Teacher and I

Tittle: Teacher and I

Cast:
• Cho Hyo Jin
• Nam Woohyun (Woohyun)
• Cho Kyuhyun(Kyuhyun)
• Kim Hwa Yeon

Author: Cho Hyo Jin
Pair: HyunJin, HyunYeon(sekilas)
Genre: Romance , school life, comedy
Ratting: G

Warning: Typo, bahasa yang waw, geje

Notes:
Anyeong readers!! Ini FF debut Author 2 nih!!! Semoga suka yah!! Jangan lupa commentnya yah!! Author butuh comment nih.. Mian kalo gak rame, namanya juga baru.. hhe ^^
Happy Reading^^

teacher and i (new)

*Bow bareng Woohyun*
———————————————————————————————————————————————————————
“Aku akan kembali. Tunggulah aku.”ucap seorang namja berumur 12 tahun kepada seorang yeoja berumur 6.

“Aku akan menunggumu, Oppa..hiks….” Sang yeoja hanya bisa menangis

“Shh… Uljima .. Saat aku kembali, aku akan menjadi pria yang tampan dan pintar. Dan aku akan menikahimu. Aku berjanji.” Sang namja membelai kepala yeoja yang 6 tahun lebih muda darinya. Ia mendekatkan wajahnya kepada sang yeoja. Dan yeoja itu hanya bisa menutup matanya. Jarak mereka semakin dekat dan akhirnya……

KRIIIINGGG!!!!!KRIIIINGGGG!!!!!!!!!!!

Nasib buruk bagi Hyo Jin karna jam nya sudah mengganggu mimpi indahnya. Sebenarnya tidak akan terlalu buruk kalau Hyo Jin tidak terjatuh dari kasurnya.

“ Rupanya mimpi ini lagi.” Entah sudah berapa kali Hyo Jin memimpikan hal itu. Kejadian itu adalah kejadian 8 tahun yang lalu. Woohyun adalah nama namja yang pergi meninggalkannya untuk pindah ke Jepang karna ayahnya pindah kesana. Sampai sekarang Woohyun tidak kunjung menampakkan batang hidungnya.

“Hyo Jin-a!!! Irreonna!!! Mandi dan segera turun! “teriak Eomma dari dapur.

“Ne. Sebentar.” Hyo Jin segera berdiri dan menuju kamar mandi untuk mandi. Sekitar 10 menit kemudian Hyo Jin turun menuju dapur.

“Ya! Cho Hyo Jin! Mengapa wajahmu seperti itu? Semangat lah! Hari ini hari pertama kita masuk sekolah di semester 2 tanpa kurikulum 2013!!! Yeah!!” ucap Kyuhyun ,oppa Hyo Jin. Kini Kyuhyun sekarang kelas XI di Woolim school. Sedangkan Hyo Jin kelas X.

“Bukan begitu, oppa. Hanya saja aku bermimpi tentang kejadian itu lagi.”ucap Hyo Jin. Kini di ruang makan hanya ada Kyuhyun dan Hyo Jin.

“Kau masih belum bisa melupakan Woohyun hyung?”tanya Kyuhyun.

“Entahlah. Kejadian itu selalu terulang dalam mimpiku. Mungkin karena aku merindukannya. Ah sudahlah, Kajja kita ke sekolah.” Ucap Hyo Jin. Mereka pun masuk ke mobil dan bergegas pergi kesekolah. Sesampainya di sekolah, Kyuhyun dan Hyo Jin berpencar menuju kelas mereka masing- masing.

“Hyo Jin-a!!!!!!!”Hyo Jin harus menutup telingannya akibat teriakan yang berasal dari sahabatnya, Kim Hwa Yeon.

“Ya! Kim Hwa Yeon! Kalau kau bukan kekasih nae abang. Pasti sudah kupukul kau karna teriakanmu yang sangat merdu itu.” Ya, Hwa Yeon adalah kekasih Kyuhyun.

