My Silent Boy #SpecialProjectForL

My Silent Boy

Author: Park Eun Hye

 

Cast       :

Kim Myung Soo a.k.a L

Park Eun Hye

 

Rating   :PG-16

Genre   : Romance, hurt

Length  : Ficlet

 

Annyeong readers,

udah lama author 1 ga ngepost.. maklum lagi nyari ide-ide buat FF-FF author.. hehe

FF ini author persembahin buat para readers yang inspirit, terutama eLement karena cast utamanya adalah L dan ini special project buat bias kesayangan author #lha

Sekian aja dari author 1,

 

Happy Reading^^

 

my silent boy

 

 

-o0o-

 

 

‘Bisakah kau ungkapkan cinta setiap saat?’

-Park Eun Hye-

 

‘Biarpun tak ku ungkapkan, tapi akan ku tunjukan padamu setiap saat’

-Kim Myung Soo-

 

 

*Author POV*

 

“Myungsoo oppa!!” panggil yeoja bernama Eunhye itu.

 

“Hm?” tanya Myungsoo sambil mencari-cari acara di TV.

 

“Ada yang ingin ku bicarakan denganmu.” Ucap Eunhye yang kemudian duduk di sisi kanan namjanya itu.

 

“Mwoji?”

 

“Apa kau mencintaiku?”

 

“Tentu saja.”

 

“Kalau begitu, bisakah kau mengungkapkannya setiap saat?”

 

“Waeyo?”

 

“Kau tidak pernah mengatakan itu setiap saat. Bahkan setiap haripun tidak.”

 

“Geurae… akan ku ungkapkan dengan caraku.”

*Eunhye POV*

 

“Apa kau mencintaiku?” tanyaku pada Myungsoo oppa, namjachinguku.

 

“Tentu saja.”

 

“Kalau begitu, bisakah kau mengungkapkannya setiap saat?”

 

“Waeyo?”

 

“Kau tidak pernah mengatakan itu setiap saat. Bahkan setiap haripun tidak.”

 

“Geurae… akan ku ungkapkan dengan caraku.”

 

Aku tahu namjaku ini memang tak begitu banyak bicara, tapi paling tidak aku ingin sehari sebelum ulang tahunnya dia mengatakan itu. Setidaknya, dia mengatakan itu sekali. Hanya sekali saja aku sudah sangat senang.

 

Aku sebenarnya tak keberatan jika dia tidak mengungkapkan itu, aku hanya mengerjainya saja kali ini karena aku akan memberinya kejutan saat ulang tahunnya. Apa aku terlalu kelewatan? Kurasa tidak. Tidak akan terjadi apa-apa sampai saat itu tiba. Aku yakin.

Yang perlu kulakukan sekarang hanyalah melakukan rencanaku.

 

“Eunhye-a, kudengar hari ini ada film yang menarik. Mari ke sana.” Ucap Myungsoo oppa tiba-tiba.

Yang ku tahu, Ia tidak suka jika pergi ke bioskop.

 

“Ah, bagaimana kalau setelah itu kita bermain di Everland? Kita belum pernah ke sana bukan?” lanjutnya lagi.

Yang ku tahu, ia kurang begitu menyukai tempat yang ramai. Bahkan penuh dengan orang-orang.

 

“Setelah itu, mari kita membeli es krim di toko es krim milik Nam Ahjussi. Kudengar es krim di sana sangat enak dan lembut. Kau pasti akan menyukainya. Ah, kau ini pecinta es krim pasti es krim apapun kau menyukainya. Hahaha..” lanjutnya lagi.

Yang ku tahu dan ini sudah menjadi khasnya, dia tidak banyak bicara. Tapi ini? Semua yang dia katakan? Kurasa dia melakukan permintaanku. Baguslah.

 

“Ne oppa. Aku akan mengganti pakaianku.” Ucapku.

 

“Hm. Jangan terlalu lama, arra?” tanyanya sambil memporak porandakan pucuk kepalaku.

 

“Arraseo oppa…”

 

Ah, aku hampir lupa. Pagi ini, Eomma dan Appaku sedang pergi ke luar Negeri untuk urusan bisnis mereka. Hanya ada aku dan Jimin oppa, kakakku. Tetapi Jimin oppa sering meninggalkan rumah dengan alasan tugas kelompok padahal aku tahu sebenarnya dia sibuk berkencan dengan yeojachingunya. Dasar. Jadi karena itu aku meminta Myungsoo oppa untuk menemaniku selama Eomma dan Appa pergi.

