Special Project Ricky Teentop Birthday~

Title    : I hate love U~

Cast   :
Cho Hyo Jin
Yoo Changhyun (Ricky Teentop)

Other :
Kim Hyun Jae (OC)
Jang Sa Ha (OC)

Author: Cho Hyo Jin a.k.a Author 2~~

Genre : romance, school life
Warn  : alurnya maju mundur maju mundur cantik~~ cantik~~
Ratting :G

Anyeong readers!!!

Author 2 is back!!

Ini FF Special Project buat Bias Author 2~~

Yeah!! Ricky Teentop~~

Berhubung abang Ricky lagi ultah nih…

Ini asli ide dari Author, gak nyontek dari mana-mana..

Kalau ada yang mirip, Author gak tau..

Mian kalo ada typo, tapi Author tau kalau kalian pinter jadi pasti tau apa yang Author maksud..

Happy Reading~~

No Bash ya..

Author Cuma minta comment kok, gak minta uang jadi tolong di comment yh^^

i hate love you

——————————————————————————————————————————————————————–

Bulan Februari. Bulan yang katanya penuh dengan kasih sayang. Entah dengan orang tua, teman, sahabat, kekasih, ataupun yang lain. Bulan yang sangat dinantikan oleh yeoja-yeoja untuk ajang untuk memberikan tanda kasih sayangnya pada orang yang mereka kagumi.

Salah satunya adalah yeoja ini. Yah, Cho Hyo Jin. Ia telah mempersiapkan diri menjelang valentine dengan balajar membuat coklat. Walaupun kadang kali dia gagal, tapi ia selalu berusaha untuk membuat coklat yang akan ia berikan pada namja yang ia selalu perhatikan sejak ia menginjakan kakinya di Top Teen High School.

Kim Hyun Jae. Nama namja tersebut. Ah, mendengar namanya saja sudah membuat wajah seorang Cho Hyo Jin memerah. Namja ‘tiang’ itu talah menarik hatinya. Bagaimna tidak tertarik jika seorang Kim Hyun Jae adalah seorang namja tenar dengan kemampuan basket dan paras yang tak pantas disebut tampan karna menyerupai sempurna. Ayolah, siapa yang tak mengaguminya? Ditambah dengan perilakunya yang selalu ramah terhadap semua yeoja. Hyo Jin jatuh pada pesona Hyun Jae saat tak sengaja ia bertemu di lorong kelasnya.

*Flashback on*

Pagi ini Hyo Jin datang terlalu pagi karna ia diantar appanya yang kebetulan hari ini harus datang pagi sekali kekantornya karna ada rapat penting. Mau tak mau Hyo Jin harus berada di sekolahnya pada pukul 06.30 dimana bel tanda masuk berbunyi pada jam 08.30. Yang berarti dua jam lagi.

‘Bosan..’ itulah yang dirasakan yeoja ini. Saat ini sedang duduk di lorong depan kelasnya sambil memakan sarapannya yang belum sempat ia jamah tadi.

“Anyeong, kau Cho Hyo Jin kan?” Hyo Jin membalikan badannya saat terdengar suara bass dari belakangnya. Dan betapa terkejutnya bahwa yang memanggilnya adalah sunbae yang sangat sangat sangat tenar. Merasa didiamkan Hyun Jae-nama namja itu-melambaikan tangan nya didepan wajah Hyo Jin. Hyo Jin pun tersadar dari lamunannya.

“Iya, ada yang bisa kubantu, Hyun Jae sunbae?” ucap Hyo Jin sambil berusaha bersikap biasa saja. Namun gagal total. Itu terlihat dari tangannya yang gemetaran.

“Aish, kau terlalu formal sekali. Cukup panggil Jae Oppa saja. Kau sedang apa disini? Inikan masih pagi.” Tanyanya.

“Tadi aku diantar Appa. Appa harus datang pagi ke kantornya. Jadi aku pun berangkat bersamanya. Kalau oppa?” tanya Hyo Jin.

“Aku memang setiap hari datang pagi. Harus menyiapkan ruang basket dulu. Ah, aku harus ke ruang basket sekarang. Dan…” Hyun Jae menghentikan sebentar perkataan sambil merogoh sesuatu di saku jaketnya.