“Ayolah.. aku hanya rindu padamu. Sudah lama kita tak bertemu.”ucap Hwa Yeon. Hyo Jin hanya memutar matanya malas.

“Sudah lama tak bertemu? Lalu kemarin kenapa kau ada di rumahku, hah? Kenapa kemarin di rumah ku terdengar desahanmu dan erangan nae abang?” ucap Hyo Jin santai.

“K-kau tau dari mana?” ucap Hwa Yeon gelagapan. Hyo Jin hanya memasang wajah(-__-)

‘bagaimana aku bisa tidak tau kalau suaramu dan Kyuhyun sangat berisik. Beruntung eomma dan appa sedang tidak di rumah’ batin Hyo Jin kesal.

“Sudahlah. Kajja. Aku ingin segera duduk.” Mereka berdua pun masuk ke kelas. Selang beberapa menit bel masuk sekolah berbunyi. Tiba- tiba, datanglah seorang namja dengan tubuh tegap tinggi semampai dengan rambut berambut hitam legam. Aneh, Hyo Jin merasa tak asing dengan namja ini.

“Anyeong, kenalkan nama saya Nam Woohyun. Mulai hari ini saya akan menjadi wali kelas kalian. Mohon bantuannya.” Ucap Woohyun memperkenalkan diri. Mata Hyo Jin membelalak lebar dengan mulut ternganga.

“MWOOO???” Hyo Jin reflex berteriak. Semua orang memperatikan Hyo Jin dengan kaget, termasuk Woohyun.

“Hyo Jin, kenapa?” tanya Hwa Yeon. Kini sang seonsaengnim yang kaget. Hyo Jin sendiri hanya menggeleng- gelengkan kepala salah tingkah sembari berusaha meyakinkan Hwa Yeon kalau dia tidak apa- apa.

“Ehem.. kita mulai saja pelajaran pertama yaitu matematika. Buka buku cetak halaman 23.”ucap Woohyun yang sebenarnya kaget juga, namun tak mungkin dia melakukan opera sabun dadakan di depan murid- muridnya dengan adegan saling menangis dan berpelukan lalu mereka hidup bahagia selamanya. Mungkin ia langsung dikeluarkan dari sekolah tersebut pada hari pertamanya.

Berbeda dengan Woohyun yang dapat menahan ekspresinya, Hyo Jin tak dapat fokus pada mata pelajaran yang sesungguhnya sangat ia gemari. Ia tak percaya Woohyun tak mengenali mukanya. Oke, 8 tahun bukan waktu yang singkat. Wajar saja bila ia melupakan Hyo Jin.

‘Tak mungkin ia melupakan aku! Dia sudah berjanji padaku.’ Batin Hyo jin.

Ia berharap Woohyun hanya sedang bersandiwara dan saat ia ke rumah Woohyun akan menyambutnya dengan sebuah bunga mawar lalu berkata bahwa ia akan menikahi Hyo Jin. Hyo Jin tak sadar kalau wajahnya memerah dan tersenyum sendiri sambil menatap Woohyun. Woohyun menatap balik Hyo Jin. Ia tersenyum kecil lalu mendatangi Hyo Jin.

“Ehm.. sepertinya anda mempunyai pertanyaan karna daritadi menatapku. Apa yang bisa kubantu?” tanya Woohyun dengan senyum manisnya. Oh oh, itu adalah senyuman yang sama dengan 8 tahun yang lalu, senyum yang menawan kkk~ as always.

“A-ah.. Ini. Aku tak mengerti soal ini.” Segera Hyo Jin menulis di buka halaman paling belakang.

‘Apakah kau masih mengingatku? Apa kau Woohyun oppa yang dulu berjanji padaku?’ itulah yang ditulis oleh Hyo Jin. Woohyun tersenyum.

“Kalau yang itu harus dijawab dengan cara yang ini.” Woohyun mengambil pensil Hyo Jin lalu menulis jawabannya.

