Only For You

Titlle: Only for You

Cast:
• Nam Woohyun
• Cho Hyo Jin (OC)

Genre: romance
Author: Cho Hyo Jin
Ratted: G

Warning: Alur aneh, tidak rame~

Notes:
Anyeong readers!! Ketemu lagi sama Author 2 yang cantik ini *digampar reader*
FF ini adalah FF project khusus untuk Namu oppa yang lagi ulang tahun!! Yeah!!
Mianhae ya kalo judul sama cerita gak nyambung
Semoga suka ya.. Jangan lupa commentnya ya^^
Happy reading~~</p

only for you

———————————————————————————————————————————————————————

Pagi telah tiba, terlihat seorang namja sedang bersiap-siap untuk pergi kesekolah.

KRIEK

DUGH!

Saat namja tersebut membuka pintu, ia menyandung sebuah kotak bekal berwarna hitam. Ia mengambilnya sambil tersenyum. Ini merupakan kegiatan rutinnya. Ia membuka pintu dan di depan pintunya terdapat sebuah kotak bekal yang berisi makanan yang begitu lezat. Sangat menguntungkan bukan? Kadang saat ia sakit, di depan pintu appartemen nya ada semangkok bubur dan secarik kertas yang berisi kalimat singkat ‘Lekas sembuh my sunshine, Nam Woohyun’ . Yap. Nama namja itu adalah Nam Woohyun, seorang soloist dari SMA Infinite yang terkenal dengan siswa- siswinya yang sangat berbakat dalam bidang seni tarik suara.

Setelah menyimpan bekalnya kedalam tas, ia mengambil sebuah penyerut kecil dengan kaca kecil diatasnya, menggerakkannya sebentar lalu ia tersenyum.

Seperti biasanya ia melangkahkan kakinya menuju sekolah dengan senyum yang terpasang rapih di wajahnya. Tanpa ia sadari ada seorang yeoja yang memperhatikannya sedari tadi. Yeoja yang selalu membuatkan bekal siang untuk Woohyun.

“Aku senang kau menyukainya, Nam Woohyun.” Ucap yeoja itu sambil berlalu menyusul Woohyun untuk pergi ke sekolahnya.

Kali ini dewi fortuna sedang berada pada pihak yeoja ini karna saat ia masuk dalam bis, hanya bangku disebelah Woohyun yang kosong sehingga mau tak mau ia harus duduk di sana. Sebuah keberuntungan. Woohyun memamerkan senyum tampannya kepada yeoja itu.

“Eumm.. Cho Hyo Jin-ssi? Ah, bukankah kau yang kemarin ikut konser sekolah?” tanya Woohyun saat Hyo Jin duduk disampingnya. Hyo Jin mengangguk pelan sebagai jawaban.

“Omona!! Kau tau, suaramu bagus sekali saat berduet dengan Kyuhyun sunbae menyanyikan lagu Anbu. Ngomong- ngomong aku lihat kalian berdua sangat akrab. Apakah dia namjachingu mu?” tanyanya dengan wajah penasaran yang sangat lucu. Hyo Jin langsung tertawa mendengar itu.

“Aniya.. Kyuhyun itu oppaku. Wajar saja kami akrab karna memang keluarga yang aku punya hanya dia di Korea. Eomma dan Appa ku berada di Canada. Hhe” jawab Hyo Jin dan diakhiri dengan senyum termanisnya.

Woohyun hanya berdehem menanggapinya. Terjadilah keheningan selama beberapa menit setelah itu. Woohyun sibuk memandangi kaca yang berada disebelah nya sambil tersenyum manis. Hyo Jin hanya sibuk mencuri pandang kearah Woohyun. Dan seulas senyum selalu terpatri diwajah cantik Hyo Jin. Sungguh, ia sangat tidak bosan memandangi wajah namja itu.

Setelah sampai di halte dekat sekolah mereka berdua turun. Hyo Jin berjalan di belakang Woohyun, ia menatap punggung luas Woohyun sambil berkhayal bisa merasakan punggung luas Woohyun. Sampai tiba- tiba..

Dugh

Bruk

Kini kesialan menimpa Hyo Jin, Ia tersandung sebuah batu karna tak memperhatikan jalan. Woohyun menengok dan melihat keadaan Hyo Jin yang jauh dari kata anggun. Rambutnya yang berantakan, seragamnya yang kotor karna keadaan jalan yang sedang berdebu, wajahnya kotor karena terkena cipratan lumpur dan jangan lupakan luka yang ada dilutut kanan dan kirinya. Sungguh jauh dari kata cantik.