“Ini untukmu. Kupikir ini akan membuat harimu lebih indah. Anyeong Hyo Jinie~~” ucap nya sambil mengusap lembut kepala Hyo Jin sebelum ia pergi. Hyo Jin melihat barang yang ada ditangannya adalah sebuahpermen lolipop sedang. Hyo Jin senang sekali menerima sesuatu dari ‘sunbae tertampan disekolahannya’-julukan Hyun Jae-itu. Setelah kejadian itu, Hyun Jae sering menyapa Hyo Jin dengan senyum angel dari seorang ‘sunbae tertampan disekolahannya’ itu. Hyo Jin meleleh. Sejak itu ia mengagumi Hyun Jae.

*Flashback end*

KRING!!! KRING!!!

Bel sekolah sudah berbunyi. Kini seluruh siswa keluar dari kelas untuk memberikan sesuatu untuk orang yang sangat berarti bagi mereka. tak terkecuali Hyo Jin.

-14 Februari 2015-

*Hyo Jin POV*

“Omona!! Hari ini adalah valentine!! Tak sabar aku ingin memberikan coklat ini untuknya.” Ucapku sambil memegang coklat buatanku sendiri. Cukup lelah membuat coklat ini. Tapi demi sunbae tercinta, akan kulakukan apapun untuk memenangkan hatinya. Akan kupastikan coklatku adalah coklat termanis dan terenak yang pernah ia makan. Mau tau kenapa? Coklatku istimewa. Ini dibuat dengan cinta*abaikan*

Ah! Itu dia!! Aku harus cepat sebelum kumpulan yeoja-yeoja ganas itu menabrak ak-

BRUK!!

“Awww!!! Appo!!” lirihku sambil bangun dari posisiku yang terlungkup akibat dorongan dari yeoja-yeoja ganas itu. Baiklah akan kulanjutkan kalimat yang sempat terpotong akibat datangnya yeoja-yeoja itu. Yang kumaksud dengan yeoja-yeoja ganas itu adalah yeoja-yeoja penggemar Hyun Jae Oppa sama sepertiku. Lalu yang membedakan adalah mereka genit dan sangat ganas jika Hyun Jae oppa dekat dengan yeoja lain selain mereka. Sekarang yang harus kulakukan adalah memberikan coklat ini pada Hyun Jae oppa tanpa mereka ketahui. Sebentar…

“Coklatku!!!!”

*Hyo Jin POV end*

*Ricky POV*

“Lihatlah yeoja  itu! Sudah tau badannya mini. Berani sekali dia menerobos kumpulan Hyun Jae lovers-nama fans Hyun Jae-“ ucapku saat melihat sosok yang sangat aku kenal. Cho Hyo Jin. Yeoja yang selama ini aku sukai. Namun sayang ia tak pernah menyadarinya. Bagaimana tidak menyadarinya? Hubungan kami berdua seperti kucing dan tikus. Selalu bertengkar.

Kalau kau berfikir aku pengecut maka jawabannya adalah iya! Bukannya aku mau sombong tapi menurut banyak orang aku tak kalah tenarnya dengan si Hyun Jae itu. Buktinya saat ini aku mendapat banyak coklat dari fansku. Walaupun aku sangat menginginkan coklat buatan Hyo Jin. Tapi itu tak mungkin terjadi. Aku tampan, keren, jago dance, dan berprestasi. Namun aku tak percaya diri untuk mengatakan padanya bahwa aku menyukainya. Jauh sebelum ia menyukai namja bernama Hyun Jae. Aku menyukainya sejak kami masih kecil.

*Flashback*

“Hyo Jin, perkenalkan dirimu pada Chunji ajjuma.” Ucap Niel eomma -eomma Hyo Jin-

“Anyeong!! Naneun Cho Hyo Jin immida. Nice to meet you.” Ucap Hyo Jin sambil membungkukan badannya.

“Omona!! Neomu yepeo~~ Anyeong Jinie~ naneun Chunji. Kau bisa memanggilmu Chunji eomma. Sudah lama aku ingin mempunyai anak perempuan. Kau mau kan menjadi anak perempuan eomma? “ ucap eommaku padanya.

