One 4 You (Part 1) #SpecialProjectforYunyoung

Title: One 4 You (Part 1)

Author : Jung Yoonhee

Cast:
o Jung Yoonhee (OC)
o Maeng Yunyoung (A-JAX)
o Kim Hyeongkon (A-JAX)

Genre : romance
Leght : Twoshoot
Rating : PG-15

Note:
Ini FF special for Yunyoung Birthday.
Happy Birthday Yunyoung oppa ^^
Udah 3 kali ganti alur, tapi akhirnya author pilih alur yang ini.
Mungkin ceritanya geje, aneh, gimana iuhh gitu, tapi cobalah untuk mengerti.
Cerita dan judul tidak ada hubungannya. Itu karena author tidak tahu harus menjuduli FF ini apa. Intinya author kurang kreatif.
Typo? Itu mata kalian yang salah bukannya author #gamaudisalahin
Kesamaan cerita mungkin author ga sengaja ‘-‘)v
No Plagiat.
No Bash.
Jangan lupa comment

one for you

For readers, Happy Reading ^^

.

.

.

*Author POV*
Apa yang kau lihat tidak seperti yang kau bayangkan.

“Diam oppa! Pergilah! Aku sedang malas melihatmu!”

“Hee-ya, ayo kita bicarakan ini baik-baik.”

“Ani! Yang ingin kulakukan adalah mengusirmu sekarang. PERGI!!”

Teriakan-teriakan konflik itu sontak membuat seluruh penghuni apartemen itu penasaran. Apa yang tengah terjadi di kamar 152?

*Author POV*
*Yunyoung POV*

“Diam oppa! Pergilah! Aku sedang malas melihatmu!” bentaknya.

“Hee-ya, ayo kita bicarakan ini baik-baik.” ujarku sembari memegang kedua tangannya yang daritadi memukul dadaku.

“Ani! Yang ingin kulakukan adalah mengusirmu sekarang. PERGI!!” ketusnya sembari mendorong-dorong tubuhku.

“Ayolah Yoonhee. Sudah 1 minggu kita bertengkar hanya karena hal kecil seperti ini?” ternyata perkataanku itu sontak membuat Yoonhee terdiam sejenak.

“Ke-kecil? Kau bilang ini masalah kecil?” kini dia menatapku. Tatapannya berbeda, wajahnya merah padam menahan amarah, dan pipinya dihiasi air yang jatuh dari matanya.

“Yo-yoonhee…. k-kau menangis?” tanyaku hati-hati.

“Neo… oppa.. kau JAHAT!!” jeritnya.

“Ani, Yoonhee. Oppa tidak bermaksud un..”

“KA!” bentaknya sembari kembali mendorong-dorong tubuhku kembali.

“Oke, oppa akan keluar, tapi kau…” pintaku sebelum keluar dari kamar apartemennya.

“Cukup. Sampai jumpa oppa yang sibuk.” potongnya ketus.

BAMM

Yoonhee membanting pintu itu keras.

“… tetaplah bersamaku..” sambungku lirih.

Sudah 10 menit aku berdiri di depan pintu kamarnya. Mengabaikan tatapan-tatapan para tetangga penasaran di apartemen Yoonhee.

“Hikss.. hikss..” isakkan Yoonhee pun belum kenal kata berhenti.

“Mianhae Yoonhee. Saranghae..” bisikku dari luar.

-flashback-
“Yoonhee… m-maukah kau menjadi-i yeoja..chinguku?” ucapku sembari menunduk malu-malu.

HUK

Tanpa banyak suara Yoonhee langsung memelukku. Tahu apa artinya kan?

“..ne..” jawab Yoonhee pelan.

“Aku berjanji tidak akan membuatmu marah, menangis dan menyesal menjadi yeojachingku.”

“Janji?” tanyanya sembari menatap harap ke arahku.

“Aku berjanji layaknya seorang namja.” jawabku sembari tersenyum.
-flashback end-

Kejadian 2 tahun kembali melintas di pikiranku. Apa aku mengambil keputusan yang salah? Aishh.. apa yang harus kulakukan?

*Yunyoung POV end*
*Yoonhee POV*

“Hikss..hikss..” sudah, aku tidak kuat. Aku sudah mencoba menahan tetapi.. aku terlalu membencinya.Biarkan apa kata tetangga-tetangga penasaran sialan itu. Mungkin mereka tidak bisa menonton infotainment makanya menyaksikan konflik kami.

DRTT.. DRTT..

HPku bergetar dan menunjukkan sederetan angka yang tidak aku kenal.

“Apa ini Yunyoung? Apa-apaan dia sampai mengganti nomornya agar bisa menelponku? Menyebalkan.” omelku.
Aku pun tak langsung mengangkat telepon itu. Tetapi 1..2..3..4.. missed call dari nomor misterius itu. Aishh.. aku bisa gila dibuatnya.

