I’m in Love [prolog]

Title: I’m in Love prolog

Author: Kim Hwa Yeon

Genre: school life, friendship, romance

Cast:

  • Kim Hwa Yeon (OC)
  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Kim Kibum (Super Junior)
  • Lee Donghae (Super Junior)
  • Kim Jong Woon a.k.a Yesung as Hwa Yeon’s oppa (Super Junior)

Other:

  • Kim Young Woon a.k.a Kangin as Hwa Yeon’s appa
  • Park Jung Soo a.k.a Leeteuk as Hwa Yeon’s eomma (GS)
  • Tan Hangeng a.k.a Hankyung as Kyuhyun’s appa
  • Kim Heechul a.k.a Heechul as Kyuhyun’s eomma (GS)

Note:

Silahkan baca kalau anda ingin baca. Saya ga masalah dengan silent readers. Saya lebih menghargai orang yang menjadi silent reader dari pada ngebash disini.

Typo bertebaran.

Disini juga ada Gender Switch untuk leeteuk dan heechul, jadi yang tidak suka lebih baik tekan tombol back yang berada di pojok kiri atas. Hehehe.

Jangan lupa comment ya.

Terimakasih ^^

I'm in Love

***

 

I’m in Love Prolog

You

Hwa Yeon duduk dengan cemas di kursinya. Ia memandang resah kedua orang tuanya yang kini tengah duduk dihadapannya dan menatapnya dengan intens. Sudah 15 menit mereka terdiam, dan itu membuat Hwa Yeon cemas bukan main.

“Eomma, appa, sebenarnya ada apa? Kalian mau ngomong apa? Kenapa diam saja dari tadi.” Tuntut Hwa Yeon resah. Hwa Yeon memandang ibunya, Park Jung Soo ah maksudnya Kim Jung Soo atau lebih sering dipanggil Leeteuk dengan pandangan bertanya. Tapi, yang ditatap malah mengalihkan pandangannya.

“Isshhh, appa!!!Eomma!!! Kalau kalian masih diam, lebih baik aku pergi saja!” ancam Hwa Yeon sakratis. Akhirnya sang appa berdehem sejenak.

“Ekhem. Begini, Hwa Yeon-ah. Emh, kau tau kalau appa punya perusahaan bukan?” tanya sang appa hati-hati. Hwa Yeon mengangguk lalu mengerutkan keningnya bingung.

“Omo! Apa perusahaan apa bangkrut?! Omo omo, gwaenchana appa. Aku bisa sekolah sambil bekerja, tenang saja. Aku bisa menjadi pelayan restaurant, atau menj-“

“Yak! Siapa yang bilang perusahaan apa bangkrut?! Dan juga, sampai kapanpun appa tidak akan membiarkanmu bekerja menjadi pelayan!! Dasar anak nakal!” Hwa Yeon terkekeh lalu mengusap tengkuknya bingung.

“Kalau bukan bangkrut lalu perusahaan apa kenapa?” Kim Young Won, ayah Hwa Yeon yang sering dipanggil Kangin itu kemudian terkikik geli.

“Perusahaan apa berjalan dengan baik, Hwa Yeon-ah.”

“Eh? Lalu kenapa? Bukankah itu bagus?”

“Memang, karena itu. Appa memutuskan kita semua akan pergi ke Seoul. Apa harus mulai bekerja secara aktif di perusahaan. Appa sudah mengurus semuanya, hanya tinggal menunggu persetujuanmu. Bagaimana menurutmu?” Hwa Yeon memandang kedua orang tuanya lekat-lekat.

Ketika ia melihat mata kedua orangtuanya yang menyiratkan kegelisahan, khawatir, dan harapan, pada akhirnya ia mengangguk.

“Lalu, Yesung oppa? Apa dia juga setuju?”

“Tentu saja! Oppamu ini juga ingin pindah untuk mencari wanita seoul yang cantik-cantik untuk dijadikan istri. Yakan appa?” ujar Yesung yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Hwa Yeon yang mendengar ucapan oppanya itu langsung tertawa terbahak-bahak.

“Yak! Kenapa kau malah tertawa, eoh?!”

“Karena oppa sangat lucu.” Sindir Hwa Yeon sakratis membuat Yesung otomatis memandangnya geram.

“Kau meragukan oppa eoh? Begini begini juga oppa banyak yang naksir kau tau?” ujar Yesung membanggakan diri. Hwa Yeon tersenyum mengejek lalu memandang oppanya dengan pandangan menilai dari ujung kepala sampai ujung kaki.

“Oh ya? Siapa yang mau dengan pangeran kepala besar sepertimu?” Yesung melotot, tapi bukannya takut, Hwa Yeon malah balas melotot, jadi mereka saling pelotot-pelototan*bahasa dari mana ini thor ._.*

“Apa kau bilang tadi?!”

