STARLIGHT #SpecialProjectforRavi

Title: STARLIGHT

Author: Jung Yoonhee

Cast:
o Jung Yoonhee (OC)
o Kim Woonsik aka Ravi VIXX

Other cast:
o Eomma Yoonhee
o Other VIXX member

Genre: Romance
Length: Oneshoot
Rating: PG-16

Note:
Ini FF special for Ravi Birthday.
Happy Birthday Ravi oppa ^^
Udah mentok mau alur yang kaya gimana, jadi author mutusin milih yang ini aja.
Cerita murni kisah hidup author. Agak aneh sih tapi maklumkan ya.
Di FF ini ngertiin eommaku yang salah gaul itu ya.
Gaada unsur buat bikin fanwar ataupun menghina boyband-boyband yang ada. Semua kata-kata hanya untuk hiburan semata, maaf kalau tersinggung.
Typo? Itu mata kalian yang salah bukannya author #gamaudisalahin.
Kesamaan cerita mungkin author ga sengaja ‘-‘)v
No plagiat.
No bash.
Jangan lupa comment

STARLIGHT

For Readers, Happy Reading ^^

.

.

.

A star has no meaning without STARLIGHT.

*Yoonhee POV*
Oke, aku akan menceritakan kisahku. Semua ini berawal dari hobi baru eommaku. Dengan santai eommaku duduk didepan TV. Dia “memblokir” semua tayangan TV demi sebuah acara TV yang menyuguhkan MV-MV boyband dan girlband Korea selama 2 jam nonstop. Mari kita mundur 3 tahun kebelakang.

-flasback-
“Eomma,ganti lah.” suaraku hampir serak hanya karena meminta ini pada eommaku. Sungguh bosan melihat hobi barunya ini. Aishh..

“Andwe! Sudah diam, nonton saja. Tidak ada yang boleh mengganti.” ancam eommaku sembari memeluk remote TV.

“Eomma, ayolah.. Oh, iya. Bukannya kau sedang masak jjangmyeon? Kurasa jjangmyeongmu menjadi hitam gosong, deh.”

“Oh, iya. Hampir lupa.” eommaku pun bergegas ke dapur. Ternyata siasatku gagal, remote itu masih ada dipelukannya.

“Argghhh.. eomma jebal! Itu remotenya.” jeritanku itupun hanya dianggap angin lalu olehnya. Sedangkan anggota keluarga lainnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena pusing melihat tingkah kami yang tidak pantas.
Eommaku masih sibuk dengan jjangmyeon gosongnya. Sedangkan aku, akhirnya aku diam terpaku pada layar TV karena satu hal.

“Eomma, ini apa? Palli, ganti.”

“Apaan sih?”

“Itu yang apaan.” aku menunjuk TV yang sedang memperlihatkan sebuah MV yang lain daripada MV yang biasanya eommaku dan aku (terpaksa) lihat. Konsepnya sungguh berbeda. Di awal, terdapat tulisan-tulisan dan juga sesosok robot yang muncul sembari berkedip-kedip/? (ngerti ga? Jadi kaya remang-remang terang gelap gitu). Selanjutnya MV itu mendadak menjadi sebuah acara fauna bagiku. Ulat-ulat dari famili vermes yang tidak jelas, laba-laba yang besar, lipan, dan juga seekor ular lucu yang berwarna-warni. Ingin tahu seperti apa membernya? Make up mereka membuat mereka jauh dari kata tampan standar para boyband menurutku.

“Tuh, kan sudah kubilang. Sebelah mana tampannya?” tanyaku meremehkan.

“Jangan begitu. Nanti suka loh.”

“Muntah..” ketusku. Yaampun apaan sih ini? Video saja bisa membuat eommaku salah gaul begini. Aishh.. jinjja.

“Oh ya eomma, H-Y-D-E dibacanya apa?” itu kata-kata yang kudapat dari MV seram tadi. Oh ya, karena aku tidak tahu nama boyband itu, mulai sekarang aku akan memanggil mereka “boyband seram”.

