Birthday Present #HyoJinBirthdayProject

Title: Birthday Present

Author: Kim Hwa Yeon, Jung Yoon Hee

Cast:
• Ricky (Teen Top)
• Cho Hyo Jin (OC)

Other cast:
• Kim Hwa Yeon (OC)
• Jung Yoon Hee (OC)
• Park Eun Hye (OC)

Genre: Romance, NC
Length: Ficlet


Note:
ff ini didedikasikan untuk salah satu author kita yang berulang tahun hari ini, yaitu Cho Hyo Jin!
Hyo Jin eonni, saengil chukka. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Hehehe.
Ah, jangan lupa buat comment ya, annyeong!
Satu lagi, buat yang umurnya belum 17++ lebih baik tidak usah membaca dari pada otak kalian ternodai.
Hehehe. Gomawo

birthday present

.

.

.


[Niel] Girl kkumcheoreom dagaon neol
Ireohke kkok jaba nohji anheul geoya
[Chunji]You are so beautiful to me girl
Cheot nune banhaettdeon nae isanghyeongil geol

[Ricky] Cham dahaengiya ireon neol mannaseo
[Changjo] Nae gaseumi ireohke ddwijanha
Yeah

[Chunji + All] Nuga bwado sarangseureoun
Nuga bwado neomuna yeppeun
Hanahana neomu wanbyeokhan
There’s an angel in my heart

[Niel + All] Nunbushige yeppeun eolguleun
Haessalcheoreom hwanhan useumeun
Bamhaneure balkeun byeol gata
There’s an angel in my heart

[Chunji] Dream kkumeul anigettjyo
I sesang modeun geol da gajin geot gata
[Niel] Cham shigani ireohke meomchwobeoryeosseumyeon
Eolmana joheunkka

[Ricky] Shigani jina modudeul byeonhanda haedo
[Changjo] Nan yaksokhae ne gyeote isseumge
Yeah

[Chunji + All] Nuga bwado sarangseureoun
Nuga bwado neomuna yeppeun
Hanahana neomu wanbyeokhan
There’s an angel in my heart

[Niel + All] Nunbushige yeppeun eolguleun
Haessalcheoreom hwanhan useumeun
Bamhaneure balkeun byeol gata
There’s an angel in my heart

[Ricky] Haruharu jinagamyeon
Seoroseoro darmagamyeo
Neoege jeomjeom ppajyeoman ga
[Changjo] Yeonghwa sok han jangmyeoncheoreom
Meotjin juin gongdeulcheoreom
I’ll give my life to you

[L. Joe] Eonjena neoege useumman julge
Geu eodeon nuguboda
Haengbokhadago mal halsu ittge
Maeil harur shijakhae ne saenggake
Nae ibgae misuga maemdone
Haengbokhae na eotteohke

[C. A. P] I jichin himdeun haru kkeute
Nega nae yeope ittdeon ge
Maeilharu gomapgo nan himi dwe
Yaksokhae ne gyeote ittgettdago nan anbyeonhae
Shigani jinado neol saranghae neol jikilge

[Chunji] Nuga bwado sarangseureoun
Nuga bwado neomuna yeppeun
Hanahana neomu wanbyeokhan
There’s an angel in my heart

[Niel] Nunbushige yeppeun eolguleun
Haessalcheoreom hwanhan useumeun
Bamhaneure balkeun byeol gata
There’s an angel in my heart

[All] Eonje bwado sarangseureoun
Eonje bwado neomuna yeppeun
Nuga bwado neoneun wanbyeokhae
There’s an angel in my heart

Nunbushige yeppeun eolguleun
Haessalcheoreom hwanhan useumeun
Byeol bodado banjjakbanjjakhae
There’s an angel in my heart
(Angel-Teen Top)

Lagu Angel berkumandang di seluruh penjuru gedung. Suara teriakan-teriakan histeris yang memekakan telinga mewarna lagu tersebut. Semua orang terlihat menikmati konser yang tengah berlangsung saat ini, kecuali 1 orang.