“Pangeran kepala besar. Wae? Wae? Wae?! Aku benar kan? Kecilkan dulu kepalamu supaya para yeoja tidak melarikan diri.”

“YAK! NEO, KIM HWA YEON!”

“WAE! WAE! WAE! KIM JONG WOON PABBO!”

“YAK!”

“YAAAAAAAAAAAAAAA!” Hwa Yeon dan Yesung menoleh bersamaan saat mendengar teriakan sang appa yang sangat merdu~ Tidak lama, keduanya berpandangan lalu nyengir. “Kalian berdua benar-benar, Aish! Teuki-ah, apa mereka benar-benar anak kita? Kau tidak salah mengambilnya di rumah sakit kan?” tanya Kangin seraya mengerling nakal pada istrinya.

“Ah, sepertinya kita memang salah mengambil bayi. Ah, eotteokhae yeobo.” Jawab Leeteuk yang meladeni Kangin untuk menggoda kedua anaknya yang kekanakan. Lagi pula, jika mereka sadar, tidak mungkin mereka salah mengambil bayi di Rumah Sakit. Kenapa? Lah, ngelahirinnya aja di rumah kok. Kkk~

“Mwo?! Yak eomma, jangan seperti itu~!” Ucap Hwa Yeon manja sekaligus membentak. “Aiish, arraseo arraseo. Cha, sekarang bereskan barang barang kalian. Kita akan mulai pindah besok pagi. “

“Arraseo eommaku sayang. Anyyeong eomma appa.”

“Heol! Kau tidak pamit padaku?”

“Cih, arraseo. Annyeong pangeran kepala besar!”

“Arraseo, annyeong putri lidah tajam.”

“Kim Jong Woon pabbo~~~~~”

“YAAAAAAKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“hahahahahahahaha. Pabbo!”

Kangin dan Leeteuk berpandangan kemudian tersenyum geli.

“Aiiigo, anak anak kita sudah besar yeobo. Aku tidak akan rela jika nanti mereka akan menikah dan berpisah dari kita.” Kangin memandang Leeteuk penuh arti kemudian menggeleng.

“Aku pun tidak akan rela. Tapi mau bagaimana lagi? Tugas kita adalah menjaga mereka sampai mereka bertemu pasangan hidup mereka. Aku akan menjaga mereka dengan sepenuh hati.” Leeteuk tersenyum mendengar ucapan suaminya itu, dan senyumnya bertambah lebar saat ia mendengar Yesung dan Hwa Yeon yang masih saja berteriak-berteriak, membuat rumah mereka sangat bising.

“Bukan kau yang akan menjaga mereka, tapi kita. Kita akan menjaga mereka bersama-sama.” Kangin memandang Leeteuk penuh arti kemudian mendekatkan wajahnya.

“Aku sangat beruntung bisa memilikimu, yeobo. Terimakasih telah hadir dihidupku dan menjadi bagian dari hidupku, juga, terimakasih telah menghadirkan 2 malaikat manis untuk berada di tengah-tengah kita.”

“Huuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Appa romantis sekali!!!!!!” Kangin dan Leeteuk menoleh kaget kearah lantai dua dan tersenyum saat melihat Yesung dan Hwa Yeon berada di sana.

“Aiish, kau mengganggu appa.” Ujar Kangin sebal, tapi tak ayal kalau bibirnya tersenyum senang. Tanpa memperdulikan Yesung dan Hwa Yeon lagi, Kangin kembali memandang istrinya dengan tatapan seduktif *uaaaaah*.

“Saranghae, yeobo.” Bisik Kangin lembut.

“Nado saranghae.” Kangin kemudian mempertemukan bibir mereka berdua tanpa memperdulikan teriakan anak bungsunya yang berisik.

Eomma Appa, kalian harus bahagia. Aku bertahan untuk melihat kalian bahagia. Kalian harus berjanji untuk tetap tersenyum seperti saat ini sampai nanti. Aku mencintai kalian semua. Kuharap kalian akan menerima keputusan yang sudah kubuat.

-o0o-

Drap Drap Drap

“Kyaaaa!!! Mereka ada disini! Mereka ada disini!” Hwa Yeon memandangi sekelilingnya dengan kening berkerut. Kenapa? Pasalnya hampir seluruh anak perempuan berlari-lari kearah koridor utama dengan kalang kabut entah untuk apa.

Hari ini hari pertamanya masuk sekolah, ia berangkat sendiri hari ini karena oppanya sudah berangkat lebih dulu dan meninggalkannya.