Hyo Jin hanya bisa menyembunyikan wajahnya karna sangat memalukan. Bagaimna tidak malu jika yang melihatmu dalam keadaan seperti ini adalah seseorang yang sangat kau suka? Nah, itulah yang sedang dialami oleh seorang yeoja bernama Hyo Jin. Tak disangka-sangka Woohyun kini berjongkok di depan Hyo Jin dan mengulurkan tangan bermaksud untuk membantu berdiri, namun hanya ditanggapi dengan tatapan bingung dari Hyo Jin. Woohyun berdecih sambil membalikan badannya dan berlutut membelakangi Hyo Jin. Merasa tidak ada respon dari Hyo Jin, ia berkata,

“Cepatlah naik kepunggungku! Kita sudah hampir terlambat. Akan kuantar menuju UKS sekolah untuk meminjam seragam. Kajja!” ucap Woohyun. Hyo Jin masih terdiam mencerna perkataan Woohyun. Woohyun benci sekali menunggu sehingga ia menengokan kepalanya dan berkata,

“Cepatlah!! Aku sangat membenci menunggu orang. Dalam hitungan ketiga jika kau tidak naik ke punggungku, kau akan aku tinggalkan dan aku tak akan peduli lagi padamu.

1…
2…

nah, seperti itu dong dari tadi.” Ucap Woohyun sempat terputus karna tiba-tiba Hyo Jin melompat ke punggung Woohyun. Segera Woohyun berdiri dan mulai berjalan menuju sekolahnya. Terjadilah kesunyian diantara mereka berdua.

“Mianhae aku sudah membuatmu melakukan hal yang kau benci.” Hyo Jin membuka pembicaraan. Sekarang mereka berdua merasa waktu berjalan sangat lama. Woohyun berhenti tiba-tiba. Ia menegokkan kepalanya ke belakang, muka Hyo Jin sontak memerah dan segera menjauhkan mukanya dengan Woohyun.

“Maksudmu? Hal yang kubenci?” tanyanya dengan raut heran.

“Maksudku membuatmu menunggu. A-aku hanya tak mau membuat baju seragammu sama kotornya dengan seragamku. Kau kan sangat terkenal, kalau kau bersama dengan aku yang tidak cantik ini pasti kau akan di omongi oleh anak-anak yang lain. Itu akan merusak imej dan kepopuleranmu.” Ucap Hyo Jin sambil menyembunyikan kepalanya di leher Woohyun. Woohyun terkekeh pelan.

“Tak apa. Lagipula aku hanya bercanda. Jangan dianggap serius yah. Mwo? Kau bilang aku populer? Tak heran sih. Aku sangat tampan soalnya. Hehe..” ucap Woohyun sambil tertawa pelan dan memasang wajah sok gantengnya.

“Percaya diri sekali kau oppa. Upss ..” Hyo Jin menutup mulutnya langsung. Woohyun kembali melihat Hyo Jin.

“Oppa? Apa aku lebih tua darimu? Berapa tanggal ulang tahunmu? “tanya Woohyun.

“4 Maret.” Ucap Hyo Jin singkat.

“Berarti aku lebih tua darimu. Baiklah. Kau diperbolehkan memanggilku oppa. Akan terkesan lebih akrab seperti adik dan oppanya. Hhe..” ucap Woohyun dengan santainya.Hyo Jin sekarang hanya bisa berblush ria mendengarnya. Lalu ia menganggukkan kepalanya pelan. Tanpa sepengetahuan Hyo Jin, sekarang Woohyun sedang tersenyum riang.

Tunggu!! Adik dan oppa?

Hyo Jin tiba-tiba sedih karna hanya dianggap sebagai adik. Inikah yang namanya kalah sebelum berperang? Sakit banget!! Hyo Jin yang menutupi kepedihan hatinya hanya sanggup menanggapi senyuman ‘angel’ Woohyun dengan senyuman miris. Oh ayolah, ini masih pagi dan mood Hyo Jin sudah hancur lebur akibat namja yang ia sukai. Sungguh terlalu..

Akhirnya mereka sampai di sekolah mereka. Untungnya mereka masih punya waktu yang dapat dibilang luang mengingat ini sangat pagi sehinnga tak banyak murid yang memergoki Woohyun menggendong Hyo Jin, meskipun murid yang memperhatikannya sedikit berbisik-bisik. Kini mereka sedang berada di sebuah dengan berdua dengan posisi Woohyun berlutut dihadapan Hyo Jin yang sedang duduk di atas kasur.