‘Nde. Ini Woohyun oppa yang sangat kau cintai. Nam Woohyun yang juga sangat mencintaimu. Woohyun yang berjanji akan menikahimu saat aku kembali. Dan aku kembali untuk menepati janjiku. Tapi sepertinya aku harus menunggu lebih lama lagi. Karna kau sekarang muridku. Sudah kerjakan dulu tugasmu. Saranghae.. <3’

“Baiklah. Bagaimana? Apa kau mengerti?” tanya Woohyun sambil tersenyum lagi.

“Sangat mengerti, Nam Seonsaeng. Gomawo.” Ucap Hyo Jin sambari memberikan senyuman manisnya. Woohyun merasa mukanya memerah segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Hyo Jin tertawa kecil melihatnya.

KRIIINGGGG!!!!!!

Bel tanda pulang berbunyi. Semua siswa berebut untuk keluar kelas. Kecuali Hyo Jin dan Hwa Yeon.

“Yah! jadi dia adalah Woohyun oppa yang selalu kau ceritakan kepadaku? Pantas kau terkejut saat melihatnya.” Ucap Hwa Yeon kaget, sedangkan Hyo jin malah sibuk memandangi wajah Woohyun yang tengah menilai tugas yang tadi mereka kerjakan di mejanya.

“Cho Hyo Jin!! Cho Hwa Yeon!! Kajja kita pulang!! Aku lap-eh? Woohyun hyung?” ucap Kyuhyun kaget.

“Omona, Kyunie~ kau sudah besar sekarang. Sudah lama kita tak bertemu. Aku rindu padamu” Ucap Woohyun.

“Cih, sejak kapan margaku berubah menjadi cho.” gumam Hwa Yeon malas.

“Jinjja.. Jahat sekali kau oppa! Kau tidak rindu padaku?? Untuk apa selama ini aku menunggumu kalau kau tak rindu padaku. Huh!” ucap Hyo Jin sudah tak kuat menahan perasaanya. Woohyun tersenyum.

“Ya!! Apa mungkin aku bisa tidur tenang sema 8 tahun ini, hah? Aku sangat merindukanmu, Chagi~~” ucap woohyun sambil memeluk Hyo Jin dari belakang. Diam- diam Hwa Yeon dan Kyuhyun meninggalkan dua insan yang sedang melepas rindu. Mereka merasa lebih baik mereka meluangkan waktu bersama berdua saja. Mungkin seperti kemarin. Ya, di kamar Kyuhyun.

“Tunggulah sekitar 15 menit di halte depan. Aku akan mengantarmu pulang, Chagi~~” ucap Woohyun tepat di telinga Hyo Jin. Lalu ia meninggalkan Hyo Jin sambil mengecup kening Hyo Jin. Hyo Jin segera menuju halte menunggu Woohyun.

Mereka pun pergi menuju rumah Hyo Jin. Seperti dugaan mereka, kini Kyuhyun dan Hwa Yeon berada di rumahnya. Lebih tapatnya di kamar Kyuhyun.

“Mereka selalu berisik. Aish.. maafkan mereka yah..”ucap Hyo Jin saat membuka pintu rumah.

“Ehem.. Apa kau tak pernah terangsang mendengar itu?” tanya Woohyun hati- hati.

“Tak pernah. Waktu pertama kali mendengarnya aku.. aku..” tiba- tiba Hyo Jin merasa malu. Woohyun tau apa yang dipikirkan oleh Hyo Jin. Timbul ide nakal dari kepala Woohyun.

“Aku apa chagi~~ Kenapa kau berhenti bicara. Lanjutkalah. “ucap Woohyun tepat di telinga Hyo Jin. Bukan maksudnya membuat Hyo Jin tergoda tapi sudah lama ia tidak menjahili yeoja yang dicintainya ini. Menurut Woohyun, semakin dewasa usia kita semakin dewasa candaan kita. Kata-kata ini bahkan terdengar sangat vulgar ditelinganya sendiri.