“Itu dibacanya Ha-id.”

“Haid? Datang bulan? Kenapa tidak mens saja?”

“Kau ini..”

“Appo!” kepalaku kena jitak eomma.

“Pabbo, masa tidak tahu Hyde?”

“Memangnya salah kalau tidak tahu? Kita kan beda zaman eomma.” ejekku.

“Zaman?! Kau kira eomma manusia purba, eoh?” seru eommaku yang ingin menjitak kepalaku lagi.

“Hehe.. bercanda eomma, jadi itu Hyde?”

“Iya, dulu ada novel Dr. Jekyll and Hyde. Jadi dia itu satu orang yang memiliki kepribadian ganda.” jelas eommaku yang membuatku makin tidak jelas.

“Oh, oke.” jawabku yang cari aman dari omelan dan jitakan dasyat eomma.

Berselang beberapa MV, ada sebuah boyband yang menarik perhatianku. Konsep rewind itu, menurutku sungguh sangat kreatif.

“Cie.. ada yang bakalan suka boyband nih.” perkataan eommaku tadi membuat lamunanku buyar.

“A-apa? Akh..ani. Aku tidak suka.” jawabku menepis hipotesa eomma.

“Bohong.. mana yang tampan?”

“Yang rambutnya hitam.” Argghh.. Yoonhee pabbo, kenapa dijawab. Lagipula aku ini memang pabbo, eomma pasti melihat bagaimana berbinarnya mataku dan lebarnya mulutku yang terbata-bata tanpa suara karena terpesona. Pabbo! Pabbo, Yoonhee pabbo!

“Ciee.. udah ga ketinggalan zaman ya sekarang.”

“Ikh, apasih..”

“Yey! Anakku suka boyband korea. Wow!”

“Eomma, apasih? Kau alay sekali.”

“Biar. Ekh, ngomong-ngomong Hee-ya, bukannya itu boyband yang tadi?”

“Yang mana?”

“Yang itu loh, yang banyak binatangnya tadi. Soalnya video diawalnya sama ma MV itu.”

“Impossible..” sulit bagiku untuk menerima kenyataan yang masih diragukan ini. Tapi masalahnya mata eommaku tak pernah salah, lagipula masalah korea ini kan ahlinya eommaku. Aneh saja bagiku, si “boyband seram” bisa jadi tampan dan bersinar begini.

 4 menit aku memperhatikan si “boyband seram” yang masih diragukan kebenarannya itu. Akhirnya hipotesa eommaku diterima. Diakhir MV ada sosok robot yang sama seperti yang aku lihat di MV dunia fauna milik “boyband seram”.
“V-I-X-X? Nama “boyband seram” tuh Hyde atau V-I-X-X?”

Aku memutar bola mataku untuk berfikir. Sungguh, siapa mereka ini sampai-sampai aku berpikir lebih keras daripada saat aku mengerjakan soal-soal fisika.

“Yak, kau melamun?” eommaku membuyarkan lamunanku, lagi.

“Ehm.. itu bukan. Kalau V-I-X-X dibacanya apa?”

“VIX mungkin.”

“Ohh.. “

Berbulan-bulan berlalu dan eommaku menjadi murung lantaran acara TV favoritnya sudah tidak tayang lagi.

“Eomma apa kau sebegitu murungnya karena tidak bisa melihat MV-MV lagi?” tanyaku khawatir.

“Ani, ada masalah baru.”

“Apaan? Boyband itu bubar?”

“Yak! Bukan. Ini loh, bagaimana cara mengunduh video-video dari Youtube?”

“Aishh.. eomma aku kira apa. Molla.”

“ Akh, kau ini.”

Sudah kubilang kan dari awal. Video-video ini membuat eommaku salah gaul. Ditambah lagi appaku yang baik hati membelikannya sebuah tab. Belum 2 bulan, kini dia sudah memiliki semua MV favorit-favoritnya milik boyband Tak terhingga dengan lambang 8 yang sedang tiduran.