“Ne, eomma. Hyo Jin mau menjadi anak perempuanmu.hhe^^” ucap Hyo Jin sambil menunjukan senyum manisnya. Aku terpikat oleh senyuman itu. Senyuman manis yang terukir manis dari bibirmu.

“Omona! Kau lucu sekali~ nah, kenalkan. Ini putra eomma. Ricky perkenalkan namamu.” Eomma dengan semangat menarikku dari tempat persembunyianku. Ya, daritadi aku bersembunyi. Kulihat Hyo Jin tertawa melihatku ditarik oleh eomma. Tuhan, tawanya pun sangat menggemaskan. Semakin menambah kecantikan dari wajah tersebut.

“A-anyeong, naneun Yoo Changhyun. Tapi aku biasa dipanggil Ricky. Nice to meet you.” Ucapku sedikit gugup. Tak kudengar jawaban dari Hyo Jin.

“Wah, anakmu tampan sekali~~ aku juga ingin mempunyai anak  laki-laki. Beruntung sekali kau memiliki anak setampan ini.” Ucap Niel eomma.

“Aku tak keberatan menjadi anak eomma. Karna Hyo Jin anak eomma, jadi aku juga akan menganggap eomma sebagai eommaku juga.”kataku.

“Bolehkah?”

“Tentu saja. Karna mereka anak tunggal. Jadi mereka merasa seperti mempunyai saudarakan. Nah, Hyo Jin. Mulai sekarang Ricky adalah oppamu. Dia lebih tua setahun darimu. Jadi kau akan menjadi yedongsaengnya Ricky. Otte?” kata eomma padanya.

“Yeay!! Aku punya oppa!! Ricky oppa, aku bahagia mempunyai oppa yang tampan sepertimu.. kau bahagia juga kan?” tanya Hyo Jin sambil memelukku erat.

“Tentu saja. Aku bahagia mempunyai yedongsaeng yang cantik dan manis sepertimu. Mulai sekarang kita harus selalu bersama ya. Oppa akan menjagamu. Janji.” Ucapku sambil membalas pelukannya. Eomma dan appa hanya tertawa melihat moment itu. Tapi tiba-tiba Hyo Jin melepas pelukannya.

“Kalau aku selalu bersama oppa. Nanti bagaimana kalau Hyo Jin sudah menikah?”tanyanya dengan mata berbinar. Aku hanya tertawa pelan lalu mencium pipinya.

“Akan oppa pastikan kau akan menikah dengan oppa. Jadi kita tak akan terpisah. Otte?” tanyaku sambil memeluknya lagi. Hyo Jin membalas pelukanku.

“Saranghae, Ricky oppa~” ucapnya.

“Na do saranghae, Hyo Jinie~”

*Flashback end*

Kenangan itu teringat lagi. Kami begitu lugu dan polosnya saat itu. Apa kalian bertanya-tanya kenapa kami bisa seperti ini? Aku pun tak tau alasannya. Tiba-tiba ia menghindariku dan tak pernah bersikap ramah terhadapku. Bahkan aku hanya bisa melihatnya dari jauh seperti ini. Sangat pengecut.

BRUK

“Coklatku!!!!” teriak seorang yeoja histeris.

“Awww.. Appo..” kepalaku sakit akibat kotak coklat yang cukup berat itu. Kulihat sang pelaku yang sedang berdiri didepanku. Saat  aku mendongakkan kepalaku, ia terlihat kaget. Aku pun kaget. Gimana gak kaget kalau yang ada di depanku adalah Hyo Jin. Sekali lagi Hyo Jin. Eh?! Hyo Jin!!

“Ya!! Kembalikan coklatku! Kalau tidak akan kulaporkan eomma!” tuh kan. Dia tak pernah bersikap lembut seperti dulu lagi.

“Hei, kau sudah melemparnya untukku kan? Jadi ini punyaku. Bukan punyamu lagi. Kalau mau lapor sama eomma. Silahkan!” ucapku sambil menjulurkan lidahku. Apa salahnya aku bermain dengan dia. Sudah lama kami tak berbicara dalam jangka waktu yang lama.