“Ya! Waegeurae?! Kenapa cemberut seperti itu?!” Tanya Hwa Yeon dengan suara maksimal. Bahkan beberapa orang sampai meliri ke arahnya, Hwa Yeon sendiri hanya tidak peduli dan memusatkan perhatiannya pada Hyo Jin, gadis yang saat ini tengah cemberut dan terlihat tidak menikmati acaranya.

“Ani. Gwaenchana.” Jawab Hyo Jin pelan.

“Mworago?!” Tanya Hwa Yeon keras.

“Gwaenchana!” jawab Hyo Jin dengan suara tinggi. Yoon Hee yang berada di samping Hwa Yeon akhirnya menoleh dan menatap Hyo Jin bingung.

“Kau tidak senang?” Tanya Yoon Hee curiga.

“Senang kok.”

“Cih, Geotjimal.” Jawab Hwa Yeon sinis, dan dihadiahi pandangan menegur dari Eun Hye. Hwa Yeon akhirnya hanya menggendikkan bahunya acuh.

“Jinjja?” tanya Eun Hye memastikan.

“Eum. Percayalah. Aku tak apa.” Eun Hye mengangguk lalu kembali terhanyut dalam suasana konser.

“Aigoya, gomawo ne. Tanpa kau dan namjachingumu itu, aku tidak akan mungkin bisa berada disni dan bertemu Chanhee oppa. Jeongmal Gomawoyo.” Ucap Yoon Hee tulus. Hyo Jin mengangguk singkat lalu pamit untuk keluar stadium.

Sampai konser berakhir, Hyo Jin tak kunjung kembali. Gadis itu hanya menghabiskan waktunya di taman yang berada tepat di samping stadium tersebut untuk menenangkan diri. Moodnya sedang cukup buruk hari ini.

Drrrttt Drrrttt

“Ne…”

“Hyo Jin-ah, mian. Aku masih harus menghadiri konferensipers. Lebih baik kau pergi dulu bersama yang lain dan bersenang-senanglah. Oppa akan menemuimu nanti. Mian, keundae, saengil chukkae. Annyeong.”

Tut Tut

*Hyo Jin pov*

Ahhh, sudah kuduga ini akan terjadi. Dasar namja menyebalkan. Namja tidak peka. Namja bodoh. Iiish, sebal sebal sebal!

Uuuuugh, pada akhirnya aku menghabiskan ulang tahunku tanpanya, lagi… Astaga, aku hanya ingin dia berada di sisiku di saat hari penting seperti ini. Aku tidak mengharapkan kado. Cukup dirinya. Apa itu terlalu berlebihan ya?

“Yah, Hyo Jin-ah. Kenapa dia tidak datang juga?! Aish! Dasar namja tidak tau sopan santun. Masa ia haru membuat kita paa yeoja menunggunya selama ini. Ini bahkan hampir tengah malam. Namja ni memang kelewat pabbo. Aiiigo, kenapa kau menjadikannya namjachingumu…” dumel Hwa Yeon panjang lebar.

Tak!

“Yaaaa! Kenapa kau memukulku?! Aku kan hanya berbicara realistis?!” Aiiish, anak itu benar-benar titisan iblis ._. Bisa-bisanya dia mengatai namjachinguku di saat seperti ini. Aiigo, dasar magnae kurang ajar.

“Telfon saja, Hyo Jin-ah. Ucapan Hwa Yeon memang ada benarnya, masa ia harus membuat kau menunggu sampai selama ini? Oh, yang benar saja.”

“Iiiish, sudahlah. Kalian pulang saja. Aku ingin tidur. Annyeong.” Kulangkahkan kakiku menuju kamar tanpa menghiraukan panggilan mereka. Segera kututup pintu dan kurebahkan tubuhku di kasur. Tubuhku sangat lelah.

Eh? Kenapa sunyi sekali? Ah, mungkin mereka sudah pulang. Biar sajalah. Aku lelah, lebih baik aku tidur. Mungkin oppa akan berada di dorm malam ini.

Aiiiish, perasaan macam apa ini? Kenapa aku merasa panas? Ahh, seperti ada yang menciumi leherku. Tapi siapa?
Kucoba membuka mataku, dan apa yang kutemukan?! Ricky oppa! Ricky oppa sekarang berada di atasku dalam keadaan, errr.. telanjang.