“Ehm.. Wo-woohyun oppah.. dissittuhh.. Argh.. Ehm..”

Eh?itu suara apa?

“Disitu ? Baiklah tahan ya. Ini akan terasa sangat sakit. Setelah ini kau akan merasa terbiasa.” Ucap Woohyun sambil sesekali mengelap keringatnya. Segera Woohyun memulai gerakan tangannya. Hyo Jin melenguh.

“Ehm.. Appo.. Bisakah oppa diam sebentar.. aku belum terbiasa.” Ucap Hyo Jin.

“Mianhae.. baiklah tapi mungkin aku akan bergerak lebih cepat supaya kau tidak merasakan sakitnya terlalu lama. Darahnya lumayan banyak ternyata. Pasti itu sakit?”tanya Woohyun.

“Ya! Oppa! Tentu saja, ini sangat perih. Mungkin untuk beberapa hari ini aku tak dapat berjalan dengan normal.” Ucap Hyo Jin sambil mempoutkan bibir lucu.

“Baiklah, kurasa kau sudah terbiasa. Jadi tahan yah.”

“Argh.. appo..ce-cepathlahh.. shh.. argh!! Oppa!! Kau tau obat merah itu sangat menyakitkan!!” ucapnya. *hayo siapa yang mikir mesum ketauan deh* #plak #abaikan

“Ya!! Kalau tak diberi ini luka pada lututmu tak kan sembuh. Jadi, sekarang diam dan nikmatilah hasil dari kecerobohanmu!” ucap Woohyun sedang nada sewotnya.

Ternyata sekarang mereka berdua sudah berada di UKS, Hyo Jin dan Woohyun mengganti seragam meraka dengan seragam baru karna kotor. Dan tanpa mereka sadari mereka sudah berbicara seperti adik kakak. Walaupun awalnya Hyo Jin sempat sedih karna hanya dianggap sebagai adik. Tapi kini ia merasa, menjadi adik dari seorang Nam Woohyun merupakan suatu kehormatan yang luar biasa.

“Nah, sudah selesai!! Yeah!! Kajja kita ke kelas. “ ajak Woohyun. Hyo Jin hanya mengangguk.

“Gomawo, oppa. Mianhae aku harus merepotkanmu.”ucap Hyo Jin sambil membungkukkan badannya. Woohyun tersenyum.

*author: Woohyun doyan amat senyum- senyum. Awas entar jadi kayak om-om mesum* lupakan.

“Tak apa. Aku senang bisa menolongmu. Mungkin kalau aku tak menolongmu , mungkin aku tak dapat dekat denganmu, berkenalan denganmu dan mendengar desahanmu yang sangat merdu itu. Sungguh itu sangat mer- AWW!!!” kata-kata yang seharusnya romantis tergantikan oleh pekikan dari seorang Woohyun. Wajar saja dia memekik, karna ia langsung dihadiahi sebuah pukulan pada lengannya. Lumayan keras sih.

“YA! OPPA MESUM!!!” teriak Hyo Jin sambil tetap memukuli Woohyun. Selang beberapa menit, mereka berdua tertawa bersama entahlah apa yang mereka tertawakan. Mungkin mereka sudah gila.

KRING!!!!!!!!!!

Bel sekolah berbunyi menandakan mereka harus masuk kelas. Dan kini mereka berada di kelas XII IPA 5. Karna mereka datang paling pertama jadi meraka memutuskan untuk duduk berdua. Hyo Jin tak mungkin menolak kesempatan emas ini, saat Woohyun mengajaknya dengan senang hati ia menerima tawarannya.

Jam pelajaran pertama mereka adalah Agama. Omona! Sebenarnya pelajaran ini tidak menyebalkan. Hanya saja guru yang mengajarnya seperti seorang alien. Bahkan siswa-siswi di SMA Infinite menjulukinya dengan ‘You Who Came From Another World’ karna keanehannya yang luar biasa. Bedanya Do Min Joo itu ganteng yang ini tidak. Ya, Kang seonsaengnim.

Woohyun dan Hyo Jin hanya sibuk menulis surat- suratan selama Kang seonsaengnim sedang memberi penjelasan. Tiba-tiba Woohyun tertawa membaca apa yang Hyo Jin tuliskan. Ia tak dapat menahan tawanya, sehingga disinilah mereka. Diruang olahraga indoor. Dengan tangan yang diangkat keatas mereka saling mengumpat.