 

Kini aku sudah rapi. Mengenakan dress berwarna putih dengan motif garis berwarna biru tua. Simple. Tak ingin membuat namjaku menunggu, dengan segera aku menuruni anak tangga dan menghampirinya yang tengah menunggu di ruang tamu.

“Sudah? Neo….” ucapan Myungsoo oppa terhenti.

 

“Wae? Apa terlihat aneh?”

 

“..Neomu yeppeo..”

 

“Jinjja? Gomawo oppa. Kajja..”

 

Kami melakukan semua yang Myungsoo oppa katakan. Mulai dari menonton film, bermain di Everland, kemudian membeli es krim, dan disinilah kami sekarang. Kami berada di sebuah toko. Kami melihat-lihat banyak benda-benda lucu. Tapi, ada satu benda yang membuatku sangat tertarik. Sebuah album foto yang berbentuk kamera. Begitu unik. Mungkin akan kujadikan ini sebagai hadiah untuk Myungsoo oppa.

 

“Apa itu?” tiba-tiba saja Myungsoo oppa berada di belakangku. Refleks, segera ku masukan album foto yang telah ku beli itu kedalam tas. Untung saja Myungsoo oppa belum sempat meihatnya.

 

“A-amugeotdo aniya oppa.” Jawabku sedikit tergagap.

 

“Kau membeli sesuatu tapi tidak mau kau tunjukan padaku? Kau ini..” ucapnya sambil sedikit menjitak kepalaku.

 

“Yak! Appo…” ringisku. Ia hanya tertawa.

 

Hari semakin malam tapi tak ada satu kata ‘cinta’ pun yang diungkapkannya. Padahal ia berjanji akan mengucapkannya, paling tidak sekali. Tapi, nyatanya tidak..

 

“Oppa..” panggilku.

 

“Ne?”

 

“Kau lupa?”

 

“Lupa apa?”

 

“Kau tidak mengatakan kau mencintaiku hari ini.”

 

“Sudah.”

 

“Kapan?”

 

“Sejak pagi.”

 

“Aku tidak mendengar apapun.”

 

“….”

 

Tiba-tiba saja terpikir olehku untuk mengunjungi kedai yang menjual makanan di ruas jalan sebelah. Memang, biasanya jika aku sedang kesal aku pasti akan mencari sesuatu untuk dimakan. Itulah kebiasaanku. Kebiasaan yang aneh memang, tapi entah mengapa aku begitu membiarkan kebiasaan anehku ini. Lagi pula dari pada energiku terkuras habis untuk berceloteh, lebih baik aku diam dengan memakan sesuatu bukan? Maka dari itu, ku putuskan untuk menyeberangi jalan menuju kesana. Namun Myungsoo oppa menahanku.

 

“Tetaplah disisiku.”

 

“Aku hanya ingin menyeberang.”

 

“Aku tahu kau pasti ingin ke kedai di seberang sana bukan? Itu yang kau lakukan setiap kau sedang kesal. Aku tahu itu. Tapi menyeberanglah saat kita sampai pada tempat penyeberangan. Ini terlalu berbahaya.”

 

“Tempat ini tidak ramai, oppa.”

 

“Kau…”

 

“Percayalah.. ini tidak apa-apa.”

 

“Dengarkan aku sekali saja, Eunhye-a.”

 

“Hah, oppa ini.”

 

“Kau harus menurutiku!” nada bicara Myungsoo oppa tiba-tiba meninggi.

 

Sudah kesal, kini Myungsoo oppa pun menambah kekesalanku. Hingga emosiku meluap-luap sekarang.

 

“Untuk apa aku menuruti orang yang tidak benar-benar mencintaiku.” Ucapku ketus kemudian menyeberangi jalan.

 

“Eunhye-a! Kembali! Eunhye-a!!!”

 

Apa kau pikir dengan kau meneriakiku begitu aku akan segera kembali padamu? Tentu tidak. Aku tidak sebodoh itu.

Tanpa kusadari, sebuah mobil tengah melaju tepat ke arahku.

 

“Eunhye-a!!!”

 

Teriakan Myungsoo oppa kali ini sukses membuatku menyadari bahwa nyawaku tengah terancam. Tapi terlambat untuk menyadarinya. Jarak mobil itu tak begitu jauh dengan ku percuma saja jika aku menghindar. Mungkin ini adalah hukuman karena aku begitu keterlaluan padanya hari ini. Tak seharusnya aku membuatnya menderita dengan tingkahku yang begitu kekanak-kanakan. Untuk itu…

 

“Annyeong oppa!”