“Wahh.. suaranya bagus sekali, tapi sayang matanya tidak ada.” eommaku sedang rusuh dengan teman barunya itu, tab.

“Eomma, kemarilah..” panggilku.

“Mwo? Wahh..”

Hobi lamanya itu pun dia jalankan kembali. Duduk didepan TV sembari menonton acara yang menanyangkan MV-MV korea. Tapi kali ini acaranya berbeda, dan juga durasinya hanya 30 menit.

Satu..dua..tiga.. nah MV yang ketiga ini membuatku tercengang. MV ini memiliki konsep bedah membedah dengan organ dalam yang sudah keluar dari tempat asalnya. Iuhh.. VIXX

Voodoo Doll

Tulisan itu tertera dibawah MV itu. VIXX? Kurasa namanya familiar, dan konsepnya..
Aku membuka laptop dan langsung menghubungkannya dengan koneksi internet. VIXX itulah yang kuketik di kolom pencarian Google. Dan wow, ternyata ini si “boyband seram” ternyata. Beberapa bulan bisa membuatku benar-benar melupakan mereka. Aku pun segera membuka web berjudul “Profile Member VIXX”.

Web itu menunjukkan 6 orang namja dengan foto dan bidatanya lengkap.

“Oke, Hyuk. Kau tampan.” decakku dalam hati.

“Kau jadi suka, siapa itu? ehm.. VIXX?”

“Mungkin. Eomma bisakah kau unduh semua MV mereka?”

“Gampang.”

Tak lama, semua video sudah kupunya. SUPER HERO, Rock Ur Body, On and On, Hyde, G.R.8.U, Voodoo Doll, Thank You for My Love, Girls, why?, dan yang terakhir dan baru saja rilis Only U.

Liburan natal pun tak serasa hampa. Aku mengikuti hobi eommaku, apa itu namanya…. Ehmm..K-POP. Itulah dunia baru bagiku.

“Kau sudah punya ini belum?” eommaku langsung menggambil HPku dan menyalakan bluethoot.

“Ada apa? MV baru VIXX?”

“Ani. Ini MyDOL.

“MyDOL?”

Tak banyak bicara, setelah eommaku beres dengan bluethoot membluethootnya aku pun langsung menonton variety show itu dan jatuh cinta pada seseorang. Ingat saat aku menyukai namja berambut hitam di MV G.R.8.U? Aku menyukai Leo lantaran suaranya begitu romantis bagiku. Ingat saat aku bilang bahwa Hyuk tampan? Bukan, aku juga bukan menyukai Hyuk. Dari MyDOL aku mengetahui betapa dingin dan diam. Sedangkan Hyuk dia begitu jahil, namun dia tetap yang paling tampan bagiku, hehe. Bukan, bukan mereka yang membuatku jatuh cinta, melainkan seseorang yang menenagkan Leo saat dia marah/? terhadap member lainnya. Namja bermata lucu itu benar-benar.. gentle. Aku tak pernah mengatakan kalau dia tampan, tidak. Tapi sifat, dialah juaranya. Sang rapper VIXX, alias Ravi. Dialah namja yang makin membuatku menyukai K-POP. Sikapnya membuat dia semakin lama semakin tampan. Suaranya yang berat namun tetap romantis, gaya berpakaian dan juga rambutnya yang unik. Serta wajah imut yang tak cocok aegyo (menurutku) membuatku semakin suka padanya.
-flashback end-

BRAK

Bunyi bantingan pintu itu membuatku berhenti melamun.

“ Yoonhee-ya.. Maaf lama, kau bisa lakukan ini dengan cepat kan?” ujarnya dengan nafas tersenggal-senggal.

“Akan kuusahakan oppa. Tapi kau berkeringat sekali, jangan bilang kau..”

“Iya aku lari, lagi.” dadanya yang naik turun makin meyakinkanku.

“Kebiasaan.”

*Yoonhee POV end*
*Author POV*

“Kebiasaan.” Yoonhee pun mengambil lembaran tissu dan mulai mengelap wajah orang yang terlambat itu. Kita sebut saja “pasien” (bukan bunga, ntar disangka tukang jualan baso boraks.)

