tersesatkan?” ucap Sungyeol yang langsung berlari menuju Hyo Jin.

“Tidak. Aku tak tersesat, hanya saja aku sempat kebingung-“ucapannya berhenti saat melihat Hoya yang tengah menatapnya tak suka.

“Anyeong , Hyo Jin. Senang bertemu denganmu.” ucap Myungsoo sambil tersenyum.

“ Anyeong, sunbae. Senang bertemu denganmu juga.” Ucap Hyo Jin sedikit menunduk.

“ Wah, kau sangat cocok menggunakan baju itu, Hyo Jin. Kau cantik sekali.” Kata Dongwoo.

“Gomawo, Dongwoo sunbae.” Kini Hyo Jin menjawab dengan senyuman manis.

Sekarang mereka sibuk berbincang. Sedangkan Hoya yang masih meninggikan harga dirinya tak ikut dalam perbincangan itu. Entah kenapa setiap Dongwoo, Myungsoo, Sungjong ataupun Sungyeol memuji Hyo Jin ia merasa tak suka. Apa dia ingin memonopoli Hyo Jin? Pikiran itu segera ia tepis.

“Ya! Kalau kau datang hanya untuk menggoda dan bukan untuk kerja kelompok lebih baik kau pulang! Myungsoo, Dongwoo! Kita ke kamarku saja. Disini ada penggaggu!” Hoya menekankan kata pengganggu sambil melirik Hyo Jin.

Bagai tersambar petir, Hyo Jin tak menyangka bahwa kehadirannya dapat membuat suasana menjadi cekam. Bohong kalau ia kaget akan hardikan Hoya. Ia sangat sakit hati bahkan ia ingin menangis.

“Ya! Hyungie~ Kau jahat sekali!” ucap Sungyeol dan Sungjong bersamaan. Mereka langsung merangkul pundak Hyo Jin.

“Mianhae, Hyo Jin. Aku tak menyangka ia masih menjunjung tinggi harga dirinya.” Ucap Sungyeol. Lagi-lagi karna mereka Hyo Jin kembali sakit hati.

“Jeongmal mianhae. Kami tak memperkirakan akan seperti ini. Sekali lagi mian.” Sungjong memohon pada Hyo Jin.

“Tak apa. Aku sudah terbiasa. Ayo kerjakan tugas kita supaya hyungmu tak marah lagi. Aku ingin kita selesai sebelum mereka selesai.” Hyo Jin berkata sambil tersenyum menyembunyikan hatinya yang hancur.

*Kamar Hoya*

Hoya masuk ke kamarnya dan langsung menidurkan badannya dikasur. Ia merasa ada yang aneh pada dirinya.

“Hei, menurutku kau sedikit terlalu belebihan.” Myungsoo duduk dipinggiran kasur Hoya. Hoya masih menidurkan badannya dengan posisi tengkurap.

“Itu tidak bisa dibilang sedikit, Myungsoo. Itu sangat berlebihan. Aku tau kau tak menyukainya, tapi jangan begitu kasar padanya. Kau makin menyakitinya.” Dongwoo ikut duduk di pinggiran kasur Hoya. Hoya mengangkat tubuhnya dan duduk diantara Dongwoo dan Myungsoo.

Ia duduk dalam diam dan entah kenapa ia mulai memukul kepalanya sendiri. Dua sahabatnya menatapnya aneh.

“Kau kenapa Hoya?”tanya Myungsoo

“Aku gila karna yeoja itu!! Dari kemarin dia membuat dadaku sakit saat melihat foto yang dikirimkan Sungjong. Dan sekarang jantungku berdetak sangat kencang. Dasar yeoja aneh!!” Hoya menjambak rambutnya. Dan dua sahabatnya hanya tertawa terbahak-bahak.

“Kau tak gila. Kau hanya sedang terkena virus jatuh cinta. “ ujar Dongwoo.

“Ciee.. uri Hoya sedang fallin in love.. hha..” Myungsoo tertawa melihat perubahan raut wajah Hoya.

“Mwo? Kalian bercanda!” Hoya mengelak.

“Pikirkanlah. Kurasa Dongwoo benar. Kau hanya terlalu menjunjung tinggi harga dirimu. Sudahlah, kita kerjakan dulu tugas kita. “ ucap Myungsoo. Dan mereka pun mengerjakan tugas meraka.