Hyo Jin yang wajahnya sudah memerah akibat malu dan membayangkan kejadian itu hanya bisa menunduk. Diangkatnya dagu Hyo Jin dan dilihatnya wajah Hyo Jin yang sudah memerah padam. Woohyun tertawa.

“Lanjutan yang tadi. Kau tidak usah malu.” Ucap Woohyun.

“Emh.. aku pernah membayangkan melakukan itu denganmu.”

Blush..

Hyo Jin mengatakan dengan wajah tertunduk. Woohyun yang mendengar itu kaget bukan main. Sebagai seorang namja sudah pasti ia sering membayangkan hal seperti itu. Itu hal yang wajar. Tapi kini yeoja yang ia anggap polos mengatakan kalau ia membayangkannya juga. Ia mulai salah tingkah. Ia takut sesuatu akan bangkit. Jadi dengan segera ia mengajak Hyo Jin keluar rumah dan pergi menuju sebuah taman.

Bukannya Woohyun tidak mau melakukannya. Hanya saja ia takut Hyo Jin terluka. Ia tak sanggup melihat Hyo Jin terluka. Kalau ditanya mau atau tidak sudah pasti Woohyun akan menjawab mau dengan semangat. Sekali lagi ia tidak mau melukai Hyo Jin. (alasan selanjutnya: ini ratt nya G bukan nc. Kalau mau nc hubungi author secepatnya.)

“Ah… taman ini tidak berubah. Masih sama dengan 8 tahun yang lalu saat aku akan meninggalkanmu untuk pergi ke Jepang.” Ucap Woohyun. Tiba- tiba tangan Woohyun digenggam erat oleh Hyo Jin, membuat Woohyun bingung.

“Wae? Kenapa kau memeluk tangan oppa kencang sekali? Apa yang membuatmu gelisah? Ceritakanlah.” Ucap Woohyun sambil menatap Hyo Jin dengan tatapan teduhnya. Ia tau kalau Hyo Jin sedang gelisah.

“Aniya. Aku hanya takut kau meninggalkanku lagi disini seperti waktu itu. Aku takut saat kita pulang dari taman ini kita kan berpisah seperti waktu itu.” Hyo Jin memeluk Woohyun erat. Sungguh, Woohyun menyesal telah membuat Hyo Jin seperti ini.

“Mianhae, Jinnie. Bukan maksud oppa meninggalkanmu. Jeongmal mianhae. Oppa tidak akan meninggalkanmu kali ini. “ Hyo Jin tersenyum dalam pelukannya dan mengeratkan pelukannya pada Woohyun. Tapi, dengan tiba-tiba Hyo Jin melepaskan pelukannya dan memandang Woohyun dengan sinis.

“Apa lagi? Bukankah aku sudah meminta maaf? Kenapa kau menatapku seperti itu?”Woohyun pusing dengan tingkah Hyo Jin. Moodnya berubah terlalu cepat. Ish, dasar yeoja, batin Woohyun kesal. Apa Hyo Jin sangat tertekan dan menjadi stress saat ia tinggal selama 8 tahun? Entahlah.

“Aku hanya ingin sebuah kepastian. Jadi bisakah anda, tuan Nam Woohyun menjelaskan siapakah aku dalam hidupmu?”tanya Hyo Jin. Woohyun memasang wajah berfikirnya yang menurut Hyo Jin sangat tampan tapi juga menyebalkan.

“Kau adalah Cho Hyo Jin. Yeoja yang selalu ada dihatiku sejak pertama kali bertemu. Kau adalah yeoja yang mejadi motivasiku. Dan hanya kau lah yang memiliki hati seorang Nam Woohyun ini. Jadilah yeojachinguku, Cho Hyo Jin.” Ucap Woohyun sambil berlutut didepan Hyo Jin.

Hyo Jin terpaku melihat sikap Woohyun yang sangat romantis. Woohyun sekarang merasa sedikit malu karna menjadi pusat perhatian orang – orang yang melewati taman tersebut.

“Nde. Itulah yang kutunggu Nam Woohyun. Saranghae, nae seonsaengnim. Haha” ucap Hyo Jin sambil tertawa saat mengucapkan kalimat terakhirnya.