“Tapi aku tampan kan saat berkeringat?” godanya.

“Tampan dari mana? Bau yang ada.” jawab Yoonhee menghina.

“Masa aku bau? Baru kemarin aku tidak mandi.” Si “pasien” mengendus-endus tubuhnya.

“Jorok!”

“Haha.. jangan terlalu tebal foundationnya. Berikan kesan natural dan santai, oke?”

“Gampang.” Yoonhee pun membuka kotak yang berisi perlengkapan kerjanya itu.

“Ravi, cepat ya. Yang lain sudah siap, waktumu 15 menit lagi untuk on air.” 3 menit berlalu untuk mempermak wajah “pasien”nya itu.

“Baiklah. Sudah selesaikan Yoonhee? Sekarang bantu aku untuk berganti pakaian.”

“Tapi aku kan make..”

“Kjja~” Yoonhee hanya bisa mengikuti kemauan si “pasien”nya itu yang sudah menariknya ke ruang ganti.

“Bisa pegang ini untukku?” Ravi memberikan sebuah kotak beludru berwarna biru tua nyaris hitam kepada Yoonhee.

“Ige mwo-ya?”

“Untuk someone special. Aku takut hilang, kau jaga itu baik-baik, ya.”

“Ne.” Setelah berganti baju mereka pun langsung on air. Seperti biasa, Yoonhee berdiri di belakang para kameramen.

“Kita mulai ya.” Seorang namja menganggkat tangannya dan mulai menghitung mundur. 3..2..1..

TING

Lampu on air menyala.

MC itupun segera membuka acaranya dan memperkenalkan bintang tamu hari ini.

“Real V, V-I-X, VIXX imnida.” sapa mereka serempak.

“Wah.. hari ini VIXX terlihat berbeda. Apa mungkin aku yang salah lihat?” puji MC.

“Ani, mungkin ini karena keahlian make up artist kami. Gomawo make up artist.” ucap Ravi sembari tersenyum. Yoonhee yang berada “dibalik” layar pun hanya bisa tersipu karena pujian Ravi.

“Karena hari ini tepat hari kasih sayang, maka ada pertanyaan khusus untuk VIXX. Siapa yang sudah punya yeojachingu?” Semua member hanya mendelik satu sama lain dan tersenyum geli.

“Ani, kami belum ada yang punya yeojachingu.” ujar N menjelaskan.

“Baiklah kita ganti pertanyaanya. Menurut VIXX siapakah orang spesial di hari kasih sayang ini? Kita akan tanya berurutan mulai dari uri magnae, Hyuk.”

“Keluaga.” jawab Hyuk singkat.

“Begitu juga denganku. Keluarga adalah yang terbaik.” kata Hongbin.

“Molla-yo.” siapa lagi kalau bukan jawaban dari Leo.

“Eommaku. Dialah orang paling spesial, paling kusayang, dan paling cantik untukku.” Ken menjawab dengan aegyonya itu.

“STARLIGHTlah yang ada di hatiku.” N mengangguk pasti.

“Wah, uri leader kelihatannya sangat sayang para fansnya.” Kata MC sembari menepuk tangan dan diikuti oleh member yang lainnya.

“Yang terakhir, Ravi?” MC melanjutkan pertanyaannya. Ravi menunduk, mukanya merah seperti tomat.

“Ravi sedang malu sekarang.” N menepuk pundak Ravi untuk mengembalikan warna wajah Ravi seperti awal.

“Ani hyung. Baiklah, aku akan jujur. Sebenarnya ada yeoja yang sedang kupikirkan akhir-akhir ini.”

“Wah.. kalau boleh tahu siapa yeoja beruntung yang bisa Ravi pikirkan itu? Member girlband atau actress?” tanya MC kepo.

“Aku tidak bisa memberitahunya sekarang.”

“Baiklah kalau begitu, apa yang ingin kau sampaikan padanya?”