*skip time*

Mereka bertiga sudah selesai dan turun ke bawah untuh makan siang. Dilihatnya Sungjong, Sungyeol dan Hyo Jin sedang tertawa. Hoya melihat ke Hyo Jin yang sedang tertawa dengan bebas. Dalam benaknya ia bertekad akan membuat Hyo Jin tertawa seperti itu. Tak disangka Hyo Jin sadar kalau Hoya sedang melihatnya. Hyo Jin langsung menundukan kepalanya dan bersiap-siap pergi. Ia tak ingin suasananya seperti saat ia datang.

“Uwa, kalian sudah selesai?” tanya Myungsoo yang dijawaboleh anggukan dari Sungjong dan Sungyeol. Sedangkan Hyo Jin kini sudah siap untuk pulang. Beruntung Kyuhyun sudah menjemputnya.

“Eumm.. Yeoli~Jongie~ aku harus pulang. Eomma ku bilang ada saudara yang datang. Akan tidak sopan jika aku tak ada di rumah.” Kata Hyo Jin.

“Dan akan tidak sopan jika seorang yeoja berlama-lama dirumah yang penuh dengan namja!” Hoya meruntuki bibirnya yang tak dapat mengucapkan kata-kata tersebut dengan manis. Kalau ia bisa berbicara sedikit lembut mungkin artinya akan lain.

“Aish, hyung ini.. tak bisakah sedikit lebih lembut padanya.” Kata Sungjong.

“Padahal aku masuh ingin mengobrol denganmu. Tapi ya sudahlah. Oh iya, hyungku akan mengantarmu.” Ucap Sungyeol.

“Untuk apa aku mengantar yeoja sialan itu? Diakan punya kaki!!” teriak Hoya.

“Eits, bentar. Emang siapa yang bilang Hoya hyung? Yang aku maksud adalah  Dongwoo hyung. Ah, hyung ingin mengantarnya yah?” ejek Sungjong.

“Ya! Katanya kau mau pulang. Kenapa masih ada disini?! Aku tak akan mengantarmu!” Tolong bantu Hoya untuk menutup mulutnya. Ia tak tau kenapa mulutnya selalu mengatakan hal yang sebenarnya tak ingin ia ungkapkan.

“Baiklah sunbae. Aku pulang dulu. Dan Yeolie, Jongie aku sudah dijemput Kyuhyun oppa jadi tak usah mengantarku. Kalau begitu aku pulang dulu. Anyeo-“

“Lama sekali pidato penutupmu! Cepat pulang sana! Kau sangat mengganggu!!” Hoya kini berteriak dideoan wajah Hyo Jin.

Demi Woohyun saem-guru atletiknya- yang ganteng, ia tak bermaksud seperti itu. Sangat jelas ia melihat air mata turun dari mata indah Hyo Jin. Hyo Jin sudah tak dapat berkata apa- apa lagi. Ia sungguh tak kuat. Ia segera berlari menuju pintu.

Hoya pusing dan panik. Sungguh ia tak bermaksud. Harga dirinya masih terlalu tinggi. Ia memutuskan untuk duduk di sofa.

JDER

“Uwa, untung saja Hyo Jin sudah dijemput Kyuhyun. Kalau tidak ia pasti kehujanan. Beruntung Hyo Jin memiliki Kyuhyun.” Kata Sungjong.

“Setidaknya Kyuhyun adalah namja yang dapat mengerti perasaan Hyo Jin sekarang ini. Aku yakin kalau sekarang Hyo Jin sedang berpelukan dengan Kyuhyun di mobilnya. Romantis sekali.” Ujar Sungyeol.

Hoya mulai kepanasan mendengarnya. Ia cemburu. Ya, dia sudah sadar kalau ia menyukai Hyo Jin. Ia tak suka ada namja lain di hidup Hyo jin. Ia ingin memonopoli Hyo Jin.

“Sudahlah.. Bagaimana kalau kita makan? Aku lapar!”ujar Myungsoo.

“Weis, inikan makanan kesukaanku!! Dan rasanya.. hm… lebih enak dari biasanya. Eomma memang jago.” Hoya tak henti-hentinya memakan makanan kesukaannya itu.

“Ehm, sebenarnya itu Hyo jin yang masak.” Ujar Sungjong dan Sungyeol

Hoya menghentikan acara makannya. Ia kembali diam.

“Apa tadi aku terlalu kasar padanya?” tanya Hoya.

“Sangat hyung. Ini pertama kalinya ia menagis karnamu. Selama ini ia tak pernah menangis. Kau jahat.” Kata Sungjong santai.

“Aku pun tak mengerti kenapa aku selalu kasar padanya. Aku hanya tak suka mendengar orang lain dekat dengannya.” Hoya kembali mengacak- acak rambutnya.