“YA! Cho Hyo Jin! Coba saja kau tidak menulis kalimat itu, pasti tangan kekarku ini tak sepegal ini. Kau harus tanggung jawab!! Aku tak mau tahu!!” rajuk Woohyun.

“Mworago?? Ya! Tuan Nam Woohyun!! Kalau saja kau dapat menahan tawa bodohmu itu pasti kita takkan ketahuan oleh Guru alien itu!” Hyo Jin pun tak mau kalah.

“Ya! Kalian berdua!!! Siapa yang kalian bilang guru alien, eoh?!” ternyata Kang seonsaeng mendengar percakapan mereka. Dan mungkin mereka mengalami sebuah keberuntungan karna Kang seonsaengnim tak memberikan hukuman tambahan. Luar biasa *prokprokprok* #maaf author gila

KRINGGG!!!

Kali ini bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran telah selesai dan semua siswa diperbolehkan untuk istirahat. Dikelas sekarang hanya tersisa beberapa siswa diantaranya adalah Woohyun dan Hyo Jin. Woohyun yang senang hati mengeluarkan bekal makan siang gratisnya itu dan langsung menyantapnya dengan gembira.

“Hemmm.. ini sangat nikmat.. andai saja aku tau siapa yang membuat masakan ini, mungkin akan kujadikan dia yeojaku. Haha..” ucap Woohyun sambil melahap habis bekal makan siangnya. Hyo Jin tersipu malu mendengarnya, andai Woohyun tau saat ia mengatakan hal tersebut Hyo Jin ingin langsung mengatakan bahwa ia lah yang membuat bekal tersebut. Tetapi khayalan Hyo Jin pupus karna kata-kata yang keluar dari Woohyun.

“Tapi, perbuatan seperti itu adalah perilaku seorang pengecut. Dan aku tak suka itu. Apa susahnya tinggal bertatap muka denganku saja. Dibagian mana susahnya?” tanya Woohyun kepada Hyo Jin dengan raut muka polos.

“Ya! Kau pikir gampang bertatapan muka dengan orang yang kau kagumi?! Susah sekali tau! “

“Ya!! Kenapa kau jadi ikutan sewot,eoh? Toh, aku tak berbicara padamu?”

“YA! Kenapa kau berteriak padaku? Kau saja yang tak pernah merasakannya!!”

“YA!!! Kenapa kau juga berteriak padaku?! Apa kau sedang merasakannya?” pertanyaan itu membuat Hyo Jin teridam. Mukanya merah padam. Antara marah dan malu. Ia tersinggung akan perkataan Woohyun. Pertanyaan itu membuat moodnya semakin hancur. Woohyun heran kenapa Hyo Jin tiba-tiba terdiam.

“Hey, kenapa kau? Aku kan hanya bercanda. Apa kau sedang mengalaminya? Mungkin kau bisa bercerita padaku.” Kata- kata itu keluar dari bibir Woohyun dengan nada yang pelan. Entah kenapa ia merasa tak rela jika Hyo Jin menyukai namja lain. Hyo Jin hanya menggeleng pelan.

“Tidak. Hanya saja aku pernah mengalaminya saja.” Ucap Hyo Jin cuek.

“Kurasa dia harus mendatangiku. Maka dia akan tau jawaban dariku.” Ucap Woohyun.

Merasa dicuekkan Woohyun tak berani mengajak Hyo Jin untuk berbicara. Ia kira Hyo Jin membutuhkan waktu untuk sendiri.

Sampai pulang sekolah mereka masih sama-sama diam membisu. Mereka berjalan tanpa satu pembicaraan.

Keesokan harinya Woohyun masih mendapati bekal makanan tetapi kali ini bekal tersebut dibawa oleh seorang yeoja yang tak berani menatap Woohyun. Tapi ia dapat mengenali yeoja itu dengan benar.

“Hyo Jin?? Itu kau?” tanya Woohyun .

“Ne. Mianhae oppa, Selama ini aku yang selalu memberimu bekal ini. Aku sangat bahagia melihat kau menerima bekalku dengan senang dan selalu malahapnya sampai habis. Setelah mendengarkan kata-katamu, aku sadar kalau aku sangat pengecut. Kuharap kau masih mau menerima ini.” Ucap Hyo Jin sambil mengulurkan tangannya yang masih memegang kotak bekal tersebut. Wajahnya masih menunduk menahan semburat merah yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih.