“Ya! Percaya diri sekali engkau! Memangnya kau siapa,eoh? Namja terkeren di sekolah ini?” oh Tuhan, jelas saja aku sangat terkenal di sekolah ini. Bukti? Sekarang dibelakangku telah berbaris yeoja-yeoja penggemarku. Apa mata Hyo Jin buta?

“Memang aku namja terkeren disini. Apa matamu buta? Lihatlah belakangku ini. Kau kira untuk apa mereka berbaris dibelakangku? Mengantri untuk sembako? Tentu saja tidak!!” ucapku sambil menyentil dahinya. Sebenarnya aku kasian melihatnya kesakitan. Tapi itulah yang kulakukan saat aku gugup.

“Aku bingung dengan mereka. Kenapa mereka menyukai namja sepertimu? Selera yang buruk. Kembalikan coklatku!!!” ia merengek meminta coklatnya kembali.

“Tak akan. Kau pasti akan memberinya pada Hyun Jae kan? Aku tak mengijinkanmu. Mending buatku aja. Jangan termakan omongan manisnya.” Ucapku.

“Sejak kapan kau jadi peduli padaku,tuan Yoo?!” tanyanya judes.

“Aku sudah berjanji untuk menjagamu! Apa kau melupakan itu?! Bisa-bisa nya kau melupakan itu.” Bentakku. Oke, aku berlebihan. Tapi aku tak dapat membendungnya lagi.

“Bagaimana kau bisa menjagaku kalau yang kau lakukan hanya memikat para yeoja?!!! Sudahlah, aku benci padamu. Coklat itu bisa jadi milikmu” ucapnya sambil pergi dari depanku. Kulihat badannya sedikit bergetar. Apa dia menangis? Ah, apa yang kuperbuat? Aku membentaknya. Aish, aku harus minta maaf. Dan sialnya aku kehilangan jejaknya. Apa boleh buat aku harus berkeliling sekolah untuk menemukannya.

*Ricky POV end*

*Hyo Jin POV*

 “Bagaimana kau bisa menjagaku kalau yang kau lakukan hanya memikat para yeoja?!!! Sudahlah, aku benci padamu. Coklat itu bisa jadi milikmu”

Astaga. Apa kata-kataku sangat menyakitkan. Tapi, kenapa ia harus membentakku? Apa aku bilang aku melupakan kejadian itu? Tidak kan? Sampai sekarang aku masih mengingatnya. Semua masih tersimpan rapih di hati ini. Tapi kenapa ia tak menyadarinya? Kenapa aku tak bisa menjadi yeoja idamanmu? Yeoja yang selalu kau banggakan pada teman-temanmu…

Aku mulai berlari menuju rumahku. Aku tak akan memperlihatkan air mata ini padanya. Saat sampai di rumah aku merasakan pernah mengalami hal yang sama dengan kejadian ini. Dimana aku berlari sambil menangis dari sekolah ke rumah dan pelakunya sama.

*Flashback*

3 tahun yang lalu…

Aku menunggu Ricky oppa di lorong sepatu. Ah! Itu dia bersama Changjo oppa. Aku akan mengahampirinya..

“Ya, Ricky! kau menolak Jung Hye Mi? Dia kan yeoja tercantik dan terpopuler di sekolah ini” kata temannya, Changjo. Ricky hanya diam menggapinya.

“Sudah cantik,ramah, jago masak, jago nyanyi, jago olahraga. Dia multitalent! Bisa-bisanya kau menolaknya.”tambah Changjo. Ricky hanya berdecih mendengarnya.

 “Memang bagaimana kriteria yeoja idaman seorang Yoo Changhyun yang populer ini?” kini Ricky tersenyum dan terkekeh pelan sebelum mendengarnya.

“Yang jelas dia yeoja manis, aku lebih suka yeoja dengan banyak ekspresi, unik, aku tak butuh yang cantik. Aku membutuhkan orang dapat membuatku terpesona pada pandangan pertama.” Ucapnya dengan senyumnya yang sangat cerah itu. Changjo hanya mengangguk pelan.

“Ah! Jangan-jangan Jang Sa Ha? Kau pernah bilang kalau Jang Sa Ha itu membuatmu terpesona kan? Sudahlah jangan berbohong lagi. Kau suka Jang Sa Ha kan? Ciee…” ejek Changjo yang hanya ditanggapi dengan senyuman Ricky yang begitu indah.