Karena penasaran, akhirnya Hwa Yeon mengikuti seorang murid yang juga menuju koridor utama. Karena tubuhnya yang mungil, Hwa Yeon tidak bisa melihat apapun dari belakang. Dengan cepat akhirnya ia menerobos untuk sampai dibagian depan.

“OPPA???!!!” pekik Hwa Yeon kaget. Koridor yang tadinya penuh dengan teriakan dan decak kagum kini hening, semua mata tertuju pada sosok Hwa Yeon yang tengah menunjuk-nunjuk salah satu dari keempat namja yang sedari tadi mereka eluk-elukkan namanya.

“Annyeong, chagi.” Sapa Yesung dari tempatnya. Hampir semua orang yang berada di sana menahan nafas saat mendengar panggilan sayang yang terlontar dari mulut Yesung. “Sedang apa kau berada di sana?” tanya Hwa Yeon bingung, masih sambil menunjuk-nunjuk Yesung. “Errrrr, mungkin itu bisa kita bicarakan nanti Hwa Yeon-ah.”

“Dia siapamu, hyung?” tanya salah satu namja yang berada tepat disebelah Yesung. Tubuhnya tinggi tegap dengan raut wajah dingin, wajahnya errr tampan. Kulitnya putih bersih dan rambutnya berwarna coklat hazel.

Lumayan juga batin Hwa Yeon.

“Ah, dia adikku. Kim Hwa Yeon. Nah, Hwa Yeon-ah. Mereka ini sahabatku. Dia ini Kyuhyun, itu Kibum, dan itu Donghae.”

“Annyeong manis, senang bertemu denganmu. Aku kibum, kim kibum. Marga kita sama.” Hwa Yeon menatapnya intens kemudian ikut tersenyum. “Annyeong oppa.” Jawab Hwa Yeon manis.

“Eh? Oppa? Bukankah kita satu angkatan?” tanya Donghae bingung. “Ah, Hwa Yeon itu lebih muda dariku 2 tahun. Dia bisa satu angkatan dengan kita karena dia pintar, sama seperti magnae ini.”

“Ah, jadi dia magnae?” tanya Hwa Yeon spontan. Kyuhyun yang merasa dipanggil akhirnya menatap Hwa Yeon intens, ia kemudia memandang Hwa Yeon sangar.

“Kalau iya kenapa? Ada masalah Hwa Yeon-ssi?” tanya Kyuhyun sakratis. Hwa Yeon memandang Kyuhyun dengan tatapan aneh kemudian menyeringai.

“Entahlah, tapi aku merasa wajahmu terlihat yang paling tua.” Ejek Hwa Yeon sakratis. Yesung, Kibum, Donghae, dan seluruh orang yang mendengarnya menganga sambil membulatkan mata mereka kaget termasuk Kyuhyun sendiri.

“MWORAGO?!” desis Kyuhyun tajam. “Wae? Ada yang salah dengan ucapanku? Aku hanya berbicara apa adanya kok.” Jawab Hwa Yeon polos. Yesung tersenyum geli kemudian menghampiri Hwa Yeon yang tengah memandang kyuhyun dengan tatapan polosnya, seakan tidak memperdulikan kalau ucapannya benar-benar membuat seorang Cho Kyuhyun mendidih.

“Sudah, jangan berbicara yang tidak-tidak. Jangan diambil hati ne Kyu, dia memang seperti ini.” Jelas Yesung sambil merangkul Hwa Yeon. “Apa maksudmu pangeran kepala besar?”

“Aiish, kau benar-benar putri lidah tajam. Lebih baik kau ikut denganku, kajja.” Yesung menarik Hwa Yeon yang meronta-ronta dengan sekuat tenaga. Tapi karena terlalu banyak begerak, Yesung benar-benar lelah menarik Hwa Yeon. Jadi tanpa banyak basa-basi, ia segera menggendong Hwa Yeon di pundaknya tanpa memperdulikan segala macam sumpah serapah yang keluar dari mulut Hwa Yeon ataupun tendangan tendangan kaki Hwa Yeon yang dahsyat.

Semua murid memandangi mereka dengan antusias. Menurut mereka, Hwa Yeon sangatlah lucu. Berbeda dengan Kyuhyun yang masih saja memandang Hwa Yeon yang menjauh dengan intens.

Kenapa jantungku berdetak tidak karuan saat ia menatapku? Kenapa aku merasa menginginkannya? Tapi kenapa dia harus mirip dengan…nya? Batin Kyuhyun.

“Astaga, gadis itu mirip sekali dengan Mi-“

“Jangan pernah sebut namanya!” bentak Kyuhyun dengan suara pelan, lalu tanpa melihat kedua temannya ia berjalan menjauh dengan berbagai pikiran berkecamuk didalam kepalanya. Perasaan yang sudah lama ia hindari kini kembali, membuat kepalanya pening.