“Hah? Apa harus?”

“Ayo Wonshik cepat katakan. Durasi ini.” Ken menunjuk nunjuk kearah jam tangannya.

“Oke..” Ravi akhirnya memberanikan diri. Semua member dan MC itu diam menunggu Ravi melanjutkan kata-katanya.

“..aku tahu kau mendengarkan ini, tapi aku tidak tahu apa kau suka ini atau tidak. MC yang suruh dan Ken hyun yang memaksaku. Tapi kau harus tahu satu hal. Saranghae. Kepada STARLIGHT doakan dan restui kami ya. Jangan benci kami dan ganggu hubungan kami yang baik-baik ini. Aku hanya namja biasa yang butuh seorang pendamping. Aku mohon kalian mengerti.” diakhir pesannya itu Ravi bersujud.

Member lainnya dan MC hanya bisa tercengang melihat kelakuan Ravi yang menurut mereka berlebihan itu.

“Ravi-ya, berdirilah. Kita tutup acara ini. Ayo, VIXX ucapkan salam kalian.”

“Ne, STARLIGHT Happy Valentine.” mereka melambaikan tangannya lalu membungkuk.

TING

Lampu on air pun padam.

“Kamsahamnida, kalian melakukannya dengan baik.” ujar semua member VIXX sembari membungkuk kepada orang-orang dibalik layar, dan tak lupa pada MC. Yoonhee berjalan cepat kearah ruang make up. Dia menyimpan kotak beludru itu diatas meja dan mendudukan dirinya di bangku make up.

“Huft..” Yoonhee menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan membuang nafas berat.

“Yoon…hee…ya.. Tebak siapa ini?” ujar seseorang yang berdiri dibelakang Yoonhee dan sedang ikut-ikutan menutup wajah Yoonhee dengan kedua tangnnya.

“Ravi oppa?” jawab Yoonhee.

“Ding, kau benar. Ayo bergegas, kita ada Photoshoot di Pulau Jeju untuk special album kita.”

“Oh, iya benar. Kjja.” Mereka berdua dan para member lainnya, serta semua crew masuk kedalam sebuah bus. Yoonhee duduk dibelakang sendiri.

“Sendiri saja?”

“Ani. Kali ini berdua. Kenapa pindah oppa?”

“Hyuk sudah tidur. Aku tidak ada teman bicara.”

“Ohh.. begitu.”

“Yoonhee, ini untukmu.” Ravi menyodorkan kotak beludru tadi.

“Wae?” tanya Yoonhee heran.

“Orangnya tidak mau, jadi untukmu saja. Jaa, bukalah.” Yoonhee membuka kotak itu. Didalammya terdapat kalung berliontin 3 bintang.

“Yeppo-yo. Pasti mahal kan? Apa tidak apa-apa jika untukku?”

“tentu saja tidak apa-apa. mungkin kau akan cocok mengenakannya. Sini oppa pasangkan.” Ravi mengubah arah tubuh Yoonhee dan memakaikan kalung itu.

“Kamsahamnida oppa.”

.

Jam demi jam pun berlalu, akhirnya mereka sampai ke salah satu hotel di Jeju. Tengah malam pun sudah berlalu. Mereka semua pun turun dan bergegas tidur. Kecuali Yoonhee. Setelah membereskan barang-barangnya, dia duduk di bangku pinggir kolam renang.

Langit sudah gelap pekat dihiasi bintang-bintang.

“Yoonhee, kau belum tidur?” suara Ravi memecah keheningan malam.

“Belum, kalau oppa?”

Ravi juga ikut duduk disebelah Yoonhee.

“Aku belum mau tidur.”

“Oh, iya oppa, koreksi aku jika salah.”

“Mwo?” Mereka berdua saling bertatapan.

“Saengil chukahamnida, Ravi oppa.” ucap Yoonhee sembari tersenyum lebar.

“Gomawo, mana hadiahku?” Ravi membalas senyuman itu Yoonhee terdiam, masalahnya dia tidak menyiapkan hadiah untuk biasnya itu.