“Yah, apa yang oppa lakukan!” kudorong dadanya menjauh, tapi ia malah menindihku.

“Shhh, oppa menginginkanmu chagi.” Aku benar-benar tidak bisa mengelak saat ia mulai menciumku dan mencumbu leherku. Aku menggeliat resah saat ia mulai membuka kancing piyamaku, aaku tidak memakai bra!

“Aaaarrrrgghhhhhh.” Oh Tuhan, ini rasanya nikmat sekali. Kuakui ini bukan yang pertama kalinya untuk kami, tapi tetap saja rasanya sungguh nikmat. Kulengkungkan punggungku sambil mendesis nikmat saat ia menyesap putingku dan menggoda puncaknya dengan lidahnya.

“Ooooh oppa. Jeb..balhhh.” Uuugh, aku benar-benar gila! Mulut dan lidahnya bekerja secara menakjubkan untuk menggoda payudaraku, dan juga tangannya. Oh Tuhan! Tangannya, sejak kapan sudah berada di sana! Oh Tuhan!

“Ahhhhh, opppaaaaaa!!!!!!!!!!!!” tubuhku menegang dan bergetar seketika saat sesuatu dalam perutku akhirnya meluncur keluar dari pusat tubuhku.

“Kau menyukainya?” tanyanya dengan suara parau. Ooh, suaranya seksi sekali. Kuanggukkan kepalaku sebagai jawaban, aku terlalu lemas untuk bahkan sekedar menjawab pertanyaannya. Aku pun hanya diam saat ia bergerak melepas celana dan celana dalam ku.

Udara dingin langsung menyergap pusat tubuhku, tapi sebelum aku merapatkan kakiku, Ricky oppa malah merentangkan kakiku dan membuatku jadi mengangkan dihadapannya.

Apa yang akan ia lakukan?

Aku terbelalak saat ia menenggelamkan wajahnya kedalam pusat tubuhku. Tubuhku melengkung dan desahan serta erangan meluncur begitu saja dari mulutku tanpa bisa kucegah. Berkali-kali tubuhku bergetar hebat saat lidahnya menggoda klirotisku. Jangan lupa, jarinya pun sudah tenggelam di dalam pusat tubuhku dan ia menggerakkannya dengan kecepatan setan.

“Oooh.. Oohhh, jeballlh… Oppah… Andwae… arrghhh.” Ah ya Tuhan, ini terlalu intens, aku tidak sanggup. Oh Tuhan.

“Aaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrggggghhhhhhhh!!!!!!!!!.” Akirnya aku mendapatkan orgasme ke2ku. Tubuhku sangat lemas. Aku kembali mengerang saat sesuatu yang panjang, besar,dan berurat menggesek lubang kemaluanku, kemudia masuk dengan perlahan.

Tubuhku terasa penuh, rasanya terlalu nikmat sampai rasanya aku lupa bagaimana caranya bernafas. Perlahan, ia bergerak dengan pelan lalu tambah lama tambah cepat dan tambah dalam. Aku hanya mampu berteriak dan menjerit frustasi saat lagi-lagi ia menumbuk titik sensitifku tanpa henti. Aku memeluk dirinya dengan eraat saat lagi-lagi aku mendapat orgasme ku.

Tapi dia belum berhenti, ia malah menaikkan kecepatan tusukannya. Oh tentu saja, ia kan belum klimaks.

“Ooooh… Aa..aku.. arrghhhh… oppa… uuuugh.. sa..rangh…hae….hhh.. AAARRRGGGGHHHH!!!” lagi-lagi aku mendaat orgasme ku dengan dahsyat, tapi yang berbeda adalah, saat ini aku merasakan semburan lahar panas didalam rahimku.
Nafasku terngengah, begitu juga dengan dirinya. Ricky oppa masih berada di atasku dan kini tengah menatapku dengan intens.

“Aku mencintaimu.”