JLEB

Aku tak sanggup melihat peristiwa itu lebih lama. Air mataku tak dapat dibendung. Segera aku lari menuju rumah dengan ditemani air mata yang menghiasi wajah bulatku ini.

Ricky oppa suka pada Jang Sa Ha?? Jang Saha eonni?? Oke, ku akui Sa Ha eonni adalah orang yang terkenal di sekolahnya karna kecantikan, dan bakatnya pada bidang modeling. Sungguh hati ini sedih. Kenapa? Hei, lihatlah perbedaan seorang  Hyo Jin dan Sa Ha! Baiklah akan kudeskripsikan..

  1. Sa Ha eonni itu tingginya lebih dari 160cm. Sedangkan aku? Aku 157 pun tak sampai(curhat)
  2. Sa Ha eonni itu terkenal karna kecantikannya dan bakat modelingnya. Dan aku? Bahkan anak kelas sebelah saja ada yang tidak tahu namaku. Ini miris.
  3. Sa Ha eonni itu kulitnya putih bersih dan sangat lembut. Aku? Kulitku putih. Tapi tak seputih dia karna ekskul yang kuikuti adalah softball. Tak mungkin kulitku akan seputih Sa Ha eonni jika ia setiap ekskul hari berpanas-panasan dibawah terik matahari.
  4. Dan yang terakhir, Sa Ha eonni itu langsing dan sangat cocok dengan tinggi badannya. Seorang Hyo Jin? Badannya dapat dibilang bulat. Atau singkatnya bantet.

Memikirkan perbedaannya saja sudah membuatku semakin drop. Tak ada lagi Hyo Jin yang PD nya tingkat tinggi. Siapa sih yang tak PD jika dibandingkan dengan seorang ‘primadona’ sekolah? Ujung-ujungnya juga minder sendiri. Nah, itulah aku.

*Flashback end*

Semenjak hari itu aku selalu bersikap dingin pada Ricky oppa. Bahkan aku tak pernah memanggilnya dengan sebutan’ Ricky oppa’. Jangankan menambahkan kata oppa, memanggil namanya saja sudah jarang. Aku lebih sering memanggilnya dengan ‘ya!’

Aneh? Aku tahu pasti kalian bingung untuk apa aku sedih? Entahlah, aku merasa tak dapat mendapatkan dia. Sehingga untuk apa aku bersikap baik padanya kalau pada akhirnya ia akan melanggar janjinya dan berbahagia dengan yeoja lain. Lebih baik kami saling membenci daripada aku tersiksa karna sakit hati yang mendalam. Miris.

*Hyo Jin POV end*

*Author POV*

Terlihat seorang namja sibuk berkeliling sekolah untuk mencari yeoja yang telah ia buat menangis. Tapi hasilnya nihil. Ia telah mencari yeoja itu keseluruh penjuru sekolah. Bahkan sampai WC perempuan. Ia mulai panik dan kecapaian.

“Aish.. yeoja itu kemana? Dia selalu membuatku khawatir,” ucap Ricky yang akhirnya menyerah untuk mencarinya karna ditegur oleh satpam sekolah.

Kini namja itu berjalan lesu menuju rumahnya. Tak menemukan yeoja itu adalah hal yang dapat membuat namja ini sangat lemas. Ia pandangi sebrang rumahnya. Ia lega melihat sepatu yeoja tersebut sudah ada di depan rumah itu. Ia tanpa sadar tersenyum dan pada waktu yang sama dua orang cantik keluar dari rumah tersebut.

“Ricky-a, mampirlah kesini.Eomma baru membuat masakan kesukaanmu. Niel eomma pun membuatkan dessert yang sangat enak. Ayo cepat! Hyo Jin sudah menunggu.” Ucap Chunji Eomma. Ternyata orang cantik itu adalah Chunji eomma dan Niel eomma.