“Tidak ada? Kalau begitu, kabulkan permintaanku yah.”

“Mwo-ya?”

“Jadilah pacarku.”

“MWORAGO?!” Yoonhee sedikit berteriak.

“Kau tidak mau? Oke, kabulkan dua permintaanku. Jadilah pacarku dan menikahlah denganku.”

“Yak oppa! Apa-apaan ini?!” teriakkan Yoonhee sedikit lebih keras.

“Masih menolak? Baiklah kali ini tiga permintaan. Jadilah pacarku, menikahlah denganku dan beri aku dua anak.”

“Oppa! Apa maksudmu ini?!” Yoonheee benar-benar berteriak.

“Aishh.. kau ini masih saja mengelak. Oke, aku akan ganti..” Ravi mendekati Yoonhee yang sedang terduduk dan menarik tangannya agar dia berdiri.

“..menurutmu apa aku ini?”

“Ravi.. member VIXX.” jawab Yoonhee.

“Kau tahukan? Aku ini seorang bintang?”

“Memang, lalu?”

“Kau adalah cahaya bintang itu.”

“Maksudmu oppa?”

“Bintang tak berarti tanpa cahaya bintang. Bintang akan mati jika tidak bercahaya lagi.”

“Aku tidak mengerti oppa..” Ravi hanya tersenyum meladeni Yoonhee yang linglung.

“Ayo kita bersama. Jadilah yeojachinguku.”

“Aku tidak mengerti oppa. Bukankah ada yeoja yang kau sukai itu? Yeoja yang kau sebut-sebut di acara TV tadi?”

“Itu kau pabbo, masa tidak tahu?” Yoonhee makin tidak mengerti.

“Sekarang biar gampang tinggal jawab saja. Kau mau tidak jadi yeojachinguku?”

“Oppa..” lirih Yoonhee.

HUK

Ravi memeluk Yoonhee.

“Aku anggap itu jawaban iya, gomawo Yonhee-ya.”

“.. saranghae..” Yoonhee membalas pelukan Ravi itu.

CUP

Ravi mengecup kening Yoonhee.

“Nado.”

Si bintang Ravi dan cahaya bintangnya Yoonhee pun akhirnya bersatu. Sudah ku bilang dari awal.


A star has no meaning without STARLIGHT.

—–END—–

EPILOG

Mereka sudah resmi berpacaran, sekarang mereka berdua sedang duduk menatap langit berbintang. Ravi mengusap pelan kepala Yoonhee.

“Yoonhee, kapan kau akan mengabulkan 3 permintaanku itu?” tanya Ravi serius.

“Kenapa terburu-buru begitu?” tolak Yoonhee mentah-mentah.

“Aku hanya ingin menggendong bayi-bayi yang keluar dari rahimmu dan dibuat dari spermaku ini.”

“Yak oppa! Kau ini!!” Yoonhee memandang sang kekasih dengan wajah merah dengan tatapan jijik, yang otomatis membuat Ravi tergelak.

“Ya! oppa kan hanya berbicara apa adanya!” Yoonhee memalingkan wajahnya malu, sedangkan ravi hanya tersenyum polos.

“Jadi, bagaimana kalau sebaiknya kita buat sekarang?” tanya Ravi nakal.

“ANDWAE!” ucap Yoonhee penuh penekanan, jangan lupa matanyapun membesar seakan mau menyusup keluar dari kantung matanya.

“Ah wae?! Pokoknya kita harus buat sekarang! Tidak ada penelokan. Kajja!” tanpa basa-basi Ravi membawa tubuh Yoonhee kedalam kamar, mengabaikan segala sumpah serapah yang Yoonhee lontarkan.

“Menurutlah padaku. Aku hanya ingin memilikimu seutuhnya.” ucap Ravi lembut saat sudah menidurkan Yoonhee di ranjang. Yoonhee sendiri tidak menjawab, ia hanya memandang ravi sayu.

“Saranghae, my star light.”

“Nado saranghae, my lovely star.”

-END-

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s