Sakura

Sakura

Author : Park Eunhye

Cast :
• Cho Kyuhyun
• Kim Hwayeon (OC)

Genre : Romance, Hurt
Rating : G
Length : Ficlet

Note : Annyeong^^ Ini FF bergenre hurt pertamaku, special request dari Kim Hwayeon.
Mian kalo masih kurang bagus, maklum aja author ini masih pemula. Sebenernya,
author pengen denger comment kalian supaya bisa jadi refleksi. Mohon
bantuannya.

sakura

~Happy Reading

———————————————————————————————————————————————————————

‘Bersamaan dengan gugurnya bunga sakura, segala tentangmu pun ikut terbawa bersamanya’

Di sinilah aku sekarang, duduk bersandar pada batang pohon sakura tua. Pohon kesukaanku. Sebuah pohon dimana aku dan mantan kekasihku biasa bersama, berbagi tawa, berbagi cerita, hingga merajut kisah kami bersama. Jujur, hingga kini aku masih mencintainya, menunggunya kembali meskipun aku tahu itu sangat mustahil.

Untuk itulah aku disini. Mengenang setiap momen indahku bersamanya dari awal pertemuan kami saat bersama-sama membaca buku sambil bernaung dibawah pohon ini. Apa kau masih mengingat saat pertama kali kita berteman lalu berebut pohon ini hanya untuk sekedar bernaung di bawahnya? Kurasa jawabannya adalah tidak.

Aku ingat waktu itu kau menyatakan jika kau sangat menyukai pohon ini.

“Hei, Kim Hwayeon. Apa kau tahu? Pohon ini adalah pohon kesukaanku. Tapi, aku menyukaimu lebih dari apapun. Aku menyayangimu.”

Itulah yang kau katakan. Apa kau masih mengingatnya, Cho Kyuhyun? Lagi-lagi aku meyakini bahwa jawabannya adalah tidak.

Aku ingat sejak itu kita menjadi sepasang kekasih dengan banyak kesamaan bahkan kebiasaan kita pun sama sampai membuat iri setiap insan yang melihat hubungan kita yang begitu harmonis dan romantis. Bahkan kau pernah mengatakan bahwa kita memang diciptakan untuk selalu bersama. Kau juga mengukir nama kita pada batang pohon ini.

“Cinta kita akan abadi selamanya, Hwayeon. Ingatlah ini baik-baik.”’

Aku berdiri. Berjalan menuju sisi kanan pohon tempatku bernaung ini. Kulihat sebuah ukiran masih terlihat jelas disana.

‘Cho Kyu Hyun & Kim Hwa Yeon Everlasting Love’

Itulah yang kau tulis, berharap cinta kita akan abadi. Memang, cinta kita amatlah abadi, abadi dalam sebuah ukiran pada batang kayu tua yang pada akhirnya hanya menjadi sebuah kenangan. Kenangan pahit tentunya.

Jujur, aku merindukan suaramu, senyummu, tawamu, pelukan hangatmu, bahkan kejahilanmu. Aku teringat saat aku menangis di tempat ini karena kejahilanmu yang melupakan hari ulang tahunku. Tapi kau disini, di sisiku. Memberikanku pelukanmu yang hangat, dan memanjakan telingaku dengan alunan nada indah yang keluar dari mulutmu. Membuatku seakan-akan terasa begitu damai.

Pohon ini, menyimpan segala hal manis yang telah kita lakukan bersama. Seakan-akan menjadi saksi bisu dari kisah cinta yang kita ciptakan. Bahkan, first kiss kita pun berada disini. Aku begitu malu saat itu. Katamu, wajahku mirip mirip sekali dengan warna lipstick milik eommamu karena saking merahnya. Dasar bodoh.

Tempat ini benar-benar merupakan harta berharga bagiku. Setiap kata yang kau ucapkan masih terekam jelas dalam memoriku. Hingga suatu kali, kata-kata manis yang biasa kau berikan menghilang begitu saja. Tergantikan dengan kata-kata yang begitu kasar dan menyakitkan.

“Dasar kau yeoja tidak tahu diri! Murahan! Kampungan! Tidak tahu malu! Aku muak dengan mu!” ucapmu dengan teganya.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Jawabku. Kemanakah dirimu yang dulu? Kau berubah, Oppa.

“Kau tidak perlu berlagak bodoh!”

“Sungguh, aku tidak mengerti. Jelaskan padaku.”

“Percuma saja aku menjelaskan pada yeoja bodoh sepertimu!”

“Mwo?! Bodoh?”

“ Ya! Kau bodoh! Aku yakin kau juga tidak berotak!”

“Oppa!!”

“Kau berani membentakku hah?!”

“Apa yang terjadi padamu? Kau berubah!”

“ Memang. Apa itu salah? Apa salah jika aku ingin berubah menjadi lebih baik?!”

“Tidak Oppa, tapi ini..”

“Aku sekarang sadar kalau aku sudah salah memilihmu menjadi yeojachinguku. Betapa butanya aku saat itu.”

“Oppa, aku menyayangimu.”

“Sudah berakhir. Segalanya berakhir.”

“Shireo!”

“Pergi! Jauhi aku dan jangan pernah muncul dengan wajah bodoh serta menjijikan itu di hadapanku lagi!”

Aku menangis. Mengalirkan bulir-bulir air mata yang sudah tak kuasa terbendung. Kemana semua janji-janji manis yang kau ucapkan padaku? Janji yang menyatakan bahwa kau mencintaiku selamanya. Janji yang menyatakan bahwa kau akan selalu berada di sisiku, di setiap menit hidupku, di setiap langkahku, bahkan di setiap detak jantungku. Kemanakah semua itu pergi?

Terlihat sepasang insan tengah berjalan bersama. Pedih, sakit, sesak. Itulah yang kurasakan saat melihat bahwa itu adalah kau. Separuh jiwaku yang telah menghancurkan jiwa satunya.

Bisa kulihat kau begitu bahagia. Senyummu selalu mengembang ketika kau menatap yeoja yang berada di sisimu itu, tertawa setiap mendengar ceritanya, lalu kau menjahilinya. Kebiasaanmu tidak pernah berubah.

Dulu, senyum itu milikku. Dulu, tawa itu milikku. Dulu. Kini semuanya telah berubah, kau bukan lagi milikku. Kini aku hanya seorang yang asing yang begitu hina bagimu. Segala tentangmu yang sangat kurindukan, kini sudah dimiliki seseorang yang mungkin memang jauh lebih pantas memilikinya dibanding diriku.

Kau tahu? Kau benar tentang aku yang begitu bodoh. Bagaimana bisa aku terus menantikan kehadiranmu dan berharap semuanya bisa terulang lagi? Aku ini bodoh. Aku ingin melupakanmu. Melupakan segala kenangan kita yang sudah tidak memiliki arti apapun lagi bagimu. Kuharap Tuhan mau mengabulkan keinginanku ini.

Angin berhembus kencang, menerbangkan segala yang menyedihkan disini. Termasuk bunga-bunga dari pohon sakura tempat dimana segala memoriku tentangmu tersimpan. Permohonanku terkabul. Bersamaan dengan gugurnya bunga sakura ini, segala tentangmu terbawa bersamanya.

Selamat tinggal dirimu yang kucintai.

–END–

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s