DRTT.. DRTT..

Oke, ini panggilan ke-5 darinya.

“Nugusaeyo?” akhirnya aku mengangkat telepon dari sang pemilik nomor misterius itu.

“Oh, Yoonhee-ya, ternyata kau masih memakai nomor pemberianku ini? Bagaimana kabarmu?” Suara itu.. suara yang sudah hampir 5 tahun tak ku dengar. Apa mungkin dia..

“Yoonhee, kau masih disitu?”

“…Hyeong..kon oppa?” tanyaku terbata-bata.

“Haha.. kau masih mengingatku ternyata..”

“Oppa kau..” ucapku yang masih belum bisa terima.

“.. Yoonhee-ya..” potong Hyeongkon.

“Hemm?”

“.. bogoshipeo..” ucapnya mesra.

“Bong! Kau bohong kan?” ejekku.

“Bohong? Ani-ya. Aku merindukanmu”

“Aku sudah punya nam..”

“Aku ke rumahmu ya. Kau masih tinggal apartemen itu kan?”

“Ne. Wae?”

“Oke, tunggu oppa ya. Oppa akan kesana. Annyeong.” seru Hyeongkon sembari mengakhiri panggilan telepon itu.

KNOCK KNOCK

“Omo! Hyeongkon oppa sudah datang lagi?” tanyaku dalam hati. Akupun berlari kearah pintu.

“Ne, Hyeongkon oppa. Tunggu sebentar.” seruku setengah berteriak.

KLEK

Aku membuka gagang pintu dan..

“Nugu? Siapa itu Hyeongkon?” tanyanya kaget.

“O-oppa..”

“Dia.. selingkuhanmu?” lanjutnya mengintrogasi.

“Ani, oppa bukan itu.” ujarku sembari berusaha menjelaskan.

“Neo…”

“Yunyoung oppa..” lirihku.

“..iya, memang aku yang salah. Aku pulang dulu ya.” dia berbalik dan melangkah pulang.

Aku memang membencinya, membenci Yunyoung oppa. Kalau bukan karena hal itu, ini semua tidak akan terjadi. Hubungan kami, rasa benci ini semua konflik yang terjadi. Ini semua salah Yunyoung oppa. Tapi kali ini.. aku merasa bersalah. Apa mungkin kita sudah impas sekarang? Dia menyakiti hatiku begitu juga denganku yang menyakiti hatinya? Arghh.. Yunyoung oppa kau…. benar-benar membuatku gila.

“Wae? Yoonhee, kau sudah menungguku ternyata.” tiba-tiba Hyeongkon datang dari arah belakang.

“Oh, Hyeongkon oppa. Kau sudah datang?” aku berbalik ke arah Hyeongkon.

“Waegeurae? Siapa namja yang tadi?”

“Akh, itu..” pertanyaan itu membuatku semakin pusing.

“Namjachingumu?”

“Ma-masuklah oppa.” pintaku

Kami berdua pun segera masuk.

*Yoonhee POV end*
*Yunyoung POV*

“Ma-masuklah oppa.” ujar Yoonhee sembari menarik tangan namja itu.

“Oh, jadi itu yang namanya Hyeongkon? Siapa dia? Oppanya? Temannya? Sahabatnya? Atau.. entahlah Yunyoung jangan pesimis begitu. Kita belum putus kan? Tapi mungkin…. H-A-M-P-I-R..”

*Yunyoung POV end*
*Author POV*

Setelah pertengkaran Yunyoung dan Yoonhee, masalah kembali muncul. Hyeongkon, dia.. layaknya orang ketiga dialah yang mendatangkan salah paham. Memang kedatangannya ke apartemen Yoonhee membuat Yunyoung berfikir negatif tentang Yoonhee dan Hyeongkon. Yunyoung hanya bisa diam dan berfikir bagaimana keadaan hubungan mereka nantinya. Baru kali ini Yunyoung menangis, entah cemburu atau marah tapi dia hanya menangis. Menangis dalam kesunyian sembari melihat Yoonhee yang dianggapnya selingkuh. Sedangkan Yoonhee hanya bisa merasakan pusing yang lebih berat ketimbang mengerjakan soal-soal identitas trigonometri. Sedangkan Hyeongkon, dia..

Yoonhee dan Hyeongkon, mereka tengah duduk di ruang tamu kamar Yoonhee sembari meneguk teh dan melepas rindu. Sebenarnya, mereka sudah tidak bertemu selama hampir 5 tahun. Bahagia? Ya, mungkin. Kaget? Pasti, apalagi Yoonhee. Rindu? Entahlah, kelihatannya mereka berdua merindukan satu sama lain. Tapi pertemuan bahagia ini tidak berlangsung lama. Wajah muram Yoonhee belum pudar. Kegundahan hainya karena keslahpahaman Yunyoung pada dirinya membuatnya gelisah.