“Oke. Berarti tugas baru kita adalah menutupi hubungan kita sampai kau lulus. Itu berarti sekitar 2 tahun lagi. Setelah kau lulus aku akan melamarmu dan kau menerima ku lalu kita menikah dan bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Kyuhyun dan Hwa Yeon.” Ucapan Woohyun diakhiri dengan kedipan maut.

“Omona, kau sudah memikirkan hal yang masih jauh itu oppa? Tak kusangka kau menjadi sangat dewasa.” Ejek Hyo Jin.

“YA! Sudah wajar kalau oppa dewasa. Aku gurumu. Tpi ingat aku akan menjadi Nam seonsaeng saat di sekolah. Dan aku akan menjadi Woohyunmu saat di luar sekolah. Ingat itu ya, nae anae? Cup~” Woohyun mengecup bibir Hyo Jin dengan lembut. Kelembutan bibir Woohyun meyakinkan bahwa Woohyunnya telah kembali. Bibir ini adalah bibir yang waktu 8 tahun yang lalu menyentuh bibirku. Hyo Jin melingkarkan tangan ke leher Woohyun yang otomatis memperdalam ciuman mereka. Woohyun melepaskan ciuman mereka.

“Waw.. Nae chagi mulai nakal yh? Bagaimana kalau kita selesaikan di kamarku?” goda Woohyun. Godaan Woohyun dijawab dengan pukulan keras pada dadanya. Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak. Ini adalah salah satu dari hari terbaiknya. Salah satu? Tentu saja, karna kehadiran Woohyun akan membuat hari- hari Hyo Jin menjadi indah.

-EPILOG-

“Oppa, aku ingin bertanya. Kenapa kita harus menikah dahulu sebelum melakukan hal yang dilakukan oleh Kyuhyun oppa dan Hwa Yeon?” ucap Hyo Jin penasaran. Sebenarnya ia tak masalah dengan aktivitas itu. Intinya Hyo Jin yadong juga dan tingkat kepervertnya terbilang tinggi untuk kalangan yeoja. Ini semua akibat Kim Hwa Yeon dan Kyuhyun yang selalu menyajikannya sesuatu di depan matanya.

“Oppa hanya ingin kau tidak terluka. Kenapa kau menanyakan itu? Apa kau menginginkannya?” Goda Woohyun lagi.

“Kalau iya kenapa? Kalau bukan kenapa?”

“Kalau kau menginginkannya oppa tidak akan melakukannya sekarang. Sebenarnya alasan oppa tidak mau melakukannya sekarang adalah supaya saat malam pertama kita hole mu masih sangat sempit sehingga junior oppa dapat terjepit dengan sempurna dan akan klimaks berkali-kali di dalammu.” Hyo Jin menganga mendengar Woohyun berbicara dengan dirty talk nya. Ia tak menyangka bahwa Woohyun sangat yadong seperti itu. Dan Woohyun mulai panik karna Hyo Jin hampir pingsan karna pusing mendengar kata yang ‘terlalu’. Woohyun mendapat ide supaya Hyo Jin tak akan pingsan.

“Ya! Nam Hyo Jin! Jangan pingsan! Apa kau mau punya anak sekarang juga?” bisik Woohyun.

“ANDWAEEEE!!!!” teriak Hyo Jin. Dan setelah itu Hyo Jin sukses pingsan. Rencana Woohyun gagal total. Itu berarti Woohyun harus menggendong Hyo Jin yang sekarang berat badannya sangat lumayan berat. Poor Woohyun.

-END-

Gimana?? Tolong jangan bunuh Author sekarag juga.. Author butuh comment dari kalian^^
Mian baru dipost sekarang.. kemaren banyak masalah~~
Author terima pujian dan kritikan kok. Santai aja~ Gomawo yang udah mau baca..
Anyeong!! Sampai ketemu di FF selanjutnya~~

Cho Hyo Jin~~

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s