Segera namja itu memasuki ruamh itu. Memang benar dimeja makannya terdapat masakan kesukaannya dan dessert yang sepertinya lezat.  Dan memang benar jika Hyo Jin sudah melahap makanan itu dengan tingkah yang yang tak bisa disebut anggun. Dan Ricky tak dapat menahan tawanya. Tapi ia masih sayang dengan wajah tampannya. Ia tak ingin wajah tampannya rusak oleh lemparan benda-benda yang berada di meja makan. Jadi ia hanya terkekeh pelan.

Ricky mendudukan dirinya berhadapan dengan Hyo Jin. Hyo Jin yang awalnya tak menyadari terkaget dan hampir menyemburkan apa yang ada di mulutnya jika Ricky dengan santainya  membekap mulut Hyo Jin dengan tissue. Membuat Hyo Jin tak dapat menyemburkannya.

Kini mereka makan dengan suasana yang sunyi. Hanya dentingan sendok dan garpu yang menggema. Sesekali salah satu dari mereka mencuri pandang pada orang yang berada dihadapannya. Dimana para eomma? Mereka pergi ke mall untuk shopping. Sehingga di rumah ini hanya da mereka berdua.

“Ehem.. Hyo Jin, aku ingin minta maaf atas perlakuanku padamu tadi saat di sekolah. Sungguh aku minta maaf sudah membentakmu. Jeongmal mianhae.” Ucap sang namja yang tak kuasa melihat wajah Hyo Jin yang terlihat merah akibat menangis. Hyo Jin hanya terdiam.

“Ternyata kau bisa minta maaf juga? Kupikir hatimu sangat tidak peka terhadap orang lain. Huh!” ucap Hyo Jin cuek. Ricky mulai menghela nafas lagi. Sudah ia kira akan begini.

“Hei, aku sangat peka akan orang lain. Contohnya sekarang aku tau kalau kau habis menangis hebat.” Ucap Ricky. Hyo Jin terkekeh.

“Kau bisa bilang begitu karna wajahku yang sangat hancur ini. Kau sangat tidak peka terhadap sekelilingmu. Kalau kau peka maka kau akan tau apa alasan aku menangis sehebat ini. Apa kau tau alasan ku menagis?”ucap Hyo Jin tanpa mengurangi kadar kejutekan dalam perkataan maupun intonasinya.

“Kau marah padaku karna aku tak mengijinkanmu memberi coklat pada Hyun Jae? Aku tak salah kan?” Hyo Jin ingin sekali memukul namja yang berada di depannya ini. Bagaimana bisa ia tak peka akan perasaannya selama ini!!!

“Bahkan kau masih belum menyadarinya. Sungguh orang yang tak peka. Kurasa kau tidak akan pernah tau alasannya, Tuan tak peka.” Ucap Hyo Jin dengan matanya yang kembali berair. Merasa akan menurunkan air matanya, Hyo Jin segera bangkit dari bangku dan akan pergi menuju kamar. Tapi Ricky menahannya.

“Sungguh aku tak tau apa yang kau maksud. Oke, aku memang orang yang tak peka. Tapi jika kau tidak memberi tau, aku tak akan tau apa salahku. Jadi bisakah kau menjelaskan hal apa yang membuatmu memanggilku ‘namja tak peka’. Jelaskan padaku.” Runtuhlah sudah pertahanan Hyo Jin. Segera ia membalikan badannya dan memandang Ricky dengan emosi dan air mata yang tak henti turun dari mata indahnya. Ricky merasa sangat bersalah.

‘Jahat sekali kau Yoo Changhyun! Kau tega membuat ia menangis lagi!’ itulah yang ada dibenak Ricky saat melihat mata indah Hyo Jin tertutup oleh derasnya air mata.

“Kau memang namja tak peka!!! Hiks,,, Kau namja tak berperasaan!!! Hiks… Kau namja pabbo!! Hiks.. Apa kau tak pernah sadar bahwa aku mencintaimu?!!! Hiks.. Aku selalu ingin bersamamu! Hiks.. aku selalu memperhatikanmu!! Hiks.. Tapi, kau tak pernah menyadarinya kan?? Kau tak menyadarikan kalau aku sangat mencintaimu!! Kuulangi, Aku Cho Hyo Jin sangat mencintaimu Yoo Changhyun!! Hiks..” ucap Hyo Jin yang tak sanggup menahan perasaannya. Kini ia menangis keras dengan tubuhnya yang sudah melorot ke bawah. Tangannya tak henti memukul dadanya yang sesak.