“Bagaimana yah? Begitu banyak kesalahan yang kau perbuat.” Ucap Woohyun dengan wajah berfikirnya. Sungguh, ia hanya ingin menjahili nona satu ini. Hitung-hitung balas dendam.

“Mwo? Banyak?? Apa saja? Kurasa aku hanya membohongimu saja..” ucap Hyo Jin. Woohyun mendecih.

“Ck.. kau kira kesalahanmu sedikit apa? Baiklah, akan kuberitahu apa saja kesalahanmu. Pertama, kau sudah membohongimu-“

“Mianhae telah membohongimu. Aku sungguh tak bermaksud be-“ kata-kata Woohyun terputus karna suara Hyo Jin.

“Ya! Biarkan aku menyelesaikannya! Oke, kedua, kau telah mempermainkanku. Ketiga, kau telah membentakku kemarin dan yang terakhir dan paling parah adalah-“ Woohyun menggantung kalimatnya supaya Hyo Jin penasaran.

“Kau telah mencuri hatiku. Saranghae~~”

“Oh, aku telah mencuri hatimu..” jawab Hyo Jin pelan

1…
2..
3…
4…
5..

“EHH?!!???!!!??!!!”

“Apa kau baru saja menembakku, Tuan Nam Woohyun?” tanya Hyo Jin sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“Siapa yang menembakmu? kenapa kau gr sekali?” ucap Woohyun jail, sukses membuat Hyo Jin mendelik sangar.

“Ehehehehe, Ne ne. Dan sekarang aku sedang menunggu jawaban dari seorang yeoja yang selalu memberiku bekal dan bersembunyi dibalik dinding belakang sana.”

DEG..

Hyo Jin kaget. Bagaimana caranya Woohyun mengetahui bahwa ia selalu bersembunyi dibalik dinding itu?

“Mungkin kau tak tau bahwa sebenarnya aku sudah mengetahuinya sejak dulu. Aku sudah tau bahwa kau yang selalu memberiku bekal itu. Kau pasti lihatkan setiap aku mengambil bekalmu, aku pasti mengangkat sebuah penyerut. Penyerut itulah yang membuatku tau wajah dari yeoja yang selalu memberiku bekal. Awalnya aku berfikir untuk tiba-tiba mendatangimu. Tapi aku begitu malu untuk menyapamu. Aku pun sangat menyukaimu sejak dulu. Sejak konser yang diadakan sekolah. Begitu leganya saat aku mengetahui bahwa Kyuhyun sunbae adalah oppamu. Aish.. ini terlalu panjang. Jadi bagaimana jawabanmu?” ucap Woohyun panjang lebar sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali.

CUP

Hyo Jin menjawabnya dengan sebuah kecupan. Bukankah sebuah tindakan lebih meyakinkan daripada perkataan kan? Woohyun yang merasa Hyo Jin akan melepaskan kecupannya malah menekan tengkuk Hyo Jin supaya tetap mencium dirinya. Kecupan itu berubah menjadi ciuman manis yang mereka berdua inginkan sampai akhirnya Woohyun melepaskan tautan itu.

“Happy Birthday, My sunshine~~ “ ucap Hyo Jin sambil memeluk tubuh Woohyun. Hari ini adalah tanggal 8 Februari. Ulangtahun Woohyun.

“Mana hadiahnya?” tanya Woohyun. Hyo Jin tersenyum lalu menatap Woohyun.

“Bukanka pengakuanku cukup sebagai kado dariku? Aku telah memberikan diriku untukmu, tuan tampan.” Ucap Hyo jin.

“Baiklah, kalau kau telah menjadi milikku. Berarti kau adalah ‘milik’ku.” Hyo Jin merasa merinding saat Woohyun mengucapkan kata ‘milik’. Dan semua itu terbukti dengan Woohyun yang langsung menggendong Hyo Jin masuk ke apartementnya.

“YA!!! NAM WOOHYUN!! KAU MESUM, TUAN NAMMU!!!!!” teriakan tersebut merupakan kata-kata terakhir yang terdengar dari Hyo Jin. Sisanya? Pasti kalian sudah mengetahuinya.

——————————END———————————

Bagaimana? Tolong jangan bunuh author sekarang.. Author tau ini sangat nista, tapi no bash ya..
Gomawo yang udah baca^^
Jangan lupa commentnya ya~~ Kritik dan saran selalu diterima..
*Bow bareng Woohyun*

Cho Hyo Jin~`

Advertisements

Leave a Reply Here

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s