“Kau cemburu? Hei, kukira kau sudah tau kalau Kyuhyun adalah kembaran Hyo Jin yang berada di Kanada. Ia sedang liburan jadi ia berada disini.” Kata Myungsoo.

“Hyo Jin ? kembar?” Hoya merasa bodoh karna baru mengetahui bahwa Hyo Jin itu kembar.

“Itulah alasannya kami bisa dekat dengannya. Hubungan antar anak kembar itu sangat erat.” Ucap Sungyeol dengan wajah sok taunya.

“Hoya pabbo!!” Hoya merasa mahkluk terbodoh di dunia.

“Memang!!” teriak Sungjong, Sungyeol, Myungsoo, dan Dongwoo bersamaan.

*Esok harinya*

Hidup itu seperti roda.

Bulat.

Bukan!!

Maksudnya kadang diatas kadang dibawah.

Itulah yang dialami Hyo Jin dan Hoya.

Jika dulu Hyo Jin yang mengejar Hoya. Kini Hoya yang sibuk mengejar Hyo Jin. Kini Hoya merasakan lelahnya mengejar orang disukai. Ia sudah yakin dengan perasaannya. Ia hanya ingin mengatakannya pada Hyo Jin dan mereka akan bersama.

Namun kenyataannya, Hyo Jin selalu menghindari Hoya sehingga saat Hoya akan menyatakan perasaannya Hyo Jin selalu berbalik arah dan menghilang tanpa jejak.

“Ah… Apa yang harus kulakukan? Ia menjauhiku!” tanya Hoya pada dua sahabatnya  sambil menidurkan kepalanya di meja. Ia sangat lelah sampai mengangkat kepalanya saja tak sanggup.

“Aku tak tau. Tapi yang jelas kau harus segera mendapatkannya. Daripada diambil orang. Kau tau kan, Hyo Jin itu tak kalah tenarnya denganmu. Sudah cantik, ramah, baik, berprestasi. Mana ada namja yang menolaknya..” kata Myungsoo panjang lebar.

“Ah!! Ada satu namja yang menolaknya. Tapi sekarang namja itu sedang mengejar hati seorang Cho Hyo Jin.. haha..” ujar Dongwoo sambil tertawa. Memang benar, satu-satunya namja yang menolak Hyo Jin hanya Hoya seorang.

“Andwae!! Hyo Jin hanya akan bersama denganku. Ia tak boleh bersama namja lain. Aku tak akan memberikan Hyo Jin pada siapapun bahkan untuk sahabatku. Jadi jangan dekat-dekat yah! Kuperingatkan!” kata Hoya.

“Kalau tak mau kehilangan, lebih baik kau sekarang membantunya. Ia sedang kesusahan di perpustakaan karna hari ini jadwalnya membersihkan perpustakaan.” Ucap Sungjong yang datang tiba-tiba bersama Sungyeol.

“Ya! Kalian mengagetkanku saja! Yeoli~ Jongie~ tolong beritahu aku bagaiman supaya Hyo Jin mau bersamaku?” ucap Hoya dengan aegyonya yang membuat Myungsoo dan Dongwoo sakit perut.

“Tadi Sungjong sudah bilang kan? Hyo Jin sedang kelelahan membersihkan perpustakaan. Hari ini jadwalnya membersihkan perpustakaan dan teman sejadwalnya sedang tidak masuk. Dan harus hyung tau ia sendirian sekarang. Hyo Jin sangat takut tempat sepi.” Kata Sungyeol yang langsung menoyor kepala hyungnya karna memiliki ingatan dangkal.

“Baiklah aku akan segera kesana. Doakan aku kawan!” Hoya berlari menuju perpusatakaan yang berada di gedung sebelah.

Tak sampai 5 menit, Hoya sudah sampai di depan pintu perpustakaan. ia menormalkan nafasnya dan menenangkan detak jantungnya.

Ayolah, kau pasti bisa!! Siapa sih yang dapat menahan pesona seorang Hoya? Kau pasti bisa bersikap lembut padanya! Fighting!!-Hoya

KRIEK

Hyo Jin yang sedang sibuk dengan tumpukan buku sehingga tak menyadari kehadiran Hoya.

“Ehem..” deham Hoya. Hyo Jin yang terkaget otomatis menengokan kepalanya pada sumber suara. Setelah mengetahui pemilik suara ia langsung mengalihkan pandangannya.