Ini tidak boleh terjadi, yeoja itu berbahaya. Aku harus menghindarinya mulai sekarang. Harus.

“Ah, jadi begitu rupanya. Ish, aku tidak pernah tau kalau oppa punya sahabat sekeren itu. Hehehehe” Hwa Yeon tersenyum sendiri saat mengingat namja yang ditemuinya tadi, Kyuhyun. Entah kenapa, namja itu memenuhi otaknya sejak tadi membuatnya tidak bisa terfokus dengan cerita oppanya. Tapi, yaah sedikit banyak ia mengerti perkataan oppanya itu lah.

“Kenapa kau tertawa terus dari tadi? Aku tidak sedang melawak. Apa bertemu dengan Kyuhyun membuat otakmu rusak?” sindir Yesung pedas. Hwa Yeon mendelik pada oppanya sebentar kemudian menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi yang kini mereka duduki. IA menengadahkan kepalanya keatas, kemudia tersenyum simpul.

“Oppa.” Panggil Hwa Yeon pelan.

“Eum?”

“Mungkin oppa benar. Otakku sudah rusak karena bertemu dengan namja bernama Kyuhyun itu. Bisakah oppa mengenalkanku padanya? Aku..ingin mengenalnya lebih jauh.” Ucap wa Yeon lirih, tapi masih bisa terdengar Yesung. Yesung membelalakan matanya terkejut mendengar perkataan Hwa Yeon. Ia bimbang, haruskah ia membantu adiknya? Tapi ia takut adiknya tersakiti. Hwa Yeon adalah orang yang paling ia sayang selain orang tuanya. Melihat Hwa Yeon sakit hati? Oh, itu sama sekali tidak pernah ada di daftar keinginannya. Yang ia inginkan adalah melihat adik kecilnya itu bahagia dan ceria.

“Apa kau akan..bahagia?” tanya Yesung lirih. Hwa Yeon memandang Yesung sejenak kemudia mengangguk tegas.

“Aku akan sangat bahagia. Jadi, bisakah oppa membantuku? Kumohon.”

“Baiklah, oppa akan membantumu. Tapi bisakah setidaknya kita memberitahu eomma dan appa masalah p-“

“oppa! Kita sudah pernah membahas ini ribuan kali, dan jawabanku akan tetap sama! Aku tidak akan membiarkan eomma dan appa tau tentang ini. Tidak akan pernah! Aku bisa melewatinya sendiri oppa. Kumohon, percayalah padaku. Tidak ada yang bisa kupercaya selain dirimu oppa, jebal.” Hwa Yeon memotong penjelasan Yesung dengan cepat, takut jika oppanya itu menyebutkan satu kata yang paling ia benci saat ini.

“Tapi appa dan eomma tetap harus tau, Hwa Yeon-ah. Mereka pasti sedih jika kau ter-“

“oppa! Kumohon, belum saatnya mereka tau. Aku akan memberitau mereka sendiri, tapi tidak sekarang. Kumohon oppa, untuk sekarang jagalah rahasia ini untukku.” Hwa Yeon menggigit bibirnya kuat, mencoba menahan isak tangis yang hendak keluar dari bibirnya. Yesung memandang Hwa Yeon sendu, kemudia dengan cepat menarik gadis itu kedalam dekapannya.

“Arraseo, tenanglah. Bernafaslah dengan benar. Oppa tidak mau kau harus masuk UKS atau lebih parah, RS karena asmamu kambuh. Oppa yakin kau tidak membawa Inchalermu sekarang. Betul kan?” Hwa Yeon yang tadinya siap menangis, langsung terkekeh.

“Bagaimana oppa tau kalau aku tidak membawa Inchalerku?” tanya Hwa Yeon manja.

“Cih, oppa mengenal dirimu luar dalam chagiya.” Hwa Yeon mengerucutkan bibirnya sebal, tapi kemudian mengeratkan pelukannya pada tubuh oppanya itu.

“Oppa memang menyebalkan, tapi aku sangat menyayangimu oppa. Gomawo ne, buat semuanya.” Yesung terkekeh kemudian mengangguk pelan. Dikecupnya lembut puncak kepala Hwa Yeon kemudian menumpukan dagunya dipuncak kepala gadis itu.

“Jangan pernah tinggalkan oppa. Oppa tidak siap kehilangan adik oppa yang paling manis.” Ujar Yesung lirih. Hwa Yeon terenyah, ia menggelengkan kepalanya pelan.

“Aku tidak akan meninggalkan oppa, aku berjanji.”

Aku tidak akan meninggalkanmu oppa. Setidaknya, tidak sekarang.

 TBC

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s