“Arghhh….” ringis Yoonhee.

*Author POV end*
*Hyeongkon POV*

“Arghhh….”

“Yak, Yoonhee gwaenchanha?” tanyaku khawatir.

“Ani oppa, gwaenchanha.” jawabnya menjelaskan.

“Kau belum menjawabku tadi. Siapa namja itu? Namjachingumu?”

“Ne.”

“Wah, daebak!”

“Hah? Apanya yang daebak?”

“Sejak kapan?” tanyaku enteng.

“Sejak 2 tahun lalu. Wae? Kau penasaran sekali kelihatannya” ujarnya berbalik bertanya.

“Ani. Hanya saja aku kagum padamu. Cukup cepat juga kau move on.” kata-kata itu membuat Yoonhee sedikit jengkel.

PAK

“Yak! Waegeurae?” ringgisku sembari mengusap lengan yang baru saja Yoonhee pukul.

“Pabbo! Dasar oppa menyebalkan. Memangnya hanya kau saja namja didunia ini?”

“Memangnya kenapa? Kalau saja bukan karena wamil..” ucapanku yang menggantung membuat Yoonhee kembali mempoutkan bibirnya lagi.

“Hah? Oppa, neo.. mau mengungkit masalah itu lagi?” Aku hanya diam sembari tersenyum melihat Yoonhee yang sepertinya sebentar lagi marah padaku.

“Ternyata, kau mendapatkan namja lain juga ya. Aku kira hanya aku yang bisa jadi namjachingumu.” ucapku memecah kecanggungan itu.

“Konnie oppa.. percaya berlebihmu itu kambuh lagi ya?” akhirnya Yoonhee tersenyum.

“Tentang hubungan kita, kan hanya kau saja yang meminta agar hubungan indah kita ini berakhir, tapi aku tidak. Kalau bukan karena aku wamil mungkin sekarang kita sudah tunangan, ya..” ucapku tiba-tiba yang langsung berganti topik.

“Yak oppa! Bisakah kau hentikan ini? Aku benci mengungkit masa lalu.” tungkasnya yang tidak suka dengan topik pembicaraan baru itu. Aku hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Yoonhee yang sedang kesal. Mimik wajah itu, mimik wajah yang sudah sangat aku rindukan.

“Hee-ya..” panggilku.

“Hem? Wae oppa?”

“Apa dia baik padamu?” pertanyaan dariku itu sukses membuat Yoonhee terdiam sembari menunduk.

“Wae? Yoonhee gwaenchanha?”

“Hikss..” suara isakkan pun terdengar.

“Yak! Kau menangis?” tuduhku.

“Ani, kau pabbo. Pulanglah.”

“Oke. Oppa pulang ya.” ujarku sembari beranjak bangkit dan segera menuju ke arah pintu. Yoonhee pun mengantarku sampai kedepan pintu dan membukanya.

KLEK

“Hati-hati oppa. Sampai jumpa.” ucapnya sembari melambaikan tangan.

CUP

Aku mengecup singkat keningnya.

“Yak! Apa-apaan ini?” protes Yoonhee mengelap bekas kecupanku itu.

“Hehe.. oppa pulang ya. Annyeong.” Aku pun pamit dan berbalik untuk pulang. Kulangkahkan kakiku sembari tersenyum sendiri seperti orang gila.

“Yoonhee.. kau masih sama seperti dulu. Masih bisa membuatku… menyukaimu.” decakku dalam hati.

*Hyeongkon POV end*
*Author POV*

Hyeongkon, dia memang mantan Yoonhee 5 tahun lalu. Mereka sepakat untuk berpisah, walaupun dengan berat hati lantaran Hyeongkon ingin mengikuti wamil dan berencana untuk mengabdi pada negara dengan masuk angkatan militer. Hyeongkon takut jika Yoonhee harus menunggu lama dirinya, makanya mereka putus. Hyeongkon bukanlah orang ketiga yang suka cari gara-gara, dan juga dia bukanlah namja murahan yang mencoba dan membuat orang lain salah paham menganggap dia adalah namja perusak hubungan orang lain.

Alasan dia datang mengahampiri Yoonhee kali ini adalah untuk melepas rindu. Memang awalnya dia mencoba membujuk Yoonhee untuk rujuk kembali, tapi sayang, pengakuan Yoonhee yang sudah memiliki namjachingu membuat Hyeongkon mundur. Sampai sekarang, memang dia masih berharap pada Yoonhee agar perasaannya masih sama seperti 5 tahun yang lalu. Tapi apa boleh dikata, dia baru tahu kalau Yoonhee sudah memiliki namjachingu, namja lain yang dia cintai.