“Mengapa kau menghindariku?” suara Hoya begitu menggema. Terdengar nada dingin dan kesal. Kira-kira begitulah yang dirasakan Hyo Jin. Ia masih terdiam.

“Hei, kenapa diam saja? Jawab aku!” Hoya mengertaknya. Dan itu membuat Hyo Jin ingin menangis. Apa dia salah menjauhi Hoya?

“Hei, aku berbicara padamu!! Lihat orang yang sedang mengajakmu bicara!! Apa kau tak punya mu-“

“HENTIKAN!!!!”

Hoya terdiam. Sungguh, ia tak bermaksud untuk membuat Hyo Jin seperti ini. Hyo Jin menangis.

“Kau tak pernah tau rasanya memendam perasaan pada orang yang selalu menolakmu!! Kau tak pernah tau rasanya!! Hiks..” isak Hyo Jin. Tubuhnya lemas. Ia hanya bisa terduduk dilantai.

“Hyo Jin..”

“Apa?! Belum puas kau mempermainkanku, sunbae?!”

Grep

“Mianhae. Jeongmal Mianhae.” Mata Hyo Jin membulat. Ia sedang dipeluk oleh Hoya?

“Sunbae? Apa yang kau lakuk-“

Kali ini Hoya membuat Hyo Jin diam dengan cara lain. Yaitu membekap mulut Hyo Jin dengan bibirnya. Hyo Jin meleleh merasakan hebatnya Hoya membuatnya lemas.

“Masih bisakah aku menerima pernyataanmu cintamu?”  Hyo Jin hanya terdiam mencerna kata-kata Hoya.

“Maksudmu, sunbae?”

“Hah, ternyata ini tak semudah yang ku kira. Mungkin tidak jadi saja.” Ucap Hoya sambil meninggalkan Hyo Jin yang sudah mengerti segera menahan Hoya. Hoya diam-diam tertawa.

“Jadi?”

“Jadi?”

“Masih bisakah aku menjadi namjachingumu?”

Hyo Jin terdiam. Wajahnya memerah sempurna.

“Bisa-bisanya sunbae berkata seperti ini setelah mengusirku waktu itu. Kau benar-benar tak mempunyai hati.”

“Hei, aku tak bermaksud untuk mengusirmu.”

“Kau selalu bersikap kasar padaku.”

“Aku pun tak bermaksud seperti itu”

“Tapi aku malah semakin menyukaimu.”

“Aku tau aku kasar dan be- Eh? Kau tak membenciku?”

“Mana mungkin aku membenci orang yang telah mengambil hatiku sejak SD?” Hyo Jin tersenyum sambil melangkah mendekati Hoya.

“Gomawo telah menerimaku. Sungguh, sebenarnya aku telah memendam ini sejak lama. Tapi harga diriku terlalu tinggi untuk mengakuinya. Aku baru menyadarinya saat kau pergi. Semua sikap kasarku dan omangan kasarku itu keluar karna aku tak tau ingin berkata apa. Maaf kalau itu menyakitimu.” Hoya memeluk Hyo Jin erat. Dan Hyo Jin membalasnya tak kalah erat.

“Tak apa. Aku telah mendengarnya dari Sungjong dan Sungyeol. Dan maaf, karna selama ini aku menjauhimu karna disuruh oleh Sungyeol dan Sungjong. Mereka bilang ingin mencoba membuatmu sadar betapa lelahnya diriku mengejarmu.” Hyo Jin menatap Hoya.

“Benar, sungguh lelah mengejarmu. Mianhae telah membuatmu lelah. Terserah mau percaya atau tidak. Setiap aku ingin mengatakan aku menyukaimu, mulutku pasti akan mengeluarkan kata kasar. I’m sorry, it’s hard to say that i love you” Hoya kembali mencium Hyo Jin. Ia menciumnya dengan lembut.Hyo Jin melingkarkan tangannya pada leher Hoya.

“Would you be my girlfriend?”

“No!”

“Wae?”

“I don’t want to be your girlfriend. I want to be your wife!” Hyo Jin segera berlari dari pelukan Hoya. Hoya terdiam sebentar dan pada detik selanjutnya ia berlari mengejar Hyo Jin.

“Hyo Jin, ayo menikah!!”

END

Bagaimana? Semoga kalian suka sama FF yang ini!!

Jangan lupa comment sama likenya yh^^

Author terima kritik dan saran..

No Bash yh^^
Gomawo yang udah nyempetin buat baca~~

Sampai ketemu di FF selanjutnya~~

~Cho Hyo Jin

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s