Ricky? Ia sibuk mencerna kata-kata yeoja yang sedang menangis keras. Beberapa detik kemudian ia membawa Hyo Jin kedalam pelukan hangatnya. Ia membiarkan Hyo Jin menangis didadanya. Sesekali ia mengusap kepala Hyo Jin.

“Mianhae. Jeongmal mianhae. Oppa tak bisa menyadarinya. Kupikir cintaku bertepuk sebelah tangan melihat tingahmu yang tiba-tiba berubah. Saranghae. Jeongmal saranghae, Jinie~”

DEG

‘Panggilan itu.. aku sungguh merindukannya’ batin Hyo Jin. Ia tak dapat menahan air mata bahagianya. Dipeluknya namja yang selama ini ia kejar cintanya dan ternyata namja itu pun mengejar cinta Hyo Jin.

“Nado. Nado saranghae, Ricky oppa”ucap Hyo Jin sambil mengeratkan pelukannya. Sedangkan sang namja kini tersenyum mendengar jawaban itu.

“Mau kah kau menjadi yeojachinguku?” ucap Ricky tepat ditelinga Hyo Jin sehingga membuat Hyo Jin sedikit geli. Dan tanpa ragu Hyo Jin menganggukan kepalanya. Mereka pun saling berbagi ciuman manis. Mereka bahagia bisa kembali bersatu.

4 tahun kemudian

Terlihat sepasang pengantin didepan altar yang telah resmi menjadi sepasang suami istri. Kini adalah acara sambutan dari pihak pengantin yang diwakili oleh sahabat sang mempelai pria, Changjo.

“Selamat pagi semua. Saya Changjo selaku perwakilan dari pihak pengantin mengucapkan terima kasih pada Anda semua yang telah hadir di acara pernikahan Yoo Changhyun dan Cho Hyo Jin. Lalu, satu hal lagi yang saya ingin katakan  em.. mungkin lebih tepatnya saya ceritakan sebuah rahasia tentang kisah cinta dari pengantin kita sekarang ini. Begini, sekitar 7 tahun yang lalu saat pulang sekolah saya dan Ricky pergi ke ruang sepatu untuk mengganti sepatu dan pulang bersama. Saat sampai di loker sepatu, saya melihat Hyo Jin sedang bersembunyi saya pikir akan rame jika membuat Hyo Jin cemburu. Saya sebenarnya sudah mengetahui bahwa mereka saling menyukai. Saya pikir ini akan membuat dia menyampaikan perasaannya pada Hyo Jin. Tapi belum selesai rencanaku, Hyo Jin sudah pergi dengan berlinang air mata. Padahal ia melewatkan jawaban yang mungkin akan membuat ia langsung bisa berpacaran dengan Ricky. Saat aku menanyakan apakah ia menyukai Sa Ha, Ricky berkata..

‘Hei, mana mungkin aku meninggalkan Hyo Jin!! Hanya Hyo Jin yang dapat membuatku terpesona sejak pertama kali bertemu. Tak kan ada orang yang seperti dia. Bunuh aku jika aku menemukan yeoja yang dapat menggantikan posisi Hyo Jin dihatiku.’

Romantis bukan? Sayangnya ia melewatkannya. Jadi aku telah membocorkan sebuah rahasia yang selama ini aku simpan. Anggap saja ini kado pernikahan dari ku. Hehe.. “ Changjo menjutup pidatonya. Kini kedua pengantin sedang menahan amarah. Karna rencana Changjo mereka terpisah dan saling membenci dan mereka merencanakan akan menghajar Changjo setelah resepsi selesai.

END

Selesai~~

Bagian mana yang kalian sukai?*ngedip ala Dora the Explorer*

Author minta comment nya yah.. Kritik saran sangat diterima karna Author masih newbie..

Author gak minta uang.. Beneran..  Author Cuma minta comment sama likenya aja~

Kalau bisa tinggalkan jejak ya..

Sampai ketemu di FF selanjutnya!! Anyeong!!!

~Cho Hyo Jin

 

 

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s