Lain halnya dengan Yoonhee. Dia takut nama baiknya tercoreng karena dianggap berselingkuh oleh Yunyoung. Ditambah kelakuan Hyeongkon yang aneh baginya membuat dia merasa semakin bingung. Itu mengapa dia semakin pusing dengan keadaanya sekarang.

“Aishh.. apa yang harus aku lakukan sekarang?” batin Yoonhee sembari merebahkan dirinya keatas kasur.

*Autor POV end*
*Yoonhee POV*

“Aishh.. apa yang harus aku lakukan sekarang?”

Aku pun merebahkan diri ke kasur dan mencoba untuk tidur. Belum 15 menit aku memejamkan mata HP ku bergetar.

DRTT.. DRTT..

Sebuah SMS masuk
Yunyoung oppa
Temui aku di tepi Sungai Han jam 7 malam. Saranghae~
4 Feb 2015

Benci rasanya melihat kata-kata itu tertulis. Sarang? Tapi kau begini. Tapi biarlah, ingatkan aku, ya untuk ke tepi Sungai Han jam 7.

DRTT.. DRTT..

HPku bergetar lagi, kali ini telepon.

“Ne Hyeongkon oppa. Waegeurae?”

“Ani, kau sedang apa?”

“Sedang bersiap-siap?”

“Apa yang kau siapkan pada pukul 5 sore seperti ini? Makan malam?” ucapnya sok tahu.

“Ani, aku ada kencan?” kataku berbohong.

“Wah.. kemana?” tanyanya antusias.

“Mengapa kau begitu penasaran oppa?”

“Haha.. entah. Mau ku antar?”

“Ani. Gomawo.”

“Jam berapa kau pergi?”

“7. Kau tidak berniat untuk mengikutiku kan?”

“Ani.”

“Oke. Aku tutup ya.” ucapku mengakhiri percakapan tidak berguna itu. Bagaimana seorang Hyeongkon bisa menjadi sebegitu penasaran? Menggangu saja.

Sekarang jam 18.30 aku pun sudah bersiap untuk jalan ke Sungai Han. Setidaknya dengan berjalan-jalan dapat membuatku melupakan segala masalah dan kegundahan hatiku. Sungai Han adalah kenangan bagi kami berdua. Itulah tempat dimana Yunyoung menyatakan perasaannya padaku. Aku hanya bisa tersenyum kecil mengingat kejadian itu, betapa malunya Yunyoung dan betapa gugupnya dia. Seandainya kenangan itu berlangsung lama. Kebahagian yang kita rasa tak akan habis, dan kita bisa saling mencintai satu sama lain seperti dulu. Bukannya seperti sekarang ini. Panas hati, tarik urat, saling berteriak.

“Huft..” aku membuang nafas berat.

*Yoonhee POV*
*Author POV*

Yoonhee sudah mulai berjalan kea rah Sungai Han. Bagusnya keindahan Negri Ginseng pada sore hari ini dapat membuat senyum Yoonhee terukir kembali. Kakinya terhenti saat mendapati seorang namja tengah berdir sembari menendangi kerikir yang ada di sekitarnya. Ujung bibirnya terangkat, dia mendelik arah jam tangan yang ia kenakan. Jam 18.49.

“Kau datang lebih awal, eoh?” pertanyaan Yoonhee membuat namja yang tengah asik sendiri melirik ke arahnya.

“Oh, kau sudah datang juga rupanya?” siapa lagi. Tak lain dan tak bukan namja itu adalah Yunyoung.

“Apa maksudnya bertemu di tempat seperti ini? Kau ingin memulai dan mengakhiri hubunganmu di tempat yang sama?” tanya Yoonhee sinis.

“Mwo? Bukan seperti itu..”

“Lebih baik aku saja yang mengakhirinya, kau tidak punya alasan untuk meminta putus” potong Yoonhee ketus.

“Ani Yoonhee, biar oppa jelaskan.”

“Langsung ke intinya saja oppa.”

“Oke, beri aku waktu 10 hari.”

“Untuk apa?”

“Kita habiskan waktu selam 10 hari bersama. Kau harus mau jika aku ajak kemana saja..”

“Kau ingin macam-macam, eoh?” lagi-lagi Yoonhee memotong.

“Bukan itu yang kumaksud. Ya, kita seperti kencan saja. Untuk 10 hari kedepan jangan temui Hyeongkon dulu, ya.”

“Wae? Kau siapanya aku?” bentak Yoonhee ketus sampil melemparkan tatapan menyalang untuk kekasihnya itu.

TBC

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s