“Aku juga, mencintaimu oppa.” Ia menggulingkan tubuhnya ke samping tanpa melepaskan miliknya yang erada di dalam tubuhku. Aku menatap matanya. Matanya indah, aku seakan terjebak di dalam sana. Entah sudah berapa lama aku menatapnya, yang aku tau. Saat aku sdar, sebuah cincin sudah melingkar indah di jari manisku.

Tunggu tunggu

Cin-cin?

Cin-cin?!

“o-oppa, a-apa yang kau la-lakukan? A-apa ma-maksudmu?” tanyaku bingung. Oh oh, aku ingin menangis. Eomma!

“Hyo Jin-ah kurasa kita sudah cukup mengenal satu sama lain selama ini. Aku ingin memilikimu seutuhnya, mengesahkanmu menjadi milikku, dihadapan Tuhan maupun hukum. Aku ingin menjadikanmu satu-satunya dalam hidupku. Aku menginnginkanmu. Kumohon, bersediakah kau menjadi istriku, pendamping hidupku, dan menjadi ibu bagi anak-anakku? Menjalani sisa hidupmu bersamaku dan anak-anak kita kelak. Maukah?” Aku terenyuh. Tatapan matanya menyiratkan ekhawatiran dan juga kebahagiaan, aku bahkan tidak menemukan setitip kebohongan disana, jadi aku mengangguk.

“ya, aku bersedia oppa. Aku sangat bersedia hiks. Aku bersedia menjadi istrimu, menjadi istrimu dan menjadi ibu bagi anak-anak kita kelak.” Oh Tuhan, ini adalah hadiah terindah untukku.

“Gomawo chagiya, saengil chukka. Saranghae.”

“Gomawo oppa, nado saranghae.” Aku memejamkan mataku saat Ricky oppa kembali mendekatkan wajahnya dan meraup bibirku. Ahh, senangnya.


Epilog

“Aiiish! Kenapa tidak ada satupun yang muat untukku?! Perasaan aku tidak gendut deh! Iiish! Aneh sekali!”

“Tapi kau memang agak berisi akhir-akhir ini Hyo Jin-ah.”

“Mwo?! Jadi kau mau bilang aku gendut begitu?!”

“A-aku kan tidak bilang seperti itu.”

“Tapi itu maksud kalimatmu kan?! Kau ini menyebalkan sekali!”

“Yaaaaaa, aku kan tidak serius chagiya.”

“tidak serius, tidak serius! Kau ini benar-benar menyebalkan! Aku tidak mau menikah denganmu saja!”

“MWO?! Ya! Mana bisa begitu! Kau tetap harus menikah denganku! Itu wajib!”

“cih, memang kau siapa? Lebih baik aku menikah dengan orang lain!”

“Yaaaah, arraseo mianhae. Jangan ngambek eoh? Masa kau tidak mau menikah denganku?”

“Iish, cengeng. Arraseo, arraseo. Sekarang cepat belikan aku ice cream rasa strobery, jangan lupa beri cacahan stroberi diatasnya ne?”

“eh?”

“Kenapa tidak berangkat?! Kau tidak mau membelikanku ice cream?! Yasudah! Aku tidak mau menikah denganmu!”

“Yak! Mana bisa begitu! Aku akan membelikanmu ice cream! Kau itu aneh sekali.”

“Ish cepatlah, ini permintaan anakmu, bukan aku pabbo.”

“anakku tidak akan seperti itu, anak…. Tunggu tunggu, anak? Anak? Maksudmu bayi? Anak? Omo! Kau hamil?!”

“berisik. Sudah sana!.”

“HUAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!! Kau hamil?! Aku akan menjadi appa?! Jinjja?! Huaa!! Gomawo chagiya!!!!!!!!!! Saranghae!!!!!!!!!!!!!!!!!”

“iiiish, berisik kubilang! Cepat berikan ice cream stroberi padaku!!!!!!!!!!”

“Arraseo.”

“cepat!”

“iyaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Ricky berjalan keluar butik sambil ngedumel.

“ternyata wanita hamil itu menyebalkan.” Gumamnya pelan.

“Aku mendengarmu!”

“Ck.”


-END-

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s