 

“Jangan bodoh!!!”

 

CIIIT

..BRUKK..

 

“Kyaa! Oppa!!! Myungsoo oppa!!! Sadarlah oppa!!” Aku menjerit histeris ketika melihat keadaan Myungsoo oppa yang sudah berlumur dengan darah.

 

“Eun-Eunhye-a…”

 

“Oppa… hiks.. mianhae oppa. Aku begitu bodoh.. Seharusnya aku mendengarkanmu.. aku juga sudah keterlaluan padamu. Sebenarnya aku tak keberatan jika kau tak mengatakan bahwa kau mencintaiku.. itu semua hanyalah rencanaku.. aku.. aku..”

 

“Sstt.. Uljima..” ucap Myungsoo oppa sambil menyeka air mataku. “Gwenchana… aku tahu kau tak bermaksud begitu. Tapi aku ingin kau tahu satu hal.. Biarpun aku tak mengatakan bahwa aku mencintaimu, tapi aku akan melakukan apapun demi mewujudkan rasa cinta dan sayangku padamu. Kau harus ingat itu. Arra?” lanjutnya.

 

“Oppa… bertahanlah..”

 

Tak sengaja kulirik arloji milik Myungsoo oppa yang tengah menunjuk pukul 12.01 malam.

 

“Oppa.. Saengil chukkahae..” Ucapku segera sambil terus menangis.

 

“Eunhye-a.. gomawoyo. Na do sa-sarang.. hae.. yo.. jeongmal..” kurasakan genggaman tangan Myungsoo oppa mulai melonggar.. tak ada denyut nadi, tak ada degup jantung, kedua matanya pun kini telah menutup sempurna. Ia telah pergi.

 

Percuma saja jika aku berteriak.. aku tetap tidak akan bisa mengembalikannya.

Mianhae.. saranghaeyo..

Hanya itu yang dapat ku katakan di sela isak tangisku saat ini tapi tetap saja hatiku begitu pedih.. Bagaimana bisa kebodohanku ini justru membuat Myungsoo oppa harus pergi. Aku begitu bodoh! Bodoh!

 

Keesokan harinya setelah aku mengantar Myungsoo oppa ke tempat peristirahatan terakhirnya, kutemukan sebuah flashdisk yang terselip di sofa rumahku. Meskipun hati ini masih dirundung duka, tapi aku begitu penasaran dengan isi benda tersebut.

 

Rupanya, flashdisk itu milik Myungsoo oppa. Kulihat folder-folder yang terpampang di layar laptopku satu persatu sampai akhirnya mataku tertuju pada sebuah folder dengan nama ‘Eunhye’ dengan segera kubuka folder itu dan yang kudapati adalah, foto-fotoku ketika aku sedang bersamanya. Semua foto itu diambil tanpa ku sadari. Aku menangis ketika mengingat kejadian yang kualami bersamanya saat melihat foto-foto itu.

 

Tiba-tiba saja aku teringat bahwa aku menyimpan sebilah pisau di dalam laciku. Tanpa pikir panjang, segera ku amnil pisau itu dan ku sayat cukup dalam pada lenganku. Entah mengapa, aku seperti melihat Myungsoo oppa di sudut kamarku. Ia tengah tersenyum menatapku.

 

“Oppa, kau pergi karena kebodohanku. Biar kutebus semua kebodohanku yang telah kau tanggung. Aku akan menyusulmu. Aku akan menemuimu. Tunggulah aku oppa. Tunggulah aku.”

 

*Author POV*

 

“Oppa, kau pergi karena kebodohanku. Biar kutebus semua kebodohanku yang telah kau tanggung. Aku akan menyusulmu. Aku akan menemuimu. Tunggulah aku oppa. Tunggulah aku.” Ucap Eunhye sambil teerus membanjiri pipinya dengan air mata.

 

Darah segar terus mengalir keluar dari lengan Eunhye dan selama itu pula ia terus menangis. Tubuhnya kini semakin lemah dan terus melemah. Hingga akhirnya…

 

“Aku mencintaimu, my silent boy.”

 

Ia menyusul namjanya yang berada di tempat lain.

 

 

 

-END-

 

 

Annyeong, mian readers kalo kurang greget.. ini endingnya gantung ya ? Author tau kok kalo ini epik. Sekali lagi author minta maaf yaa.. Kalo bisa, comment please? Hehe

Sebelumnya, makasih udah mau mampir dan baca FF karya author ini.

Author 1 pamit dulu.. annyeong~ #pyeong

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s